Sosialisasikan PHR, Bupati Giri Prasta adakan Simakrama di Jembrana

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Guna menyosialisasikan bantuan penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR), Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda I Wayan Adi Arnawa dan sejumlah pimpinan perangkat daerah melaksanakan tatap muka atau simakrama dengan kepala desa, lurah, kepala lingkungan/kepala dusun, bendesa pakraman dan kelihan banjar pakraman se-kabupaten Jembrana, Kamis (20/7/2017). Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut  Bupati Jembrana, I Putu Artha dan Wabup I Made Kembang Hartawan.

Bupati Giri Prasta dalam sambutannnya menyampaikan, bantuan yang berasal dari penyisihan PHR Badung tersebut bertujuan untuk pemerataan manfaat pariwisata. “Kita terdiri dari satu kota dan delapan kabupaten agar sama-sama merasakan manfaat dari pariwisata ini, khususnya enam Kabupaten penerima PHR, termasuk Jembrana,” ungkapnya.

Melalui bantuan penyisihan PHR tersebut, Giri Prasta berharap ada wujud nyata yang bisa dihasilkan. Salah satu yang ditekankannya adalah pengembangan pariwisata di ‘Bumi Makepung’. Oleh karena itu, Bupati yang dikebal ‘bares’ ini mendorong terbentuknya desa wisata di Jembrana.

“Kami ingin mewujudkan sistem one island one management dan one stop destination. Jika Jembrana bisa mengembangkan desa wisata, apalagi selama ini terkenal memiliki seni makepung, kita bisa saling bersinergi antar kabupaten dan kota, sehingga pariwisata ini merata,” jelasnya.

Giri Prasta mencontohkan Karangasem terkenal dengan wisata religi, Klungkung melalui keindahan pulau-pulau kecil di Nusa Penida, Gianyar melalui seni, Denpasar melalui budaya, Tabanan melalui subak Jati Luwih, Bangli dengan kaldera Batur, Badung dengan glamor dan pantainya, serta Jembrana dengan tradisi makepung serta desa wisata.

“Dengan desa wisata ini, nantinya bisa dibangun fasilitas penginapan dan sarana prasarana akomodasi yang sudah pasti ada retribusinya,” paparnya.

Lebih lanjut, Bupati asal Pelaga, Petang ini menyatakan bantuan penyisihan PHR sudah berdasarkan ketentuan undang-undang, karena pemerintah kabupaten/kota memang diberikan izin untuk membantu pemerintah lainnya. “Dari aspek sosiaologis, ini juga sesuai dengan konsep manyama braya,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh hadirin untuk sama-sama berdoa dan berusaha berkarya untuk mewujudkan kehidupan lebih baik. “Selain berusaha sebaik-baiknya, saya senantiasa berdoa kepada Tuhan. Saya tidak meminta diberikan pekerjaan yg ringan tapi semoga Tuhan memberikan pundak yg kuat untuk bekerja sebaik-baiknya,” ajaknya.

Sementara itu, Bupati Artha mengucapkan selamat datang di Jembrana. Ia berharap simakrama tersebut memberikan inspirasi bagi pembangunan Jembrana dan Badung. “Jembrana selama ini sudah banyak dibantu oleh Badung melalui PHR berupa dana BKK. Oleh karena itu, atas nama masyarakat Jembrana mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Adapun bantuan penyisihan PHR yang diterima Jembrana tahun ini sebesar Rp 60.002.196.625. Bantuan tersebut digunakan untuk Peningkatan sarana RSUD Negara Rp 4,2 miliar lebih, pembangunan infrastruktur pedesaan Rp 17,4 miliar lebih, Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Rp 8,1 miliar lebih. Peningkatan partisipasi dalam pembangunan atau pemeliharaan tempat ibadah Rp 8,4 miliar lebih, Pengembangan nilai budaya Rp 1,7 miliar lebih, Pengelolaan keragaman budaya Rp 4 miliar lebih, Pengembalian nilai budaya 1,1 miliar, Pengembangan Destinasi pariwisata Rp 4,7 miliar lebih, dan Pembangunan destinasi wisata khusus gilimanuk dan bunut bolong Rp 10 miliar.

Ke depan, kata Bupati Artha, pihaknya senantiasa mengharapkan bantuan PHR Badung. “Karena kecilnya PAD Jembrana, kami tidak henti-hentinya mengharapkan bantuan PHR Badung ke depannya,” tandasnya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Pastika Apresiasi Kemajuan Program Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Jembrana

0

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan apresiasi terhadap kerja keras yang dilakukan oleh pemkab Jembrana dalam mengentaskan kemiskinan di kabupatennya. Hal tersebut ia sampaikan mengingat apa yang menjadi program dari Pemkab Jembrana semuanya mengarah pada pengentasan kemiskinan yang juga menjadi prioritas di Pemprov Bali.

Demikian Ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jembrana yang diterima di Gedung Kesenian Kabupaten Jembrana, Selasa (7/3/2017).

“Dari apa yang telah disampaikan oleh Bupati, saya melihat semuanya sudah on the track dalam mengentaskan kemiskinan, karena program prioritas mereka lebih mengarah pada bidang-bidang yang mampu untuk menanggulangi kemiskinan tersebut,” jelas Pastika yang menurutnya bidang-bidang seperti pemenuhan kebutuhan, pendidikan, ketenaga kerjaan dan juga peningkatan mutu serta pemberdayaan Sumber Daya Manusia merupakan bidang-bidang yang sudah di upayakan dan di programkan oleh pemkab Jembrana.

“Saya rasa semuanya sudah tepat, hanya sekarang kita perlu tingkatkan lagi, mereka sudah focus pada bidang-bidang tersebut, jadi tinggal kita kuatkan lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Pastika, ia sangat mendukung jika Pemkab jembrana berencana untuk meningkatkan status RSUD Jembrana dari tipe c menjadi tipe B. Ia kemudian langsung memerintahkan Kadis Kesehatan untuk segera mengkaji agar peningkatan status tersebut dapat segera dilaksanakan. Ia juga menyarankan agar dibangun sebuah RS Pratama di wilayah Jembrana yang mampu diakses seluruh wilayah Jembrana.

 “Tadi saya berangkat dari Denpasar sampai kesini, saya sama sekali tidak melihat adanya rumah sakit, coba nanti kita buatkan RS Pratama ditengah-tengah biar bisa diakses seluruh wilayah Jembrana ini, saya rasa akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” sarannya.

Pastika juga sangat mengharapkan dengan apa yang sudah dilakukan saat ini oleh Pemkab Jembrana dan dukungan Pemprov Bali, Kabupaten Jembrana dapat berkembang dan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Bali maupun luar Bali.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha menyampaikan saat ini Pemkab Jembrana memprioritaskan pembangunan dalam beberapa bidang yakni pemenuhan kebutuhan primer masyarakat, antara lain bidang kesehatan, pendidikan, ketenaga kerjaan, social budaya dan pariwisata.

Hal tersebut dilaksanakan, menurutnya dikarenakan bidang-bidang tersebut yang nantinya akan mempengaruhi bagaimana kondisi kemiskinan yang ada di Kabupaten Jembrana. Selain itu ia juga menyampaikan beberapa masalaha yang dianggapnya sangat merugikan masyarakatnya yakni sering terjadi gangguan harga gabah saat panen dilaksanakan, namun walaupun demikian pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sudah merencanakan akan menaikkan status RSUD Jembrana dari tipe C ke tipe B dan juga disetiap puskesmas akan disediakan rawat inap mengingat kondisi wilayah Jembrana yang sangat luas sehingga butuh waktu jika harus rawat inap di RSUD yang letaknya di Kota.

Oleh karena itu ia sangat mengharapkan dukungan dari Pemprov Bali agar program yang direncanakan terebut dapat segera direalisasikan. Putu Artha juga menyampaikan beberapa permasalahan klasik yakni banyaknya truk kelebihan muatan yang sering melintasi wilayah Jembrana sehingga menyebabkan rusaknya jalan di wilayah Jembrana, oleh karena itu ia mengharapkan agar segera diambil tindakan dan solusi.

Usai melakukan kunjungan kerja ke Pemkab jembrana romongan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang juga turut didampingi oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali kemudian melakukan peninjauan ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jembrana.

Dari hasil peninjauan tersebut Pastika mendapati bahwa saat ini di sekolah tersebut sangat kekurangan tenaga pengajar dan juga tenaga guru spesialis, selain itu juga kondisi infrastruktur seperti mess guru juga sudah sangat tidak layak.

Oleh karena itu Pastika langsung memerintahkan agar segera direncanakan berapa jumlah tenaga pengajar yang diperlukan dan juga anggaran untuk membenahi mees guru tersebut. (humasbali/bpn)

Pemprov Bali Luncurkan “BUMDes Bersamsat”

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, khususnya membantu para wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendapatan meluncurkan terobosan baru yaitu "BUMDes Bersamsat".

Program yang menggandeng badan usaha milik desa (BUMDes) ini memberikan tempat bagi masyarakat desa unutk membayar pajak kendaraan bermotor.  Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Bali I Made Santa, dalam acara Peluncuran dan Sosialisasi BUMDes Bersamsat di Kantor Perbekel Desa Nusa Asri, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Lebih lanjut, Made Santha mengungkapkan keistimewaan program ini di mana  bagi para wajib pajak yang sudah jatuh tempo namun tidak memiliki cukup uang untuk membayar bisa ditalangi terlebih dahulu oleh BUMDes, dan nantinya para wajib pajak tersebut bisa membayar secara menyicil kepada BUMDes.

Sedangkan untuk ketentuan besaran kredit, akan diatur oleh internal masing-masing BUMDes tersebut. Ia berharap dengan terobosan program yang saling menguntungkan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para wajib pajak, maupun para BUMDes untuk secara aktif mensosialisasikan kepada masyarakat sehingga seluruh wajib pajak yang ada di desa-desa khususnya yang memiliki keterbatasan jarak dan waktu untuk datang ke kantor Samsat dapat menyelesaikan kewajibannya tepat waktu.

Santha juga menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini selalu mengupayakan terobosan pelayanan terbaik yang dapat membantu masyarakat, mengingat pajak kendaraan sebesar 90 persen baik itu pajak perpanjangan STNK dan biaya balik nama kendaraan bermotor adalah penyumbang paling besar PAD Provinsi Bali sehingga sistem terintegrasinya samsat harus terus dikembangkan.

‘’PAD Bali sepenuhnya akan dikembalikan kepada masyarakat untuk mengisi pembangunan Bali terutama program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti bedah rumah, Simantri, Gerbangsadu dan lainnya bertujuan untuk pengentasan kemiskinan serta mewujudkan masyarakat Bali maju, aman, damai, dan sejahtera (Mandara)," ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat diikuti oleh BUMDes yang ada di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga selaku Kepala UPT Dispenda Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana Ida Kade Suhita, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu hasil dari pemetaan atau evaluasi dari kegiatan Samsat Desa Beryadnya (door to door),  untuk lebih meningkatkan pelayanan publik wajib pajak di Provinsi Bali.

Selain itu, tujuan dari kegiatan tersebut diharapkan dapat  Mendorong keterlibatan BUMDes untuk berperan aktif dalam pelayanan pajak, mengurangi biaya operational Dan membantu wajib pajak agar tidak meninggalkan pekerjaan sehingga upah yang mereka terima tidak hilang.

Untuk tahap awal Program ini baru menjadikan BUMDes di  tiga kecamatan pada Kabupaten Jembrana sebagai percontohan,  yaitu   BUMDes yang berada pada  Kecamatan Pekutatan, yaitu Desa Medewi dan Pulukan, Kecamatan Mendoyo yaitu Desa Yeh Sumbul dan Yeh embang Kangin, serta di Kecamatan Melaya  yaitu Desa Nusa Sari, Eka sari, Melaya, Tuwed dan Candikusuma.

Dipilihnya desa-desa tersebut karena memiliki jarak tempuh yang jauh dari kantor samsat serta telah menyatakan kesiapanya dalam menjalankan program BUMDes Bersamsat. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan nantinya dapat diikuti oleh BUMDes lainya.

Dalam momentum itu, Kepala Desa Medewi Kecamatan Pekutatan, Komang Suartika mengucapkan terima kasih atas diluncurkan program tersebut. Ia mengaku bahwa masih banyak warganya yang belum membayar pajak, dikarenakan jarak tempuh dari desa ke kantor Samsat sekitar 30 km.

Untuk itu, ia berharap BUMDes Desa Medewi dapat melakukan kerjasama yang baik dengan pemerintah, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan membantu wajib pajak untuk melakukan kewajibannya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkatab, Camat Melaya Eka Suarnama, Kepala Desa serta Kepala BUMDes di lingkungan Kabupaten Jembrana. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Sudarma yang Lumpuh Asal Pergung

0

BALIPORTALNEWS.COMKondisi  I Dewa Putu Sudarma (56) yang lumpuh mendapat tanggapan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mengutus Tim Humas Pemprov untuk meninjau yang bersangkutan ke kediamannya di Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Mendoyo, Jembrana, Senin (19/9/2016).

Sudarma (56), yang sebelumnya bekerja sebagai petani dan buruh penebang pohon, saat ini hanya bisa pasrah diri dengan kondisi kelumpuhan yang dialami, karena tulang betis kaki kanannya patah akibat tertimpa pohon saat ia bekerja sebagai buruh tebang pohon. Musibah ini terjadi sudah 3 tahun yang lalu.

Selama pengobatan, Sudarma memanfaatkan fasilitas JKBM, dan selama 3 (tiga) tahun dalam kondisi seperti itu ia sudah ganti pen sebanyak 2 (dua) kali dengan biaya ganti mencapai 16 juta. Namun hingga saat ini kondisinya belum kunjung membaik. Ia pun berharap dapat dibantu biaya pengobatan sekaligus bantuan bedah rumah bagi keluarganya.

