28 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Disdikpora Denpasar Gelar Seleksi Calon Kepala Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan seleksi calon kepala sekolah, Selasa (20/9/2016). Seleksi diikuti 66 guru di Denpasar terdiri dari 54 guru SD, tujuh guru SMP dan lima guru SMK.

Kepala Bidang Tenaga Pendidikan Disdikpora Kota Denpasar, AA Gde Wiratama, mengatakan, seleksi yang berlangsung di LPMP Bali ini bekerjasama dengan LPMP Bali dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo. Ia mengungkapkan dari total 66 peserta tersebut, lanjutnya, terbuka kemungkinan adanya peserta yang tidak lulus seleksi.

”Mereka yang mengikuti seleksi ini sebelumnya telah mendapatkan rekomendasi. Artinya, secara administratif mereka layak menjadi kepala sekolah. Sehingga bagi tenaga pendidik yang lolos seleksi dan mendapatkan sertifikat serta nilai unik kepala sekolah (NUKS), nantinya bisa saja menduduki jabatan di satu sekolah,’’ kata Gung Wiratama.

Adapun penilaian yang berlangsung selama seleksi dijelaskannya difokuskan penilaian tehadap kemampuan kepemimpinan tiap-tiap peserta. Selain tes tertulis, peserta juga diwajibkan mengikuti wawancara.

Terkait teknis penilaian selama proses seleksi, Disdikpora telah menyerahkan sepenuhnya kepada LP2KS Solo. Ia menegaskan, tidak ada istilah titip-tipan pada seleksi ini. ”Harapan kami jumlah peserta yang lulus melebihi jumlah kebutuhan kepala sekolah di Kota Denpasar, terutama pengisian kepala SD yang masih banyak lowong yang disebabkan kepala sekolahnya sudah memasuki masa pensiun,’’ imbuh Gung Wiratama.

Ia menegeskan, seleksi ini digelar sesuai amanat Permendiknas No 28/2010 tentang Penugasan Guru sebagai kepala sekolah/madrasah. Pihaknya menggandeng LP2KS Solo mengingat LP2KS Solo adalah lembaga yang dibentuk untuk melaksanakan seleksi dan sertifikasi kepala sekolah di Indonesia. ”Kami berharap seleksi ini memunculkan figur kepala sekolah yang kompeten dan profesional,” kata Gung Wiratama. (tis/bpn)

SMP PGRI 9 Denpasar Studi Banding ke Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Selama empat hari, SMP PGRI 9 Denpasar mengadakan studi banding ke Thailand, Bangkok. Rombongan dipimpin Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. AA Ketut Sumitra, M.M., M.Si., dan diikuti 52 guru dan pegawai.

Studi banding yang juga diikuti Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, Bendahara YPLP PGRI Kota Denpasar, Made Rumpiuk, pembina SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. Ketut Sukartha, M.Si., Ketua Komite Made Tri Sadhu Arda, S.H., serta Korwas Dra. Nyoman Kartiniasih, mengunjungi Matthayom Watnairong School. Lembaga pendidikan ini terdepan di Tailand, Bangkok dengan english program school dan banyak menerima siswa asing.

Rombongan yang di-handle Bali Permata Tour juga diajak berwisata.

Agung Sumitra menegaskan, studi banding ini ke luar negeri merupakan program empat tahunan SMP PGRI 9 Denpasar bertujuan untuk membuka cakrawala guru dan menambah wawasan guru membangun sekolah berkualitas. Rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima Wakil Kepala Sekolah Matthayom Watnairong School, Rawikarn Bunyarid yang menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar.

Di sekolah ini, rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima hampir empat jam dengan suasana hangat oleh guru dan siswa. Rombongan dari Bali ini banyak mendapat inspirasi manajemen sekolah hingga menjadi sekolah berprestasi namun tetap mengedepankan pendidikan karakter dan sopan santun.

AA Ketut Sumitra yang pengelingsir Puri Padang Luwih Dalung yang druwe Puri Mengwi ini mengaku terkesan dengan budaya hidup bersih dan keunggulan program bahasa Inggris yang diterapkan di Matthayom Watnairong School. ‘’Budaya hidup bersih dan keunggulan bahasa Inggris yang dikembangkan di sekolah itu bisa kita tiru dan kembangkan di Denpasar. Sementara sarana-prasarana pendidikan jangan ditanya lagi. Mereka sepenuhnya sudah mengembangkan kegiatan belajar-mengajar berbasiskan IT yang serba canggih, tapi tak melupakan budaya lokal,’’ katanya.

Kata Agung Sumitra, lingkungan sekolah serta ruang kelas yang sangat nyaman, tenang dan bersih sehingga suasana yang representatif itu sangat membantu siswa dalam menyerap materi pelajaran. Termasuk ruang kepala sekolah dilengkapi ruang istirahat, kamar mandi berkelas hotel dan sarana lain. Demikian pula dengan ruang perpustakaan dan kantin sekolah ditata dengan apik.

Hal lain yang bisa ditiru adalah mengembangkan klub bahasa Inggris. Jika selama ini hanya siswa yang mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, untuk ke depan seluruh guru SMP PGRI 9 Denpasar juga akan dikursuskan bahasa Inggris secara gratis. Ini ia sebut sebagai bekal menghadapi persaingan di era global.

Agung Sumitra menegaskan, SMP PGRI 9 Denpasar berkomitmen memberikan model pelayanan berkualitas. Siswa dididik secara akademis dan berkarakter dengan pelayanan penuh kasih sayang. Ini ia sebut pelayanan dari hati ke hati, bukan dengan cara kekerasan.

Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar dan memuji kekompakan guru. Dengan begitu sekolah punya pengalaman, mampu meningkatkan disiplin serta mutu pendididikan maupun SDM guru. Bahkan Madiadnyana mendorong sekolah PGRI lain meniru langkah SMP PGRI 9 Denpasar meningkatkan kualitas dengan mengadakan studi komparasi ke luar negeri. (tis/bpn)

KIS Disdikpora Kota Denpasar ke Pontianak

BALIPORTALNEWS.COM – Selama tiga hari, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mengadakan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi (KIS) program kepala sekolah dan komite di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Kegiatan KIS diikuti 35 peserta terdiri dari unsur kepala SMP, SMA/SMK negeri, komite dan unsur Disdikpora Kota Denpasar, dipimpin langsung Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta. Turut serta mendampingi Kepala Inspektorat Kota Denpasar, IB Sidharta.

Jimmy Sidharta menegaskan, peserta KIS mengunjungi Dinas Pendidikan Kota Pontianak dengan tujuan untuk saling bertukar informasi terkait strategi dan kebijakan pendidikan serta pengelolaan biaya pendidikan. Rombongan diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, H. Mulyadi, didampingi Sekdis H. Syahdan.

Mulyadi menyebutkan, sebagai kota jasa yang tidak memiliki sumber daya alam (SDA), Pontianak fokus membangun sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, diperlukan sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kemampuan SDM yang dimiliki supaya lebih unggul.

Soal biaya pendidikan, Pemkot Pontianak, menyelenggarakan pendidikan gratis mulai dari SD hingga SMA/SMK negeri, sedangkan bagi sekolah swasta diberikan beasiswa untuk siswa tidak mampu. Namun demikian, tidak menutup peran partisipasi masyarakat peduli pendidikan dalam memajukan pendidikan.“Sekolah gratis bukan berarti mematikan partisipasi masyarakat,”

Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengaku sama seperti Pontianak, sebagai kota yang tidak memiliki SDA, Denpasar diuntungkan dengan kekayaan SDM. Menurutnya, memiliki SDM yang unggul akan lebih baik dibandingkan kekayaan SDA. Meskipun diakuinya investasi sektor tersebut memang besar, namun dirinya yakin hal itu akan menghasilkan suatu output yang juga besar sehingga mampu menjaga kesinambungan pembangunan.

Pemkot Denpasar, kata Jimmy Sidharta, sangat konsen memajukan pendidikan, termasuk fasilitas untuk sekolah-sekolah negeri sudah sangat memadai. Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sudah cukup memadai, yakni 20 persen dari total RAPBD Kota Denpasar. Selain itu, Pemkot Denpasar juga mengalokasi anggaran BOS daerah diluar dana BOS reguler yang dikucurkan pemerintah pusat.

Soal peran partisipasi masyarakat, Jimmy Sidharta menegaskan, komite sekolah sebetulnya diperkenankan untuk mendukung program-program sekolah sejauh tidak memberatkan pihak-pihak yang diajak untuk berkontribusi itu. Makanya harus transparan mungkin dan betul-betul program itu ada aktivitas yang dilaksanakan untuk mendukung capaian sekolah.

Jimmy Sidharta juga mengaku terus mendorong sekolah di Kota Denpasar menyelenggarakan UNBK. Demikian juga dengan pelaksanaan ulangan harian atau ulangan umum bersama berbasis online bisa diterapkan, apalagi sekolah yang sudah pernah menyelenggarakan UNBK bisa mengimbaskan pada sekolah lainnya.

Pihaknya ingin meniru langkah Disdik Pontianak yang memiliki bank soal. Program ini, kata Jimmy Sidharta, juga mendukung Denpasar sebagai kota smart city. ‘’Ke depan kita juga akan bangun dan fasilitasi bank soal online untuk nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ulangan harian atau ulangan umum bersama,’’ ujarnya. (tis/bpn) 

Pasca Kuningan, Volume Sampah di  Denpasar Meningkat Hingga 50 Persen

BALIPORTALNEWS.COM – Setiap hari raya besar agama Hindu seperti hari raya Galungan dan Kuningan dipastikan volume sampah di Kota Denpasar meningkat, pasca hari raya Kuningan jumlah volume sampah di Kota Denpasar mengalami peningkatan hingga 50% dari hari biasanya. Rata rata sehari volume sampah di Denpasar mencapai 850 ton per hari.

Mengatasi hal tersebut Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar mengerahkan  semua petugas kebersihan untuk tetap bekerja pada hari raya Kuningan serta menambah jam kerja dengan sistem lembur. Dengan cara ini  Kota Denpasar bebas dari tumpukan sampah pasca  Hari Raya kemarin. Hal tersebut disampaikan Kabid Kebersihan DKP Kota Denpasar Ketut Adi Wiguna saat ditemui di  ruangannya pada Senin (19/9/2016). 

Menurut Adi Wiguna, setiap hari besar Hindu seperti Galungan dan Kuningan dipastikan ada peningkatan volume sampah. Sama seperti tahun sebelumnya tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) dan depo memang mengalami peningkatan drastis hingga tiga kali lipat. Sampah tersebut didominasi sampah organik berupa bekas sesajen yang digunakan saat hari Raya  Kuningan.

“Untuk menangani masalah sampah agar tidak membludak pada hari raya, kami memberlakukan sistem lembur. Kini kita bisa lihat sendiri pasca Hari Raya tahun ini Kota Denpasar tidak terlihat sampah maupun tumpukan sampah yang tidak terangkut,” ujarnya.

Untuk menangani masalah sampah ini lebih lanjut Adi Wiguna mengatakan, dirinya mengaku sebanyak 1.400 orang petugas kebersihan yang disebar di 4 Kecamatan. Selain ditangani langsung DKP Kota Denpasar, di beberapa ruas-ruas jalan besar juga ditangani pihak swasta. “Sudah kondusif, sinergitas dari Pemerintah, Swasta, serta masyarakat yang sudah mengerti akan pentinganya kebersihan sehingga permasalahan sampah di Kota Denpasar bisa teratasi”, ujarnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar memahami mengenai Peraturan Walikota No 11 Tahun 2016 tentang tata cara pengelolaan dan pembuangan sampah di Kota Denpasar yang berbasis lingkungan. Dimana dalam Perwali itu masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan dan di atas trotoar. Bagi warga masyarakat yang melanggar Perwali ini bisa dikenakan sanksi sesuai Perda 3 Tahun 2015 tentang kebersihan.

Tak main-main, denda yang diberikan maksimal hingga Rp 50 juta atau kurungan penjara selama tiga bulan. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar ikut serta mengatasi permasalahan sampah di Kota Denpasar dengan ikut kelompok-kelompok pengelolaan sampah di Banjar-banjar, Desa, serta Kelurahan setempat”, ujar Adi Wiguna. (eka/humas pemkot dps/bpn)

Tainsiat Kembali Gelar Festival Puputan Badung

BALIPORTALNEWS.COMFestival Puputan Badung atas rintisan warga Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara tahun 2016 kembali digelar. Kegiatan yang didukung Pemkot Denpasar ini, dirangkaikan dengan peringatan Puputan Badung dan gelaran Mahabandana Prasadha yang melibatkan ratusan seniman Kota Denpasar.

Ketua Panitia Made Darmaja, Minggu (18/9/2016) mengatakan kegiatan ini menjadi  agenda tahunan festival yang akan dibuka pada 20 September mendatang. Tahun ini memasuki tahun ketiga agenda event Festival Puputan Badung dengan peningkatan pengkemasan event telah dirancang apik seluruh warga banjar setempat. 

Hal ini tak terlepas dari sejarah akan kawasan Banjar Tainsiat yang pernah menjadi lokasi  pertempuran terakhir Raja Denpasar I Gusti Ngurah Made Agung yang dikenal dengan Puputan Badung melawan penjajah Belanda.

Dari semangat heroik Puputan Badung inilah menjadi cikal bakal gagasan Festival Puputan Badung dengan harapan semangat puputan yang saat ini dapat terus dilanjutkan oleh generasi muda dalam menyongsong pembangunan. Darmaja mengatakan, Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara dalam visi dan misinya mewujudkan Denpasar sebagai kota cerdas atau Smart City dengan dukungan partisipasi seluruh masyarakat yang nantinya mampu bersama-sama mengawal Denpasar Smart City dalam memberikan kemudahan, pelayanan publik dan rasa nyaman warga masyarakat Kota Denpasar. 
Pelaksanaan Festival Puputan Badung  berlangsung selama dua hari dari 20-21 September mendatang di Catuspata Banjar Tainsiat dengan support penuh Pemkot Denpasar. Lebih lanjut Gede Darmaja mengatakan untuk memantapkan pelaksanaan Festival Puputan Badung, pihaknya telah mengadakan rapat final di balai banjar setempat.

Rapat  juga dihadiri Badan Penasehat Banjar Tainsiat, Kelihan Adat Banjar Tainsiat I Made Buda Mahayana, serta para warga banjar yang tergabung dalam kepanitian dengan pembahasan rangkaian awal pembukaan Festival Puputan Badung yang dilanjutkan Mahabandana Prasadha dengan gelaran Parade Gong Kebyar di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung selama sebulan penuh.

Selebihnya Darmaja mengatakan pelaksanaan Festival Puputan Badung rencananya dibuka Walikota Rai Mantra dicatuspata Banjar Tainsiat dengan agenda Parade Mahabandana Prasadha, Pawai Puputan Badung dengan kirab replika keris Puputan Badung  serta lontar-lontar dari Puri Agung Denpasar.  Dilanjutkan dengan penampilan tarian sakral dari Sanggar Bajra Sandhi, dan parade tabuh PKK Banjar Tainsiat, serta  Sekaa Gong Tri Sakti Suara, Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana hingga para siswa sekolah.

Disamping itu kegiatan yang juga mendapat dukungan Puri Agung Denpasar ini akan digelar kegiatan sosial, safari kesehatan, dan kegiatan pameran kuliner selama dua hari yang melibatkan potensi kuliner warga Banjar Tainsiat dan warga Desa Dangin Puri Kaja. “Acara hiburan juga akan meriahkan suasana malam Festival Puputan Badung dengan kehadiran warga masyarakat yang dapat menikmati berbagai menu kuliner Bali yang khas,” ujarnya. (r/humas pemkot dps/bpn)

Pemutaran Perdana Film “Menarung Jiwani”

BALIPORTALNEWS.COMFilm "Menarung Jiwani" karya film maker bertalenta, Rai Pendet dengan produser Mankjay Dananjaya mendapat apresiasi dari Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat  pemutaran perdana, Jumat (16/9/2016) di Denpasar Cineplex. Film yang mengisahkan dua orang pemuda Penari Barong yang terus menekuni Tarian Barong hingga mereka mencapai "taksu" atau menjiwai sebuah Tarian Barong dengan pemutaran perdana juga disaksikan kalangan anak-anak muda, Pimpinan SKPD Pemkot Denpasar dan para pemeran serta crew Film "Menarung Jiwani".

"Film ini memiliki makna pendidikan, kreativitas dan rasa percaya diri yang sangat tinggi sehingga jiwa kreatif anak-anak muda harus terus kita dorong dan diberikan ruang kreatif," ujar Walikota Rai Mantra yang hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra. Lebih lanjut dikatakan setiap tahun Pemkot Denpasar menggelar Denpasar Film Festival, yang diharapkan menjadi tantangan bagi anak-anak muda untuk terus berkreatifitas serta berproduksi dengan dukungan Pemkot Denpasar melalui ruang-ruang kreatif.

Kegiatan lainnya memberikan wadah anak muda lewat gerakan ekonomi kreatif, disuport dengan membentuk Perangkat Daerah Ekonomi Kreatif yang tentunya telah didukung anak-anak muda Denpasar dengan melakukan program-program kerjasama dalam wadah ekonomi kreatif. Hal ini tentunya anak-anak muda tidak saja terfokus pada tourims atau pariwisata saja, namun lewat ekonomi kreatif dapat memberikan tempat anak-anak muda untuk terus berkreatifitas.

"Kedepan telah merancang program ekonomi kreatif tidak saja pada Denpasar Film Festival namun juga menggelar event-event kreatif seperti komik expo dan digital animasi," ujar Rai Mantra.

Rai Pendet mengatakan proses pembuatan yang dimulai dari bulan Januari 2016 hingga distribusi saat ini mencapai waktu sembilan bulan berjalan. Ide dari film ini tak terlepas dari pengalaman diri yang dari kecil dengan hoby menarikan tarian barong ngelawang, dengan filosofi tarian barong telah masuk dengan sendirinya kedalam diri saya. "Semua ide-ide dari film ini diangkat dari pengalaman saya pribadi, dari kecil dengan mainan pertama diberikan orang tua yakni memainkan barong ngelawang," ujarnya.

Pemutaran film ini diawali di Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali yang diharapkan masyarakat Bali dapat mengetahui dan menikmati Film "Menarung Jiwani". Kedepan Rai Pendet mengaku akan mencari peluang tour keliling  Indonesia serta akan ikut serta dalam  festival-festival film dunia.  "Kita ingin bertanding dengan orang luar lewat karya-karya perfilman, bahwa kita memiliki kemampuan yang sama dengan mereka," ujar Rai Pendet.  

Sementara Produser Film "Menarung Jiwani",  Mankjay Dananjaya mengatakan pemutaran film di Denpasar Cineplex hingga tanggal 1 Oktober mendatang dari pukul 09.00 Wita dan Pukul 11.00 Wita, dengan tiket dapat dibeli langsung di Denpasar Cineplex. "Mari kita saksikan karya anak-anak muda Bali dalam sebuah film pendek tentang  pergulatan didalam diri yang mengangkat  budaya Bali," ujarnya. (pur/humas pemkot dps/bpn) 

Rai Mantra Dorong Pemuda Kembangkan Badan Kreatif Kota Denpasar

BALIPORTALNEWS.COMDicanangkannya  Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya unggulan, berimbas pada munculnya berbagai inovasi dan ide kreatif dari para pemuda di Kota Denpasar.

Selain itu, saat ini pemuda menjadi salah satu faktor penting didalam mengembangkan sebuah industri kreatif. Untuk itu, Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mendorong para pemuda untuk terus mengembangkan industri kreatif di Kota Denpasar. Demikian disampaikannya saat menerima Badan Kreatif Denpasar (Beda), Rabu (14/9/2016) di ruang kerjanya.

Rai Mantra dalam kesempatan tersebut menyambut baik serta mengapresiasi para pemuda yang tergabung dalam Badan Kreatif Denpasar, dimana bandan ini juga menaungi beberapa komunitas pemuda seperti wirausaha, musik, videografi, arsitek, sinematofragi dan desain, serta unit bisnis. Menurutnya, dengan cukup besarnya gairah anak muda berkreasi di Kota Denpasar saat ini, maka secara otomatis juga akan menyerap tenaga-tenaga yang kreatif juga.

Dimana tenaga tersebut juga akan memperoleh pendapatan dari hasil kerjanya, oleh karenanya kami akan menggerakkan Dinas terkait untuk memfasilitasi sehinggai badan tersebut akan menjadi sarana belajar, berkumpul guna saling bertukar informasi.

 “Kami berharap para pemuda di Kota Denpasar saat ini untuk terus menciptakan peluang-peluang ekonomi yang bersifat kreatif sehingga kedepannya para pemuda sebagai generasi penerus  bangsa bisa menciptakan peluang kerja tersendiri. Semuanya sudah bagus, ya sekarang tinggal dijalankan saja,” pungkas Rai Mantra.

Sementara Ketua Badan Kreatif Denpasar, Putu Hendika Permana mengatakan, badan ini dibentuk berdasarkan dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi saat ini seperti, banyaknya komunitas kreatif di Denpasar dengan visi misi yang berbeda-beda serta tingkat kepercayaan komunitas terhadap pemerintah yang masih perlu ditingkatkan.

Untuk itu melalui Badan ini diharapkan mereka bisa menemukan solusinya seperti dapat menyatukan visi misi, menjadi jembatan antara komunitas dan pemerintah, serta mampu membangkitkan semangat pemuda untuk terlibat dalam pergerakan yang kreatif.

Menurut Hendika, dari Badan Kreatif Denpasar ini menaungi beberapa komunitas pemuda seperti wirausaha, musik, budaya, seni pertunjukan, videografi, grafis dan fotografi, arsitek dan desain, serta unit bisnis dan mereka semua diharapkan mampu berkolaborasi untuk menciptkan industri-industri ekonomi yang kreatif di Kota Denpasar sehingga roda perekonomian semakin maju.

"Kami melihat Pak Walikota Denpasar visinya sangat besar dalam memajukan industri kreatif di Denpasar, dan kami selaku anak muda merasa tertantang untuk mengembangkan kreatifitas dikalangan anak muda dan tidak hanya terpaku pada tourisem aja. Industri kreatif juga dapat sebagai core baru dalam mendukung ekonomi masyarakat," kata Hendika. (ngrh/humas pemkot dps/bpn)    

Denpasar Jazz Festival Akan Meriahkan Denpasar  Festival ke-9

BALIPORTALNEWS.COMDenpasar Festival ke-9 tahun ini akan dimeriahkan dengan Denpasar Jazz Festival yang dikolaborasi dengan musik tradisonal Bali. Hal itu dilakukan mengingat perkembangan musik jazz di tanah air banyak bermuculan festival-festival Jazz yang unik, seperti kampung jazz di Bandung, Ngayogjazz di Jogyakarta, Solocity Jazz Festival, Lumpia Jazz di semarang, dan lain sebagainya.

‘’Untuk itu Kota Denpasar sebagai Pusat Kota sangat perlu dikolaborasikan dengan musik jazz melalui Denpasar Jazz Festival dalam ajang Denpasar Festival yang akan datang,’’ ujar Musisi Denpasar Jazz Festival I Wayan Balawan usai audensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Walikota Denpasar Rabu (14/9/2016).

Lebih lanjut dikatakan, dalam Denpasar Jazz Festival pihaknya akan melibatkan musisi lokal dan nasional. Menurutnya, musisi lokal baik yang mainstream ataupun jazz kontemporer akan melibatkan instrumen-instrumen gambelan maupun kerawitan. Untuk musisi nasional akan dikolaborasikan dengan musik lokal sebagai pengiring. Dengan seperti itu maka musisi lokal bisa bertukar ilmu dan pengalaman serta bisa menjadi ajang promosi pariwisata Bali ke luar negeri.

Tidak hanya itu dalam even ini para penyanyi Pop Bali dimana akan membawakan lagu-lagu hist nya atau lagu-lagu ciptaan seniman-seniman tradisional atau lagu daerah diaransemen secara jazz. Bahkan dalam kegiatan ini akan dilakukan seleksi kepada anak-anak SMP, SMA/SMK atau mahasiswa yang berminat mempelajari musik jazz.  Untuk kedepan Denpasar Jazz Festival ini diharapkan bisa menjadi kegiatan tahunan.

Even Denpasar Jazz Festival yang diselenggarakan dalam Denpasar Festival mendapat apresiasi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Menurutnya dengan penampilan musik jazz dalam  ajang Denpasar Festival, maka masyarakat yang berkunjung merasa rilek dan merasa berbeda dari festival sebelumnya. Tidak hanya kolaborasi musik lokal dengan jazz juga dapat mempromosikan kebudayaan Bali ke luar Negeri.  (ayu/humas pemkot dps/bpn)

Disinyalir Tempat Prostitusi, Satpol PP Denpasar Bongkar Gubuk Kumuh Himalaya

BALIPORTALNEWS.COMMenindak lanjuti laporan warga sekitar tentang adanya gubuk-gubuk yang disinyalir menjadi tempat Prostitusi di Jalan Himalaya Utara III, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara langsung ditindak tegas Satpol PP Kota Denpasar.

Bangunan-bangunan yang terdiri dari terpal, serta berdinding triplek bekas yang dimanfaatkan untuk tempat prostitusi oleh oknum tidak bertanggung jawab langsung dibongkar oleh Satpol PP Kota Denpasar pada Rabu (14/9/2016).

Penertiban yang dilaksanakan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Kepolisian Dinas Sosial dan Tenaga Kerja serta aparat Desa setempat langsung menyisir gubuk-gubuk kumuh tersebut. Ada belasan gubuk kumuh yqng dibongkar.

Kasat Pol PP Kota Denpasar IB. Alit Wiradana yang ditemui di sela-sela pembokaran mengatakan, pembongkaran ini merupakan tindak lanjut  laporan dari masyarakat yang di adukan kepada Satpol PP Kota Denpasar, dikarenakan banyaknya gubuk-gubuk kumuh yang disinyalir menjadi tempat prostitusi terselubung yang mengganggu warga serta tidak dilengkapi dengan surat-surat.

“Ini juga merupakan peringatan awal untuk gubuk-gubuk kumuh  atau bedeng yang lain yang tidak memiliki izin,” ancamnya

Adanya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 lebih lanjut Alit Wiradana mengatakan, yang dimana secara fisik pembangunan ini sudah melanggar perda , serta tempat ini juga dijadikan tempat prostitusi.

“Karena ini gubuk-gubuk kumuh yang menggangu warga, kami ambil langkah pembongkaran sesuai dengan peraturan daerah yang ada”, kata Alit Wiradana.

Ia berharap kepada Kades/Lurah di masing-masing Kecamatan serta masyarakat untuk bisa membantu di dalam mendata keberadan gubuk-gubuk kumuh yang tidak memiliki IMB ini. Agar kedepannya Kota Denpasar bersih dari pemungkiman kumuh dan jorok.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang akan membangun bangunan agar bisa memenuhi prosedur pembangunan sesuai dengan peraturan yang berlaku,”ujar Alit Wiradana. (eka/humas pemkot dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan