SMA Dharma Praja Kini Plus Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Dharma Praja, hingga hari kedua, Selasa (10/4/2018) lalu yang mengujikan mata pelajaran matematika berjalan tertib dan lancar. Sekolah ini telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri di sekolah.

UNBK diikuti sebanyak 169 siswa kelas XII, masing-masing 89 siswa program IPS dan 80 siswa program IPA. Untuk keperluan UNBK pihak sekolah menyedikan 60 unit komputer di dua ruangan dengan tiga sesi.

Kepala SMA Dharma Praja, I Gede Bagus Arsawikanta, S.Pd., bangga dengan kemandirian siswa kelas XII mengerjakan UNBK. Ia menegaskan bahwa sekolahnya mengedepankan pelaksanaan UNBK yang jujur dan berintegritas. Siswanya sejak awal dibudayakan tidak menyontek apalagi berbuat tidak jujur.

Siswa yang nantinya memperoleh nilai UN tertinggi juga disiapkan penghargaan. Apalagi bisa mencapai nilai tertinggi di Denpasar, bahkan Bali. Sekolah ini juga memiliki tradisi memberikan penghargaan Daprasma Award kepada siswa berprestasi.

Ditengah kesibukan melaksanakan USBN dan UNBK, siswa SMA Dharma Praja juga banyak mengukir prestasi. Di antaranya, juara I tenis meja kategori tunggal putri pada Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali Kapolda Cup 2018 yang diraih Kadek Ayu Puspawati. Selain itu juara II LKTI tingkat SMA/SMK se-Bali yang diraih Angie Putri Camellia dan AA Gede Krisna Murti.

Sekolah ini memang dikenal menyiapkan lulusannya untuk terjun ke dunia kerja lewat penguatan life skill pariwisata. Makanya, mulai tahun ini SMA Dharma Praja menjadi sekolah plus pariwisata. Siswa mendapatkan keterampilan tambahan pariwisata dua jam/minggu.

Di samping life skill pariwisata, siswa juga mendapatkan life skill lain, seperti melukis, seni tari, merangkai janur, komputer, bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Siswa SMA Dharma Praja juga mendapat kesempatan training di lingkungan Pemkab Badung. Soal fasilitas, sekolah ini didukung elektronic learning dengan VCD, LCD dan internet yang memadai dan tersedia 23 cabang ekstrakurikuler.

Tahun ajaran baru ini, SMA Dharma Praja menerima enam kelas siswa baru. Calon siswa alumni SMP Dharma Praja diberi keringanan tidak membayar yang pemeliharaan gedung. Calon siswa berprestasi di akademis maupun seni dan olahraga, gratis mulai sekolah sampai tamat. Siswa kurang mampu selain dicarikan beasiswa dari Disdik Bali, juga disiapkan beasiswa dari Albany Senior High School, Australia Barat. (tis/bpn)

Ontelis Terbesar Sedunia Bertemu dan Siap Berkeliling di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kota Denpasar kembali akan menjadi tempat hajatan bertaraf  Internasional. Kali ini Kumpulan Sepeda Tua Terbesar Sedunia bersiap meramaikan konggres Interntional Veteran Cycle Association (IVCA) 2018.

Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 12-15 April 2018 mendatang yang terfokus di Grand Inna Bali Beach Denpasar. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan panitia IVCA bersama awak media cetak dan elektronik, Rabu (11/4/2018) di Warung Bendega Denpasar.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Joko R. Prihartono, Ketua Panitia IVCA 2018 Bambang Waluyojati, Ketua SAMAS Denpasar, Hendradata dan dari Pemkot Denpasar yang dihadiri Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Bagian Humas Setda Kota Denpasar I Wayan Hendaryana. Sebelumnya rangakain acara IVCA 2018 dibuka kirab estafet trofi IVCA oleh 10 peserta inti dan ratusan penggemar sepeda tua anggota KOSTI. Kirab ini mengambil start di Pantai Anyer, Banten pada 24 Maret 2018 lalu menuju finihs di Pantai Matahari Terbit Sanur. Peserta menempuh jarak kurang lebih 1.500 km dan sampai di Kota Denpasar pada tanggal 10 April 2018. “Pemkot Denpasar sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan IVCA yang dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan di Kota Denpasar,” ujar Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi I Wayan Hendaryana.

Lebih lanjut dikatakan Plt. Walikota Denpasar I GN Jaya Negara juga memberikan apresiasi dan berharap ivent ini dapat memberikan peningkatan promosi pariwisata Kota Denpasar. Diharapkan para peserta IVCA dapat menikmati keindahan pantai, pasar, dan kawasan puri sebagai ikon pariwisata Kota Denpasar. Tak lupa juga menurut Hendaryana, pimpinan Pemkot Denpasar berharap para peserta turut serta dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan kebersihan lingkungan selama pelaksanaan konggres. Disamping itu Pemkot Denpasar juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia IVCA dan komunitas sepeda tua yang telah mempercayai Kota Denpasar sebagai tempat pelaksanaan konggres.

Ketua Umum KOSTI Joko R. Prihartono mengatakan IVCA 2018 menjadi ajang berkumpulnya penggemar sepeda tua dari seluruh dunia. Kurang lebih 10 ribu peserta akan meramaikan kegiatan konggres di Denpasar yang juga akan memecahkan rekor Guinness Book of Record dalam kategori Parade Sepeda Kalsik Terbesar di Seluruh Dunia. “Kami ingin melestarikan budaya Indonesia melalui sepeda tua, dan menjadi kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan budaya Indonesia karena merupakan cermin kekayaan budaya kita,” ujarnya.

Semenatar Ketua Panitia IVCA 2018 Bambang Waluyojati mengatakan adapun rangkaian acara IVCA di Bali khusunya di Kota Denpasar meliputi cultural ride sejauh 20 km. Disamping itu kegiatan lingkungan akan diisi dengan penanaman pohon manggrove di kawasan Pantai Serangan, dilanjutkan dengan Vintage Bicycle Village dengan tema “Kampoeng Jadoel” serta fun raceberbagai kategori. Pada puncak acara peserta akan melakukan parade sepeda internasional berkeliling Denpasar sejauh 25 km dengan pakaian khas negara masing-masing dalam semangat keberagaman. Sedangkan peserta dari Indoensia akan mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah.

Lebih lanjut dikatakan terpilihnya Indonesia khususnya Bali sebagai tuan rumah IVCA 2018 merupakan suatu kebanggan karena Indonesia merupakan negara pertama di Asia yang menjadi tuan rumah sejak konggres IVCA pertama kali di Grantham, Inggris pada Tahun 1981. Indonesia juga merupakan negara yang memiliki penggemar sepeda tua terbanyak di seluruh dunia. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Denpasar yang telah mendukung acara IVCA dan memberikan ruang yang luas dalam kegiatan ini,” ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)

MPP Kota Denpasar Akan Dilengkapi Layanan Tilang

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dua bulan setelah di luncurkan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan layanan baik dari segi kualitas dan kuantitas. Direncanakan, Layanan Tindak Langsung (Tilang) yang berada di bawah naungan Kejaksaan Negeri Denpasar turut akan melengkapi MPP Kota Denpasar di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Hal ini terungkap saat Kepala Kejari Denpasar, Sila H. Pulungan saat beraudiensi dengan Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara di Kantor Walokota Denpasar beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejari Denpasar, Sila H. Pulungan mengatakan bahwa dalam upaya memberikan kemudahan serta memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, dipandang perlu untuk berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar yang terlah memiliki Mal Pelayanan Publik. Sehingga masyarakat tidak perlu kesana kemari untuk menyelesaikan kewajiban termasuk saat terkena Tilang. Nantinya, masyarakat yang terkena Tilang dapat langsung membayar denda di MPP berikut barang buktinya.

“Kita (Kejari Denpasar) menilai ini baik untuk masyarakat jika layanan Tilang turut melengkapi MPP Kota Denpasar, sehingga pelayanan menjadi lebih mudah dan tidak kesana-kemari,” ungkapnya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara menyambut baik adanya keinginan Kejari Denpasar untuk membuka pelayanan Tilang di MPP Kota Denpasar. Selain dapat melengkapi Pelayanan Publik, adanya Pelayanan Tilang turut memudahkan masyarakat yang hanya perlu dating ke satu gedung untuk berbagai urusan.

“Kita di Pemkot Denpasar menyambut baik kerjasama ini, nanti segera akan kita realisasikan dengan pembuatan MoU untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Rai Iswara.

Dalam kesempatan tersebut, kepala Kejari Denpasar, Sila H. Pulungan didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Made Toya, Kepala Dinas Kominfo, Dewa Made Agung, Kadis DPMPTSP, Made Kusumadiputra dan Kabag Hukum Setda Kota Denpasar, Gde Kagung Putra langsung melaksanakan peninjauan lokasi dan ruangan di Gedung Graha Sewaka Dharma yang sedianya akan menjadi  tempat pelayanan Tilang. (ags/humas-dps/bpn)

Sat Pol PP Denpasar Kembali Tipiringkan 29 Pelanggar Perda

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah  (Perda) sebagai upaya menciptakan keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat, Pemkot Denpasar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar kembali menggelar Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi pelanggar Perda di Kota Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Camat Denpasar Utara, Senin (9/4/2018) ini turut menjatuhkan sanksi bagi 29 pelanggar Perda di Kota Denpasar.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga saat diwawancarai usai pelaksanaan Tipiring mengatakan bahwa adapun Sidang Tipiring kali ini merupakan bentuk penegakan bagi pelanggar Perda No. 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum  dan perda No 2 tahun 2015 tentang pedagang kaki lima serta perda No 7 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok. “Hal ini untuk memberikan efek jera bagi pelanggar Perda, maka harus dilakukan Sidang Tipiring agar tidak mengulangi lagi perbuatanya,” ungkap Sayoga.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, kegiatan ini juga sebagai ajang sosialisasi  Perda, sehingga masyarakat ikut peduli dan ikut bertanggungjawab atas kelangsungan pembangunan di Kota Denpasar.  Khususnya dalam menciptakan suasan yang aman, nyaman dan tertib menuju masyarakat Denpasar yang bahagia.

“Tidak hanya itu Sidang Tipiring ini bukan semata-mata mencari kesalahan dan bukan untuk menghukum masyarakat. Tetapi  mengajak masyarakat untuk menegakkan aturan karena ini merupakan salah satu bagian dari revolusi mental,” pungkasnya.

Adapun Sidang Tipiring yang dipimpin oleh Hakim PN Denpasar IGN Putra Atmaja didampingi Panitera I Putu Darmana dan Jaksa Yudhi Purwanta menjatuhkan hukuman denda kepada 29 orang pelanggar yang terdiri atas 23 orang pelanggar Kawasan Tanpa Rokok (KTR), 5 orang pelanggar Administrasi Kependudukan, dan 1 orang pelanggaran Pedagang Kaki lima. Keseluruhan pelanggar tersebut diganjar denda bervariasi sesuai dengan jenis pelanggaran yakni mulai dari kisaran Rp. 100 ribu hingga Rp. 300 ribu dengan tambahan biaya perkara sebesar Rp. 2 ribu rupiah. (ags/humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Raih Juara I Stand Terbaik Dalam Pameran Manado Indo EXPO 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menampilkan konsep pameran dengan menonjolkan budaya lokal Bali menjadikan Stand Pemkot Denpasar memiliki keunggulan tersendiri. Hal ini membuat Pemerintah Kota Denpasar meraih juara I stand terbaik dalam ajang Pameran Manado Expo Indo 2018 yang diikuti pada tanggal 5-8 April kemarin di Manado Town Square 3 Kota Manado.

Plt. Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat diwawancarai Senin (9/4/2018) di Denpasar mengatakan bahwa tujuan dari keikutsertaan Kota Denpasar pada ajang Manado Indo Expo 2018 ini adalah untuk mempromosikan potensi Kota Denpasar dari segi pariwisata, industri, perdagangan, koperasi dan UMK, serta investasi. Tidak hanya itu, kegiatan ini untuk dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik dari Kota Manado serta mendorong masuk dan meningkatkan investasi ke daerah serta menyediakan forum komunikasi guna memperkuat kerjasama regional daerah Indonesia.

“Dengan meraih Juara I saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalanya kegiatan ini, besar harapan pameran ini  dapat berlanjut ke depannya sehingga selain dapat meningkatkan geliat investasi di berbagai sektor potensial di Kota Denpasar seperti pariwisata, perdagangan dan industri kreatif. Juga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan meningkatkan kesejahtraan  masyarakat Kota Denpasar pada umumnya,” harapnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar, Ir. I Made Kusuma Diputra di dampingi  Sekretais DPMPTSP Kota Denpasar I Gst Ngr Mandala Putra mengatakan, juara ini diraiih dikarenakan diikuti secara  bersama (terintegrasi) dengan melibatkan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dinas Kominfo Kota Denpasar dan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Denpasar dengan melibatkan peran serta UKM binaan Dekranasda, ASBEST (asosiasi bordir, endek dan songket kota denpasar) dan IWAPI Kota Denpasar .

Ketua Panitia Penyelenggara Manado Indo Expo dari PT.Prima Karya Mandiri Sejahtra Siswono membenarkan Pemerintah Kota Denpasar sangat pantas meraih juara I, karena pameran yang diikuti dengan terintegrasi. Pemkot meraih juara satu karena stand pamerannya masuk kriteria penilaian yakni design stand terbaik, baik itu dilihat dari segi eksterior maupun interior (ada tampilan ukiran Bali sebagai ciri khas budaya lokal) selain ituada nuansa endek yang ditampilkan yang mencirikan tenun ikat Bali, selain juga ada sanda serta asesoris Bali lainya yang ditampilkan. Materi pameran sesuai dengan tema yaitu TTI&UMKM (tourism,trade,investment dan UMKM). Serta product knowledge, performance dan ketrampilan dari petugas stand pameran dalam menjelaskan materi pameran. “Bahkan produk yang di pameran dalam Manado Indo Expo 2018 sangat bagus  dan berbeda dengan daerah lainnya,” ujarnya.

Selain itu UMK Kota Denpasar sangat antusias dengan pameran terpadu ini dan bervariasi menampilkan produk unggulan serta berkualitas. Yang terpenting adanya interaksi sehingga ada pertambhan relasi.

Ia menambahkan dalam pameran ini Pemkot Denpasar juga mempromosikan potensi investasi unggulan dan objek pariwisata yang ada di Kota Denpasar. “Semoga dengan meraih juara ini Pemkot Denpasar dapat mempertahakan produk unggulannya dan bisa mengembangkan lagi hasil-hasil produk lokal genius yang dimiliki,” harapnya. (ayu/humas-dps/bpn)

Pentingnya Komunikasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Melatih berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain sangat penting untuk dilakukan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Karena ini berguna bagi perkembangan anak, agar terbiasa berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Demikian dijelaskan oleh Siti Nursany, A.Md.,SKM saat tampil sebagai narasumber di acara parenting “Komunikasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus’’ yang digelar Disdikpora Kota Denpasar dan Pusat Layanan Autis Kota Denpasar serangkaian Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia tahun 2018 di Ruang Sewaka Mahottama Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar, Sabtu (7/4/2018) kemarin.

Nursany mengungkapkan, komunikasi yang tidak baik pada ABK dapat menimbulkan masalah. Karena berdasarkan pengalamannya banyak anak dengan ABK tersebut tidak dapat mengungkapkan apa yang dinginkannya karena keterbatasan bahasa. Sehingga sang anak pun menangis dan marah. “Bayangkan hal seperti itu bisa membuat anak frustasi, orang tua juga frustasi dan akhirnya nambah masalah,” tuturnya.

Pembicara lainnya, Luh Pande Ary Susilawati, S.Psi., M.Psi. Psikolog, menyampaikan bagaimana sikap orangtua dalam menangani ABK. Orangtua bisa menerima keadaan anak itu, sabar, dan dengan penuh kasih sayang, karena ABK itu berbeda dengan anak-anak yang lain.

“Anak autis itu super sensitif karena mereka tidak bisa dipaksa untuk berbicara, mereka akan merespon bicara jika itu menarik bagi mereka, jangan pernah membandingkan anak autis dengan anak yang normal dan jangan bilang tidak boleh, kata tidak boleh bisa diganti dengan kata tidak bagus,’’ katanya.

Ia menegaskan, anak autis itu bukan anak terbelakangan mental, tetapi makin ke depan anak autis bisa bersekolah di sekolah umum karena mereka memiliki IQ yang bagus. Dikatakan, ada empat sikap yang dikukuhkan dalam setiap komunikasi dengan ABK.

Pertama adalah banyaknya cinta dan perhatian. Kedua, membangun kepercayaan bahwa mereka mampu melangkah menuju tindakan otonom mereka sendiri. Ketiga, menguatkan penghargaan dalam setiap kemajuan yang mereka capai. Dan, keempat hendaknya komunikasi yang dibangun dengan mereka menonjolkan usaha kita untuk memahami pengalaman unik mereka.

‘’Dengan ke empat yang dikukuhkan dalam setiap komunikasi dengan ABK, maka akan dapat dibangun kepercayaan diri dari mereka sehingga dapat mendukung dinamika kehidupan mereka baik dalam melakukan adaptasi maupun aktualisasi secara mandiri,’’ ulasnya.

Parenting yang dibuka Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Drs. I Made Merta, M.Si., itu diikuti sebanyak 150 peserta. Terdiri dari pendidik dari pusat layanan ABK di PAUD, pendidik dari sekolah inklusif dan para orangtua anak didik di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar.

Made Merta menegaskan, komunikasi pada kelompok ABK memerlukan perlakukan khusus agar mereka mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif dengan segenap keterbatasan mereka. Karenanya, melalui kegiatan parenting ini dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan kepada para pendidik dan orangtua ABK dalam rangka menangani permasalahan komunikasi yang sering terjadi pada mereka yang memiliki hambatan perkembangan secara fisik maupun psikis dan pada ABK. (tis/bpn)

Denpasar Peringati Hari Austis Sedunia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Memperingati Hari Autis Sedunia, Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Denpasar menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua dan autis center. Mengangkat tema “We Are Same And Love Each Other”, kita sama kita saling mencintai, pada Minggu (8/4/2018) digelar jalan santai yang dilepas Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan di depan PLA Denpasar Jalan Mataram, Denpasar.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir istri Plt. Walikota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara bersama Ny. Kerti Rai Iswara berbaur bersama dengan anak – anak penyandang autis, orang tua murid, beserta pendidik/terapi, mengelilingi kawasan Car Free Day Lumintang dengan membentangkan spanduk yang betuliskan “We Are Same And Love Each Other” hingga finish kembali di PLA Denpasar.

Setelah mengikuti jalan santai acara dilanjutkan dengan berbagai lomba – lomba diantaranya lomba mewarnai, lomba memasang puzzle, lomba memasang kancing baju, lomba memindahkan bola, dan lomba memindahkan air ke dalam botol.

Kadisdikpora Wayan Gunawan berharap dengan diadakannnya lomba – lomba tersebut dapat memotivasi anak agar memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya. Selain itu harapan kita bersama dengan keberadaan PLA Denpasar yang dibangun pada tahun 2010 lalu mampu memberikan langkah-langkah terapi secara baik kepada anak-anak autis.

‘’Kepada orang tua dan seluruh masyarakat dapat memberikan motivasi kepada anak-anak autis untuk dapat menjalankan kehidupan sehari-hari secara mandiri,’’ ujar Gunawan.

Motivasi kepada orang tau dan anak-anak menjadi langkah yang baik untuk memberikan semangat yang berdampak pada kemandirian anak-anak autis, dengan harapan nantinya PLA Denpasar mampu melayani anak-anak autis secara baik.

Dalam peringatan Hari Autis Sedunia kali ini yang diisi dengan berbagai kegiatan dari seminar, berbagai perlombaan melibatakan anak-anak autis dan centre autis di Denpasar, hingga kegiatan jalan santai yang dapat mensosialisasikan keberadaan anak-anak autis kepada masyarakat. (tis/bpn)

BNNK Denpasar Obok-obok Rumah Kos di Renon

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar menggelar sidak narkoba ke kos-kosan wilayah Desa Pakraman Renon, Denpasar Selatan, Minggu (8/4/2018). Dari sidak yang dipimpin  Kasi Pemberantasan BNNK Denpasar, I Made Maha Atmaja, SH.,MH., ini ditemukan seorang penghuni kos yang hasil tes urinenya terindikasi positif mengandung narkoba.

Kepala BNNK Denpasar, AKBP I Wayan Gede Suwahyu, menuturkan pihaknya menyasar kawasan kos-kosan di Desa Pakraman Renon lantaran di sana banyak terdapat tempat kos yang penghuninya bekerja di tempat hiburan malam.Dalam sidak yang berlangsung pukul 04.00 Wita hingga 06.00 Wita ini tim sidak yang terdiri dari BNNK Denpasar, aparat Polsek Densel, pecalang dan linmas Desa Pakraman Renon menyisir rumah-rumah kos di seputaran Desa Pakraman Renon.

Dari hasil sidak yang juga disaksikan Camat Denpasar Selatan, Lurah Renon dan Bendesa Adat Renon, menemukan seorang penghuni kos berinisial KS yang hasil tes urinenya terindikasi positif mengandung narkotika jenis shabu dan ekstasi.

“Tidak ditemukan barang bukti narkoba. Dimana dia memakai, masih kami telusuri dan dalami lebih lanjut,” ungkap Gede Suwahyu.

Penghuni kos yang terindikasi memakai narkoba itu dipanggil ke kantor BNNK Denpasar untuk menjalani assesmen dan dilihat tingkat ketergantungannya. “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dukungan Desa Pakraman Renon dalam melaksanakan program P4GN. Desa Pakraman Renon sudah menjadikan kami (BNNK Denpasar) mitra dalam program pencegahan melalui penyuluhan maupun pemberantasan melalui sidak dialogis,” terang Suwahyu. (tis/bpn)

Aksi Nyata Ibu-Ibu PKK Kreatif dan Inovatif

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kelompok Tani Ibu-Ibu PKK Dusun Permata Anyar yang dikenal dengan nama Agro Pertiwi sudah ada sejak tahun 2017. Sebagai kelompok tani pertama di Ubung Kaja yang melibatkan ibu-ibu PKK, aktivitas kelompok tani ini menjadi sangat menarik. Plt Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat ditemui di Denpasar, Sabtu (7/4/2018) mengatakan bahwa semangat ibu-ibu PKK tersebut patut diapresiasi dan didukung agar kegiatan tersebut dapat berjalan berkelanjutan. “Kegiatan positif seperti itu harus didukung, apalagi aksi nyata serta manfaat kedepan sangatlah besar, kebutuhan rumah tangga seprti sayur-sayuran bisa ditanam sendiri pasti akan lebih sehat,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian selalu mendukung kegiatan positif semacam ini dengan mengalokasikan bantuan pupuk ataupun bibit.

Sementara itu, Kepala Desa Ubung Kaja  I Wayan Mirta menyatakan bahwa, ini adalah upaya untuk pemerdayaan masyarakat khususnya dalam bidang pertanian. “Di sini kami ingin mengajak masyarakat untuk bercocok tanam, jika dilakukan bersama-sama pasti akan sangat menyenangkan, seperti yang dilakukan ibu-ibu PKK kami,’’ ungkapnya.

Terkait dengan luas lahan yang dikelola saat ini mencapai 18 are yang ditanami sayur-sayuran seperti kangkung, pare, labu madu, bayam dan juga bawang. Hasil dari panen sementara ini masih dikonsumsi masyarakat desa sekitar, mengingat lahan yang dimiliki masih terbatas, sehingga panen yang dihasilkan juga belum cukup banyak.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kedepan ada rencana pengembangan lahan milik subak yang akan dikelola oleh Agro Pertiwi untuk lebih membuka ruang kawasan hijau dan menampilkan suasana alam yang alami. “Kendala kami sekarang adalah luas lahan yang kurang, maka lahan 63 hektar milik subak kami sepertinya menjadi solusi yang sangat baik,’’ ungkapnya.

Ni Kadek Sukesthi Nadha salah satu PKK yang aktif bercocok tanam merasa sangat senang melakoni kegiatan ini. “Saya senang dan sangat bersemangat apalagi ketika panen tiba, rasanya luar biasa senang karena dari awal kita tanam dan rawat dengan cinta kasih,’’ ungkapnya.

 Harapannya Kelompok Tani Agro Pertiwi dapat menginspirasi masyarakat lainnya, khususnya dalam bidang pertanian. “Semoga langkah ini mampu terus dilakukan, bukan hanya di sini tapi juga di wilayah lain, khususnya bagi anak-anak muda sehingga menjadi petani tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang kotor, tapi merupakan kegiatan yang menyenangkan,’’ ungkap Sukesthi. (dev/humas-dps/bpn)