Perbekel Desa Pergung, Ketut Miwantra, SE  dan Kelihan Dinas Pangkung Apit, Gede Suardika, yang kala itu turut mendampingi tim dilokasi, menuturkan kalau Sudarma yang sebelumnya tidak termasuk dalam daftar KK Miskin, akibat kelumpuhannya kini dimasukkan dalam KK Miskin. 

Dan selama mengalami kelumpuhan, Sudarma belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Setiap dua minggu sekali ia pun harus kontrol ke RSUD Jembrana. Lebih jauh, Wimantrajuga menjelaskan selain Sudarma masih ada 75 KK Miskin lainnya di Banjar Pangkung Apit, dari total warga 1500 KK.

Pada kesempatan itu Tim menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai dari Gubernur Bali, dan keadaan Sudarma akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Tindakan responsif ini diharapkan semakin menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap keadaan sesamanya yang membutuhkan. (r/humas pemprov bali/bpn)

Sudikerta Minta Nelayan Pererat Kebersamaan dan Peduli Lingkungan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pelaksanaan lomba balap jukung antar-nelayan diharapkan mampu dimaknai sebagai langkah untuk mempererat rasa persatuan dan kebersamaan antar-sesama nelayan. Lebih dari itu ikut menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan laut.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka secara resmi lomba balap jukung Peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia dan HUT ke-121 Kota Negara di Pesisir Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (29/8/2016).

Pembukaan yang ditandai dengan pelepasan tiga jukung oleh Wagub Sudikerta, juga turut dihadiri Bupati Jembrana Putu Artha.

“Berbekal kebersamaan dan persatuan tersebut, masyarakat akan mampu mendukung dan mempengaruhi pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah dan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk menjaga kelestarian laut,” jelas Sudikerta.

Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, kegiatan lomba balap jukung tersebut hendaknya terus dipupuk dengan mengembangkan kreativitas dan inovasi sehingga mampun untuk menjaga kearifan lokal Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia Sutriman menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI  dan juga HUT Kota Negara. Disisi lain kegiatan balap jukung dipilih dikarenakan konon pada saat perang kemerdekaan dulu, pahlawan Bali I Gusti Ngurah Rai menggunakan jukung sebagai alat transportasi pengangkut senjata dari Pulau Jawa melalui Gilimanuk.

Lebih lanjut disampaikan Sutriman, pelaksanaan lomba akan diikuti oleh 40 jukung nelayan dari Gilimanuk, Air Kuning dan bahkan Banyuwangi, yang diisi masing-masing oleh dua joki menyusuri Selat Bali dan finish di Ketapang. Perlombaan tersebut memperebutkan hadiah berupa tropi dan juga uang tunai. (r/humas prov.bali/bpn)

Wagub Sudikerta Ingatkan Masyarakat Berbelanja Sesuai Kebutuhan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menghimbau agar masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok tidak berlebihan. masyarakat diharapkan untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan juga skala prioritas sehingga semua kebutuhan masyarakat tersebut dapat terpenuhi tanpa haruis mengeluarkan pembiayaan lebih.

Demikian disampaikannya saat meninjau pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali di halaman Kantor Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (29/8/2016).

“Apabila membeli sesuai prioritas maka pengeluaran masyarakat tidak berlebihan. Pengeluaran berlebihan dikhawatirkan berdampak pada ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan lainnya,” jelas Sudikerta, yang menurutnya dengan kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah diharapkan dapat menjaga kestabilan harga dan juga kestabilan inflasi di Bali khususnya jelang hari raya Galungan mendatang.

Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, pelaksanaan pasar murah tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan juga inflasi namun lebih mengarah pada pemberian kemudahan dan keringanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari – harinya.

“Mungkin di pasar-pasar ada komoditi yang harganya mahal, namun dengan intervensi dari pemerintah berupa pasar murah tersebut maka diharapkan harga akan berangsur angsur menjadi normal kembali, karena pasar murah ini harganya jauh lebih murah,” jelas Sudikerta yang juga merupakan Ketua TPID Provinsi Bali.

Selain itu, masyarakat juga dapat menunjukkan dukungannya dengan melaksanakan puspa sari di setiap pekarangan rumah, yakni dengan menanam beberapa komoditi kebutuhan pokok yang bisa ditanam di pekarangan sehingga mampu untuk mendukung kebutuhan pokok rumah tangganya. (r/humas prov bali/bpn)

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

0

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar