NH. Dini Menerima Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers & Readers Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Pada hari Rabu (25/10/17) malam, bertempat di Puri Saren Ubud, Ubud Writers & Readers Festival 2017 resmi dimulai untuk yang ke-14 kalinya. Salah satu perayaan sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara ini membawa 160 lebih pembicara yang datang dari 30 lebih negara di seluruh dunia untuk berkumpul di pusat seni dan budaya Pulau Bali, Ubud.

Malam Gala Opening dibuka oleh tarian Sekar Jagat,  sebuah  tarian  selamat  datang tradisional Bali yang diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem  di  tahun  1993.  Tarian yang ditarikan oleh tujuh perempuan muda ini membuat para tamu undangan – yang kebanyakan datang di Bali untuk pertama kalinya, terpesona  oleh  indahnya  liukan  serta kostum para penari. Para tamu undangan sendiri terdiri dari penulis, jurnalis, seniman, duta besar, perwakilan pemerintahan, media, serta hotel.

“Dengan semua yang telah terjadi satu bulan belakangan, berada di sini, malam ini, bersama Anda semua, adalah suatu kehormatan dan ini adalah sesuatu yang pantas dirayakan.” ujar Janet DeNeefe, Founder & Director UWRF, dalam pidatonya. Janet merujuk pada keadaan Pulau Bali saat ini yang tengah dirundung resah oleh aktivitas Gunung Agung yang masih dalam status Awas namun tidak menghentikan kedatangan para penikmat Festival dari seluruh dunia.

Puncak acara malam Gala Opening adalah saat legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, menerima penghargaan Lifetime Achievement Award. Sebuah penghargaan bergengsi dari UWRF bagi para tokoh sastra Indonesia yang telah berkiprah selama puluhan tahun dan sukses memajukan dunia sastra Indonesia. Penghargaan tersebut terakhir diberikan kepada Alm. Sitor Situmorang di tahun 2010.

Dini naik ke atas panggung ditemani oleh puteranya, Pierre Coffin, sutradara dan animator film box office Despicable Me dan Minions. Saat menerima penghargaan yang diberikan oleh Janet DeNeefe, NH. Dini berujar, “Saya sangat bahagia bisa mendapatkan penghargaan ini, karena sebelumnya penerima penghargaan ini adalah Alm. Sitor Situmorang, seorang senior yang saya hormati. Saya telah berkiprah di dunia sastra selama puluhan tahun dan merasa sangat terhormat saya masih diingat hingga saat ini.”.

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama NH DIni lahir di Semarang pada tanggal 29 Februari 1936. Beberapa karya NH Dini yang terkenal adalah Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), dan masih banyak lagi karya lainnya dalam bentuk kumpulan cerpen, novel, atau cerita kenangan. NH Dini juga disebut sebagai penulis feminis yang terus memperjuangkan kesetaraan jender. Terlepas dari apa pendapat orang lain, ia mengatakan bahwa ia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan jender yang sering kali merugikan kaum perempuan. Dalam karyanya yang berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), ia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya.

Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Banyak orang berpendapat bahwa ia menceritakan dirinya sendiri. Akan tetapi terlepas dari semua penilaian itu, karya NH Dini adalah karya yang banyak dikagumi, buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra. NH Dini pernah meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. Ia kini berusia 82 tahun dan tinggal di Ungaran, Jawa Tengah.

“Hadirnya NH. Dini, seorang legenda hidup dunia sastra Indonesia, di UWRF adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami. Tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal NH. Dini dan saya harap makin banyak juga pembaca internasional yang mengenal beliau, dan tahu betapa luar biasanya penulis-penulis Indonesia.” ucap Janet DeNeefe saat memberikan penghargaan tersebut di atas panggung Gala Opening.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa  160  lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan  tampil  di  atas  satu panggung. Mereka  semua  akan  bergiliran  tampil  di  72  sesi-sesi  diskusi  yang  menarik  tajuk dari tema UWRF tahun ini,  yaitu  Origins  atau  Asal  Muasal  dalam  bahasa  Indonesia.  Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi. Sesi-sesi panel diskusi berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu     juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program  pengembangan  karir  di  Emerging  Voices,  dan masih banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Disdikpora Gianyar Kebanjiran 

BALIPORTALNEWS.COMHujan lebat yang terjadi di Kabupaten Gianyar, Selasa (13/92016), menyebabkan banjir disejumlah titik. Salah satunya banjir yang terjadi di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Gianyar.

Banjir dikantor ini terjadi karean saluran air tersumbat sampah. Atas kejadian ini BPBD Gianyar yang menerima laporan langsung kelokasi untuk melakukan penanganan. Tak lama kemudian banjir bisa diatasi.

Kepala BPBD Gianyar, Drs. A.A Gde Oka Digjaya mengatakan banjir di kantor Disdikpora Gianyar terjadi akibat hujan yang terjadi. Sementara air tidak bisa mengalir karena saluran air got tersumbat sampah.

Genangan air cukup tinggi hampir mencapai lutut orang dewasa atau sektiar 40 cm. Kondisi ini hanya terjadi di halaman kantor, dan tidak sampai air masuk kedalam ruangan kantor.

Meskipun genangan air hanya dihalaman kantor, tetapi kondisi ini cukup menggangu, karena pegawai di Disdik Gianyar kesulitan masuk ruangan akibat tingginya genangan air.
Dikatakan pihaknya yang menerima laporan ini, langsung melakukan penanganan dengan penyedot air. Diduga kondisi ini terjadi karena sampah yang menyumbat saluran aliran air. “Tadi kami kerahkan mesin penyedot air, untuk mengarahkan air kegot. Sementara perbaikan saluran air nanti dilakukan intansi terkait, “ jelasnya.

Genangan air setelah hujan lebat Selasa pagi kemarin, juga ditemukan di halaman Pemkab Gianyar. Genanagan air yang ditemukan setelah melewati pintu masuk kantor bupati tersebut, cukup menggangu setiap pegawai sipil yang melintas.

Selain karena sumbatan sampah pada saluran air menuju got, kondisi ini diduga juga terjadi akibat rekontruksi peninggian separuh areal parkir halaman Pemkab Gianyar.

Selain di lingkungan Pemkab Gianyar, banjir yang cukup tinggi kembali terjadi di simpang Desa Batuan, Sukawati. Digjaya mengatakan banjir yang rutin terjadi di lokasi tersebut sudah disampaikan ke Dinas PU Kabupaten Gianyar.

”Masalah ini sudah disampaikan ke PU Kabupaten Gianyar, untuk selanjutnya diteruskan ke Pemprov Bali karena ini  merupakan jalur provinsi. Kemungkinan penyebabnya juga karena sumbatan sampah,”jelasnya.

Ditambahkan untuk penanggulangan bencana seperti pohon tumbang, pihaknya sudah melakukan pemangkasan di sejumlah titik yang dipandang rawan. (agy/bpn)

Digelar di Bedugul, Perayaan HUT ST Taruna Yasa Bernuansa Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COM – Perayaan HUT ke-39 Seka Teruna (ST) Taruna Yasa Banjar Sengguan, Singapadu, Gianyar, tahun ini beda dari biasanya. Perayaan HUT kali dikemas sederhana namun penuh makna, dimana dilakukan di Kebun Raya Bedugul, Kamis (4/8/2016) lalu.

Di samping penuh nuansa gembira dengan beragam permainan, perayaan HUT juga diwarnai nuansa lingkungan. Saat itu digelar beragam permainan dan ramah tamah agar solidaritas dan persatuan antar-anggota tetap terjaga.

“Pemilihan tempat perayaan HUT di Bedugul ini karena ingin mencari suasana baru dan udara yang segar. Kami harapkan, dengan suasana baru perayaan HUT, walau sederhana namun mampu melahirkan pemikiran yang jernih dalam setiap memecahkan masalah yang dihadapi ataupun melaksanakan agenda kegiatan seka teruna serta mendukung program banjar dan desa,’’ ujar Ketua ST Taruna Yasa, Wayan Kariana S.Pd.

Menurut Kariana yang akrab disapa Doyok ini, ST Taruna Yasa memiliki agenda rutin dua tahunan yakni Singa Barong yaitu lomba mapang barong dan mekendang tunggal se-Bali. Untuk pelaksanaan Singa Barong ke-4, nanti akan diselenggarakan 2017, sekaligus perayaan HUT dan pergantian pengurus.

‘’Karena tahun ini tidak bertepatan dengan pelaksanaan Singa Barong, maka perayaan HUT ke-39 kali ini, kami lakukan secara sederhana namun tidak mengurangi makna sebuah perayaan HUT,’’ ujarnya.

Kariana berharap program kepengurusan seka teruna yang sudah berjalan dengan apik dapat berjalan dengan baik. Ia juga berharap, program dan kegiatan ST Taruna Yasa seperti pelaksanaan lomba-lomba dan bentuk kegiatan lain bisa menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lain di Pulau Dewata.

‘’Kuncinya adalah rasa persatuan dan solidaritas yang tinggi menciptakan kokohnya keanggotaan pada seka teruna. Terlebih diimbangi dengan yadnya dengan bentuk sembahyang rutin setiap rahinan Purnama dan Tilem, niscaya agenda organisasi berjalan dengan lancar,’’pungkasnya.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Tangani Sampah,  Gianyar Bentuk UPTD

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Gianyar 2016 mendapatkan bantuan dari Satuan Kerja Pra Sarana Sanitasi Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Bali dalam penyusunan draf kelembagaan sub Bidang Persampahan dan Air Limbah.

Hal ini sebagai awal dari pembentukan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) yang fokus menangani masalah persampahan di Kabupaten Gianyar.

Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengatakan hal tersebut di sela–sela Fokus Group Disscution (FGD) II antara Satker PSPLP dengan instansi terkait Pemkab Gianyar di ruang rapat Bappeda Kabupaten Gianyar, Kamis (1/9/2016).

Kadis DKP Kujus menyampaikan apresiasi terhadap bantuan dari Satker PSPLP yang berkomitmen mendukung upaya Pemkab Gianyar memangangi permasalahan sampah.

Diharapkan melalui diskusi tersebut, rancangan awal dari pembentukan UPTD dapat terwujud sesuai harapan bersama. ”Ini tahap awal untuk mengukur lebih jauh pentingnya keberadaan UPTD di Kabupaten Gianyar,” ujar Kujus Pawitra.

Menurut Kujus Pawitra, FGD II difokuskan terhadap kajian inisiasi, telaah staf dan nantinya akan menelurkan draf Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kelembagaan UPTD tersebut.

Nantinya, hasil dari pembahasan akan diserahkan secara langsung kepada Bupati Gianyar, sebagai pertimbangan untuk diterapkan menjadi Perbup.

Pejabat asal Kesian, Lebih, Gianyar itu mengatakan, UPTD sejatinya memang sangat mendesak untuk dibentuk. Sebab, permasalahan sampah kini menjadi semakin rumit dan komplek, seiring dengan semakin tingginya aktivitas ekonomi masyarakat.

Tidak hanya di Gianyar, hampir seluruh wilayah telah mengalami problem yang serupa. Untuk itu, hadirnya UPTD nanti akan menjadi salah satu solusi dalam upaya penanggulangan sampah yang lebih terarah.

”Volume sampah di Kabupaten Gianyar kini mencapai 15 ribu m2 per harinya,” kata Kujus.

Manajemen Konsultan CV Singajaya,  Ida Bagus Sudewa selaku pendamping dari Satker PSPLP Provinsi Bali menjelasakn FGD II ini akan difokuskan untuk mengkaji inisiasi dari rencana pembentukan UPTD.

Secara umum, dia menjelaskan peran dari UPTD nantinya sebagai operator dari infrastuktur bidang sampah dan limbah. Seperti misal pembangunan TPA oleh Dinas PU harus benar–benar dikaji oleh UPTD, sebesar apa manfaatnya dalam pelayanan terhadap masyarakat.

”Sementara, jika terbentuk, UPTD ini nantinya akan bekerja lintas sektor dibawah koordinasi DKP,” jelasnya.

Kujus Pawitra menambahkan usai pembahasan FGD, akan dibuatkan laporan sebagai bahan pertimbangan, berikutnya disusun rancangan Perbup, kemudian menunggu proses selanjutnya tergantung dengan keputusan pimpinan Pemda Gianyar.

”Jika semua proses berjalan lancar, tidak menutup kemungkinan 2017 UPTD Persampahan di Gianyar sudah akan terbentuk,” ujar Sudewa. (agy/bpn)

Polres Gianyar Bentuk Rumah Kantor Bhabinkamtibmas

BALIPORTALNEWS.COM – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman  serta untuk mengetahui situasi di masing-masing desa, Polres Gianyar membentuk Rumah Kantor Bhabinkamtibmas.

‘’Rumah Kantor Bhabinkamtibmas  mengacu sistem keamanan di Jepang (Chauzaisho). Masyarakat boleh menyampaikan pengaduan, laporan, permasalahan kepada polisi di Rumah Kantor Bhabinkantibmas sebelum ke kantor polisi,’’ ujar Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, SIK dalam acara penyerahan perlengkapan Rumah Kantor Bhabinkamtibmas di halaman Mapolres Gianyar, Rabu (31/8/2016).

Rumah Kantor Bhabinkamtibmas ini diisi plang nama, juga dilengkapi  sarana lain seperti HP lengkap dengan nomor ponselnya, satu buah buah meja, satu buah kursi dan satu buku mutasi. Dalam kesempatan itu juga diserahkan papan tiga pilar Kamtibmas kepada perwakilan Perbekel dan Babinsa Desa Peliatan Ubud.

Dengan kehadiran Rumah Kantor Bhabinkamtibmas, Kapolres berharap anggota Bhabinkamtibmas selalu ada ditengah-tengah masyarakat.

Karena, menurut Kapolres, selain sebagai ujung tombak dalam menjaga keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas juga bertugas sebagai pelayan dan pengayom dalam berbagai persoalan dan kesulitan yang dialami masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan anggotanya tidak arogan dalam menjalan tugas. ‘’Pahami tugas yang akan dilaksanakan dengan mencari informasi sebelum mendatangi lokasi penugasan, dan lakukan pendekatan pendekatan dengan masyarakat,’’ tegas Kapolres mengingatkan. (agy/bpn)

Seleksi Penulis Emerging Indonesia Ubud Writers & Readers Festival 2018 Telah Dibuka!

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Yayasan Mudra Swari Saraswati, lembaga nirlaba yang menaungi Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), dengan bangga mengumumkan bahwa Seleksi Penulis Emerging Indonesia untuk UWRF 2018 kembali dibuka. Seleksi ini adalah sebuah program Festival yang diadakan untuk menemukan calon-calon bintang sastra Indonesia.

Dari seleksi ini, UWRF akan memilih 15 Penulis Emerging Indonesia yang kehadiran serta partisipasinya di Festival akan didanai sepenuhnya oleh UWRF. Pemilihan akan didasari pada sejumlah kriteria, termasuk kualitas karya, prestasi, dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi sendiri akan dilakukan oleh tim UWRF dan Dewan Kurator yang beranggotakan penulis-penulis senior Indonesia. Nama-nama anggota Dewan Kurator akan dirahasiakan hingga pengumuman pemenang.

Seleksi yang ditujukan khusus untuk penulis berkewarganegaraan ini memiliki syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  • Penulis adalah warga negara Indonesia.
  • Tidak ada batasan umur untuk mengikuti seleksi ini.
  • Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa (cerpen, novel atau novelet), naskah drama maupun karya non-fiksi.
  • Karya dapat berupa buku dan kumpulan naskah yang belum ataupun sudah pernah diterbitkan di media massa.
  • Penulis yang sudah menerbitkan buku dapat mengirimkan beberapa buku karyanya.
  • Bagi penulis yang belum menerbitkan buku dapat mengirimkan 30 karya puisi terbaik atau 8 karya cerpen terbaik, atau 5 karya essai, atau 3 naskah drama.
  • Koresponden dan pengumuman seleksi akan dilakukan melalui email.
  • Penulis yang mengikuti seleksi wajib mengisi formulir online di www.ubudwritersfestival.com.

Batas akhir untuk pengiriman karya jatuh pada tanggal 28 Februari 2018. 15 pemenang terpilih akan diumumkan pada akhir bulan Mei 2018.

15 penulis yang terpilih akan diterbangkan dari kota asal masing-masing ke Ubud, Bali untuk mengikuti UWRF 2018 pada tanggal 24-28 Oktober 2018 sebagai pembicara dan berpartisipasi dalam kegiatan festival yang meliputi; panel diskusi, pembacaan karya, workshop, peluncuran buku, pementasan, serta beberapa acara Satellite yang diadakan di beberapa kota di Indonesia. Karya-karya terpilih mereka juga akan diterbitkan dalam buku bilingual Antologi 2018 dan diluncurkan di UWRF 2018. Seluruh biaya penerbangan dan akomodasi pemenang selama di Ubud akan ditanggung oleh Emerging Writers Patron, yaitu program pendanaan khusus bagi para pemenang terpilih.

Sejak diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 2008, Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini sukses memperkenalkan penulis-penulis Indonesia ke dalam kancah internasional. Beberapa alumni Seleksi Penulis Emerging Indonesia adalah Aan Mansyur (2009), Kurnia Effendi (2010), Avianti Armand (2011), Sunlie Thomas Alexander (2012), Mario F. Lawi (2013), Faisal Oddang (2014), Norman Erik Pasaribu (2015), Rio Johan (2015), Ni Made Purnamasari (2016), Joseph Rio Haminoto (2016), dan Azri Zakkiyah (2016).

Emerging adalah istilah yang digunakan oleh UWRF untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai. Program Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini adalah bagian dari komitmen Yayasan Mudra Swari Saraswati untuk mendukung kehidupan masyarakat Indonesia melalui program-program seni dan budaya. Selain itu, tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menemukan bakat-bakat sastra dari pelosok nusantara Indonesia. (r/bpn)

Pelaku UMKM Minim Daftarkan Hak Paten 

BALIPORTALNEWS.COMDirektorat Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) memberikan pemahaman tentang perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Gianyar.Berdasarkan data saat ini, di Kabupaten Gianyar terdapat sekitar 23 ribu pelaku UMKM.Sementara yang baru mendaftarkan hak patennya melalui Klinik HAKI Kabupaten Gianyar baru mencapai 120 pelaku UMKM.

Hal ini dilakukan sebagai upaya awal untuk semkin memperkuat hak paten produk kerajinan dan industri hasil kerajinan masyarakat Gianyar di tengah ketatnya persaingan global saat ini.Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Gianyar, Rabu (19/10/2016).

Kepala Seksi Direktorat Pengembangan Produk Ekspor Kemendag RI, Ichwan Joesoef mengatakan, pentingnya HAKI sebagai perisai bagi hasil produk pengusaha.

Untuk itu pihkanya telah meluncurkan layanan unggulan bernama Indonesia Design Development Centre. Program tersebut merupakan wahana bagi pelaku usaha dengan para desainer untuk bertukar pikiran dalam menghasilkan produk yang berkualitas terbaik. “Kita perkuat dengan layanan informasi yang sedang menjadi trend saat ini,”ujar Ichwan Joesoef.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Wayan Suamba mengatakan berbicara mengenai HAKI pada masa terdahulu, masyarakat di Bali secara umum masih erat menganut prinsip ngayah. Yakni mengerjakan sesuatu atau menghasilkan produk tertentu dapat dikembangkan secara cuma – cuma.

Sebab, memang inspirasi produk karya seni  kerap timbul dari tempat – tempat suci dan tarian – tarian khas Bali. Namun, era sekarang ini semuanya berbalik 180 derajat. Dimana masyarakat dituntut untuk bersaing secara kompetitif untuk menghasilkan karya terbaik yang dapat memenangkan pasar ekonomi.”Sekarang apa – apa bersifat  individual,”jelas Suamba.

Untuk itu,  pelaku usaha khususnya di Kabupaten Gianyar sudah selayaknya melakukan antisipasi terhadap kemungkinan hasil karyanya diduplikasi, dijiplak  oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu dengan cara memagari diri dengan produk hak cipta.

”Dengan mendaftarkan HAKI, maka pengusaha bisa dengan tenang memproduksi hasil karya, tanpa harus khawatir ditiru. Sebab, nanti akan ada prosedur hukum yang melindungi,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini di Kabupaten Gianyar terdapat sekitar 23 ribu pelaku UMKM.Sementara yang sudah mendaftarkan hak patennya melakli klinik HAKI Kabupaten Gianyar sudah mencapai 120 pelaku UMKM. Secara presentasi, angka tersebut relative minim. Akan tetapi, pelaku UMKM lainnya sudah banyak mendaftarkan hasil karyanya secara individual melalui system online yang sudah disediakan oleh pemerintahan pusat. (hms gianyar/bpn)  

Jual Togel, Ditangkap Polisi

BALIPORTALNEWS.COM – Lantaran kedapatan menjual toto gelap (togel), pria berusia 64 tahun di tangkap Jajaran Reskrim Polres Gianyar di Desa Seronggo, Gianyar.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Marzel Doni, SIK didampingi Kanit Reskrim Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Winangun di Mapolres Gianyar, Rabu (21/9/2016), mengatakan penangkapan terhadap pelaku I Nyoman Candra (64) beralamat Serongga Kelod, Desa Serongga, Gianyar bermula informasi dari masyarakat yang diterima pihak kepolisian.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat kalau di pelaku diduga keras melakukan perjudian jenis togel di kediamannya,” ujarnya.

Atas informasi yang didapat, polisi pun melakukan penggrebekan dan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu lembar paito, tiga lembar sobekan kertas yang bertulisan pasangan nomor togel dan uang tunai Rp 130 ribu. Polisi juga memeriksa tiga orang saksi.

‘’Penangkapan pelaku ini merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam memberikan informasi demi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitarnya agar tetap kondusif.  Laporkan kepada polisi kalau memang ada penjual togel dan pasti akan kami tindak,’’ tegasnya.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Gianyar guna proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP. (agy/bpn) 

Puluhan Liter Arak Disita

BALIPORTALNEWS.COM – Jajaran Polres Gianyar, Jumat (9/9/2016) menyita puluhan liter minuman keras jenis arak, dari tiga pedagang.

Awalnya polisi menyasar warung milik Komang Juniari (45) beralamat Banjar Kaja Kangin, Kelurahan Beng, Gianyar. Diwarung ini polisi berhasil mengamankan 15 liter miras arak yang dikemas dalam 1 jerigen isian 30 liter. Karena menjual miras arak tanpa dilengkapi SIUP-MB, sehingga miras arak disita.

Selanjutnya polisi bergerak ke warung milik I Wayan Jagra (58) di Banjar Dukuh Kawan, Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar. Di warung itu, polisi mengamankan 30 liter miras arak yang dikemas dalam 1 jerigen.

Polisi kemudian melakukan pengerebekan diwarung milik I Wayan Suweca (41) di Banjar Dangin Labak, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar. Di warung milik Suweca, polisi mengamankan 6 liter arak yang dikemas dalam 4 botol air kemasan isian 1500 ml.

Kasubag Humas Polres Gianyar, AKP Ketut Alit Sudarsana mengatakan jajaran Polres Gianyar secara rutin melakukan penertiban miras. Saat diperiksa para pedagang miras tradisional ini tanpa dilengkapi surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB).

Karena menjual miras tanpa dilengkapi Surat Ijin Usaha Perdagangan Minuman Berhalkohol (SIUP-MB), para pedagang ini dikenakan sanksi berupa tindak pidana ringan (tipiring) dan segera disidangkan di PN Gianyar. (agy/bpn)