Pramuka Wahana Penting Dalam Pembentukan Karakter Siswa

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ketua Kwartir Cabang Denpasar, I Gusti Lanang Jelantik, menilai gerakan pramuka adalah sebuah wahana penting untuk membentuk karakter siswa. Nilai-nilai yang diajarkan dalam pramuka juga sudah sesuai dengan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dilaksanakan pemerintah.

‘’Pramuka adalah wahana untuk membentuk karakter siswa, kalau pramukanya sudah terorganisir dengan baik, dijadikan tempat untuk membentuk kepribadian siswa berarti sudah jalan pendidikan karakter,’’ kata Lanang Jelantik, Senin (8/1/2018) kemarin.

Lanang Jelantik menambahkan bahwa pramuka secara eksplisit tercantum Peraturan Presiden tentang PPK. Oleh karena itu semua pihak yang terlibat dalam gerakan kepramukaan harus berupaya meningkatkan peranan pramuka sebagai motor pembentukan karakter.

‘’Utamanya adalah pada gugus depan yang ada di sekolah dasar. Gerakan pramuka merupakan gerakan pendidikan karena didalamnya anggota pramuka mendapat pengetahuan dan keterampilan. Di dalam pramuka, siswa bisa mengembangkan diri, belajar bersosialisasi, hingga mencintai alam,” kata Lanang Jelantik.

Dia menegaskan, agar pramuka berjalan baik, program kegiatannya harus disesuaikan dengan masalah kekinian. Pendidikan pramuka, kata Lanang Jelantik, juga berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal.

‘’Kepramukaan sarat dengan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter seperti disiplin, kejujuran, rasa tanggung jawab, tenggang rasa, kesetiakawanan dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini perlu ditransfer lewat esktrakurikuler pramuka yang berkelanjutan,’’ ujar mantan Kadisdikpora Kota Denpasar ini.

Lanang Jelantik juga menggugah para anggota pramuka untuk mencintai dan peduli lingkungan, khususnya perilaku hidup bersih. Perilaku hidup bersih ini, kata Lanang Jelantik, perlu ditananamkan kepada generasi  sekarang  untuk kesehatan generasi mendatang. Sebab, hidup tak bersih akan mendatangkan penyakit dan membentuk generasi tak sehat. (r/bpn)

Sekolah Gelisah, USBN SD Belum Jelas

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk delapan mata pelajaran (mapel) di jenjang Sekolah Dasar (SD) belum jelas. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) serta petunjuk teknis (juknis) yang mengaturnya juga belum keluar. Dengan masa persiapan yang mepet, pelaksanaan USBN di SD berpotensi masalah.

Ketua Provinsi PGRI Bali, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., mengungkapkan, belum ada kejelasan terbitnya Permendikbud maupun juknis USBN SD tersebut membuat sekolah gelisah. Pihaknya beberapa kali ditanya oleh guru-guru terkait belum diterbitkannya aturan yang mengatur pelaksanaan USBN SD tersebut.

‘’Sampai sekarang belum ada kejelasan tentang pelaksanaan USBN delapan mapel di SD itu. Kami khawatir jika nanti pelaksanaannya di daerah menjadi kacau,’’ ujar Aryasuda, Minggu (7/1/2018) kemarin.

Keberadaan petunjuk teknis atau aturan terkait pelaksanaan USBN SD yang lebih cepat diselesaikan dan didistribusikan, menurut Aryasudha, sangat berperan dalam proses kesiapan sekolah menyambut USBN. ‘’Untuk mengetahui aturan pelaksanaan USBN, sekolah harus menunggu datangnya juknis. Namun kenyataan sampai saat ini, aturan tersebut belum juga diterbitkan pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Aryasuda, jika nanti juknis USBN SD telah diterbitkan, harus segera disosialisasikan karena sekolah sampai sekarang masih buta dengan teknis penyelenggaraan USBN SD. Seharusnya, imbuh dia, juknis USBN SD bisa diterbitkan dan disosialisasikan jauh-jauh hari.

‘’Ini bertujuan agar persiapan siswa lebih matang. Kalau sampai sekarang sekolah tidak tahu teknis resmi pelaksanaan USBN SD, tentu bakal mempengaruhi psikologi para siswa menghadapi USBN,’’ ucapnya.

Ia menambahkan, pentingnya aturan atau juknis USBN SD bagi guru atau sekolah, di antaranya, bagi guru yang bertugas mengajar mapel yang di-USBN-kan, pemahaman terhadap jumlah soal dan tingkat kesulitannya akan memberikan arahan bagaimana memberikan dan melatih peserta didiknya agar dapat menjawab soal-soal sekualitas USBN.

Bagi guru yang bertugas sebagai panitia penyelenggara USBN tentunya berbagai kriteria penyelenggaraan yang terdapat dalam materi juknis USBN dapat dijadikan acuan standar. Seperti, bagaimana menentukan ruangan yang tepat dan memenuhi kriteria untuk dapat dijadikan ruang ujian, dan lain-lain. ‘’Selanjutnya, bagi guru yang akan bertugas sebagai pengawas ruangan, tentunya tata tertib pengawas ruang UN harus dipahami dengan baik dan benar agar proses pengawasan menjadi efisien dan efektif,’’ urainya. (r/bpn)

Pembangunan Tahap I Pasar Badung Tuntas

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pembangunan fisik Pasar Badung tahap I dengan anggaran Rp. 75.010.998.000 ini pengerjaanya dinyatakan tuntas 100 persen pada 21 Desember lalu. Sebelum dinyatakan selesai secara keseluruhan, Tim Pembangunan Pasar Badung Tahap I yang terdiri dari Asisten II Bidang Ekonomi, Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Denpasar, Konsutan Pengawas, Penyedia (PT. Nindya Karya) serta instansi terkait lainya telah melakukan pengecekan pada tanggal 15 Desember lalu.

Hasilnya menetapkan bahwa secara keseluruhan sesuai dengan kontrak bahwa volume pekerjaan pembangunan Pasar Badung Tahap I telah selesai 100 persen. Hal tersebut terungkap saat Konfresnsi Pers Tim Pembangunan Pasar Badung Tahap I di Denpasar, Senin (8/1/2018).

Ketua TP4D Kejaksaan Negeri Denpasar, Agus Sastrawan yang mewakili TP4D mengatakan bahwa secara keseluruhan dan volume pekerjaan pembangunan Tahap I Pasar Badung telah selesai 100 persen. Sehingga, hasil ini merupakan capaian positif yang dapat menjadi contoh baik bagi instansi di lingkungan Pemkot Denpasar maupun di luar Pemkot Denpasar.

“Kami turut memberikan apresiasi kepada seluruh tim Pembangunan Tahap I Pasar Badung atas kerja kerasnya sehingga serah terima proyek dapat dilakukan lebih cepat dengan tetap memperhatikan kualitas dari proyek tersebut,” paparnya

Dijelaskan lebih lanjut, dalam pembangunan tahap I Pasar Badung, TP4D Kejaksaan Negeri Denpasar menjadi salah satu mitra yang dilibatkan sejak awal. Yakni mulai dari perencanaan, pengawasan lelang, pengerjaan fisik bangunan, hingga serah terima dan selesai 100 persen. Dari awal hingga serah terima proyek, pihaknya mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan Pembangunan Tahap I Pasar Badung ini telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya,  Pembangunan Tahap I Pasar Badung pernah mengalami titik kesulutian seperti masih tersisanya bongkahan beton sisa pembongkaran dan adanya erupsi Gunung Agung yang menyebabkan terjadi kelangkaan material. Namun, pihak penyedia justru mampu menyelesaikan dalam waktu yang lebih cepat. “Kerja keras Tim ini patut kita apresiasi,” ungkapnya.

TP4D berharap capaian Tim Pembangunan Tahap I Pasar Badung yang turut bekerjasama dengan TP4D ini dapat menjadi contoh pelaksanaan pengawalan-pengawalan pembangunan fisik baik di lingkungan Pemkot Denpasar maupun diluar Pemkot Denpasar,” pungkasnya.

Ketua Tim Pembangunan  Tahap I Pasar Badung yang juga Asisten II BIdang Perekonomian Pemkot Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta bersama Kadis Perindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan bahwa lingkup pekerjaan pembangunan tahap I Pasar Badung meliputi Pengerjaan Basement I, Pengerjaan Basement II, Pengerjaan Lantai Dasar dengan jumlah meja los 459 meja, dan pengerjaan struktur lantai I dan II.

“Pada prinsipnya pembangunan fisik Pasar Badung tahap I telah selesai dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2017 melalui dana APBD dan APBN TP sesuai dengan volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak baik struktur maupun yang lainya,” pungkas Jimmy.  (ags/humas-dps/bpn)

Matangkan Maju Ke Tingkat Nasional, Posyandu dan IVA Kelurahan Pedungan Dibina

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kelurahan Pedungan terus memantapkan persiapannya untuk menghadapi lomba posyandu dan IVA (inpeksi visual dengan asam asetat) PKK tingkat nasional. Setelah beberapa bulan sebelumnya dibina oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, kini Tim Penggerak PKK Kota Denpasar lebih mematangkan persiapan untuk maju ke tingkat nasional. Pembinaan yang dilakukan TP PKK Kota Denpasar dilaksanakan di kantor Lurah Pedungan, Minggu malam (7/1/2018) dengan lebih menekankan pelaksanaan inovasi.

Sekretaris PKK Kota Denpasar Sri Utari Puspawan menyampaikan untuk pelaksanaan posyandu dan IVA di Kota Denpasar termasuk di Kelurahan Pedungan telah berjalan dengan baik sesuai dengan program PKK Kota Denpasar. Termasuk juga dalam pelaksanaan program-program PKK Kota Denpasar agar lebih memfokuskan pada asa kemanfaatan bagi masyarakat. “Pelaksanaan program PKK Kota Denpasar lebih mengutamakan asas kemanfaatan. Itu merupakan komitmen Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra bersama Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara,” ujar Sri Utari. Namun untuk pelaksanaan program PKK agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat tentunya harus didukung oleh inovasi-inovasi. Seperti untuk pelaksanaan program posyandu dan IVA di Kelurahan Pedungan. Berbagai inovasi telah dilakukan untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan termasuk juga lebih mempermudah dalam melakukan pecatatan administrasi.

Untuk pelaksanaan 10 program pokok PKK dan posyandu di Kelurahan Pedungan telah menerapkan inovasi Sindu (sistem informasi Pedungan). Dimana sistem ini mendata semua pelaksanaan program PKK di Kelurahan Pedungan termasuk mencatat pelaksanaan posyandu di serta IVA di Kelurahan Pedungan. Melalui inovasi Sindu dapat mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PKK di Kelurahan Pedungan. Disamping inovasi tersebut dalam pelaksanaan posyandu Kelurahan Pedungan juga melaksanakan inovasi Kasa Bali (kader sayang balita). Inovasi ini mencata bagaimana para kader memberikan sosialisasi dalam merawat balita sehingga dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Sementara Lurah Pedungan AA Gede Oka mengatakan semua kader telah siap mengikuti pembinaan yang diberikan TP PKK Kota Denpasar. Disamping juga akan terus berkoordinasi bila ada hal-hal yang kurang dimengerti. “Koordinasi dan komunikasi para kader dengan TP PKK Kota Denpasar sering akan kami dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mencapai hasil yang baik,” ujarnya. Disamping itu pihaknya akan terus melakukan pematangan terhadap inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan selama ini. (gst/humas-dps/bpn)

Pemkot Komit Ekonomi Kerakyatan, Jadikan Pasar Badung Pasar Terbaik

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Revitalisasi pasar tradisional atau pasar rakyat di Kota Denpasar getol dilakukan Pemkot Denpasar dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Secara keseluruhan terdapat 23 pasar tradisional yang telah direvitalisasi dari 33 pasar tradisional yang ada. Dalam waktu dekat ini Pemkot juga mendukung revitalisasi Pasar Phula Kerti yang berada di Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat yang kini dikelola Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan, Denpasar Selatan.

Komitmen ini juga terus dilakukan lewat tahapan pembangunan Pasar Badung yang segera rampung pada tahun 2018 ini. “Pembangunan Pasar Badung tahap pertama dari dana pemerintah pusat telah selesai, dan akan dilanjutkan kembali yang diharapkan rampung tahun 2018 ini,’’ ujar Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu (6/1/2018) saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pasar Kamboja bertempat di Gor Ngurah Rai Denpasar. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Kadis Koperasi Denpasar Made Erwin Surya Dharma Sena, Kepala Perusahaan Daerah (PD) Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata.

Kegiatan RAT dihadiri ribuan para anggota dari pedagang pasar diantaranya pedagang Pasar Badung dan Pasar Kreneng, yang diharapkan Walikota Rai Mantra agar para pedagang selalu menjaga kebersihan lingkungan pasar. Jika kebersihan dan ketertiban tetap terjaga maka pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modrn. Begitu juga rampungnya nanti pembangunan Pasar Badung diharapkan kepada para pedagang untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Sehingga harapan bersama nantinya dapat terwujud untuk menjadikan Pasar Badung sebagai pasar terbaik di Kota Denpasar.

Menurut Rai Mantra program revitalisasi pasar di Kota Denpasar tidak saja melakukan penataan fisik pasar, namun juga memperhatikan pengelolaan pasar tradisional yang telah mampu memberikan dampak positif pada kegiatan ekonomi kerakyatan.

Merevitalisasi Pasar Sindu, Pasar Agung, Pasar Nyanggelan Panjer dan beberapa pasar desa lainya telah mampu memberikan peningkatan omset pasar. Seperti Pasar Agung Peninjoan yang sebelum direvitalisasi hanya mencapai omset Rp. 3 miliar, namun setelah direvitalisasi mampu mencapai omset Rp. 14 miliar.

Begitu juga hal yang sama dirasakan Pasar Nyanggelan Panjer, serta Pasar Sindu Sanur yang telah menjadi pasar tradisional terbaik ditingkat Asia Tenggara. Bagaimana langkah ini nantinya mampu membawa Pasar Badung menjadi pasar terbaik seperti program revitalisasi pasar tradisional lainnya yang telah dilaksanakan dibeberapa pasar tradisional yang ada.

“Pasar tradisional dan koperasi menjadi sebuah simbul ekonomi kerakyatan, sehingga pasar tradisiobnal di Kota Denpasar agar selalu tertib dan menjaga kebersihan,’’ ujar Rai Mantra.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra juga mendengar masukan dari para pedagang Pasar Kreneng untuk dapat dilakukan penataan dan revitalisasi. Hal ini ditanggapi langsung Rai Mantra untuk segera dijadikan program kedepan merevitalisasi Pasar Kreneng. (pur/humas-dps/bpn)

RSUD Wangaya Peringati Hut ke-97 Tahun

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Wangaya memperingati Hut yang ke-97 tahun 2017. Perayaan yang dikemas dengan sederhana ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Serta RSUD Wangaya Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kota Denpasar Sejak Usia Dini Sampai Lansia”, dilaksanakan pada Sabtu (6/1/2018) di RS setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar, A.A.N Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerthi Rai Iswara, para Mantan Direktur RSUD Wangaya serta seluruh Pimpinan dan Jajaran Staf RSU Wangaya.

Perayaan dibuat secara sederhana mengingat saat ini Bali tengah prihatin dengan kondisi saudara-saudara yang mengalami musibah erupsi Gunung Agung. Kendati demikian, suasana perayaan tidak mengurangi makna dan kemeriahan. Kegiatan  diawali dengan senam bersama yang diikuti semua undangan dan pegawai RSUD Wangaya, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Dirut RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan, serta penyerahan penghargaan kepada para pegawai yang pensiun di Tahun 2017 dan pemberian penghargaan kepada para pegawai yang berprestasi di lingkungan RSUD Wangaya.

Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan RSUD Wangaya sebagai Rumah Sakit (RS) tertua di Bali dan satu-satunya RS milik Pemerintah Kota Denpasar, diharapkan terus mengembangkan diri dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat serta berperan aktif mendukung segala program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Denpasar untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Kami berharap RSUD Wangaya sebagai rumah sakit tertua di Bali mampu memberikan pelayanan yang optimal dan terus meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Rai Iswara, Komitmen Pemerintah Kota Denpasar pada kepemimpinan Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara dalam mewujudkan masyarakat yang sehat terbukti dengan Kota Denpasar telah 4 kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Kota Sehat dengan tingkatan tertinggi yakni Swasti Saba Wisatara dari Pemerintah Pusat. karenanya, pihaknya berharap melalui Hut ke-97 RSUD Wangaya ini menjadi suatu tolak ukur untuk lebih memantapkan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“RSUD Wangaya boleh tua, tetapi semangatnya harus muda terus dan harus bisa melayani masyarakat dengan baik. Untuk itu, kita tidak boleh tutup mata, tetapi terus melakukan analisa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan itu akan menjadi nomor satu, apabila bisa menjalankan dengan rasa tulus iklas dalam melayani sehingga Sewaka Dharma (Melayani adalah kewajiban) menjadi budaya bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan mengatakan 97 tahun adalah perjalanan waktu yang tidak pendek, dan pihaknya merasa sangat bangga dan bahagia karena hampir seabad RS tercinta telah mengabdi kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot dan DPRD Kota Denpasar yang terus melakukan pengembangan di RSUD Wangaya dari tahun ke tahun di antaranya meningkatkan SDM dengan menyekolahkan para dokter untuk mendapatkan gelar spesialis serta meningkatkan infrastruktur untuk memberi fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengungkapkan bahwa saat ini RSUD Wangaya sudah terakreditasi standar yang terbaru, yakni akreditasi versi 2012 dengan lulus kategori paripurna bintang lima. Untuk mendukung terwujudnya Denpasar Smart City, RSUD Wangaya juga sudah didukung dengan “elektronic medical record“, anjungan pendaftaran mandiri, “hospital bed management“, dan pendaftaran melalui SMS gateway(eka/humas-dps/bpn)

Semakin Berprestasi dan Cemerlang , Sekolah PGRI Diterima Baik Masyarakat

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Jajaran YPLP PGRI Kota Denpasar merayakan Tahun Baru 2018, Jumat (5/1/2018) kemarin, di Hotel Inna Sindhu Beach, Sanur. Perayaan tahun baru dihadiri Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana; Ketua Provinsi YPLP PGRI Bali, Dr. Made Suada, MM., M.Si.; Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., Tim Penjamin Mutu YPLP PGRI Kota Denpasar, dan seluruh kepala sekolah PGRI Kota Denpasar.

Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, MM., mengatakan, perayaan tahun baru sebagai bentuk refleksi program dan pencapaian sekolah tahun 2017, sekaligus langkah sekolah PGRI di tahun 2018 untu terus tampil kompetitif, baik dalam hasil ujian nasional, penerimaan siswa baru maupun evaluasi diri menghasilkan produk terbaik kepada masyarakat. Ia mengakui masyarakat Denpasar sangat percaya dengan kualitas sekolah di bawah YPLP Kota PGRI Denpasar.

Madiadnyana mengingatkan, jadilah keberhasilan yang telah dicapai sekolah PGRI menjadi cambuk untuk menjadi yang lebih baik. Sekolah berprestasi diharapkan terus berprestasi, bagi yang belum diharapkan jangan berdiam  diri tapi terus berbuat karena tidak ada keberhasilan yang instan.

Ia mengajak seluruh sekolah PGRI berlomba-lomba melakukan pencitraan positif sekolah. Memperhatikan guru-guru menjadi tenaga pengajar profesional, dan pelayanan profesional akan menghasilkan anak didik yang berkualitas dan bermutu. Muaranya, masyarakat akan melirik dan semakin mempercayakan persekolah PGRI.

Dengan 22 sekolah, YPLP Kota PGRI Denpasar kini memiliki 15 ribu siswa dan 2.000 guru. Madiadnyana menegaskan, program porioritas tahun ini adalah seluruh SMA dan SMK PGRI Kota Denpasar menerapakn ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ini adalah bentuk ketaatan dan kepatuhan persekolah PGRI terhadap pemerintah.

Perwakilan kepala sekolah, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., juga mengaku bangga satu-satunya di Bali memiliki sekolah lengkap dan berkembang baik karena dipercaya masyarakat. Ia menyebut kepepimpinan Madiadnyana membawa perubahan positif besar kemajuan persekolah PGRI di Denpasar.

Ia menyebutkan, antar sekolah PGRI selalu berkompetensi. Dari 71 SMP di Kota Denpasar, sekolah PGRI tak pernah absen dalam prestasi. Makanya ia berharap sekolah PGRI diminati karena kualitasnya.

Ketua PGRI Kota Denpasar, Nyoman Winata, juga mengapresiasi kemajuan persekolah PGRI Kota Denpasar. Ia juga mengapresiasi luar biasa persekolah PGRI telah sukses melaksanakan Malam Kebangkitan Budaya (MKB).

Apresiasi luar biasa kemajuan sekolah PGRI di Denpasar juga diapresiasi Ketua Provinsi YPLP PGRI Bali, Made Suada. Ia menyebut kepimpinan Madiadnyana sangat inspiratif. Sekolah PGRI di Kota Denpasar terus dibuat bergeliat, action kebersamaan terus terpelihara dan ajeg selamanya. Karenanya ia menyebut, tahun 2018 ini adalah tahun harapan menuju harapan yang luar biasa untuk kemajuan sekolah PGRI di Denpasar dan Bali.

Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar berterima kasih karena sekolah PGRI sudah mampu mengelola unitnya secara baik dan banyak memberikan kontribusi meningkatkan mutu pendidikan di Kota Denpasar. Ia juga menyampaikan salam dari Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang dikenal akrab dengan guru dan PGRI.

Sukana memandang guru dan PGRI sangat strategis dalam membangun karakter bangsa. Bahkan ia mangaku banyak yang perlu dicontoh di YPLP Kota PGRI Denpasar dalam urusan pengelolaan sekolah. ‘’Jadikan tahun 2018 ini menjadi tahun kecemerlangan bagi sekolah PGRI di Kota Denpasar,’’ pungkas Sukana. (r/bpn)

2018, BNN Kota Denpasar Gencarkan P4GN

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, terus menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan Kota Denpasar yang bersih akan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Pada 2018 ini, BNN Kota Denpasar akan lebih fokus dan mengencarkan program Pencegahan, Penyalahgunaan dan Pemberantasan Peredaraan Gelap Narkoba (P4GN).

Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP I Wayan Gede Suwahyu, SH,MH., mengatakan, dengan menggencarkan P4GN, BNN Kota Denpasar berharap timbul kesadaran masyarakat untuk menjadi mata dan mulut BNN agar bisa mengkampanyekan kepada tetangga dan masyarakat sekitarnya agar menjauhi barang haram tersebut. Melalui P4GN, lanjut Suwahyu, menjadi salah satu cara memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai mengapa narkoba dilarang beredar dan dampaknya terhadap orang yang mengkonsumsinya.

“Melalui peningkatan program ini, dapat memperkuat pembangunan berwawasan antinarkoba di lingkungan masyarakat. Nantinya mereka akan paham dan peduli dengan bahaya narkoba serta melakukan tindakan,” ujar Suwahyu, Kamis (4/1/2018) kemarin.

Lebih lanjut Suwahyu menjelaskan, dalam P4GN BNN Kota Denpasar tidak hanya menekankan soal pemberantasan narkoba saja, melainkan masyarakat nantinya akan dikenalkan sekaligus dijelaskan dengan program rehabilitasi, dan program diseminasi informasi dan advokasi. Dalam hal ini, sasaran BNN Kota Denpasar yang saat ini menjadi fokus utama yakni, instansi, pemerintah, swasta, masyarakat, maupun pelajar.

“Sasaran kami memang seluruh elemen masyarakat, karena BNN Kota Denpasar tidak mungkin bekerja sendiri tanpa bantuan dari seluruh masyarakat yang konsen dengan bahaya narkoba di lingkungan. Sebab, dampak dari penyalahgunaan narkoba ini akan merugikan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Mencegah penyalahgunaan narkoba ini, menurut Suwahyu, keluarga dan masyarakat merupakan lingkungan terbaik dalam mengawasi dan mencegah penyalahgunaan narkoba. ‘’Dalam setiap penyuluhan, kita selalu mengimbau agar lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,’’ katanya.

Suwahyu menambahkan, ke depan BNN Kota Denpasar terus memperkecil dampak penggunaan narkoba di tingkat masyarakat. BNN Kota Denpasar akan terus berusaha menekan ruang gerak para penghancur masa depan generasi muda kita, yaitu para bandar dan kurir narkoba.

Suwahyu juga menambahkan, bahwa BNN Kota Denpasar selalu siap menerima laporan dan permintaan masyarakat untuk mengadakan penyuluhan di lingkungannya masing-masing. Tujuannya, agar masyarakat benar-benar mengetahui dampak kerugian yang ditimbulkan barang laknat tersebut.

‘’Yang jelas, kita sangat berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya P4GN di lingkungan tempat tinggalnya. Kemudian, masyarakat juga harus berani untuk melaporkan anggota keluarganya bila tersandung dan menjadi pecandu narkoba, agar dapat direhabilitasi. Terakhir, kita juga berharap, ke depan dapat tercipta masyarakat yang dapat menjadi penggiat-penggiat anti narkoba di lingkungannya seperti para pecalang yang akan lebih banyak dikukuhkan menjadi penggiat antinarkoba,’’ pungkasnya. (r/bpn)

Gandeng Steakholder Pariwisata, Pemkot Denpasar Finalisasi SOP Mitigasi Bencana

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kondisi Gunung Agung yang hingga kini masih menyandang status level IV (Awas) mempengaruhi berbagai sektor, tak terkecuali pariwisata. Karenanya, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar serta pelaku pariwisata (Steakholder) mengupayakan berbagai cara untuk menjamin keberadaan wisatawan di Denpasar.

Salah satunya  dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Mitigasi Bencana ketika adanya kemungkinan penutupan Bandara Ngurah Rai, Denpasar akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung. Hal tersebut diungkapkan Kadis Pariwisata Kota Denpasar, M A Dezire Mulyani ketika diwawancarai di kantornya, Kamis (4/1/2017)

Lebih lanjut Dezire mengatakan, saat ini pihaknya bersama Bali Tourism Hospitality (BTH) tengah melakukan finalisasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) Mitigasi Bencana seandainya terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung. BTH sendiri merupakan perkumpulan pelaku (Steakholder) Pariwisata, Kementrian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten/Kota dan instansi terkait guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung khususnya di sektor pariwisata.

  “Saat ini SOP Mitigasi Bencana tentang penanganan wisatawan jika terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai akibat adanya aktivitas Gunung Agung kini sedang di finalisasi dan SOP tersebut telah dilakukan simulasi beberapa waktu lalu, saat ini hanya menunggu untuk ditetapkan saja,” kata Dezire

Dikatakan Dezire, Dinas Pariwisata Kota Denpasar yang bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar telah menandatangani MOU sehingga wisatawan yang berada di Kota Denpasar saat bandara ditutup tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal. “Seperti halnya memberikan fasilitas penginapan selama satu malam secara gratis dan memberikan harga terendah yang berlaku ketika wisatawan hendak memperpanjang kunjunganya di Bali saat bandara ditutup,” jelasnya

Selain penginapan, Pemkot Denpasar yang bekerjasama dengan Perkumpulan Angkutan Wisatawan Bali (PAWIBA) turut menyediakan layanan transportasi secara gratis menuju Bandara terdekat. Seperti Bandara Internasional Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bandara Banyuwangi di Jawa Timur, Bandara Juanda di Jawa Timur dan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.

“Nantinya, untuk menuju bandara di luar Bali, wisatawan akan dikumpulkan di Hotel Inna Grand Bali Beach untuk selanjutnya bersama-sama menuju Bandara terdekat yang dituju,” ungkapnya

Desire menambahkan, saat ini zona bahaya Gunung Agung hanya berada di radius 8 Km hingga 10 Km sektoral. Sehingga Kota Denpasar masih tergolong aman bagi wisatawan untuk berwisata.

“Jadi wisatawan yang berada di Kota Denpasar tidak perlu panik jika terjadi kemungkinan terburuk terhadap aktivitas Gunung Agung, dan Pemkot Denpasar sudah siap terhadap kemungkinan terburuk serta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)