27 C
Denpasar
Sabtu, 22 September 2018

Astra Motor Bali Ajak Komunitas Honda PCX 150 Reli Gembira Jelajah Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Untuk mengapresiasi para pecinta motor skutik premium Honda PCX150, Astra Motor Bali mengajak komunitas PCX untuk mengikuti Fun Rally (reli gembira) jelajah Kota Seni julukan Kabupaten Gianyar, sekaligus gathering (pertemuan) yang digelar, (25/11/2017).

Kegiatan yang bertemakan “Enjoy your PCX150” ini, diikuti 47 orang peserta dari 2 komunitas Honda PCX, yakni Dewata PCX Community (DPC), dan Honda PCX Club Indonesia. Para anggota komunitas ini memulai kegiatan dengan diawali breafing cara berkendara dengan aman dan sekaligus mengkampanyekan #Cari_Aman oleh tim safety riding Astra Motor Bali. Kemudian peserta bersiap berkumpul di halaman Astra Motor Cokroaminoto, untuk memulai kegiatan reli pukul 15.00 Wita menyusuri Gianyar.

Perjalanan mengambil rute jalan Gatot Subroto-jalan Nangka-jalan Patimura-jalan WR. Supratman-Batubulan-Celuk-Sukawati-Sakah-Batuan- Dharma Giri – jalan Raya Tulikup-By Pass IB Mantra, dan  menjelajah keliling Kota Gianyar, serta sekitarnya untuk menikmati kenyamanan berkendara menggunakan Honda PCX150 sesuai dengan tema yang diusung pada helatan ini.

Dalam perjalanan mengelilingi kota, para peserta touring singgah di Taman Kota Gianyar yang merupakan ikon Kabupaten Gianyar, dan melakukan aktivitas kebersamaan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antaranggota komunitas, serta mendokumentasikan momen tersebut dan reli berakhir di Wake Resto sekitar pukul 17.00 Wita. Dilanjutkan dengan games-games menarik untuk semakin meningkatkan kedekatan sesama peserta dan santap malam bersama sambil menikmati pemandangan pantai yang indah.

Safety Riding and Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, mengatakan, tidak hanya sebagai ajang silaturahi antar anggota, reli gembira ini menjadi saat yang tepat untuk lebih mendekatkan Honda PCX150 dengan masyarakat di Gianyar dengan cara reli melewati ruas jalan favorit yang ada di kabupaten ini.

Honda PCX menjadi motor skutik premium yang terus diminati masyarakat. Model ini dibekali dengan mesin canggih 150cc eSP (Enhance Smart Power) terintegrasi dengan ACG Starter yang mampu menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara dan menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS).

Dilengkapi dengan ragam fitur unggulan tercanggih di kelasnya, seperti penerapan sistem lighting LED di semua lampu, lampu Hazard yang pertama diterapkan di sepeda motor Indonesia. Sebagai motor skutik premium terbaik di kelasnya, Honda PCX dilengkapi dengan Answer Back System yang terintegrasi dengan remote control alarm anti pencurian yang mampu mendeteksi getaran, dan gerakan pada saat alarm diaktifkan serta mempermudah mencari posisi motor saat diparkir.

Untuk  menunjang kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan di konsol box sisi depan, dan sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 caliper yang memberikan kestabilan saat pengereman. (ngr/bpn)

Kokokan, Maskot dan Logo Porprov Bali XIII

BALIPORTALNEWS.COM – Burung bangau atau I Kokokan merupakan maskot dan logo yang digunakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII di Kabupaten Gianyar. Peluncuran logo dan maskot Porprov Bali di Taman Safari Marine Park Gianyar, Sabtu (20/5/2017) sore.

Kokokan menurut Sekretaris panitia Porprov Bali Pande Putu Parwata, merupakan burung yang tergolong langka dan kini habitatnya mulai dilestarikan di Desa Petulu Gianyar. Burung ini memiliki sifat yang dekat dengan rakyat, suka bersama dan memiliki kekompakan.

Filosofi yang bisa disimak yakni dengan menjauhkan perbedaan maka akan mampu menghadapi tantangan bila menyelami arti dari persahabatan dan sportivitas.

Pada bagian lain laporannya sekretaris Panitia Parwata menambahkan, berbekalkan rekomendasi Bupati dan Ketua DPRD Gianyar sebagai tuan rumah dan keputusan KONI Bali tentang penetapan sebagai penyelenggara Porprov Bali XIII tahun 2017, pihaknya bekerja untuk menjadi tuan rumah.

“Alhasil hari ini panitia bisa menggelar peluncuran maskot dan logo Porprov Bali,” ungkapnya.

Porprov Bali akan berlangsung 17-23 September 2017, bertemakan “Wujudkan patriot olahraga yang sportif, berkompetisi fairplay untuk meraih prestasi” serta mengusung moto “Meraih Prestasi di Bumi Seni”.

Sebagai tuan rumah pihaknya telah mencanangkan catur sukses yakni sukses perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan dan sukses prestasi. Ada dua cabang yang akan mengikuti eksebisi diantaranya Yongmoodo dan Peksi (Catur Gajah). Kegiatan akan diawali kirab api obor mulai 15 September 2017.

Sementara Bupati Gianyar Anak Agung Gede Bharata menyambut baik penunjukan Gianyar sebagai tuan rumah. Bupati berharap panitia secara kontinyu berkoordinasi dengan KONI Bali sehingga pelaksanaan Porprov Bali XIII dapat berlangsung sesuai rencana.

“Kami dari bumi seni akan belajar tentang olahraga dan membangkitkan fanatik terhadap olahraga. Sebab penghargaan terhadap olahraga melebihi penghargaan terhadap seni,” ucap Bupati Gianyar.

Ketua umum KONI Bali Ketut Suwandi menyampaikan terimakasih atas kesediaan Gianyar menjadi tuan rumah, juga kontribusi Gianyar dalam PON 2016 di Bandung, hingga Bali meraih rangking 6.

“Saatnya menunjukkan kepada kalangan olahraga bahwa Bali telah mampu berbicara tentang prestasi. Diharapkan seluruh kontingen tetap menjunjung tinggi fair play, menghasilkan juara sejati dan sportivitas”, ucap Suwandi.

Gubernur Bali diwakili Kabag Kepemudaan dan Olahraga, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB, Nyoman Ngurah Subagia Negara, menyatakan kegiatan ini sangat strategis karena mampu memberikan multiplier effect.

Porprov juga dimanfaatkan untuk memotivasi pembangunan sarana dan prasarana keolahragaan. Dengan demikian tujuan keolahragaan yakni pembinaan dan pengembangan yang berujung pada prestasi olahraga dapat tercapai. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Seleksi Penulis Emerging Indonesia Ubud Writers & Readers Festival 2018 Telah Dibuka!

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Yayasan Mudra Swari Saraswati, lembaga nirlaba yang menaungi Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), dengan bangga mengumumkan bahwa Seleksi Penulis Emerging Indonesia untuk UWRF 2018 kembali dibuka. Seleksi ini adalah sebuah program Festival yang diadakan untuk menemukan calon-calon bintang sastra Indonesia.

Dari seleksi ini, UWRF akan memilih 15 Penulis Emerging Indonesia yang kehadiran serta partisipasinya di Festival akan didanai sepenuhnya oleh UWRF. Pemilihan akan didasari pada sejumlah kriteria, termasuk kualitas karya, prestasi, dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi sendiri akan dilakukan oleh tim UWRF dan Dewan Kurator yang beranggotakan penulis-penulis senior Indonesia. Nama-nama anggota Dewan Kurator akan dirahasiakan hingga pengumuman pemenang.

Seleksi yang ditujukan khusus untuk penulis berkewarganegaraan ini memiliki syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  • Penulis adalah warga negara Indonesia.
  • Tidak ada batasan umur untuk mengikuti seleksi ini.
  • Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa (cerpen, novel atau novelet), naskah drama maupun karya non-fiksi.
  • Karya dapat berupa buku dan kumpulan naskah yang belum ataupun sudah pernah diterbitkan di media massa.
  • Penulis yang sudah menerbitkan buku dapat mengirimkan beberapa buku karyanya.
  • Bagi penulis yang belum menerbitkan buku dapat mengirimkan 30 karya puisi terbaik atau 8 karya cerpen terbaik, atau 5 karya essai, atau 3 naskah drama.
  • Koresponden dan pengumuman seleksi akan dilakukan melalui email.
  • Penulis yang mengikuti seleksi wajib mengisi formulir online di www.ubudwritersfestival.com.

Batas akhir untuk pengiriman karya jatuh pada tanggal 28 Februari 2018. 15 pemenang terpilih akan diumumkan pada akhir bulan Mei 2018.

15 penulis yang terpilih akan diterbangkan dari kota asal masing-masing ke Ubud, Bali untuk mengikuti UWRF 2018 pada tanggal 24-28 Oktober 2018 sebagai pembicara dan berpartisipasi dalam kegiatan festival yang meliputi; panel diskusi, pembacaan karya, workshop, peluncuran buku, pementasan, serta beberapa acara Satellite yang diadakan di beberapa kota di Indonesia. Karya-karya terpilih mereka juga akan diterbitkan dalam buku bilingual Antologi 2018 dan diluncurkan di UWRF 2018. Seluruh biaya penerbangan dan akomodasi pemenang selama di Ubud akan ditanggung oleh Emerging Writers Patron, yaitu program pendanaan khusus bagi para pemenang terpilih.

Sejak diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 2008, Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini sukses memperkenalkan penulis-penulis Indonesia ke dalam kancah internasional. Beberapa alumni Seleksi Penulis Emerging Indonesia adalah Aan Mansyur (2009), Kurnia Effendi (2010), Avianti Armand (2011), Sunlie Thomas Alexander (2012), Mario F. Lawi (2013), Faisal Oddang (2014), Norman Erik Pasaribu (2015), Rio Johan (2015), Ni Made Purnamasari (2016), Joseph Rio Haminoto (2016), dan Azri Zakkiyah (2016).

Emerging adalah istilah yang digunakan oleh UWRF untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai. Program Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini adalah bagian dari komitmen Yayasan Mudra Swari Saraswati untuk mendukung kehidupan masyarakat Indonesia melalui program-program seni dan budaya. Selain itu, tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menemukan bakat-bakat sastra dari pelosok nusantara Indonesia. (r/bpn)

Ratusan Bharamania Badung Beri Dukungan Bhayangkara FC U-19

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ratusan pendukung club sepakbola Bhayangkara FC dari kabupaten Badung yang menyebut dirinya Bharamania memadati Tribun Stadion Dipta Gianyar,Rabu (18/10/2017).

Mereka berkumpul di tribun guna mendukung Club kebanggaannya Bhayangkara FC U-19 yang berlaga melawan Borneo FC U-19 di Stadion Dipta yang satu satunya stadion kebanggaan masyarakat Bali itu.

Bharamania Badung bergabung dengan Bharamania lainnya menyatu dalam persaudaraan memberikan semangat dengan yel yelnya untuk memotivasi kesebelasan kebanggaan Korps Tribarata itu.

Tampak bergabung dengan Bharamania, Wakapolres Badung Kompol Supriadi Rahman,S.I.K ikut mengumandangkan yel yel dengan harapan Kesebelasan dengan kostum berwarna kuning akan memenangkan pertandingan.

Riuh tepuk tangan Bharamania disaat serangan demi serangan dilancarkan tim Kebanggaan Polri itu, hingga saat ini pertandingan masih berlangsung. Saat dikonfirmasi Kompol Supriadi Rahman,S.I.K  mengatakan “ kami memberikan dukungan penuh kepada kesebelasan kebanggan Polri itu, bergabung bersama dengan Bharamania lainnya dalam kebersamaan dan kekeluargaan pecinta sepakbola dengan harapan kesebelasan kebanggaan kami mampu mencetak gol demi gol,” ungkap Kompol Supriadi yang hobby berolahraga itu. (guz/humas-poles.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Astra Motor Gianyar Berikan Plang Rambu Hati-hati dan Rompi di Karya Ngusaba Kasa Desa Bukian

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Desa Pakraman Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, beberapa waktu lalu, mengadakan karya ngusaba kasa. Terkait dengan karya tersebut, Astra Motor Gianyar memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati, dan rompi untuk pecalang saat karya berlangsung.

Pemberian plang rambu hati-hati itu, sebagai bentuk kedekatan dengan konsumen khususnya umat Hindu yang sedang menjalankan upacara agama. “Kami memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati itu, supaya umat Hindu yang melaksanakan upacara agama lebih aman dan nyaman,” kata SO Head Astra Motor Gianyar, Kadek Mahadi.

Dikatakan Mahadi, kegiatan CSR yang diberikan saat karya di Desa Pakraman Bukian merupakan kegiatan sosial CSR Honda untuk Bali. Selain plang rambu hati-hati juga diberikan rompi kepada pecalang. “Kami harapkan dengan bantuan rompi ini, pecalang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjaga rangkaian upacara keagamaan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Desa Bukian, Payangan, Gianyar memberikan sesuatu yang tidak akan dilupakan bagi wisatawan yang mengunjunginya. Desa yang terletak di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini, merupakan desa yang hijau dan jauh dari hiruk pikuk kota. Sawah yang membentang luas, dan tanah yang subur akan menyambut pengunjung ketika datang ke desa ini. Begitu pula dengan keramahan penduduk yang senantiasa menyapa wisatawan yang berkunjung ke Desa Bukian.

Sawah nan luas menjadikan pertanian dan perkebunan menjadi sektor unggulan di desa ini. Selain bercocok tanam, warga Desa Bukian juga memiliki mata pencaharian dalam peternakan, seperti beternak babi, sapi, ayam dan itik. Beberapa masyarakat juga mendulang rezeki menjadi pekerja bangunan, buruh, serta dalam bidang kerajinan tangan dan pariwisata.

Desa Bukian menawarkan pengalaman untuk menjalani hidup sebagai orang Bali dengan lingkungan pedesaan yang asri. Wisatawan akan merasakan hidup yang sama sekali berbeda dari tempat tinggalnya selama ini. Wisatawan akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga, menanam padi dan membajak sawah bersama petani, memberi makan ternak, menyaksikan bahkan berpatisipasi langsung dalam ritual adat Hindu Bali dan lainnya. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dukung Rai Mantra Komunitas Taksu Seni Bali Gelar Konser “Salam Dua Jari”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Puluhan artis Bali yang tergabung dalam Komunitas Taksu seni Bali Gelar Konser Salam Dua Jari. Rencananya konser ini akan digelar di Lapangan Astina, Gianyar pada Minggu (11/3/2018). Kordinator komunitas Taksu Seni Bali Agung Bagus Mantra alias Gus Mantra mengatakan konser ini adalah bentuk semangat seniman Bali mengawal taksu budaya Bali.

Semangat tersebut kemudian dipersembahkan kepada Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau Rai Mantra yang maju sebagai calon gubernur Bali tahun 2018. “Konser ini digelar berbasiskan semangat kebersamaan dalam mengawal taksu budaya Bali yang dititipkan kepada calon pemimpin Bali yaitu sahabat kami Rai Mantra,” kata Gus Mantra, saat menggelar jumpa pers di rumah makan Kubu Kopi, Denpasar, Sabtu (10/3/2018).

Adapun seniman yang akan tampil adalah Ayu Maenah & nana Viana, Joni Agung & double T, Coki Netral, Bintang Feat Lebri Partami, Kis, Bona Alit & Ocha Taksu, The Rocknest, The Crazy Horse, The Small Axe, Rajes n Band & Rah Tut XXX, Parade Band Gianyar, RastaFlute Singapadu dan Wayang Inovatif Genta Wisesa. Acara akan dipandu oleh pelawak Bali Dadong Rerod.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Mantra ini acara ini murni digagas seniman. Tanpa paksaan, tanpa tekanan. Tapi berjalan sendiri melalui media kreatif.  Karena itu konser digelar secara swadaya oleh seniman. Konser salam dua jari ini terbuka untuk umum, tanpa atribut partai politik.

Menariknya, walau bertitle Konser salam dua jari acara dikemas tanpa ajakan mencoblos, apalagi pemaparan visi misi pasangan calon. Sebaliknya konser ini dikemas sebagai media seniman Bali menyampaikan aspirasi kepada calon gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

“Kita tidak akan serukan coblos nomor tertentu tapi sebaliknya seniman akan menyampaikan aspirasi kepada beliau,” kata Gus Mantra.

Dalam konser ini seniman juga ingin menyampaikan pesan politik bermartabat. Kalah atau menang dihadapi secara terhormat. Politik sesungguhnya bisa dijalani dengan senyum dan kegembiraan. Bukan saling menghujat apalagi sekedar adu kekuatan.

“Apa yang kami persembahkan sesuatu yang terbaik bagi Bali, ingin membagikan sesuatu yg menyejukan. Gaungkan politik damai harmoni di tengah keberagaman,” kata Gus Mantra.

Karena itu Gus Mantra mengajak seluruh warga yang ingin bergembira untuk hadir tanpa atribut partai. “Ayo datang ramai-ramai, kita bergembira bersama, yang jelas tidak ada bsgi-bagi uang. Kita bergerak dengan nurani,” ujar Gus Mantra.(r/bpn)

“Perayaan Untuk Para Inovator Kuliner di Ubud Food Festival 2018 Presented by ABC”

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Food Festival 2018 Presented by ABC pada hari ini (13/02/18) meluncurkan daftar lengkap nama-nama pembicara yang terdiri dari chef, selebriti, food bloggers, penulis kuliner, pembawa acara, pegiat alam dan pertanian, pengusaha, inovator, dan tentunya pionir yang datang dari Indonesia dan beberapa negara lainnya di seluruh dunia. Mereka akan berkumpul di Ubud untuk makan, minum, berpesta, dan saling berbagi ilmu mengenai industri kuliner pada tanggal 13-15 April mendatang.

Mengusung tema ‘Generasi Inovasi’, tentunya di UFF 2018 akan hadir sederet inovator yang sukses memberikan angin segar di dunia kuliner, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Akan hadir Chef Ragil Imam Wibowo dari NUSA Indonesian Gastronomy dan kreasinya yang merupakan modernisasi dari resep tradisional Indonesia. Andrian Ishak, chef di balik Namaaz Dining di Jakarta yang terkenal berkat kemampuannya menghidangkan menu molecular gastronomy.

Chef lainnya yang berada di balik restauran ternama di Jakarta adalah Kim Pangestu dari Kimmy Patisserie dan Nomz Kitchen & Pastry. Gloria Susindra dari Mother Monster, dan, Hans Christian Chef de Cuisine di View Restaurant by Fairmont Jakarta. Para chef muda penuh inovasi tersebut akan bertemu dengan sosok-sosok kuliner Pulau Bali yang juga dikenal akan inovasi yang mereka bawa ke dapur restauran ternama seperti Putu Sumarjana dari Nusantara by Locavore, Mandif Warokka dari BLANCO par Mandif, dan Tri Sutrisna yang bertanggung jawab atas usaha sosial Wanaprasta.

Dari kancah internasional, UFF akan menghadirkan Chef Rydo Anton yang berasal dari Indonesia namun sukses berkarir sebagai Head Chef di Gaggan, Bangkok, restauran yang menduduki peringkat teratas daftar Asia’s 50 Best Restaurants selama tiga tahun berturut-turut. Lalu Rishi Naleendra, chef asal Sri Lanka pertama yang mendapatkan penghargaan Michelin untuk restauran Cheek by Jowl di Singapura.

Masih dari Singapura, UFF akan kedatangan Petrina Loh dari Morsels, pemenang Restaurant of the Year dan Chef’s Choice (Western) di World Gourmet Summit Awards of Excellence tahun 2017. Selain itu, dua chef asal Korea dengan penghargaan Michelin, Sun Kim dari Meta di Singapura dan Jun Lee dari restauran Soigné di Seoul juga akan meramaikan program-program UFF.

UFF juga akan diramaikan oleh mereka yang mengubah industri kuliner melalui usaha sosial dan teknologi. David Christian, Co-founder Evoware, produk kemasan biodegradable dan bebas kimia dari rumput laut. Tissa Aunilla dari Pipiltin Cocoa, sebuah produk cokelat asli Indonesia dan Helianti Hilman, Founder JAVARA Indonesia. Menggabungkan kuliner dan teknologi, ada Steven Kim, Founder dari Qraved, aplikasi kuliner paling populer di Indonesia dan Thor Yumna dari TaniHub, sebuah aplikasi yang mendukung petani lokal dengan menghubungkan mereka langsung dengan konsumen.

Nama-nama di atas juga akan tampil berdampingan dengan para pionir kuliner Indonesia yang namanya sudah dikenal banyak orang dan telah mendukung UFF sejak tahun lalu, seperti Sisca Soewitomo, Rinrin Marinka, Farah Quinn, Petty Elliott, Will Meyrick, dan Chris Salans.

“Kami sangat senang dapat kembali menghadirkan sekitar 100 pembicara di Ubud Food Festival Presented by ABC,” ujar Janet DeNeefe, Founder & Director UFF. “Dari chef muda penuh inovasi, para pionir yang namanya sudah mendunia, hinga pengusaha-pengusaha kuliner yang memberikan dampak sosial, mereka semua adalah alasan mengapa ini sudah saatnya bagi Indonesia untuk mendapatkan perhatian atas kreativitas, ide luar biasa, dan tentunya makanan yang lezat. Kami tidak sabar untuk belajar dari mereka dan menyediakan ruang untuk sebuah perayaan kuliner internasional di Ubud pada bulan April mendatang!”

Para inovator dan pionir kuliner ini akan tampil di puluhan program UFF, mulai dari menghidangkan sajian khas mereka ke untuk dicicipi pengunjung, mendiskusikan tema-tema kuliner, hingga membagikan ilmu mereka untuk terus memajukan dan membawa kuliner Indonesia ke hadapan dunia internasional. (r/bpn)

Ubud Writers & Readers Festival Kembali Berhasil Mempersatukan Pencinta Sastra dan Seni dari Seluruh Dunia pada Bulan Oktober Lalu

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival sekali lagi dengan sukses menjadi kancah pertukaran ide, inspirasi, dan pembelajaran antara penulis dan pembaca dari Indonesia dan negara-negara lainnya pada tanggal 25-29 Oktober lalu. Mengusung tema Origins atau Asal Muasal dalam bahasa Indonesia, selama lima hari tersebut UWRF diisi oleh ratusan program yang disusun berdasarkan tema tersebut. UWRF pada tahun 2017 ini membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia untuk tampil di atas satu panggung dan berkolaborasi atas nama sastra dan seni.

Nama-nama besar dunia sastra nasional maupun internasional seperti NH. Dini, Sutardji Calzoum Bachri, Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, Joko Pinurbo, Intan Paramaditha, Trinity, Jung Chang, Ian Rankin, Simon Winchester, Madeleine Thien, Han Yujoo, dan masih banyak lagi, tampil berdampingan dengan seniman, desainer, sutradara, penari, musisi, dan aktor seperti Pierre Coffin, Djenar Maesa Ayu, Chicco Jericho, Voice of Baceprot, Kan Lumé, Lulu Lutfi Labibi, dan Sakdiyah Ma’ruf.

UWRF juga dengan bangga mempersembahkan sebuah penghargaan Lifetime Achievement Award kepada legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, pada malam Gala Opening (25/10/2017) di Puri Saren Ubud. Yang juga menjadi highlight dari UWRF 2017 adalah hadirnya 16 penulis emerging yang dipilih dari Seleksi Penulis Emerging Indonesia yang datang dari beberapa tempat di seluruh pelosok Indonesia, untuk tampil dalam sesi-sesi diskusi bersama pembicara-pembicara terkenal dunia dan meluncurkan buku Antologi 2017.

72 acara sesi diskusi atau Main Program yang diadakan di tiga venue utama UWRF, yaitu NEKA Museum, Indus Restaurant, dan Taman Baca selalu ramai dihadiri pengunjung yang ingin mendengar diskusi-diskusi mendalam seperti di sesi Beyond the Front Page yang menghadirkan jurnalis-jurnalis top Asia untuk mendiskusikan isu-isu global terkini. Di sesi Moving Images bersama beberapa pembuat film, penggalian kisah di balik layar dimulai dengan bahasan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Serta masih banyak lagi sesi menginspirasi lainnya.

Setiap harinya para pencinta sastra dan seni tersebut terus memenuhi lokasi-lokasi tempat diselenggarakannya 200 program UWRF yang terdiri dari sesi-sesi diskusi, workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, dan program pengembangan karir Emerging Voices yang tersebar di beberapa tempat di Ubud. Tak ada satupun dari mereka yang terlihat mengkhawatirkan status Gunung Agung yang sedang Awas. Festival tetap berjalan lancar dan berhasil mengundang 25,000 lebih pengunjung, banyak dari mereka adalah turis yang untuk pertama kalinya mengunjungi Bali.

Dari data yang dikumpulkan tim UWRF, saat penyelenggaraan festival, termasuk kehadiran penulis mancanegara dan pencinta sastra dalam dan luar negeri, telah berkontribusi senilai IDR10,350,000,000 yang dikeluarkan oleh para pengunjung selama enam hari untuk biaya akomodasi di banyak penginapan, transportasi, restauran, spa, yoga, souvenir, museum, galeri, dan acara budaya di sekitar Ubud dan Bali. Ini adalah sebuah kontribusi dalam menggerakan ekonomi lokal, terutama di bidang pariwisata.

Jumlah tersebut tentunya sangat membanggakan dan sesuai dengan misi organisasi nirlaba yang menaungi UWRF, Yayasan Mudra Swari Saraswati, yaitu untuk memperkaya kehidupan masyarakat lokal melalui program-program seni dan budaya. Dari data tersebut juga tercatat bahwa 96% pengunjung yang hadir akan datang kembali untuk UWRF 2018.

Di acara penggalangan dana yang digelar di Museum Blanco pada tanggal 26 Oktober lalu, berhasil terkumpul dana sebesar IDR15,000,000, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Kopernik, sebuah organisasi nirlaba di Ubud, yang akan diteruskan kepada masyarakat di daerah-daerah sekitar Gunung Agung yang terkena dampak aktifitas vulkanik. Malam penggalangan dana ini menghadirkan grup Papermoon Puppet Theater dan grup tari yang diketuai oleh Eko Supriyanto, koreografer asal Indonesia yang berkiprah di panggung internasional. Setiap pengunjung yang hadir dikenakan biaya sebesar IDR100,000 sebagai bentuk donasi.

“Kendati persiapan UWRF dibayangi oleh ketakutan akan aktifitas vulkanik Gunung Agung, kami tetap bertekad untuk terus mendukung masyarakat Bali, yang mana adalah asal muasal terselenggaranya festival ini sendiri,” ujar Janet DeNeefe. “UWRF lahir sebagai bentuk pemulihan dari sebuah tragedi, dan UWRF tahun ini adalah bukti bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, UWRF terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahunnya.”

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penulis dan pembaca yang telah membantu keberhasilan UWRF tahun ini, baik di komunitas sastra dan seni maupun industri pariwisata Pulau Bali. Dari data yang tercatat tahun ini, hampir semua pengunjung ingin kembali lagi tahun depan dan kami juga sudah tidak sabar untuk kembali membawakan sebuah perhelatan sastra dan seni yang selalu ditunggu-tunggu ini pada tahun 2018.” ujar Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe.

Ubud Writers & Readers Festival dijadwalkan untuk kembali lagi di tahun 2018 pada tanggal 24 hingga 28 Oktober. Tema UWRF 2017 akan diumumkan di www.ubudwritersfestival.com pada awal tahun depan. (r/bp)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dari Sastra Hingga Feminisme dan Politik di Ubud Writers & Readers Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang akan segera hadir dalam waktu lima minggu lagi, tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh para pencinta sastra dan penggemar seni. Mengusung tema ‘Origins’ atau ‘Asal Muasal’ dalam bahasa Indonesia, yang ditarik dari sebuah filosofi Hindu kuno mengenai sebuah lingkaran kehidupan, Sangkan Paraning Dumadi, jajaran Main Program di tahun ke-14 UWRF ini pun akan berisikan diskusi-diskusi mendalam mengenai tema tersebut, bersama nama-nama terbesar sastra dan seni di Indonesia dan negara-negara    lainnya.

Satu yang spesial di UWRF 2017 dan yang menjadi bukti bahwa UWRF adalah salah satu perayaan terbesar bukan hanya untuk sastra, tapi juga seni dan kreatifitas, adalah dengan hadirnya Pierre Coffin, sang Sutradara, Animator, dan Pengisi Suara di balik seri Despicable Me dan Minions yang sudah mendunia. Pria keturunan Indonesia-Perancis ini akan tampil di salah satu Main Program pada tanggal 29 Oktober untuk membawa kita ke balik layar karirnya di industri perfilman dunia.

Pada bulan Oktober mendatang, UWRF dengan bangga akan menghadirkan dua nama terbesar dunia sastra Indonesia, yaitu Nh. Dini dan Sutardji Calzoum Bachri. Di tanggal 26 Oktober, Nh. Dini, sang legenda hidup penulisan feminisme Indonesia, akan duduk bersama Leila S. Chudori untuk mengisahkan perjalanan hidup serta karirnya yang luar biasa. Sedangkan Sutardji Calzoum Bachri akan hadir di tanggal 27 Oktober bersama Debra Yatim untuk mengupas sajak-sajaknya dan permainan kata- kata yang penuh sihir, yang menjadikannya dijuluki ‘Presiden Penyair    Indonesia’.

Penulis dan Jurnalis kawakan Indonesia, Seno Gumira Ajidarma akan hadir di sesi     The Last Taboo? yang akan mengkaji kelas sosial masyarakat yang masih menjadi   topik tabu di era Indonesia modern, bersama Paul McVeigh, Penulis pemenang penghargaan asal Irlandia. Beberapa Pegiat dan Advokat ternama seperti Marina Mahathir dan Robert Dessaix juga akan berdiskusi mengenai kepercayaan dan fundamentalisme di sesi A Question of Faith. Komedian tunggal Sakdiyah Ma’ruf, Desainer Niluh Djelantik, Penyair Joko Pinurbo, sosok pemerintahan I Gde Pitana,   dan Jurnalis kawakan Andreas Harsono akan duduk di dalam satu panel dan berbagi harapan untuk Republik Indonesia di sesi Tanah   Airku.

Mengedepankan isu-isu feminisme, akan hadir para Penulis dan Pegiat feminisme seperti Oka Rusmini dan Cokorda Sawitri untuk mengkaji peran wanita di antara masyarakat patriarki di sesi Breaking Boundaries. Panel Main Program China’s  Women akan menghadirkan Penulis terkenal dunia, Jung Chang dan Lijia Zhang,    yang akan mendiskusikan kehidupan wanita di tanah Tionghoa, tanah air kedua penulis tersebut. Sedangkan Marina Mahathir akan tampil di sesi diskusi one-on-one Telling It Straight bersama Jurnalis Michael Vatikiotis untuk menuturkan sepak terjangnya dalam memperjuangkan isu wanita dan kaum minoritas di  Malaysia.

Penulisan mengenai perjalanan atau travel writing akan dibahas di sesi Postcards from the Page bersama Trinity the Naked Traveler, Editor DestinAsian Indonesia Cristian Rahadiansyah, Brigid Delaney Penulis dan Jurnalis The Guardian Australia, dan Joanna Savill Penulis kuliner dunia, akan membahas penulisan perjalanan yang dapat mengilhami para pembacanya untuk berpetualang. Begitu juga dengan sesi Questions of Travel yang menghadirkan Penulis Nigel Barley dan Jan Mantjika, Brigid Delaney, dan Tom Owen Edmunds, Pelestari alam dan Fotografer asal Britania raya, akan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat kita sedang  berada dalam perjalanan.

Tidak ketinggalan tentunya UWRF akan menggelar diskusi-diskusi seputar sastra dan jurnalisme. Membahas mulai dari populernya penulisan puisi di kalangan anak muda di sesi Poetic Calling, cerita-cerita para Penulis dari bagian Timur Indonesia di sesi Eastern Winds of Change, hingga apa yang ada untuk masa depan para Penulis Indonesia di sesi The Next Chapter of Indonesian Literature. Di panel diskusi Half a Century of ASEAN, beberapa Penulis ternama Asia Tenggara seperti Intan Paramadhita dan Leila S. Chudori dari Indonesia, Jhoanna Lynn B. Cruz dari Filipina, Marc Nair dari Singapura, Bernice Chauly dari Malaysia akan membagikan perspektif mereka mengenai kehidupan sastra di Asia Tenggara.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan tampil di  atas satu panggung. Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi dalam 72 sesi-sesi panel diskusi yang akan berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program pengembangan karir di Emerging Voices, dan masih   banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan