Ratusan Bharamania Badung Beri Dukungan Bhayangkara FC U-19

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ratusan pendukung club sepakbola Bhayangkara FC dari kabupaten Badung yang menyebut dirinya Bharamania memadati Tribun Stadion Dipta Gianyar,Rabu (18/10/2017).

Mereka berkumpul di tribun guna mendukung Club kebanggaannya Bhayangkara FC U-19 yang berlaga melawan Borneo FC U-19 di Stadion Dipta yang satu satunya stadion kebanggaan masyarakat Bali itu.

Bharamania Badung bergabung dengan Bharamania lainnya menyatu dalam persaudaraan memberikan semangat dengan yel yelnya untuk memotivasi kesebelasan kebanggaan Korps Tribarata itu.

Tampak bergabung dengan Bharamania, Wakapolres Badung Kompol Supriadi Rahman,S.I.K ikut mengumandangkan yel yel dengan harapan Kesebelasan dengan kostum berwarna kuning akan memenangkan pertandingan.

Riuh tepuk tangan Bharamania disaat serangan demi serangan dilancarkan tim Kebanggaan Polri itu, hingga saat ini pertandingan masih berlangsung. Saat dikonfirmasi Kompol Supriadi Rahman,S.I.K  mengatakan “ kami memberikan dukungan penuh kepada kesebelasan kebanggan Polri itu, bergabung bersama dengan Bharamania lainnya dalam kebersamaan dan kekeluargaan pecinta sepakbola dengan harapan kesebelasan kebanggaan kami mampu mencetak gol demi gol,” ungkap Kompol Supriadi yang hobby berolahraga itu. (guz/humas-poles.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kokokan, Maskot dan Logo Porprov Bali XIII

0

BALIPORTALNEWS.COM – Burung bangau atau I Kokokan merupakan maskot dan logo yang digunakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII di Kabupaten Gianyar. Peluncuran logo dan maskot Porprov Bali di Taman Safari Marine Park Gianyar, Sabtu (20/5/2017) sore.

Kokokan menurut Sekretaris panitia Porprov Bali Pande Putu Parwata, merupakan burung yang tergolong langka dan kini habitatnya mulai dilestarikan di Desa Petulu Gianyar. Burung ini memiliki sifat yang dekat dengan rakyat, suka bersama dan memiliki kekompakan.

Filosofi yang bisa disimak yakni dengan menjauhkan perbedaan maka akan mampu menghadapi tantangan bila menyelami arti dari persahabatan dan sportivitas.

Pada bagian lain laporannya sekretaris Panitia Parwata menambahkan, berbekalkan rekomendasi Bupati dan Ketua DPRD Gianyar sebagai tuan rumah dan keputusan KONI Bali tentang penetapan sebagai penyelenggara Porprov Bali XIII tahun 2017, pihaknya bekerja untuk menjadi tuan rumah.

“Alhasil hari ini panitia bisa menggelar peluncuran maskot dan logo Porprov Bali,” ungkapnya.

Porprov Bali akan berlangsung 17-23 September 2017, bertemakan “Wujudkan patriot olahraga yang sportif, berkompetisi fairplay untuk meraih prestasi” serta mengusung moto “Meraih Prestasi di Bumi Seni”.

Sebagai tuan rumah pihaknya telah mencanangkan catur sukses yakni sukses perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan dan sukses prestasi. Ada dua cabang yang akan mengikuti eksebisi diantaranya Yongmoodo dan Peksi (Catur Gajah). Kegiatan akan diawali kirab api obor mulai 15 September 2017.

Sementara Bupati Gianyar Anak Agung Gede Bharata menyambut baik penunjukan Gianyar sebagai tuan rumah. Bupati berharap panitia secara kontinyu berkoordinasi dengan KONI Bali sehingga pelaksanaan Porprov Bali XIII dapat berlangsung sesuai rencana.

“Kami dari bumi seni akan belajar tentang olahraga dan membangkitkan fanatik terhadap olahraga. Sebab penghargaan terhadap olahraga melebihi penghargaan terhadap seni,” ucap Bupati Gianyar.

Ketua umum KONI Bali Ketut Suwandi menyampaikan terimakasih atas kesediaan Gianyar menjadi tuan rumah, juga kontribusi Gianyar dalam PON 2016 di Bandung, hingga Bali meraih rangking 6.

“Saatnya menunjukkan kepada kalangan olahraga bahwa Bali telah mampu berbicara tentang prestasi. Diharapkan seluruh kontingen tetap menjunjung tinggi fair play, menghasilkan juara sejati dan sportivitas”, ucap Suwandi.

Gubernur Bali diwakili Kabag Kepemudaan dan Olahraga, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB, Nyoman Ngurah Subagia Negara, menyatakan kegiatan ini sangat strategis karena mampu memberikan multiplier effect.

Porprov juga dimanfaatkan untuk memotivasi pembangunan sarana dan prasarana keolahragaan. Dengan demikian tujuan keolahragaan yakni pembinaan dan pengembangan yang berujung pada prestasi olahraga dapat tercapai. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Seleksi Penulis Emerging Indonesia Ubud Writers & Readers Festival 2018 Telah Dibuka!

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Yayasan Mudra Swari Saraswati, lembaga nirlaba yang menaungi Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), dengan bangga mengumumkan bahwa Seleksi Penulis Emerging Indonesia untuk UWRF 2018 kembali dibuka. Seleksi ini adalah sebuah program Festival yang diadakan untuk menemukan calon-calon bintang sastra Indonesia.

Dari seleksi ini, UWRF akan memilih 15 Penulis Emerging Indonesia yang kehadiran serta partisipasinya di Festival akan didanai sepenuhnya oleh UWRF. Pemilihan akan didasari pada sejumlah kriteria, termasuk kualitas karya, prestasi, dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi sendiri akan dilakukan oleh tim UWRF dan Dewan Kurator yang beranggotakan penulis-penulis senior Indonesia. Nama-nama anggota Dewan Kurator akan dirahasiakan hingga pengumuman pemenang.

Seleksi yang ditujukan khusus untuk penulis berkewarganegaraan ini memiliki syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  • Penulis adalah warga negara Indonesia.
  • Tidak ada batasan umur untuk mengikuti seleksi ini.
  • Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa (cerpen, novel atau novelet), naskah drama maupun karya non-fiksi.
  • Karya dapat berupa buku dan kumpulan naskah yang belum ataupun sudah pernah diterbitkan di media massa.
  • Penulis yang sudah menerbitkan buku dapat mengirimkan beberapa buku karyanya.
  • Bagi penulis yang belum menerbitkan buku dapat mengirimkan 30 karya puisi terbaik atau 8 karya cerpen terbaik, atau 5 karya essai, atau 3 naskah drama.
  • Koresponden dan pengumuman seleksi akan dilakukan melalui email.
  • Penulis yang mengikuti seleksi wajib mengisi formulir online di www.ubudwritersfestival.com.

Batas akhir untuk pengiriman karya jatuh pada tanggal 28 Februari 2018. 15 pemenang terpilih akan diumumkan pada akhir bulan Mei 2018.

15 penulis yang terpilih akan diterbangkan dari kota asal masing-masing ke Ubud, Bali untuk mengikuti UWRF 2018 pada tanggal 24-28 Oktober 2018 sebagai pembicara dan berpartisipasi dalam kegiatan festival yang meliputi; panel diskusi, pembacaan karya, workshop, peluncuran buku, pementasan, serta beberapa acara Satellite yang diadakan di beberapa kota di Indonesia. Karya-karya terpilih mereka juga akan diterbitkan dalam buku bilingual Antologi 2018 dan diluncurkan di UWRF 2018. Seluruh biaya penerbangan dan akomodasi pemenang selama di Ubud akan ditanggung oleh Emerging Writers Patron, yaitu program pendanaan khusus bagi para pemenang terpilih.

Sejak diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 2008, Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini sukses memperkenalkan penulis-penulis Indonesia ke dalam kancah internasional. Beberapa alumni Seleksi Penulis Emerging Indonesia adalah Aan Mansyur (2009), Kurnia Effendi (2010), Avianti Armand (2011), Sunlie Thomas Alexander (2012), Mario F. Lawi (2013), Faisal Oddang (2014), Norman Erik Pasaribu (2015), Rio Johan (2015), Ni Made Purnamasari (2016), Joseph Rio Haminoto (2016), dan Azri Zakkiyah (2016).

Emerging adalah istilah yang digunakan oleh UWRF untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai. Program Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini adalah bagian dari komitmen Yayasan Mudra Swari Saraswati untuk mendukung kehidupan masyarakat Indonesia melalui program-program seni dan budaya. Selain itu, tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menemukan bakat-bakat sastra dari pelosok nusantara Indonesia. (r/bpn)

NH. Dini Menerima Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers & Readers Festival 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Pada hari Rabu (25/10/17) malam, bertempat di Puri Saren Ubud, Ubud Writers & Readers Festival 2017 resmi dimulai untuk yang ke-14 kalinya. Salah satu perayaan sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara ini membawa 160 lebih pembicara yang datang dari 30 lebih negara di seluruh dunia untuk berkumpul di pusat seni dan budaya Pulau Bali, Ubud.

Malam Gala Opening dibuka oleh tarian Sekar Jagat,  sebuah  tarian  selamat  datang tradisional Bali yang diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem  di  tahun  1993.  Tarian yang ditarikan oleh tujuh perempuan muda ini membuat para tamu undangan – yang kebanyakan datang di Bali untuk pertama kalinya, terpesona  oleh  indahnya  liukan  serta kostum para penari. Para tamu undangan sendiri terdiri dari penulis, jurnalis, seniman, duta besar, perwakilan pemerintahan, media, serta hotel.

“Dengan semua yang telah terjadi satu bulan belakangan, berada di sini, malam ini, bersama Anda semua, adalah suatu kehormatan dan ini adalah sesuatu yang pantas dirayakan.” ujar Janet DeNeefe, Founder & Director UWRF, dalam pidatonya. Janet merujuk pada keadaan Pulau Bali saat ini yang tengah dirundung resah oleh aktivitas Gunung Agung yang masih dalam status Awas namun tidak menghentikan kedatangan para penikmat Festival dari seluruh dunia.

Puncak acara malam Gala Opening adalah saat legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, menerima penghargaan Lifetime Achievement Award. Sebuah penghargaan bergengsi dari UWRF bagi para tokoh sastra Indonesia yang telah berkiprah selama puluhan tahun dan sukses memajukan dunia sastra Indonesia. Penghargaan tersebut terakhir diberikan kepada Alm. Sitor Situmorang di tahun 2010.

Dini naik ke atas panggung ditemani oleh puteranya, Pierre Coffin, sutradara dan animator film box office Despicable Me dan Minions. Saat menerima penghargaan yang diberikan oleh Janet DeNeefe, NH. Dini berujar, “Saya sangat bahagia bisa mendapatkan penghargaan ini, karena sebelumnya penerima penghargaan ini adalah Alm. Sitor Situmorang, seorang senior yang saya hormati. Saya telah berkiprah di dunia sastra selama puluhan tahun dan merasa sangat terhormat saya masih diingat hingga saat ini.”.

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama NH DIni lahir di Semarang pada tanggal 29 Februari 1936. Beberapa karya NH Dini yang terkenal adalah Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), dan masih banyak lagi karya lainnya dalam bentuk kumpulan cerpen, novel, atau cerita kenangan. NH Dini juga disebut sebagai penulis feminis yang terus memperjuangkan kesetaraan jender. Terlepas dari apa pendapat orang lain, ia mengatakan bahwa ia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan jender yang sering kali merugikan kaum perempuan. Dalam karyanya yang berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), ia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya.

Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Banyak orang berpendapat bahwa ia menceritakan dirinya sendiri. Akan tetapi terlepas dari semua penilaian itu, karya NH Dini adalah karya yang banyak dikagumi, buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra. NH Dini pernah meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. Ia kini berusia 82 tahun dan tinggal di Ungaran, Jawa Tengah.

“Hadirnya NH. Dini, seorang legenda hidup dunia sastra Indonesia, di UWRF adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami. Tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal NH. Dini dan saya harap makin banyak juga pembaca internasional yang mengenal beliau, dan tahu betapa luar biasanya penulis-penulis Indonesia.” ucap Janet DeNeefe saat memberikan penghargaan tersebut di atas panggung Gala Opening.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa  160  lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan  tampil  di  atas  satu panggung. Mereka  semua  akan  bergiliran  tampil  di  72  sesi-sesi  diskusi  yang  menarik  tajuk dari tema UWRF tahun ini,  yaitu  Origins  atau  Asal  Muasal  dalam  bahasa  Indonesia.  Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi. Sesi-sesi panel diskusi berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu     juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program  pengembangan  karir  di  Emerging  Voices,  dan masih banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Polres Gianyar Cek Kesiapan Pengamanan Pertandingan Sepak Bola Bali United Vs Bhayangkara FC

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Menjelang bergulirnya pertandingan sepak bola kompetisi Gojek Traveloka Liga I yang mempertemukan Bali United dengan Bhayangkara FC, berbagai persiapan telah dilakukan Polres Gianyar untuk menyukseskan jalannya pertandingan. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung seru dengan banjiri ribuan suporter.

Untuk memastikan kesiapan pengamanan pertandingan sepak bola antara Bali United dengan Bhayangkara FC, di Stadion Dipta, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (9/6/2017) pada pukul 21.30 Wita. Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo, S.I.K. meninjau langsung kesiapan pengamanan pertandingan. Kapolres Gianyar tiba di Stadion Dipta sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung mengecek pos pengamanan di depan stadion dan tempat parkir. Selanjutnya dengan didampingi Kapolsek Blahbatuh Kompol Abdus Salim, S.Sos. melakukan penegecekan terhadap kondisi lapangan sepak bola dan tribun VVIP.

AKBP Djoni Widodo, S.I.K. mengamati dengan teliti  tribun penonton baik di tribun VVIP, VIP, tribun barat, timur, utara dan selatan. Tidak hanya itu, mantan Kapolres Jembrana ini juga meninjau beberapa tempat yang akan digunakan untuk menempatkan personelnya saat pertandingan berlangsung baik diluar maupun didalam stadion.

“Kita tidak ingin ada kejadian yang beberapa waktu lalu terulang kembali. Untuk pengamanan secara maksimal, kita di back up Polda Bali, sehingga tidak ada lagi orang yang akan menjual tiket palsu,” ujarnya.

Pertandingan ini rencananya akan dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H. M.Si dan Pejabat Utama Polda Bali. Kehadiran tamu VVIP ini untuk memberikan dukungan dan semangat kepada  Bhayangkara FC. (binaw/humas-poldabali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ubud Writers & Readers Festival Kembali Berhasil Mempersatukan Pencinta Sastra dan Seni dari Seluruh Dunia pada Bulan Oktober Lalu

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival sekali lagi dengan sukses menjadi kancah pertukaran ide, inspirasi, dan pembelajaran antara penulis dan pembaca dari Indonesia dan negara-negara lainnya pada tanggal 25-29 Oktober lalu. Mengusung tema Origins atau Asal Muasal dalam bahasa Indonesia, selama lima hari tersebut UWRF diisi oleh ratusan program yang disusun berdasarkan tema tersebut. UWRF pada tahun 2017 ini membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia untuk tampil di atas satu panggung dan berkolaborasi atas nama sastra dan seni.

Nama-nama besar dunia sastra nasional maupun internasional seperti NH. Dini, Sutardji Calzoum Bachri, Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, Joko Pinurbo, Intan Paramaditha, Trinity, Jung Chang, Ian Rankin, Simon Winchester, Madeleine Thien, Han Yujoo, dan masih banyak lagi, tampil berdampingan dengan seniman, desainer, sutradara, penari, musisi, dan aktor seperti Pierre Coffin, Djenar Maesa Ayu, Chicco Jericho, Voice of Baceprot, Kan Lumé, Lulu Lutfi Labibi, dan Sakdiyah Ma’ruf.

UWRF juga dengan bangga mempersembahkan sebuah penghargaan Lifetime Achievement Award kepada legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, pada malam Gala Opening (25/10/2017) di Puri Saren Ubud. Yang juga menjadi highlight dari UWRF 2017 adalah hadirnya 16 penulis emerging yang dipilih dari Seleksi Penulis Emerging Indonesia yang datang dari beberapa tempat di seluruh pelosok Indonesia, untuk tampil dalam sesi-sesi diskusi bersama pembicara-pembicara terkenal dunia dan meluncurkan buku Antologi 2017.

72 acara sesi diskusi atau Main Program yang diadakan di tiga venue utama UWRF, yaitu NEKA Museum, Indus Restaurant, dan Taman Baca selalu ramai dihadiri pengunjung yang ingin mendengar diskusi-diskusi mendalam seperti di sesi Beyond the Front Page yang menghadirkan jurnalis-jurnalis top Asia untuk mendiskusikan isu-isu global terkini. Di sesi Moving Images bersama beberapa pembuat film, penggalian kisah di balik layar dimulai dengan bahasan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Serta masih banyak lagi sesi menginspirasi lainnya.

Setiap harinya para pencinta sastra dan seni tersebut terus memenuhi lokasi-lokasi tempat diselenggarakannya 200 program UWRF yang terdiri dari sesi-sesi diskusi, workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, dan program pengembangan karir Emerging Voices yang tersebar di beberapa tempat di Ubud. Tak ada satupun dari mereka yang terlihat mengkhawatirkan status Gunung Agung yang sedang Awas. Festival tetap berjalan lancar dan berhasil mengundang 25,000 lebih pengunjung, banyak dari mereka adalah turis yang untuk pertama kalinya mengunjungi Bali.

Dari data yang dikumpulkan tim UWRF, saat penyelenggaraan festival, termasuk kehadiran penulis mancanegara dan pencinta sastra dalam dan luar negeri, telah berkontribusi senilai IDR10,350,000,000 yang dikeluarkan oleh para pengunjung selama enam hari untuk biaya akomodasi di banyak penginapan, transportasi, restauran, spa, yoga, souvenir, museum, galeri, dan acara budaya di sekitar Ubud dan Bali. Ini adalah sebuah kontribusi dalam menggerakan ekonomi lokal, terutama di bidang pariwisata.

Jumlah tersebut tentunya sangat membanggakan dan sesuai dengan misi organisasi nirlaba yang menaungi UWRF, Yayasan Mudra Swari Saraswati, yaitu untuk memperkaya kehidupan masyarakat lokal melalui program-program seni dan budaya. Dari data tersebut juga tercatat bahwa 96% pengunjung yang hadir akan datang kembali untuk UWRF 2018.

Di acara penggalangan dana yang digelar di Museum Blanco pada tanggal 26 Oktober lalu, berhasil terkumpul dana sebesar IDR15,000,000, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Kopernik, sebuah organisasi nirlaba di Ubud, yang akan diteruskan kepada masyarakat di daerah-daerah sekitar Gunung Agung yang terkena dampak aktifitas vulkanik. Malam penggalangan dana ini menghadirkan grup Papermoon Puppet Theater dan grup tari yang diketuai oleh Eko Supriyanto, koreografer asal Indonesia yang berkiprah di panggung internasional. Setiap pengunjung yang hadir dikenakan biaya sebesar IDR100,000 sebagai bentuk donasi.

“Kendati persiapan UWRF dibayangi oleh ketakutan akan aktifitas vulkanik Gunung Agung, kami tetap bertekad untuk terus mendukung masyarakat Bali, yang mana adalah asal muasal terselenggaranya festival ini sendiri,” ujar Janet DeNeefe. “UWRF lahir sebagai bentuk pemulihan dari sebuah tragedi, dan UWRF tahun ini adalah bukti bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, UWRF terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahunnya.”

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penulis dan pembaca yang telah membantu keberhasilan UWRF tahun ini, baik di komunitas sastra dan seni maupun industri pariwisata Pulau Bali. Dari data yang tercatat tahun ini, hampir semua pengunjung ingin kembali lagi tahun depan dan kami juga sudah tidak sabar untuk kembali membawakan sebuah perhelatan sastra dan seni yang selalu ditunggu-tunggu ini pada tahun 2018.” ujar Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe.

Ubud Writers & Readers Festival dijadwalkan untuk kembali lagi di tahun 2018 pada tanggal 24 hingga 28 Oktober. Tema UWRF 2017 akan diumumkan di www.ubudwritersfestival.com pada awal tahun depan. (r/bp)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rem Blong, Truk Lompati Median Jalan

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR –  Truk Nopol L 9490 UD dikemudikan I Gusti Made Junada Astawa (41) meluncur hingga naik melewati taman median jalan di Bypass Dharma Giri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Rabu (24/5/2017). Kejadian sekitar pukul 19.30 wita itu diduga akibat hilangannya tekanan angin dalam tabung gas buang.

Sopir truk Gusti Made Junada Astawa mengatakan, sebelum kejadian melakukan bongkar muatan berupa minuman teh dalam kemasan di gudang PT. Arta Boga yang terletak di depan lokasi kejadian. Setelah selesai menurunkan muatan, ia hendak balik ke Surabaya.

Ketika menyalakan truk dan mulai menjalankan, ternyata truk tidak dapat dikendalikan. “Stir dan rem tiba-tiba tidak berfungsi, tekanan angin dari gas buang truk hilang,” terangnya.

Hilangnya kendali truk menyebakan truk nyelonong dari gudang PT Arta Boga ke jalan hingga berhenti setelah naik dan tersangkut di taman median jalan yang memisahkan jalur Bypass Darma Giri. Alhasil, truk tersebut melintang di tengah jalan dan menjadi tontonan warga dan pengedara yang lewat.

Tim BPBD Kabupaten Gianyar yang menerima laporan kejadian tersebut, langsung menuju lokasi. Upaya mengeluarkan truk dari median jalan, tim BPBD dibantu personil kepolisian harus membongkar beton median jalan untuk memudahkan jalan truk kembali.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian yang ditimbulkan diperkirakan jutaan rupiah dari rusaknya taman median jalan dan truk itu sendiri. (bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

10 Pelaku Pemalsu Tiket Ditangkap, 12 Personel Polres Gianyar Mendapat Reward

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Dua belas Personel Polres Gianyar patut berbangga karena keberhasilannya menangkap 10 pelaku pemalsu tiket masuk pertandingan sepak bola. Aksi komplotan ini terendus polisi saat berlangsungnya pertandingan sepak bola Liga I Gojek Traveloka antara kesebelasan Bali United FC VS Persib Bandung, di Stadion Dipta, Gianyar, pada Sabtu (31/5) lalu.

Atas prestasinya tersebut, Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo,S.I.K. memberikan reward atau penghargaan kepada 12 personel tersebut. Penyerahan reward dilakukan dalam sebuah apel yang dihadiri Pejabat Utama Polres Gianyar, Manajemen Bali United FC Budi Lesmana dan personel Polres Gianyar, bertempat di Ruang Serbaguna Polres Gianyar, Selasa (13/6/2017) pukul 08.00 Wita.

Dalam sambutannya AKBP Djoni Widodo,S.I.K. mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi keberhasilan personelnya karena sudah mampu mengungkap dan menangkap pelaku pemalsu tiket masuk pertandingan sepak bola yang bertaraf nasional tersebut. “Prestasi ini patut dijadikan motivasi bagi semua anggota, untuk bisa berprestasi dengan berbuat yang positif dan lebih baik lagi,” ujar mantan Kapolres Jembrana ini.

Alumni Akpol tahun 1998 ini menambahkan, pimpinan Polri telah menginstruksikan untuk memberikan reward kepada personel yang berprestasi baik itu dalam pengungkapan kasus, maupun kegiatan positif yang dapat mengangkat citra Polri dimata masyarakat. Begitu juga sebaliknya, pimpinan Polri juga tidak segan-segan menindak anggota yang melakukan pelanggaran hukum dengan memberikan punishment, untuk memberikan efek jera bagi setiap anggota agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menurunkan citra dan nama baik institusi Polri.

Sementara Budi Lesmana, turut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kinerja anggota Polres Gianyar. Para pelaku sudah berulang kali melakukan aksinya disetiap event pertandingan liga sepak bola nasional yang diselenggarakan di Stadion Dipta, Gianyar bahkan hampir disemua stadion yang ada di Indonesia.

Kedua belas personel yang berhak menerima reward yaitu Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni, S.I.K., Kanit Idik I Satreskrim Polres Gianyar Iptu M. Reza Pranata, S.I.K., Aiptu Ida Bagus Arista Tjandra, Aiptu I Ketut Wira Sempana, Bripka I Nyoman Suartana, Bripka Ida Bagus Putu Suarbawa, Bripka Kadek Adi Saputra, Bripka I Nyoman Agus Putra Ardiana, S.H., Brigadir Gito Sanjaya, Bripka I Wayan Sujana, Aiptu I Wayan Kariawan dan Aiptu Ngakan Nyoman Gede Purwita. (binaw/humas-poldabali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Astra Motor Gianyar Berikan Plang Rambu Hati-hati dan Rompi di Karya Ngusaba Kasa Desa Bukian

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Desa Pakraman Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, beberapa waktu lalu, mengadakan karya ngusaba kasa. Terkait dengan karya tersebut, Astra Motor Gianyar memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati, dan rompi untuk pecalang saat karya berlangsung.

Pemberian plang rambu hati-hati itu, sebagai bentuk kedekatan dengan konsumen khususnya umat Hindu yang sedang menjalankan upacara agama. “Kami memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati itu, supaya umat Hindu yang melaksanakan upacara agama lebih aman dan nyaman,” kata SO Head Astra Motor Gianyar, Kadek Mahadi.

Dikatakan Mahadi, kegiatan CSR yang diberikan saat karya di Desa Pakraman Bukian merupakan kegiatan sosial CSR Honda untuk Bali. Selain plang rambu hati-hati juga diberikan rompi kepada pecalang. “Kami harapkan dengan bantuan rompi ini, pecalang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjaga rangkaian upacara keagamaan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Desa Bukian, Payangan, Gianyar memberikan sesuatu yang tidak akan dilupakan bagi wisatawan yang mengunjunginya. Desa yang terletak di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini, merupakan desa yang hijau dan jauh dari hiruk pikuk kota. Sawah yang membentang luas, dan tanah yang subur akan menyambut pengunjung ketika datang ke desa ini. Begitu pula dengan keramahan penduduk yang senantiasa menyapa wisatawan yang berkunjung ke Desa Bukian.

Sawah nan luas menjadikan pertanian dan perkebunan menjadi sektor unggulan di desa ini. Selain bercocok tanam, warga Desa Bukian juga memiliki mata pencaharian dalam peternakan, seperti beternak babi, sapi, ayam dan itik. Beberapa masyarakat juga mendulang rezeki menjadi pekerja bangunan, buruh, serta dalam bidang kerajinan tangan dan pariwisata.

Desa Bukian menawarkan pengalaman untuk menjalani hidup sebagai orang Bali dengan lingkungan pedesaan yang asri. Wisatawan akan merasakan hidup yang sama sekali berbeda dari tempat tinggalnya selama ini. Wisatawan akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga, menanam padi dan membajak sawah bersama petani, memberi makan ternak, menyaksikan bahkan berpatisipasi langsung dalam ritual adat Hindu Bali dan lainnya. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :