BSNP Kagumi Ujian Nasional di SMP PGRI 2 Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMP PGRI 2 Denpasar yang masih menyelenggarakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) berjalan tertib dan memenuhi prosedur operasional standar (POS) UN berintegritas. Yang istimewa, setiap pelaksanaan UN, sekolah ini selalu dikunjungi pejabat pusat.

Pelaksanaan UN pada hari pertama, Senin (23/4/2018) tadi pagi, dipantau khusus anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Dr. Nanang Arif Guntoro, M.Si. Saat itu, Nanang Arif Guntoro didampingi Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., yang diterima langsung Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd.

Setelah meninjau pelaksanaan UN dari luar ruangan ujian dan kinerja pengawas, Nanang Arif Guntoro mengaku puas pelaksanaan UN di SMP PGRI 2 Denpasar berjalan berintegritas. Dia mengatakan, apa yang dilakukan jajaran SMP PGRI 2 Denpasar sudah baik, tidak ada ruangan yang ditutupi gorden, pengawas tidak ada yang ngobrol, baca koran dan memainkan HP. Sementara siswa mengerjakan UN dengan tertib dan bekerja mandiri. Hal ini penting ditekankan karena UN hanya untuk maping keberhasilan belajar siswa, bukan penentu kelulusan.

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Gede Wenten Aryasuda mengatakan, sebanyak 580 siswanya mengikuti UN dengan tingkat kehadiran 100 persen. Untuk UN tahun ini, dia menyiapkan 29 ruangan dengan pengawas berasal dari sekolah yang tergabung dalam sub rayon 3 meliputi, pengawas dari SMPN 3 Denpasar, SMP Saraswati, SMP Pertiwi Dewata, SMP Albana dan Tawakal.

Wenten Aryasuda mengaku semua siswanya sudah siap mental dan materi menghadapi UN. Program minggu intensif diberikan bagi siswa untuk menghadapi UN. Mereka juga dibina lewat klub akademis sesuai bidangnya.

Kepada Nanang Arif Guntoro, dia juga menegaskan bahwa ke depan sekolahnya siap menyelenggarakan UNBK, namun saat ini masih terkendala pada sarana prasarana komputer. Wenten Aryasuda yang juga Ketua Provinsi PGRI Bali ini juga mengusulkan agar pelajaran TIK pada Kurikulum 2013 diselenggarakan lagi.

Mengingat, pelajaran TIK dipandang masih sangat penting, disamping pihak sekolah bisa menyediakan sarana untuk mendukung pelajaran TIK. Dengan demikian, komputer yang disediakan pihak sekolah bisa bermanfaat setiap hari untuk PBM, tidak hanya dimanfaatkan saat UN saja.

Wenten Aryasuda juga menyampaikan, SMP PGRI 2 Denpasar memiliki sejumlah trandmark yang mengangkat potensi akademis dan non akademis siswa. Di antaranya, Grisda Computer Copetition (GCC), Gebyar Budaya, Grisda Arta Competition, dan Grisda Nawa Natya. Melalui lomba-lomba yang digelar itu, SMP PGRI 2 Denpasar ikut memperkuat ajeg Bali dan pengembangan pendidikan teknologi serta memperkuat karakter siswa.

Setiap event yang digelar SMP PGRI 2 Denpasar, selain sebagai implementasi visi SMP PGRI 2 Denpasar serta membentuk siswa berbudaya dan berkaraker. Di samping itu, memperkenalkan keberadaan sekolah pada masyarakat sebagai bagian dari promosi sekolah.  (tis/bpn)

Gebyar PAUD Kota Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Puncak malam apresiasi Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar tahun 2018  digelar di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (22/4/2018) malam kemarin. Acara berlangsung semarak dengan menampilkan tarian Rejang Renteng massal yang dibawakan sedikitnya 400 guru dan kepala sekolah PAUD se-Kota Denpasar.

Acara bertambah semarak dengan pentas kreativitas peserta didik dan pendidik PAUD yakni kolaborasi drama musikal dari lembaga PAUD empat kecamatan dengan tema ‘’Paras Paros’’. Drama musikal ini mengambil cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti cerita Malin Kundang, Timun Mas, Bawang Kesuna dan lainnya.

Hadir di acara itu Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, yang juga berkesempatan menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Gebyar PAUD yang diselenggarakan pada pagi harinya. Turut mendampingi Rai Iswara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. I Wayan Sukana; Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Drs. I Made Merta, M.Si., serta Camat se-Kota Denpasar.

Sekda Rai Iswara saat ditemui disela-sela acara mengatakan, kegiatan Gebyar PAUD Kota Denpasar ini dapat menggali potensi diri seorang anak, baik dari segi pendidikan maupun keterampilan. Dikarenakan menumbuhkan jiwa kreatif dan membentuk kreativitas sangat diperlukan sejak usia dini.

Rai Iswara juga memuji penampilan guru dan kepala PAUD se-Kota Denpasar menarikan tari Rejang Renteng. Ini sebut Rai Iswara, sebagai penjabaran peringatan Hari Kartini, dimana ibu-ibu telah menunjukkan kasih sayang pada anak PAUD.

Rai Iswara mengungkapkan, para pendidik PAUD diharapkan memahami makna dan hakekat hadirnya PAUD di tengah masyakarat. Jangan sampai PAUD hadir di masyarakat, sementara pendidik lalai melaksanakan dalam tugas.

Diingatkan, PAUD itu adalah pendidikan pra pendidikan sebagai persiapan anak-anak kita menuju jenjang pendidikan berikutnya. ‘’Untuk itu, mari didik anak PAUD dengan penuh kegirangan, karena dari rasa senang dan bahagia akan bisa mengantarkan anak didik kita ke jenjang yang lebih baik,’’ tegasnya.

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, I Made Merta, mengatakan, Gebyar PAUD merupakan bentuk dari puncak prestasi, evaluasi dari sebuah sistem pembinaan pendidikan PAUD, ajang kreativitas positif anak-anak PAUD antar dan inter lembaga. Kegiatan ini salah satu wahana komunikasi, interaksi sosial dan edukasi bagi pengelola, guru PAUD dan siswanya.

Karenanya, Gebyar PAUD Kota Denpasar diisi dengan berbagai lomba dan pementasan yang melibatkan 1.000 lebih anak didik PAUD, guru, kepala sekolah, orangtua dan keluarga. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bunda PAUD, GOPTKI, Himpuadi, IGTKI, PKG, OPD, pengawas sekolah, pendidik dan anak-anak yang telah berpartisipasi untuk suksesnya acara ini serta bersama-sama berjuang meningkatkan PAUD yang berkualitas. (tis/bpn)

Jaya Negara Resmikan Gerai Ke-16 Sang Pisang Kaesang Pangarep di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Plt. Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara resmikan gerai Sang Pisang yang ke-16 di Denpasar milik putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, di Ruko Graha Merdeka Unit C, Renon, Denpasar, yang ditandai dengan pemotongan pita.

“Rasa pisang ini enak, lembut dibibir dan sangat cocok untuk anak muda maupun anak-anak. Bahkan pisang olahan Sang Pisang pas di lidah orang tua. Saya tadi sudah mencoba salah satu varian rasa, dan tadi yang saya coba rasa alpukat, setelah mencoba, saya pingin menambah lagi,” ungkapnya, pada Sabtu, (21/4/2018). Selain mencobanya sendiri, Plt. Walikota Jaya Negara juga sempat mebagikan satu kotak Sang Pisang miliknya kepada anak-anak yang hadir disana sembari menyuapkan sepotong kue pisang tersebut kepada anak-anak. Suasana pun menjadi terasa hangat dan kekeluargaan dalam opening gerai ke-16 Sang Pisang di Denpasar ini.

Plt. Walikota Jaya Negara menambahkan, potensi kuliner di Denpasar saat ini sudah berkembang pesat, apalagi kuliner-kuliner lokal. Dengan banyaknya bermunculan kuliner seperti ini pasti akan menambah lapangan kerja di Denpasar dan juga untuk memacu semangat para generasi muda yang ingin membuat usaha khusunya di bidang kuliner.

Sementara itu, Kaesang Pangarep mengatakan salah satu alasan memilih pisang sebagai produk kulinernya karena buah pisang mudah di dapat di Indonesia. Untuk bahan baku pisang yang digunakan di gerai ini diambil langsung dari Bali. “Iya dari Bali, apalagi di Bali jenis pisangnya banyak,” kata anak bungsu Presiden tersebut. Ia mengatakan gerai Sang Pisang yang dibuka di Kota Denpasar ini merupakan yang ke-16. “Kami menargetkan untuk membuka sebanyak 300 gerai pada tahun 2018. Selain di Denpasar sebagai gerai pertamanya di Bali, cabang lain juga akan dikembangkan lagi di wilayah Singaraja maupun Karangasem. Dan setelah ini akan dibuka di Bogor, Palembang, Jambi dan Pekanbaru,” katanya.

Kaesang mengungkapkan, gerai Sang Pisang sudah dibuka di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Lampung, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Pare-pare. “Salah satu tujuan membuka banyak gerai di seluruh Indonesia untuk menjaring tenaga kerja yang banyak pula,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan namanya Sang Pisang, menurut Kaisang nama ini di ambil namanya sendiri dari kata Sang, karena namanya bagus. “Namanya sang pisang dari nama saya, namanya bagus kan,” jelasnya Kaesang sambil melempar senyum. Seperti diketahui pisang nugget Sang Pisang dihadirkan dalam varian rasa cokelat, green tea, vanila, tiramisu, strawberry, blueberry dan avocado. Dengan harga per kotak Rp 20.000. (ays’/humas-dps/bpn)

Gudang Penyimpanan Soal UNKP SMP Dijaga Ketat

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) jenjang pendidikan SMP tahun 2018 dipastikan berlangsung sesuai jadwal yakni mulai, Senin 23 April mendatang. Naskah soal UN SMP sederajat untuk wilayah Denpasar yang masih menggunakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) tiba, Jumat (20/4/2018) kemarin sekitar pukul 08.30 di kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar.

Guna menjamin keamanan  soal ujian  yang masuk dalam katagori dokumen rahasia negara tersebut disimpan di kantor Disdikpora Kota Denpasar dan mendapat penjagaan ekstra ketat selama 24 jam setiap harinya. Soal UNKP itu baru didistribusikan ke sekolah-sekolah penyelenggara UNKP beberapa jam sebelum UNKP berlangsung.

‘’Kita semua, termasuk pengawas maupun siswa baru melihat soalnya hari itu juga. Peluang kebocoran itu kita tutup rapat,’’ kata Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama.

Ia menegaskan, soal isinya tentu tidak bisa lihat, tetapi melalui jumlah sampulnya bisa ketahui jumlah naskah soalnya. Dengan demikian naskah soal tidak sampai kurang saat dibagikan kepada peserta UN pada hari H.  ‘’Ya mudah-mudahan isinya sesuai dengan tertera pada sampul, demikian pula LJK-nya mencukupi dan tidak rusak, sehingga nanti tidak terjadi kesalahan teknis saat pelaksanaan UN,’’ kata Agung Wiratama.

Agung Wiratama menambahkan, naskah soal-soal UNKP itu juga diamankan dengan sistem segel yang dibuat secara berlapis yakni hingga tiga lapis. Sistem segel tiga lapis itu merupakan standar wajib pengamanan naskah soal-soal UN. Pertama, sampul soal disegel kemudian dimasukkan ke plastik dan langsung disegel untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam kardus kemudian disegel lagi. ‘’Segelnya sampai tiga lapis. Sistem ini diharapkan mampu meminimalisasi kemungkinan terjadinya kebocoran soal UN,’’ katanya.

Agung Wiratama memastikan sebanyak 29 sekolah dari 71 SMP negeri maupun swasta di Kota Denpasar siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sedangkan sebanyak 42 sekolah masih melaksanakan UNKP. Untuk jumlah peserta UN SMP sebanyak 13.442 orang.

“SMP peserta UNBK sebanyak 29 sekolah terdiri dari SMP negeri sebanyak 8 sekolah dan SMP swasta 21 sekolah. Untuk UNKP diikuti 40 sekolah, terdiri dari 4 SMP negeri dan 36 SMP swasta,” katanya.

UN SMP akan berlangsung pada 23-26 April 2018 dengan mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Pelaksanaan UNKP dimulai pukul 10.30 – 12.30. Sementara untuk pelaksanaan UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 – 09.30. Dilanjutkan sesi kedua mulai 10.30 – 12.30, dan sesi ketiga dimulai pukul 14.00 – 16.00. Siswa yang berhalangan hadir pada UN utama diberi kesempatan mengikuti UN susulan yang digelar pada Selasa (8/5) dan Rabu (9/5) mendatang. (tis/bpn)

Bus Sekolah Pemkot Denpasar Rangkul Sekolah-Sekolah Swasta 

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah kurang lebih 5 bulan beroperasi sejak di launching pada Kamis (28/12/2018) lalu di Parkir Taman Kota Lumintang, Denpasar oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa. Sejauh ini fasilitas publik berupa bus sekolah ini dimanfaatkan secara positif oleh para siswa-siswi di lingkungan Kota Denpasar. Setiap harinya kurang lebih 440 siswa yang diantar pulang dan pergi sekolah. Melihat antusiame masyarakat, kedepan bus sekolah akan mengintegrasikan sistemnya dengan bus-bus sekolah swasta di Kota Denpasar.

Selain rencana mengintegrasikan sistem, akan ada penambahan unit untuk lebih memaksimalkan pelayanan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Pelayanan Teknis Trasportasi Darat Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Dewa Ketut Adi Pradnyana. Lebih lanjut disampaikan bahwa pengintegrasian sistem bus sekolah Pemkot Denpasar dengan bus sekolah swasta di lingkungan Kota Denpsar merupakan upaya untuk memberikan kenyamanan dan kemanan kepada para siswa.

Menurut Dewa Adi, pihaknya saat ini berfokus pada kelancaran transportasi. Yakni penambahan halte pada titik kumpul, sehingga kenyamanan siswa untuk menunggu di titik kumpul bisa terjamin. “Besok kita pastikan finishing haltenya, karena kita utamakan sekarang kenyamanan mereka. Untuk kendala tidak ada kendala yang signifikan sehingga kami berfokus pada penataan titik kumpul,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Wayan Lemes Nawa menambahkan saat ini Pemerintah Kota Denpasar baru menyediakan 6 bus untuk pelayanan bagi anak-anak sekolah. Saat ini yang mendapat pelayanan bus sekolah baru kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Utara. Dari 6 bus yang telah beroperasi telah mampu melayani 440 siswa. Sedangkan sampai saat ini jumlah siswa yang terdaftar sebanyak 843 siswa. Lebih lanjut disampaikan bahwa  menambahkan untuk melayani semua siswa dibutuhkan 46 bus di seluruh kota Denpasar. “Untuk Ia berharap peran serta sekolah swasta turut memberikan pelayanan bus sekolah dan kami akan integrasikan sistem, semoga saja upaya ini dapat sinergis dan memberikan manfaat untuk masyarakat. (dev/humas-dps/bpn)

Kota Denpasar Lulus Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Komitmen Pemkot Denpasar dalam menerapkan Denpasar Smart City mendapat apresiasi dari semua pihak. Pada 9 April lalu, Kota Denpasar ditetapkan lulus dalam Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informasi RI. Kota Denpasar lulus bersama 49 Kabupaten/Kota lainya di Indonesia yang sebelumnya telah mengikuti Assesment di Ciputat bulan Maret lalu.

Kadis Komunikasi, Informasi dan Statistika Kota Denpasar, I Dewa Made Agung saat dikonfirmasi Selasa (17/4/2018) menjelaskan bahwa masuknya Kota Denpasar dalam Gerakan menuju 100 Smart City ini tak lepas dari berbagai inovasi dan sinergitas yang dilaksanakan oleh seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Dimana, sebagian besar inovasi yang dilaksanakan memiliki keterkaitan dengan penggunaan Teknologi Informasi. “Di Kota Denpasar, sebagian besar program OPD berbasis Teknologi Informasi yang merupakan salah satu parameter penerapan Smart City,” jelasnya.

lebih lanjut dikatakan,  “Dammamaya Denpasar Cyber Monitor” dengan berbagai aplikasi “Smart City” disinergikan dalam satu ruangan. Meliputi kebencanaan dengan nomor telepon kegawatdaruratan 112, pemantauan banjir, ATCS, Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, Geografik Informasi System, dan E-Sewaka Dharma. Bahkan ada inovasi terbaru yakni sinergitas antara Damakesmas milik Diskes Kota Denpasar dengan Damapancana milik BPBD Kota Denpasar.

Selain itu, kata Dewa Agung, dalam “Dammamaya Denpasar Cyber Monitor” terdapat sistem pelacakan armada, sistem pelacakan nelayan, info harga pasar, safe city, E-Sidap, sistem informasi terintegrasi pengelolaan administrasi (Dirgens), dan media sosial.

Ia mengatakan “Cyber Monitor” menjadi pusat kontrol seluruh data dari OPD Kota Denpasar. Ada beberapa aplikasi dan situs untuk mendukung kinerja tersebut. Salah satu di antaranya, Geoportal, situs yang menyajikan data statistik berbentuk excel dan geospasial. Melalui situs ini, masyarakat dapat melihat data tertentu secara visual dengan menggunakan peta.

Dewa Agung lebih lanjut mengatakan dalam kegawatdaruratan juga telah memiliki panggilan darurat atau Emergency Call 112. Nomor panggilan ini telah berlaku secara nasional yang dikelola Dinas Kominfo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Dalam memberikan akses rasa aman kepada warga melalui aplikasi `Safe City` untuk mengetahui berbagai kejadian, seperti konflik, kebakaran, kecelakaan, kriminalitas, banjir, hingga gempa bumi. Disamping itu memetakan distribusi air bersih melalui E-SIDAB juga dilakukan,” ucapnya.

Sedangkan ditataran OPD Pemkot Denpasar yang juga telah disiapkan aplikasi seperti E-Planning, E-Kinerja, E-Sewaka Dharma hingga E-Magazin. Dalam program tanggap bencana Gunung Agung, dari pendataan jumlah pengungsi hingga pemantauan aktivitas Gunung Agung dilakukan di Damamaya Denpasar Cyber Monitor.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai elemen masyarakat hingga OPD di lingkungan Pemkot Denpasar yang bersama-sama dalam mempercepat proses pelayanan dan pembangunan melalui Denpasar Smart City, kini sinergitas tersebut berhasil menorehkan prestasi dengan lulus di Gerakan Menuju 100 Smart City Kementrian Komunikasi dan Informasi RI,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)  

Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Public Speaking Sasar DWP

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sering kali untuk tampil berbicara di depan umum sangat sulit bagi sejumlah orang. Mengingat untuk bisa berbicara harus mempunyai kemampuan terutama menguasai materi yang akan disampaikan. Terlebih lagi bagi perempuan di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar yang tergabung dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat membuka pelatihan public speaking di gedung wanita Santhi Graha Denpasar, Selasa (17/4/2018) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar. Pelatihan yang berlangsung sehari diikuti 44 orang peserta yang dihadiri Plt. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara.

“Saya harapkan perempuan berani tampil untuk bicara di depan umum. Untuk itu kemampuan bicara di depan umum harus terus diasah,” ujar Rai Iswara. Melalui pelatihan public speakingRai Iswara berharap para perempuan berani tampil berbicara di depan umum. Pelatihan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dari anggota DWP dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Rai Iswara menambahkan untuk proses pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar ada tiga hal yang  menjadi dasar pembangunan yaitu kesehatan, pendidikan dan sosial. Melalui tiga dasar pembangunan tersebut mengarah pada pelaksanaan pembangunan yang lainnya.

Untuk proses pendidikan menurut Rai Iswara harus dilakukan dengan baik, seperti pelatihan sekarang ini. Pelatihan public speaking merupakan merupakan proses pembangunan dasar bagi perempuan terutama bidang pendidikan. Bila ketiga hal tersebut dapat dilaksanakan dengan baik Rai Iswara meyakini pembangunan di Kota Denpasar untuk mewujudkan masyarakat bahagia akan dapat tercapai.

Untuk mencapai semua yang diharapkan tersebut Rai Iswara menyampaikan harus dibingkai dengan catur marga yaitu bhakti marga, jnana marga, krya marga dan yoga marga. Untuk bhakti marga semua orang harus bisa menerima dirinya apa adanya sehingga terus berupaya meningkatkan kualitas diri melalui jnana marga. Setelah kualitas diri dapat dekembangkan maka harus berkesentarsi melalui yoga marga untuk bekerja dan bekerja dalam hal ini krya marga sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

Kepala Dinas P3AP2KB Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti menyampaikan pelatihan ini untuk meningkatkan jejaring kerja organisasi perempuan dan meningkatkan peran perempuan dalam jabatan publik. Untuk itu dalam pelatihan public speaking menghadirkan nara sumber yang berkompeten dibidangnya seperti Ni Ketut Sri Sumahardani dan untuk instruktur menhadirkan Eko Juriarto dan Ika Mahardhiati Rahadjeng. (gst/humas-dps/bpn)

Geliat Pemasaran Ragam Produk UMKM Denpasar Di Smesco

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Galeri produk usaha kecil dan menengah (UMKM) di gedung SME Tower atau Smesco, Jalan Jenderal Gatot Subroto sudah berdiri sejak lama. Ferbruari 2018 Smesco Jakarta di re-launching oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A Puspayoga sebagai upaya lebih memaksimalkan penataan dan promosi produk-produk lokal unggulan.

Kunjungan pekan informasi Pemerintah Kota Denpasar bersama awak media ke Smesco Jakarta Sabtu (15/4/2018) lalu merupakan kesempatan istimewa terlebih ketika produk lokal hasil karya UMKM Kota Denpasar juga dipamerkan.

Secara khusus, kunjungan ini disambut oleh Ny. Bintang Puspayoga dan Ny.  Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang sekaligus memperkenalkan ragam produk dan kerajinan yang dipanerkan di Smesco Indonesia. Pekan informasi Pemkot Denpasar yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Denpasar Made Toya mengatakan kehadiran di Smesco untuk melihat lebih dekat produk-produk perajin dan UMKM yang dipamerkan. Bali dan Denpasar salah satunya dapat kita lihat produk perajin dengan berbagai corak dan warna.

“Kami hadir bersama awak media yang nantinya dapat menjadi ajang penyebar luasan informasi tentang ragam produk perajin yang dipamerkan, serta pekan informasi ini menjadi ajang bertukar pikiran antar instansi pemerintahan di daerah,” ujarnya Made Toya.

Lebih lanjut dikatakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah  (UKM) Kota Denpasar terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki baik SDM maupun kualitas produk lokal yang dikembangkan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan, perekonomian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Dirut Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi mengatakan sangat senang menerima kunjungan Pemkot Kota Denpasar dan memperlihatkan produk UMKM Kota Denpasar yang turut serta dipamerkan di sana. “Terima kasih untuk kunjungannya, produk Kota Denpasar seperti kain dan kerajinan juga menjadi  display  kami yang mewakili 34 provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui bahwa produk yang dipamerkan adalah produk  ungggulan dari masing-masing provinsi yang bekerjasama dengan dekranasda masing-masing provinsi (dev’pur/humas-dps/bpn)

Pembuang Limbah Kesungai Kena Denda Rp 1 Juta

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar menggelar Tindak Pidana Ringan (Sidang Tipiring) di  Kantor Camat Denpasar Barat Senin (16/4/2018).

Sidang Tipiring yang diikuti 12 orang pelanggar ini dipimpin langsung Hakim Wayan Sukanila SH, MH didampingi Panitera IB Made Suarjana SH dan Jaksa Yudhi Purwanta SH. ‘’Yang melanggar Perda sebanyak 20 orang namun yang mengikuti Sidang hanya 12,’’ ujar Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga.

Bagi yang tidak datang akan langsung di Sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Denpasar. Tindakan itu harus dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggan, agar kejadian itu tidak diulang kembali.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, Sidang Tipiring  ini akan digelar secara berkelanjutan bagi pelanggar Peraturan Daerah Kota Denpasar.  Seperti sebelumnya yang mengikuti Sidang Tipiring pelanggarannya berbeda-beda, diantaranya Perda  No 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum  dan Perda No 2 tahun 2015 tentang pedagang kaki lima, serta perda No 7 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok dan . Dari sekian pelanggaran  sebanyak 2 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan bahu jalan serta 9 orang pelanggar merokok di Kawasan Tanpa Rokok dan 1 orang pelanggar pembuangan limbah ke sungai.

Jumlah pelanggar tersebut telah melanggar Perda No. 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum  dan perda No 2 tahun 2015 tentang pedagang kaki lima serta perda No 7 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok. ‘’Pelanggar itu harus  di Sidang Tipiring  untuk memberikan efek jera,’’ ungkap Sayoga.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, Sidang Tipiring ini merupakan efek jera kepada para pelanggar agar kesalahan yang dilakukan tidak diulang kembali. Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang sosialisasi  Perda, sehingga masyarakat ikut perduli dan ikut bertanggungjawab atas kelangsungan pembangunan di Kota Denpasar.  Khususnya dalam menciptakan suasan nyaman menuju masyarakat Denpasar yang bahagia.

Dalam kesempatan ini Sayoga menegaskan Sidang Tipiring ini bukan semata-mata mencari kesalahan dan bukan untuk menghukum masyarakat. Tetapi  mengajak masyarakat untuk menegakkan aturan karena ini merupakan salah satu bagian dari revolusi mental.

 Maka dalam Sidang Tipiring ini Hakim menjatuhkan denda berbeda-beda kepada para pelanggar. Untuk pelanggar KTR dijatuhkan denda Rp 100.000, PKL dijatuhkan denda Rp 300.000. sedangkan untuk pelanggaran pembuangan limbah ke sungai ddijatuhkan sanksi Rp 1 juta ditambah ongkos perkara Rp 2000 atau subside kurungan 7 hari. (ayu/humas-dps/bpn)