29 C
Denpasar
Jumat, 19 Oktober 2018

Agung Sujana : Gerakan Literasi di Sekolah Perlu Digiatkan

BALIPORTALNEWS.COM – Instruktur nasional, Drs. AA Sujana mengatakan, gerakan literasi sekolah yang saat ini sedang digiatkan oleh pemerintah pusat, ternyata masih minim diterapkan sekolah. Padahal tujuan gerakan literasi sekolah ini sangat positif  menumbuhkan budi pekerti peserta didik melalui pemberdayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Menurut Agung Sujana, dalam mengimplementasikan gerakan literasi sekolah ada tiga tahapan yaitu pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. “Setiap tahap ada indikator pencapaian, kapan mulai tahap pengembangan dan kapan pembelajaran ada indikatornya,” kata Agung Sujana disela-sela workshop review Kurikulum 2013 yang digelar Disdikpora Kota Denpasar di SMAN 4 Denpasar, Selasa (30/8/2016).

Pada tahap pembiasaan, dijelaskan Agung Sujana, ada kegiatan yang harus dilakukan siswa yaitu membaca selama 15 menit. Kegiatan membaca ini bisa dilakukan di tengah atau sesudah pelajaran. “Pembiasaan ini tidak ada tagihan apapun, itu hanya menumbuhan kecintaan anak untuk membaca,” cetusnya.

Setiap anak memiliki kebiasaan dalam membaca, ada yang pembaca senyap dan pembaca nyaring. Agung Sujana mengatakan, guru boleh membacakan buku tetapi tidak setiap saat. Namun dia merekomendasikan membaca senyap atau SSR (Sustained Silent Reading) dan berkelanjutan.

“Makna berkelanjutan itu apa? Buku yang dibaca saat itu, buku itu jugalah yang besoknya dibaca. Oleh sebab itu ada yang namanya jurnal membaca. Di buku panduan gerakan literasi sekolah disebutkan siswa setiap kali setelah melakukan kegiatan membaca mereka mengisi jurnal. Mereka mengisi sendiri, jadi guru Bahasa Indonesia tidak capai menilai,” ujarnya.

Setelah membaca buku, imbuh pegiat KSPAN ini, guru secara informal bisa bertanya kepada siswa mungkin ada yang mau menceritakan dari isi buku tadi, atau apa ada sesuatu hal baru yang ditemukan dalam buku itu.

Lanjut Agung Sujana, gerakan literasi sekolah, para guru tidak lagi boleh sekadar menyuruh siswa membaca, lalu meninggalkan begitu saja, atau hanya menyuruh siswa menjawab pertanyaan di buku-buku itu sebagai tugas. ‘’Yang terpenting guru juga ikut membaca, bahkan juga semua komponen sekolah termasuk tukang kebun, cleaning service, kepala sekolah semuanya itu harus ikut membaca. Jadi tidak siswa saja yang diminta membaca, gurunya Facebook-an, BBM-an. Bahkan guru untuk mendorong supaya siswa menyukai membaca, guru menceritakan buku apa yang dia baca, apa menariknya buku yang dia baca tadi itu, untuk menunjukan bahwa guru itu juga membaca. Jadi lebih terlibat,” lanjutnya.

Agung Sujana menyarankan buku yang dibaca siswa tidak harus buku baru. Dia pun menggarisbawahi buku yang harus dibaca untuk tahap pembiasaan adalah buku non pelajaran, bukan buku pelajaran. “Buku fiksi, komik, sastra, novel, biografi. Dengan begitu anak-anak kita membaca yang lain, nggak berkutat buku matematika, bahasa Indoensia dan lain-lain, yang setiap hari mereka pelajari,” tegas Agung Sujana.

Berjalannya gerakan literasi sekolah, ditegaskan Agung Sujana, tergantung pada komitmen dan kreativitas guru. Kreativitas itu bisa dilakukan dengan membolehkan siswa membawa buku kesukaannya sendiri dari rumah. (tis/bpn)

Tekan Menjamurnya Toko Modern, Pemkot Gencarkan Pengawasan

BALIPORTALNEWS.COM – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membangkitkan perekonomian masyarakat kecil salah satunya toko tradisional dan membatasi jumlah toko modern.

Menindak lanjuti imbuhan Walikota, Tim Yustisi atau Tim Pengawasan Toko Modern yang dipimpin langsung Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Ketut Mister, melakukan pembinaan, Senin (29/8/2016) di Toko Lais, Toko Shinta, Toko Adhi dan Toko Indoochi.

Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Denpasar I Ketut Mister mengatakan, empat toko ini terindikasi bekerjasama dengan Indomaret dan Alfamart. Yang paling menarik menurut Ketut Mister empat toko ini terindikasi mengelabui petugas dengan menutup logo toko berjaringan dengan nama lain.

Seperti Toko Indoochi logo komputer yang digunakan masih terlihat logo Indomaret.  Bahkan dari empat toko itu yang memiliki izin hanya Toko Shinta,  namun izin yang dimiliki pun berbeda dengan yang dijual. Hal tersebut telah melanggar Perwali No 9 tahun 2009 tentang pembinaan pasar modern, toko modern dan toko tradisional.

Dalam Perwali tersebut telah mengatur jumlah toko modern yang ada di Denpasar yakni sebanyak 295 toko. Dengan adanya Perwali tersebut Pemkot Denpasar  konsisten dengan hal tersebut. Sehingga bagi toko modern yang berjaringan maupun yang tidak, harus mencari ijin sebelum berusaha.

Dari Perwali itu ditentukan ijin permanen atau izin sementara.  Tapi di lapangan banyak yang berusaha tidak memiliki izin, maka dari itu pihaknya harus melakukan pembinaan ini. Bukan bermaksud melarang atau mematikan orang berusah, namun semua ini harus diikuti dengan kepatuhan pada peraturan.

Bagi yang tidak mau mengikuti pembinaan pihaknya akan melakukan tindakan tegas salah satunya penyegelan.  ‘’Hal ini tidak boleh terjadi, maka dari itu kami harus menegakan peraturan dengan memberikan pembinaan lebih lanjut serta penyegelan,’’ ujarnya.

Kadis Disperindag Wayan Gatra menambahkan, melalui pembinaan ini pihaknya berharap masyarakat sendiri yang mengelola tokonya secara modern. Karena kedepan persaingan semakin ketat maka diharapkan pemilik toko untuk mengelola tokonya sendiri seperti toko modern. Semua itu tidak dilarang asalkan tidak bekerjasama dengan toko berjaringan.

Menurutnya, dilarangnya masyarakat berkerjasama dengan toko berjaringan karena toko berjaringan itu  sudah besar dan di Denpasar telah dibatasi. “Jika kami memberikan toko berjaringan membangun seluas-luasnya  maka akan menghambat pertumbuhan toko tradisional khususnya ekonomi masyarakat kecil.

Sementara itu, Pemilik Toko Shinta Shinta Kurnia Dewi mengaku menggunakan sistem indomaret, selain itu barang yang dijual langsung dari Indomaret. Menurutnya ini memang salah maka dari itu pihaknya siap merubah tokonya sesuai dengan izin yang dimiliki yakni pedagang eceran. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

Guru Dituntut Tingkatkan Kualitas Pendidikan

BALIPORTALNEWS.COM – Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka peningkatan mutu pendidik. Lebih dari itu, untuk mendorong peserta didik agar mampu lebih baik dalam melakukan pengamatan, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengomunikasikan apa yang diperoleh dalam pembelajaran.

‘’Pengembangan Kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara terintegrasi,’’ tegas Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., saat membuka workshop review Kurikulum 2013 SMA/SMK mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, di SMAN 4 Denpasar, Senin (29/8/2016).

Agenda workshop yang diselenggarakan Disdikpora Kota Denpasar ini berlangsung lima hari mulai 29 Agustus 2016 s/d 2 September 2016. Workshop diikuti 100 guru terdiri dari 50 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 50 guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMA/SMK negeri/swasta se-Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan Supartha,  guru adalah sosok primadona dan strategis. Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Makanya, ia mengharapkan guru mampu mempersiapkan diri secara kompetitif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Supartha berharap, Kurikulum 2013 yang sudah berjalan empat tahun di Kota Denpasar, tidak lagi disambut dengan sikap apriori dan pesimis para guru untuk menggunakan kurikulum tersebut. Disdikpora Kota Denpasar, kata Supartha, terus melakukan evaluasi dan pembenahan, serta pemantapan impelementasi Kurikulum 2013.

Supartha berharap, dengan review kurikulum ini terjadi perubahan pola pikir (mindset) dan kemampuan peserta dalam proses pembelajaran di kelas. Dimulai dari persiapan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik dan benar.

Supartha didampingi Kasi Kurikulum Bidang Dikmen, Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., menambahkan, hasil akhir dari workshop review Kurikulum 2013 ini para guru mampu lebih rasional dalam implementasi Kurikulum 2013, SKL,KL, KD dan indikator pencapaian kompetensi dalam perencanaan pembelajaran.

Selain itu mampu dalam penyusunan program tahunan dan program semesteran,penerapan pendekatan saintifik dan auntentik dalam pemebelajaran,penyusunan RPP dan pelaporan hasil belajar. Hasil akhir dari program pembalajaran, dijelaskan Supartha, adalah peningkatan dan kesimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skill) dan manusia yang memiliki kecakapan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skill) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi, sikap pengetahuan dan keterampilan.

Agenda workshop menghadirkan pembicara Drs. Made Suastana, M.Pd., fasilitator dari Widyaiswara LPMP Provinsi Bali serta instruktur nasional dari guru SMA dan SMK Kota Denpasar. (tis/bpn)

 

Banjar Sari, Sidakarya Gelar Pasar Murah dan Bakti Kesehatan

BALIPORTALNEWS.COM – Denpasar – Menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan, kebutuhan berupa sembako dan sarana upakara banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Untuk meringankan beban masyarakat dan mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhaan pokok, diselenggarakan kegiatan pasar murah.

Seperti terlihat pada minggu (28/8/2016) pagi di lingkungan Br. Sari, Jl. Bedugul Sidakarya, Denpasar, kembali diadakan kegiatan pasar murah. Sejak pagi hari masyarakat sekitar nampak begitu antusias mengikuti kegiatan pasar murah ini.

Wakil Walikota IGN Jayanegara hadir didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar, Gusti Ngurah Gede, Kadiskop & UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena, Camat Densel AAN Risnawan dan tokoh masyarakat adat setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara, mengatakan, Pemkot Denpasar menyambut positif diadakannya kegiatan pasar murah dan bakti kesehatan yang merupakan upaya mensejahterakan masyarakat. Pemkot Denpasar selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui program – program yang telah dirancang sedemikian rupa.

‘’Harapan ke depan bagaimana kegiatan semacam ini bisa menyebar ke seantero Kota Denpasar agar seluruh masyarakat di Kota Denpasar dapat merasakan manfaat kegiatan pasar murah dan bakti kesehatan secara merata,’’ ujar Jaya Negara.

Ketua panitia, Wayan Rena, mengatakan, tujuan pelaksanaan pasar murah dan bakti kesehatan di lingkungan Br. Sari, Desa Sidakarya ini adalah mengantisipasi kenaikan harga dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus juga memberi pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat.

‘’Kegiatan ini sangat bermanfaat dan merupakan bentuk kepedulian kami dalam mensejahterakan masyarakat. Kegiatan ini harus dipertahankan dan dibuat berkesinambungan. Terimkasih juga kami sampaikan kepada Pemkot Denpasar atas segala dukungan baik moril maupun materil,’’ ujarnya.

Rena menambahkan, masyarakat sangat merespon baik acara ini dan antusias bertransaksi di pasar murah setelah melihat harga yang ditawarkan oleh panitia. Kegiatan pasar murah dan bakti kesehatan ini merupakan pelaksanaan yang kesembilan kalinya, tempatnya berpindah namun masih dilingkungan Desa Sidakarya.

Wayan Suadi Putra, Anggota DPRD Kota Denpasar asal Desa Sidakarya yang merupakan inisiator acara ditemui usai acara menanggapi positif terselenggaranya pasar murah dan bakti kesehatan di Br. Sari, Desa Sidakarya. ‘’Kegiatan ini sangat positif dalam meringankan beban masyarakat terutama umat Hindu menjelang hari suci Galungan dan Kuningan. Dalam pasar murah ini kami menyediakan sembako murah bersubsidi untuk masyarakat umum dan sarana upakara bersubsidi untuk umat se-dharma,’’ ujar Wayan Suadi.

Seusai acara nampak Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara memeriksakan kesehatan di stand bakti kesehatan. (esa/humas pemkot dps/bpn)

 

Reuni Alumni 86 Smansa, Gelar Workshop “Memuliakan Profesi Guru”

BALIPORTALNEWS.COM – Alumni 86 SMAN 1 Denpasar (Smansa) menggelar reuni ke-30 selama dua hari, Sabtu (27/8/2016) dan Minggu (28/8/2016). Menariknya, hari pertama reuni diisi dengan workshop “Memuliakan Profesi Guru” yang diikuti siswa dan guru di Aula Smansa.

Agenda workshop menghadirkan pembicara Dr. Ir. I Ketut Suarnaya, MT., dengan materi pengembangan keprofesian berkelanjutan (guru pembelajar) itu. Yang lebih menarik lagi, temu alumni juga dihadiri Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra yang juga alumni Smansa 86.

Sementara puncak reuni dilaksanakan di kediaman Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Minggu (28/8/2016). “Tujuan kami mengadakan reuni adalah menyambung silaturahmi antara teman-teman angkatan 86 dan juga para guru di sekolah kami yang tercinta ini,” ujar Ketua Panitia Reuni Ke-30 Alumni Smansa 86, I.A. Selly Dharmawijaya Mantra.

Menurut Selly, silaturahmi yang baik secara otomatis akan menjalin komunikasi yang baik pula. Dengan demikian, para alumni Smansa khususnya angkatan 86 dapat memberikan sumbangsih bagi sekolah. Baik dalam bentuk bantuan, maupun sumbangan pemikiran untuk bersama-sama membesarkan sekolah dan almamater.

“Dengan kami ikut membantu, ikut membesarkan sekolah ini, harapan kami sekolah kami tetap bisa menghasilkan anak didik yang berkarakter,” jelasnya.

Selly menambahkan, Smansa dulu hingga sekarang menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Utamanya telah banyak menghasilkan anak didik yang berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala SMAN I Denpasar, Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., mengatakan, Smansa sampai saat ini telah memiliki lebih dari 22.000 alumni. Pihaknya mengapresiasi positif kedatangan alumni angkatan 86 untuk mengadakan kegiatan bakti sosial, pengabdian kepada almamater dan workshop.

Angkatan 86 disebut mempunyai perhatian yang besar kepada almamater dengan mengadakan reuni di sekolah, disamping mengadakan di tempat lain. “Sangat bagus, ini kan menunjukkan bahwa ikatan batin anak-anak yang pernah belajar di SMAN 1 Denpasar dengan almamaternya tidak putus begitu tamat atau lulus. Jadi dengan demikian maka dari visi pendidikan, kita melihat antara bakti dan restu itu jadinya jalan. Para siswa walaupun sudah di luar tetap menaruh respect pada almamaternya, sementara restu dari almamater itu bisa berjalan kepada seluruh alumni,” paparnya.

Purnajaya mengaku bangga sebab alumni angkatan 86 kini telah menjadi tokoh di bidangnya masing-masing. Salah satunya adalah I.B Rai Dharmawijaya Mantra yang sekarang menjadi tokoh di pemerintahan sebagai Walikota Denpasar.

Sementara Suarnaya dalam workshopnya mengatakan, tugas guru sangat mulia karena menyiapkan generasi penerus demi masa depannya membangun peradaban. Secara hakiki dan aseli (genuine) guru adalah mulia, menjadi guru berarti menjadi mulia, bahkan kemuliannya sama sekali tidak memerlukan atribut tambahan (aksesori). Memuliakan profesi yang mulia (guru) hanya orang-orang mulia yang tahu bagaimana memuliakan dan menghargai kemuliaan, terangnya.

Ke depan kata dia, profesinalisme guru bukan hanya kesiapannya yang akan diukur, tetapi lebih jauh lagi yaitu adalah kelayakan seseorang menjalani profesi guru. Dengan cara ini kita dapat menjamin bahwa menjadi guru, selain karena panggilan hati nurani, ia telah siap dan layakmenjalani profesi guru. ‘’Pemberian perhatian secara khusus mulai dari perekrutan calon guru, pendidikan guru, peningkatan profesionalitas, sampai dengan perlindungan dan kesejahteraan guru harus dilakukan,’’ pungkasnya. (tis/bpn)

SMK Pariwisata Harapan Juara Lomba Debat Bahasa Inggris

BALIPORALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, rutin setiap tahun mengadakan mengadakan English Debating Competition 2016 atau lomba debat Bahasa Inggris. Untuk tahun ini, lomba debat bahasa Inggris tingkat SMK yang diselenggarakan dua hari mulai Sabtu (27/8/2016) hingga Minggu (28/8/2016) di SMKN 2 Denpasar.

Ada 18 tim SMK negeri dan swasta se-Kota Denpasar yang berkompetisi dalam ajang ini. “Tujuan utama kegiatan ini yaitu melatih para siswa SMK berpikir secara kritis terhadap isu yang saat ini sedang berkembang. Ini sesuai dengan tema lomba debat bahasa Inggris tahun ini “The Media to Ekspress Your Briliant I Deas’’ atau media untuk mengekpresikan ide brilian siswa,’’ kata Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., saat menutup lomba debat bahasa Inggris, Minggu (28/8/2016).

Lebih dari itu, kata Supartha, event ini untuk menjaring siswa terbaik untuk nantinya disiapkan mengikuti ajang serupa di tingkat Provinsi Bali. Karenanya, lomba debat bahasa Inggris ini menjadi sarana yang ditunggu oleh siswa, khususnya mereka yang suka berdebat bahasa Inggris.

“Astungkara, duta Kota Denpasar setiap tahun berhasil meraih juara di tingkat Provinsi Bali,” ujarnya, semabri meminta sekolah dan the best speaker yang keluar sebagai terbaik di lomba debat ini dapat memberikan kontribusi terbaik untuk Kota Denpasar.

ketua panitia/pelaksana teknis kegiatan yang juga Kasi Kurikulum Dikmen Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., menambahkan, sistem debat menggunakan sistem Australia. ‘’Sistem Australia itu dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok afermatif dan kelompok negatif. Kelompok afermatif adalah kelompok yang setuju sedangkan kelompok yang negatif adalah yang tidak setuju. Jadi, sistemnya seperti parlemen di Australia. Sistem ini dipilih karena lebih sederhana dan paling familier,’’ terangnya.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan lomba debat, Kepala SMKN 2 Denpasar, Drs. Wayan Sarjana mengatakan, dari tahun ke tahun pelaksanaan lomba debat sudah semakin baik. Pemerintah Kota Denpasar juga semakin menggalakkan pelaksanaan lomba debat. Hasilnya, juara debat bermunculan dan tak hanya dimonopoli oleh sekolah tertentu.

Lomba debat SMK se-Kota Denpasar itu melibatkan juri dari Unud, Poltek Negeri Bali dan MGMP Bahasa Inggris SMA/SMK Kota Denpasar. Juara I, II, III dan juara harapan disediakan hadiah uang, piagam dan trofi. The best speaker juga disediakan piagam, trofi dan hadiah uang.

Tampil sebagai juara I tim debat SMK Pariwisata Harapan Denpasar. Di susul juara II, III dan harapan I masing-masing, tim debat SMK PGRI 3 Denpasar, SMKN 4 Denpasar dan SMKN 3 Denpasar. The best speaker diraih Varen Caroline Angela (SMK Pariwisata Harapan Denpasar), Kadek Dewik Febrianti (SMKN 4 Denpasar) dan Devi Hernawati (SMK Pariwisata Harapan Denpasar). (tis/bpn)

 

Kreativitas Rumah Pintar Resmi Ditutup

BALIPORTALNEWS.COM – Kreativitas Rumah Pintar 2016 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melalui UPT Rumah Pintar Kota Denpasar, resmi ditutup, Sabtu (27/8/2016) sore oleh Kabid Pemuda Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Ketut Sudana mewakili Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar.

Acara penutupan kreativitas Rumah Pintar diisi dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada pemenang lomba serangkaian Kreativitas Rumah Pintar 2016. Hadir pada acara itu pengawas sekolah, serta kepala SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar.

Ketua Panitia Kreativitas Rumah Pintar, Drs. Made Suena, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada PKBM dan LKP yang sudah berpatisipasi aktif mengisi acara Kreativitas Rumah Pintar 2016. Kegiatan ini merupakan langkah untuk membantu menjembatani upaya dari pihak PKBM serta lembaga kursus dan pelatihan untuk dapat memamerkan program belajar dan hasil dari kreativitasnya, agar dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat.

Kabid Pemuda Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, Ketut Sudana, mengharapkan, lembaga yang tampil di event Kreativitas Rumah Pintar ini ke depan tampil lebih greget dengan keunggulan masing-masing, sehingga mampu menyedot lebih banyak lagi pengunjung. Serta mampu menampilkan inovasi-inovasi baru yang mendukung Kota Denpasar Smart City.

Sementara itu, untuk pemenang lomba makendang tunggal tingkat SD Kota Denpasar juara I diraih I Wayan Agus Herry Wahyudi (SDN 1 Penatih), juara II I Putu Aditya Pratama Putra (SDN 2 Dangin Puri), juara III I ketut Bayu Arya Bagaskara (SDN 2 Penatih). Lomba makendang tunggal tingkat SMP, juara I-III masing-masing diraih I Made Arya Dwiguna (SMPN 8), Dwi Marta Adi Suryantara (SMPN 3), Jimata Kori (SMPN 12).

Lomba suling tunggal tingkat SD juara I diraih I Wayan Agus Wijaksana Muntur (SDN 3 Saraswati), juara II I Kadek Yogi Adnyana Diantara (SDN 4 Sesetan), juara III I Putu Gede Rian Dianatara (SD Cerdas Mandiri). Lomba suling tunggal tingkat SMP, juara I diraih Kdk. Dodik Surya Wijaya (SMPN 8), juara II Ni Luh Cahyani Dewi (SMPN 1), juara III Putu Agus Febriana (SMP PGRI 9).

Sementara lomba parade busana endek tingkat SD juara I diraih SDN 1 Sumerta,  juara II SD Saraswati 5 Denpasar, juara III SDN Saraswati 2 Denpasar. Sedangkan tingkat SMP, juara I diraih SMPN 4 Denpasar, juara II SMPN 7 Denpasar dan juara III SMPN 10 Denpasar. (tis/bpn)

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar Peringati HUT Ke-55 Pramuka

BALIPORTALNEWS.COM – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar menggelar upacara peringatan HUT ke-55 Pramuka di Lapangan Lumintang Denpasar, Minggu (28/8/2016). Upacara peringatan HUT dipimpin langsung Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar Gusti Lanang Jelantik mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Dalam upacara ini juga dilakukan penyerahan penghargaan tanda ikut serta pelaksanaan Jambore Nasional ke-10 di Cibubur dan Penyerahan hadiah  pemenang lomba gerak jalan pramuka dan lomba lampion.

Sambutan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Dr. Adhyaksa Dault, S.H., M.Si yang dibacakan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar mengatakan, Pramuka di umurnya yang ke-55 ini diharapkan kepada seluruh jajaran pramuka utamanya anggota dewasa baik sebagai majelis pembimbing, andalan, pelatih, pembina, pamong saka maupun instruktur untuk merapatkan barisan bekerjasama secara sinergi untuk mempercepat mewujudkan kaum muda Indonesia yang berkepribadian baik, berkarakter, berwatak, handal dalam berfikir dan bertindak, serta memiliki jiwa bela negara.

Semua itu harus dilakukan, karena gerakan pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah. Hal ini mengingat pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter.

Sedangkan peran keluarga sebagai pelaku pendidikan informal yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting.  Selain itu peranan Gerakan Pramuka juga penting dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang sering terjadi di rumah dan sekolah.

Gerakan pramuka yang kini berusia 55 tahun perlu di rebranding dengan motto pramuka baru yang diminati kaum muda. Pramuka hendaknya dapat mengikuti perkembangan zaman dan tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini.

Pendidikan kepramukaan juga dituntut dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda.

Lanang Jelantik menambahkan, di umur ke 55 tahun ini, dijadikan ajang evaluasi dan tombak kedepan menjadi lebih baik dalam melaksanakan program-program pendidikan kepramukaan yang mengarah pengembangan kompetensi peserta didik, baik wawasan pengetahuan, keterampilan, moral dan prilaku.

Hal ini harus fokus dilakukan di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar karena diharapkan pendidikan kepanduan ini sebagai bagian pendidikan formal ikut mengambil peran untuk menyiapkan generasi muda yang punya kualitas. Sehingga mereka kedepan menjadi aktor-aktor dalam pembangunan spiritual, lingkungan  dan manusia itu sendiri. ‘’Kami harapkan mereka bisa menjalankan hidupnya di masa yang akan datang,’’ harap Lanang Jelantik.

Tidak hanya itu, pendidikan pramuka yang strategis ini diharapkan kepada sekolah yang belum memiliki Gugus Depan agar segera membentuk Gugus Depan. Lanang Jelantik mengatakan, masih ada sekolah di Denpasar yang belum memiliki Gugus Depan. Pihaknya pun telah melakukan pembinaan kepada sekolah tersebut agar segera membentuk Gugus Depan. ‘’Sekolah yang tidak memiliki Gugus depan kebanyakan sekolah swasta khususnya sekolah yang baru didirikan,’’ katanya.

Menurutnya, yang menjadi kendala sekolah yang tidak memiliki Gugus Depan tersebut karena kurangnya pemahaman dari beberapa sekolah  yang belum optimal,  terkait pentingnya pendidikan kepanduan ini. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

Sekda Rai Iswara Buka Pameran Daur Ulang Sampah dan Gerakan Kebersihan Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COM – Guna mengajak semua komponen masyarakat untuk ikut peduli dan bertanggung jawab mewujudkan Denpasar bersih dan hijau (Denpasar Clean and Green), Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar menyelengarakan Pameran Daur Ulang dan Gerakan Kebersihan Lingkungan Kota Denpasar, Sabtu (27/8/2016) di Lapangan Parkir Timur Taman Kota Lumintang.

Dimana kegiatan ini dihadiri dan di buka langsung oleh Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara yang di tandai dengan pelepasan burung merpati ke udara. Sebelum kegiatan di mulai, Sekda Rai Iswara yang pada kesempatan ini didampingi oleh Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gst Ngurah Gede, Kadis DKP Kota Denpasar Ketut Wisada dan Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra, juga sempat meninjau stand-stand pameran daur ulang yang terbuat dari sampah.

Masalah kebersihan sekarang ini merupakan masalah kebutuhan primer kita bersama, dikarenakan ini merupakan kebutuhan mutlak bagi masyarakat Denpasar. Oleh sebab itu, diharapkan prosesi pelaksanaan dan penanganannya harus dilaksanakan secara bersama, demikian disampaikan Sekda Rai Iswara saat di temui di sela-sela peninjauan pameran berlangsung. Dimana Bapak Walikota selalu memberikan kesempatan kepada masyarakatnya untuk berpartisipasi di dalam memberikan suatu inovasi-inovasi pemecahan masalah di dalam penanganan kebersihan.

“Seperi ibarat, walaupun sebuah payung itu tidak bisa menghentikan hujan, akan tetapi payung itu bisa menghantarkan kita ketempat tujuan yang ingin kita capai, jadi dengan sebuah inovasi, walaupun tidak sertamerta bisa memecahkan masalah kebersihan, akan tetapi setidaknya kita bisa mengarah dalam penanganan kebersihan yang baik”, ungkapnya.

Untuk ini sebuah kampaye merupakan suatu sosialisasi yang menjadi sebuah inti, dengan mengkampayekan Denpasar menjadi kota bersih dan bebas sampah maka diharapkan kedepannya ini semua bisa terwujud, dimana proses untuk menju itu semua harus terus menerus dilaksanakan dengan mengatasi permasalahan-permasalahan kebersihan dengan partisipasi seluruh komponen, baik itu pemerintah, swasta maupun masyarakat pada umumnya.

Sementara Kabid Operasional Kebersihan DKP Kota Denpasar Ketut Adi Wiguna mengatakan, pelaksanaan Pameran Daur Ulang dan Gerakan Kebersihan Lingkungan Kota Denpasar bertujuan untuk menumbuhkan serta meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat akan arti pentingnya kebersihan lingkungan. Serta untuk memberdayakan bank-bank sampah di Kota Denpasar agar ikut berperan di dalam membeli sampah-sampah an-organik yang ada di masyarakat.

Untuk itu kegiatan ini di kemas sekreatif mungkin dengan mengadakan pameran daur ulang sampah, sosialisasi dari bank sampah, lomba yel-yel dan pidato kebersihan, lomba daur ulang dan melukis sampai dengan lomba fashion show tingkat SD dengan menggunakan pakian dari daur ulang sampah, semua ini untuk menarik minat masyarakat akan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan. (ays/humas pemkot dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan