30 C
Denpasar
Sabtu, 20 Oktober 2018

Cetak SDM Handal, Universitas Pertahanan Tawarkan Kerjasama ke Pemkot Denpasar.

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Untuk medidik kader – kader dan meningkatkan kualitas SDM di bidang pertahanan yang akan dipersiapkan sebagai calon pemimpin handal dimasa yang akan datang diperlukan institusi yang mewadahi pendidikan di bidang pertahanan mendukung sistem pertahanan nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut Universitas Pertahanan yang beralamat di Komplek IPSC Sentul Bogor melakukan menawarkan kerjasama dengan Pemkot Denpasar.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Pertahanan yang diwakili Letjen TNI I Wayan Midhio saat melakukan audiensi ke kantor Walikota Denpasar yang diterima langsung Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara didampingi Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta beserta sejumlah SKPD dilingkungan Pemkot Denpasar, Rabu (27/7/2016).

Rektor Universitas Pertahanan, Letjen TNI I Wayan Midhio, dalam perkenalannya mengatakan universitas yang dipimpinnya berada dibawah naungan Kementrian Pertahanan RI dan telah berdiri sejak 2009. Kami membuka diri kepada seluruh lapisan masyarakat, tak memandang latar belakang pendidikannya. Asalkan punya semangat belajar dan telah lulus S1 dengan IPK minimal 3,00. Sementara untuk TNI minimal pangkat Kapten/AKP dan khsusus Prodi Strategi Perang Semesta pendaftar minimal berpangkat Kolonel.

Adapun penerimaan mahasiswa baru di tiap tahun ajarannya dimulai periode bulan Februari hingga April dengan proses belajar mengajar akan berjalan setahun dengan proses penempuhan Tesis diambil selama 2 semester. Setelah selesai menempuh pendidikan akan diberikan sertifikat Madya Kader, Kader Intelektual selain juga Ijasah gelar S2.

“Universitas Pertahanan merupakan program beasiswa S2 (Scholarship Program) memiliki beberapa fakultas diantaranya Fakultas Strategi Pertahanan yang terdiri dari Prodi Strategi Perang Semesta, Prodi Peperangan Asimetris, Prodi Diplomasi Pertahanan, Prodi Strategi dan Kampanye Militer, Prodi Strategi Pertahanan Darat, Prodi Strategi Pertahan Laut dan Prodi Strategi Pertahanan Udara. Fakultas Manajemen Pertahanan terdiri dari Prodi Manajemen Pertahanan, Prodi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional dan Prodi Ekonomi Pertahanan dan yang terakhir Fakultas Keamanan Nasional dengan Prodi Kemananan Maritim, Prodi Ketahanan Energi dan Prodi Damai dan Resolusi Konflik. Tahun depan pun kami berencana membuka Prodi yang berkaitan dengan teknologi” ujar Wayan Midhio.

Lebih lanjut Wayan Midhio mengatakan dalam proses pembelajarannya, Universitas Pertahanan bekerjasama dengan beberapa pihak baik di dalam maupun luar negeri. Kerjasama luar negeri antara lain dengan Cranfield University UK, Nanyang University, RSIS (Rajaratman School of International Studies) dan US National Defence University (US NDU) sementara ada pula kerjasama dengan beberapa universitas nasional dan badan- badan seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara menyambut positif kedatangan perwakilan Universitas Pertahanan. “Suatu kehormatan dan secara pribadi saya ucapkan terimakasih atas kedatangan Rektor Universitas Pertahanan. Pendidikan dibidang pertahanan sangat penting dalam menghadapi tantangan dimasa depan. Sebaiknya pendidikan semacam ini nantinya lebih banyak ditujukan kepada Kades Lurah agar nantinya mereka lebih mempunyai strategi dalam memahami dan mengetahui potensi wilayah.

Selain itu pendidikan pertahanan ini juga sangat tepat digencarkan di ranah politik. Dimana nantinya akan sangat bagus apabila Parpol mewajibkan kadernya menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan sebelum mencalonkan diri di Pilkada. Tentu tujuannya agar saat menjalankan amanah rakyat nanti mereka paham ilmu pertahanan negara yang bisa diaplikasikan saat menajalnkan tugas. “Namun semuanya harus dipelajari lebih mendalam lagi apabila ingin menerapkannya kepada para Kades/Lurah, melihat persyaratan minimal memiliki ijasah S1. Namun secara garis besar ini merupakan suatu langkah positif dan Pemkot Denpasar akan mempelajari dan menindaklanjuti butir- butir kerjasama ini”. ujar Jayanegara.

Sumber : Esa Humas Dps
Editor : Putu Tistha

Walikota Rai Mantra Hadiri Munas Ke-V APEKSI Kota Jambi

BALI-PORTAL-NEWS.COMWalikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Ketua PKK Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Ketut Mister,  Asisten Administrasi Umum, IGN Eddy Mulya dan beberapa pimpinan SKPDdilingkungan Pemkot Denpasar menghadiri pembukaan Munas APEKSI (Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) ke-5 Tahun 2016.

Pembukaan ini dibuka secara langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah Commentarial 7 Dalam Negeri RI, DR. Soni Sumarsono didampingi oleh Gubernur Jambi, Zumi Zola Sulkifli, Walikota Jambi, H. Syarif Fasha, Rabu (27/7/2016) di Abadi Convention Centre, Kota Jambi. Kegiatan Munas APEKSI ini juga dihadiri oleh 98 Walikota se-Indonesia yang berlangsung dari tanggal 26 sampai 28 Juli mendatang. Sebelumnya, pada Selasa malam (26/7/2016) bertempat di Hotel Ratu Convention Centre, Walikota Rai Mantra juga menghadiri acara gala diner.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, DR. Soni Sumarsono dalam sambutannya mengatakan, misi kitahanya satu yakni menyelesaikan kepemerintahan dengan baik, apa yang belum sempurna hendaknyalah disempurnakan. Selain itu, konsep kenegaraan harus bisa hadir dalam kepemerintahan pada layanan publik, berikanlah pelayanan yang luar biasa kepada rakyat sesuai dengan konsep nawacita yang dicanangkan oleh Bapak Presiden.

Dengan adanya pengembangan smart city atau kota cerdas yang berbasis teknklogi, rakyat tidak perlu datang ke kantor, cukup dengan handphone semua jenis pelayanan bagi publik di pemerintahan bisa diakses.

Menurut Somarsono semua kekuranggan dipelayanan publik tidak boleh dihentikan, namun harus tetap dijalankan dan menjadi komitmen kita bersama. Pada bulan Agustus mendatang, Sumarsono mengharapkan semua Kabupaten/Kota telah menyelesaikan Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah yang merupakan tindak lanjut dari PP Nomor 18 tahun 2016. “Apapun rekomendasi dari Munas ini kami akan menindaklanjutinya, dan bagi daerah-daerah yang menyelenggarakan program inovasidaerah , Pemerintah Pusat akan memberikan reward kepada Bupati/Walikota terbaik,” kata Sumarsono.

 Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Walikota Manado, Vicky Lumentut mengatakan Munas ini merupakan sebuah forum untuk menyamakan gerak dan langkah dalam menghadapi perubahan paradigma dalam tata pemerintahan serta mengevaluasi kebijakan empat tahunyang sekaligus menentukan kebijakan empat tahun yang akan datang. “Forum ini merupakan forum yang sangat strategis bagi seluruh anggota APEKSI, selain itu forum ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan tupoksi organisasi  dan menyusun rekomendasi terhadap pemerintah dan keputusan lain sesuai dengan AD/ART APEKSI,” jelasnya.

Sementara Walikota Rai Mantra didampingi Kabag Pemerintahan Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata yang di temui di sela-sela pembukaan APEKSI mengatakan bahwa  APEKSI ini diharapkan dapat sebagai media untukberkomunikasi antar kota dalam melaksanakan program pembangunan daerah.

Demikian juga masalah-masalah yang dialami pada masing-masing pemerintah kota bisa di diskusikan melalui forum APEKSI ini yang mana nantinya bisa dijadikan rekomendasi untuk kemudian disampaikan kepada pemerintahpusat. “Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan dapat menciptakan kerjasama yang baik antar daerah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dapat mempercepat pelaksanaan otonomi daerah.” pungkas Rai Mantra.

Sumber : Ngurah Humas Dps
Editor : Putu Tistha

Tidak Sebatas Penampilan Luar, Jegeg Bagus Diminta jadi Cerminan Remaja Bali

BALI-PORTAL-NEWS.COMAjang pemilihan muda mudi berbakat yang terangkum dalam kegiatan Jegeg Bagus Bali 2016, merupakan media untuk melahirkan insan Bali yang memiliki intelektualitas dalam berperan serta membangun daerah Bali, untuk itu para penyandang predikat Jegeg dan Bagus diharapkan tidak hanya menitikberatkan pada penampilan luar semata dan sekedar untuk meraih juara saja. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat membuka acara Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Bali Tahun 2016, bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (23/7/2016).

Pastika mengharapkan Jegeg Bagus Bali mampu menjadi duta Bali di tingkat Nasional bahkan Internasional, karena Jegeg Bagus Bali merupakan cerminan masyarakat khususnya bagi remaja Bali ke depan. Menurutnya kegiatan ini juga sangat baik sebagai salah satu wahana untuk membina generasi muda yang nantinya akan mewarisi serta bertanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai hakiki dan luhur ajaran agama, adat istiadat, seni dan budaya bangsa.

Pastika mengajak, para peserta Grand Final dan para generasi muda lainnya, untuk memulai menjaga dan melestarikan Bali dari aspek kebersihan dan kehijauannya, mengingat kehidupan perekonomian masyarakat Bali bergerak dari sektor pariwisata.

Sementara itu Ketua Panitia Acara Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2016 yang juga selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Yuniarta dalam laporannya, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini selain menyiapkan generasi muda yang memiliki intelektualitas, juga sebagai jembatan pemerintah untuk menyebarluaskan program-program Bali Mandara, khususnya pada bidang pembangunan kepariwisataan. Para peserta yang lolos dalam Grand Final ini berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Bali, berjumlah 9 pasang yang telah mengikuti proses seleksi sangat ketat di tingkat Kabupatennya masing-masing.

Selanjutnya, peserta Grand Final dikarantina untuk mendapatkan pembekalan ilmu pengetahuan dan keterampilan selama empat hari yaitu dari tanggal 21 -27 Juli bertempat di Hotel Puri Ayu Denpasar. Proses penilaian pada para peserta ini telah dilakukan mulai dari proses karantina sampai pada acara puncak hari ini. Tim juri dalam ajang ini berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi yang kompeten dalam bidang kebudayaan, bahasa, pengetahuan lingkungan hidup, kepariwisataan dan psikologi, serta para juri yang kompeten dalam etika dan perilaku serta penguasaan panggung, tata rias dan busana. Nantinya juara pada pemilihan ini, akan ditunjuk menjadi Duta Wisata dan Duta Budaya dalam mengikuti berbagai event di tingkat regional, nasional dan internasional.

Pada momentum tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa pada malam puncak Grand Final tersebut juga dihadiri oleh Duta Wisata luar daerah Bali seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, guna mempererat tali persaudaraan antar Duta Wisata.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ny Ayu Pastika berkesempatan memberikan pertanyaan  bagi 3 besar finalis.

Dan akhirnya dari 9 pasang finalis Jegeg dan Bagus Bali 2016, terpilihlah Jegeg Gianyar Putu Ratih Aristia Dewi dan Bagus Badung Gede Bagus Taruna Satria Arimbawa sebagai predikat pertama yaitu Jegeg Bagus Bali 2016 yang dalam kesempatan tersebut penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta Ny. Ayu Pastika yang kemudian dilanjutkan dengan penasangan Mahkota kepada Jegeg Bali 2016 oleh Ny. Ayu Pastika dan penyematan bros Bagus Bali 2016 oleh Gubernur Pastika. Sedangkan Runner Up I Jegeg Bagus Bali 2015 adalah Jegeg Badung A A Istri Argyanti Nariswari dan Bagus Gianyar Pande Putu Dwi Novigga Artha. Terakhir posisi Runner Up II diraih oleh Jegeg Klungkung Dewa Ayu Agung Mas Berliana Rahita dan Bagus Jembrana Nyoman Ananta Lastiyasa.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha

Ayu Pastika Ajak Para Ibu Berkreasi dan Berinovasi Sajikan Menu Ikan bagi Keluarga

BALI-PORTAL-NEWS.COMPara ibu rumah tangga diimbau mampu mengembangkan kreasi dan inovasi dalam menyajikan bahan makanan berbahan dasar ikan bagi keluarga. Hal ini karena ikan kaya akan  mineral dan juga asam amino, terutama Omega 3 yang diperlukan oleh tubuh. Demikian  disampaikan ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Provinsi Bali, Ny Ayu Pastika saat menjadi juri kehormatan dalam lomba menu masakan berbahan dasar ikan di Areal Taman Budaya, Denpasar, Kamis (21/7/2016).

“Mencari inovasi dan kreasi dalam membuat masakan yang berbahan dasar ikan bertujuan untuk memberi variasi menu agar yang disajikan bagi keluarga tidak membosankan. Kalau bisa kita anjurkan anak anak untuk mengkonsumsi ikan setiap hari. Ikan itu sumber protein yang bagus dalam pembentukan generasi muda yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.  Menurutnya bagaimanapun usaha pemerintah dalam upaya peningkatan konsumsi ikan, jika tidak dibarengi kesadaran dan dukungan dari masyarakat tentu tujuan dari kegiatan ini tidak akan pernah tercapai.

Pada kesempatan itu  Ayu Pastika sangat mengapresiasi hasil karya masakan para peserta yang berasal dari para siswa SMK dan anggota Tim Penggerak PKK se-Bali. Dia menilai  karya masakan itu sudah memiliki nilai inovasi, apalagi sebagian peserta datang dari kalangan anak-anak. “Saya sangat mengapresiasi masakan para peserta, rasanya sangat enak dan kreatifitas mereka sangat tinggi. Apalagi tadi saya lihat para peserta menggunakan sayuran lokal sebagai bahan pelengkap, itu poin plus untuk mengangkat hasil produksi lokal kita,” imbuhnya.

Selain itu dia juga berharap, melalui acara ini tidak hanya mengangkat industri perikanan lokal, namun juga dibarengi dengan pertumbuhan produksi buah dan sayur lokal.

Senada dengan Ayu Pastika, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali yang juga ketua panitia lomba Ir I Made Gunaja MSi menyampaikan bahwa tujuan dari dilaksanakannya lomba ini selain mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama anak anak untuk sejak dini menggemari ikan , juga mendorong minat masyarakat untuk terus berkreasi menciptakan menu baru sehingga minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan meningkat. Karena hingga saat ini tingkat konsumsi ikan di Bali lebih rendah dari rata-rata konsumsi ikan nasional. Ia juga menambahkan guna menggugah kemauan masyarakat untuk menyukai ikan, sejumlah upaya sudah dilakukan melalui sosialisasi hingga tingkat kabupaten dengan  menyertakan para kader Tim Penggerak  PKK.

Acara lomba pada pagi itu berlangsung meriah karena diisi dengan demo masak oleh para juri masak (Chef) yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) Bali, yaitu Chef Made Widi dari Lexington Hotel dan Chef Mad Sumadata dari Sanur Paradise Hotel dengan menampilkan Ny. Ayu Pastika sebagai bintang tamu. Dalam demo masak tesebut diajarkan cara masak ikan yang enak dan mudah bagi keluarga dan anak-anak, serta dsampaikan cara mengolah ikan yang baik dan benar.

Dari hasil penilaian  juri Chef Hendra Mahendra dari Bali International Golf Resort Nusa Dua dan ketua Forikan Bali Ny. Ayu Pastika, ditetapkan pemenang  dalam Kategori Lomba Masak Ikan Tingkat PKK untuk juara I diraih oleh TP PKK dari Kota Denpasar, juara II TP PKK dari Kabupaten Tabanan dan juara III TP PKK Kabupaten Badung. Sementara lomba masak tingkat SMK terdiri dari dua kategori, yaitu kategori lomba inovasi menu pembuka untuk juara I disabet oleh SMK Yapparindo (Yayasan Pusat Pariwisata Indonesia) Klungkung, juara II diraih oleh SMK PGRI 3 Denpasar dan juara III yaitu SMK N 4 Denpasar. Untuk kategori terakhir yaitu inovasi menu utama tingkat SMK, juara I disabet oleh SMK Yapparindo Klungkung, juara II adalah SMK N Badung dan terakhir juara III diraih oleh SMK PGRI 3 Denpasar.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Piodalan di Padmasana Kantor Disdikpora Denpasar, Diiring Tari Rejang Dewa

BALI-PORTAL-NEWS.COM Piodalan di Padmasana Kantor Disdikpora Kota Denpasar bertepatan dengan rahina Purnama sasih Kasa, Selasa (19/7/2016), berlangsung khusyuk. Upacara dipuput Ida Pedanda Gede Putra Carik dari Griya Yangbatu Kangin Denpasar.

Pada perayaan piodalan tersebut dihadiri seluruh pejabat dan staf di lingkungan Disdikpora Kota Denpasar, termasuk UPT Dikpora Kecamatan, UPT SKB Dikpora Kota Denpasar, UPT Rumah Pintar serta kepala SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar.

Sebelum persembahyangan dimulai, upacara diisi dengan tetabuhan, kekidung, dan tari Rejang Dewa sebagai persembahan piodalan yang diselenggarakan setiap setahun sekali. Tetabuhan dan tari wali ini dipersembahkan sebagai makna untuk menghaturkan terima kasih ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat beliaulah semuanya dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Tari Rejang Dewa yang diiringi tetabuhan Semar Pegulingan merupakan persembahan siswa SMKN 5 Denpasar. ‘’SMKN 5 Denpasar selalu siap ngayah ngigel dan magambel jika umat menghendaki. Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan umat terhadap SMKN 5 Denpasar selama ini,’’ ujar Kepala SMKN 5 Denpasar, Ketut Sumerta.

Sementara Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta, mengungkapkan, persembahyangan bersama dalam rangka piodalan ini memberi kesempatan kepada para pegawai untuk lebih mendekatkan diri dengan sang pencipta. Melalui persembahyangan bersama ini diharapkan srada bhakti para pegawai pada Hyang Widhi makin meningkat sebagai bekal untuk melaksanakan kewajiban sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Selain itu, ritual tahunan ini hendaknya menjadi ajang untuk meningkatkan semangat kekeluargaan di kalangan PNS dan tenaga kontrak. Suasana kekeluargaan sangat kental terasa di akhir persembahyangan. Para PNS, mulai dari pejabat hingga staf serta tenaga kontrak ngelungsur gebogan.

Penulis : Putu Tistha
Editor : Putu Tistha

SMP PGRI 9 Denpasar Sosialisasi Pendidikan Keluarga

BALI-PORTAL-NEWS.COM – SMP PGRI 9 Denpasar mengundang orangtua siswa baru untuk sosialisasi mengenai Pendidikan Keluarga dan penyampaian kebijakan peningkatan pengelolaan sekolah bermutu, Sabtu (16/7/2016). Sosialisasi dibuka Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., didampingi pembina, Drs. Ketut Sukarta, M.Si., Drs. Made Bandung, serta Koordinator Pengawas Kota Denpasar, Wayan Kartini.

Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana, memberi apresiasi kepada SMP PGRI 9 Denpasar karena semakin mendapat kepercayaan masyarakat. Sekolah ini dikejar masyarakat karena mutu, pendidikan disiplin dan karakter.

Karenanya, kepercayaan ini harus diemban dengan memberi pelayanan terbaik kepada anak bangsa. Guru adalah kunci  keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu dia mengatakan SMP PGRI 9 Denpasar harus terus berbuat dan berinovasi. Pertemuan dengan orangtua siswa ini, kata Madianyana, pas dengan konsep Pendidikan Keluarga, bahwa pendidikan selalu bekerja sama dengan orangtua, masyarakat dan sekolah.

Koordinator Pengawas Kota Denpasar, Wayan Kartini menyampaikan pentingnya peran dan pendidikan keluarga. Tugas orangtua siswa tak sekadar mengantar ke sekolah langsung ditinggal, melainkan lebih dari itu.

Di antaranya menanyakan perkembangan akademis anak, cara belajar dan bergaulnya. Ia juga mengingatkan anak-anak dibiasakan sarapan pagi di rumah serta orangtua juga diingatkan tak melakukan kekerasan terhadap anak.

Penulis : Gandhi Abhivara
Editor : Putu Tistha

SMP PGRI 9 Denpasar Cetak SDM ‘’Widya Jaya Jayanthi’’

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M.,M.Si., merasa bangga SMP PGRI 9 Denpasar menjadi pilihan masyarakat. Tahun ini, SMP PGRI 9 Denpasar sukses menerima 237 siswa baru.

‘’Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang mempercayakan SMP PGRI 9 Denpasar. Ini menunjukkan para orang tua siswa sangat pas menentukan pilihan di SMP PGRI 9 Denpasar,’’ ujar Agung Ketut Sumitra disela-sela sosialisasi Pendidikan Keluarga dan penyampaian kebijakan peningkatan pengelolaan sekolah bermutu di SMP PGRI 9 Denpasar, Sabtu (16/7/2016).

Kebanggaan kedua, SMP PGRI 9 Denpasar dipercaya Kemendikbud sebagai satu-satu sekolah swasta di Denpasar yang mendapatkan bimtek pemenuhan sekolah potensial menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). SMP PGRI 9 Denpasar yang juga saudara kembar SMPN 10 Denpasar ini juga semakin memperkuat diri menerapkan Kurikulum 2013 (K-13).

A.A. Ketut Sumitra yang juga pengelingsir Puri Padangluwih, Dalung (duwe Puri Mengwi) mengungkapkan, warga SMP PGRI 9 Denpasar telah disiapkan yel-yel membangkitkan semangat warga sekolah. Pertama adalah ‘’Widya Jaya Jayanthi’’ artinya ilmu yang diperoleh di SMP PGRI 9 Denpasar berguna untuk selama-lamanya.

Kedua, bersih, disiplin dan berprestasi, dimana membiasakan warga sekolah berprilaku hidup bersih, disiplin dan bersemangat mengejar prestasi setinggi-tinggi. Terakhir adalah sekolahku rumahku, mengajak semua warga sekolah merasa memiliki sekolah sebagai rumah sendiri. Sehingga siswa di sekolah harus ditanamkan harus betah di sekolah, belajar dengan tenang di sekolah, gembira di sekolah. Dengan begitu proses belajar mengajar terlaksana dengan baik dan muaranya prestasi bisa diraih.

Penulis : Gandhi Abhivara
Editor : Putu Tistha

Besarkan Sekolah dengan Konsep ‘’Nawasanga’’

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Pembina SMP PGRI 9 Denpasar yang juga Kepala SMPN 10 Denpasar, Drs. Ketut Sukartha, M.Si., memberi apresiasi luar biasa pada SMP PGRI 9 Denpasar. Sekolah ini sudah mampu mengelola sekolah secara mandiri dan maju.

Besarnya animo masyarakat mempercayakan anaknya bersekolah di SMP PGRI 9 Denpasar suatu yang tidak mudah, tetapi ini adalah perjuangan yang amat panjang. Semua itu berkat kerja keras kepala sekolah,para guru, dan staf pegawai, yang tidak henti bersinergi dengan stakeholder, pada akhirnya menghasilkan karya besar dan hasilnya sesuai dengan harapan bersama.

Ketut Sukartha mengajak seluruh stakeholder sekolah untuk membesarkan SMP PGRI 9 Denpasar dengan konsep nawasanga.

Pertama, membangun komunikasi dengan siapa saja secara positif, segala masalah akan terpecahkan dengan budaya komunikasi.

Kedua, selalu menjaga etika yang mengacu kepada kumpulan nilai-nilai normatif yang berlaku yang harus dijunjung tinggi sebagai kearifan lokal.

Ketiga, menjaga integritas yang murni proposisi positif membangun budaya positif.

Keempat, moralitas yang mengaku pada standar yang diterima umum tentang perilaku benar.

Kelima, positivity menunjukkan rasa bangga kepada sekolah yang tinggi, merasa risih bila sekolah mendapat aib, merasa bangga karena sekolah berprestasi.

Keenam, profesional menjad tenaga yang profesional membangi waktu dan pekerjaan selesai.

Ketujuh, komitmen yang tinggi terhadap kebesaran almamater.

Kedelapan, berpikir ilmiah dan rasional setiap memandang persoalan.

Kesembilan, mememiliki pengetahuan dan menjadi SDM yang terampil sesuai tuntutan masa kini dan akan datang.

Penulis : Gandhi Abhivara
Editor : Putu Tistha

SMP PGRI 5 Denpasar Tanamkan Budaya Malu Kalau Melanggar

BALI-PORTAL-NEWS.COM  Selain meningkatkan mutu guru dan memperkuat kurikulum sekolah untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter dan berbudaya, SMP PGRI 5 Denpasar juga menanamkan budaya mutu dan budaya malu kalau melanggar.

Siswa SMP PGRI 5 Denpasar dikatakan kasek yang suka main tenis ini sudah tiba di sekolah pukul 07.00 wita dan  07.15 pintu sekolah sudah ditutup. Siswa, guru, kasek dan karyawan yang terlambat dicatat dan diumumkan kinerjanya setiap semester.

Kinerja ini merupakan bagian penilaian guru setiap tahun digabungkan dengan penilaian siswa terhadap guru. Guru yang tak disiplin disarankan untuk meninjau minat kembali kalau tak mau diberhentikan.

Model ini dikatakannya mampu meningkatkan motivasi kerja guru dan karyawan karena Wayan Wirasa mengakui kinerja guru sekarang tak boleh biasa-biasa saja tapi luar biasa. ‘’Ini juga memupuk kebersamaan,’’ujarnya.

Tahun ajaran baru ini SMP PGRI 5 Denpasar menerima 500 lebih siswa baru. Istimewanya semua siswa sekolah ini masuk pagi. Bahkan Wayan Wirasa mengatakan sekolah ini masih memiliki lima kelas kosong dan dipakai untuk kegiatan esktra kurikuler untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana mengacungkan jempol SMP PGRI 5 Denpasar terus hidup dan bergeliat untuk pendidikan berkualitas. Makanya Madiadnyana mengatakan program ini sejalan dengan pemerintah dimana tak ada lagi dikotomi sekolag negeri dan swasta.

Dengan padatnya program dan anggaran penguatan mutu guru, Madiadnyana mengatakan wajar sekolah ini diincar masyarakat. Programnya jelas, pelaksanaannya bisa dipertanggungjawabkan.

Penulis : Gandhi Abhivara
Editor : Putu Tistha

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan