Jadi Anggota OWHC, Denpasar Bidik Peluang Promosi Pariwisata Budaya

BALIPORTALNEWS.COM – Kota Denpasar sebagai anggota Organisation World Haritage Cities (OWHC) mempunyai peluang sangat besar untuk mempromosikan pariwisata budaya. Terlebih lagi OWHC ini beranggotakan 298 kota se Asia Pasifik. Hal ini disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat memimpin langsung pertemuan Selasa (18/10//2016) di Ruang Pertemuan Bappeda Denpasar.

Pertemuan ini merupakan tidak lanjut dari penandatanganan Letter of Inten (LOI) beberapa waktu lalu dengan Walikota Gyeongju, Korea Selatan Pertemuan tersebut diikuti SKPD terkait, kelompok ahli dan pelaku pariwisata.

Dengan masuknya Kota Denpasar menjadi salah satu anggata OWHC akan menjadi peluang besar untuk mempromosikan berbagai hal mulai dari pelestarian pusaka termasuk juga memperluas pergaulan dengan jaringan kota-kota di dunia internasional. 

"Saya harapkan pariwisata budaya yang ditawarkan Kota Denpasar dapat dimanfaatkan semua pihak baik pemerintah maupun pelaku pariwisata," ujar Rai Mantra.

Terlebih lagi bulan Oktober 2017 akan dilaksanakan World Konggres OWHC di Gyeongju, Korea Selatan menjadi peluang sangat besar untuk promosi pariwisata budaya. Dalam promosi pariwisata yang dilaksanakan menurut Rai Mantra bukan sifatnya massif melainkan promosi pariwisata secara spesifik.

Sehingga delegasi yang datang pada pertemuan tersebut yang melebih orang tersebut dapat tertarik dengan tawaran pariwisata budaya yang di miliki Kota Denpasar. Untuk itu Ia berharap dalam persiapan tersebut harus dilaksanakan secara maksimal sehingga mampu menampil dan menawarkan pariwisata yang menarik dengan dikemas secara baik.

Disamping menurut Rai Mantra, dalam World Conggres OWHC di Gyeongju Korea Selatan, Kota Denpasar mempunyai peluang besar sebagai tuan rumah pertemuan Art Bienalle tahun  2018. Untuk keputusan sebagai tuan rumah tersebut akan ditentukan dalam  World Conggres OWHC di Gyeongju tahn 2017. "Peluang ini agar digunakan dengan baik. Untuk itu perlu dukungan semua pihak," ujarnya.

IB Sidharta dari Badan Promosi Pariwisata Daerah mengatakan agar peluang yang ada untuk sebagai tuan rumah hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mengingat Kota Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali telah memiliki nama yang layak dijual dalam promosi pariwisata budaya.

"Tentunya untuk memaksimalkan hal tersebut perlu dilakukan persamaan persepsi dalam mengkemas promosi pariwisata budaya tersebut," ujarnya.

Sementara Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar Dewa Made Ariawan mengatakan Kota Denpasar sebagai anggota OWHC mempunyai peluang besar untuk mempromosikan daerah yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Dengan masuknya Denpasar sebagai anggota OWHC potensi pariwisata dapat dipromosikan melalui jaringan kota-kota anggota OWHC yang tersebar di seluruh dunia. Termasuk juga bagaimana melibatkan anak-anak muda sehingga mereka peduli terahdap haritage.

"Karena melalui OWHC memberikan wadah pada generasi muda kreatif untuk turut melestarikan haritage tersebut," ujarnya. (gst/hms dps/bpn)

Rai Mantra Tinjau Safari Kesehatan di Banjar Ujung Kesiman, Minta Generasi Muda Ikut Serta Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian Hari Kesehatan Nasional yang ke 52 serta Hut Sekaa Teruna (ST) Binnayaka Dharma Banjar Ujung ke 45, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan Yayasan Kesehatan Indonesia (YKI) mengadakan pemerikasaan kesehatan, mata serta pembagian kacamata gratis. Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan Pemkot Denpasar rutin mengadakan safari kesehatan, pada Senin (17/10/2016) bertempat di Banjar Ujung Kelurahan Kesiman.

Safari kesehatan ini di tinjau langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan, Kepala Kelurahan Kesiman I Dewa Ayu Istri Idayati, Kaling/Kadus, Bendesa/ Kelihan serta warga setempat.

Dengan upaya memberikan pelayanan terbaik untuk mensejahterakan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemkot Denpasar tidak henti-hentinya memberi pelayanan kesehatan jasmani maupun rohani.

Kegiatan safari kesehatan yang dilaksanakan dari Banjar ke Banjar se-Kota Denpasar dengan memberikan berbagai pelayanan kesehatan secara cuma-cuma atau gratis kepada masyarakat. “Ini merupakan pelayanan kesehatan jemput bola dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, seluruh aparatur Pemkot Denpasar demi mewujudkan kebersihan di Kota Denpasar secara berkesinambungan dengan geliat peran serta seluruh elemen masyarakat yang berkolaborasi lewat sistem pengelolaan kebersihan berbasis lingkungan dari tingkat Banjar, Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga Kota yang melibatkan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintahan Kota Denpasar selalu mengadakan Jumat bersih lingkungan,” kata Walikota Rai Mantra saat meninjau pelaksanaan safari kesehatan di Banjar Ujung Kelurahan Kesiman.

Kegiatan safari kesehatan yang dilaksanakan di Banjar Ujung Kesiman, lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, merupakan suatu kegiatan yang diadakan ST Binnayaka Dharma, dimana kepedulian generasi muda dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat mengadakan kegiatan semacam ini.

Ia mengaku sangat salut  dan bangga atas diadakannya kegiatan semacam ini, kepedulian generasi muda terhadap kesehatan masyarakat sekitar menjadi suatu hal yang wajib dimana generasi muda merupakan generasi penerus yang harus melayani dan menjaga orang tua. Lebih lanjut Rai Mantra berharap kegiatan semacam ini rutin diadakan, serta menjadi embrio untuk Sekaa Teruna lainnya di dalam menjaga dan ikut serta di dalam meningkatkan derajat kesehatan di Kota Denpasar. 

Ketua ST Binnayaka Dharma, Ida Bagus Darma Putra mengatakan, kegiatan ini merupakan serangkaian Hut ST Binnayaka Dharma yang ke 45 yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dimana bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional yang ke 52. Kami dari Sekaa Teruna mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kaca mata kepada lansia yang membutuhkan.

Ini merupakan serangkaian kegiatan Hut, dimana pada hari ini diadakan safari kesehatan,  tanggal 23 Oktober diadakan jalan santai dan puncak acara pada 29 Oktober mendatang. “Dengan diadakannya kegiatan ini, kami Sekaa Teruna dapat membantu lansia dalam menjaga kesehatan jasmani maupun rohani dan ikut serta menjaga lingkungan sekitar tetap sehat,” ujar Gus Darma. (eka/hms dps/bpn)  

Disdikpora Denpasar Gelar ‘’Workshop’’ Penguatan Kurikulum 2013

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar workshop penguatan implementasi Kurikulum 2013 (K-13) selama lima hari mulai 17-21 Oktober 2016. Workshop dibuka Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Ni Kadek Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., menyebutkan, peserta workshop diikuti 100 guru produktif dan guru mata pelajaran (mapel) Matematika dan IPA (MIPA) program keahlian teknologi SMK negeri dan swasta se-Kota Denpasar.

Workshop yang dilaksanakan selama lima hari ini, ulas Tirta Ariantini, diisi narasumber dari LPMP Provinsi Bali, Dr. Ir. Ketut Suarnaya, M.Pd., Dr. I Wayan Suandi, M.Pd., dan  Drs. Pande Putu Kariana, M.Pd.

Kabid Dikmen Wayan Supartha menyebutkan, penilaian dalam Kurikulum 2013 bersifat otentik, meliputi afektif, kognitif, dan psikomotorik. Guru harus mengakaji aspek-aspek itu dalam memberikan penilaian pada siswanya.

Supartha mengatakan, penilaian dalam kurikulum 2013 tidak lagi terfokus pada output atau hasil akhir. Kurikulum baru menitikberatkan penilaian justru dari proses pembelajaran. Pendidikan karakter ini sangat diperlukan mengingat saat ini generasi muda menghadapi tantangan yang berat.

Teknologi informasi, ulasnya, diibaratkannya sebagai jendela bagi para guru untuk melihat dunia yang lain secara lebih luas. Hal ini diyakininya bisa meningkatkan profesionalisme para guru. Guru profesional mutlak diperlukan untuk pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu, akan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang juga berkualitas.

Karenanya ia menegaskan, K-13 merupakan peluang bagi guru, untuk lebih kreatif. Namun, guru harus menguasai teknologi sebagai bahan ajar. Guru harus menguasai teknologi agar bisa menggali bahan ajar dari berbagai sumber. Tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang dimiliki saat ini, setiap guru dituntut meng-up-date pengetahuannya agar bisa mengajar berbasis kurikulum baru dengan baik. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : WORKSHOP K-13 – Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha saat membuka workshop penguatan implementasi K-13 yang diikuti guru produktif dan guru mapel MIPA SMK.

SMK PGRI 5 Denpasar ‘’Melaspas’’ Gedung Baru Senilai Rp 6 Miliar

BALIPORTALNEWS.COM – SMK PGRI 5 Denpasar di Jalan Kenyeri, Denpasar Timur, pada Jumat (14/10/2016) melaspas gedung baru lantai empat. Upacara juga dirangkai dengan mecaru dan mapedagingan. Gedung baru senilai Rp 6 miliar itu didanai secara swadaya oleh komite sekolah. 

Upacara dilanjutkan pada Purnama Sasih Kapat, Sabtu (15/10/2016) dilangsungkan piodalan di Padmasana sekolah. Upacara di-puput Ida Pedanda Made Oka Pasuruan dari Griya Oka Ayunan, Abiansemal, Badung.

Acara juga dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnya, M.M., beserta pengurus dan kepala sekolah di lingkungan persekolah PGRI se-Kota Denpasar. Saat itu, Madiadnyana juga menyerahkan punia yang diterima Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ketut Nuka.

Ketut Nuka mengungkapkan, rangkaian karya diawali mapekeling di Padma dan nuasen nanceb surya pada 10 Oktober 2016. Dilanjutkan dengan nunas tirta di Pura Khayangan Tiga Sumerta dan Sidakarya, upacara tawur dan melaspas serta puncak piodalan pada Purnama Kapat. Pada Minggu (16/10/2016) dilanjutkan dengan penyineban.
Ketut Nuka menjelaskan, gedung lantai empat ini terdiri atas ruang pertemuan, ruang belajar, hotel praktik berkelas hotel bintang lima, lab laundry, dan ruang guru. Sementara pada lantai satu dimanfaatkan untuk parkir.  Dengan gedung baru dan fasilitas lengkap ini siswa akan terlayani dengan berkualitas. Hebatnya lagi, seluruh ruangan belajar di sekolah ini dilengkapi LCD, CCTV dan setiap ruangan ber-AC.

Ke depan, kata Ketut Nuka, SMK PGRI 5 Denpasar fokus pada peningkatan iklim akademis dan ekstra unggulan, making bad di AP, di Jasa Boga unggulan art coffee, friuit cuving dll. Pelayanan akademis yang terbaik dengan fasilitas terbaik pula ini dikatakan Ketut Nuka merupakan balasan sekolah kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan penuh mendidik putra-putrinya di sekolah berkualitas ini.
Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar, Drs. Wayan Darya Kusuma, M.Pd., juga berharap dengan fasilitas baru ini siswa semakin senang belajar dan prestasi semakin meningkat. Sementara guru-guru siswa semakin terpacu memberikan pelayanan terbaik pada siswa.

Dia juga berterimakasih kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikan terbaik di SMK PGRI 5 Denpasar. Dengan gedung baru ini siswa akan terlayani dengan pendidikan berkualitas.

Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana, berterima kasih atas semangat kerja membangun warga SMK PGRI 5 Denpasar luar biasa. Ini salah satu ciri sekolah yang siap berkompetisi untuk memenangkan persaingan. Inilah yang menyebabkan SMK PGRI 5 Denpasar selalu dikejar calon siswa baru karena unggul di akademis dan non akademis, skill siswa serta memiliki sarana serba lengkap. (pra/bpn)

Keterangan Foto : SERAHKAN PUNIA – Ketua YPLP Kota Denpasar Nengah Madiadnyana menyerahkan punia kepada Kasek Ketut Nuka saat upacara melaspas gedung baru SMK PGRI 5 Denpasar.

Begini Cara Walikota Rai Mantra Jaga Kebersihan Sungai

BALIPORTALNEWS.COM – Kebersihan lingkungan termasuk menjaga kebersihan sungai-sungai di Kota Denpasar menjadi konsentrasi dan komitmen Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra. Beberapa kawasan sungai telah mendapatkan sentuhan program penataan, seperti dikawasan Sungai Tagtag Lumintang, Sungai Bindu Kesiman, Sungai Pengembak Sanur, hingga kawasan bantaran sungai Badung di jalan Taman Pancing.

Dari program ini Walikota Rai Mantra memiliki mimpi besar dalam keberlanjutan program pembangunan kota khusunya membawa kawasan hulu dan hilir sungai menjadi kawasan yang bersih. Dimana keberadaan sungai menjadi tempat edukasi, rekreasi, sport, dan peningkatan usaha ekonomi masyarakat.

Dengan mendatangi langsung warga secara door to door yang tinggal dikawasan bantaran sungai menjadi salah satu cara Walikota Rai Mantra dalam program keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Seperti pada kegiatan yang dilakukan Jumat (14/10/2016), Walikota Rai Mantra mendatangi satu persatu kawasan pemukiman warga di Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan. Berjalan menyisiri hulu hingga hilir sungai yang berada dikawasan tersebut Walikota Rai Mantra mengingatkan warga setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Mari jaga kebersihan lingkungan bersama-sama, bantu kami pemerintah untuk terus mewujudkan lingkungan bersih dengan tidak membuang sampah ke sungai," ujar Rai Mantra sembari memberikan selebaran sosialisasi Perda Nomer 1 dan Nomor 3 Tahun 2015 tentang ketertiban dan pengelolaan sampah Kota Denpasar yang menegaskan hukuman pidana dan denda hingga Rp. 50 juta bagi warga yang buang sampah sembarangan.

Walikota Rai Mantra juga mengatakan pada Tahun 2017 nanti dengan suport dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU bersama Balai Wilayah Sungai, Bali-Penida akan membuat kawasan hilir Sungai Badung yang berada dikawasan Taman Pancing menjadi River Work. Kawasan ini dengan pemberdayaan masyarakat, perbaikan infrastruktur serta akan segera melakukanReplanning arus lalu lintas dikawasan Taman Pancing dan sekitarnya.

"Pembangunan kota kedepan harus memperhatikan lingkungan, tidak bisa dilakukan sendiri namun dibutuhkan peran serta seluruh masyarakat, pihak swasta membangun masalah lingkungan dan masalah kemasyarakatan," ujarnya.

Dari penataan sungai dengan memberikan kemanfaatan kedepan bagi masyarakat setempat. Hal ini juga tak terlepas dari kawasan sungai sebagai kawasan suci yang saat ini dengan pengembangannya lewat pemberdayana masyarakat mulai dari penataan kawasan, penghijaun, rekreasi, dan olahraga.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra juga melakukan penanaman 3500 pohon Flamboyan dikawasan Taman Pancing yang merupakan bantuan dari Coorporate Social Responsibility PT. Indonesia Power. Selain itu Walikota Rai Mantra juga sempat meninjau  kebakaran gudang  Dinas PU Kota Denpasar dan meninjau gedung SDN 2 Sumerta yang terkena musibah kebakaran. (pur/hms dps/bpn)

Rai Mantra Hadiri Pengratep Karya Pura Bagawan Penyarikan Banjar Kertha Petasikan

BALIPORTALNEWS.COM – Sejak sore hari ratusan warga Banjar Kertha Petasikan Desa Sidakarya terlihat serentak mengikuti upacara Pengratep Karya, Kamis sore (13/10/2016) di Pura Bhagawan Penyarikan, Banjar Kertha Petasikan, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Dimana upacara Pengeratep Karya ini dihadiri dan disaksikan langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus ngaturang punia.

Hadir juga dalam kesempatan ini Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar I Gst Bagus Mataram, Camat Denpasar Selatan AA Gde Risnawan, Bendesa, Lurah, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama setempat.

Sebelum upacara Pengratep Karya Pura Bagawan Penyarikan, acara di awali dengan tarian Rejang Dewa, Baris dan Tari Topeng Sidakarya. Manggala Karya yang sekaligus Kelian Banjar Kertha Petasikan I Made Suparta mengatakan, Pengratep Karya Pura Bagawan Penyarikan ini merupakan yang ke tiga kalinya dilaksanakan selama tiga tahun terakhir ini, yang mana pada awalnya sudah dimulai dari tahun 2014, dan yang ketiga ini adalah yang terakhir usai dilaksanakan renovasi Pura Bagawan Penyarikan di Banjar Kertha Petasikan pada tahun 2014 silam, yang mana Pura ini sebenarnya sudah berdiri pada tahun 1984.

Pengratep Karya ini sebenarnya dilaksanakan tepat pada piodalan Pura Bagawan Penyarikan yang jatuh pada Ping Telulas Purnama Kapat, akan tetapi karena warga Banjar Kertha Petasikan dominan pendatang dengan jumlah 115 KK yang beragama Hindu dan 100 KK lagi umat non Hindu, pada saat Purnama Kapat mendatang pasti akan banyak yang melaksanakan persembahyangan di kampung halaman mereka masing-masing, jadi puncak Pengratep Karya di laksanakan hari ini.

Lebih lanjut Suparta mengatakan, dudunan karya sudah dimulai sejak hari Minggu 2 Okteber lalu dengan upacara Nuasen Karya dan puncak karya pada hari ini 13 Oktober dilanjukan pada hari Minggu 16 Oktober dengan upacara nyineb. Upacara ini dipuput oleh  Ida Pedanda Gede Putra Manuaba, dari Griya Kutat Sanur.

“Kami bersama warga mengucapkan terimakasih kepada warga Banjar Kertha Petasikan dan semua pihak yang telah membantu sampai upacara ini selesai terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia juga merasa bahagia dan bangga Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dapat hadir menyaksikan upacara Pengratep Karya ini dan telah memberikan perhatian dan Dana Punia sebagai stimulan kepada warga Banjar Kertha Petasikan. Ditambahkannya lagi, dengan dilangsungkan upacara ini kedepan diharapkan tercipta suasana harmonis antar warga Banjar Kertha Petasikan dan  mampu meningkatkan kerukunan antar sesama warga dan umat beragama. (ays’/hms dps/bpn)

PKK Pusat Gandeng PKK Denpasar Waspada Cacingan

BALIPORTALNEWS.COMPenyakit cacingan atau kecacingan salah satu penyakit menular yang sangat menggangu pertumbuhann dan kecerdasan anak-anak sebagai generasi penerus. Bahaya cacingan juga menggangu potensi kecerdasan anak karena nutrisi yang harusnya diserap oleh otak diserap oleh cacing yang ada didalam tubuh.

Melihat akan bahaya cacingan pada anak, TP PKK Pusat menggandeng TP PKK Kota Denpasar melakukan gerakan bersama waspada cacingan. Pelaksanaan gerakan waspada cacingan untuk anak Indonesia cerdas, Kamis (13/10/2016) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar dihadadiri Ketua Pokja 4 TP PKK Pusat drg. Laksmi Widyastuti, Wakil Ketua II TP. PKK Provinsi Bali Wahyani Wija, Ketua TP PKK Kota Denpasat I.A Selly Dharmawijaya Mantra serta pengurus TP PKK Kota Denpasar, guru-guru PAUD dan petugas kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pemaparan pengenalan cacingan yang melibatkan dr. Sugita Adnyana, Spa dari RS. Sangglah dan pemaparan gerakan bersama waspada cacingan yang dilanjutkan dengan simulasi permainan “Cacing tangga”. Terdapat 10 kelompok Ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan ini dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang peserta melakukan permainan bersama yang diselingi dengan pertanyan-pertanyaan pengetahuan tentang kewaspadaan cacingan. “Permainan ini sama dengan permainan ular tangga pada umumnya, namun kita selipkan dari setiap langkah permainan beberapa pertanyaan untuk lebih melakukan gerakan yang menarik dalam sosialisasi kewaspadaan cacingan,” ujar Ketua Pokja 4 TP PKK Pusat drg. Laksmi Widyastuti.

Lebih lanjut dikatakan keterlibatan kader-kader PKK Denpasar tentunya memberikan kecepatan dalam mensosiliasaikan kewaspadaan cacingan. Seperti keberadaan banjar-banjar untuk melibatkan masyarakat lingkungan dalam kewaspadaan cacingan. Disamping itu menggerakan masyarakat agar mau mencegah dan mengobati penyakit cacing, serta para kader dan tim penggerak PKK dapat mendata yang sudah terobati. “Kita mengajak seluruh kader PKK dengan memberikan pemahaman masalah cacing kepada anak-anak usia sekolah untuk dapat kita atasi bersama,”ujarnya.

Ketua TP. PKK Kota Denpasar I.A Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan PKK sebagai organisasi yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat dapat ikut serta membantu pemerintah dalam pembangunan bidang kesehatan melalui 10 program pokok PKK. Disamping itu pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan juga terus diupayakan seperti penyelenggaraan posyandu di banjar-banjar, pemasyarakatan prilaku hidup bersih dan sehat, pembiasaan cuci tangan bagi anak sekolah, serta membantu program pemberian obat cacing oleh puskesmas.

Dari gerakan bersama ini dengan digandeng PKK pusat menjadi kesempatan kader-kader PKK, hingga seluruh tenaga kesehatan dan guru yang terlibat untuk bersinergi, berkoordinasi dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan bersama. “Semoga melalui gerakan waspada cacingan ini, anak-anak di Kota Denpasar dapat dientaskan dari penyakit cacingan,”ujar Selly. (pur/hms dps/bpn)

Satpol PP Tertibkan Puluhan Baliho dan Spanduk Kadaluwarsa

BALIPORTALNEWS.COM – Puluhan Baliho dan spanduk kadaluwarsa ditertibkan Satpol PP Kota Denpasar di Jalan Buluh Indah, Jalan Hasaudhin dan  wilayah Ubung Kamis (13/10/2016).

Penertiban ini dilakukan untuk menciptakan Kota Denpasar yang bersih, indah dan rapi serta nyaman. Demikian disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar IB Alit Wiradana saat memimpin anak buahnya.

Lebih lanjut Wiradana mengatakan, penertiban ini juga untuk menegakan Peraturan Daerah No 1 tahun 2015 dan Peraturan Walikota No 3 tahun 2014 tentang ketertiban umum. Dalam penertiban ini, baliho yang rusak juga ikut diturunkan.

Hal tersebut dilakukan karena baliho dan spanduk yang sudah rusak membuat wajah kota menjadi semrawut. Bahkan baliho rusak juga bisa membahayakan pengguna jalan kalau roboh.

Supaya penertiban berjalan lancar sebelumnya pihaknya sudah memberikan surat pemberitahuan pembongkaran kepada pemiliknya. Agar bersedia menurunkan sendiri.

Meskipun telah memberikan pemberitahuan namun masih ada yang belum diturunkan pemiliknya. Maka dari itu terpaksa  baliho dan spanduk yang masih ada ditertibkan anggotanya. 

 ''Melalui pemberitahuan itu dalam penertiban kami bisa bekerja tanpa hambatan apa pun sehingga puluhan baliho dan spanduk seperti baliho ucapan Hari Raya Galungan, Ormas dan serta baliho tanpa memiliki izin dengan cepat dapat dibersihkan,'' ujarnya.

Supaya tidak ada lagi spanduk dan baliho dipasang sembarangan,  pihaknya menugaskan anggotanya untuk melakukan pengawasan di seluruh wilayah yang ada di Kota Denpasar. Untuk lebih memaksimalkan  Peraturan Daerah No 1 tahun 2015 dan Peraturan Walikota No 3 tahun 2014 pihaknya meminta seluruh masyarakat ikut membantu mengawasi jika ada pemasangan baliho liar tanpa ijin yang dipasang ditempat terlarang. (ayu/hms dps/bpn)

Pemkot Denpasar Terapkan Rahina Mebasa Bali Tiap Rabu, Purnama dan Tilem

BALIPORTALNEWS.COM Dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya Bali khususnya Bahasa Bali, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengeluarkant surat edaran nomor 434/1419/BKPP.  Dimana dalam surat edaran tersebut diwajibkan semua Kantor, Instansi, Lembaga baik pemerintah ataupun swasta wajib menggunakan Bahasa Bali setiap hari  Rabu, Rahinan Purnama dan Rahinan Tilem.  

Demikian ini disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar IB. Rahoela didampingi Kasubbag Pemberitaan  Dewa Gede Rai saat ditemui di ruang press room Kantor Walikota Denpasar, Kamis (13/10/2016).

Lebih lanjut dikatakan, didalam surat edaran tersebut semua lembaga Pemerintah, instansi  ataupun swasta diwajibkan  menggunakan Bahasa Bali dikecualikan bila menerima tamu dari luar daerah atau luar negeri. Untuk Bahasa Bali yang digunakan adalah Bahasa Bali Halus Madya.

‘’Surat edaran ini mulai dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016 mendatang,’’ ujar Rahoela.

Walupun demikian kata Rahoela kami tidak menutup diri dengan bahasa bahasa lain seperti bahasa asing, tetapi kami harus ada suatu usaha untuk melestarikan bahasa Bali dan huruf-huruf Bali.

Agar surat edaran ini bisa berjalan dengan efektif, Walikota Rai Mantra seperti dikatakan Rahoela meminta semua tingkat Pimpinan memberikan tauladan dan contoh serta mengawasi pelaksanaanya. Apabila ada hal-hal yang belum jelas agar di koordinasikan ke Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Denpasar.

Jauh sebelumnya Pemkot Denpasar sudah menerapkan pemakaian busana adat Bali pada saat Rainan Purnama dan Tilem kepada semua pegawai di seluruh jajaran Pemkot Denpasar. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya Bali yang menjadi warisan pendahulu. Apalagi Denpasar saat ini menjadi daerah satu-satunya di Bali telah tercatat sebagai anggota tetap Organisasi World Heritage City (OWHC)

Penggunaan Bahasa Bali setiap Hari Rabu, Rahinan Purnama dan Rahinan Tilem mendapat apresiasi dari Pengamat Kebudayaan I Made Mudra.

Menurutnya dengan diterbitkannya  surat edaran ini maka Kebudayaan Bali khususnya Bahasa Bali dapat di lestarikan. Ia mengatakan, Bahasa Bali salah satu unsur budaya.

‘’Jika semua orang tidak menggunakan Bahasa Bali maka jati diri kita akan hilang dan budaya Bali juga akan hilang,’’ ungkapnya.

Kalau tidak kita yang melestarikan Bahasa Bali, siapa lagi? oleh karena itu Mudra mengajak agar membiasakan menggunakan Bahasa Bali dalam pergaulan sehari-hari. Supaya semua masyarakat menggunakan Bahasa Bali pihaknya akan mengimbau semua masyarakat khususnya sanggar – sanggar untuk menggunakan Bahasa Bali setiap kegiatan.

Tidak hanya itu Mudra juga meminta masyarakat melestarikan Bahasa Bali mulai dalam keluarga. Karena Kunci kesuksesan menerapkan Bahasa Bali itu berada dalam rumah tangga. (ayu/hms dps/bpn)