30 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Puluhan Baliho di Seputaran Gatsu dan Renon Dibongkar

BALIPORTALNEWS.COMGuna menjaga kebersihan dan keindahan wajah Kota Denpasar dari berbagai reklame dan baliho kadaluarsa, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar melaksanakan  langkah cepat dengan menurunkan puluhan baliho dan reklame di jalan protokol, Selasa (4/10/2016).

Puluhan baliho dan spanduk yang dibongkar tersebut berada di median taman  seputaran Jl. Gatot Subroto (Gatsu) dan Renon serta dibeberapa ruas jalan protokol lainnya  di Kota Denpasar.

“Kami telah melakukan koordinasi bersama-sama elemen masyarakat termasuk  ormas-ormas untuk bersama-sama menurunkan baliho yang masa berlakunya sudah habis,” kata Kasi Kerjasama Sat Pol PP Kota Denpasar IB. Nyoman Udiana.

Lebih lanjut IB. Nyoman Udiana mengemukakan, penurunan baliho kadaluarasa ini gencar dilaksanakan,  dengan menerjunkan belasan anggota Satpol PP dan menyiapkan armada truk untuk mengangkut baliho-baliho yang  telah dibongkar atau dicabut. 

Penurunan baliho  tersebut terus berlanjut agar Kota Denpasar bersih dan asri. “Kami akan melanjutkan penurunan baliho sampai bersih menyasar ruas jalan di Kota Denpasar hingga Kota Denpasar selalu terlihat bersih dan asri ,” ujar Gus Udiana.

Ia mengungkapkan, penurunan baliho kadarluarsa ini juga atas kesepakatan bersama ormas dan lembaga terkait dalam rangka mewujudkan Denpasar bersih dan asri. “Beberapa memang sudah ada yang diturunkan pemiliknya sendiri. Namun, dalam pantauan kami masih terdapat baliho yang masih berdiri dan belum diturunkan pemiliknya di beberapa ruas jalan,” ucapnya.

Udiana menegaskan, penertiban baliho dan reklame akan berkesinambungan, sehingga lingkungan Kota Denpasar dapat tertata rapi dan bersih. Mengingat, beberapa baliho yang kadarluarasa dapat dipantau secara bersama-sama.

“Kami memberikan apresiasi kepada ormas-ormas yang telah ikut berpartisipasi secara bersama-sama mewujudkan lingkungan Denpasar yang bersih, diharapkan kerjasama penurunan baliho ini terus berlanjut sampai bersih dan tidak ada masih berdiri di pinggir jalan protokol”ujarnya. (eka/hms dps/bpn)

Dekranasda Denpasar Gencarkan Monev, Produk Bordir Lesu, Masyarakat Cendrung Pilih Pakaian Jadi

BALIPORTALNEWS.COM Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar gencarkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) ke beberapa perajin yang ada. Hal ini juga tak terlepas dari produk-produk kerajinan masyarakat Kota Denpasar dari produk kerajinan tangan hingga produk tekstil yang terus berkembang pesat dengan sentuhan kreativitas bermuatan lokal.

Kegiatan festival utuk menampilkan produk-produk kerajinan disetiap desa, kecamatan terus ditampilkan baik dalam ajang festival ditingkat desa hingga festival ditingkat kota dan Nasional.

Pada Selasa (4/10/2016) pelaksanaan monev menyasar tiga perajin. Mengawali mengunjungi perajin bordir dan endek Kiana Butik dikawasan, Jl. Kerta Dalem Sari Sidekarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Pemilik butik sekaligus perajin bordir Emy Pramandayani mengatakan lesunya permitaan bordir dikalangan masyarakat saat ini.

Hal ini juga mengingat berbagai produk pakaian jadi yang cendrung memiliki harga yang terjangkau. Emy juga mengaku melakukan sebuah langkah untuk tetap meningkatkan eksistensi produk bordir yang tentunya dapat dipadukan dengan bahan kain lainnya.

Produk bordir yang dekat dengan pakain wanita ini juga memiliki kualitas produk yang berbeda-beda. Dari kualitas produk yang rendah justru cendrung dengan harga relatif murah yang biasanya dijual dari harga Rp. 500 ribu hingga Rp. 750.000.

“Kini masyarakat cendrung memilih pakaian jadi, seperti brokat yang siap pakai dengan harga Rp. 100 ribu,” ujarnya.

Melakukan promosi lewat pameran yang dilaksanakan Pemkot Denpasar serta juga pernah mengikuti pameran di Nasional Emy mengaku harus terus melakukan promosi meski melalui media sosial dan promosi kepada konsumen yang telah menjadi langganan.

Terkait dengan endek, Emy mengaku masih mencari bahan di kawasan Klungkung, hal ini juga terkait dengan alat, bahan serta tenaga kerja yang sangat sulit dicari dalam pembuatan produk endek. “Kami juga pernah mendapatkan informasi terkait dengan mesin tenun endek yang telah di kembangkan di Kota Denpasar,” ujarnya.  

Sementara Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar I Made Saryawan mengatakan kegiatan monev gencar dilaksanakan Dekranasda Kota Denpasar. Dibawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra dengan menekankan pelaksanaan monev untuk lebih mengetahui tantangan dan hambatan yang ditemui para perajin, serta memotivasi perajin guna meningkatkan daya saing produknya.

Kegiatan monev kali ini dilaksanakan dari tanggal 2 Oktober – 2 November mendatang dengan menyasar pelaksanaan monev kepada perajin tekstil, silver, sandal/sepatu, tas kulit, kerajinan kayu, aksesoris hingga kerajinan daur ulang yang berada di empat kecamatan di Kota Denpasar. (pur/hms dps/bpn) 

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti  Penyineban Di  Pura Luhur Uluwatu

BALIPORTALNEWS.COM – Serangkaian Karya Padudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu, yang dimulai pada Wrespati Wage Sungsang,  1 September 2016, diakhiri dengan pelaksanaan Upacara Penyineban pada Anggara Paing Pujut, Selasa (4/10/2016).

Para pemedek sejak pagi hari sudah nampak antusias mengikuti seluruh rangkaian upacara. Dalam kesempatan itu, Pemkot Denpasar juga melaksanakan kegiatan Bakti Penganyar yang dihadiri langsung Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariyana Wandhira, Para Camat, Pimpinan SKPD dilingkungan pemerintahan Kota Denpasar serta Tokoh Msyarakat Adat Setempat.

IGN Mandala Putra, Penglingsir Puri Jro Kuta sekaligus Ketua Panitia Karya didampingi Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta mengatakan Puncak Karya Padudusan Agung Pura Luhur Uluwatu yang dilaksanakan Desa Adat Pecatu bersama Puri Agung Jro Kuta dan Puri Jambe Celagigendong  selaku pengempon telah berlangsung sejak Anggara Kasih Medangsia, 27 September 2016 lalu dan dipuput Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga Sanur Denpasar, Ida Pedanda Ketut Putra Timbul dari Grya Menara Munggu, Badung, dan Ida Pedanda Giri Puspa dari Grya Santian Ubud.

“Pasca berlangsungnya Puncak Karya Padudusan Agung yang merupakan rangkaian upacara setiap lima tahun sekali ini, dilaksanakan upacara Bakti Penganyar yang dimulai pada Buda Umanis Medangsia, 28 September 2016 hingga Soma Umanis Pujut, 3 Oktober 2016.

Rangkaian Karya Padudusan Agung Pura Luhur Uluwatu diakhiri dengan pelaksanaan Upacara Penyineban oleh Pemkot Denpasar, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga Sanur Denpasar. Adapun Wewalian yang ditampilkan pada Upacara Penyineban ini berupa Wewalian Santi.” ujar Mandala Putra.

Setelah melaksanakan Bakti Penganyar dengan melakukan persembahyangan bersama dengan seluruh rombongan Pemkot Denpasar serta umat yang pendek tangkil, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menyempatkan berbincang dengan tokoh masyarakat, dan para pemedek yang ngaturang bhakti di Pura Luhur Uluwatu.

Pada kesempatan tersebut Walikota Denpasar mengatakan dengan adanya upacara Pedudusan Agung ini nantinya dapat memberikan vibrasi positif bagi kesejahteraan umat manusia. (esa/hms dps/bpn)

 

Keterangan Foto : Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandira dan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta IGN Jaka Pratidnya saat mengikuti upacara Penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung Pura Luhur Uluwatu pada Selasa (4/10/2016).

 

Pemkot Denpasar Sosialisasikan “Gema Cermat” Pada Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COMPemerintah Kota Denpasar bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, menyelenggarakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) kepada masyarakat di Kota Denpasar.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Denpasar, Ketut Mister didampingi Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini yang ditandai dengan penyematan pin kepada peserta sosialisasi, Selasa (4/10//2016) di ruang Arjuna Ballroom Quest Hotel San Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Ketut Mister menyambut baik diadakannya sosialisasi Gema Cermat ini, karena menurutnya pengobatan sendiri oleh masyarakat (Swamedikasi) masih cukup banyak terjadi di masyarakat Kota Denpasar.

Jika dilakukan dengan benar, tentunya dapat mendukung upaya pembangunan kesehatan oleh pemerintah yang dalam hal penghematan pembiyayaan sektor obat. Namun, kenyataannya swamedikasi yang dilakukan oleh masyarakat cenderung dilakukan secara tidak tepat serta tanpa informasi yang memadai.

Tentunya keadaan ini sangat mengkhawatirkan disamping tujuan pengobatan tidak tercapai, selain itu juga akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius terutama terjadi resistensi obat dengan segala konsekwensinya. “Saya berharap Dinas terkait dan organisasi profesi di bidang kesehatan memiliki peran penting untuk selalu menginformasikan tentang swamedikasi yang benar.

Kasubdit Analisis Farmakoekonomi pada Kementerian Kesehatan RI, Dara Amelia mengatakan, sesuai dengan prioritas agenda Nawacita, pemerintah telah mengarahkan pembangunan di periode Tahun 2015 sampai 2019 untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui kualitas pendidikan, kesejahteraan, dan kesehatan.

Upaya pemerintah dalam meningkatkan  kesehatan diwujudkan melalui program Indonesia sehat, dimana promotif dan preventif merupakan pilar utama upaya kesehatan. Kegiatan ini harus didukung lintas sektor serta dilakukan dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan termasuk dalam penggunaan obat.

“Dengan dipilihnya Denpasar sebagai percontohan gerakan sosialisasi Gema Cermat di wilayah Provinsi Bali ini yang menyasar masyarakat, kader posyandu, serta stake holder yang ada diharapkan dapat menjadi contoh yang baik atau resprektif bagi kabupaten/kota yang lain di Provinsi Bali maupun di seluruh Indonesia,” katanya.    

Sementara Kepala Dinas Kesehjatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar, selain itu juga untuk meningkatakan kemandiriian dan perubahan prilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti 100 peserta meliputi, apoteker agent of change, wakil organisasi profesi kesehatan, PKK Kecamatan, STT, kader posyandu, dan lain-lain.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, menghadirkan narasumber dari RS. Sutomo Surabaya yang diwakili oleh dr.Hari Paraton, Sp.OG (K) (KPRA) dengan materi peran masyarakat dalam penggunaan antibiotik secara bijak dan Dra. Dara Amelia, Apt. MM, Kasubdit Analisis Farmakoekonomi pada Kementerian Kesehatan RI. (ngurah/hms dps/bpn)

Teliti Kamboja, Siswa SMP Saraswati 1 Denpasar Sabet Emas di LPSN

BALIPORTALNEWS.COM – Siswi SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, AA Istri Dina Wahyuni dan IGA Desinta Linggarcani mengukir prestasi medali emas di Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) di Jakarta.

Hebatnya lagi, prestasi meraih medali emas di ajang bergengsi ini menjadi budaya turun temurun di SMP (SLUB) Saraswati Denpasar sejak lima tahun terakhir. Kali ini, medali emas diukir dari kategori IPA dan lingkungan.

Atas keberhasilan tersebut, Kepala SMP (SLUB) Saraswai 1 Denpasar, Dra. AA Adnyani, M.M., bersama para siswa dan guru pembina, Selasa (4/10/2016) melaporkan prestasi itu kepada pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar.

Mereka diterima Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, MS., beserta pengurus Drs. Dewa Sukanada dan IGB Yudhara. Selain mendapat ucapan selamat khusus atas prestasi yang luar biasa ini, siswa juga mendapat bonus Rp 7 juta dari Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar.

Di LPSN tahun ini, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar meloloskan dua tim. Keduanya meraih meraih medali emas dan harapan. Wahyuni dan Linggarcani yang siswa kelas IX Bilingual itu memaparkan penelitian ‘’Karakter Morfologi dan Anatomi Bunga serta Daun Beberapa Varietas Kamboja (Plumeria acuminata) sebagai Sumber Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies’’. Di ajang itu, mereka diuji oleh para profesor. Semua pertanyaan dijawab lewat sidang tertutup.

Wahyuni menegaskan, sebaiknya masyarakat mulai berhenti menganggap tanaman kamboja sebagai tanaman kuburan, karena faktnya tanaman kamboja adalah tanaman yang indah dan merupakan kekayaan keanekaragaman hayati yang perlu diteliti.

Sementara itu, Nyoman Adinda Trisna Dewi dan Komang Tia Trismayadevi yang memaparkan penelitian ‘’Potensi Pemanfaatan Arang Bunga Pinus sebagai Bahan Pembuatan Super Kapasitor’’, sudah tampil maksimal. Hanya saja mereka kalah nilai saat eksperimen.

Selama lomba selain didampingi AA Adnyani juga Plt.Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W., MT., dan Kabid Dikdas Made Raka. Jimmy Sidharta mengaku bangga dan terharu karena anak SMP mampu presentasi di depan tim penilai yang profesor.

Ia berharap prestasi ini terus dipertahankan untuk menjunjung tinggi nama SLUB Saraswati 1 Denpasar, nama Denpasar, dan nama Bali. Dia berharap jejak ini diikuti oleh semua siswa dan guru, mulai menulis dari yang sederhana hingga mampu meneliti. Dan, pada akhirnya nanti banyak muncul peneliti-peneliti muda di Denpasar.

Kasek AA Adnyani mengatakan, prestasi ini selain menjadi kebanggaan PR Saraswati Pusat Denpasar, juga menjadi kebanggaan Pemkot Denpasar. Karena, sejak lima tahun berturut-turut siswanya selalu meraih medali emas di LPSN.

Selain medali emas LPSN, siswa lain juga mengukir prestasi peringkat I Jumbara tingkat nasional.Prestasi ini dipersembahkan Putu Wira Widiantara.

Semua prestasi itu, kata AA Adnyani, berkat kerja keras siswa, pembinaan intensif dewan guru, kerjasama orangtua siswa dan yayasan yang menyediakan fasilitas. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : MEDALI EMAS – Kasek AA Adnyani dan guru pembina foto bersama siswa yang meraih medali emas di ajang LPSN 2016 di Jakarta. 

Begini Jadinya Pembelajaran Kalau Guru Tak Benar Terapkan Kurikulum

BALIPORTALNEWS.COM – Pekerjaan guru bukanlah pekerjaan yang mudah, pekerjaan guru merupakan pekerjaan profesional, yang tidak semua orang bisa melakukannya.

‘’Peran guru dalam pengembangan kurikulum sangat besar,’’ tegas Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., saat membuka workshop review Kurikulum 2013, Selasa (4/10/2016).

Agenda workshop kali ini diikuti 100 guru SMA program IPA yang terdiri dari guru mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi.

Menurut Supartha, peran guru sangat penting dalam kurikulum tersebut adalah peran guru sebagai adapters, disini guru tidak hanya sebagai pelaksana kurikulum, akan tetapi juga sebagai penyelaras kurikulum dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan kebutuhan.

‘’Jika kurikulum tidak disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maka pembelajaran yang diberikan akan sia-sia, karena pembelajaran tersebut tidak bisa digunakan, dipahami, atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik,’’ ujar Supartha.

Lebih lanjut dikatakan Supartha, kurikulum yang baik atau yang paling sempurna sekalipun tidak bisa menjadi kurikulum yang baik dan tidak bisa menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berakhlak mulia, dan kreatif jika dalam implemetasi di dalam pendidikan kurikulum tersebut tidak diterapkan dengan baik oleh guru, atau guru yang menerapkannya tidak mempunyai kompetensi.

‘’Jadi peran guru dalam implementasi kurikulum  sangat besar, tanpa guru yang profesional, kurikulum tidak dapat berjalan sesuai tujuan yang diharapkan, dan tidak dapat mencetus generasi penerus bangsa yang selama ini diharapkan semua orang yaitu generasi yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga cerdas secara sikap dan keterampilan,’’ pungkasnya.

Panitia Kegiatan yang juga Kasi Kurikulum Bidang Dikmen, Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, tujuan dari pendampingan K-13 ini untuk memberikan pemahaman kebijakan kegiatan pendampingan pelaksanaan K-13. Lebih dari itu, untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam proses pembelajaran.

‘’Dari kegiatan workshop ini kami harapkan para guru dapat membuat perencanaan pembelajaran dan dapat menerapkan model-model pembelajaran saintifik dan penilaian uatentik,’’ ujar Tirta Ariantini.

Agenda workshop menghadirikan narasumber Drs. AA Ketut Sujana membawakan materi gerakan literasi sekolah, gerakan penumbuhan budi pekerti dan peranan keluarga dalam pendidikan. Narasumber lain, Drs. I Ketut Gde Suteja, M.Pd., Drs. Pande Putu Kariana, M.Pd., dan I Gusti Ngurah Arjana, S.Pd., M.Pd., dengan materi dinamika kurikulum, analisis SKL, KL, KD dan silabus, pembelajaran aktif, model pembelajaran, RPP, silabus dan penilaian serta pengolahan nilai. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : WORKSHOP REVIEW K-13 – Kabid Dikmen Wayan Supartha saat membuka workshop review Kurikulum 2013 yang diikuti guru SMA program IPA.

Walikota Apresiasi Semangat Pemberdayaan Kewirausahan IWAPI

BALIPORTALNEWS.COM – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra  mengatakan, pemerintah tidak pernah mengukur perusahaan itu dari segi banyak atau sedikitnya uang. Namun pemerintah mengukur  semangat pemberdayaan dari jiwa kewirausahanya.

"Supaya program Iwapi berjalan di kalangan masyarakat agar disinergikan, untuk itu menjadi tugas dari ketua ranting Iwapi kecamatan," ujar Rai Mantra, usai pelantikan dan pengukuhan ketua ranting Iwapi kecamatan se-Kota Denpasar periode tahun 2016 -2021 di gedung Sewaka Dharma Lumintang, Senin (3/10/2016)

Iwapi Kota Denpasar melantik IA Rusmawati SE sebagai  Ketua Ranting Iwapi Kecamatan Denpasar Barat, Ni Nyoman Sri Utari S.Sos, M.Si., sebagai Ketua Ranting IWAPI Kecamatan Denpasar Timur, Ni Wayan Toni Yantiwap sebagai Ketua Ranting Kecamatan Denpasar Utara dan Anak Agung Mayun Matrini sebagai Ketua Ranting IWAPI Kecamatan Denpasar Selatan periode tahun 2016 -2021. Dalam acara ini juga dihadiri Pembina Iwapi Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra.

Ketua Iwapi Kota Denpasar, Jero Puspawati mengucapkan terima kasih atas support yang diberikan Walikota Denpasar untuk melakukan pelantikan dan pengukuhan pengurus ranting Iwapi Kota Denpasar. Sehingga semua program ini bisa berjalan dengan baik.

Menurutnya, pembentukan dari ketua ranting kecamatan se-Kota Denpasar ini adalah untuk mendukung program Pemkot Denpasar yakni menciptakan wirausaha baru dan pemetaan potensi pengusaha yang ada di kecamatan se-Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan, DPC Iwapi Kota Denpasar terpilih sebagai DPC teladan se-Provinsi Bali tahun 2016. Sehingga mewakili Provinsi Bali dalam pemilihan DPC Teladan tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada Rakernas IWAPI di Lombok Nusa Tenggara Barat pada 9-12 Oktober 2016.

Ni Nyoman Sri Utari S.Sos, M.Si., sebagai Ketua Ranting Iwapi Kecamatan Denpasar Timur menambahkan, akan memberikan bantuan pemberdayaan kepada masyarakat miskin agar mereka terbuka wirausahanya dalam bidang dunia usaha. Dimana sehari-harinya pihaknya bergelut dibidang kemasyarakatan.

Tentunya harus banyak menyesuaikan diri dengan ibu-ibu pengusaha yang sudah setiap hari bergelut dengan usaha baik itu sebagai hobi maupun sebagai mata pencaharian.

Kiranya jasa wirausaha yang sudah mendarah daging di kalangan ibu-ibu dapat diteruskan kepada masyarakat. Dengan memberdayakan mereka melalui ekonomi kerakyatan yang sudah dikembangkan di Kota Denpasar. (ayu/hms dps/bpn)

19 Atlet NPC Denpasar Bertanding di Peparnas

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka mengikuti kegiatan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) yang ke-15 di Jawa Barat, National Paralympic Committee (NPC) Kota Denpasar mengirim 19 Atlet terbaiknya untuk mengikuti kejuaraan Peparnas XV di Jawa Barat.

Demikian disampaikan Ketua NPC Kota Denpasar Ketut Gede Rahadie Diana Putra saat mohon doa restu sekaligus berpamitan dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (3/10/2016) di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Pada kesempatan itu, Ketut Gede Rahadie Diana Putra dampingi Ketua Umum Harian KONI Denpasar IB Tony Astawa, Kabid Pemuda dan Olah Raga Disdikpora Kota Denpasar, I Ketut Sudana, dan Kasubag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar Dewa Gede Rai.

NPC sendiri keberadaannya menaungi olah raga para penyandang disabilitas, dan sampai saat ini sudah membina kurang lebih 50 atlet yang sudah pernah mengikuti event-event olah raga besar dan sudah meraih prestasi

Adapun  prestasi yang sudah di raih oelh atlet-atlet NPC Kota Denpasar meliputi, pada 2014 meraih juara umum di tingkat porprov dan pada 2016 juga sempat meraih juara umum di tingkat pelajar di provinsi.

Lebih lanjut Rahadi mengatakan, para atlet NPC Denpasar ini  mengikuti lima cabang olahraga (cabor) dari 12 cabor yang akan di pertandingan di Peparnas XV Jawa Barat

Ke 19 atlet Kota Denpasar yang dikirim ini akan akan dibagi menurut lima cabor yang akan diikuti, yakni sembilan orang di cabor atletik, dua orang di cabor angkat berat, dua orang di cabor tenis meja, dua orang di cabor renang dan seorang di cabor goalball. Sebelum mengikuti Peparnas XV Jawa Barat pada 13 Oktober 2016, para atltet NPC Denpasar ini akan mengikuti pelatihan selama satu minggu dari 1 sampai 7 Oktober 2016 di Hotel Dwi Karya Denpasar. Dimana ke 16 atlet ini akan bertanding kurang lebih dua minggu di Peparnas XV Jawa Barat dari 13 sampai 24 Oktober 2016.

Sementara Walikota Rai Mantra menyambut baik kedatangan para atlet NPC Kota Denpasar ini, dan mengucapkan selamat bertanding kepada para atlet NPC Kota Denpasar ini. Serta diharapkan para atlet ini bisa menjaga kesehtan mereka, agar bisa mengikuti kejuaraan ini dengan baik dan sportif. “Saya berharap kepada para atlet yang akan bertanding, untuk selalu menjaga sportivitas, fisik dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga bisa meraih prestasi yang terbaik," kata Rai Mantra. (ays/hms dps/bpn)

Keterangan Foto : PAMITAN – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, di dampingi oleh Ketua Umum Harian KONI Denpasar IB Tony Astawa dan Kabid Pemuda dan Olah Raga I Made Sudana, saat foto bersama dengan para atlet NPC Kota Denpasar, Senin (3/10/2016) di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang. 

Teliti Daun Kaca Piring sebagai Obat Sariawan, Siswa SMPN 10 Denpasar Raih Perak di LPSN

BALIPORTALNEWS.COM – Siswa SMPN 10 Denpasar Pande Nyoman Dimas Pratistha, Metta Devyani Putri Wardhana dan Kadek Diva Juliantara, meraih medali perak di Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) 2016 di Jakarta. Ketiganya menjadi duta Bali meraih medali perak di katagori IPA dan lingkungan.

Sementara tim lain SMPN 10 Denpasar yang diperkuat IGA Made Lisya Pradyana Dewi, IGA Bulan Mutiara Dewi dan Putu Mirah Wahyu Subagia Putri, hanya lolos sebagai finalis.

Di babak grandfinal, Dimas, Metta dan Diva memaparkan hasil penelitiannya soal ‘’Uji Efektivitas Salep Denata Dibica dari Ekstrak Daun Kaca Piring (Gardenia augusta) Dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Candida albicans Penyebab Sariawan’’. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen.

Penelitian dilaksanakan dari 10 Oktober 2015 sampai 17 Maret 2016 di Lab. SMPN 10 Denpasar, Lab. Biopestisida Unud dan Lab. Mikrobiologi FK Unud. Dari hasil penelitian ini didapat hasil bahwa Salep Denata Dibica yang dibuat dari esktrak daun kaca piring efektif dalam menghabat pertumbuhan jamur Candida albicans.

Sementara secara sederhana, kata Dimas, memanfaatkan daun kaca piring dalam pencegahan sariawan dapat dilakukan secara langsug daun segarnya dibuat gel/loloh ataupun dengan menggunakan ekstrak kental daun kaca piring dalam formulasi salep Denata dibica. Dimas ingin hasil penelitiannya mendapatkan hak paten dari Dirjen Haki.

Pembina KIR SMPN 10 Denpasar Dra. Wayan Purnasih yang menemani siswanya saat lomba mengaku sejak awal dewan juri sudah kepincut dengan judul dan materi ini lantaran sangat signifikan situasi kekinian dimana masyarakat semakin tertarik dengan pengobatan secara herbal.

Dia juga terharu melihat penampilan anak didiknya ini penuh percaya diri menjawab pertanyaan para professor. Makanya dia sampai meneteskan air mata karena saking terharunya melihat perjuangan anak-anak SMPN 10 Denpasar bisa meraih medali perak.

Atas prestasi tersebut siswa SMPN 10 Denpasar mendapat apresiasi dan ucapan selamat khusus dari Kepala SMPN 10 Denpasar, Drs. Ketut Sukartha, M.Si., Senin (3/10/2016). Dia berharap prestasi ini terus  diraih tiap tahun, bila perlu tahun depan bisa meraih medali emas. Ia menyebutkan prestasi ini sekaligus tantangan untuk memotivasi anak-anak tampil kreatif dan inovatif sepanjang hidupnya.

‘’Diperlukan motivasi intrisik (diri sendiri) guna menjadikan kreatif, inovatif, dan prestasi sebagai budaya di SMPN 10 Denpasar,’’ pungkasnya. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : MEDALI PERAK – Kasek Ketut Sukartha foto bersama siswanya yang meraih medali perak di ajang Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) 2016.

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan