29 C
Denpasar
Kamis, 18 Oktober 2018

Pemkot Dukung Atlet Denpasar di Asian Para Games 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah sukses mengirimkam atlet hingga meraih medali pada gelaran Asian Games tahun 2018, Kota Denpasar kini kembali mengirimkan atlet terbaik sebagai kontingen Indonesia pada ajang Asian Para Games tahun 2018 yang telah di buka Presiden RI, Joko Widodo, Sabtu (6/10/2018) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Serangkaian pelaksanaa monitoring dan evaluasi (Monev) dan memberikan motivasi kepada atlet Denpasar yang memperkuat kontingen Indonesia, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra hadir dengan menyambangi atlet Denpasar, NI Made Arianti Putri  (Tunanetra T.13) yang bermain pada cabang olahraga Atletik nomor 200 meter dan 400 meter di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (7/10/2018)

Turut hadir Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, Ketua NPC Denpasar, I Ketut Gede Rahadi Diana Putra serta official dan pelatih. Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan uang tali kasih sebagai wujud dukungan selama berlaga di Asian Para Games 2018 ini.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara didampingi Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan mengatakan bahwa Pemkot Denpasar memberikan dukungan penuh atas partisipasi atlet Denpasar di ajang Asian Para Games 2018 ini. Selain menjadi ajanh untuk meraih prestasi, gelaran Asian Para Games ini dapat menjadi ajang mempererat persaudaraan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Ajang ini bukan hanya untuk mendulang prestasi, melainkan ajang kepedulian kita terhadap nilai kemanusiaan dan mempererat tali persaudaraan dengan menggelorakan semangat untuk mendukung disabilitas sebagai sosok dengan beragam kelebihan,” ungkapnya.

Rai Iswara menekankan  kepada seluruh kontingen Idonesia khususnya yang berasal dari Denpasar agar selalu menjaga kesehatan dan giat beelatih serta berdoa. Sehingga apa yang menjadi harapan dapat tercapai dengan maksimal. “Selamat berlaga dan raihlah prestasi, jaga persaudaraan dan gelorakan semangat kemanusiaan,” harapnya.

Ketua NPC Denpasar, I Ketut Gede Rahadi Diana Putra mengaku berterimakasih atas dukungan penuh Pemkot Denpasar dalam memberikan ruang bagi atlet NPC yang merupakan penyandang disabilitas. Pihaknya mengatakan bahwa penyandang diaabilitas bukanlah mereka yang memiliki kekurangan, melainkan mereka yang mempunya kelebihan. “Terimakasih kepada Pemkot Denpasar yang hingga saat ini memberikan dukungan maksimal kepada atlet NPC Kota Denpasar,” ungkapnya.

Sementara, atlet atletik asal Denpasar, NI Made Arianti Putri  mengaku berterimakasih kepada semua pihak utamanya Pemkot Denpasar yang telah memberikan dukungan hingga saat ini. Bahka  pihaknya tak menyangka akan dikunjungi langsung oleh bapak Sekda yang mewakili Walikota Denpasar serta masyarakat Kota Denpasar. “Latihan sudah dimantapkan, terimakasih kapada semua yang telah mendukung, khususnya bapak Sekda Kota Denpasar mewakili Walikota serta jajaran pemerintah kota yang berkenan hadir untuk memberikan dukunga langsung, saya mohon doa restu, semoga hasil terbaik selalu menyertai,” harapnya. (ags/humas-dps/bpn)

Pol PP Denpasar Tertibkan Baliho Kadaluwarsa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban dengan menyasar baliho, spanduk dan panflet usang di beberapa sudut Kota Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan Selasa (2/10/2018) turut menyasar kawasan Jalan Gatot Subroto, Jalan Mahendradata, Jalan Teuku Umar, Jalan imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Jalan WR Supratman ini turut melibatkan berbagai unsur seperti halnya TNI, Polri, dan Pol PP Kota Denpasar. Dari giat tersebut berhasil ditertibkan sedikitnya 35 baliho, spanduk dan panflet yang terdiri atas iklan, APK dan lain sebagainya.

Kasat Pol PP Kota Denpasar,  Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penertiban ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan Sat Pol PP Kota Denpasar. Dimana, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. “Penertiban ini harus dilaksanakan untuk menjaga keindahan dan kebersihan Kota Denpasar,” ujar Dewa Sayoga.

Lebih lanjut Dewa Sayoga mengatakan, puluhan baliho yang ditertibkan adalah baliho yang sudah lewat masa izin pemasangannya. Tidak hanya itu pihaknya juga menertibkan baliho dan spanduk yang sudah rusak namun tidak dicabut oleh pemasangnya. Sebelum penertiban dilakukan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama-sama elemen masyarakat untuk bersama-sama menurunkan baliho yang masa berlakunya sudah habis.

Meskipun demikian, masih banyak baliho yang sudah  kadaluwarsa tidak mau diturunkan pemiliknya. Selain itu, pemasangan baliho, spanduk dan sarana lainnya masih dilakukan dengan menempel dan memasang paku pada pohon.  “Sasaranya adalah baliho, spanduk dan panflet yang telah usang, rusak, kadaluwarsa serta melanggar aturan, hal inilah membuat jalan perkotaan semeraut, kumuh dan  merusak pemandangan kota,” tambahnya.

Sedangkan untuk Alat Peraga Kampanye (APK) pihaknya bergerak atas dasar permohonan dari KPU Kota Denpasar Nomor 2787/PP.08-SD/KPU-Kot/IX/2018 tentang Kampanye Pemilu 2019. Dimana, terdapat kesepakatan bahwa pemasangan seluruh APK disepakati setelah pelaksanaan Annual Meeting IMF yang dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober mendatang. “Untuk APK ini kita merujuk pada surat KPU dan kesepakatan bersama bahwa pemasangan APK dilaksanakan setalah pelaksanaan Annual Meeting IMF,” ujarnya.

Dewa Sayoga menambahkan, penurunan baliho tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan  agar Kota Denpasar bersih dan asri, tidak kumuh dengan baliho dan spanduk.  “Kami akan melanjutkan penurunan baliho sampai bersih menyasar ruas jalan di Kota Denpasar hingga wajah perkotaan terlihat bersih dan asri,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)  

Tambah Keindahan Lingkungan, Desa/Kelurahan di Denpasar Kembangkan ‘Rurung’ Mural

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah sebelumnya sukses mengembangkan inovasi gang hijau dan kampung hijau, kini desa/kelurahan tak henti-hentinya berinovasi dengan mendorong pengembangan rurung mural. Kegiatan yang diharapkan menjadi wadah kreatifitas bagi seniman dan kaula muda ini dapat menambah keindahan lingkungan sekitar. Seperti halnya di Desa Dauh Puri Klod yang telah mengembangkan rurung mural. Bahkan, kedepan Kelurahan Sesetan juga bersiap untuk mengembangkan rurung mural dengan menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Adapun wilayah gang yang sudah ditata yakni Jalan Serma Made Phil, Jalan Serma Mendra, dan Jalan Teuku Umar Gang Rajawali. Sedangkan untuk Kelurahan Sesetan sedianya akan ditata dengan menyasar Jalan Gurita sepanjang 30 Km, Jala Suwung Batan Kendal Gang Sari Gading sepanjang 20 Km, dan pinggiran sungai di Pura Dalem Batan Kendal sepanjang 25 Km. Dengan tema lingkungan yakni kebersihan sungai, menanam pohon, memilah sampah, dan permainan anak-anak.

Plt. Kades Dauh Puri Klod, Ni Wayan Sekarniti saat dihubungi Senin, (1/10/2018) mengatakan bahwa pengembangan gang mural ini merupakan bentuk pembangunan dan pengembangan desa yang melibatkan masyarakat. Adanya rurung mural ini memberikan beragam manfaat bagi lingkungan. Dimana, selain dapat mempercantik kawasan gang dan jalan, adanya rurung mural ini tentu menjadi wadah pengembangan bakat melukis dan seni bagi generasi muda.

“Dengan adanya seni mural di gang-gang tentu dapat menambah keindahan gang itu sendiri, sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan diharapkan tumbuh seiring kondisi gang yang terus dipercantik,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Lurah Sesetan, Ni Ketut Sri Karyawati mengatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan harus terus dimaksimalkan, sehingga inovasi yang dilaksanakan tepat sasaran. Selain itu, dengan adanya rurung mural ini diharapkan dapat menjadi solusi guna membangkitkan rasa kepedulian lingkungan masyarakat. “Iya kalau lingkungan gangnya sudah indah dan cantik, tentu masyarakatnya harus ikut menjaga dengan tidak membuang sampah sembarangan contohnya,” kata Sri Karyawati.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa guna mensukseskan program tersebut pihaknya turut menggandeng ISI Denpasar serta CSR dari perusahan sehingga penataan lingkungan dapat terus dimaksimalkan. Selain itu, pihaknya juga turut memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat atau seniman local yang hendak menunjukan karya muralnya. “Jadi karena ini dibuat dengan partisipasi masyarakat, maka rasa untuk menjaganya bersama pun perlahan kan terus tumbuh,” paparnya.

Sementara, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan bahwa pihaknya menwakili Pemkot Denpasar sangat mendukung dan menyambut baik adanya pengembangan gang mural yang difasilitasi oleh desa/kelurahan di Kota Denpasar. Selain dapat menambah keindahan dan membuat lingkungan tertata, adanya gang murtal ini secara berkelanjutan dapat enjadi sebuat destinasi wisata baru di tengah kota. “Pemkot terus mendukung pole pembangunan yang melibatkan masyarakat, kedepan dapat menjadi destinasi wisata yang dapat menjadi sumber pendapatan baru dan memberdayakan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn) 

SMP Dharma Wiweka Wakili Denpasar Tingkat Provinsi

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Trias Unit Kesehatan Sekolah (UKS) diarahkan dapat membentuk prilaku anak-anak untuk hidup. Untuk itu Trias UKS jangan hanya sebagai slogan tetapi hendaknya harus menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat penilaian UKS SMP Dharma Wiweka yang mewakili Kota Denpasar untuk tingkat provinsi Bali, Jumat (28/9/2018). Penilaian ini dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini.

Lebih lanjut Rai Mantra dalam sambutan tertulisnya menyampaikan berbagai langkah yang dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha kesehatan diantaranya pembinaan pencegahan kanker serviks melalui pemberian vaksin geratis, melaksanakan imunisasi japanese encepphalitis dan pembinaan kantin sehat. Disamping itu juga melaksanakan pembinaan perilaku hidup sehat pada semua anak-anak sehingga dapat di ketok tularkan melalui keluarga masing-masing. Rai Mantra berharap pembinaan UKS dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan untuk semua sekolah yang ada di Kota Denpasar. SMP Dharma Wiweka merupakan salah satu sekolah terbaik yang ada di Kota Denpasar yang telah mampu memenuhi kreteria sekolah sehat. Dengan adanya pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan dapat membentuk agen-agen perubahan melalui keluarga dan masyarakat.

Ketua Tim Penilai Provinsi Bali  AA Gede Geriya menyampaikan lomba UKS merupakan suatu evaluasi untuk unit kesehatan sekolah dan menjadi salah satu pembinaan mewujudkan sekolah sehat. Hal ini dapat meningkatkan derajat kesehatan secara berkesinambungan yang dipadukan dengan kearifan lokal. Ini merupakan konsep dasar trias UKS dalam mencapai visi dan misi UKS. Disamping itu melalui lomba UKS ini digharapkan menjadi panduan bagi siswa untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Disamping itu evaluasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Kami berharap kegiatan UKS ini jangan hanya dilakukan saat lomba. Melainkan harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMP Dharma Wiweka Nyoman Mariana mengatakan berbagai inovasi telah dilaksanakan mulai dengan membentuk kelompok kesehatan remaja (KKR). Dimana KKR ini mempunyai peran memberikan penyuluhan pada siswa-siswa untuk terus berperilaku hidup sehat. Disamping itu menurut Mariana pihaknya selalu melibatkan anak-anak melakukan penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk salah satu untuk prilaku hidup sehat. “Kami terus membuat berbagai terobosan untuk menwujudkan sekolah sehat. Disamping inovasi juga melibatkan semua stake holder mulai dari lurah sampai Pemerintah Kota Denpasar termasuk juga yayasan SMP Dharma Wiweka,” ujarnya. (gst/humas-dps/bpn)

Tiga Kali Berturut, Denpasar Terbaik Keterbukaan Informasi Publik se-Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Komisi Informasi Provinsi Bali kembali menggelar Penganugrahan Keterbukaan Infiormasi Publik kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Bali tahun 2018. Penganugrahan yang dilaksanakan di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur  Bali, Kamis (27/9/2018) kembali menempatkan Denpasar menjadi yang terbaik dengan mengantongi nilai 850. Capaian ini bukan kali pertama, melainkan yang ketiga secara berturut-turut sejak tahun 2016 lalu.

Dimana, dari penganugrahan yang terdiri dari sembilan kategori ini, Denpasar mampu memaksimalkan delapan katagori dan bertenger di tiga besar. Yakni peringkat pertama Kategori Lingkungan Hidup dan Pertamanan, Kategori  Perindustrian dan Perdagangan, Kategori Bidang PUPR, Kategori Bidang Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Kategori Bidang Kepariwisataan, dan Kategori Bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Sedangkan untuk Kategori Bidang Keuangan dan Aset Daerah berada di peringkat kedua dan Kategori Bidang Pendidikan berada di peringkat ketiga.

Diwawancarai usai penyerahan penghargaan, Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali, I Gede Agus Astapa mengatakan bahwa dilaksanakanya kegiatan ini  merupakan serangkaian hari keterbukaan informasi yang diperingati setiap tanggal 28 September. Secara umum pelaksanaanya bertujuan guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang baik dan benar dari OPD di seluruh Bali yang bersentuhan langsung dengan pelayanan serta menyangkut informasi publik. “Kami hanya ingin memastikan bahwa keterbukaan informasi telah diterima masyarakat dengan baik,” paparnya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan bahwa adapun yang menjadi pedoman penilaian keterbukaan informasi publik ini mengacu pada UU Nomor 14 tahun 2018 tentang ketertbukaan informasi publik. Selain itu, dengan adanya penilaian dan pemeringkatan ini diharapkan PPID dan OPD Pemerintah tidak tersngkut sengketa keterbukaan informasi publik. “Yang kami nilai adalah kepatuhan terhadap undang-undang keterbukaan informasi publik, sehingga kedepanya kasus sengketa keterbukaan informasi di otganisasi pemerintahan dapat diminimalisisr,” harapnya.

Agus Astapa juga turut mengapresiasi Kota Denpasar yang mampu mempertahankan peringkat pertama keterbukaan informasi publik se-Bali tiga kali berturut-turut. “Untuk Kota Denpasar kami sangat apresiasi karena telah mampu mempertahankan capaian terbaik tiga kali berturut-turut, dengan tetap memberikan layanan informasi yang cepat, tepat dan akuntabel kepada semua pihak, besar harapan kami daerah lain dapat meniru Pemkot Denpasar dalam hal pengelolaan keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.

Sementara, Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani bersama perwakilan OPD Kota Denpasar yang menerima penghargaan mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan kepada OPD dan Pemkot Denpasar terkait keterbukaan informasi publik ini. Pihaknya mengatakan bahwa hal ini tak lepas dari komitmen bersama walikota dan wakil walikota Denpasar yang mencanangkan motto Sewaka Dharma, dimana melayani adalah kewajiban. Beranjak dari motto inilah setiap ASN di Pemkot Denpasar senantiasa memberikan informasi dan layanan semaksimal mungkin.

“Terimakasih kepada semua pihak utamanya masyarakat yang telah mendukung segala program dan inovasi di Pemkot Denpasar, sehingga beragam penghargaan dapat diraih, semoga kedepanya dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (humas-dps/bpn) 

DLHK Denpasar Gelar Lomba Prokasih 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka mendorong maksimalnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sungai, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melalui Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Program Kali Bersih (Prokasih) melaksanakan Lomba Sungai Bersih yang melibatkan empat Kecamatan di Kota Denpasar. Kegiatan penilaian yang telah dimulai sejak tanggal 24 sampai 26 September 2018 ini pada Rabu (26/9/2018) Tim Penilai langsung menyambangi sungai Lobang yang berada di kawasan jalan Meduri Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada DLHK Kota Denpasar, I Ketut Darsana mengatakan tujuan diselenggarakannya lomba ini tiada lain untuk tetap menjaga sungai di Kota Denpasar tetap bersih serta tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah. Selain itu juga untuk mendukung program dari Pemerintah Kota Denpasar serta komitmen dari Bapak Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara untuk menciptakan aliran sungai yang bersih.

“Dalam hal ini Pemerintah Kota Denpasar tidak bisa bekerja sendiri dalam membersihkan sungai, dibutuhkan partisipasi dan peran serta dari masyarakat agar dapat ikut serta memelihara kelestarian lingkungan utamanya sungai,” kata Darsana.

Lebih lanjut ia mengatakan, keberadaan aliran sungai khususnya di Kota Denpasar juga sebagai kawasan suci yang sering berkaitan dengan upacara agama oleh masyarakat sehingga menjadi salah suatu hal yang mendasari kegiatan ini. Disamping itu, Pemerintah Kota Denpasar pun sudah melakukan berbagai terobosan untuk mempercantik sungai agar menjadi daya Tarik tersendiri bagi masyarakat seperti contohnya Tukad Badung dan Tukad Bindu.

“Kami berharap dengan adanya lomba ini masyarakat bisa secara bersama-sama untuk termotivasi menjaga kebersihan sungai dari pencemaran sampah. Mari kita sadari bersama-sama betapa pentingnya keberadaan sungai dan kita dapat melakukan upaya nyata mendukung pelestarian dan fungsi sungai mengingat sungai di Denpasar kini sudah semakin baik,”kata Darsana.

Sementara Lurah Sumerta, I Made Tirana sangat mengapresiasi kegiatan ini, selain itu lomba ini mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Melalui lomba kali bersih sebagai program untuk bersama-sama masyarakat mewujudkan kebersihan dari aliran sungai. Tirana berpendapat bahwa menjaga kebersihan sungai juga sebagai langkah mengantisipasi terjadinya banjir pada saat musim penghujan tiba. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah maupun limbah ke sungai.

“Kami berharap selain dengan himbauan dan ajakan bersama untuk turut menjaga kebersihan serta tidak membuang sampah ke sungai dapat diwujudkan demi kepentingan kita bersama dan secara langsung mendukung program Pemerintah Kota Denpasar. Kalau tidak kita siapa lagi yang akan menjaga sungai,”pungkasnya. (ngurah/humas-dps/bpn)

82.85 Persen Masyarakat Puas Terhadap Pelayanan DPM dan PTSP

BALIPORTLANEWS.COM, DENPASAR – Berdasarkan hasil survei penilaian kepuasan masyarakat terkait dengan pelayanan yang diberikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) Kota Denpasar, 82,85 persen masyarakat puas terhadap pelayanan yang telah diberikan.

Seperti yang telah disampaikan Rida salah seorang masyarakat yang telah mengurus ijin menyampaikan bahwa pelayanan yang telah diberikan sangat memuaskan. Demikian disampaikannya saat ditemui usai mengikuti Forum Konsultasi Publik (FKP) di Gedung Graha Sewaka Dharma, Selasa (25/9/2018). FKP yang diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang dipimpin oleh Kepala Dinas PM dan PTSP Kota Denpasar Made Kusuma Diputra.

“Secara umum saya sangat puas terhadap pelayanan yang telah diberikan DPM dan PTSP. Bahkan waktu pengurusan ijin lebih cepat dari yang telah ditentukan,” ujarnya. Ijin yang dibuat lebih cepat jadi dari yang direncanakan awal 14 hari kerja menjadi 12 hari kerja. Tentunya dengan adanya peningkatan pelayanan seperti ini sangat membantu masyarakat dalam pengurusan ijin. Meski demikian Ia berharap untuk pengurusan beberapa ijin yang menggunakan surat kuasa agar bisa menggunakan satu surat kuasa sehingga lebih menghemat penggunaan meterai.

Hal senada disampaikan Ngurah Sutaguna yang mempunyai usaha jual beli mobil bekas. Ia merasa sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan DPM dan PTSP Kota Denpasar. Untuk ijin yang telah dibuat telah tepat waktu bahkan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Terkait dengan adanya FKP yang dibentuk DPM dan PTSP Kota Denpasar sangat menyambut baik karena dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengurusan ijin. Salah satunya kendala yang dihadapi pada saat pra perijinan diharapkan setiap OPD yang memberikan pemeriksaan tehadap kelengkapan sebelum maju ke DPM dan PTSP Kota Denpasar mempunyai SOP yang pasti sehingga pengursannya bisa lebih cepat. “Saya berharap OPD yang memeriksa perlengkapan dokumen untuk perijinan mempunyai SOP seperti DPM dan PTSP Kota Denpasar,” ujarnya

Kepala Dinas PM dan PTSP Kota Denpasar Made Kusuma Diputra menyampaikan pembentukan FKP salah satu langkah untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Denpasar. “Dengan adanya FKP saya berharap masyarakat dapat memberikan masukan terhadap pelayanan yang telah diberikan. Sehingga DPM dan PTSP Kota Denpasar terus dapat melakukan perbaikan untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat,” ujarnya. Dengan pembentukan FKP menurut Kusuma Diputra dapat dijadikan kegiatan dialog dan pertukaran opini partisipatif masyarakat untuk penyelenggaraan pelayanan publik di Kota Denpasar.(gst/humas-dps/bpn)

Kelurahan Sesetan Mulai Kembangkan Kampung Hijau 

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Walikota  Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota IGN Jaya Negara berinovasi untuk mencipatakan Denpasar aman, nyaman berisih dan sejuk. Karenanya, Keluarahan Sesetan membuat trobosan dengan membuat program kampung hijau di wilayah Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan.

Lurah Sesetan Ketut Sri Karyawati  mengatakan program ini dibuat untuk menciptakan kampung bersih, sehat dan sejuk.  Program baru di buat awal Agustus 2018 ini bisa sukses terlaksana. Hal itu tentunya atas partisipasi warga masyarakat dan   beberapa perusahan  yang ada di wilayah Sesetan melalui Coorporate Social Responponsibilty (CSR).

Kampung hijau yang diprogramkan menurutnya belum semua Desa diterapkan  karena pengerjaan baru dimulai awal bulan Agustus kemarin. “Pengerjaanya dilakukan secara bertahap, maka partisipasi  dari itu kami mohon partisipasi dukungan semua masyarakat,” imbaunya.

Dari sebulan dikerjakan yang telah berhasil tertata menjadi kampung hijau adalah di Lingkungan Karya Dharma dan Lingkungan Pembungan. Ia juga tidak menutup kemungkinan sejak ditata menjadi kampung hijau, ada orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengambil pot tanaman dan memecahkan pot tamanan. “Mengantisipasi kejadian tersebut tidak terulang ia akan koordinasin dengan Kepala Lingkungan serta mensosialisasikan dengan masyarakat setempat agar ikut menjaga lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat yang rumahnya dekat dengan lokasi tersebut agar memasang CCTV. Berhubung lokasi dekat sekolah pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada kepala sekolahnya agar siswa ikut serta menjaga dan tidak usil.

Dengan dilaksanakan program ini sri mengaku masyarakat bisa melihat hasilnya yakni terlihat rindang, bersih hijau dan seperti suasana desa seperti dulu. Bahkan mereka ikut menerapkan dirumahnya masing masing. Dengan suksesnya program ini Sri berharap kedepan bisa tercipta lingkungan  yang sehat rindang dan tertata diseluruh wilayah Kelurahan Sesetan.

Sementara itu Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha membenarkan bahwa Kampung Hijau bisa terciptakan berkat CSR dari beberapa pihak seperti perusahan, masyarakat maupun tokoh masyarakat. Menurutnya program inovasi Kelurahan Sesetan memang sangat bagus. Untuk menciptakan Kampung Hijau  di seluruh Kecamatan Denpasar Selatan Wayan Budha mengimbau agar masing masing desa membuat inovasi sesuai harapan Walikota Denpasar bisa terbentuk kampung hijau. Menurutnya, selain di Lurah Sesetan kampung hijau telah terbentuk di  Sidakarya. (ayu/humas-dps/bpn)

Jaya Negara Lepas Kontingen Denpasar Ikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah sukses meraih juara umum pada  Pekan Paralympic  Provinsi Bali ke-V tahun 2014 lalu, Kontingen Denpasar bertekad kembali mempertahankan gelar tersebut pada gelaran ke-VI tahun 2018. Beragam upaya dalam memaksimalkan penampilan para atlet di ajang olahraga yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas ini terus dimaksimalkan.

Dimana, setelah mengikuti pemusatan latihan, Atlet dan Pelatih Kontingen Kota Denpasar dilepas secara resmi untuk mengikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV yang akan berlangsung dari tanggal 25-30 September di Denpasar oleh Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara di Kantor Walikota Denpasar, Senin (24/9/2018). Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Kadis Dikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan serta para atlet dan pelatih.

Dalam arahanya, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pada gelaran Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV Pemkot Denpasar terus memberikan dukungan guna menunjang penampilan maksimalnya penampilan para atlet. Berbagai latihan telah dimantapkan sehingga dapat mempertahankan gelar juara umum yang disandang sejak tahun 2014 ini. Selain itu, Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Pekan Paralympic Provinsi Bali ini merupakan bentuk dukungan sekaligus kesetaraan terhadap penyandang disabilitas.

“Mewakili Pemkot Denpasar saya mengucapkan terimakasih atas usaha dan dedikasinya dalam mengharumkan nama Kota Denpasar di kancah olahraga empat tahunan ini, serta dengan semangat Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV ini mari kita gelorakan semangat peduli disabilitas,” jelas Jaya Negara.

Sementara, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA Made Wijaya Asmara dalam laporanya mengatakan bahwa terdapat lima cabor yang diikuti kontingen Denpasar pada ajang olahraga yang dilaksanakan bagi penyandang disabilitas ini. Yakni Atletik, Renang, Tenis Meja, Catur, serta Goal Ball. Sebagai juara umum, pihaknya mengku bahwa perjuangan kontingen Kota Denpasar cukup berat. Kendati demikian, seluruh atlet dan official senantiasa mengusahakan untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada Pemkot Denpasar yang senantiasa memberikan dukungan dalam segala persiapan terkait keikutsertaan pada Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV tahun 2018 ini, besar harapan seluruh atlet dan pelaih dapat tampil maksimal sehingga dapat mempertahankan juara umum dan tentunya meningkatkan prestasi,” paparnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa Pekan Paralympic Provinsi Bali ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan Asian Para Games, hanya saja berada pada lingkup provinsi. Sedangkan pada gelaran Asian Para Games tahun 2018, turut serta Made Ariyati Putri yang akan  berlaga pada cabor Atletik.

Sementara, salah seoarang atlet renang, Ni Luh Sdiasih mengaku siap untuk mengikuti gelaran Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV tahun 2018 ini. Dengan persiapan dan latihan yang dilaksanakan selama ini pihaknya optimis mampu memberikan yang terbaik untuk Denpasar. “Secara umum kami siap untuk mengikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV ini, namun terlepas dari itu kami mohon restu serta tetap berdoa untuk kelancarannya nanti,” pungkasnya. (humas-dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan