27 C
Denpasar
Sabtu, 22 September 2018

Saptana Jagaraga Singapadu Akan Tampilkan Seni Kolaborasi Inovatif

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Penggemar dan pelaku seni pertunjukan mungkin tidak lupa pementasan gong kebyar dewasa duta Kabupaten Gianyar 2015. Komunitas seni Saptana Jagaraga Singapadu yang berasil memecahkan rekor penonton terpadat dan terbanyak selama PKB ini akan kembali mengguncang Ardha Candra Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/8/2016) malam dalam gelaran Bali Mandara Mahalango III.

Komunitas seni ini akan mencoba memperkenalkan nuansa baru dalam seni kolaborasi inovatif yang bertajuk ‘’Mulat Sarira”. Kolaborasi apik antara musik, tari dan lagu ini diharapkan dapat menambah warna musikal seni pertunjukan yang menjadikan sajian garapan menjadi elok, santun, damai penuh nuansa keindahan.

Pembina sekaligus pimpinan komunitas Saptana Jagaraga Singapadu, I Wayan Darya, mengungkapkan, penampilan seni kolaborasi inovatif akan dibagi menjadi tiga babak. Pertama memberikan pemahaman akan seni kepada anak anak dalam dunia kehidupan, tokoh tokoh seni selaku pembimbing generasi muda berolah seni di antaranya seni barong, kecak, janger, wayang, topeng, lukis, patung dan kerajinan yang sangat semarak di Desa Singapadu. Tari Barong Api sebagai tari kebesaran Desa Singapadu, yang menggambarkan tokoh Cokorda Api sebagai sanging barong terkenal di Bali.

Kedua, sajian musik inovatif bernuansa regee dipadukan dengan lawak bebondersan khas Singapadu. Ketiga, nuansa kemerdekaan menyajikan tarian bendera yang dibawakan 100 orang penari, diiringi gamelan gong kebyar dengan semarak lagu perjuangan dalam garapan ini.

Pementasan Sabtu mendatang didukung penuh dari Sanggar Tari Lokananta, Sanggar Tari Jaya Sundari, serta Pasraman Budi Pekerti Desa Adat Kebon dan Desa Adat Singapadu.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Ayu Pastika Gugah Kepedulian Sosial Masyarakat

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika tidak ada henti hentinya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap keluarga kurang mampu yang ada di sekitarnya. Himbauan ini disampaikannya disela – sela acara penyerahan bantuan bedah rumah bagi Nyoman Sudarta (52) yang merupakan  warga miskin asal Banjar Kutri, Desa Singapadu, Gianyar, Rabu (3/8/2016).

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk terus mengembangkan kepedulian sosial, turut bertanggung jawab atas kesulitan yang tengah dihadapi warga di sekitarnya, dan tergerak membantu meringankannya,” ujar istri orang nomor satu di Bali tersebut.

Ditambahkan Ayu Pastika upaya pengentasan kemiskinan tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga seluruh lapisan masyarakat. “Meski sedikit bantuan yang diberikan pasti berarti, meski tidak dengan materi dan uang , bisa dengan tenaga,” pungkasnya. Ia juga berharap kedepannya semakin banyak perusahaan baik BUMN, BUMD maupun swasta yang menyalurkan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility). "Semakin banyak yang peduli, semakin banyak yang terbantu , itu artinya semakin cepat pula upaya pengentasan kemiskinan yang kita lakuan," cetusnya.

Sementara itu Nyoman Sudarta (52) warga penerima bedah rumah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan BK3S Provinsi Bali. Suami dari Ketut Metri (45) ini mengatakan ia dan keluarganya selanjutnya  tidak bersusah payah lagi berpikir untuk membangun rumah yang layak bagi keluarganya. Ia menuturkan selama ini ia dan keluarganya tinggal di rumah yang jauh dari layak, dengan lantai tanah, dan dinding terbuat dari  kayu dan bambu.  Keluarga  ini memiliki 2 orang anak yakni Komang Santadarma (25) dan Pande Sudarsana (15).

