Ubud Writers & Readers Festival Kembali Berhasil Mempersatukan Pencinta Sastra dan Seni dari Seluruh Dunia pada Bulan Oktober Lalu

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival sekali lagi dengan sukses menjadi kancah pertukaran ide, inspirasi, dan pembelajaran antara penulis dan pembaca dari Indonesia dan negara-negara lainnya pada tanggal 25-29 Oktober lalu. Mengusung tema Origins atau Asal Muasal dalam bahasa Indonesia, selama lima hari tersebut UWRF diisi oleh ratusan program yang disusun berdasarkan tema tersebut. UWRF pada tahun 2017 ini membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia untuk tampil di atas satu panggung dan berkolaborasi atas nama sastra dan seni.

Nama-nama besar dunia sastra nasional maupun internasional seperti NH. Dini, Sutardji Calzoum Bachri, Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, Joko Pinurbo, Intan Paramaditha, Trinity, Jung Chang, Ian Rankin, Simon Winchester, Madeleine Thien, Han Yujoo, dan masih banyak lagi, tampil berdampingan dengan seniman, desainer, sutradara, penari, musisi, dan aktor seperti Pierre Coffin, Djenar Maesa Ayu, Chicco Jericho, Voice of Baceprot, Kan Lumé, Lulu Lutfi Labibi, dan Sakdiyah Ma’ruf.

UWRF juga dengan bangga mempersembahkan sebuah penghargaan Lifetime Achievement Award kepada legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, pada malam Gala Opening (25/10/2017) di Puri Saren Ubud. Yang juga menjadi highlight dari UWRF 2017 adalah hadirnya 16 penulis emerging yang dipilih dari Seleksi Penulis Emerging Indonesia yang datang dari beberapa tempat di seluruh pelosok Indonesia, untuk tampil dalam sesi-sesi diskusi bersama pembicara-pembicara terkenal dunia dan meluncurkan buku Antologi 2017.

72 acara sesi diskusi atau Main Program yang diadakan di tiga venue utama UWRF, yaitu NEKA Museum, Indus Restaurant, dan Taman Baca selalu ramai dihadiri pengunjung yang ingin mendengar diskusi-diskusi mendalam seperti di sesi Beyond the Front Page yang menghadirkan jurnalis-jurnalis top Asia untuk mendiskusikan isu-isu global terkini. Di sesi Moving Images bersama beberapa pembuat film, penggalian kisah di balik layar dimulai dengan bahasan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Serta masih banyak lagi sesi menginspirasi lainnya.

Setiap harinya para pencinta sastra dan seni tersebut terus memenuhi lokasi-lokasi tempat diselenggarakannya 200 program UWRF yang terdiri dari sesi-sesi diskusi, workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, dan program pengembangan karir Emerging Voices yang tersebar di beberapa tempat di Ubud. Tak ada satupun dari mereka yang terlihat mengkhawatirkan status Gunung Agung yang sedang Awas. Festival tetap berjalan lancar dan berhasil mengundang 25,000 lebih pengunjung, banyak dari mereka adalah turis yang untuk pertama kalinya mengunjungi Bali.

Dari data yang dikumpulkan tim UWRF, saat penyelenggaraan festival, termasuk kehadiran penulis mancanegara dan pencinta sastra dalam dan luar negeri, telah berkontribusi senilai IDR10,350,000,000 yang dikeluarkan oleh para pengunjung selama enam hari untuk biaya akomodasi di banyak penginapan, transportasi, restauran, spa, yoga, souvenir, museum, galeri, dan acara budaya di sekitar Ubud dan Bali. Ini adalah sebuah kontribusi dalam menggerakan ekonomi lokal, terutama di bidang pariwisata.

Jumlah tersebut tentunya sangat membanggakan dan sesuai dengan misi organisasi nirlaba yang menaungi UWRF, Yayasan Mudra Swari Saraswati, yaitu untuk memperkaya kehidupan masyarakat lokal melalui program-program seni dan budaya. Dari data tersebut juga tercatat bahwa 96% pengunjung yang hadir akan datang kembali untuk UWRF 2018.

Di acara penggalangan dana yang digelar di Museum Blanco pada tanggal 26 Oktober lalu, berhasil terkumpul dana sebesar IDR15,000,000, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Kopernik, sebuah organisasi nirlaba di Ubud, yang akan diteruskan kepada masyarakat di daerah-daerah sekitar Gunung Agung yang terkena dampak aktifitas vulkanik. Malam penggalangan dana ini menghadirkan grup Papermoon Puppet Theater dan grup tari yang diketuai oleh Eko Supriyanto, koreografer asal Indonesia yang berkiprah di panggung internasional. Setiap pengunjung yang hadir dikenakan biaya sebesar IDR100,000 sebagai bentuk donasi.

“Kendati persiapan UWRF dibayangi oleh ketakutan akan aktifitas vulkanik Gunung Agung, kami tetap bertekad untuk terus mendukung masyarakat Bali, yang mana adalah asal muasal terselenggaranya festival ini sendiri,” ujar Janet DeNeefe. “UWRF lahir sebagai bentuk pemulihan dari sebuah tragedi, dan UWRF tahun ini adalah bukti bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, UWRF terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahunnya.”

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penulis dan pembaca yang telah membantu keberhasilan UWRF tahun ini, baik di komunitas sastra dan seni maupun industri pariwisata Pulau Bali. Dari data yang tercatat tahun ini, hampir semua pengunjung ingin kembali lagi tahun depan dan kami juga sudah tidak sabar untuk kembali membawakan sebuah perhelatan sastra dan seni yang selalu ditunggu-tunggu ini pada tahun 2018.” ujar Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe.

Ubud Writers & Readers Festival dijadwalkan untuk kembali lagi di tahun 2018 pada tanggal 24 hingga 28 Oktober. Tema UWRF 2017 akan diumumkan di www.ubudwritersfestival.com pada awal tahun depan. (r/bp)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Astra Motor Gianyar Berikan Plang Rambu Hati-hati dan Rompi di Karya Ngusaba Kasa Desa Bukian

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Desa Pakraman Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, beberapa waktu lalu, mengadakan karya ngusaba kasa. Terkait dengan karya tersebut, Astra Motor Gianyar memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati, dan rompi untuk pecalang saat karya berlangsung.

Pemberian plang rambu hati-hati itu, sebagai bentuk kedekatan dengan konsumen khususnya umat Hindu yang sedang menjalankan upacara agama. “Kami memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati itu, supaya umat Hindu yang melaksanakan upacara agama lebih aman dan nyaman,” kata SO Head Astra Motor Gianyar, Kadek Mahadi.

Dikatakan Mahadi, kegiatan CSR yang diberikan saat karya di Desa Pakraman Bukian merupakan kegiatan sosial CSR Honda untuk Bali. Selain plang rambu hati-hati juga diberikan rompi kepada pecalang. “Kami harapkan dengan bantuan rompi ini, pecalang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjaga rangkaian upacara keagamaan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Desa Bukian, Payangan, Gianyar memberikan sesuatu yang tidak akan dilupakan bagi wisatawan yang mengunjunginya. Desa yang terletak di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini, merupakan desa yang hijau dan jauh dari hiruk pikuk kota. Sawah yang membentang luas, dan tanah yang subur akan menyambut pengunjung ketika datang ke desa ini. Begitu pula dengan keramahan penduduk yang senantiasa menyapa wisatawan yang berkunjung ke Desa Bukian.

Sawah nan luas menjadikan pertanian dan perkebunan menjadi sektor unggulan di desa ini. Selain bercocok tanam, warga Desa Bukian juga memiliki mata pencaharian dalam peternakan, seperti beternak babi, sapi, ayam dan itik. Beberapa masyarakat juga mendulang rezeki menjadi pekerja bangunan, buruh, serta dalam bidang kerajinan tangan dan pariwisata.

Desa Bukian menawarkan pengalaman untuk menjalani hidup sebagai orang Bali dengan lingkungan pedesaan yang asri. Wisatawan akan merasakan hidup yang sama sekali berbeda dari tempat tinggalnya selama ini. Wisatawan akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga, menanam padi dan membajak sawah bersama petani, memberi makan ternak, menyaksikan bahkan berpatisipasi langsung dalam ritual adat Hindu Bali dan lainnya. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

NH. Dini Menerima Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers & Readers Festival 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Pada hari Rabu (25/10/17) malam, bertempat di Puri Saren Ubud, Ubud Writers & Readers Festival 2017 resmi dimulai untuk yang ke-14 kalinya. Salah satu perayaan sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara ini membawa 160 lebih pembicara yang datang dari 30 lebih negara di seluruh dunia untuk berkumpul di pusat seni dan budaya Pulau Bali, Ubud.

Malam Gala Opening dibuka oleh tarian Sekar Jagat,  sebuah  tarian  selamat  datang tradisional Bali yang diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem  di  tahun  1993.  Tarian yang ditarikan oleh tujuh perempuan muda ini membuat para tamu undangan – yang kebanyakan datang di Bali untuk pertama kalinya, terpesona  oleh  indahnya  liukan  serta kostum para penari. Para tamu undangan sendiri terdiri dari penulis, jurnalis, seniman, duta besar, perwakilan pemerintahan, media, serta hotel.

“Dengan semua yang telah terjadi satu bulan belakangan, berada di sini, malam ini, bersama Anda semua, adalah suatu kehormatan dan ini adalah sesuatu yang pantas dirayakan.” ujar Janet DeNeefe, Founder & Director UWRF, dalam pidatonya. Janet merujuk pada keadaan Pulau Bali saat ini yang tengah dirundung resah oleh aktivitas Gunung Agung yang masih dalam status Awas namun tidak menghentikan kedatangan para penikmat Festival dari seluruh dunia.

Puncak acara malam Gala Opening adalah saat legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, menerima penghargaan Lifetime Achievement Award. Sebuah penghargaan bergengsi dari UWRF bagi para tokoh sastra Indonesia yang telah berkiprah selama puluhan tahun dan sukses memajukan dunia sastra Indonesia. Penghargaan tersebut terakhir diberikan kepada Alm. Sitor Situmorang di tahun 2010.

Dini naik ke atas panggung ditemani oleh puteranya, Pierre Coffin, sutradara dan animator film box office Despicable Me dan Minions. Saat menerima penghargaan yang diberikan oleh Janet DeNeefe, NH. Dini berujar, “Saya sangat bahagia bisa mendapatkan penghargaan ini, karena sebelumnya penerima penghargaan ini adalah Alm. Sitor Situmorang, seorang senior yang saya hormati. Saya telah berkiprah di dunia sastra selama puluhan tahun dan merasa sangat terhormat saya masih diingat hingga saat ini.”.

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama NH DIni lahir di Semarang pada tanggal 29 Februari 1936. Beberapa karya NH Dini yang terkenal adalah Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), dan masih banyak lagi karya lainnya dalam bentuk kumpulan cerpen, novel, atau cerita kenangan. NH Dini juga disebut sebagai penulis feminis yang terus memperjuangkan kesetaraan jender. Terlepas dari apa pendapat orang lain, ia mengatakan bahwa ia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan jender yang sering kali merugikan kaum perempuan. Dalam karyanya yang berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), ia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya.

Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Banyak orang berpendapat bahwa ia menceritakan dirinya sendiri. Akan tetapi terlepas dari semua penilaian itu, karya NH Dini adalah karya yang banyak dikagumi, buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra. NH Dini pernah meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. Ia kini berusia 82 tahun dan tinggal di Ungaran, Jawa Tengah.

“Hadirnya NH. Dini, seorang legenda hidup dunia sastra Indonesia, di UWRF adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami. Tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal NH. Dini dan saya harap makin banyak juga pembaca internasional yang mengenal beliau, dan tahu betapa luar biasanya penulis-penulis Indonesia.” ucap Janet DeNeefe saat memberikan penghargaan tersebut di atas panggung Gala Opening.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa  160  lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan  tampil  di  atas  satu panggung. Mereka  semua  akan  bergiliran  tampil  di  72  sesi-sesi  diskusi  yang  menarik  tajuk dari tema UWRF tahun ini,  yaitu  Origins  atau  Asal  Muasal  dalam  bahasa  Indonesia.  Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi. Sesi-sesi panel diskusi berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu     juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program  pengembangan  karir  di  Emerging  Voices,  dan masih banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ratusan Bharamania Badung Beri Dukungan Bhayangkara FC U-19

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ratusan pendukung club sepakbola Bhayangkara FC dari kabupaten Badung yang menyebut dirinya Bharamania memadati Tribun Stadion Dipta Gianyar,Rabu (18/10/2017).

Mereka berkumpul di tribun guna mendukung Club kebanggaannya Bhayangkara FC U-19 yang berlaga melawan Borneo FC U-19 di Stadion Dipta yang satu satunya stadion kebanggaan masyarakat Bali itu.

Bharamania Badung bergabung dengan Bharamania lainnya menyatu dalam persaudaraan memberikan semangat dengan yel yelnya untuk memotivasi kesebelasan kebanggaan Korps Tribarata itu.

Tampak bergabung dengan Bharamania, Wakapolres Badung Kompol Supriadi Rahman,S.I.K ikut mengumandangkan yel yel dengan harapan Kesebelasan dengan kostum berwarna kuning akan memenangkan pertandingan.

Riuh tepuk tangan Bharamania disaat serangan demi serangan dilancarkan tim Kebanggaan Polri itu, hingga saat ini pertandingan masih berlangsung. Saat dikonfirmasi Kompol Supriadi Rahman,S.I.K  mengatakan “ kami memberikan dukungan penuh kepada kesebelasan kebanggan Polri itu, bergabung bersama dengan Bharamania lainnya dalam kebersamaan dan kekeluargaan pecinta sepakbola dengan harapan kesebelasan kebanggaan kami mampu mencetak gol demi gol,” ungkap Kompol Supriadi yang hobby berolahraga itu. (guz/humas-poles.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dari Sastra Hingga Feminisme dan Politik di Ubud Writers & Readers Festival 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang akan segera hadir dalam waktu lima minggu lagi, tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh para pencinta sastra dan penggemar seni. Mengusung tema ‘Origins’ atau ‘Asal Muasal’ dalam bahasa Indonesia, yang ditarik dari sebuah filosofi Hindu kuno mengenai sebuah lingkaran kehidupan, Sangkan Paraning Dumadi, jajaran Main Program di tahun ke-14 UWRF ini pun akan berisikan diskusi-diskusi mendalam mengenai tema tersebut, bersama nama-nama terbesar sastra dan seni di Indonesia dan negara-negara    lainnya.

Satu yang spesial di UWRF 2017 dan yang menjadi bukti bahwa UWRF adalah salah satu perayaan terbesar bukan hanya untuk sastra, tapi juga seni dan kreatifitas, adalah dengan hadirnya Pierre Coffin, sang Sutradara, Animator, dan Pengisi Suara di balik seri Despicable Me dan Minions yang sudah mendunia. Pria keturunan Indonesia-Perancis ini akan tampil di salah satu Main Program pada tanggal 29 Oktober untuk membawa kita ke balik layar karirnya di industri perfilman dunia.

Pada bulan Oktober mendatang, UWRF dengan bangga akan menghadirkan dua nama terbesar dunia sastra Indonesia, yaitu Nh. Dini dan Sutardji Calzoum Bachri. Di tanggal 26 Oktober, Nh. Dini, sang legenda hidup penulisan feminisme Indonesia, akan duduk bersama Leila S. Chudori untuk mengisahkan perjalanan hidup serta karirnya yang luar biasa. Sedangkan Sutardji Calzoum Bachri akan hadir di tanggal 27 Oktober bersama Debra Yatim untuk mengupas sajak-sajaknya dan permainan kata- kata yang penuh sihir, yang menjadikannya dijuluki ‘Presiden Penyair    Indonesia’.

Penulis dan Jurnalis kawakan Indonesia, Seno Gumira Ajidarma akan hadir di sesi     The Last Taboo? yang akan mengkaji kelas sosial masyarakat yang masih menjadi   topik tabu di era Indonesia modern, bersama Paul McVeigh, Penulis pemenang penghargaan asal Irlandia. Beberapa Pegiat dan Advokat ternama seperti Marina Mahathir dan Robert Dessaix juga akan berdiskusi mengenai kepercayaan dan fundamentalisme di sesi A Question of Faith. Komedian tunggal Sakdiyah Ma’ruf, Desainer Niluh Djelantik, Penyair Joko Pinurbo, sosok pemerintahan I Gde Pitana,   dan Jurnalis kawakan Andreas Harsono akan duduk di dalam satu panel dan berbagi harapan untuk Republik Indonesia di sesi Tanah   Airku.

Mengedepankan isu-isu feminisme, akan hadir para Penulis dan Pegiat feminisme seperti Oka Rusmini dan Cokorda Sawitri untuk mengkaji peran wanita di antara masyarakat patriarki di sesi Breaking Boundaries. Panel Main Program China’s  Women akan menghadirkan Penulis terkenal dunia, Jung Chang dan Lijia Zhang,    yang akan mendiskusikan kehidupan wanita di tanah Tionghoa, tanah air kedua penulis tersebut. Sedangkan Marina Mahathir akan tampil di sesi diskusi one-on-one Telling It Straight bersama Jurnalis Michael Vatikiotis untuk menuturkan sepak terjangnya dalam memperjuangkan isu wanita dan kaum minoritas di  Malaysia.

Penulisan mengenai perjalanan atau travel writing akan dibahas di sesi Postcards from the Page bersama Trinity the Naked Traveler, Editor DestinAsian Indonesia Cristian Rahadiansyah, Brigid Delaney Penulis dan Jurnalis The Guardian Australia, dan Joanna Savill Penulis kuliner dunia, akan membahas penulisan perjalanan yang dapat mengilhami para pembacanya untuk berpetualang. Begitu juga dengan sesi Questions of Travel yang menghadirkan Penulis Nigel Barley dan Jan Mantjika, Brigid Delaney, dan Tom Owen Edmunds, Pelestari alam dan Fotografer asal Britania raya, akan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat kita sedang  berada dalam perjalanan.

Tidak ketinggalan tentunya UWRF akan menggelar diskusi-diskusi seputar sastra dan jurnalisme. Membahas mulai dari populernya penulisan puisi di kalangan anak muda di sesi Poetic Calling, cerita-cerita para Penulis dari bagian Timur Indonesia di sesi Eastern Winds of Change, hingga apa yang ada untuk masa depan para Penulis Indonesia di sesi The Next Chapter of Indonesian Literature. Di panel diskusi Half a Century of ASEAN, beberapa Penulis ternama Asia Tenggara seperti Intan Paramadhita dan Leila S. Chudori dari Indonesia, Jhoanna Lynn B. Cruz dari Filipina, Marc Nair dari Singapura, Bernice Chauly dari Malaysia akan membagikan perspektif mereka mengenai kehidupan sastra di Asia Tenggara.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan tampil di  atas satu panggung. Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi dalam 72 sesi-sesi panel diskusi yang akan berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program pengembangan karir di Emerging Voices, dan masih   banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Daihatsu Resmikan Outlet Gianyar, Singaraja dan Tabanan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Daihatsu terus memperluas jaringannya di Indonesia, dengan meresmikan 9 outlet secara serentak, Senin (14/8/2017). Kesembilan aoutlet itu, yakni Astra Daihatsu Senen Jakarta, Astra Daihatsu-Astra Biz Center BSD Tangerang, Astra Daihatsu Semarang Pudak Payung, Astra Daihatsu Gianyar, Astra Daihatsu Singaraja, Astra Daihatsu Tabanan, Astra Daihatsu Medan Johor, Astra Daihatsu Makassar Alaudin, dan Mandiri Zirang Utama Daihatsu Solo.

Untuk peresmian tiga outlet Daihatsu di Bali, dipusatkan di Astra Daihatsu Gianyar, tepatnya di jalan Udayana, Banjar Getas, Blahbatuh, Gianyar, dengan pembukaan tiga selubung prasasti (Astra Daihatsu Gianyar, Tabanan dan Singaraja) yang dilakukan Kadiv FS Al DJO, Hijana Muljadi; Daihatsu Korwil Jatim-Bali, Tulus Pambudi; Kacab Astra Daihatsu Gianyar, Ronald Umanauw; kacab Astra Daihatsu Singaraja, Luh Putu Citra Pertiwi Wetra, dan Supervisor Astra Daihatsu Tabanan, Yoni Budi satriyo.

Setelah pembukaan selubung, dilanjutkan dengan penyerahan CSR kepada SDN 2 Buruan, Blahbatuh dan Perbekel Desa Buruan, Blahbatuh, dilanjutlkan dengan pemotongan tumpeng, serta diakhiri dengan pemotongan pita. ‘’Pembukaan outlet baru ini untuk mendekatkan pelayanan Daihatsu kepada pelanggannya. Dalam peresmian oulet Daihatsi di Indonesia ini, erdapat 8 outlet yang diupgrade dan 1 outlet baru yang diresmikan,’’ kata Hijana Muljadi.

Dengan peresmian 9 outlet ini, terdapat 231 outlet Daihatsu di Indonesia, dengan rincian 142 outlet dengan kategori VSP yang memiliki fasilitas purna jual dan 89 outlet dengan kategori V yang melayani penjualan saja. “Kami ingin mendekatkan diri dengan pelanggan sehingga memperbanyak outlet. Di Bali sendiri, terdapat 3 outlet yang diresmikan yaitu Astra Daihatsu Gianyar, Tabanan, dan Singaraja,” ujarnya.

Ditambahkan Hijana Muljadi, didampingi Tulus Pambudi, untuk outlet Astra Daihatsu-Astra Biz Center BSD merupakan flagship outletDaihatsu pertama di Indonesia. Sebagai flagship outlet  terdapat perbedaan dengan outlet lainnya, yakni dari sisi desain dan interior outlet. “Proses pelayanan juga berbeda, terutama pelayanan bengkel. Desain outlet dibuat dengan konsep warm, modern, and friendly,” ucapnya.

Hijana Muljadi, juga mengungkapkan pertumbuhan pasar otomotif nasional cenderung stagnan. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor selama semester I yang hanya mencapai 0,4 persen berdasarkan data Gaikindo. Namun Daihatsu masih mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan, yakni sekitar 2 persen atau di atas pertumbuhan nasional. “Pertumbuhan pasar otomotif khususnya Daihatsu yang masih menglamai kenaikan ini tandanya merek Daihatsu masih dipercaya masyarakat,” jelasnya.

Sementara Tulus Pambudi, menyatakan tiga outlet Astra Daihatsu di Bali ini memiliki keunggulan dan keistimewaan. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

DPD PSI Gianyar Siap Kawal Pemilu Demokratis

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Sebagai Partai Politik baru yang akan mengikuti verifikasi sebagai peserta pemilu, Partai Solidaritas Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Gianyar (DPD PSI Gianyar) melakukan audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar. Ketua KPU Gianyar AA Gede Putra bersama anggota Ngakan Nyoman Oka Sudaryana, dan AA Istri Agung Darmawati, didampingi oleh Sekretaris KPU Gianyar, Pande Putu Sunarta menyambut hangat kedatangan pengurus PSI yang merupakan anak-anak muda di kantornya, Senin (31/7/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Anak Agung Gede Putra menegaskan dalam pelaksanaan proses verifikasi, KPU Gianyar akan menjalankan proses dengan tegas dan professional. “Sebagai penyelenggara, tentu kami akan bersikap profesional dan tidak memihak kepada salah satu parpol. Kami akan memberlakukan standard yang sama kepada semua. Ini demi terciptanya proses demokrasi yg demokratis, sesuai kehendak rakyat.” ungkapnya.

Terkait dengan proses teknis verifikasi Parpol, AA Gede Putra  menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu draft final dari KPU RI dan sampai UU Pemilu yang baru disahkan resmi diundangkan. “Pada dasarnya, verifikasi berlaku bagi semua parpol yang akan mengikuti pemilu 2019, sedangkan metode verifikasi belum dapat kami sampaikan apakah masih sama seperti Pemilu 2014.” ungkapnya.

Ketua DPD PSI Gianyar, I Made Sukadana Antara mengapresiasi kinerja Komisioner KPU Gianyar. Menurutnya, KPU Gianyar hingga saat ini masih menjaga proses yang Demokratis serta memberi respon dan informasi secara cepat dan jelas kepada partai politik sebagai peserta pemilu. “Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Ketua, para komisioner KPUD Gianyar karena telah berkenan menerima permohonan audiensi kami. Tidak hanya itu respons yg kami terima sangat cepat,” ungkapnya usai memperkenalkan pengurus yang hadir.

Pemuda asal Desa Siangan Gianyar ini menyebutkan, sebagai anak muda yang hormat terhadap proses Demokrasi, pihaknya menyatakan akan ikut mengawal proses Pemilu 2019. “Kami mengharapkan terciptanya sebuah sinergitas yang baik antara penyelenggara pemilu dengan calon peserta pemilu. Untuk itu kami mohon komisioner KPU Gianyar berkenan memberikan kami arahan terkait pelaksanaan tahapan pemilu yaitu menyangkut proses verifikasi administratif maupun faktual,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Bali I Nengah Yasa Adi Susanto yang turut hadir menyatakan PSI telah siap mengikuti proses verifikasi KPU. PSI sebagai satu-satunya partai baru yang dinyatakan lolos verifikasi KEMENKUMHAM, optimis akan dapat melalui proses verifikasi KPU yang akan datang. Meskipun UU pemilu yang beberapa waktu lalu sudah disahkan lewat paripurna DPR RI masih akan berlanjut ke MK karena adanya pihak yang mengajukan judicial review. “Jika merujuk pada PKPU yang lama, dengan syarat tersebut PSI Bali sudah siap verifikasi. Hanya saja kami juga tetap masih menunggu hasil di MK,” imbuhnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Sudikerta Ajak Umat Hindu Lakukan Yadnya Berdasar Sastra Agama

0

BALIPORTALNEWS.COM – GIANYAR – Pelaksanaan yadnya yang merupakan suatu persembahan yang dilakukan dengan tulus ikhlas hendaknya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan berdasar pada sastra agama umat Hindu yaitu Weda.

Dengan demikian pelaksanaan yadnya yang bertujuan untuk mencapai tujuan hidup manusia menurut konsep Hindu yakni Moksartham Jagathita  atau kebahagian sekala dan niskala akan dapat tercapai.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam sambrama wacananya saat menghadiri rangkaian  Karya Balik Sumpah, Melaspas, Pendem Pedagingan lan  Ngenteg Linggih Ring Pemerajan Agung Griya Agung Nila Seraya, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Kamis (27/7/2017).

“Yadnya haruslah dilandasi dengan rasa tulus iklas. Persembahan yang tulus iklas dan dilandasi hati yang bersih maka niscaya Tuhan akan menerima persembahan yang kita haturkan kepada beliau,” imbuhnya.

Lebih jauh Wagub Sudikerta yang didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana juga mengingatkan agar dalam pelaksanaan yadnya sarana yang dipergunakan hendaknya merupakan hasil dari isi bumi sendiri seperti buah-buahan lokal seperti salak, manggis, jambu dan buah lokal lainnya.

Persembahan dengan menggunakan buah lokal merupakan wujud terima kasih kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi atas segala berkah dan rahmat yang telah beliau  dilimpahkan.

Dalam acara yang turut dihadiri sejumlah Sulinggih dan masyarakat tersebut, Sudikerta juga menyampaikan apresiasinya atas semangat warga yang begitu luar biasa, bekerja bergotong-royong untuk dapat  melaksanakan upacara yadnya ini.

Ida Pandita Mpu Budha Putra Kanda Daksa Manuaba dari Griya Agung Chandra Giri Ghasana Manuaba Tampaksiring yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dari Wakil Gubernur Bali selaku wakil Pemerintah sebagai saksi pelaksanaan yadnya dan berharap kedepannya semangat beryadnya dan bergotong-royong dalam melaksanakan yadnya semakin terpupuk di dalam masyarakat.

Sementara itu Ketua Panitia Karya, Pasek Dek Agus Sudianta menyampaikan bahwasannya rangkaian karya telah mulai dilaksanakan dari tanggal 8 Juli 2017 dan pada tanggal 29 Juli mendatang akan dilaksanakan upacara pecaruan  Rsi  Gana.  Puncak upacara sendiri akan dilaksanakan bertepatan dengan  Budha Wage Kelawu tanggal 2 Agustus mendatang. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

10 Pelaku Pemalsu Tiket Ditangkap, 12 Personel Polres Gianyar Mendapat Reward

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Dua belas Personel Polres Gianyar patut berbangga karena keberhasilannya menangkap 10 pelaku pemalsu tiket masuk pertandingan sepak bola. Aksi komplotan ini terendus polisi saat berlangsungnya pertandingan sepak bola Liga I Gojek Traveloka antara kesebelasan Bali United FC VS Persib Bandung, di Stadion Dipta, Gianyar, pada Sabtu (31/5) lalu.

Atas prestasinya tersebut, Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo,S.I.K. memberikan reward atau penghargaan kepada 12 personel tersebut. Penyerahan reward dilakukan dalam sebuah apel yang dihadiri Pejabat Utama Polres Gianyar, Manajemen Bali United FC Budi Lesmana dan personel Polres Gianyar, bertempat di Ruang Serbaguna Polres Gianyar, Selasa (13/6/2017) pukul 08.00 Wita.

Dalam sambutannya AKBP Djoni Widodo,S.I.K. mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi keberhasilan personelnya karena sudah mampu mengungkap dan menangkap pelaku pemalsu tiket masuk pertandingan sepak bola yang bertaraf nasional tersebut. “Prestasi ini patut dijadikan motivasi bagi semua anggota, untuk bisa berprestasi dengan berbuat yang positif dan lebih baik lagi,” ujar mantan Kapolres Jembrana ini.

Alumni Akpol tahun 1998 ini menambahkan, pimpinan Polri telah menginstruksikan untuk memberikan reward kepada personel yang berprestasi baik itu dalam pengungkapan kasus, maupun kegiatan positif yang dapat mengangkat citra Polri dimata masyarakat. Begitu juga sebaliknya, pimpinan Polri juga tidak segan-segan menindak anggota yang melakukan pelanggaran hukum dengan memberikan punishment, untuk memberikan efek jera bagi setiap anggota agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menurunkan citra dan nama baik institusi Polri.

Sementara Budi Lesmana, turut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kinerja anggota Polres Gianyar. Para pelaku sudah berulang kali melakukan aksinya disetiap event pertandingan liga sepak bola nasional yang diselenggarakan di Stadion Dipta, Gianyar bahkan hampir disemua stadion yang ada di Indonesia.

Kedua belas personel yang berhak menerima reward yaitu Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni, S.I.K., Kanit Idik I Satreskrim Polres Gianyar Iptu M. Reza Pranata, S.I.K., Aiptu Ida Bagus Arista Tjandra, Aiptu I Ketut Wira Sempana, Bripka I Nyoman Suartana, Bripka Ida Bagus Putu Suarbawa, Bripka Kadek Adi Saputra, Bripka I Nyoman Agus Putra Ardiana, S.H., Brigadir Gito Sanjaya, Bripka I Wayan Sujana, Aiptu I Wayan Kariawan dan Aiptu Ngakan Nyoman Gede Purwita. (binaw/humas-poldabali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :