“Ubud Food Festival 2018 Presented by ABC akan Menghadirkan Pionir dan Inovator Kuliner Indonesia”

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Hari ini Ubud Food Festival (UFF) dengan bangga mengumumkan kerjasama dan dukungan dari perusahaan kuliner yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga, ABC, sebuah merk yang digemari di Indonesia dan selalu muncul di dapur untuk menambah sedapnya masakan, sebagai Presenting Partner untuk Ubud Food Festival 2018.

Kerjasama dan dukungan ini akan membantu UFF dalam menghantarkan deretan program festival yang lebih menarik dan menggiurkan. Ubud Food Festival Presented by ABC akan diisi oleh berbagai macam acara seperti sesi diskusi, demo masak, Special Event, workshop, jalan-jalan kuliner, hingga pemutaran film dan pertunjukan musik pada tanggal 13–15 April mendatang.

“Tujuan utama dari Ubud Food Festival adalah untuk memperkenalkan betapa luar biasa unik dan lezatnya kuliner Indonesia. Sebagai sebuah produk asli Indonesia, ABC juga memiliki tujuan yang sama dalam mempopulerkan ragam kuliner yang ditawarkan oleh Indonesia. Kesamaan visi dari ABC dan UFF inilah alasan utama mengapa kami menjadi presenting partner dari UFF 2018.” ungkap Dhiren Amin, Head of Marketing dari Southeast Asia at Kraft Heinz ABC saat ditanya mengenai apa yang memotivasi ABC untuk mendukung UFF.

Merk ABC telah lama dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai produk berkualitas tinggi untuk bumbu-bumbu dapur. Merk ABC juga adalah salah satu nama besar di industri makanan dan minuman di Indonesia dengan ragam produk mulai dari saus sambal, kecap, hingga sirup dan aneka makanan kaleng.

Beberapa nama yang dipastikan akan hadir di pengumuman pembicara UFF tahap awal ini salah satunya adalah idola para pencinta kuliner sejak berpuluh-puluh tahun lalu, Sisca Soewitomo. Ini adalah ketiga kalinya sang pionir acara masak memasak berpartisipasi di UFF, dan tentunya ia akan kembali memasak hidangan rumahan khas Indonesia untuk disajikan kepada pengunjung UFF.

Selanjutnya chef yang tak kalah digemari oleh banyak orang adalah Rinrin Marinka, sosok yang kerap muncul di acara masak memasak di TV, mulai dari MasterChef dan Junior MasterChef Indonesia yang ditayangkan di TV lokal, hingga At Home With Marinka yang tayang di saluran TV internasional, Asian Food Channel.

Andrian Ishak, chef di balik Namaaz Dining di Jakarta, yang setiap hidangannya selalu berhasil membuat orang berdecak kagum juga akan memasak di hadapan para pengunjung UFF. Chef Andrian Ishak terkenal berkat kemampuannya menghidangkan menu molecular gastronomy, atau sebuah teknik memasak yang menggunakan ilmu fisika dan kimia. Ia juga adalah salah satu orang pertama yang membawa inovasi besar ini ke Indonesia.

Dari kancah internasional, UFF akan mendatangkan Rishi Naleendra, chef asal Sri Lanka pertama yang mendapatkan penghargaan Michelin untuk restauran miliknya, Cheek by Jowl di Singapura. Dua chef lainnya yang juga telah memenangkan penghargaan Michelin untuk restauran milik mereka adalah Sam Aisbett dari Whitegrass di Singapura dan Jun Lee, chef asal Korea yang berhasil mempertahankan penghargaan Michelin untuk restauran Soigné di Seoul selama dua tahun berturut-turut pada 2016 dan 2017. Ketiga nama tersebut juga tentunya akan menyajikan hidangan mereka kepada para pengunjung UFF 2018.

“Pengumuman tahap awal untuk nama chef yang akan hadir hanyalah sedikit dari banyaknya hal-hal lezat yang akan kami hadirkan pada bulan April mendatang,” ujar Founder & Director UFF, Janet DeNeefe. “Dengan hadirnya chef berkelas dunia dari luar negeri, inovator muda yang membuat bangga Indonesia, serta sosok-sosok kuliner yang nama serta karyanya sudah diakui, kami membuktikan bahwa Indonesia kini telah mendapatkan sorotan di peta kuliner dunia.”

“Kami juga ingin menunjukan pada dunia bahwa saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mengunjungi Bali,” lanjut Janet. “Bali kini lebih tenang, bersih, dan damai. Langit lebih biru, udara lebih bersih, sawah-sawah lebih subur, seperti sebuah cara bagi Gunung Agung untuk mengingatkan kita semua betapa indahnya pulau ini. Tanpa Gunung Agung, tidak akan ada Bali yang telah membuat kita semua jatuh cinta.”

Saat ini tim UFF sedang meracik keseluruhan program selama Festival berlangsung. Perayaan kuliner selama tiga hari ini akan menghadirkan sekitar 100 pembicara yang ahli di bidang kuliner dari dalam dan luar negeri.

Dengan mengambil tema ‘Generasi Inovasi’, UFF akan merayakan generasi muda Indonesia yang kini membawa banyak inovasi ke dalam industri kuliner Indonesia, tanpa melupakan mereka yang telah merintis dan membuka jalan bagi para generasi tersebut sejak lama. Daftar lengkap nama-nama yang akan menjadi pembicara beserta jadwal program akan diluncurkan pada pertengahan bulan Februari di www.ubudfoodfestival.com. (r/bpn)

UGM dan Kabupaten Gianyar Perkuat Kerjasama Riset

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kabupaten Gianyar, Bali sepakat untuk melanjutkan kerja sama dalam bidang penelitian yang kali ini berfokus pada riset perilaku sosial budaya masyarakat Gianyar  akibat dampak globalisasi dan komersialisasi pariwisata.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Barata beserta rombongan ke UGM, Jum’at (5/1/2018). Rombongan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M., didampingi Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri Dra. Sri Widati dan Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi Sang kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D.

Kerja sama antara UGM dengan Kabupaten Gianyar telah berlangsung sejak tahun 2015 lalu antara lain dalam penghijauan dan konservasi air di sepanjang pantai Kabupaten Gianyar. Kini keduanya berencana kembali memperkuat kerja sama tersebut yang difokuskan pada penelitian perilaku sosial budaya masyarakat Gianyar karena dampak globalisasi dan komersialisasi pariwisata.

“Semoga kerja sama ini bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi Kabupaten Gianyar dan UGM,”harap Anak Agung Gde Barata.

Paripurna mengatakan UGM memiliki komitmen dalam upaya menjaga kelestarian dan kelangsungan masyarakat Bali. Oleh sebab itu dalam waktu dekat akan segera diterjunkan tim yang terdiri dari pakar-pakar UGM dari berbagai bidang terkait untuk berkolaborasi dengan pemda Bali dalam pelaksanaan riset.

“Riset akan dimulai bulan Februari mendatang dan kami akan segera siapkan tim yang komperehensif dari berbagai bidang seperti hukum adat, antroplogi, arkeologi, sosiologi, psikologi, sejarah, dan lainnya,” paparnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Seleksi Penulis Emerging Indonesia Ubud Writers & Readers Festival 2018 Telah Dibuka!

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Yayasan Mudra Swari Saraswati, lembaga nirlaba yang menaungi Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), dengan bangga mengumumkan bahwa Seleksi Penulis Emerging Indonesia untuk UWRF 2018 kembali dibuka. Seleksi ini adalah sebuah program Festival yang diadakan untuk menemukan calon-calon bintang sastra Indonesia.

Dari seleksi ini, UWRF akan memilih 15 Penulis Emerging Indonesia yang kehadiran serta partisipasinya di Festival akan didanai sepenuhnya oleh UWRF. Pemilihan akan didasari pada sejumlah kriteria, termasuk kualitas karya, prestasi, dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi sendiri akan dilakukan oleh tim UWRF dan Dewan Kurator yang beranggotakan penulis-penulis senior Indonesia. Nama-nama anggota Dewan Kurator akan dirahasiakan hingga pengumuman pemenang.

Seleksi yang ditujukan khusus untuk penulis berkewarganegaraan ini memiliki syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  • Penulis adalah warga negara Indonesia.
  • Tidak ada batasan umur untuk mengikuti seleksi ini.
  • Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa (cerpen, novel atau novelet), naskah drama maupun karya non-fiksi.
  • Karya dapat berupa buku dan kumpulan naskah yang belum ataupun sudah pernah diterbitkan di media massa.
  • Penulis yang sudah menerbitkan buku dapat mengirimkan beberapa buku karyanya.
  • Bagi penulis yang belum menerbitkan buku dapat mengirimkan 30 karya puisi terbaik atau 8 karya cerpen terbaik, atau 5 karya essai, atau 3 naskah drama.
  • Koresponden dan pengumuman seleksi akan dilakukan melalui email.
  • Penulis yang mengikuti seleksi wajib mengisi formulir online di www.ubudwritersfestival.com.

Batas akhir untuk pengiriman karya jatuh pada tanggal 28 Februari 2018. 15 pemenang terpilih akan diumumkan pada akhir bulan Mei 2018.

15 penulis yang terpilih akan diterbangkan dari kota asal masing-masing ke Ubud, Bali untuk mengikuti UWRF 2018 pada tanggal 24-28 Oktober 2018 sebagai pembicara dan berpartisipasi dalam kegiatan festival yang meliputi; panel diskusi, pembacaan karya, workshop, peluncuran buku, pementasan, serta beberapa acara Satellite yang diadakan di beberapa kota di Indonesia. Karya-karya terpilih mereka juga akan diterbitkan dalam buku bilingual Antologi 2018 dan diluncurkan di UWRF 2018. Seluruh biaya penerbangan dan akomodasi pemenang selama di Ubud akan ditanggung oleh Emerging Writers Patron, yaitu program pendanaan khusus bagi para pemenang terpilih.

Sejak diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 2008, Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini sukses memperkenalkan penulis-penulis Indonesia ke dalam kancah internasional. Beberapa alumni Seleksi Penulis Emerging Indonesia adalah Aan Mansyur (2009), Kurnia Effendi (2010), Avianti Armand (2011), Sunlie Thomas Alexander (2012), Mario F. Lawi (2013), Faisal Oddang (2014), Norman Erik Pasaribu (2015), Rio Johan (2015), Ni Made Purnamasari (2016), Joseph Rio Haminoto (2016), dan Azri Zakkiyah (2016).

Emerging adalah istilah yang digunakan oleh UWRF untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai. Program Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini adalah bagian dari komitmen Yayasan Mudra Swari Saraswati untuk mendukung kehidupan masyarakat Indonesia melalui program-program seni dan budaya. Selain itu, tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menemukan bakat-bakat sastra dari pelosok nusantara Indonesia. (r/bpn)

Astra Motor Bali Ajak Komunitas Honda PCX 150 Reli Gembira Jelajah Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Untuk mengapresiasi para pecinta motor skutik premium Honda PCX150, Astra Motor Bali mengajak komunitas PCX untuk mengikuti Fun Rally (reli gembira) jelajah Kota Seni julukan Kabupaten Gianyar, sekaligus gathering (pertemuan) yang digelar, (25/11/2017).

Kegiatan yang bertemakan “Enjoy your PCX150” ini, diikuti 47 orang peserta dari 2 komunitas Honda PCX, yakni Dewata PCX Community (DPC), dan Honda PCX Club Indonesia. Para anggota komunitas ini memulai kegiatan dengan diawali breafing cara berkendara dengan aman dan sekaligus mengkampanyekan #Cari_Aman oleh tim safety riding Astra Motor Bali. Kemudian peserta bersiap berkumpul di halaman Astra Motor Cokroaminoto, untuk memulai kegiatan reli pukul 15.00 Wita menyusuri Gianyar.

Perjalanan mengambil rute jalan Gatot Subroto-jalan Nangka-jalan Patimura-jalan WR. Supratman-Batubulan-Celuk-Sukawati-Sakah-Batuan- Dharma Giri – jalan Raya Tulikup-By Pass IB Mantra, dan  menjelajah keliling Kota Gianyar, serta sekitarnya untuk menikmati kenyamanan berkendara menggunakan Honda PCX150 sesuai dengan tema yang diusung pada helatan ini.

Dalam perjalanan mengelilingi kota, para peserta touring singgah di Taman Kota Gianyar yang merupakan ikon Kabupaten Gianyar, dan melakukan aktivitas kebersamaan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antaranggota komunitas, serta mendokumentasikan momen tersebut dan reli berakhir di Wake Resto sekitar pukul 17.00 Wita. Dilanjutkan dengan games-games menarik untuk semakin meningkatkan kedekatan sesama peserta dan santap malam bersama sambil menikmati pemandangan pantai yang indah.

Safety Riding and Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, mengatakan, tidak hanya sebagai ajang silaturahi antar anggota, reli gembira ini menjadi saat yang tepat untuk lebih mendekatkan Honda PCX150 dengan masyarakat di Gianyar dengan cara reli melewati ruas jalan favorit yang ada di kabupaten ini.

Honda PCX menjadi motor skutik premium yang terus diminati masyarakat. Model ini dibekali dengan mesin canggih 150cc eSP (Enhance Smart Power) terintegrasi dengan ACG Starter yang mampu menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara dan menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS).

Dilengkapi dengan ragam fitur unggulan tercanggih di kelasnya, seperti penerapan sistem lighting LED di semua lampu, lampu Hazard yang pertama diterapkan di sepeda motor Indonesia. Sebagai motor skutik premium terbaik di kelasnya, Honda PCX dilengkapi dengan Answer Back System yang terintegrasi dengan remote control alarm anti pencurian yang mampu mendeteksi getaran, dan gerakan pada saat alarm diaktifkan serta mempermudah mencari posisi motor saat diparkir.

Untuk  menunjang kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan di konsol box sisi depan, dan sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 caliper yang memberikan kestabilan saat pengereman. (ngr/bpn)

Ubud Writers & Readers Festival Kembali Berhasil Mempersatukan Pencinta Sastra dan Seni dari Seluruh Dunia pada Bulan Oktober Lalu

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival sekali lagi dengan sukses menjadi kancah pertukaran ide, inspirasi, dan pembelajaran antara penulis dan pembaca dari Indonesia dan negara-negara lainnya pada tanggal 25-29 Oktober lalu. Mengusung tema Origins atau Asal Muasal dalam bahasa Indonesia, selama lima hari tersebut UWRF diisi oleh ratusan program yang disusun berdasarkan tema tersebut. UWRF pada tahun 2017 ini membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia untuk tampil di atas satu panggung dan berkolaborasi atas nama sastra dan seni.

Nama-nama besar dunia sastra nasional maupun internasional seperti NH. Dini, Sutardji Calzoum Bachri, Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, Joko Pinurbo, Intan Paramaditha, Trinity, Jung Chang, Ian Rankin, Simon Winchester, Madeleine Thien, Han Yujoo, dan masih banyak lagi, tampil berdampingan dengan seniman, desainer, sutradara, penari, musisi, dan aktor seperti Pierre Coffin, Djenar Maesa Ayu, Chicco Jericho, Voice of Baceprot, Kan Lumé, Lulu Lutfi Labibi, dan Sakdiyah Ma’ruf.

UWRF juga dengan bangga mempersembahkan sebuah penghargaan Lifetime Achievement Award kepada legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, pada malam Gala Opening (25/10/2017) di Puri Saren Ubud. Yang juga menjadi highlight dari UWRF 2017 adalah hadirnya 16 penulis emerging yang dipilih dari Seleksi Penulis Emerging Indonesia yang datang dari beberapa tempat di seluruh pelosok Indonesia, untuk tampil dalam sesi-sesi diskusi bersama pembicara-pembicara terkenal dunia dan meluncurkan buku Antologi 2017.

72 acara sesi diskusi atau Main Program yang diadakan di tiga venue utama UWRF, yaitu NEKA Museum, Indus Restaurant, dan Taman Baca selalu ramai dihadiri pengunjung yang ingin mendengar diskusi-diskusi mendalam seperti di sesi Beyond the Front Page yang menghadirkan jurnalis-jurnalis top Asia untuk mendiskusikan isu-isu global terkini. Di sesi Moving Images bersama beberapa pembuat film, penggalian kisah di balik layar dimulai dengan bahasan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Serta masih banyak lagi sesi menginspirasi lainnya.

Setiap harinya para pencinta sastra dan seni tersebut terus memenuhi lokasi-lokasi tempat diselenggarakannya 200 program UWRF yang terdiri dari sesi-sesi diskusi, workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, dan program pengembangan karir Emerging Voices yang tersebar di beberapa tempat di Ubud. Tak ada satupun dari mereka yang terlihat mengkhawatirkan status Gunung Agung yang sedang Awas. Festival tetap berjalan lancar dan berhasil mengundang 25,000 lebih pengunjung, banyak dari mereka adalah turis yang untuk pertama kalinya mengunjungi Bali.

Dari data yang dikumpulkan tim UWRF, saat penyelenggaraan festival, termasuk kehadiran penulis mancanegara dan pencinta sastra dalam dan luar negeri, telah berkontribusi senilai IDR10,350,000,000 yang dikeluarkan oleh para pengunjung selama enam hari untuk biaya akomodasi di banyak penginapan, transportasi, restauran, spa, yoga, souvenir, museum, galeri, dan acara budaya di sekitar Ubud dan Bali. Ini adalah sebuah kontribusi dalam menggerakan ekonomi lokal, terutama di bidang pariwisata.

Jumlah tersebut tentunya sangat membanggakan dan sesuai dengan misi organisasi nirlaba yang menaungi UWRF, Yayasan Mudra Swari Saraswati, yaitu untuk memperkaya kehidupan masyarakat lokal melalui program-program seni dan budaya. Dari data tersebut juga tercatat bahwa 96% pengunjung yang hadir akan datang kembali untuk UWRF 2018.

Di acara penggalangan dana yang digelar di Museum Blanco pada tanggal 26 Oktober lalu, berhasil terkumpul dana sebesar IDR15,000,000, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Kopernik, sebuah organisasi nirlaba di Ubud, yang akan diteruskan kepada masyarakat di daerah-daerah sekitar Gunung Agung yang terkena dampak aktifitas vulkanik. Malam penggalangan dana ini menghadirkan grup Papermoon Puppet Theater dan grup tari yang diketuai oleh Eko Supriyanto, koreografer asal Indonesia yang berkiprah di panggung internasional. Setiap pengunjung yang hadir dikenakan biaya sebesar IDR100,000 sebagai bentuk donasi.

“Kendati persiapan UWRF dibayangi oleh ketakutan akan aktifitas vulkanik Gunung Agung, kami tetap bertekad untuk terus mendukung masyarakat Bali, yang mana adalah asal muasal terselenggaranya festival ini sendiri,” ujar Janet DeNeefe. “UWRF lahir sebagai bentuk pemulihan dari sebuah tragedi, dan UWRF tahun ini adalah bukti bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, UWRF terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahunnya.”

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penulis dan pembaca yang telah membantu keberhasilan UWRF tahun ini, baik di komunitas sastra dan seni maupun industri pariwisata Pulau Bali. Dari data yang tercatat tahun ini, hampir semua pengunjung ingin kembali lagi tahun depan dan kami juga sudah tidak sabar untuk kembali membawakan sebuah perhelatan sastra dan seni yang selalu ditunggu-tunggu ini pada tahun 2018.” ujar Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe.

Ubud Writers & Readers Festival dijadwalkan untuk kembali lagi di tahun 2018 pada tanggal 24 hingga 28 Oktober. Tema UWRF 2017 akan diumumkan di www.ubudwritersfestival.com pada awal tahun depan. (r/bp)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Astra Motor Gianyar Berikan Plang Rambu Hati-hati dan Rompi di Karya Ngusaba Kasa Desa Bukian

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Desa Pakraman Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, beberapa waktu lalu, mengadakan karya ngusaba kasa. Terkait dengan karya tersebut, Astra Motor Gianyar memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati, dan rompi untuk pecalang saat karya berlangsung.

Pemberian plang rambu hati-hati itu, sebagai bentuk kedekatan dengan konsumen khususnya umat Hindu yang sedang menjalankan upacara agama. “Kami memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati itu, supaya umat Hindu yang melaksanakan upacara agama lebih aman dan nyaman,” kata SO Head Astra Motor Gianyar, Kadek Mahadi.

Dikatakan Mahadi, kegiatan CSR yang diberikan saat karya di Desa Pakraman Bukian merupakan kegiatan sosial CSR Honda untuk Bali. Selain plang rambu hati-hati juga diberikan rompi kepada pecalang. “Kami harapkan dengan bantuan rompi ini, pecalang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjaga rangkaian upacara keagamaan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Desa Bukian, Payangan, Gianyar memberikan sesuatu yang tidak akan dilupakan bagi wisatawan yang mengunjunginya. Desa yang terletak di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini, merupakan desa yang hijau dan jauh dari hiruk pikuk kota. Sawah yang membentang luas, dan tanah yang subur akan menyambut pengunjung ketika datang ke desa ini. Begitu pula dengan keramahan penduduk yang senantiasa menyapa wisatawan yang berkunjung ke Desa Bukian.

Sawah nan luas menjadikan pertanian dan perkebunan menjadi sektor unggulan di desa ini. Selain bercocok tanam, warga Desa Bukian juga memiliki mata pencaharian dalam peternakan, seperti beternak babi, sapi, ayam dan itik. Beberapa masyarakat juga mendulang rezeki menjadi pekerja bangunan, buruh, serta dalam bidang kerajinan tangan dan pariwisata.

Desa Bukian menawarkan pengalaman untuk menjalani hidup sebagai orang Bali dengan lingkungan pedesaan yang asri. Wisatawan akan merasakan hidup yang sama sekali berbeda dari tempat tinggalnya selama ini. Wisatawan akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga, menanam padi dan membajak sawah bersama petani, memberi makan ternak, menyaksikan bahkan berpatisipasi langsung dalam ritual adat Hindu Bali dan lainnya. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

NH. Dini Menerima Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers & Readers Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Pada hari Rabu (25/10/17) malam, bertempat di Puri Saren Ubud, Ubud Writers & Readers Festival 2017 resmi dimulai untuk yang ke-14 kalinya. Salah satu perayaan sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara ini membawa 160 lebih pembicara yang datang dari 30 lebih negara di seluruh dunia untuk berkumpul di pusat seni dan budaya Pulau Bali, Ubud.

Malam Gala Opening dibuka oleh tarian Sekar Jagat,  sebuah  tarian  selamat  datang tradisional Bali yang diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem  di  tahun  1993.  Tarian yang ditarikan oleh tujuh perempuan muda ini membuat para tamu undangan – yang kebanyakan datang di Bali untuk pertama kalinya, terpesona  oleh  indahnya  liukan  serta kostum para penari. Para tamu undangan sendiri terdiri dari penulis, jurnalis, seniman, duta besar, perwakilan pemerintahan, media, serta hotel.

“Dengan semua yang telah terjadi satu bulan belakangan, berada di sini, malam ini, bersama Anda semua, adalah suatu kehormatan dan ini adalah sesuatu yang pantas dirayakan.” ujar Janet DeNeefe, Founder & Director UWRF, dalam pidatonya. Janet merujuk pada keadaan Pulau Bali saat ini yang tengah dirundung resah oleh aktivitas Gunung Agung yang masih dalam status Awas namun tidak menghentikan kedatangan para penikmat Festival dari seluruh dunia.

Puncak acara malam Gala Opening adalah saat legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, menerima penghargaan Lifetime Achievement Award. Sebuah penghargaan bergengsi dari UWRF bagi para tokoh sastra Indonesia yang telah berkiprah selama puluhan tahun dan sukses memajukan dunia sastra Indonesia. Penghargaan tersebut terakhir diberikan kepada Alm. Sitor Situmorang di tahun 2010.

Dini naik ke atas panggung ditemani oleh puteranya, Pierre Coffin, sutradara dan animator film box office Despicable Me dan Minions. Saat menerima penghargaan yang diberikan oleh Janet DeNeefe, NH. Dini berujar, “Saya sangat bahagia bisa mendapatkan penghargaan ini, karena sebelumnya penerima penghargaan ini adalah Alm. Sitor Situmorang, seorang senior yang saya hormati. Saya telah berkiprah di dunia sastra selama puluhan tahun dan merasa sangat terhormat saya masih diingat hingga saat ini.”.

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama NH DIni lahir di Semarang pada tanggal 29 Februari 1936. Beberapa karya NH Dini yang terkenal adalah Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), dan masih banyak lagi karya lainnya dalam bentuk kumpulan cerpen, novel, atau cerita kenangan. NH Dini juga disebut sebagai penulis feminis yang terus memperjuangkan kesetaraan jender. Terlepas dari apa pendapat orang lain, ia mengatakan bahwa ia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan jender yang sering kali merugikan kaum perempuan. Dalam karyanya yang berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), ia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya.

Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Banyak orang berpendapat bahwa ia menceritakan dirinya sendiri. Akan tetapi terlepas dari semua penilaian itu, karya NH Dini adalah karya yang banyak dikagumi, buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra. NH Dini pernah meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. Ia kini berusia 82 tahun dan tinggal di Ungaran, Jawa Tengah.

“Hadirnya NH. Dini, seorang legenda hidup dunia sastra Indonesia, di UWRF adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami. Tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal NH. Dini dan saya harap makin banyak juga pembaca internasional yang mengenal beliau, dan tahu betapa luar biasanya penulis-penulis Indonesia.” ucap Janet DeNeefe saat memberikan penghargaan tersebut di atas panggung Gala Opening.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa  160  lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan  tampil  di  atas  satu panggung. Mereka  semua  akan  bergiliran  tampil  di  72  sesi-sesi  diskusi  yang  menarik  tajuk dari tema UWRF tahun ini,  yaitu  Origins  atau  Asal  Muasal  dalam  bahasa  Indonesia.  Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi. Sesi-sesi panel diskusi berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu     juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program  pengembangan  karir  di  Emerging  Voices,  dan masih banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ratusan Bharamania Badung Beri Dukungan Bhayangkara FC U-19

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ratusan pendukung club sepakbola Bhayangkara FC dari kabupaten Badung yang menyebut dirinya Bharamania memadati Tribun Stadion Dipta Gianyar,Rabu (18/10/2017).

Mereka berkumpul di tribun guna mendukung Club kebanggaannya Bhayangkara FC U-19 yang berlaga melawan Borneo FC U-19 di Stadion Dipta yang satu satunya stadion kebanggaan masyarakat Bali itu.

Bharamania Badung bergabung dengan Bharamania lainnya menyatu dalam persaudaraan memberikan semangat dengan yel yelnya untuk memotivasi kesebelasan kebanggaan Korps Tribarata itu.

Tampak bergabung dengan Bharamania, Wakapolres Badung Kompol Supriadi Rahman,S.I.K ikut mengumandangkan yel yel dengan harapan Kesebelasan dengan kostum berwarna kuning akan memenangkan pertandingan.

Riuh tepuk tangan Bharamania disaat serangan demi serangan dilancarkan tim Kebanggaan Polri itu, hingga saat ini pertandingan masih berlangsung. Saat dikonfirmasi Kompol Supriadi Rahman,S.I.K  mengatakan “ kami memberikan dukungan penuh kepada kesebelasan kebanggan Polri itu, bergabung bersama dengan Bharamania lainnya dalam kebersamaan dan kekeluargaan pecinta sepakbola dengan harapan kesebelasan kebanggaan kami mampu mencetak gol demi gol,” ungkap Kompol Supriadi yang hobby berolahraga itu. (guz/humas-poles.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dari Sastra Hingga Feminisme dan Politik di Ubud Writers & Readers Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang akan segera hadir dalam waktu lima minggu lagi, tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh para pencinta sastra dan penggemar seni. Mengusung tema ‘Origins’ atau ‘Asal Muasal’ dalam bahasa Indonesia, yang ditarik dari sebuah filosofi Hindu kuno mengenai sebuah lingkaran kehidupan, Sangkan Paraning Dumadi, jajaran Main Program di tahun ke-14 UWRF ini pun akan berisikan diskusi-diskusi mendalam mengenai tema tersebut, bersama nama-nama terbesar sastra dan seni di Indonesia dan negara-negara    lainnya.

Satu yang spesial di UWRF 2017 dan yang menjadi bukti bahwa UWRF adalah salah satu perayaan terbesar bukan hanya untuk sastra, tapi juga seni dan kreatifitas, adalah dengan hadirnya Pierre Coffin, sang Sutradara, Animator, dan Pengisi Suara di balik seri Despicable Me dan Minions yang sudah mendunia. Pria keturunan Indonesia-Perancis ini akan tampil di salah satu Main Program pada tanggal 29 Oktober untuk membawa kita ke balik layar karirnya di industri perfilman dunia.

Pada bulan Oktober mendatang, UWRF dengan bangga akan menghadirkan dua nama terbesar dunia sastra Indonesia, yaitu Nh. Dini dan Sutardji Calzoum Bachri. Di tanggal 26 Oktober, Nh. Dini, sang legenda hidup penulisan feminisme Indonesia, akan duduk bersama Leila S. Chudori untuk mengisahkan perjalanan hidup serta karirnya yang luar biasa. Sedangkan Sutardji Calzoum Bachri akan hadir di tanggal 27 Oktober bersama Debra Yatim untuk mengupas sajak-sajaknya dan permainan kata- kata yang penuh sihir, yang menjadikannya dijuluki ‘Presiden Penyair    Indonesia’.

Penulis dan Jurnalis kawakan Indonesia, Seno Gumira Ajidarma akan hadir di sesi     The Last Taboo? yang akan mengkaji kelas sosial masyarakat yang masih menjadi   topik tabu di era Indonesia modern, bersama Paul McVeigh, Penulis pemenang penghargaan asal Irlandia. Beberapa Pegiat dan Advokat ternama seperti Marina Mahathir dan Robert Dessaix juga akan berdiskusi mengenai kepercayaan dan fundamentalisme di sesi A Question of Faith. Komedian tunggal Sakdiyah Ma’ruf, Desainer Niluh Djelantik, Penyair Joko Pinurbo, sosok pemerintahan I Gde Pitana,   dan Jurnalis kawakan Andreas Harsono akan duduk di dalam satu panel dan berbagi harapan untuk Republik Indonesia di sesi Tanah   Airku.

Mengedepankan isu-isu feminisme, akan hadir para Penulis dan Pegiat feminisme seperti Oka Rusmini dan Cokorda Sawitri untuk mengkaji peran wanita di antara masyarakat patriarki di sesi Breaking Boundaries. Panel Main Program China’s  Women akan menghadirkan Penulis terkenal dunia, Jung Chang dan Lijia Zhang,    yang akan mendiskusikan kehidupan wanita di tanah Tionghoa, tanah air kedua penulis tersebut. Sedangkan Marina Mahathir akan tampil di sesi diskusi one-on-one Telling It Straight bersama Jurnalis Michael Vatikiotis untuk menuturkan sepak terjangnya dalam memperjuangkan isu wanita dan kaum minoritas di  Malaysia.

Penulisan mengenai perjalanan atau travel writing akan dibahas di sesi Postcards from the Page bersama Trinity the Naked Traveler, Editor DestinAsian Indonesia Cristian Rahadiansyah, Brigid Delaney Penulis dan Jurnalis The Guardian Australia, dan Joanna Savill Penulis kuliner dunia, akan membahas penulisan perjalanan yang dapat mengilhami para pembacanya untuk berpetualang. Begitu juga dengan sesi Questions of Travel yang menghadirkan Penulis Nigel Barley dan Jan Mantjika, Brigid Delaney, dan Tom Owen Edmunds, Pelestari alam dan Fotografer asal Britania raya, akan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat kita sedang  berada dalam perjalanan.

Tidak ketinggalan tentunya UWRF akan menggelar diskusi-diskusi seputar sastra dan jurnalisme. Membahas mulai dari populernya penulisan puisi di kalangan anak muda di sesi Poetic Calling, cerita-cerita para Penulis dari bagian Timur Indonesia di sesi Eastern Winds of Change, hingga apa yang ada untuk masa depan para Penulis Indonesia di sesi The Next Chapter of Indonesian Literature. Di panel diskusi Half a Century of ASEAN, beberapa Penulis ternama Asia Tenggara seperti Intan Paramadhita dan Leila S. Chudori dari Indonesia, Jhoanna Lynn B. Cruz dari Filipina, Marc Nair dari Singapura, Bernice Chauly dari Malaysia akan membagikan perspektif mereka mengenai kehidupan sastra di Asia Tenggara.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan tampil di  atas satu panggung. Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi dalam 72 sesi-sesi panel diskusi yang akan berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program pengembangan karir di Emerging Voices, dan masih   banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :