30 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Pendapatan Daerah Gianyar Direncanakan Rp 1,681 Triliun Lebih

BALIPORTALNEWS.COM – Pemkab Gianyar menyampaikan Ranperda tentang Perubahan ABPD Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2016 dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Gianyar Wayan Tagel Winarta di ruang sidang DPRD Kabupaten Gianyar, Kamis (18/8/2016). Dalam sidang terungkap pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1,681 triliun lebih.

Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, Ranperda tentang Perubahan APBD perlu disusun untuk penyesuaian akibat terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum (KUA). Selain itu, adanya perkembangan keadaan yang berdampak pada perkiraan meningkatnya pendapatan daerah dan juga meningkatnya pengeluaran biaya untuk memenuhi aspirasi masyarakat yang belum dapat diprediksi saat penyusunan APBD tahun 2016. ”Perencanaan dan penganggaran harus terintregasi,” jelas Wabup Gianyar, Made Mahayastra.

Wabup Made Mahayastra menambahkan, dalam Ranperda perubahan TA 2016, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1,681 triliun lebih. Terdiri dari PAD sebesar Rp 506,528 miliar lebih. Sedangkan Dana Perimbangan sebesar Rp 956,223 miliar lebih dan lain–lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 218,601 milyar lebih.

PAD dalam Perubahan APBD mengalami peningkatan sebesar Rp 58,386 miliar lebih atau 13,03 persen dibandingkan PAD pada tahun berjalan sebesar Rp 448,142 miliar lebih.

Sedangkan dana perimbangan dalam Perubahan APBD 2016 mengalami penurunan sebesar Rp 9,563 miliar lebih atau 0,99 persen dibandingkan dengan anggaran tahun berjalan sebesar Rp 965,786 milyar lebih. Kemudian lain–lain pendapatan daerah yang sah dalam perubahan mengalami peningkatan sebesar Rp 9,019 milyar lebih atau 4,30 persen, dibandingkan dengan anggaran tahun berjalan sebesar Rp 209,582 miliar lebih.

Wabup Gianyar, Made Mahayastra menambahkan belanja daerah dalam Ranperda Perubahan direncanakan berjumlah Rp 1,971 triliun lebih. Terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,218 triliun lebih dan belanja langsung sebesar Rp 52,734 miliar lebih.

Penerimaan Pembiayaan dalam Ranperda Perubahan direncanakan sebesar Rp 3014,838 milyar lebih dan pengeluaran pembiayaan Rp 15,050 milyar lebih.

Akedemisi Lakukan Penelitian Subak di Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM – Beberapa Akademisi dari berbagai universitas di Indonesia dan Universitas Kyoto, Jepang, yang tergabung dalam kegiatan Bali International Field School (BIFS) 2016 mengadakan penelitian pengelolaan subak di Kabupaten Gianyar. Mereka akan berusaha menelaah bagaimana kelanjutan subak di Kabupaten Gianyar, mengingat subak di Gianyar sudah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO.

Kegiatan Bali International Field School (BIFS) 2016 berlangsung di Puri Agung Gianyar, Kamis (18/8/2016). Kedatangan para akedemisi baik Indonesia dan Jepang itu diterima  Bupati Gianyar, A.A Gde Agung Bharata, beserta para ahli budaya Kabupaten Gianyar.

Ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, Hasim Djojohadikusumo mengatakan kegiatan ini merupakan kali kedua melakukan penelitian subak Kabupaten Gianyar. Adapun penelitian sistem subak diadakan selama kurang lebih satu minggu, mulai Rabu (17/8/2016) dan berakhir Senin (22/8/2016) mendatang berlangsung di Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar.

Hasim Djojohadikusumo mengharapkan seluruh peserta mendapat pengalaman yang berharga selama penelitian berlangsung. ”Dengan keberagaman budaya dan karakter masyarakat yang bersahabat, semoga kalian dapat memetik sesuatu yang bermakna,” harap Hasim Djojohadikusumo.

Hasim Djojohadikusumo menambahkan kerjasama ini dapat terjalin secara berkesinambungan agar kedepannya subak dapat lebih bermanfaat mengingat air merupakan sumber kehidupan masyarakat.

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, mengatakan sebuah kehormatan bagi Pemkab Gianyar telah dipercaya menjadi tuan rumah BIFS 2016. Ini merupakan kesempatan besar untuk membangun hubungan dari sisi budaya antar negara yang berpartisipasi. ”Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab Gianyar untuk menjaga warisan pusaka budaya yang dimiliki Kabupaten Gianyar,”jelasnya.

Bupati Agung Bharata berharap penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan sistem subak sejauh ini. Sebab, seiring perkembangan jaman, peninggalan sejarah seni dan budaya mengalami ancaman, yang salah satunya dari vandalisme. ”Saya harap melalui BIFS dapat gugah kesadaran masyarakat akan keberadaan sistem irigasi di Bali yang dijiwai oleh konsep Tri Hita Karana,” harap Bupati Agung Bharata.

Sanggar Kori Agung Mas Ikut Memeriahkan HUT RI Ke-71

BALIPORTALNEWS.COMUntuk memeriahkan HUT RI ke-71 tahun 2016, Sanggar Kori Agung Mas ikut  memeriahkan dengan mementaskan seni dan budaya.

Dalam penampilan seni dan budaya yang berlangsung di Balai Budaya, Gianyar, Senin (15/8/2016), Sanggar Kori Agung Mas menyuguhkan 5 garapan. Penampilan pertama yakni Tabuh Pepanggulan Cakra Arnawa yang diciptakan I Wayan Darya, dimana tabuh ini menonjolkan permainan nada diatonik yang dihimbangi dengan permainan tempo dan dinamika dengan menggunakan gong kebyar sebagai medianya.

Dalam kesempatan itu Sanggar Kori Agung Mas mempersembahkan Tari Sekar Jagat, Tari Legong Pengeleb, Tabuh Kreasi Candra, Tari Wiranjaya dan Tari Garuda Wisnu Kencana.

Penampilan terakhir yaitu Tari Garuda Wisnu Kencana menjadi daya tarik sendiri pada malam itu. Tari yang diciptaan I Nyoman Cerita dan I Gde Arya Sugiartha. Tarian ini menceritakan perjalanan Dewa Wisnu yang sedang mencari Tirta Amerta, dimana dalam perjalanannya mendapatkan bantuan burung Garuda yang sampai akhirnya bertemu dengan Dewi Laksmi.

Koordinator Sanggar, I Made Suardana mengatakan suatu kebanggaan Sanggar Kori Agung Mas dapat menghibur masyarakat Gainyar dalam menyambut HUT RI ke-71.

Pihaknya sangat mengapresiasi kepada Pemkab Gianyar karena sudah berkenan mengadakan kegiatan kesenian seperti ini ,mengingat sangat penting karena menjaga identitas sebagai masyarakat seni.

Penulis : Gung De
Editor : Yoga

17 Narapidana Rutan Gianyar Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Bebas

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian HUT RI ke-71 tahun 2016,  sedikitnya 17 orang penghuni Rumah Tahanan Kelas II B Gianyar mendapat remisi. Dari 17 orang narapidana di Rumah Tanahan Kelas IIb Gianyar yang memperoleh remisi, sebanyak 16  orang napi mendapatkan remisi umum I dan satu orang  napi mendapat remisi umum II (langsung bebas).

Surat lepas napi atas nama Syamsuri diserahkan langsung Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra dalam acara resepsi perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-71 di Balai Budaya Gianyar, Rabu (17/8/2016).

Remisi tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HaK Asasi Manusia RI No. W20.815.PK.01.01.02 Tahun 2016 tentang Pemberian Remisi Umum tahun 2016 dan Remisi Tambahan Tahun 2016 Kepada Narapidana dan Anak Pidana.

Ke-17 orang narapidana yang mendapat remisi yakni Sugiono (5 bulan), Abdul Mutalib (3 bulan), I Nyoman Bawa (3 bulan), I Wayan Juliarta (1 bulan), Emanuel Maya Pareira (3 bulan), Dewa Gde Soles Saputra (1 bulan), Yateni (1 bulan), I Komang Ariawan (1 bulan), Anton Mugiadi (1 bulan), Ningsur (3 bulan), Mulyadi (3 bulan), Yohanes Tamo Ama (1 bulan), Jekson Bulu (1 bulan), Fiki Mohammad Wausin (1 bulan), Martias Adi Yuliono (1 bulan), Maritza Rubbyana Huzaeni (1 bulan) dan Syamsuri (1 bulan) langsung bebas).

Salah seorang napi Syamsuri (24) terpidana kasus pencurian yang mendapat hukuman 10 bulan dan mendapat remisi 1 bulan dan langsung bebas. Rasa syukur di ucapkan selalu oleh Syamsuri asal Lumajang yang sebelumnya memiliki pekerjaan sebagai pembuat sanggah batu. Usai menjalani hukumannya ia mengaku akan menjalankan kehidupan dengan baik bersama istrinya dinikahinya.

”Setelah bebas ini rencananya saya akan membuka usaha kecil-kecilan yakni membuat sokasi, karena selama saya dirutan saya mendapatkan pelatihan membuat sokasi,” ujar Syamsuri.

Syamsuri mengaku telah tinggal di Bali sejak 2007 menjelaskan sudah menjalani hukuman atas kesalahan yang pernah dibuat. Dia berharap masyarakat dapat menerimanya dengan baik dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Penulis : Gung De
Editor : Yoga

 

Dirgahayu RI Ke-71 Bersama Satwa di Bali Safari & Marine Park

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, Bali safari & Marine Park menggelar serangkaian acara yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar staff dan upacara bendera “khas” Bali Safari.

Dimulai sejak seminggu sebelumnya, diadakan berbagai lomba menarik yang melibatkan karyawan dari seluruh divisi yang ada. Tak ubahnya dengan perlombaan yang biasa diadakan dilingkungan tinggal masyarakat, di Bali Safaripun acara belangsung dengan meriah dan penuh semangat. Berbagai hadiah disiapkan sekaligus untuk mengapresiasi sportifitas dan aktifnya para karyawan meskipun diluar jam kerja.

Puncak dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 ini adalah dengan terselenggaranya upacara bendera khas taman konservasi tersebut. Berbagai satwa terlihat berbaris rapi dan mengikuti upacara dengan khidmat. Satwa yang terlihat mengikuti upacara diantaranya adalah gajah Sumatera dan ular.

Upacara Bendera juga diikuti oleh sejumlah Perangkat Desa pendamping serta pimpinan beberapa instansi dan pemerintahan di Kabupaten Gianyar.

General Manager Bali Safari & Marine Park, William Santoso menambahkan, “Upacara dan rangkaian perlombaan semacam ini merupakan agenda tetap perusahaan kami. Kerjasama yang terbentuk dari rangkaian acara internal yang dibuat telah terbukti nyata dengan berhasilnya Bali Safari meraih berbagai penghargaan”.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 71, Indonesia kerja nyata! Merdeka !!!

Sumber : Humas Bali Safari & Marine Park

Masyarakat Dihimbau Laksanakan Upacara Atma dengan Bergotong Royong

BALIPORTLANEWS.COMWakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengimbau kepada krama desa menyatukan rasa bergotong royong menjalankan upacara baik kecil maupun besar sehingga  upacara yang dijalankan dapat memberikan kesejahteaan  bagi krama. Terlebih upacara yang dilaksanakan adalah Pitra Yadnya atau Atma Wedana yang merupakan kewajiban membayar hutang kepada leluhur.

Demikian disampaikan Wagub Sudikerta saat menghadiri Karya Atma Wedana Maligia Punggel, di Puri Saba Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. 

Pada kesempatan tersebut,  Sudikerta juga menyampaikan apresiasinya atas usaha semeton puri dan krama desa yang sudah maksimal dalam pelaksanaan upacara besar seperti ini.  Namun,  Sudikerta tetap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan yadnya secara  jor-joran,  sebaliknya pelaksanaan yadnya tersebut didasari atas ketulus ikhlasan,  sehingga semua masyarakat bisa melaksanakan yadnya tanpa adanya sebuah persaiangan. 

Oleh karenanya,  Ia berpesan agar masyarakat tetap mempertahankan rasa solidaritasnya dan rasa saling asah asih asuhnya,  sehingga komunikasi antar masyarakat tetap terjaga dengan baik.  Selain itu Sudikerta juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga pelaksanaan upacara seperti ini agar pelestarian adat istiadat di Bali tetap terjaga. "Sehingga dimasa depan anak cucu kita juga dapat merasakan upacara seperti ini", ujarnya.

Sementara itu,  Ketua Panitia Karya Lanang Ari  Putra mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wagub Sudikerta. Ia berharap masyarakat Desa Blahbatuh  dapat meresapi dengan bijaksana,  nasehat yang disampaikan Wagub Sudikerta sehingga bisa diimplementasikan dengan baik.

Lebih lanjut,  Ia menyampaikan karya atma wedana ini telah dimulai sejak bulan Juli lalu yang diikuti oleh 45 sawa, 1 lingga dan 1 sanggi. Sedangkan   puncak acara  akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2016 besok,  sedangkan pada hari ini merupakan upacara mepedada, yang dipuput oleh Ida Pedanda Mahawijaya dari Griya Kekeran-Blahbatuh. Ia, beraharap dengan dilaksanakan upacara ini dapat meberikan ketenangan sekala lan niskala masyarakat Blahbatuh dan memberikan tempat terbaik untuk para lelugur di suarga lokha.

Pada kesempatan tersebut Wagub Sudikerta didampingi oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Bali Ketut Wija.

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Bali Safari & Marine Park Memenangkan Empat Penghargaan Bali Tourism Awards

BALIPORTALNEWS.COM – Bali Safari & Marine Park kembali berhasil membuktikan keunggulan kualitasnya dengan menyabet 4 penghargaan sekaligus dalam Malam Puncak Penghargaan Bali Tourism Awards. Bertempat di The Trans Resort Bali, empat kategori yang berhasil diraih Bali Safari & Marine Park antara lain Bali Leading Theme Park, Mara River Safari Lodge sebagai Bali Leading Thematic Resort, Bali Agung Show sebagai Bali Leading Tourism Show dan Tsavo Lion Restaurant sebagai Bali Leading Restaurant.

Malam Puncak Penganugerahan berlangsung meriah dan disambut antusias oleh kalangan hospitality di Pulau Bali, dari Bali Safari & Marine Park hadir di antaranya Mr. William Santoso selaku General Manager, dan sederetan manager dari divisi yang berkaitan.

Bali Tourism Awards diinisiasi oleh ITTA (Indonesia Travel dan Tourisn Awards) yang terlebih dulu eksis selama kurang lebih 6 tahun dalam mengapresiasi industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia.

Ini merupakan kali ke-dua Bali Safari memenangkan beragam penghargaan bergengsi dari BTA. Pada Tahun 2015, dengan diadakannya BTA yang pertama, membuktikan bahwa industri pariwisata dan perhotelan di Pulau Bali tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan berbagai destinasi dan fasilitas bertaraf Internasional, maka tidak berlebihan jika Bali menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia terutama dalam sektor pariwisata.

Terdapat sederetan aspek dalam penilaian, diantaranya adalah pelayanan, fasilitas serta konsistensi.  Penjurian juga diadakan terbuka melalui sistem vote yang diselenggarakan sebulan sebelumnya agar masyarakat dapat ikut menentukan dan berpartisipasi dalam penilaian ini.

Ditemui terpisah di sela – sela acara, Mr. William Santoso, General Manager Bali Safari & Marine Park mengungkapkan “Penghargaan ini merupakan bentuk fisik keberhasilan Bali Safari & Marine Park di tahunnya yang ke Sembilan. Dengan selalu mengedepankan mutu dan kualitas serta pelayanan yang baik dan didukung oleh staff-staff professional yang ahli di bidangnya, maka penghargaan ini adalah hasil dari kerja sama dan koordinasi yang baik antara sesama staff di Bali Safari & Marine Park. Kami juga tidak kenal lelah dalam melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas serta selalu berbenah diri agar terus maju ke depan. Ini adalah pencapaian tim”

Sumber : Humas Bali Safari & Marine Park

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Digelar di Bedugul, Perayaan HUT ST Taruna Yasa Bernuansa Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COM – Perayaan HUT ke-39 Seka Teruna (ST) Taruna Yasa Banjar Sengguan, Singapadu, Gianyar, tahun ini beda dari biasanya. Perayaan HUT kali dikemas sederhana namun penuh makna, dimana dilakukan di Kebun Raya Bedugul, Kamis (4/8/2016) lalu.

Di samping penuh nuansa gembira dengan beragam permainan, perayaan HUT juga diwarnai nuansa lingkungan. Saat itu digelar beragam permainan dan ramah tamah agar solidaritas dan persatuan antar-anggota tetap terjaga.

“Pemilihan tempat perayaan HUT di Bedugul ini karena ingin mencari suasana baru dan udara yang segar. Kami harapkan, dengan suasana baru perayaan HUT, walau sederhana namun mampu melahirkan pemikiran yang jernih dalam setiap memecahkan masalah yang dihadapi ataupun melaksanakan agenda kegiatan seka teruna serta mendukung program banjar dan desa,’’ ujar Ketua ST Taruna Yasa, Wayan Kariana S.Pd.

Menurut Kariana yang akrab disapa Doyok ini, ST Taruna Yasa memiliki agenda rutin dua tahunan yakni Singa Barong yaitu lomba mapang barong dan mekendang tunggal se-Bali. Untuk pelaksanaan Singa Barong ke-4, nanti akan diselenggarakan 2017, sekaligus perayaan HUT dan pergantian pengurus.

‘’Karena tahun ini tidak bertepatan dengan pelaksanaan Singa Barong, maka perayaan HUT ke-39 kali ini, kami lakukan secara sederhana namun tidak mengurangi makna sebuah perayaan HUT,’’ ujarnya.

Kariana berharap program kepengurusan seka teruna yang sudah berjalan dengan apik dapat berjalan dengan baik. Ia juga berharap, program dan kegiatan ST Taruna Yasa seperti pelaksanaan lomba-lomba dan bentuk kegiatan lain bisa menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lain di Pulau Dewata.

‘’Kuncinya adalah rasa persatuan dan solidaritas yang tinggi menciptakan kokohnya keanggotaan pada seka teruna. Terlebih diimbangi dengan yadnya dengan bentuk sembahyang rutin setiap rahinan Purnama dan Tilem, niscaya agenda organisasi berjalan dengan lancar,’’pungkasnya.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan