28 C
Denpasar
Kamis, 15 November 2018

SMPN 5 Denpasar Giatkan Potensi Anak untuk Berprestasi

BALI PORTAL NEWSRangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 5 Denpasar, telah ditutup resmi, Rabu (13/7/2016). Kepala SMPN 5 Denpasar, I Wayan Kamasan, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, MPLS diikuti 394 siswa baru dengan kehadiran 100 persen dan dinyatakan lulus dengan nilai baik.

Kasek Wayan Kamasan didampingi Koordinator Wakasek Nyoman Widana, Waka Kesiswaan Dewa Gede Sumantra dan Ketut Ardika; Waka Humas Wayan Suwirya dan Tjok. Istri Liliawathi; Waka Kurikulum Ni Wayan Suarmi dan Ni Made Murni; dan Waka Sarana Made Suana dan Tri Eny Susiwi, mengungkapkan, MPLS selama tiga hari ditekankan pada suasana menyenangkan, sejuk, sehat dan berbudaya. Sesuai tujuannya untuk mengenalkan lingkungan sekolah sebagai sarana beradaptasi siswa bru dengan teman-teman baru terhadap lingkungan yang baru dan sebagai ajang kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan dalam memajukan pendidikan di sekolah.

Dengan demikian MPLS banyak diisi dengan kegiatan menggali kreativitas siswa dan ceramah serta cinta lingkungan. Termasuk melaksanakan bakti sosial berupa pemberantasan sarang nyamuk ke rumah-rumah warga di sekitar lingkungan sekolah, juga melaksanakan kegiatan 3 M yakni menutup, menguras, dan mengubur.

Wayan Kamasan menambahkan, momentum MPLS juga dimanfaatkan sebagai media sosialisasi nilai-nilai etika, sosial dan budaya sekolah. Kebiasaan dari sebelum pelajaran dimulai hingga akhir pulang dengan aktualiasasi jurus 5 S. Meliputi senyum, salam, sapa, sopan dan santun serta siswa wajib mengucapkan salam om swatiastu setiap bertemu dengan guru maupun tamu yang datang ke sekolah.

Wayan Kamasan mengungkapkan, berkomitmen bulat menjadikan SMPN 5 Denpasar sebagai sekolah berprestasi dan favorit di Kota Denpasar. Kini yang dikembangkan adalah sekolah tumbuh kembang, dimana terus menggali potensi yang dimiliki siswa untuk nantinya mampu memunculkan prestasi.

Karenanya, saat MPLS siswa baru juga dikenalkan beragam bentuk ekstrakurikululer. Tercatat ada 33 jenis ekstrakurikuler di SMPN 5 Denpasar, dan ke depan akan dikembangkan lagi klub-klub akademis seperti klub MIPA, klub bahasa dan lainnya. Ini sesuai dengan motto SMPN 5 Denpasar Widya Purnam Jayanthi artinya dengan ilmu pengetahuan yang sempurna memperoleh kemasyuran.

Waka Humas Wayan Suwirya menambahkan, untuk meningkatkan keakraban antar siswa dengan warga sekolah, Jumat (15/7/2016) besok diisi dengan kegiatan outbond di Taman Kota Denpasar di Lumintang. Kegiatan akan diisi dengan games outbond, atraksi antar kelompok dan lomba-lomba menyenangkan.

Selanjutnya, Sabtu (16/7/2016), siswa baru diajak melakukan kerja bakti membersikan lingkungan sekolah dan kegiatan berkebun. Sehingga siswa baru terbiasa di lingkungan sekolah dan menjadikan sekolahku rumahku.

Penulis : Putra Sasmitha
Editor : Putu Tistha

Penutupan MPLS SMK Teknas Denpasar Berlokasi di PA Tat Twam Asi

BALI PORTAL NEWSRangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Teknologi Nasional (Teknas) Denpasar resmi ditutup, Rabu (13/7/2016). Mengakhiri kegiatan MPLS siswa baru melakukan bakti sosial dengan menyantuni anak yatim piatu di Panti Asuhan (PA) Tat Twam Asi Denpasar di Renon.

Sumbangan bakti sosial berupa berupa mie instan, beras, gula dan uang tunai dikumpulkan dari siswa baru. Sumbangan itu diserahkan Kepala SMK Teknologi Nasional Denpasar I Made Mudarta, S.E., M.M., didampingi Waka Sarana Prasarana, Made Peri Ardiasa, ST.; Waka Kurikulum, Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd.; Waka Humas dan Kesiswaan, Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd., M.Pd., dan KaprodiSS I Gede Putu Ranggapati, ST., diterima Ketua Yayasan Tat Twam Asi Denpasar, Ny. Gusti Ngurah Ketu.

Mudarta menjelaskan penyerahan bantuan sosial ke panti asuhan sebagai bentuk kepedulian siswa SMK Teknas terhadap sesama manusia. Dikatakannya, kegiatan ini dilakukan di akhir MPLS untuk membuka sejumlah kebaikan dan budi luhur peserta MPLS dan OSIS yang sebenarnya dirahasiakan saat MPLS.

‘’Tradisi menyantuni anak-anak di panti asuhan ini sudah dilakoni anak-anak SMK Teknas Denpasar rutin setiap tahun,’’ ujar Mudarta.

Mudarta menambahkan, bakti sosial ini dimaksudkan sebagai eskpresi penguatan pendidikan dan budi pekerti anak-anak di SMK Teknas Denpasar. Selain  diberikan MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya mereka juga diuji kepekaan sosialnya membantu mereka yang memerlukan uluran tangan anak muda.

Mudarta mengungkapkan bakti sosial ini juga serangkaian menumbuhkan konsep Tri Hita Karana dalam bentuk nyata yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan yang diimplementasikan dalam bentuk persembahyangan bersama, hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan yang diimplementasikan dengan kegiatan peduli lingkungan dan hubungan harmonis antara manusia dengan manusia yang diimplementasikan dengan kegiatan bakti sosial, berbagi dengan sesama dengan memberi perhatian kepada anak-anak yang nasibnya kurang beruntung.

Mudarta menyebutkan, tahun pelajaran 2016/2017 SMK Teknas Denpasar sukses menerima empat kelas siswa baru. Mereka tersebar di empat program keahlian yaki Multimedia, TKJ, Akuntansi dan Administrasi Perkantoran. Dua program keahlian terakhir adalah program keahlian terbaru yang dilahirkan SMK Teknas dan terbukti sangat laris.

Sementara itu, pelaksanaan MPLS menurut Ketua Panitia Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd., M.Pd., lebih banyak diisi dengan kegiatan cemarah dan pengenalan kultur sekolah selainmembentuk karakter siswa sesuai dengan harapan Mendikbud. MPLS yang dilakukan selama tiga hari dilakukan secara terukur, tidak ada satupun kegiatan yang dilakukan di luar aturan seperti perploncoan, kekerasan, atau yang lainnya.

Pada hari terakhir MPLS diisi materi stop bullying yang disampaikan oleh Pendiri Komunitas Anak Bangsa yang juga Ketua Perdiknas Denpasar, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tat Twam Asi Denpasar, Ny. Gusti Ngurah Ketu, mengapresiasi sumbangan dari SMK Teknas Denpasar sangat membantu penghuni PA Tat Twam Asi, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk keperluan sekolah. Dikatakan Ny. Gusti Ngurah Ketu, 44 orang penghuni PA Tat Twam Asi saat ini merupakan usia sekolah, dimana sembilan orang di antaranya sudah kuliah dan sisanya studi di SD hingga SMA/SMK.

Ny. Gusti Ngurah Ketu menyebutkan hampir 80 persen keperluan biaya di PA Tat Twam Asi Denpasar dihabiskan untuk biaya pendidikan. Untuk itu, ia berharap kepada donatur dan pemerintah daerah bisa membantu memperingan biaya pendidikan anak-anak PA Tat Twam Asi Denpasar.

Penulis : Putra Sasmitha
Editor : Putu Tistha

MPLS SMPN 12 Denpasar Ditutup Dengan Penyerahan Bingkisan Kepada Warga Miskin

BALI PORTAL NEWSAnak-anak SMPN 12 Denpasar dikenal memiliki budi luhur dan kepekaan sosial yang tinggi. Serangkaian penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),  Rabu (13/7/2016) siswa baru SMPN 12 Denpasar menyerahkan bingkisan kepada warga miskin di lingkungan Desa Peguyangan.

Tradisi ini sudah dilakoni anak-anak SMPN 12 Denpasar rutin setap tahun. Semua sumbangan peserta didik baru dipakai untuk memberi bantuan berupa mie instan, beras, telor dan gula pasir kepada 15 warga miskin masing-masing lima warga miskin di Banjar Uma Desa, Banjar Blusung dan Banjar Pondok.

Bingkisan ini diserahkan Kepala SMPN 12 Denpasar, Dr. Drs. Nengah Narsa, S.H., M.Si., didampingi Ketua Komite Drs. Ketut Sudana disaksikan para wakasek, OSIS, guru, dan siswa baru, di wantilan PDAM IPA Blusung, Peguyangan.

Kasek Nengah Narsa mengungkapkan budaya menyantuni warga miskin ini dimaksudkan sebagai eskpresi penguatan pendidikan dan budi pekerti anak-anak di SMPN 12 Denpasar. Selain itu budaya ini termasuk salah satu sisi baik pelaksanaan MPLS di SMN 12 Denpasar. Selain diberikan MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya mereka juga diuji kepekaan sosialnnya membantu mereka yang memerlukan uluran tangan anak muda.

Nengah Narsa mengungkapkan budaya menyantuni warga miskin ini juga serangkaian menumbuhkan konsep suputra dalam bentuk nyata yakni anak yang baik, berbakti kepada orangtua dan suka membantu. Konsep ini sesuai ajaran Tri Hita Karana salah satunya menguatkan hubungan harmonis antara manusia dengan manusia.

Selain itu, menguatkan nilai-nilai yang ditanamkan SMPN 12 Denpasar bahwa  pendidikan itu bukan hanya dilakukan di kelas, melainkan dalam bentuk kegiatan bersentuhan dengan masyarakat. Jika semua anak suputra, maka dia yakin semakin sedikit orangtua yang menjadi penghuni panti jompo di Bali.

Ketua Panitia MLPS Drs. Wayan Kuniawan mengungkapkan,MPLS ditekankan pada suasana menyenangkan, sejuk dan damai. MLPS banyak diisi dengan kegiatan menggali kreativitas siswa dan ceramah serta cinta lingkungan. MPLS diikuti 390 siswa baru dengan kehadiran 100 persen.

Usai pelaksanaan MPLS ini, siswa baru diajak darma yatra melakukan persembahyangan bersama, Kamis (14/7) ini di Padmasana sekolah, dilanjutkan persembahyangan bersama di Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Dalem Peguyangan. Hari berikutnya diisi kegiatan baksi sosial berupa penghijauan dan aksi bersih di lingkungan sekolah, dan tes kelas unggulan.

Sementara pada Selasa (19/7) mendatang dilangsungkan pawintenan sisya upanayana. Upacara pawintenan sisya upanayana, memiliki tiga tujuan. Pertama, untuk membersihkan  dan memertajam pikiran. Dengan pikiran yang tajam siswa mampu lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan alias aguron-guron di sekolah. Kedua, untuk memperhalus budi pekerti , berkata sopan dan ketiga berperilaku yang baik.

Ketua Komite SMPN 12 Denpasar, Ketut Sudana, merasa terharu karena anak-anak SMPN 12 Denpasar memiliki kecerdasan intelektual, social, emosional dan spiritual yang tinggi. Inilah yang dia sebut sebagai penanaman sikap mental positif. Dengan demikian sikap mental semua insan SMPN 12 Denpasar akan menjadi  panutan di rumah dan di sekolah.

Program nyata yang dilakukan siswa baru SMPN 12 Denpasar ini, kata Kabid Pemuda Olahraga Disdikpora Kota Denpasar ini, menunjukkan betapa sadarnya mereka untuk memberi perhatian kepada para lansia yang memerlukan uluran tangan. Tumbuhnya sikap mental positif ini dikatakannya harus dibarengi dengan kreasi guru SMPN 12 Denpasar dalam memberikan iptek terkini.

Penulis : Putra Sasmitha
Editor : Putu Tistha

Rai Mantra : Hindari Perpeloncoan, Tekankan Kepedulian Lingkungan

BALI PORTAL NEWS – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2016/2017 untuk jenjang SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar, kesan-kesan MOS  tahun sebelumnya harus dihapus, jangan ada lagi perpeloncoan dan kegiatan harus lebih banyak ditekankan pada pengenalan lingkungan sekolah.

‘’Buatlah kegiatan yang postif, riang gembira dan jangan sampai menimbulkan keluhan, menuai protes tidak saja bagi siswa baru, tetapi juga pihak orang tua,’’ tegas Rai Mantra saat membuka secara resmi MPLS di Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Senin (11/7/2016).

Rai Mantra meminta agar kepala sekolah, guru, dan orang tua ikut mengawasi  secara dekat kegiatan MPLS ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rai Mantra menambahkan, dalam MPLS peserta juga harus dianjarkan tentang pencegahan demam berdarah.

Caranya dengan membentuk jumantik-jumantik mandiri, artinya dalam memberantas jentik nyamuk tidak hanya mengandalkan petugas jumantik yang telah  ada karena diri kita sendiri harus menjadi jumantik. ‘’Dari 21 ribu siswa akan mendapatkan 21 ribu jumatik mandiri di Kota Denpasar. Bahkan kemungkinan akan ada 21 ribu jumantik di setiap rumah,’’ ujar Rai Mantra.

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga Kota Denpasar Wayan Supartha menambahkan, jumlah  peserta MPLS ini sebanyak 21. 000 siswa dan dilaksankan mulai tanggal 11 hingga 13 Juli mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial pada 14 Juli 2016 dengan kegiatan bakti penghijauan, pemberatasan sarang nyamuk di rumah-rumah penduduk yang ada di desa dan kelurahan sekitar sekolah. Dilanjutkan dengan kerja bakti di sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Penulis : Putra Sasmitha
Editor : Putra Sasmitha

MPLS SMK PGRI 5 Denpasar Sarat Pendidikan Karakter

BALI PORTAL NEWS.  – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bernapaskan budaya dan pendidikan karakter kini menjadi model di banyak  sekolah. Seperti pelaksanaan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar.

Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ni Ketut Nuka, mengatakan, MPLS lebih banyak diisi dengan pemberian informasi tentang sekolah. Siswa baru yang berjumlah 730 siswa dari dua program keahlian yakni Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga itu diberikan pendidikan budi pekerti, wawasan berbangsa dan bernegara, ceramah kebersihan lingkungan dan sebagainya. Ini bertujuan  untuk menempa disiplin, mental dan spiritual siswa.

Selain itu, MPLS berbudaya banyak diisi dengan informasi soal studi dan atraksi kesenian Bali. Ditegaskan, MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar jauh dari kesan perploncoan dan kekerasan. Tidak ada hukuman mencari barang langka. Hukuman kepada peserta yang terlambat tetap diberikan namun sifatnya mendidik. Yang lebih penting lagi, siswa baru diajak ikut menjaga kebersihan Kota Denpasar lewat aksi bersih lingkungan dan PSN.

Siswa juga dikenalkan kegiatan ekstrakurikuler unggulan. Di antaranya untuk program Akomodasi Perhotelan dibuka ekstrakurikuler making bad dan florist, sedangkan di program keahlian Tata Boga dibuka ekstra fruit curving dan art coffee serta ekstrakurikuler juggling.

Ketut Nuka didampingi Wakasek Kesiswaan AA Gede Agung Udiyana Putra, S.Pd.; Wakasek Kurikulum Tati Rachmawati; Wakasek Humas IB Nyoman Anom dan Wakasek Sarana Wayan Darya Kusuma, mengucapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan  masyarakat terhadap mutu pendidikan di SMK PGRI 5 Denpasar. Siswa baru, kata Ketut Nuka, selain banyak berasal dari SMP PGRI di Kota Denpasar, juga datang dari luar Kota Denpasar seperti dari Badung, Tabanan, Bangli, Karangasem bahkan Singaraja. (r/bpn)

SMPN 8 Denpasar Pelopor Penumbuhan Budi Pekerti

BALI PORTAL NEWS – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 8 Denpasar lain dari biasanya. Senin (11/7/2016), MPLS di sekolah ini dipantau senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III.

Dia mengungkapkan SMPN 8 Denpasar adalah sekolah terbaik di Denpasar. Untuk itu siswanya harus dibentuk menjadi calon pemimpin bangsa masa depan. Dia berharap siswa SMPN 8 Denpasar harus menjadi  pemimpin masa depan.

Wedakarna mengaku sengaja datang ke SMPN 8 Denpasar untuk melihat sejauh mana aturan MPLS diimplementasikan. Termasuk menjadikan sekolah ini sebagai pelopor program revolusi mental Jokowi. Apalagi mulai tahun ajaran baru ini pemerintah menggalakkan program penumbuhan budi pekerti.

Kepala SMPN 8 Denpasar, I Wayan Murah, S.Pd., mengaku senang mendapat perhatian dari Komisi III DPD-RI yang juga putra Bali.  Terkait dengan MPLS, Wayan Murah didampingi Waksek Luh Dian Wahyuni, S.Pd., Wakasek Kurikulum I Made Suryasa, S.Pd., Wakasek Sarpras I Made Suda, Wakasek Kesiswaan I Ketut Weta, Waka Humas Dra. Ni Made Suresti dan Waka Litbang dan Penjamin Mutu I Wayan Kamuja, menegaskan MPLS di SMPN 8 Denpasar bebas dari praktik perpeloncoan.

MPLS ditekankan pada suasana menyenangkan, sejuk dan damai. Dengan demikian MOS banyak diisi dengan kegiatan menggali kreativitas siswa dan ceramah serta cinta lingkungan. MPLS diikuti 398 siswa baru dengan kehadiran 100 persen. (r/bpn)

MPLS di SMPN 6 Denpasar Penuh Keriaan

BALIPORTALNEWS.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 6 Denpasar sangat berbeda dibandingkan di sekolah lain. Dikatakan berbeda, karena pembukaan MPLS dibuka langsung Kepala SMPN 6 Denpasar yang anyar yakni Gusti Ayu Putu Tirtawati, S.Pd., ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

MPLS di sekolah ini diikuti 360 siswa kelas VII dengan kehadiran 100 persen. Hebatnya lagi, MPLS di sekolah ini juga melibatkan Ketua Komite SMPN 6 Denpasar, Wayan Suada, sebagai Ketua Pemantau MPLS.

Tirtawati mengungkapkan, MPLS sangat penting artinya untuk pengenalan sekolah, membudayakan hidup tertib, dan menjalin komunikasi antara warga sekolah. Tata krama juga diberikan untuk mengisi muatan pendidikan karakter dan budaya malu di sekolah.

Karenanya, MPLS di SMPN 6 Denpasar dikemas penuh dengan suasana gembira, dan sangat jauh dari kesan perpeloncoan dan kekerasan. Ini sesuai dengan tema MPLS ‘’Melalui MPLS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya Kita Tumbuhkan Generasi Muda yang Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’.

Tirtawati didampingi Wakasek Kesiswaan Drs. Made Rutha, Wakasek Kurikulum Wayan Gandawati, Wakasek Sarpras Nyoman Sunarta, S.Pd., dan Wakasek Humas GA Swadari menambahkan, MPLS lebih banyak diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, program dan cara belajar siswa aktif, tata krama siswa dan pemahaman budaya sekolah, serta menanamkam budaya malu di kalangan siswa.

MLPS berbudaya diimplementasikan dengan bentuk sopan santun, bersih dan budaya malu. Tirtawati menyebutkan sebagai suatu kebenaran bahwa tak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tak didasari oleh nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat.

Sedangkan MPLS berkarakter diimplementasikan pada 18 nilai pendidikan karakter bangsa. Dikatakan nilai-nilai yang melandasi perilaku manusia berdasarkan norma agam, budaya, hukum adat dan istiadat.

MPLS ramah lingkungan diimplementasikan dengan aksi bersih dan PSN. Siswa diajak selalu peduli dengan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, memberishkan lingkungan setiap pagi sebelum jam pelajaran, rasa memiliki di kelas, dan tidak merusak sarana dan prasarana di sekolah.

Usai mengikuti MPLS, Jumat (15/7) seluruh siswa baru diajak out bond ke Bedugul. Kegiatan ini selain untuk refresing, sekaligus mengajak siswa belajar dan peduli dengan alam sekitar.  (tis/bpn)

SMAN 2 Denpasar Cetak SDM Bali yang ‘’Vidyaya Prajnam Prapnumahe’’

BALIPORTALNEWS.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Denpasar berlangsung dalam suasana riang gembira. Tak ada aroma perploncoan dari kakak senior, karena MPLS di sekolah ini total ditangani oleh guru-guru. Sebanyak 393 siswa kelas X mengikuti MPLS dengan kehadiran 100 persen.

Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., mengaku bahagia melihat wajah-wajah ceria siswa baru mengikuti MPLS. MPLS dikemas sesuai dengan tema yakni ‘’Melalui MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya kita tumbuhkan generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan’’.

Kasek Ida Bagus Sueta Manuaba didampingi Wakasek Kurikulum Nengah Mardana, S.Pd., Wakasek Humas Semadiyasa, S.Pd.,M.Pd., Wakasek Sarpras Ni Wayan Rustini, S.Pd., M.Pd., dan Wakasek Kesiswaan Dra. Ni Made Wertiasih, M.Pd., menambahkan, MPLS diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, program dan cara belajar siswa aktif, tata krama siswa dan pemahaman budaya sekolah, serta menanamkam budaya malu di kalangan siswa. Budaya malu itu meliputi malu melanggar, malu terlambat, malu jika malas belajar dan malu jika hasil ulangan jelek.

MPLS ramah lingkungan diimplementasikan dengan aksi bersih dan PSN. Karena itu, Ida Bagus Sueta Manuba yang baru dua bulan menjabat kepala sekolah menggantikan Drs. Ketut Sunarta, M.Hum., yang sudah memasuki masa pensiun, minta MPLS diikuti secara baik sehingga mampu membawa perubahan perilaku bagi siswa. Serta MPLS yang berbudaya ini diharapkan dapat melahirkan siswa yang kreatif, inovatif dan kompetitif.

Ida Bagus Sueta Manuba menegaskan, SMAN 2 Denpasar berkomitmen bulat melahirkan SDM Bali yang Vidyaya Prajnam Prapnumahe yang artinya dengan ilmu pengetahuan kita mencapai kebijakan. (tis/bpn)

MPLS SMK TI Bali Global Denpasar Bentuk Siswa Berkarater

BALIPORTALNEWS.COM – Tercatat 558 siswa baru mengikuti MasaPengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Bali Global Denpasar.Pelaksanaan MPLS yang dipusatkan di GOR Basket Indoor KONI Bali, dibuka Senin (11/7/2016) oleh Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., ditandai penyematan tanda peserta MPLS.

Pembukaan MPLS SMK TI Bali Global dihadiri Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA.; Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. IB Dharmadiaksa, M.Si.,Ak, dan Ketua STMIK STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan.

MPLS SMK TI Bali Global Denpasar lebih menekankan pada penumbuhan 18 pendidikan karakter bangsa sehingga anak-anak mampu berbudi pekerti yang baik setelah berakhirnya kegiatan MPLS ini. Ini sesuai dengan tema MPLS  “Melalui MOS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya, Kita Tumbuhkan Generasi Muda yang Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’.

Murjana mengungkapkan, materi MPLS di antaranya perkenalan teknologi informasi yang diberikan Ketua STMIK STIKOM Bali, perkenalan lingkungan sekolah dan karakter bangsa oleh kepala sekolah, materi kebersihan lingkungan oleh Dinas BLH/DKP, tata krama siswa oleh Ketua Komite Sekolah, wawasan KSPAN, serta materi kepemimpinan oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti. Pada Kamis (14/7/2017) ada kegiatan PSN dan bakti sosial berupa penghijauan.

Murjana menuturkan, peserta MPLS tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, SMK pertama di Denpasar yang berbasis khusus di bidang IT ini memiliki total 1.555 siswa. “Peningkatan tidak saja dalam jumlah siswa, tapi juga ruangan kelas tahun ini. Di SMK TI Bali Global ada lima kompetensi keahlian yaitu Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Animasi dan Desain Komunikasi Visual ,” jelasnya. (tis/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
9PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan