30 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Walikota Rai Mantra dan Walikota Gyeongju Korea Yang Sik Jalin Kerjasama

BALIPORTALNEWS.COMWalikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra terus menggalang kerjasama dengan berbagai kota baik didalam maupun di luar negeri. Hal ini dilakukan untuk lebih mengangkat kemajuan Kota Denpasar Denpasar. Belum lama ini dalam lawatannya ke Korea Selatan Walikota Rai Mantra menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait bidang ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan, teknologi dan bidang lainnya dengan Walikota Gyeongju Korea Selatan Yang Sik.

Kunjungan Walikota Rai Mantra yang didampingi Kabag Kerjasama Dewa Made Ariawan dan Kabag Kesra I Gusti Bagus Mataram ke Korea Selatan adalah dalam rangka menghadiri Regional Conference Organisasi World Heritage City  (OWHC) se Asia Fasific.

Dalam organisasi OWHC yang dibentuk oleh UNESCO ini, concern terhadap pelestarian berupa bangunan dan benda Pusaka Alam, Pusaka Budaya dan Pusaka Saujana.

OWHC memiliki anggota 298 kota  yang tersebar di 8 Sekretariat Regional di seluruh dunia dengan sekretariat Regional Asia Pasifik  yang berada di Kota Gyeongju sebagai Regional Coordinator memiliki 23 kota anggota di kawasan Asia Pasific  termasuk Denpasar  yang telah bergabung pada tahun 2013 lalu.

Pada bulan Juli 2016 lalu Kota Denpasar juga terpilih sebagai tuan rumah pertemuan strategic meeting OWHC Asia Pasifik.

Dari pertemuan tersebut dengan kesepakatan kerjasama yang dilakukan Walikota I.B Rai Dharmaiwjaya Mantra bersama Kota Kota Gyeongju, Korea Selatan Yang Sik, melalui kerjasama budaya hingga kerjasama teknologi. Kini dipertegas kembali bersama kedua pimpinan daerah dari dua negara tersebut melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk Friendship City pertukaran persahabatan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua kota.

”Berbicara masalah budaya, tidak bisa hanya dari satu sudut pandang saja,  karena masalah budaya merupakan bidang yang holistik dan terkait dengan bidang ekonomi, sosial, kesehatan dan bidang lainnya,” ujar Rai Mantra.

Peran dan kontribusi budaya terhadap sektor lainnya sangat signifikan dalam pembangunan baik di sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan dan bidang  lainnya sehingga keberpihakan terhadap budaya adalah menjadi suatu keharusan dalam era kekinian saat ini.

Letter of Intent  (LoI) yang merupakan pernyataan minat dari kedua kota untuk meningkatkan intensitas kerjasama melalui kerjasama Friendship City (Kota Bersahabat) tersebut dilaksanakan berdasarkan pada kesetaraan dan kepentingan bersama serta saling pengertian yang berkeinginan untuk memperkuat dan mengembangkan pertukaran persahabatan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua kota dalam bidang  ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan, teknologi dan bidang lain yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Diharapkan Letter of Intent yang dibangun kedepannya akan menjadi langkah nyata dan keseriusan Kota Denpasar meningkatkan pelestarian pusaka. Disamping itu  juga menjadi peluang strategis Kota Denpasar untuk memperluas ajang promosi pariwisata serta memperluas akses jaringan dan informasi dalam kancah pergaulan internasional. (pur/hmsdps/bpn)

Keterangan Foto : Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat bertemu dan menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait Kerjasama Bidang Kebudayaan, Pendidikan dan Teknologi dengan Walikota Gyeongju Korea Selatan Yang Sik beberapa waktu yang lalu.

 

Puskesmas II Denbar Raih Predikat I Nasional Katagori Perkotaan

BALIPORTALNEWS.COMPuskesmas II Denpasar Barat meraih prestasi terbaik tingkat nasional kategori perkotaan dan penghargaan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penghargaan ini diserahkan Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek kepada Kepala Puskesmas II Denbar dr. Lanawati, Senin (14/11/2016) di Jakarta.

Prestasi yang diraih ini tidak terlepas dari komitmen Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota IGN Jaya Negara untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas. Mengingat puskesmas merupakan ujung tomba untuk pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kepala Pusksemas II Denbar dr. Lanawati ditemui usai menerima penghargaaan mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik sehingga kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat,  dr. Lanawati mengaku telah memberikan pelayanan sesuai dengan standar operasional prosedur. Disamping itu berbagai inovasi telah dilakukan sehingga mengantarkan puskesmas II Denbar meraih presasi tingkat nasional ini. Inovasi yang telah dilakukan puskesmas II Denbar meliputi program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dan memiliki paguyuban diabetes.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Luh Putu Sri Armini menambahkan setiap tahunnya Puskesmas Denpasar telah mampu meningkatkan pelayanan dengan evaluasi rutin dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Denpasar yang tahun ini kembali meraih predikat Puskesmas Berprestasi Tingkat Nasional yang diraih Puskesmas II Denpasar Barat.

“Tahun ini kembali Puskesmas Kota denpasar mendapatkan predikat Puskesmas Berprestasi di Tingkat Nasional yang diraih Puskesmas II Denpasar Barat,” ujarnya.

Bahkan prestasi yang diraih ini  menurut dr. Sri Armini merupakan predikat juara I nasional katagori Puskesmas Perkotaan. Dalam penilaian yang dilakukan beberapa indikator meliputi manajemen puskesmas (perencanaan, pelaksanaan dan pengorganisasian, serta pemantauan, pengawasan dan pertanggungjawaban), pengelolaan keuangan, SDM, obat, alat kesehatan, lingkungan, sarana prasarana pendukung, pelayanan yang bermutu, keterlibatan serta lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi-inovasi pelayanan untuk mencapai target program yang telah ditetapkan.

Terkait prestasi yang diraih Puskesmas II Denbar tersebut dr. Sri Armini mengharapkan kepada puskesmas lain di Kota Denpasar untuk termotivasi melakukan manajemen pelayanan sesuai dengan yang dilaksanakan Puskesmas II Denbar untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Disamping meraih predikat Puskesmas Berprestasi, Puskesmas II Denpasar Barat juga lulus akreditasi Paripurna Tingkat Tertinggi menjadi perolehan satu-satunya di Bali. “Satu-satunya di Bali Puskesmas II Denpasar Barat meraih lulusan akreditasi Pari Purna Tingkat Tertinggi,” ujar Sri Armini. Secara bertahap setiap tahunnya melakukan pengajuan akreditasi dan diharapkan hingga tahun 2018 seluruh Puskesmas di Kota Denpasar dapat memperoleh lulusan akreditasi terbaik.

“Secara bertahap kita telah lakukan untuk penilaian akreditasi, dari 11 puskesmas yang ada setiap tahunnya diusulkan secara bertahap ke pemerintah pusat,” ujarnya. (gst/humasdps/bpn)

Rai Mantra Hadiri Karya Mamungkah Lan Pedudusan Alit Pura Pasek Agung Sumerta

BALIPORTALNEWS.COMBertepatan dengan Soma Pon Matal Purnamaning Kalima, Senin (14/11/2106) terlihat sejak pagi hari serentak para pengempon serta penyungsung Pura Pasek Agung Sumerta mengenakan pakian adat kepura bernuansa putih, dikarenakan para warga sedang melaksanakan karya Memungkah Lan Pedudusan Alit. Upacara ini dipuput 3 Sulinggih yakni Ida Pandita Mpu Nabe Istri Jaya Rekananda, Ida Pandita Mpu Jaya Wijayananda, Ida Pandita Mpu Siwananda dan dihadiri langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra serta para warga pengempon serta penyungsung Pura Pasek Agung Sumerta.

Ketua Panitia Karya Made Duama mengatakan, Karya ini merupakan upacara mamungkah serta Padudusan Alit yang bertujuan untuk menyelesaikan nutug (serangkaian) Karya  Ngenteg Linggih lan Padudusan Agung yang telah dilaksanakan tahun lalu.“Hari ini merupakan serangkaian upacara Nutugin Karya Ngenteng Linggih dan Pendudusan Agung yang telah dilaksanakan tahun lalu, karya ini akan nyejer selama 3 hari untuk memberi waktu kepada penyungsung dari seluruh Bali yang ingin datang untuk bersembahyang,” ujar Duama.

Pengempon Pura Pasek Agung Sumerta lebih lanjut Made Duama mengatakan   kurang lebih 5.000 kk yang tersebar di seluruh Bali sedangkan penyungsung yang terlihat ketika pujawali sebanyak 27.000 kk. “Kita berharap kepada masyarakat khususnya penyungsung Pura Pasek Agung Sumerta dengan adanya upacara seperti ini nantinya dapat dijadikan tolak ukur rasa bakti kepada leluhur dan dengan terlaksananya karya ini menjadi berkah untuk kesejahteraan masyarakat serta umat sedharma,” kata Duama.

Sedangkan Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditemui di sela-sela karya mengaku sangat apresiasi dengan antusiasme warga masyarakat serta pengempon dan penyungsung Pura Pasek Agung Sumerta dalam melaksanakan upacara yadnya. Ia berharap dengan terselenggaranya upacara ini rasa persatuan dan rasa bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi semakin meningkat. (eka/hmsdps/bpn)

 

Lepas Jalan Santai Hut BKS LPD Denpasar, Rai Mantra Ajak LPD Kampanyekan  Kebersihan Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COMHari ulang tahun Ke-18 Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Kota Denpasar yang jatuh pada 2 Nopermber lalu dengan peringatan pada Minngu (13/11/2016) dimeriahkan dengan puncak kegiatan Jalan Santai sembari memungut sampah. Peserta jalan santai yang terdiri dari unsur LPD se-Kota Denpasar dilepas Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dengan mengambil Start dan Finish di Lapangan Lumintang Denpasar.

Usai melepas Walikota Rai Mantra tampak ikut berbaur dengan peserta sembari memungut sampah plastik dan melihat langsung situasi wilayah dengan mengikut rute jalan santai diantaranya kawasan Jl. Ahmad Yani Utara, hingga kawasan Terminal Ubung.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra mengingatkan kepada seluruh peserta jalan santai untuk ikut serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Menurutnya kebersihan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja namun menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat Kota Denpasar. Partisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci penting untuk menjaga kebersihan di Kota Denpasar.

“Mari kita terus bangkitkan kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Rai Mantra.

Ia juga mengharapkan seluruh komunitas dapat ikut peduli menjaga kebersihan Kota Denpasar. Setiap pelaksanaan jalan santai yang digelar wajib melaksanakan kegiatan bersih-besih sembari jalan satai.

“Kegiatan-kegiatan semacam ini sangat baik. Kami akan selalu mendukung setiap kegiatan untuk mewujudkan Denpasar bersih,” ujar Rai Mantra.

Selain mengajak masyarakat untuk peduli sampah Rai Mantra juga menyampaikan bahwa sudah ada peraturan daerah no 3 tahun 2015 yang mengatur tentang hukuman dan denda bagi pembuang sampah sembarang dimana denda maksimal mencapai Rp 50 juta.

“Dari pada masyararakat harus membayar denda dan uang tesebut masuk ke kas negara lebih baik Kita bersama-sama peduli terhadap sampah,” harap Rai Mantra.

Sementara Ketua BKS LPD Kota Denpasar I Wayan Rayun mengatakan puncak kegiatan Hut BKS LPD Kota Denpasar diisi dengan jalan santai sembari memungut sampah. Hal ini juga mendukung program kebersihan yang terus digetolkan Walikota Rai Mantra dalam menjaga keberishan di Kota Denpasar.

Tentu dalam kegiatan kali ini diharapkan dapat menjadi salah satu peran serta BKS LPD bersama seluruh pengurus LPD dari hal kecil memungut sampah mewujudkan Denpasar bersih. Disamping melaksanakan jalan santai sebelumnya juga pihaknya bersama seluruh pengurus LPD di Kota Denpasar melaksanakan kegiatan Tirta Yatra di beberapa kawasan Pura yang ada di Bali.

“Kami sangat mendukung program kebersihan di Kota Denpasar, dengan gerakan bersama ini diharapkan memberikan dampak postif mewujudkan Denpasar bersih dan hijau,” ujarnya. (pur/hmsdps/bpn)

 

Rai Mantra Sebagai Keynote Speech Seminar Nasional FEB Unud

BALIPORTALNEWS.COMEra digital menggiring manusia untuk berpikir, belajar, dan bekerja dengan cara berbeda. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, tentu akan membuka cakrawala pemikiran bahwa di jagad maya terdapat beraneka macam jenis informasi atau sumber pelajaran yang tidak terbatas dan teknologi informasi telah mengubah gaya komunikasi, gaya hidup, gaya berbisnis, gaya bekerja, gaya berbelanja, serta gaya bertransaksi menjadi lebih mudah.

Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Keynote Speech dalam seminar nasional dengan tema “Grow or Die in Digital Era” pada Jumat (11/11/2016) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana Denpasar.

Rai Mantra mengatakan, dalam bisnis kemampuan digital telah mendorong kemajuan sebuah perusahaan dan memberikan kemudahan-kemudahan di semua aspek manajemen. Namun di sisi lain kehadiran teknologi digital tidak jarang memberi peluang munculnya berbagai kecurangan dan peristiwa kriminal yang merugikan banyak orang, seperti penipuan.

Secara individu, lebih lanjut Rai Mantra mengatakan masih banyak orang belum dapat memanfaatkan kemunculan digital sebagai sesuatu yang positif dan terjebak dalam penerimaan kemunculan digital yang menjadikan manusia menjadi berubah ke arah negatif, seperti menurun bahkan hilangnya etika, moral, dan budaya.

“Jangan sampai era digital membuat kemunduran nilai-nilai manusia yang berbudi luhur. Dengan kegiatan semacam ini kita berharap dapat ciptakan individu-individu yang siap dalam menerima era budaya digital dengan bijak tanpa mengabaikan atau mendegradasi nilai etika, moral dan budaya”, tegas Rai Mantra.

Ia menambahkan, dalam upaya menghadapi era digital Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakan berbagai langkah-langkah dalam memberi pelayanan publik atau sering disebut Public Services in Digital Area. Dengan tiga langkah yakni Revitalisasi, Integrasi serta Adaptasi yang terus ditekankan Pemkot Denpasar menuju Denpasar Smart City, dimana respon cepat dan tepat dalam melayani masyarakat merupakan suatu kesuksesan suatu pemerintahan.

Berpedoman kepada moto “Sewaka Dharma” yakni melayani adalah kewajiban yang disinergikan dengan era digital maka terciptalah Denpasar Control Room yang mana menjadi sumber informasi, analisa data untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga, sumber data untuk koordinasi lintas sektoral serta pengaduan masyarakat yang langsung menuju pimpinan atau SKPD terkait dengan satu genggaman.

Ketua Panitia Seminar Nasional Sayu Ketut Sutrisna Dewi mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu langkah dimana bertujuan membuka wawasan peserta tentang perkembangan teknologi digital masa kini, dengan mengenalkan berbagai aplikasi teknologi digital serta mengetahui kebijakan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan mengantisipasi dampak negatifnya.

Serangkaian kegiatan ini juga mengadakan Mini Expo Digital yakni pameran digital yang menampilkan berbagai seni anak muda dalam memanfaatkan era digital dengan menciptakan aplikasi serta produk-produk baru. Ia juga berterima kasih dan merasa bangga kepada Walikota Denpasar IB. Rai Dharamawijaya Mantra yang telah hadir sebagai pembicara serta memberi motivasi kepada mahasiswa dan generasi muda untuk belajar dan  berkarya lebih baik kedepannya.

Dalam kegiatan tersebut Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Nasirwan Ilyas, Kepala Seksi Teknologi E-Business Dirjen Aplikasi Informasi Kementrian Kominfo RI Sonny Sudaryana, Ketua Coworking Indonesia Faye Scarlet Alund sempat menggunjungi pameran Mini Expo Digital sekaligus membuka Seminar Nasional “Grow Or Die In Digital Era”.  (eka/hmsdps/bpn) 

Calon Kepala Sekolah Harus Miliki Semangat ‘’Puradhipa Bhara Bhawana” dan ”Sewaka Dharma”

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar penutupan diklat calon kepala sekolah angkatan I Kota Denpasar tahun 2016, Jumat (11/11/2016). Diklat ditutup Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana ditandai dengan pelepasan tanda peserta diklat.

Sukana mengungkapkan, sebagai abdi negara calon kepala sekolah diharap selalu memegang teguh rasa tanggung jawab, disiplin, jujur, tulus bekerja, serta berorientasi pada hasil dan kemanfaatan kepada masyarakat. Lebih dari itu, para calon kasek harus memegang teguh motto ‘’Puradhipa Bhara Bhawana’’ yakni kewajiban pemerintah adalah meningkatkan kemakmuran rakyat dan filosofi ‘’Sewaka Dharma’’ yang menjadi landasan pelayanan publik di Kota Denpasar.

Menurut Sukana, napas pendidik harus menjadi napas hidup seorang guru. Jangan menjadi guru memiliki pola seperti pedagang yang menghitung untung-rugi. Karenanya, ia menekankan guru harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya melayani, memberdayakan dan meningkatkan kemampuan anak didik secara sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.

Diharapkan, dengan telah meningkuti diklat calon kasek, para guru dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan terkait kemampuan, kualifikasi dan kompetensi dalam memimpin sekolah. Termasuk mampu mengubah pola pikir dan budaya kerja yang lebih peka terhadap tuntutan masyarakat, bersemangat dan disiplin.

Ketua Panitia yang juga Kabid Tenaga Kependidikan Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., mengungkapkan, diklat calon kepala sekolah yang diselenggarakan bekerja sama dengan LPMP Provinsi Bali ini berlangsung dari 29 September 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 44 orang.

Dalam pelaksanaannya peserta melalui banyak proses, di antaranya out bound di SMPN 2 Denpasar selama dua hari, dan dilanjutkan on the job learning (OJL) yang dilaksanakan di sekolah masing-masing dan yang sekolah yang ditunjuk oleh panitia.

Dikatakan, dari rangkaian pelaksanaan diklat cakep ini serta hasil rapat panitia dan Widyaiswara LPMP ditetapkan 10 peserta dengan predikat sangat baik dan 34 peserta dengan predikat baik. Dan, seluruh peserta dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan. (pra/bpn)

Keterangan Foto : TUTUP DIKLAT – Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, saat menutup diklat calon kepala sekolah angkatan I Kota Denpasar tahun 2016.

Desa Pakraman Panjer Gelar Lomba  Bapang Barong dan Mekendang Tunggal

BALIPORTALNEWS.COMDalam rangka melestarikan serta menjaga seni dan budaya Bali, Desa Pakraman Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan akan menggelar lomba bapang barong dan mekendang tunggal yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 sampai 20 November mendatang. Demikian disampaikan Lurah Panjer, Made Suryanata didampingi Ketua Panitia, A.A.Ngurah Eka Pratama, usai melakukan tatap muka dengan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (11/11/2016) di kediaman Walikota.

Suryanata menjelaskan, lomba ini akan memperebutkan piala Walikota Denpasar, disamping itu lomba ini diikuti oleh 26 peserta se-Kota Denpasar. Setiap peserta akan membawakan kreasi bapang barong dan mekendang tunggal dengan durasi selama 15 menit, lomba ini akan diselenggarakan di Wantilan Pura Dalem, Desa Pakraman Panjer.

“Sejatinya lomba ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya, disamping untuk menyatukan keterlibatan peran generasi muda sehingga lomba ini sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan seni yang dimiliki oleh generasi muda saat ini,” kata Suryanata.

Selebihnya ia mengatakan, lomba ini akan memperebutkan piala, piagam serta uang pembinaan dari panitia. Kedepannya lomba ini akan menjadi agenda tahunan bagi Desa Pakraman Panjer selain untuk mendukung visi dari Pemerintah Kota Denpasar yakni Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.

Walikota Rai Mantra dalam kesempatan tersebut mengapresiasi serta menyambut baik lomba bapang barong dan mekendang tunggal yang akan diselenggarakan oleh Desa Pakraman Panjer terlebih pesertanya adalah para generasi muda.

“Kita akan terus mendorong peran serta dari generasi muda untuk ikut terus melestarikan seni dan budaya Bali ini, kalau tidak mereka siapa lagi yang akan melestarikan seni dan budaya ini,” kata Rai Mantra.

Rai Mantra berharap kedepannya lomba seperti ini bisa diikuti oleh desa-desa lainnya, sehingga lomba ini merupakan  langkah nyata dalam upaya pelestarian seni dan budaya Bali.

“Melalui lomba ini, kecintaan para  generasi muda dengan warisan leluhur yang adhi luhung akan semakin meningkat serta dapat dijadikan benteng untuk menangkal pengaruh budaya barat yang semakin mengglobal,” pungkas Rai Mantra, sembari menambahkan kedepan ada desa atau banjar lagi di Denpasar yang bisa secara rutin menggelar pentas budaya seperti banjar Kayumas Kaja secara rutin tiap tahun menggelar Lomba Tari Bali, dan saat ini sudah menjadi ikon banjar Kayumas Kaja. (ngurah/hmsdps/bpn)

Rai Mantra Resmikan Wahana Simulasi Bencana, Sebagai Edukasi Penanganan Bencana dengan Cepat, Efektif dan Efisien

BALIPORTALNEWS.COMSecarara geografis dan demografis Denpasar merupakan daerah rawan terhadap bencana baik yang diakibatkan alam, non alam, dan ulah manusia. Sehingga Pemkot Denpasar memiliki peran dalam melakukan upaya melindungi warga masyarakatnya dari dampak bencana melalui penyelenggaraan penanggulangan bencana yang meliputi pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.

Upaya pra bencana dalam mengurangi resiko kebencanaan yang dilakukan Pemkot Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kota Denpasar dengan membangun sebuah wahana simulasi laboratorium bencana dan softwere aplikasi Pusdalops/call centre BPBD Kota Denpasar bertempat di Pos Juanda BPBD Denpasar, dikawasan Renon.

Wahana simulasi Laboratorium Bencana diresmikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (11/11/2016) ditandai dengan pemotongan pita dan mencoba wahana yang dilengkapi dengan cara penanggulangan dini melalui video lima dimensi dari bencana kebakaran, puting beliung, hujan disertai petir, serta gunung meletus.

“Lab kebencanaan telah terwujud yang mampu memberikan pengetahuan dasar penanggulangan bencana sejak dini bagi anak-anak dan lansia dengan simulasi penanggulangannya untuk mengurangi resiko,” ujar Walikota Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan meski telah melaksanakan lomba setiap tahunnya yang diikuti siswa skeolah hingga dewasa dan PKK, namun Lab Kebencanaan ini menjadi pengetahuan penting memberikan pendidikan dalam mengatasi serta melakukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

Penerapan Smart City atau Kota Cerdas Denpasar yang telah diawali BPBD Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan tanggap darurat kebencanaan didukung dengan sistem pendekatan pelayanan, kecepatan, efektif dan efisien.

Penanggulangan bencana melalui call centre respon time cepat hingga menolong ibu hamil, ular dan sarang tawon masuk rumah dapat ditanggulangi BPBD Kota Denpasar. Walikota Rai Mantra mengharapkan BPBD Kota Denpasar, Dinas Perhubungan, dan Control Room Smart City di Graha Sewaka Dharma Lumintang dapat terus melakukan koordinasi yang baik, sehingga dapat melakukan respon cepat pelayanan kepada masyarakat.

“Kita terus perkuat dengan aplikasi-aplikasi mobile dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat dari kebencanaan hingga kepadatan arus lalu lintas,” ujar Rai Mantra.

Sementara Plt. Kepala Pelaksana BPBD Denpasar Made Suprapta mengatakan wahana ini  berisi rangkaian pemutaran film animasi lima dimensi kebencanaan meliputi angin puting beliung, tsunami, banjir, pohon tumbang, petir dan kebakaran.

Disamping itu sarana lainnya penanggulangan risiko juga dimiliki Pemkot Denpasar yakni Pusdalops/Call Centre BPBD Kota Denpasar dengan nomor telepon (0361) 223333 yang saat ini telah dilengkapi softwere aplikasi seperti indentifikasi nomor telepon yang masuk, menyimpan data penelepon, waktu pembicaraan, waktu penanganan dan pelaporan.

Mengetahui pergerakan armada pada saat penanganan kebencanaan dengan penempatan GPS, serta juga dapat lebih detail menyimpan data serta pemetaan lokasi hidran, rumah sakit dan kantor polisi. (pur/hmsdps/bpn)

Tim Patroli Gabungan Kota Denpasar Amankan 13 Orang Tanpa Identitas

BALIPORTALNEWS.COM – Tim Gabungan Patroli Malam Kota Denpasar  yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Kepolisian, TNI, Camat, Perbekel/ Lurah, Linmas, dan Pecalang setempat menyusuri wilayah Ubung Kaja, Denpasar Utara tepatnya di Jalan Cargo Permai, yang kemudian di lanjutkan menyusuri wilayah Taman Kota Luminang dan mendapati 13 orang tanpa identitas, yakni 6 orang di di jln Cargo Permai dan 7 orang di Taman Kota, Jumat dini hari (11/11/2016).

Patroli jam malam ini memang sedang gencar di laksanakan Pemerintah Kota Denpasar, menindak lanjuti instruksi Walikota Rai Mantra guna menekan angka kejahatan, kondusifitas dan kenakalan remaja yang menjerumus pada tindakan anarkis serta asusila.

Patroli  Tim Gabungan Kota Denpasar  di pimpin langsung Kepala Satuan Pol PP Kota Denpasar IB. Alit Wiradana, menyusuri keberadaan warung gubuk remang-remang di wilayah sepanjang Jalan Kargo Permai yang di duga  sebagai tempat berkumpulnya (nongkrong) genk-genk motor sebelum melaksanakan balap liar di sepanjang jalan ini.

Dimana pada awalnya tim gabungan sempat membubarkan remaja yang sedang berkumpul-kumpul di depan Citraland Waterpark yang di duga akan melakukan balapan motor liar, dikarenakan para remaja ini langsung kabur kocar-kacir waktu melihat kedatangan Tim Gabungan Kota Denpasar dari arah barat.

Kemudian tim langsung menyusuri keberadaan warung gubuk remang-remang di sepanjang Jalan Kargo yang masih berjualan hingga lewat tengah  malam, dan disalah satu warung gubuk remang-remang, tim mendapati 6 orang yang terdiri dari 1 wanita serta 5 laki-laki yang sedang menikmati minuman berakohol.

Setelah ditanyakan ternyata ke 6 orang yang terdiri 1 wanita dari Banyuwangi, 2 laki-laki dari Lombok dan 3 laki-laki lagi dari Flores, NTT tanpa memiliki identitas, dan langsung diamankan. Usai menyusuri Jalan Kargo Permai, tim gabungan langsung bergerak ke wilayah Taman Kota Lumintang dan menemukan puluhan remaja yang sedang kumpul-kumpul melewati jam malam.

Dari puluhan remaja tersebut di dapati 7 orang tanpa identitas, yakni 6 laki-laki serta 1 wanita dari luar  Bali yang langsung diamankan, dan sisanya dibubarkan karena memiliki indentitas yang lengkap, serta 2 orang lagi diamankan oleh pihak kepolisian karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor.

Kasat Pol PP Kota Denpasar IB. Alit Wiradana yang di temui pada saat patroli mengatakan, penertiban kali ini selain menyasar genk-genk motor juga menyasar warung-warung yang disinyalir dijadikan tempat untuk berkumpulnya para genk motor, seperti di warung di Jalan Kargo Permai ini, di dapati menjual minuman berakohol, berjualan hingga lewat tengah malam dan diduga sebagai tempat esek-esek karena menyediakan wanita untuk teman minuman berakohol.

“Kami menindak tegas bagi warung yang menjual miras tanpa ijin adan buka sampai lewat jam malam, apalagi menyediakan wanita sebagai teman minum. Dan untuk warung-warung gubuk di sepanjang Jalan Kargo ini akan cek terlebih dahulu ijinnya, apakah warung gubuk ini memang benar disewa oleh pemiliknya atau berdiri sendiri alias warung liar,” tandasnya.

Dan orang-orang yang di amankan ini selanjutnya akan di data dan di Tipiringkan, serta jika perlu akan di kembalikan ke tempat asalnya. Dengan pelaksanaan patroli malam ini, bisa memberikan efek jera kepada para remaja yang berkeliaran tidak jelas melawati jam malam dan akan terus melaksanakan patrol jam malam secara berkelanjutan, agar terciptanya keamanan dan kenyamanan masyarakat Denpasar. (ays’/hmsdps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan