Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Photography Libur Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Libur panjang siswa sekolah kembali diisi dengan berbagai kegiatan kreatif oleh Pemkot Denpasar. Bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemkot Denpasar, berbagai kegiatan dapat diikuti siswa sekolah dalam mengisi liburan. Mulai dari pelatihan seni dan budaya, outbound, hingga kegiatan kreatif pelatihan photography.

Melalui Bagian Humas dan Protokol, Pemkot Denpasar kembali menggelar pelatihan Photography kembali digelar dengan mengambil tempat di Warung Celagi, Kesiman, Denpasar (22/6/2018). Adapun total 40 peserta yang merupakan siswa SD hingga SMA/SMK ikut serta dalam pelatihan yang mengambil obyek makanan tradisional Bali yang bernuansa alami ini.

Adapun kegiatan yang tahun ini mengangkat tema ‘Memotret Makanan Tradisional Bali’ ini turut menghadirkan dua narasumber yakni Bayu Pramana yang membawakan materi tentang memotret makanan tradisional Bali dan I Putu Dudyk Arya Putra yang membawakan materi Tata Cara dan Teknik Memotret Makanan.

Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa didampingi Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Humas Denpasar Wayan Hendaryana saat diwawancarai disela pelaksanaan pelatihan mengatakan bahwa pelatihan photography ini merupakan kegiatan rutin di Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar. Hal ini sebagai upaya untuk merangsang potensi masyarakatn dalam memanfaatkan media kamera sebagai peluang usaha sebagai impelementasi pengembangan ekonomi kreatif.

“Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin yang siharapkan mampu mengasah, menggali dan meningkatkan kemampuan photography yang nantinya difasilitasi pameran yang tidak dipungut biaya dengan setiap bulannya dapat diisi para komunitas Photography, serta kedepanya mampu menjadi skill tambahan sebagai pengembangan peluang usaha baru,” ujarnya.

Tidak saja merambah hobi bagi orang dewasa, namun kecintaan akan seni photography juga datang dari para siswa sekolah. Pelatihan-pelatihan dan workshop-workshop ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka. Disamping pelatihan ini, Pemkot Denpasar juga telah mempersiapkan sarana berpameran bersama bagi para pecinta photography yang berada di Taman Pemuda atau Youth Park Denpasar berada di satu areal dengan taman Lumintang Denpasar.

Ketua Panitia Pelatihan Photography, I Wayan Purbawa mengatakan bahwa dipilihnya tema makanan khas Bali merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan cita rasa masakan Bali. Selain itu, saat ini potret makanan tradisional Bali merupakan salah satu peluang usaha yang sangat produktif dikalangan anak muda.

Lebih lanjut dikatakan, adapun total peserta yang mengikuti kegiatan tahun ini yakni sebanyak 40 orang yang merupakan siswa SD hingga SMA/SMK di Kota Denpasar. “Dengan adanya pelatihan photography dengan yang menyasar makanan tradisional ini diharapkan insan kreatif dapat tumbuh, selain menjadi hoby, skill photography juga dapat menjadi peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Salah seoarang peserta, Rama Gerald Jade mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Dimana, waktu luang sepanjang libur sekolah jadi bermanfaat untuk menambah kemampuan dalam photography sehingga bermanfaat dan dapat meningkatkan nilai tambah kedepanya. “Semoga kegiatan semacam ini terus dilaksanakan dan menjadi program rutin dalam merangsang insan muda untuk selalu meningkatkan nilai tambah dalam pengembangan skill non akademis dengan tetap memaksimalkan kemampuan dalam bidang akademis,” ungkapnya. (ags/humas-dps/bpn)  

5 Guru Siap Ikuti Penilaian Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Provinsi

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Lima tenaga pendidikan Kota Denpasar akan mengikuti observasi penilaian pemilihan guru tenaga kependidikan berprestasi dan berdidikasi Tingkat Provinsi. Sebelum dinilai, lima tenaga pendidikan yang terdiri dari Kadek Ayu Trisna Dewi S.Pd, Aud, I Ketut Burdiasa, S.Pd, Luh Made Rus Preti Dewi,SS,  Siti Muhamidah, S.Pd, Dra. Nyoman Kartianingsih memohon doa restu dan bimbingan kepada Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara  di Kantor Walikota Denpasar Kamis (21/6/2018).

Dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, peserta pendidik Kota Denpasar harus tampil dan memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar. ‘’Jangan sampai kalah dengan daerah lainnya, mengingat Denpasar merupakan ibu Kota Bali sebagai pusat pendidikan dan berbagai fasilitas dan informasi juga sangat gampang untuk di askes di Kota Denpasar,’’ ujarnya.

Untuk tampil yang terbaik tentunya dengan cara mempersiapkan sarana prasarana dengan maksimal. Membuktikan hebatnya Kota Denpasar Rai Iswara mengatakan dapat dilakukan dengan belajar, dan meningkatkan kualitas diri.

Selain itu juga harus memberikan kesan yang bagus dan menerima Tim Penilai dengan baik. Persiapannya juga harus matang, ‘’Bila perlu undang Walikota Denpasar, Camat maupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah untuk melihat penilaian itu,’’ ujarnya.

Untuk mendapatkan juara Rai Iswara  meminta agar Tenaga Pendidik  berjuang dengan membekali diri dengan matang. Salah satunya dengan memahami dan mempelajari kriteria penilaian. Selain itu perlu adanya komunikasi yang bagus dengan Tim Penilai  serta rendah hati dalam menjawab berbagai pertanyaan dari para Tim Penilai.

Sementara Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Wayan Gunawan mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar awalnya mengirim 8 tenaga pendidik untuk mengikuti penilaian yakni Guru SMP 1 orang , Kepala Sekolah SMP 1 orang Pengawas 1 orang, guru SD 1 orang, Kepala Sekolah SD 1 orang, Pengawas SD 1 orang, Guru 1 orang, dan Kepala Sekolah 1 orang. Dari jumlah itu yang masuk nominasi mengikuti penilaian selanjutnya hanya 5 orang.  Semua peserta ini akan merebut juara I, II dan III  di masing-masing jenjang.

Untuk menampilkan yang terbaik pihaknya telah persiapan sarana dan prasarananya secara matang. ‘’Dalam penilaian ini kami optimis untuk memenangkannya, mengingat tahun lalu Guru TK Kota Denpasar masuk 6 besar tingkat nasional dan Kepala Sekolah TK masuk 8 besar tingkat nasional,’’ ujarnya.

Sementara, Kepala Sekolah TK Pelita Bangsa Luh Made Rus Preti Dewi mengaku bisa masuk nominasi observasi penilaian pemilihan guru tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi Tingkat Provinsi berbagai seleksi telah dilakukan. Mulai dari lomba di gugus, lanjut ke tingkat kecamatan dan tingkat kota setelah itu baru di tingkat Provinsi.

Persiapan untuk melakukan penilaian observasi selanjutnya pihaknya telah mempersiapkan managemen, dukungan masyarakat dan KBM. ‘’Dari persiapan yang telah dilakukan saya optimis memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar,’’ ungkapnya. (ayu/humas-dps/bpn)

Pasca Cuti Bersama, Sekda Pastikan Kehadiran dan Kinerja Pegawai Pemkot Denpasar Tetap Optimal 

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasca cuti bersama Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara lakukan monitoring untuk memastikan kehadiran dan kinerja pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar tetap optimal, Kamis (21/6/2018).

Monitoring aparatur sipil negara (ASN) Kota Denpasar ini dilakukan berdasarkan surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. B/8/M.SM.00.01/2018 untuk melakukan pemantauan ASN sesudah cuti bersama sekaligus merupakan perintah Plt. Walikota IGN Jaya Negara guna memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat. “Monitoring ini dilakukan untuk memastikan saja bahwa pelayanan pada masyarakat pasca cuti bersama tetap berjalan optimal,’’ ungkapnnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun saat cuti bersama. “Kemarin saat masih cuti bersama saya lihat pelayanan juga tetap optimal, khususnya Disdukcapil yang siaga melayani para siswa untuk legalisisr kelengkapan pendaftaran sekolah,’’ tambahnya.

Monitoring yang menyasar 10 organisasi perangkat daerah (OPD) ini didampingi oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,  I Made Toya, Asisten Adminstrasi Umum IGN Eddy Mulya, Kepala Inspektoran Kota Denpasar IB Gde Sidartha, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, I Ketut Mister serta Plt. Kabag Humas dan Protokol IB Mayun Suryawangsa. Diawali  pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Denpasar dan berlanjut Ke Badan Pendapatan Daerah terakhir di Kantor Camat Denut.

Dari hasil monitoring yang telah dilaksanakan menurut Rai Iswara semua OPD hampir tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Tentunya dengan tingkat kehadiran yang hampir maksimal ini dapat dijadikan modal untuk terus meningkatkan pelayanan sesuai motto pelayanan Sewaka Dharma. Disamping itu menurut Rai Iswara untuk memberikan pelayanan pada masyarakat selain tingkat kehadiran tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas diri. Bila kedua ini telah dilaksanakan dengan baik tentunya dapat mewujudkan pelayanan yang prima. “Kami mengucapkan terimakasih pada seluruh ASN Kota Denpasar karena telah mampu menjaga kualitas diri termasuk disiplin diri dalam memberikan pelayanan pada masyarkat,” ujarnya.

Selain memperhatikan disiplin kerja melalui monitoring ini Rai Iswara mengaku juga memantau situasi lingkungan kerja. Dengan suasana lingkungan kerja yang nyaman juga sangat mempengaruhi kerja para pegawai dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. “Kami langsung memerintahkan beberapa kepala OPD untuk melakukan penataan lingkungan kantor sehingga suasana linkungan kerja menjadi nyaman,” ujarnya. Hasil monitoring ini akan dievaluasi untuk segera dilaporkan ke pusat. Menurut Rai Iswara monitoring juga sudah rutin telah dilaksanakan oleh BKPSDM dan Inspektorat.

Sementara Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra yang juga salah satu tujuan monitoring mengatakan sangat senang dengan kehadiran Sekda Kota Denpasar bersama tim yang melakukan monitoring lansung. Hal ini sangat memotivasi para pegawai untuk lebih semangat berkerja pasca libur panjang dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. “Kami sangat senang dengan kehadiran Sekda Kota Denpasar bersama tim untuk melakukan monitoring pasca libur panjang. Ini sangat memotivasi para pegawai dalam melakukan palayanan pada masyarakat,” ujarnya.(gst/humas-dps/bpn)

PPDB SMP Negeri di Denpasar, Orangtua Diminta Jangan Pura-pura Miskin

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari pertama proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2018/2019 jalur siswa kurang mampu di SMP Negeri di Denpasar, Rabu (20/6/2018) kemarin, langsung diserbu calon siswa. Para calon siswa didampingi orangtua, sejak pagi sudah menunggu nomor antrean di Posko PPDB di gedung Rumah Pintar untuk melakukan proses pendaftaran dan verifikasi.

Pada PPDB tahun pelajaran ini, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar menyediakan  378 “kursi” untuk siswa dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan di 12 SMP negeri yang ada di Denpasar. Tercatat hingga sore kemarin, jumlah calon siswa baru mendaftarkan diri lewat jalur siswa kurang mampu ini sudah mencapai 150 orang lebih.

Berdasarkan data di Posko PPDB, calon siswa kurang mampu banyak menjatuhkan pilihannya di SMPN 8 Denpasar, di susul di SMPN 4 dan SMPN 3 bahkan ada yang melamar di SMPN 1 Denpasar.

Menurut Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan gunawan, setiap SMP negeri di Denpasar diwajibkan menyisihkan 10 persen dari total daya tampung sekolah untuk calon siswa baru dari keluarga kurang mampu. Ia menjelaskan, dalam jalur siswa miskin kuota 10 persen terdiri dari calon peserta didik dari keluarga miskin, yatim, piatu, yatim piatu dengan kategori kurang mampu, dan tahun ini juga mengakomodir calon siswa yang orang tuanya berstatus narapidana atau sebagai warga binaan dengan kategori kurang mampu. Persyaratan untuk jalur siswa miskin, ditegaskan Gunawan, sangat ketat. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya siswa miskin “siluman”.

Persyaratan untuk siswa miskin, diuraikan Wayan Gunawan, di antaranya calon siswa wajib mengantongi Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI, dan Kartu Denpasar Cemerlang dari Pemkot Denpasar. Selain itu juga masuk dalam database penerima beras kurang mampu (raskin) yang dikeluarkan oleh Wali Kota Denpasar, dan disahkan oleh kepala desa/lurah.

‘’Khusus untuk siswa yang orang tuanya berstatus narapidana atau sebagai warga binaan dengan kategori kurang mampu di lembaga pemasyarakatan, wajib melampirkan surat keterangan putusan pengadilan dan surat keterangan kepala desa/lurah dan diketahui camat,’’ terang Gunawan.

Lebih lanjut dikatakan Gunawan, calon siswa yang mengukuti jalur ini hanya boleh memilih satu SMP negeri, pada zonasi yang telah ditentukan sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) Kota Denpasar, dengan maksimal tanggal cetak dokumen pada 1 Januari 2018. Selain persyaratan administrasi, juga akan dilakukan kunjungan rumah (home visit) bagi calon siswa yang berkategori yatim, piatu, yatim piatu dan anak dari narapidana.

‘’Apabila ditemukan ketidaksesuian dengan status keluarga kurang mampu dikenakan sanksi pengeluaran dari sekolah,’’ tegas Gunawan,

Disisi lain, Wayan Gunawan mengimbau warga Denpasar agar tidak berpura-pura miskin demi mendapatkan SMP negeri. Biasanya manipulasi data juga biasa dilakukan orang tua yang merasa anaknya tidak bisa bersaing di PPDB jalur reguler maupun prestasi dan penghargaan. ‘’Jika memang benar-benar dari keluarga kurang mampu dan mampu menunjukan persyaratan yang harus dipenuhi pasti diterima,’’ tegasnya.

Bagaimana jika nanti kuota jalur siswa kurang mampu tak terpenuhi, kata Wayan Gunawan, akan diisi oleh siswa baru yang mendaftar lewat jalur reguler dengan menggunakan nilai USBN SD. “Berdasarkan pengalamam tahun lalu, jika jatah siswa miskin tidak terpenuhi, maka jatah yang tersisa itu akan diisi oleh pelamar dari jalur reguler,’’ pungkasnya. (tis/bpn)

Tim Gabungan Denpasar Gelar Sidak Penduduk Sasar Pelabuhan Benoa

BALIPORTALNEWS.COM – Guna mengantisipasi penduduk pendatang (duktang) secara illegal di wilayah Kota Denpasar, Tim Gabungan yang terdiri atas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Sat Pol PP, Kepolisian, dan KPKL menggelar sidak penduduk pendatang yang menyasar Pelabuhan Benua saat arus balik Lebaran Rabu (20/6/2018). Adapun sidak tersebut turut menyasar penumpang yang turun dari Kapal KM AWU saat arus balik lebaran tahun 2018.

Adapun kapal yang membawa penumpang yang berjumlah 1.250 orang tersebut berhasil dipetakan sebanyak 79 orang tidak mengantongi Kartu Tanda Penduduk Elektronik.

Kabid Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar Ni Luh Lely Sriadi saat diwawancarai di sela pendataan mengatakan penataan penduduk pendatang harus dilakukan untuk mengantisipasi penduduk yang ilegal serta mengetahui jumlah pendududk Kota Denpasar sebelum dan pasca arus mudik. “79 orng yang didata ini mereka tdak mengantongi E-KTP, akan tetapi ada yang membawa KTP Non Elektronik, Kartu Keluarga, dan bahkan ada yang membawa SIM atau STNK, jadi 79 oang ini akan kita data kembali sebagai upaya tertib administrasi apakah ada pelanggaran atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain untuk pengendalian penduduk di Kota Denpasar, kegiatan ini juga salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada penduduk pendatang bahwa E-KTP itu sangat penting. “Untuk itu saya imbau agar semua penduduk kemanapun tujuannya harus membawa E-KTP,” himbaunya.

Kapolsek Benoa, Kompol Ni Made Sukerti menegaskan, prosedur mendapatkan tiket agar bisa masuk melalui kapal harus menggunakan identitas, paling tidak KTP, SIM maupun KK. Sedangkan untuk anak  dibawa umur bisa menggunakan kartu pelajar. “Prosedur disini sudah jalan, namun terkait catatan sipil masih ada yang belum memiliki E-KTP, maka itu perlu di data untuk mengetahui jumlah penduduk yang ada di Denpasar Bali khususnya dan Indonesia umumnya,’’ ujarnya.

Terkait dengan keamanan pihaknya telah melakukan apel sebelum melaksanakan tugas. Pihaknya juga telah membagi tugas  sesuai inkait yang ada di Pelabuhan Benua terutama dengan KSOP, Pelindo, kesehatan dan pihak Kepolisian. ‘’Kita disini bersinergi secara bersama-sama menjaga Bali khususnya Benua,’’ imbuhnya.

Dengan bersinergi dalam aksi ini pihaknya menemukan dua buah senjata tajam yang dibawa penduduk pendatang. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan senjata tajam itu disita dan pemiliknya juga  interogasi. Tidak hanya itu dalam aksi ini ia mengaku ada satu penduduk yang tidak sopan dan melawan ketika di tanya identitas. Atas kelakuannya itu terpaksa polisi melakukan pemeriksaan.

Sementara Kabid Penertban Sat Pol PP Kota Denpasar, I Nyoman Sudarsana mengatakan bahwa setelah dilaksanakan pendataan terkait tertib administrasi oleh Disdukcapil dan diputuskan bahwa yang bersangkutan tidak membawa identitas maka akan diserahkan ke Sat Pol PP sebagai penegak Perda. Adapun hal ini dapat dilaksanakan tindakan seperti halnya mencari pejamin, Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), bahkan pemulangan kembali.

“Bagi penduduk yang tidak membawa E-KTP harus menghubungi saudaranya agar tujuan mereka jelas di Kota Denpasar. Jika tidak ada sanak saudara sebagai penjamin, jika tidak maka Satpol PP akan melaksanakan ditindak lanjut dengan Sidang Tipiring bahkan sampai dipulangkan kembali,” ungkapnya.

Salah satu penduduk pendatang asal Sumba Kornilis Bolo mengaku hanya membawa photo E-KTP saja, Sedangkan aslinya sengaja ketinggalan di kosnya. Menurutnya hal itu sengaja dilakukan agar tidak hilang, mengingat ia pulang ke kampung halaman hanya sebulan saja. (humas-dps/bpn)

Disdukcapil Denpasar Tetap Berikan Layanan Optimal Legalisir Kartu KK Siswa

BALIPORTALNEWS.COM – Disdukcapil Kota Denpasar secara optimal tetap memberikan pelayanan legalisir Kartu Keluarga (KK) kepada para siswa yang akan melengkapi persyaratan pendaftaran sekolah tingkat SMA. Meski dalam rangkaian cuti bersama, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor : 061/516/Org, pelayanan publik yang ditangani Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Denpasar sedianya tetap melayani masyarakat pada tanggal 11, 12, 19, dan 20 Juni 2018 mulai dari pukul 08.00 wita-12.00 WITA.  Sedangkan pelayanan RSUD Wangaya dan Puskesmas tetap buka selama pelaksanaan cuti bersama.

“Kita tetap memberikan pelayanan yang optimal, khususnya bagi para siswa SMA yang akan melengkapi pendaftaran dengan legalisir kartu KK, bahkan kami akan tetap melayani hingga tuntas,’’ ungkap Plt Kadisdukcapil Denpasar, Anak Agung Istri Agung, Selasa (19/6/2018) di Kantor Disdukcapil Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah optimal untuk memberikan pelayanan legalisir KK, sesuai dengan surat edaran cuti bersama tersebut. Meminimalisir terjadinya antrean panjang, pihaknya juga mengeluarkan kebijakan bahwa layanan masyarakat khususnya terkait dengan legalisir kartu KK akan dilakukan secara maksimal meskipun lepas dari jam 12.00 WITA. “langkah kami ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada setiap masyarakat yang akan melakukan legalisir kartu KK,’’ tambahnya.

Selain itu, terkait dengan pelayanan publik di Kota Denpasar pada tingkat kecamatan khususnya pengambilan E-KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA) tetap memberikan pelayanan dengan baik. “Kami selalu memonitoring pelaksanaan pelayanan, meskipun dalam kondisi cuti bersama namun segala bentuk pelayanan khususnya pengambilan E-KTP dan KIA akan tetap dilayani,’’ ujar Camat Denpasar Barat Anak Agung Ngurah Made Wijaya. Lebih lanjut disampaikan bahwa pelayanan terkait tetap mengacu pada surat edaran yang sudah diberikan kesetiap OPD Pemkot Denpasar.

Sementara salah satu masyarakat, I Komang Nata yang ditemui saat melakukan legalisir kartu KK mengungkapkan bahwa pelayanan yang diberikan, telah dilakukan dengan baik. “Terlepas dari antrean yang terlihat panjang, namun saya bersyukur persyaratan sekolah bisa terpenuhi meskipun berhimpitan dengan hari cuti bersama,’’ ungkapnya. (humas-dps/bpn)

Isi Libur Cuti Bersama, Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Masih Jadi Pilihan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, bukan saja sebagai ikon jejak sejarah perjuangan rakyat Bali di Kota Denpasar, namun lapangan ini selalu dibanjiri masyarakat terlebih saat hari-hari libur seperti sekarang ini. Letaknya yang strategis di pusat kota dan mwnjadi titik nol kilometer Kota Denpasar sangat tepat untuk bersantai, bermain bahkan berolahraga bersama keluarga.

Mengisi libur panjang kenaikan kelas sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, setiap harinya kian ramai dipadati beragam aktifitas masyarakat. Mulai dari arena bermain anak-anak, sarana olahraga, dan wahana hiburan pentas budaya setiap akhir pekan.

Fasilitas olahraga dan permainan tersebut memang disiapkan Pemkot Denpasar sebagai fasilitas publik, agar dapat digunakan secara positif dan bersama-sama dirawat oleh masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, IB Mayun Suryawangsa saat ditemui di sela-sela aktivitasnya (12/6/2018).

Pria yang akrab disapa Gus Mayun ini juga menyampaikan, olahraga pada khususnya adalah hal yang sangat penting, maka dari itu Pemkot menyediakan pojok olahraga khusus dengan alat-alat olahraga yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. “Saya senang melihat masyarakat memanfaatkan fasilitas publik ini dengan sangat baik, dan tentu kesadaran untuk bersama-sama merawatnya juga harus ditingkatkan,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, arena permainan anak-anak yang masih dalam kawasan yang sama juga khusus dibuat untuk memberikan kesempatan bermain anak-anak tentunya dalam pengawasan orang tua.

Salah satu masyarakat Kota Denpasar, Putu Reny Wulandari mengatakan sangat sering menghabiskan waktu berolahraga di Lapangan Puputan, terlebih ketika sekarang saat libur panjang tiba. “Saya sangat senang berolahraga di sini, jadi tidak usah ke tempat gym lagi, di sini kan gratis,’’ ungkapnya.

Selain itu, ia merasa alat yang disediakan sangat cukup untuk olahraga ringan, justru tergolong cukup lengkap.

Masyarakat lainya, Ni Wayan Purnami yang ditemui saat mengawasi anak-anaknya bermain mengatakan, fasilitas permainan ini sangat bermanfaat, selain tidak berbayar anak-anak juga sangat senang karena posisinya dekat lapangan. “Setelah puas bermain perosotan, ayunan, anak-anak biasanya minta duduk di lapangan, jadi liburan hemat dan bermanfaat,’’ ungkapnya. (dev/humas-dps/bpn)

Duta Endek Denpasar Kembali Gelar “Endek Lovers”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Duta Endek sebagai organisasi insan muda pecinta Endek di Kota Denpasar terus mengambil peran meningkatkan kecintaan masyarakat khususnya anak muda terhadap kain tenun ikat. Deretan program kerja Duta Endek Denpasar dengan keorganisasian terpilih setiap tahunnya dari kalangan siswa sekolah hingga perguruan tinggi.

Endek Lovers sebagai program kerja organisasi ini kembali digelar di Tahun 2018. Agenda perlombaan digelar untuk menggaet kecintaan insan muda terhadap kain tenun ikat. Dari gelaran Lomba Photography, hingga Fashion Show melibatkan perseta umum, TK, SD, SMP, dan SMA.

“Tahun ini kembali kita gelar Endek Lovers dengan mengangkat Tema Remarkable Of Endek menggaet insan anak-anak, anak muda hingga kalangan umum,’” ujar Ketua Duta Endek Denpasar I Putu Arik Alfian Wikancana, Minggu (10/6) di Denpasar. Lebih lanjut menurut Alfian yang didampingi Katua Panitia Endek Lovers 2018 Luh Komang Utari Candra Laksmi mengatakan berbagai lomba digelar dari Lomba Photography yang terbuka untuk umum mengambil  tema Stylish With Endek dengan pengumpulan foto dimulai dari tanggal 22 Mei-22 Juni 2018 bertempat di Gedung Sewaka Dharma Lumintang lantai 3. “Lomba Photography para peserta dapat menghubungi kontak person 085739468671 atas nama Gung Putra,” ujarnya.

Sementara lomba pidato dengan Tema Endek is Our Produck of Culture dibagi dua kategori yakni Kategori A untuk kalangan SMP dan Kategori B untuk tingat SMA, dengan pelaksanaan pendaftaran pada 22 Mei sampai 8 Juni 2018 bertampat di Gedung Sewaka Dharma Lumintang. Lomba mewarnai dengan Tema Remarkable of Endek  dibagi menjadi dua kategori yakni TK dan SD dari kelas 1-3. Untuk mewarnai pelaksanaan registrasi pendaftaran pada 22 Mei hingga 22 Juni di Lantai 3 Gedung Sewaka Dharma Lumintang. Lomba Fashion Show dibagai menjadi lima kategori. Meliputi Kategori A dari siswa Kelas 3 SD – 6 SD menggunakan seragam Endek menyesuaikan dengan seragam sekolah, 50 persen Endek atasan dan 50 persen seragam sekolah. Kategori B untuk tingkat SMP menggunakan busana Endek berupa kaos atau Polo T-Shirt  dengan 30 persen Endek dan 70 persen polosan. Kategori SMA menggunakan baju pesta berbahan Endek atau Evening Gown modifikasi Endek, serta kategori umum dari umur 18 tahun – 25 tahun menggunakan busana Endek kantoran dan untuk big size umur 18 tahun hingga 25 tahun menggunakan busana Endek kantoran.

“Kita mencoba dalam lomba fashion show ini melibatkan berbagai umur dan berbagai kalangan dengan tema Endek For All Generation, sehingga kita nantinya dapat melihat berbagai ragam motif, dan desain Endek dari kalangan siswa sekolah hingga kantoran,”ujarnya, sembari mengharapkan dalam gelaran Endek Lovers ini dapat memberikan kontribusi yang postif dalam menjaga warisan tenun ikat di Bali khusunya di Kota Denpasar.

Sementara Kadis Perindag Denpasar Wayan Gatra mengatakan Kegiatan Endek Lovers sebagai program kerja Duta Endek untuk mengangkat kualitas dari endek tersebut tanpa melupakan pakemnya di dalam berbagai inovasi dan kreasi baik dari segi keterampilan, wirausaha, entertain dan perkembangan fashion. “dari penyelenggaraan kegiatan ini, yaitu untuk menyadarkan masyarakat Bali khususnya anak-anak, remaja, maupun masyarakat umum dalam melestarikan endek,” ujar Gatra. (pur/humas-dps/bpn)

Jumlah UMKM Di Kota Denpasar Alami Peningkatan Lima Tahun Terakhir

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali tentu mememiliki magnet tersendiri bagi setiap kalangan masyarakat. Sebagai pusat pergerakan sektor ekonomi di Bali, keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah menjadi penting dalam upaya menggerakan roda perekonomian. Di Kota Denpasar sendiri perkembangan UMKM dapat dikatakan produktif lantaran terus mengalami peningkatan jumlah selama lima tahun terakhir.

Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena saat di wawancarai belum lama ini menjelaskan bahwa keberadaan UMKM menjadi elemen penting dalam menggerakan perekonomian darah. Dimana, dengan produktifnya UKM dan UMKM di suatu daerah tentu akan berimplikasi kepada tersedianya lapangan pekerjaan baru yang mampu mengikis jumlah pengangguran.

Lebih lanjut dijelaskan, perkembangan jumlah UMKM di Kota Denpasar selama lima tahun terkahir terus mengalami peningkatan. Seperti halnya pada tahun 2013 jumlah UMKM di Kota Denpasar sebanyak 11.575 UMKM, tahun 2014 meningkat menjadi 11.877 UMKM, tahun 2015 meningkat menjadi 11.905 UMKM, dan tahun 2016 meningkat drastis menjadi 30.761 UMKM, sedangkan pada tahun 2017 lalu jumlah tersebut meningkat menjadi 30.840 UMKM.

Jumlah tersebut terdiri atas tiga klasifikasi yakni usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang terdiri atas Bidang Perdagangan, Bidang Industri Pertanian, Industri Non Pertanian serta aneka jasa. Meningkatnya perkembangan UMKM di Kota Denpasar selama lima tahun belakangan ini tak lepas dari perhatian serius serta dukungan Pemkot Denpasar.

Hal ini diwujudkan dengan memberikan kemudahan terhadap perijinan, membantu permodalan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), melaksanakan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar, serta Dekranasda Kota Denpasar. “Pemkot Denpasar selalu memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi UMKM untuk terus berkembang sehingga mampu mendukung pergerakan roda perekonomian di Kota Denpasar,” ujarnya.

Erwin Suryadarma menambahkan bahwa salah satu ruang yang penting terhadap perkembangan UMKM adalah kemudahan dalam berpromosi. Dimana, di Kota Denpasar terdapat Rumah Belanja, Rumah Kamasan, Festival skala daerah, provinsi, nasional dan internasional yang dapat menjadi wahana promosi UMKM di Kota Denpasar. Seperti halnya Denpasar Festiva;, Sanur Festival, Inacraft dan lain sebagainya. “Dengan adanya dukungan dari Pemkot Denpasar ini diharapkan kedepanya tumbuh UMKM baru dan UMKM yang sudah ada terus berkembang, yang kecil menjadi mikro, yang mikro menjadi menengah, dan yang menengah menjadi besar,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)