Namun sayang anak bungsunya  Pande Sudarsana tidak bisa menikmati harinya seperti remaja lainnya. Pande hanya bisa terbaring kaku diatas kursi roda sejak umur 5 tahun karena menderita lumpuh yang gejala awalnya berupa panas tinggi dan step. Ketiadaan biaya membuat penyakit Pande Sudarsana tidak tertangani dengan baik. Ia juga mengaku tidak bisa menggunakan JKBM dikarenakan tidak masuk dalam data puskesmas tempat dirinya berobat yakni di Puskesmas Negari padahal dirinya telah memiliki Kartu JKBM.

Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk upaya pengobatan anaknya tersebut. “Terimakasih atas bantuan yang diberikan ibu Ayu Pastika dan  BK3S Provinsi Bali. Selanjutnya tiang dan keluarga bisa tinggal di rumah yang lebih nyaman dan baik. Tyang mohon agar pengobatan anak tiang bisa juga dibantu,” ujarnya.

Pembangunan bedah rumah ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua BKKKS Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika didampingi oleh Ketua K3S Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Nyoman Wenten. Sudarta dan keluarga juga memperoleh bantuan sembako dari Dinas Sosial Provinsi Bali.

Sudikerta Berharap Pesemetonan AWBP Ikut Tuntaskan Pengentasan Kemiskinan

BALI-PORTAL-NEWS.COMKeberadan Pasemetonan Paikertan Arya Wang Bang Pinatih (AWBP) yang saat ini telah tersebar di seluruh Bali dan bahkan di luar Bali diharapkan tetap  menjaga rasa kekeluargaan dan tali persaudaraan diantara anggota pasemetonan tersebut  semakin kuat. Tidak itu saja, para anggotaklan AWBP ini diharapkan turut berpartisipasin dalam membantu upaya pengentasan kemiskinan di Bali baik dalam bentuk material maupun non material. Demikian harapan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut hadir sebagai Ketua Harian Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih dalam acara  Lokasabha serta Pengukuhan Pengurus Paiketan Arya Wang Bang Pinatih Kabupaten Gianyar yang dilaksanan di Puri Agung Gianyar, Kabupaten Gianyar, Sabtu (30/07/2016).

“Dengan rasa kekeluargaan dan persaudaraan tersebut paiketan ini akan mampu berkembang dan maju, jadi hal tersebut patut kita jaga dan kita bina dalam rangka menjalankan Tri Hita Karana,” jelas Sudikerta yang menegaskan paiketan tersebut diharapkan mampu untuk menyeimbangkan hubungan baik itu dengan tuhan, sesama manusia dan lingkungan sekitar sehingga terjadi hubungan yang haromis dalam kehidupan sehari – hari.

Menurutnya paiketan AWBP tersebut adalah untuk menyatukan seluruh warih Arya Wang Bang Pinatih yang tersebar diseluruh pelosok Bali, Jawa dan daerah lainnya, mempererat rasa kekeluargaan, membina warga untuk mencapai kekokohan sradha dan dharma bhakti guna dapat mewujudkan Tri Rna dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, tugas yang lain dari paiketan tersebut adalah membina warga dalam mengembangkan kehidupan beragama atas dasar Panca Sradha serta meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama pratisentana Ida Bhatara Kawitan guna mencapai kerukunan hidup bersama.

Sudikerta juga menyampaikan, paiketan AWBP tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang untuk menyampaikan aspirasi khusunya bagi semeton AWBP sehingga apa yang menjadi keingan semeton tersebut dapat tersalurkan dalam  musyawarah secara persaudaraan. Selanjutnya, ia berharap dengan dilantiknya pengurus AWBP Kab.Gianyar, dapat menjaga dengan baik paiketan AWBP di Gianyar serta melaksanakan program dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Bupati Gianyar Anak Agung Brata mengungkapkan apresiasinya atas paiketan AWBP yang dinilai sangat kompak, yang dibuktikan banyaknya semeton AWBP yang hadir pada lokasabha tersebut. Ia berharap, keberadaan semeton AWBP yang cukup banyak di bali, khususnya di Kabupaten Gianyar dapat turut menyumbangkan pikiran maupun tenaga dalam memajukan Kabupaten Gianyar dan Bali pada umumnya. “Saya minta pasemetonan AWBP dapat bergandengan tangan dengan pasemetonan lain yang ada di Gianyar sehingga kurukunan tetap terjaga dan tidak mengkotak-kotakan diri”, ujar orang nomor satu di Gianyar tersebut.

Pada momentum tersebut dilakukan pengukuhan pengurus pesemetonan AWBP Kabupaten Gianyar diketuai oleh Ir. I Gst. Agung MK.Adiarta, serta pengukuhan Pengurus Dharma Padmi serta Pengurus Yowana AWBP Kab.Gianyar.

Selain itu, acara yang dihadiri oleh pasemetonan AWBP se-Bali, Penglisir Puri se-Kab.Gianyar, Penglisir Puri Sulang, Anggota DPR RI Iwayan Koster, Wakil Wali Kota Denpasar serta Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Bali, di berikan pencerahan darma wacana oleh Ida Pedanda Wayahan Bun Gerya Sanur Pejeng, yang menekankan agar semeton AWBP selalu ingat pada sejarah pasemetonan tersebut serta selalu mengedepankan tenggang rasa, Persatuan dan Kesatuan serta tidak kehilangan hari nurani dalam menjalani kehidupan yang selalu berputar ini.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Bali Terpilih sebagai Provinsi Pertama Pencanangan Nasional Introduksi Vaksin Polio Suntik (IPV)

BALI-PORTAL-NEWS.COM Terpilihnya Bali sebagai Provinsi pertama pencanangan vaksin Polio Suntik/ Inactivated Polio Vaccine (IPV) di Indonesia mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Ketua Tim Pembina PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika.  Momentum pencanangan tersebut menandakan program yang bersifat nasional ini dimulai di Kabupaten Gianyar, Bali. Hal itu diungkapkannya ketika mendampingi Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, dalam rangka Pencanangan Nasional Introduksi Vaksin Polio Suntik (IPV) yang diadakan di Balai Budaya Gianyar, Jumat (22/7). Pendamping orang nomor satu di Bali ini berharap penerapan penggunaan IPV ini akan berdampak pada positif bagi penurunan angka kesakitan, kecacatan dan kematian Balita yang disebabkan oleh Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) khususnya di Bali bisa dicegah. “Kita bangga pastinya Bali terpilih sebagai provinsi pencanangan Nasional IPV. Namun tidak berhenti sampai disini, semoga program ini efektif dalam mendukung program Indonesia Bebas Polio,”ujarnya. Ia juga menekankan peran para kader TP PKK untuk terlibat aktif dalam kegiatan imunisasi. “Saya juga himbau kepada seluruh kader PKK untuk turut mendukung program pemerintah seperti yang dicanangkan hari ini. Karena anak anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga, sehingga  bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat, ” pungkasnya.

Senada dengan Ayu Pastika, Nila Moeloek menyampaikan dalam sambutannya bahwa program Imunisasi merupakan salah satu program kesehatan yang paling efektif dalam Pembangunan Kesehatan terutama untuk mencegah kesakitan, kecacatan dan kematian. Secara global, imuniasasi telah berhasil menurunkan angka kematian bayi sekitar 2-3 juta pertahun akibat PD3I. “Sementara khusus dalam pemberantasan penyakit polio, Indonesia telah memperoleh Sertifikasi Bebas Polio dariWorld Health Organization (WHO) pada bulan April 2014,” imbuhnya. Adapun keberhasilan Program Imunisasi di Indonesia antara lain; hilangnya penyakit cacar yang mematikan sejak tahun 1974, tidak ditemukan lagi penderita Polio sejak tahun 2006, tercapainya Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal pada tahun 2016, serta harapan Dunia Bebas Polio pada tahun 2020.

Sesuai tema acara pada pagi ini, Nila Moeloek menyampaikan dalam mencapai Indonesia Bebas Polio merupakan suatu langkah besar kontribusi dalam melangkah untuk mencapai Dunia Bebas Polio. “Pemerintah telah berhasil melkukan Pekn Imunisasi Nasional secara serentak di seluruh Indonesia pada tanaggal 8-15 Marett 2016 dengann sangat baik, yaitu cakupan hingg 95,6%. Dn telah melakukan swithcing (peralihan) penggunaan vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) menjadibivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) sejak tanggal 4 April 2016.

Sementara Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Mohamad Subuh melaporkan bahwa program pemberantasan polio telah ditetapkan sebagai satu isu kedaruratan kesehatan masyarakat dunia dan telah disusun strategi menuju Dunia Bebas Polio. Sementara untuk Indonesia sendiri telah melaksanakan dua tahapan kegiatan yaitu PIN Polio dan juga penggantian tOPV menjadi bOPV. Menurutnya dipilihnya Bali sebagai tempat pencanangan pertama program ini karena dipandnag mempunyai fasilitas infrastruktur yang emmadai serta kesiapan publik. Dia juga menambahkan dalam upaya menuju dunia bebas polio tahun 2020 peru dicapai dan dipertahankan cakupan imunisasi polio rutin yang tinggi dan merata.

Gubernur Bali yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov Bali, dr. Ketut Suarjaya menyambut baik pencanangan tersebut. dalam kesempatan itu, Pastika juga melaporkan bahwa dalam mendukung kegiatan Eradiksi Penyakit Polio, Di Bali telah dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Eradiksi Polio di tingkat Kabupaten/Kota. Selain itu, Pastika juga mengakui telah berupaya menekan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota agar mengoptimalkan pelaksanaan strategi pencapaian cakupan Imunisasi secara tinggi dan merata. Dia juga menambahkan jika program Imunisasi tidak boleh berhnti dan harus terus ditingkatkan mengingat kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh tingkat kesehatannya sejak bayi. Di tengah maraknya pemberitaan vaksin palsu, upaya pemberian vaksin ke bayi harus terus ditingkatkan. Dalam penutupannya, Pastika juga menghimbau jajarannya di Balli untuk terus tingkatkan sosialisasi tentang pentingnya vaksin agar semua masyarakat bisa memahami dengan baik. Dan pencanangan pada hari ini merupakan motivasi bagi semangat jajarannya untuk terus mencegah penyakit sejak dini melalui imunisasi.

Acara pada hari itu juga dihadiri oleh Bupati Gianyar, AA Beratha dan Ketua Tim Penggerak Kabupaten Gianyar, Ny. Dayu Surya Mahayastra beserta segenap jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar.

Sumber : Humas Pemprov Bali

HUT Ke-54 Sekaa Teruna Bhina Eka Budhi, Dihibur Lawak dan Artis Bali

BALI-PORTAL-NEWS.COM – KEMERIAHKAN mewarnai perayaan HUT ke-54 Seka Teruna (ST) Bhina Eka Budhi Banjar Abasan Singapadu Tengah, Gianyar. Istimewanya, perayaan setengah abad lebih seka teruna paling tua di lingkungan Singapadu ini digelar selama dua hari yakni, Jumat (8/7/2016) dan Sabtu (9/7/2016) malam.

Perayaan HUT ke-54 ST Bhina Eka Budhi juga dirangkai dengan pelantikan pengurus ST Bhina Eka Budhi periode 2016-2018. Memeriahkan acara juga dihibur dengan penampilan sederatan band lokal dan artis Bali, di antaranya Nanoe Biroe, Metafora dan Margi.

Sementara pada hari pertama, Jumat malam diisi lomba fashion show pakaian adat ke pura melibatkan anak-anak TK dan SD. Malam itu juga dihibur dengan penampilan lawak Grongseng Poleng  Kumis Cs  yang diiringi seka gong anak-anak Tunas Wangi Banjar Abasan dibawah asuhan Made Wiratnyana.

Sebelum pelaksanaan lomba dan hiburan, seluruh anggota ST melaksanakan ritual natab byakaonan bersama di jaba tengah Pura Pancering Jagat Banjar Abasan. Dimana tujuan pelaksanaan upacara ini adalah membersihkan diri dari sifat-sifat yang kurang baik untuk terciptanya seka teruna yang berbudi luhur dan bijaksana. “Dengan natab byakaonan ini harapan kami para pemuda dan pemudi bersih dalam melaksanakan kegiatan seka teruna,’’ tutur Gusti Putu Dirayana, kelian adat Banjar Abasan, Singapadu Tengah.

Ketua ST Bhina Eka Budhi, I Komang Dodik Muliarta merasa sangat senang bisa memberikan hiburan untuk masyarakat. “Suatu hal yang sangat berkesan dalam diri kami sebagai pengurus seka teruna mampu memberikan hiburan pada masyarakat,’’ ujarnya, sembari berharap anggota ST Bhina Eka Budhi selalu dapat berkarya dan memberikan wadah bagi seka teruna untuk belajar memulai kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, pelawak Pak Kumis yang memiliki nama lengkap Made Kumis Sartika, mengaku sangat bangga dan senang diundang untuk memeriahkan HUT ST Bhina Eka Budhi. Ia berpesan agar sekaa teruna selalu menjaga kelestarian budaya Bali, jauhi miras dan narkoba.

Penulis : Ryandra Paramartha
Editor : Putu Tista

HUT Ke-52 ST Taruna Karya, Dimeriahkan Panjat Pinang

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Kemeriahan mewarnai perayaan HUT ke-52 Seka Teruna (ST) Taruna Karya Br. Kebon Singapadu Gianyar. Istimewanya, perayaan setengah abad lebih seka teruna  ini digelar selama kurang lebih satu bulan dengan menggelar turnamen voli se-Kecamatan Sukawati. Dan Secara khusus perayaan HUT digelar tiga hari yakni,  Minggu (10/72016), Jumat (15/7/2016) dan Sabtu (16/7/2016).

Perayaan HUT ke-52 ST Taruna Karya juga dirangkai dengan pelantikan pengurus ST Taruna Karya periode 2016-2018. Memeriahkan acara Sabtu (16/7/2016) dihibur dengan penampilan seka gong kebyar anak-anak dan artis lagu pop Bali anak-anak

Sementara pada hari pertama, Minggu pagi diisi jalan santai dengan hadiah yang menarik, sore hari diisi lomba panjat pinang serta dilanjuti dengan olimpiade matematika tingkat SD.

Sebelum pelaksanaan puncak HUT, Jumat (15/7/2016) seluruh anggota ST Taruna Karya melaksanakan ritual natab byakaonan bersama di Pura Melanting Banjar Kebon Singapadu. Upacara ini bertujuan membersihkan diri dari sifat-sifat yang kurang baik untuk terciptanya seka teruna yang berbudi luhur dan bijaksana. “Dengan natab byakaonan ini harapan kami para pemuda dan pemudi bersih dalam melaksanakan kegiatan seka teruna,’’ Tutur Wayan Supartayasa selaku calon ketua pemuda periode 2016-2018.

Ketua ST Taruna Karya Kadek Amerta Yoga merasa sangat senang bisa memberikan hiburan lomba panjat pinang dan yang lainnya untuk masyarakat. “Suatu hal yang sangat berkesan dalam diri kami sebagai pengurus seka teruna mampu memberikan hiburan pada masyarakat,’’ ujarnya, sembari berharap anggota ST Taruna karya selalu dapat berkarya dan melestarikan budaya bali, khususnya tari Janger yang dipentaskan di HUT.

Sementara itu, turnamen voli bertujuan untuk memperat tali persatuan antar seka teruna yang ada di Sukawati, khususnya di Singapadu. Juara I diraih tim voli Br.Tameng Sukawati.

Penulis : Ryandra Paramartha
Editor : Putu Tistha

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan