28 C
Denpasar
Rabu, 17 Oktober 2018

Pasca Galungan, Sampah di Denpasar Meningkat Tiga Kali Lipat, DKP Tambah Jam Lembur

BALIPORTALNEWS.COM – Meningkatnya volume sampah pasca hari raya  Galungan, membuat Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar, bekerja ekstra.

Jika hari biasa, rata rata sehari volume sampah di Denpasar mencapai 850 ton per hari. Sedangkan,pasca Galungan ini jumlah sampah mencapai tiga kali lipat atau sekitar 2.550 ton.

‘’Seluruh petugas kebersihan kami kerahkan untuk tetap bekerja pada hari raya Galungan serta menambah jam kerja dengan sistem lembur,’’ ujar Kabid Kebersihan DKP Kota Denpasar Ketut Adi Wiguna di Denpasar Jumat (9/9/2016)

Menurut Adi, seperti tahun sebelumnya tumpukan sampah di tempat penampungan sampah sementara (TPSS) dan depo memang mengalami peningkatan tiga kali lipat. Sampah tersebut didominasi sampah organik berupa bekas sesajen yang digunakan saat hari Raya Galungan.

‘’Kini kita bisa lihat sendiri pada hari raya Galungan tahun ini Kota Denpasar tidak terlihat sampah maupun tumpukan sampah,’’ ujarnya.

Untuk menambah semangat bekerja DKP Kota Denpasar juga memberikan tambahan uang lembur kepada  petugas kebersihan sebesar Rp 32.500 per orang.

Adi mengaku, dengan memberikan uang lembur semua petugas nampak semangat dalam bekerja, sehingga pihaknya tidak menambah armada maupun petugas kebersihan lagi. Tidak hanya itu petugas pun bersedia mengangkut tumpukan sampah  di TTPS dan di depo-depo tiga kali dari hari biasanya.

Menurut Adi Wiguna jumlah tenaga kebersihan DKP Kota Denpasar sebanyak 1.400 orang. Jumlah tenaga kebersihan tersebut masih minim sehingga  beberapa jalan protokol di Denpasar belum  bisa dijangkau.

Meskipun demikian masalah kebersihan bisa diatasi. Hal tersebut bisa dilakukan semenjak adanya Peraturan Walikota No 11 Tahun 2016 tentang tata cara pengelolaan dan pembuangan sampah di kota Denpasar yang berbasis lingkungan.

Dimana dalam Perwali itu masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan dan di atas trotoar.

Dikatakan, bagi warga masyarakat yang melanggar Perwali ini bisa dikenakan sanksi sesuai Perda 3 Tahun 2015 tentang kebersihan. Tak main-main, denda yang diberikan maksimal hingga Rp 50 juta atau kurungan penjara selama tiga bulan. (ayu/humas pemkot dps/tis/bpn)

Jelang Idul Adha 1437 H,  Pemkot Denpasar Siapkan Tim Pemeriksa Hewan Kurban

BALIPORTALNEWS.COM – Menjelang perayaan Idul Adha 1437 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kota Denpasar akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem hewan kurban disejumlah penjual-penjual sapi dan kambing yang tersebar di Kota Denpasar.

Sampai Jumat (9/9/2016), Disnakanlut mencatat sebanyak 149 tempat pemotongan hewan yang tersebar di berbagai masjid dan musolla. “Pemeriksaan kesehatan ante mortem (sebelum hewan disembelih) telah berlangsung sejak Kamis (8/9/2016), dan kembali dilakukan Jumat (9/9/2016) ini. Selanjutnya pada Senin (14/9/2016) usai penyembelihan akan dilakukan pemeriksaan post mortem (setelah daging dipotong),” jelas Kadisnakanlut Kota Denpasar Ir. AAG Bayu Brahmasta, Jumat (9/9/2016).

Pemeriksaan post mortem, kata Bayu Brahmasta akan menyasar  masjid, mushola serta tempat-tempat yang dipusatkan sebagai pemotongan hewan kurban di Denpasar. “Sebanyak 139 petugas kesehatan dari dinas, dibantu dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unud akan menyebar ke sejumlah masjid,” jelasnya.

Setelah penyembelihan selesai, semua bagian daging dan organ-organ dilihat apakah ada perubahan warna, bau, tekstur dan konsistensinya. “Pada hewan kurban, bagian-bagian yang diutamakan untuk diperiksa post mortem adalah kepala, hati, paru-paru, jantung, limpa dan daging. Pemeriksaan post mortem ini penting dilakukan untuk memeriksa kelayakan konsumsi serta untuk memastikan tidak ada penyakit yang akan ditularkan ke manusia yang akan mengkonsumsinya,” tegas Bayu Brahmasta.

Sementara dari pemeriksaan ante mortem yang dilakukan ke sejumlah pedagang ternak kurban, tidak menemukan hewan-hewan kurban yang sakit. “Sejauh ini, belum ada ditemukan hewan yang sakit. Mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya. Bayu Brahmasta mengimbau untuk warga Kota Denpasar yang hendak membeli atau menerima daging kurban harus tetap teliti supaya tidak mendapatkan daging yang tidak sehat. Momen Idul Adha biasanya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat, salah satunya dengan menjual daging sapi gelondongan. “Masyarakat harus tetap waspada, jangan membeli daging yang warnanya pucat. Pilih daging yang segar. Sejauh ini kami tidak temukan adanya daging gelondongan di Denpasar, kami juga rutin melakukan pengecekan daging dari luar Denpasar," ujarnya. (eka/humas pemkot dps/bpn)

Mahasiswa Tottory University Jepang Kagum dengan Lingkungan SMAN 8 Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa dari Tottory University Jepang, Jumat (9/9/2016) mengunjungi SMAN 8 Denpasar (Smapan).

Kedatangan rombongan mahasiswa yang dipimpin Mr. Joji Sugimoto disambut hangat Kepala SMAN 8 Denpasar, Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si., didampingi Wakasek Kurikulum, Drs. Wayan Subaga dan Wakasek Kesiswaan I Wayan Tisnawan, S.Pd., serta para guru dan pengurus OSIS. Turut mendampingi Wakil Ketua Dewan Pendidikan Denpasar, Gusti Kompyang Pujawan.

Dalam sambutannya, Mr. Joji Sugimoto juga sempat berbicara dalam bahasa Indonesia saat memperkenalkan diri. Mr. Joji Sugimoto merasa senang diterima dengan hangat dan penuh kekeluargaan di SMAN 8 Denpasar. Ia juga mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan.

Dia banyak mendengar SMAN 8 Denpasar unggul dalam pendidikan karakter dan budaya Bali.  Berbagai prestasi diukir civitas akademika SMAN 8 Denpasar. Bahkan kini sekolah ini disiapkan sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional.

Dia mengaku kagum dengan lingkungan sekolah yang asri dan memiliki Hutan Taksila yang menjadi kawasan laboratorium terbuka. Dia juga berpesan kepada siswa SMAN 8 Denpasar selain  menuntut ilmu yang tinggi juga jangan lupa belajar dan melestarikan kebudayaan.

Inilah yang dia katakan sebuah pendidikan yang baik. Di SMAN 8 Denpasar dia menemukan kesamaan antara Jepang dan Bali.

Kepala SMAN 8 Denpasar, Ida Bagus Ngurah, menyatakan rasa bangga dan terima kasihnya Joji Sugimoto dan rombongan mahasiswa Tottory University Jepang memilih SMAN 8 Denpasar sebagai salah satu objek kunjungannya selama di Bali. Kunjungan ini merupakan motivasi bagi SMAN 8 Denpasar untuk lebih maju seperti sekolah-sekolah di Jepang.

Ia mengatakan SMAN 8 Denpasar banyak menggalang kerjasama  dengan sekolah di Jepang. Dengan kunjungan mahasiswa Tottory University Jepang ini, SMAN 8 Denpasar makin mantap menjalin sister school dengan sekolah di Jepang.

Kunjungan ini, kata dia, juga upaya meningkatkan hubungan RI- Jepang. Ida Bagus Ngurah mengatakan kunjungan singkat  mahasiswa Tottory University Jepang ini banyak membawa manfaat bagi SMAN 8 Denpasar, Bali dan Indonesia. (tis/bpn)

Rai Mantra Lakukan Panen Perdana dengan Mesin Mini Combine

BALIPORTALNEWS.COM – Pertanian yang ada saat ini merupan akar budaya yang harus dipertahan. Untuk itu pertanian harus mendapatkan perhatian serius selain pariwisata.

Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra usai melakukan panen perdana dengan mesin Mini Combine di Subak Renon, Senin (5/9/2016).

“Petani saat ini tidak perlu lagi membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan panen setelah adanya mesin mini combine ini,” ujar Rai Mantra.

Mengingat dengan mesin ini hanya membutuhkan dua tenaga manusia dan untuk memanen 1 hektar dibutuhkan enam jam. Dengan bantuan mesin ini jauh lebih efisien dalam melakukan panen. Disamping dengan memadukan teknologi juga diharus diimbangi dengan penerapan varitas unggul sehingga hasil panen terus mengalami peningkatan.

Seperti sekarang ini telah diterapkan varitas baru yaitu varitas Situbagendit. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan varitas itubagendit dapat menghasilkan 10 ton untuk 1 hektar.

Meski varitas baru para petani diharapkan jangan khawatir bila ada yang menyampaikan tidak akan ada yang membeli hasilnya. Mengingat Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan dana talangan untuk membelinya melalui Dinas Pertanian.

Rai Mantra bersyukur mengingat jenis varitas Situbagendit menjadi rebutan hasil panennya di pasaran. Lebih lanjut Rai Mantra berharap untuk pengolah pertanian di Denpasar harus dipadukan dengan teknologi. Disamping mempermudah para petani juga untuk meningkatkan daya saing petani itu sendiri.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra menambahkan untuk panen kali ini merupakan panen perdana jenis varitas baru Situbagendit.

Penanaman jenis varitas baru ini menurut Ambara Putra untuk menghindari terjadi serangan hama termasuk juga produksinya juga bagus setelah dilakukan percobaan.

Di Kota Denpasar sendiri untuk jenis varitas ini telah di tanam seluas 600 hektar sedangkan yang dipanen subak Renon ini baru seluas 50 hektar. Disamping menghindari hama, jenis varitas ini juga tidak membutuhkan banyak air mengingat debit air di Denpasar kecil.

Bahkan semua padi jenis paritas ini yang ada di subak Renon telah laku terjual dengan harga Rp 330 ribu per are. “Harga padi jenis ini terjual cukup mahal dibandingkan jenis paritas lainnya,” ujar Ambara Putra.

Disamping itu untuk mempermudah para petani melakukan panen, Pemerintah Kota Denpasar telah memadukan dengan teknologi dengan menggunakan mesin mini combine. Ia juga mengaku akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Denpasar.

Pekaseh Subak Renon Made Bagiarta mengatakan, dengan adanya varitas baru ini hasilnya lebih baik dari varitas terdahulu. Memang awalnya banyak petani takut untuk menanam jenis ini, namun setelah Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian terus memberikan dorongan akhirnya seluruh subak Renon menanam jenis varitas ini.

Bahkan dengan dipadukan dengan teknologi lebih memudahkan para petani melakukan panen dengan tenaga yang sangat sedikit. (gst/humas pemkot dps/bpn)

K3S Denpasar Serahkan Batuan Kepada Difabel dan Lansia

BALIPORTALNEWS.COM – Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar sebagai mitra Pemerintah Kota Denpasar dalam penanganan permasalahan sosial tak pernah henti berbagi kasih bersama masyarakat yang membutuhkan alat bantu kesehatan.

Dipimpin Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra dan Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara berkomitmen bersama seluruh anggota melibatkan peran serta seluruh masyarakat dalam mempercepat penanganan permasalahan sosial di Kota Denpasar.

Keterlibatan Coorporate Social Responsibility (CSR) dirangkul K3S Denpasar sebagai langkah partisipasi pihak swasta dan BUMN dalam penanganan permasalahan sosial di Kota Denpasar. Difabel (penyandang cacat) dan Lansia menjadi perhatian rutin K3S dalam memberikan bantuan alat kesehatan.

Pada Senin (5/9/2016) yang juga menjelang perayaan hari suci Galungan dan Kuningan, K3S Denpasar berkesempatan berbagi kasih bersama difabel dan lansia di dua Kecamatan di Kota Denpasar.

Penyerahan bantuan kali ini dikoordinir Wakil Ketua K3S Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara yang dilaksanakan di dua tempat sekaligus di Kecamatan Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Selatan.

Setiap menyerahkan bantuan yang selalu disesuaikan dengan kondisi kesehatan difabel dan lansia yang saat ini menyerahkan tiga buah kursi roda dan empat buah alat bantu dengar.

Di kawasan Banjar Dauh Kutuh, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, tampak Ny. Antari Jaya Negara langsung menyerahkan alat bantu dengar kepada remaja Kadek Ogik Asmara Putra yang mengalami gangguan pendengaran.

Tampak Ny. Antari Jaya Negara didampingi Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra  memasang langsung alat bantu dengar. ‘’Terimakasih banyak Pemkot Denpasar dan Ibu dari K3S Denpasar yang telah memberikan alat bantu dengar yang sangat bermanfaat,’’ ujar Kadek Ogik yang didampingi Ibundanya I Nyoman Reniati.

Kadek yang duduk dibangku kelas VIII SMP PGRI 8 Denpasar ini semakin bersemangat yang tampak ceria menerima bantuan, dengan harapan bantuan ini dapat secara berkesinambungan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara Wakil Ketua K3S Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara mengatakan, kegiatan ini menjadi kegiatan rutin K3S Denpasar yang tentunya melibatkan informasi dari masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Bantuan ini juga tak terlepas dari peran serta pihak CSR di Kota Denpasar dalam memberikan bantuan kepada Difabel dan Lansia yang membutuhkan alat bantu kesehatan.

‘’Semoga bantuan dapat bermanfaat kepada masyarakat, dan saya mewakili Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra mengharapkan alat kesehatan yang diserahkan kali ini dapat bermanfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,’’ ujarnya. (pur/humas pemkot dps/bpn)

Tim Yustisi Terus Tekan Menjamurnya Toko Modern Berjaringan

BALIPORTALNEWS.COM – Untuk tekan menjamurnya toko modern di Kota Denpasar, Tim Yustisi kembali melakukan pengawasan terhadap toko modern berjaringan.

Kali ini Tim Yustisi yang di pimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Wayan Gatra mendatangi  Toko CV Sedana Merta di Jalan Kebo Iwa Selatan dan Toko Sinta Agung di Jalan Gunung Sangiang, Senin (5/9/2016).

Menurut Gatra, pengawasan terhadap dua toko tersebut terindikasi sebagai toko berjaringan dengan Indomaret dan Alfamart. Hal itu bisa diketahui karena sistem dalam komputer kasir masih tertera logo Alfamart dan Indomaret serta lis harga barang juga dikelabui dengan membaliknya.

Tidak hanya itu karyawan Toko CV Sedana Merta tidak bisa menunjukan izin usaha saat disidak. Sedangkan Toko Sinta Agung izin yang dimiliki tidak sesuai dengan yang dijual.

Melihat kondisi ini Gatra langsung mengingatkan dan melayangkan panggilan untuk datang  langsung ke Satpol PP Kota Denpasar.

Lebih lanjut Gatra mengatakan, penertiban itu harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika ada izin yang tidak sesuai dengan operasional di lapangan langkah pertama dilakukan peringatan. Jika peringatan ini tidak ditanggapi maka tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah penyegelan oleh Satpol PP Kota Denpasar.

“Seperti yang kita telah lakukan di beberapa toko modern pada waktu ini,’’ ujarnya.

Maka dari itu Gatra meminta agar masyarakat berjualan sesuai dengan izin yang dimiliki. Selain itu sesuai Peraturan Walikota No 9 tahun 2009  tentang pembinaan pasar modern, toko modern dan toko tradisional, telah ditetapkan kuota sebanyak 295 toko.

Menurut Gatra mengatakan, toko modern khususnya yang berjaringan harus dibatasi kalau tidak dampaknya akan dihadapi oleh toko-toko kecil.

Meskipun  Pemkot telah membatasi jumlah toko modern di Denpasar ternyata di lapangan banyak ditemukan secara terselubung toko berjaringan membuat kerjasama dengan pihak ke III yakni masyarakat yang memiliki izin toko kelontong.

Mengantisipasi berjamurnya toko modern berjaringan dan mengatasi persaingan yang tidak sehat, Gatra meminta masyarakat sendiri yang mengelola tokonya secara modern. Dengan mengelola toko secara modern maka daya saing  akan sama dengan toko modern berjaringan.

Gatra menambahkan untuk pengendalian maraknya kerjasama toko berjaringan, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal juga akan melakukan pemantauan sebelum mengeluarkan ijin ini. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

Libur Galungan dan Kuningan, Menunjang Pendidikan Budi Pekerti

BALIPORTALNEWS.COM – Serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan, para pelajar di Bali mendapat jatah liburan selama dua pekan penuh mulai 5-18 September 2016. Namun, mereka diharapkan mampu mengisi liburan itu dengan berbagai aktivitas bermanfaat.

‘’Saya berharap libur hari Galungan dan Kuningan ini juga dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah, masyarakat dan orangtua dalam rangka menunjang pendidikan budi pekerti bagi siswa,’’ ujar Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, Senin (5/9/2016).

Menurut Sukana, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, namun juga berlangsung di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan tak hanya mengejar angka-angka, tetapi juga mengutamakan budi pekerti. Keberhasilan anak-anak dalam menempuh pendidikan juga diukur dari segi moralnya.

‘’Libur hari raya ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mentransformasikan nilai-nilai budaya dan agama kepada para pelajar,’’ tegasnya.

Ia menambahkan, libur panjang itu mesti berguna bagi anak-anak dalam rangka pendalaman sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di samping itu, libur hari raya tersebut digunakan untuk mentransfer nilai-nilai budaya dan agama. Dengan demikian, anak didik betul-betul mendapatkan pengayaan yang matang tentang ajaran agama yang dianutnya. Demikian juga pengayaan mereka terhadap budaya.

‘’Di samping lewat lembaga sekolah, mereka bisa memperoleh pendalaman itu di lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama saat terlibat langsung dalam kegiatan ritual dan budaya. Alangkah indahnya jika liburan dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut,’’ katanya.

Sukana mengatakan, orangtua harus melibatkan mereka dalam membuat sesajen atau perlengkapan sarana ritual lainnya agar liburan tersebut bermanfaat bagi pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai budaya dan agamanya.

Orangtua juga diharapkan mampu memberikan penjelasan secara sempurna makna di balik ritual tersebut, sehingga istilah anak mula keto dan gugon tuwon tidak lagi menjadi semacam budaya.

‘’Libur panjang itu tak sematamata merayakan hari raya, tetapi ada pemaknaan dalam rangka peningktan sraddha dan bhakti. Anak-anak juga mesti melibatkan diri secara intensif di lingkungannya masing- masing dalam kegiatan agama dan budaya,’’ pungkasnya. (tis/bpn)

Sidak Perekaman E-KTP Kecamatan Densel, Walikota Minta Beri Pelayanan Cepat dan Tepat

BALIPORTALNEWS.COM – Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Senin (5/9/2016) melakukan sidak  proses perekaman E- KTP di Kantor Camat Denpasar Selatan. Kedatangan orang nomer satu di Pemkot Denpasar sempat membuat terkejut beberapa staf pelayanan dan masyarakat yang antre pelayanan E-KTP.

Saat itu Rai Mantra meminta Kadis Dukcapil dan Camat Denpasar Selatan untuk  memberikan pelayanan prima perekaman E-KTP kepada masyarakat  bahkan pelayanan ektra  pada hari Sabtu dan Minggu sampai akhir Bulan September. 

Sampai Senin (5/9/2016) warga yang ingin melakukan perekaman data di Kantor Camat Densel masih cukup ramai. “Ini tinggal mengorganisasikan saja, karena jumlah warga masyarakat mencari E-KTP membeludak dan beberapa keterlambatan blangko dari pusat tapi semua sudah bisa diatasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, dari pusat sudah menyatakan  bahwa akan ada keterlambatan karena ada pemotongan anggaran dan blangko. “ Jadi kami sekarang mengecek kesiapan dan memberikan informasi yang terang kepada masyarakat,”ujarnya.

Ia juga meminta kepada Kecamatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar untuk memberikan solusi kepada masyarakat kapan mereka harus hadir agar masyarakat tidak bingung dan tidak banyak menghabiskan waktunya.

“Sebaiknya menggunakan no antrean serta diinformasikan kepada masyarakat, jika kapasitasnya per hari itu 100- 150 yang dilayani hari ini dan dilanjutkan besok dan seterusnya agar masyarakat tidak bingung dan mengantre lama serta tidak menggangu pekerjaan . Intinya informasi yang diberikan harus jelas,” ujar Rai Mantra.

Terkait liburan Galungan lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, pihaknya  tetap memberikan dispensasi untuk pegawai yang merayakan Hari Raya Galungan dan setelah itu mereka akan melanjutkan pelayanan hari Sabtu dan Minggu selama September 2016.

“Kalau saya liat antara liburan  Galungan dan Sabtu Minggu ini sudah balance, apalagi informasi dari Kemendagri tanggal  30 September ini tidak menjadi batas sanksi, tetapi masyarakat harus tetap merekam agar memenuhi persyaratan untuk data di pusat,”jelasnya.

Sedangkan Kepala Disdukcapil Nyoman Gde Narendra mengatakan, Ketersediaan blangko dikatakan pihaknya sudah mendapat droping  10.000 blanko. Untuk bulan September pihaknya sudah amprahkan lagi ke pusat, mudah-mudahan setelah hari raya ini datang.

“Kalau print out sampai 31 September sudah aman, karena kita punya waktu 14 hari untuk setiap pendaftar pencetakan dalam posisi aman,” ujarnya.

Kalaupun tidak ada pernyataan baru dari Kemendagri lebih lanjut Gde Narendra mengatakan, perekaman atau input data  itu terus dilakukan  dan tidak ada masalah.

“Menurut informasi terbaru dari Kemendagri yang kemarin batas waktu 30 September akan diperpanjang proses perekaman E-KTP ini sampai Juli 2017, jadi masyarakat tidak perlu panik,” katanya. (eka/tra/bpn)

SMK TI Bali Global, Dua Kali Boyong Piala Ephotech Competition Resman

BALIPORTALNEWS.COM – SMK TI Bali Global Denpasar kembali menunjukkan eksistensi sebagai sekolah berprestasi di bidang IT. Sekolah IT pertama di Bali ini berhasil meraih kembali juara umum Ephotech Competition SMAN 2 Denpasar (Resman) untuk yang kedua kalinya.

Pada event bergengsi itu, siswa SMK TI Bali Global Denpasar memborong lima juara. Masing-masing tiga juara I di Ms. Word diukir oleh Putri Aini Nurfaida, Ms. Power Point oleh Didik Ariyana dan Fotografi oleh I Gede Indra Setiawan. Selanjutnya juara II poster diraih oleh I Wayan Perdana Putra dan juara III Ms. Word oleh Dwi Setiawan.

Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., mengaku salut dan bangga kepada siswanya memiliki semangat berprestasi yang sangat tinggi. Dua kali juara di Ephotech Competition Resman ini, merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru pembina yang telah berhasil mengantarkan siswa meraih juara.

Murjana berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa yang lain untuk berprestasi sesuai bakat  dan kemampuan masing-masing. Hal ini akan membawa nama SMK TI Bali Global Denpasar semakin harum pada tahun tahun yang akan datang.

‘’Prestasi ini juga sebagai bentuk aktualisasi tanggung jawab sekolah atas kepercayaan masyarakat mempercayakan putra-putrinya untuk mengikuti pendidikan di SMK TI Bali Global Denpasar,’’ ujar Murjana.

SMK TI Bali Global memang masih terbilang sangat muda. Namun, muda usia tersebut bukan berarti lembaga tidak punya potensi pengembangan diri. Prestasi yang telah diraih selama ini juga tak terlepas dari bimbingan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA; Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak; Sekretaris Yayasan Lilis Yuningsih, SH., M.M.,Kom;  Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, serta Ketua Komite Drs. Made Subadi, M.Si., yang sangat konsen memajukan SMK TI Bali Global Denpasar menjadi sekolah besar, berkualitas dan shanti.

SMK TI Bali Global Denpasar kini membuka lima program keahlian yakni Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia (MM), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Animasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV) terus dikejar masyarakat. Program keahlian DKV, dikatakan Murjana, sebagai salah satu upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

SMK TI Bali Global Denpasar tahun ini memiliki student body sebanyak 1.480 siswa. Kepercayaan masyarakat ini pun dibalas dengan pelayanan akademis yang terbaik dengan fasilitas terbaik pula dan out put berkualitas. (tis/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan