Walikota Rai Mantra Buka Kreativitas Rumah Pintar Tahun 2016

BALIPORTALNEWS.COMDinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melalui UPT. Rumah Pintar kembali mengadakan pameran Kreativitas Rumah Pintar Kota Denpasar Tahun 2016. Kegiatan ini diadakan guna menjembatani antara lembaga pendidikan non formal dengan masyarakat sehingga dapat memamerkan hasil karya dan inovasi sekaligus menjadi ajang promosi lembaga kursus dan pelatihan (LKP).

Acara  dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra dengan pemukulan kulkul dan pelepasan burung pada Kamis (25/8/2016) di Seputaran Jalan Kamboja.

Kegiatan ini merupakan langkah untuk memperkenalkan kepada masyarakat kreativitas pendidikan, sehingga masyarakat dapat mengetahui kreativitas pendidikan dan penerapannya serta memperkenalkan keunggulan masing-masing lembaga non formal agar dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk memilih lembaga non formal yang sesuai dengan minatnya. Hal ini dikatakan Walikota Rai Mantra saat membuka kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini harus dievaluasi setiap tahunnya agar memberi kreatifitas dan menarik minat masyarakatan agar datang berkunjung. “Kita sekarang sudah melakukan system hold goverment dan mendeklarasikan smart city. Smart city dalam artian bukan hanya masalah teknologi tapi kemampuan kita membuat suatu kemanfaatan dan mencari solusi terhadap masalah yang ada”ujar Rai Mantra.

Kita memang harus moving dan transforming mengikuti perkembangan dan tuntutan jaman. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, pergeseran pola pikir di dalam dunia pendidikan yang merupakan agen of change (agen perubahan). “Kalau salah kita memberikan pandangan atau mindset maka kita akan lemah, tapi kalau kita benar maka kita akan kuat untuk menciptakan generasi yang tangguh, cerdas, dan kreatif,” tegasnya.

Kepala UPT. Rumah Pintar Kota Denpasar Made Suena mengatakan, Kreativitas Rumah Pintar Kota Denpasar merupakan langkah untuk membantu menjembatani upaya dari pihak PKBM dan Lembaga Khursus dan Pelatihan (LKP) untuk dapat memamerkan Program Belajar dan hasil dari kreatifitasnya, agar dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat.

Dalam Kreativitas Rumah Pintar ini juga dilaksanakan berbagai lomba seperti  Lomba Mekendang Tunggal tingkat SD dan SMP, Lomba Suling Tunggal tingkat SD dan SMP, dan Lomba Parade Busana Endek tingkat SD dan SMP. Ia berharap dengan diadakannya Kreativitas Rumah Pintar agar PKBM dan LKP dapat menjadi pilihan alternative untuk melanjutkan pendidikan selain pendidikan formal. (eka/humas pemkot dps/bpn)    

Sanur Village Festival XI Resmi Dibuka, Sanur Benchmark Pariwisata Berbasis Komunitas Terbaik

BALIPORTALNEWS.COM – Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Sanur merupakan benchmark pariwisata berbasis komunitas terbaik di Indonesia dan patut dijadikan tempat belajar bagi daerah lain yang ingin membangun pariwisata berkelanjutan. Arief Yahya menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam pembukaan Sanur Village Festival XI, Rabu (24/8/2016) malam.

Menteri membuka festival bersama Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kertajaya, Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketua Umum SVF IB Gde Sidharta Putra dengan membunyikan bedug dan rebana. SVF akan berlangsung hingga Minggu (28/8/2016).

Sebelum seremonial pembukaan festival, Yayasan Pembangunan Sanur sebagai penyelenggara festival meluncurkan informasi digital dalam gengaman tentang rute menikmati Sanur dengan bersepeda yakni  Sanur Cycling Route Aps oleh iDiscovere.

Arif mengatakan SVF merupakan salah satu benchmark disamping benchmark lain yakni Sanur dan Bali. Ia memuji SVF sebagai salah satu festival yang konsisten dalam pelaksanaan dan mampu mengimplementasikan keinginan warga mengeksplorasi potensi  yang dimiliki desa Sanur.

Selain itu dia menegaskan Sanur adalah benchmark dari community based tourism terbaik di Indonesia. Bahkan dalam setiap perjalanan ke berbagai daerah dia selalu mengimbau daerah lain untuk belajar pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan ke Sanur.

Arif juga mengapresiasi tema Tat Twam Asi yang memiliki korelasi pada implementasi kepeulian terhadap pelanggan (customer care) yakni pelayanan prima yang jantungnya adalah rasa empati.

Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra lebih awal memberikan pujian SVF merupakan  festival komunitas pertama di Bali. Di samping itu, Sanur yang penuh semangat membangun pariwisata berbasis kemasyarakatan, melalui SVF membuktikan adanya komitmen dan kosistensi secara berkelanjutan mempromosikan pariwisata.

Hermawan Kertajaya, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM juga melontarkan apresiasi adanya kemajuan pariwisata dan UKM yang telah dilaksanakan oleh Sanur. Kata dia semua UKM yang terlibat dalam festival ini berangkat dari bawah dan mereka bersatu padu membangun pariwisata. “Jika pariwisata maju, tentu akan beriringan dengan kemajuan sektor UKM yang ada,” kata pakar marketing itu.

Ketua Umum Sanur Village Festival IB Gde Sidharta Putra mengatakan melalui tema Tat Twam Asi ikut membiasakan tentang pentingnya menciptakan ruang harmoni bagi kehidupan di tengah maraknya berbagai macam konflik yang mendera bangsa ini. “Bersandar pada Tri Hita Karana, diharapkan sebuah laku yang mengedepankan aku adalah engkau dan engkau adalah aku dapat dijalankan ke berbagai aspek kehidupan termasuk juga pada alam dan lingkungan hidup,” katanya.

Dalam SVF tahun ini program yang digelar hampir serupa dengan tahun sebelumnya, namun ada beberapa program baru yang menjadi rujukan semakin penuh warna SVF. Program baru tersebut di antaranya Bali Triathlon, Tennis Tournamen, Futsal Tournamen, Pameran Nasional Seni Lukis Cat Air Indonesia, saresehan foto, kontes burung berkicau.

Sementara itu, program yang kembali digelar seperti kompetisi balap jukung, food bazaar, malam seni dan budaya, pawai budaya, dialog budaya, kompetisi olah raga air, festival layang-layang, fashion show, body painting,on the spot painting,  jelajah Sanur dengan berseda, pameran dan kontes fotografi,  culinary challenge, aksi lingkungan hidup di antaranya penanaman terumbu karang. (r/bpn)

 

Pemkot Denpasar Serahkan Punia Pada 190 Sulinggih

BALIPORTALNEWS.COM – Sebagai wujud bakti terhadap sulinggih Pemkot Denpasar melalui Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, menyerahkan punia perlengkapan upacara dan sesari sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) kepada 190 sulinggih yang ada di Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Mataram disela-sela penyerahan punia pada Ida Pedanda Gede Made Putraka Timbul di Geriya Timbul, Denpasar, Kamis (25/8/2016).

Lebih lanjut Ngurah Mataram mengatakan, penyerahan punia pada sulinggih tersebar di empat kecamatan Kota Denpasar yakni Kecamatan Denpasar Timur sebanyak 38 sulinggih, Denpasar Selatan 68 sulinggih, Denpasar Barat 41 sulinggih dan Denpasar Utara sebanyak 43 sulinggih.

Terkait dengan bantuan yang diberikan pada sulinggih Ngurah Mataram menambahkan, nilai punia yang diberikan pada sulinggih mungkin tidak begitu besar dibandingkan tugas para sulinggih yang selalu mendoakan agar Kota Denpasar khususnya dan Bali selalu aman dan damai.

Karena menurut Ngurah Mataram pembangunan kota Denpasar bukan dalam bentuk fisik saja tetapi juga sipiritual salah satu yang dilakukan dengan memberikan bantuan pada para sulinggih. “Pemerintah Kota berharap punia yang diberikan dapat bermanfaat bagi para sulinggih,” ujar Ngurah Mataram.

Terkait jenis bantuan yang diberikan Ngurah Mataram mengatakan, Pemkot secara rutin menyerahkan punia kepada para sulinggih yang ada di wilayah Kota Denpasar. Untuk tahun ini punia kepada sulinggih istri berupa saran pengelukatan.

Lebih lanjut Ngurah Mataram menambahkan untuk punia tiap tahun pada sulinggih berbeda-beda sesuai hasil paruman para sulinggih. "Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan pada sulinggih tiap tahunnya berbeda-beda sesuai dengan hasil paruman para sulinggih. Perlengkapan apa yang diperlukan untuk pelaksanaan upacara," ujarnya.

Ida Pedanda Made Putraka Timbul mengatakan terimakasih atas perhatian yang diberikan Pemkot Denpasar pada para sulinggih. Dengan bantuan yang diberikan Pemkot Denpasar lebih mengetahui keberadaan para sulinggih di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Ida Pedanda Made Putraka mengatakan, besar kecilnya bantuan yang diberikan Pemkot Denpasar pada para sulinggih adalah merupakan hal mulya. “Kita dari pihak sulinggih tidak melihat nilai dari besar kecilnya jumlah bantuan tersebut,” ujar Ida Pedanda Made Putraka Timbul saat menerima rombongan penyerahan punia.

Lebih lanjut Ida Pedanda Made Putraka Timbul menambahkan punia yang diberikan Pemkot Denpasar menandakan tingginya perhatian Pemkot Denpasar pada para sulinggih. (gst/humas pemkot dps/bpn)

SMAN 2 Denpasar Kampanyekan Pola Hidup Sehat

BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 2 Denpasar sebagaiduta Denpasar Selatan dalam lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Kota Denpasar dinilai, Rabu (24/8/2016) kemarin. Tim penilai Kota Denpasar yang diketuai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., disambut Camat Denpasar Selatan, A.A. Gede Risnawan; Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., beserta jajaran dewan guru dan siswa.

Kepala SMAN 2 Denpasar, Ida Bagus Sueta Manuaba mengungkapkan, di lomba PKTP ini sebagai duta Denpasar Selatan tampil apa adanya dan bersungguh-sungguh, bukan program semu. Di ajang itu, SMAN 2 Denpasar menampilkan berbagai kreativitas dalam upaya penanggulangan kanker bagi remaja sejak dini. Di antaranya melakukan sosialisasi ke kelas-kelas antarteman sejawat, serta terjun ke masyarakat.

Program yang dibuat SMAN 2 Denpasar sangat pro-rakyat dan melalui lomba PKTP ini SMAN 2 Denpasar yang beken dengan sebutan Resman bertekad membiasakan pola hidup sehat, cerdas dan mandiri di lingkungan warga sekolah tentang bahaya dan akibat penyakit kanker.

Ida Bagus Sueta Manuaba menambahkan, program PKTP di sekolah diterjemahkan lewat program mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat, membuat jamu tradisional atau loloh untuk mencegah penyakit kanker. Selain itu juga ada aneka jajan dari buah lokal, lewat poster dan koran dinding, koor dan kantin sehat.

Tak ketinggalan materi tentang bahaya kanker juga diintegrasikan dalam mata pelajaran. Termasuk penandatanganan pernyataan untuk melaksanakan program PKTP di SMAN 2 Denpasar antara kepala sekolah, dewan guru dan staf untuk komitmen melaksanakan program PKTP di sekolah.

Serta komitmen antara sekolah dengan pedagang yang berjualan di kantin untuk selalu menjual makanan dan minuman yang tidak mengandung 5P yakni pengawet, pemanis, penyedap, pengenyal, dan pewarna. Termasuk melarang kantin sekolah menjual minuman beralkohol, rokok dan sejenisnya yang dapat menyebabkan kanker

Camat Denpasar Selatan, A.A. Gede Risnawan, mengapresiasi semangat SMAN 2 Denpasar mengikuti lomba PKTP. Melalui lomba PKTP ini ia menghimbau kepada seluruh masyarakat dimulai dari lingkungan sekolah agar mau menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, serta mempengaruhi keluarga sebagai penyebarluasan informasi terkait tata cara mengindari penyakit kanker untuk mencapai kesehatan yang optimal.

Ketua Tim Penilai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., mengatakan, program PKTP ini diharapkan dapat memberikan pengertian kepada siswa tentang bahaya dari penyakit kanker serta pencegahannya termasuk pola hidup bersih dan sehat, sehingga siswa dapat mentransfernya di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Ia juga menghimbau, agar para siswa, guru-guru tidak merokok, karena merokok merupakan penyebab dari kanker paru.

Penilaian dalam lomba PKTP ini meliputi penyuluh kanker, koor kanker, simulasi penanggulangan kanker, tanaman obat keluarga (toga),  kantin sekolah, dan ruang UKS. (tis/bpn)

Merokok di Tempat Umum Didenda Rp 100 Ribu

BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 10 perokok terpaksa di sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan), Selasa (23/8/2016) di Lapangan Puputan Badung Gusti Made Agung. Sepuluh orang yang mengikuti sidang Tiping itu ditangkap karena merokok di tempat umum seperti  di Lapangan Puputan Badung Gusti Made Agung, Lapangan Lumintang, Rumah Sakit Wangaya dan Rumah Sakit Sanglah.

Dari sidang  yang dipimpin oleh Hakim  Angelky Handajani Day, S.H., M.H., dari Pengadilan Negeri Denpasar didampingi Panitera I Putu Darmana, S.H., dan dua jaksa yakni KT Yulia Wirasnimrum dan Agus Wahyu Pramana, memutuskan setiap perokok didenda sebanyak Rp 100 ribu per orang.

Kasatpol PP Kota Denpasar IB Alit Wiradana mengaku, Pemerintah Kota Denpasar telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok. Untuk menegakkan Perda itu, maka pihaknya selalu melakukan penertiban terhadap KTR dan tindak lanjutnya dengan menggelar Sidang Tipiring seperti saat ini.

Guna untuk memberikan efek jera kepada masyarakat agar tidak merokok sembarangan lagi. Selain itu, sidang ini untuk mengantisipasi adanya perokok pemula lagi.

Lebih lanjut dikatakan, sepuluh orang yang mengikuti sidang ini masing-masing, Kadek Sriaba, Adi Kurniawan, Nyoman Riantara, Ketut Sujana, Kadek Yudis Sanjaya, Marcel, Nyoman Nanan Jaya Heri Sujanta, AA Ketut Wardana, dan Suhaili.  Semua pelanggar itu didenda sebesar Rp 100 ribu per orang.

Dari sepuluh orang itu Suhaili tidak sanggup membayarnya. Untuk bisa mengambil kartu  identitasnya, Suhaili diberikan kesempatan untuk membayar denda sidang tersebut langsung ke Kantor Pengadilan.

Sementara salah satu pelanggar AA Ketut Wardana dari   Denpasar Barat mengaku, baru pertama kali merokok langsung ditangkap Satpol PP Kota Denpasar dan langsung di sidang Tiping dengan denda Rp 100 ribu. Bapak tujuh anak ini mengaku setiap harinya hanya suka ngemil tembakau, sedangkan untuk rokok yang diisap saat itu didapat dari temannya.

Selain itu, ia juga tidak mengetahui bahwa di kawasan Lapangan Puputan Badung Gusti Made Agung dan sekitarnya itu merupakan kawasan tanpa rokok. Untuk itu ia meminta agar Pemerintah Kota Denpasar lebih gencar melakukan sosialisasi agar semua masyarakat Kota Denpasar mengetahuinya. ‘’Saya berharap agar masyarakat Kota Denpasar tidak merokok sembarangan agar tidak di denda seperti saya,’’ ungkap supir angkot ini. (ayu/humas pemkot denpasar)

Walikota Rai Mantra Lantik Anggota BPSK Kota Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Mengingat Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Denpasar memiliki peran yang strategis dalam menyelesaikan sengketa konsumen serta sesuai dengan Keputusan Menteri Perdagangan RI, Nomor 693/M-DAG/KEP/6/2016, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra melantik Anggota BPSK Kota Denpasar Periode Tahun 2016-2021. Pelantikan ini dilaksanakan, Selasa (23/8/2016) di Graha Sewaka Dharma Lumintang yang dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta instansi terkait.

Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya mengatakan, dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, tentang perlindungan konsumen menjadi landasan hukum yang kuat bagi pemerintah dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) untuk melakukan upaya pemberdayaan konsumen melalui pembinaan dan pendidikan konsumen. Undang-Undang ini juga menjadi dasar dibentuknya BPSK dalam upaya penyelesaian sengketa antara pelaku usaha dan konsumen, selain bertanggungjawab menyelesaikan sengketa konsumen diluar pengadilan.

BPSK ini juga telah mewakili 3 unsur yakni unsur pemerintah, konsumen, dan pelaku usaha, dimana badan ini juga merupakan BPSK periode kedua serta yang pertama di Provinsi Bali. Rai Mantra juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan Anggota BPSK Kota Denpasar Periode 2011-2016 yang mana telah mampu menjalankan tugas dengan baik serta mampu menyelesaikan 234 kasus sengketa konsumen dari kasus yang ringan serta yang  rumit.

Pihaknya juga menyadari bahwa tugas yang akan dilaksanakan oleh pengurus yang baru bukanlah tugas yang ringan, oleh karenanya dibutuhkan jiwa pengabdian yang besar agar semua tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik. “Dengan dibentuknya BPSK Kota Denpasar ini diharapkan perselisihan diantara konsumen dan produsen atau pengusaha bisa diselesaikan secara baik-baik dan cepat serta tidak berbelit-belit sehingga konsumen itu tidak dirugikan secara berkepanjangan. Dan dengan diselesaikannya  234 kasus dalam lima tahun merupakan hal yang luar biasa, dan kedepannya mereka bisa bekerja dengan lebih baik lagi,” pungkas Rai Mantra.

Sementara Ketua BPSK Kota Denpasar yang baru dilantik, Komang Lestari Kusuma Dewi dalam kesempatan tersebut mengatakan BPSK merupakan badan non litigasi penyelesaian sengketa konsumen dengan pelaku. Selain itu, tugas dan wewenang BPSK menurut Komang Lestari diantaranya melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen dengan cara mediasi, konsiliasi, dan arbitrase, dimana ketiga ini bukan proses yang berjenjang.

Putusan BPSK sifatnya final dan mengikat serta untuk pelaksanaan putusannya dapat dimintakan penetapan eksekusi ke Panitera Pengadilan Negeri setempat. Penyelesain sengketa melalui BPSK tidak dipungut biaya atau gratis, dan waktu penyelesaian sengketa relatif cepat selambat lambatnya 21 hari kerja sudah dikeluarkan suatu putusan oleh Majelis BPSK.

“Semoga dengan telah dilantiknya Anggota BPSK yang baru di Kota Denpasar dapat membantu memediasi setiap sengketa yang muncul antar konsumen dan pelaku usaha di Kota Denpasar”, kata Komang Lestari. (rah/humas pemkot denpasar)

 

Atase Pertahanan Lima Negara Kunjungi Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menjalankan diplomasi pertahanan dan kunjungan budaya, istri dan suami Atase Pertahanan (Athan) dari lima negara mengunjungi Kabupaten Gianyar, Selasa (23/8/2016).

Rombongan diterima Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, dan Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Astawa di Puri Agung Gianyar.  Turut Hadir Ketua TP PKK Kab Gianyar, Ketua Gatriwari dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana.

Perwakilan Markas Besar Angkatan Darat, Mayor Sutrisna menjelaskan sebanyak lima orang istri dan suami athan dari lima negara mengunjungi Kabupaten Gianyar. Mereka masing-masing Richard Nagelsen suami dari Athan Kanada Kolonel Janine Knackstedt; Eillen Mol istri dari athan Belanda Kolonel Pals Rene; Lui Jian istri dari athan Cina Letnan Kolonel Zao Hongdeng; Helen Cliffe istri dari Kolonel Nigel Cliffe, dan Jeon Dong Sook istri dari athan Korea Selatan Kolonel Park Pil Seung.

Kunjungan mereka ke Kabupaten Gianyar dalam rangka mendampingi suami dan istri menjalankan tugas kunjungan kerja diplomasi pertahanan dan pertukaran kebudayaan.

Perwakilan rombongan Richard Nagelsen mengatakan mengunjungi Bali merupakan hal yang luar biasa. “Kita bisa menikmati alamnya yang indah dan kebudayaannya yang beragam serta masyarakat yang ramah. Berapa kali pun datang ke Bali, pasti akan selalu menemukan hal yang baru,” ujar Richard.

Eillen Mol dari Belanda mengatakan kunjungan mereka ke Bali selama tiga hari mulai Senin (22/8/2016) hingga Rabu (24/8/2016). Keberadaan mereka di Bali merupakan kunjungan kerja dan budaya untuk memperkenalkan wilayah masing-masing athan.

Menurut Eillen Mol, Kabupaten Gianyar sebagai kota seni memiliki keindahan alam yang luar biasa, udara yang segar serta kebudayaan yang sangat mengagumkan.

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Suweta, dalam kesempatan itu  memperkenalkan budaya Gianyar dan menjelaskan potensi-potensi unggulan Kabupaten Gianyar. (agy/bpn)

 

SMPN 9 Denpasar Dinilai Tim Lomba PKTP

BALIPORTALNEWS.COM – SMPN 9 Denpasar tampil all out dalam penilaian lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP), Selasa (23/8/2016). Tim penilai Kota Denpasar yang diketuai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., disambut yel-yel PKTP, koor PKTP serta janger oleh siswa SMPN 9 Denpasar.

Menariknya lagi di acara yang dihadiri Camat Denpasar Selatan, A.A. Gede Risnawan, Lurah Sanur, serta komite SMPN 9 Denpasar, juga ditampilkan pameran makanan dari olahan tumbuhan obat, salah satunya jamu dan puding ubi ungu yang merupakan hasil olahan siswa.

Kepala SMPN 9 Denpasar, Drs. Made Arawan, M.M., mengungkapkan, SMPN 9 Denpasar sangat mendukung lomba PKTP dalam rangka peningkatan derajat kesehatan siswa terutama untuk memberi kesadaran kepada siswa tentang bahaya penyakit kanker. Menurut Arawan, lomba ini merupakan suatu ajang untuk memacu motivasi para guru, siswa, serta pengelola kantin untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, serta dapat diteruskan di lingkungan keluarga dan di masyarakat.

Arawan menyebutkan, materi tentang bahaya kanker diintegrasikan dalam mata pelajaran. Selain itu, dilakukan penandatanganan pernyataan untuk melaksanakan program PKTP di SMPN 9 Denpasar antara kepala sekolah, dewan guru dan staf untuk komitmen melaksanakan program PKTP di sekolah.

Pernyataaan komitmen juga dilakukan antara sekolah dengan pedagang yang berjualan di kantin untuk selalu menjual makanan dan minuman yang tidak mengandung 5P yakni pengawet, pemanis, penyedap, pengenyal, dan pewarna. Tak kalah penting, kata Arawan, kantin sekolah dilarang menjual minuman beralkohol, rokok dan sejenisnya yang dapat menyebabkan kanker.

Juga menetapkan sekolah sebagai kawasan tanpa asap rokok, serta membentuk kelompok-kelompok PKTP seperti kelompok penyuluh, pembinaan, pelatihan, siswa peduli kanker, simulasi, koor, kesenian, dan tanaman obat. Sebelumnya, SMPN 9 Denpasar juga dinilai lomba UKS dan Adi Wiyata tingkat Kota Denpasar.

Ketua Tim Penilai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., mengatakan, program PKTP ini diharapkan dapat memberikan pengertian kepada siswa tentang bahaya dari penyakit kanker serta pencegahannya termasuk pola hidup bersih dan sehat, sehingga siswa dapat mentransfernya di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Ia juga menghimbau, agar para siswa, guru-guru tidak merokok, karena merokok merupakan penyebab dari kanker paru.

Adapun kegiatan PKTP yang dilombakan terdiri dari penyuluh kanker, koor kanker, simulasi penanggulangan kanker, tanaman obat keluarga (Toga),  kantin sekolah, dan ruang UKS. (tis/bpn)

SVF MEMBUMIKAN “TAT TWAM ASI”

BALIPORTALNEWS.COM – Tema Tat Twam Asi diangkat SVF 2016 sebagai tema utama adalah sebagai bentuk refleksi dalam melihat diri kedalam, memaknai dan memberikan fibrasi kuat bagi setiap laku menuju kehidupan yang lebih baik. Laku kehidupan yang berakar pada  filosofi universal ini setidaknya akan mengajarkan empati yang sangat tinggi menyetarakan seluruh insan dalam suatu tataran. Masing-masing individu dituntut merasakan apa yang dirasakan orang lain juga dapat kita rasakan. Begitu pula sebaliknya. Ketika kita menyakiti orang lain, maka diri kita pulalah yang tersakiti. Ketika kita mencela orang lain, maka kita pun tercela.

Untuk mengimplementasikannya, para pendahulu telah memberikan teladan hidup yang kini masih banyak dijadikan pedoman warga. “Tat Twam Asi” dalam tingkat pengejawantahan dalam perikehidupan sehari-hari di antaranya melalui asas suka duka (dalam kegembiraan dan kesedihan dirasakan bersama-sama); paras paros (orang lain merupakan bagian dari diri sendiri dan diri sendiri adalah bagian dari orang lain); salunglung sabayantaka (baik buruk, mati hidup ditanggung bersama); asih, asah, asuh (saling menyayang, saling memberi dan mengoreksi, serta saling tolong menolong antarsesama makhluk hidup).

Spirit inilah yang ingin digemakan sehingga seluruh lapisan warga dapat mewujudkan rasa saling memiliki, menghargai, dan menjaga. Seperti halnya suasana desa ideal yang bersih, lestari, warganya hidup rukun, tenang, dan nyaman. Suasana ini tentuakan mendorong terciptanya kerja bernas yang melahirkan inovasi dan kreativitas tanpa henti.

Tema yang diangkat SVF kali ini ingin merangkum 10 festival yang telah dilaksanakan dengan terkahir berkonklusi “Tat Twam Asi”. Tema utama ini diharapkan menumbuhkan empati, solidaritas, dan kesejajaran baik dalam menjalankan aktivitas dalam ruang lingkup kecil (pribadi dan keluarga) maupun dalam lingkungan sosial yang luas sebagai warga banjar, desa, kota, provinsi, negara maupun dunia.

Tentu dalam pelaksanaan SVF kali ini tetap berpegang pada potensi alam dan budaya yang ada, seperti tujuan utama festival sebagai respons atas peristiwa bom pada 2005 silam. Ketika itu Yayasan Pembangunan Sanur menggagas kegiatan untuk menghidupkan kembali serta mengangkat citra pariwisata Bali, dan Sanur khususnya, untuk bangkit dari keterpurukan.

Festival yang dihelat secara profesional sejak 2006 itu dirancang bukan sekadar promosi pariwisata yang berdampak terhadap terdorongnya perekonomian setempat, tetapi juga menjadi ajang pengayaan keberagaman seni dan budaya, memperluasn ruang kreatif, sekaligus perayaan kehidupan masyarakat Sanur dengan segala keramahtamahan dan keterbukaannya. Dedikasi yang berawal dari tanggap darurat pascabom itu kini kian memposisikan Sanur yang memiliki daya saing di industri pariwisata. (r/bpn)