Geliat Ekonomi Kreatif Denpasar Angkat Potensi Pariwisata

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Erupsi Gunung Agung sedang berlangsung berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Bali termasuk Denpasar. Apalagi erupsi Gunung Agung hingga saat ini belum menunjukan tanda-tanda meletus yang tentu secara Nasional sangat berdampak.

Menurut pengamat ekonomi Prof. Ida Bagus Raka Suardana yang ditemui Selasa (12/12/2017) mengatakan dampak pertumbuhan ekonomi yang sangat dirasakan di Kabupaten Badung, Denpasar, dan Gianyar karena menghandalkan dari industri pariwisata. Sementara yang paling sangat berdampak adalah Kabupaten Badung, karena 90 persen menghandalkan pariwisata.

Sementara Kota Denpasar dengan kebijakan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya  Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara lewat ekonomi kreatif angkat potensi pariwisata mampu menyelamatkan keberadaan UMKM, meski melambat namun dampaknya tidak besar seperti daerah lain. Denpasar dari segi pendapatan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) tidak begitu besar, namun mampu memunculkan ekonomi kreatif anak muda.

Hal ini akan muncul dengan sendirinya diikuti perjuangan anak muda diberbagai bidang seperti dibidang kuliner, desain, film, dan lain sebagaianya akan muncul dengan sendirinya diikuti tantangan semakin besar.

‘’Kepala daerah baik bupati/walikota harus memiliki kreatifitas dengan mensejahterakan rakyatnya,’’ ujarnya Rai mantra dan Jaya Negara telah berpikir Kota Denpasar dengan mendorong Badan Ekonomi Kreatif Denpasar serta langkah Orange Ekonomi telah didengungkan sejak lama.

Tantangan berat karena maindset anak muda perlu dibangun, peran perguruan tinggi perlu terus dibangun karena perguruan tinggi menciptakan wirausaha baru, dengan peran pemerintah sebagai fasilitator untuk mendukung langkah ini. Berkaitan dengan hal itu, kota Denpasar yang telah memiliki modal, yaitu budaya dan banyak anak muda yang kreatif, tentunya bisa menjadi bagian orange economy yang diperhitungkan.

Secara implementasi, kota Denpasar juga telah menghadirkan berbagai ruang kreatif dan inovatif melalui berbagai event, seperti Denpasar Festival, Denpasar TIK Festival, Mahabandana Budaya, Petinget Rahina Tumpek Landep, Sanur Village Festival, Revitalisasi Pasar Tradisional, hingga menggelar lomba Wirausaha Muda Denpasar. Ciri khas dan dinamis Denpasar sebagai Kota Kreatif selama ini adalah berbasis budaya unggulan, kaya inovasi, sinergi IT dan teknologi digital, dikembangkannya sumber daya terbarukan, dibangunnya multi nilai tambah secara ekonomi, sosial, edukasi, ekologi, dan kultural.

Sementara menurut Walikota Rai Mantra jenis Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar dari 16 Industri Kreatif yang ada dapat mengembangkan 4 Industri Kreatif yaitu Animasi, Fashion, kerajinan dan Layanan komputer & Piranti Lunak (Startup & Software). Jumlah Tenaga Kerja yang terserap dari Ekonomi Kreatif adalah 19.471 orang.

Pemasukan Dari Ekonomi Kreatif Kota Denpasar tahun 2016 PDRB berdasarkan harga berlaku lapangan Usaha sebesar 0.068 persen dengan laju pertumbuhan 0.031 persen. Disamping itu Rai Mantra juga menjelaskan Pemkot Denpasar telah memiliki program dalam menguatkan industri kreatif dari puncak kreatifitas ada di Denpasar Festival, serta pembangunan Taman Pemuda yang dikenal dengan Youth Park di Taman Lumintang sebagai langkah memberikan ruang kreatifitas kepada anak-anak muda.

“Kita terus fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan ekonomi kreatif lewat penguatan-penguatan yang dilandasi kreativitas,” ujar Rai Mantra. (pur/humas-dps/bpn)

Denpasar Borong Penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pelaksanaan program Kota Cerdas yang getol dilakukan Pemkot Denpasar dalam mempercepat pelayanan mendapat apresiasi pemerintah pusat. Apresiasi penghargaan sebagai peringkat pertama Kota Cerdas kategori Kota Sedang, selain itu mendapatkan 5 Piagam Penghargaan lainnya dalam Kategori Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Kategori Ekosistem Teknologi Finansial, Kategori Pengembangan Dan Pengelolaan Kota (Smarter Way), Kategori Ekosistem Inovasi, dan Kategori Sosial Cerdas (Smart Social) di ajang Penganugrahan Kota Cerdas diraih Pemkot Denpasar dipenghujung Tahun 2017 ini.

Penilaian Kota Cerdas Indonesia dilakukan Institut Teknologi Bandung dengan tajuk Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017. Penghargaan RKCI diserahkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang diterima Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara,  di dampingi Kadis Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, Senin (11/12/2017) di Istana Wakil Presiden RI.

“Penghargaan ini sebuah hadiah di penghujung tahun dan tak lepas dari komitmen Bapak Walikota Denpasar, dan hasil dari sebuah kerja keras dan cerdas dari seluruh aparatur Pemkot Denpasar di dalam mewujudkan Denpasar smart city, yang juga tidak luput dari kerjasama semua komponen antara masyarakat dan pemerintah”,  ujar Jaya Negara usai menerima penghargaan.

Denpasar meraih peringkat pertama kota cerdas di kategori kota sedang dengan jumlah penduduk Denpasar dibawah satu juta jiwa. Disamping itu juga penghargaan ini sebuah keberhasilan untuk terus berupaya dalam mencerdaskan masyarakat, karena kota yang cerdas berawal dari masyarakat dan lingkungannya.

Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar, Dewa Made Agung, mengatakan, tim ITB sudah melakukan survei dan penilaian langsung ke kota Denpasar. Banyak indikator yang dinilai meliputi ekonomi, sosial, lingkungan dan ketanggapan pemerintah didalam pelayanan publik.

Menurut Dewa Made Agung masyarakat Denpasar sangat memanfaatkan berbagai layanana dengan pemanfaatan teknologi informatika yang dilakukan Pemkot Denpasar. Seperti pelayanan pelaporan dari masyarakat lewat program Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, hingga kali ini juga turut serta dalam tanggap bencana Gunung Agung melalui Denpasar Damamaya Cyber Monitor.

Sementara guru besar ITB sekaligus inisiator Smart City and Community Innovation Center (SCCIC) Prof. Suhono Harso Supangkat, penganugerahan RKCI adalah bagian dari evaluasi implementasi kota cerdas Indonesia.

“Hasil dari RKCI ini adalah indeks kota cerdas untuk kota besar, kota sedang dan kota kecil yang ada di Indonesia. Hasil ini merepresentasikan kota yang paling tinggi dalam mendapatkan benefit dari implementasi kota cerdas.” kata Suhono.

Suhono menambahkan, nantinya RKCI bertujuan sebagai pengukuran dan acuan pemimpin atau masyarakat kota dalam mengambil keputusan dan pelayanan kota. “Diharapkan setiap atribut kota baik itu pemimpin, masyarakat, maupun pemangku kepentingan kota lainnya mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai kota dan permasalahan di dalamnya” jelas Suhono.

Sebelumnya, pendataan, survey dan analisis RKCI dimulai pada Mei 2017 lalu hingga oktober 2017 mendatang, dan kini telah dilakukan survey ke 93 kota di Indonesia dan 31 kota di antaranya akan dilibatkan dalam malam penganugerahan kota cerdas dalam acara RKCI 2017. (ays’humas-dps/bpn)

Rai Mantra dan “Malu Dong” Pungut Sampah

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ratusan siswa sekolah Desa Sanur, Himpunan Mahasiswa Teknik Universitas Warmadewa dan para komunitas “Malu Dong” Buang Sampah Semabrangan menggelar aksi Beach Clean Up, Minggu (10/12/2017) di Pantai Karang Sanur.

Walikota I.B Rai Dhartmawijaya Mantra yang getol dalam kegiatan kebersihan tidak mau ketinggalan ikut memungut sampah plastik.  Rai Mantra yang datang menggunakan sepeda motor juga berbincang-bincang dan mensosialisasikan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang kebersihan bersama  para siswa, komunitas, maupun tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Rai Mantra juga berkesempatan memakaikan rompi yang bertuliskan “Malu Dong Buang Sampah Sembarangan” kepada para perwakilan siswa dan masyarakat.

“Apabila ada masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan ditindak tegas dan dikenakan sangsi, selain itu bagi para pelanggar juga akan dikenakan sangsi tegas berupa tidak akan diberikan pelayanan administrasi di pemerintahan,” tegas Rai Mantra sembari memegang papan perda yang telah terpasang disetiap sudut pantai setempat.

Lebih lanjut dikatakan dengan sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang dilarang membuang sampah sembarangan harus rutin dilakukan serta dengan penegakannya, disamping itu pemasangan sign (tanda) dilarang buang sampah juga harus diperbanyak di tempat-tempat yang strategis.

Pihaknya tetap konsisten memerangi masalah sampah, apalagi sampah yang ada di pesisir pantai. Karena pantai merupakan salah satu obyek atau destinasi pariwisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Disisi lain, sampah yang ada di pesisir pantai kebanyakan adalah sampah plastik yang hingga kini menjadi tantangan terbesar.

Melalui kegiatan ini, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir serta memberikan pengertian kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai yang nanti pada akhirnya sampah tersebut akan ada dipantai secara lambat laun. Dan hal ini juga akan berdampak pada ekosistem laut seperti ikan tercemar dengan limbah plastik dan mempengaruhi kesehatan masyarakat saat mengkonsumsi ikan.

“Kami berharap melalui kegiatan bersih-bersih pantai ini, masyarakat ikut tergugah serta ikut berpartisipasi untuk mengawasi kebersihan pantai, dan buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan menegur mereka yang membuang sampah secara sembarangan,” kata Rai Mantra.

Ketua Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta mengatakan, inti dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk mensosialisasikan larangan membuang sampah secara sembaranagan. Agar masyarakat tahu dan sadar bahwa mereka punya tugas untuk secara bersama-sama berpartisipasi mejaga kebersihan tidak hanya dilingkungan mereka namun juga di pesisir pantai.

“Mudah-mudahan masyarakat lebih sadar lagi untuk membuang sampahnya di tempat sampah yang sudah disediakan, bukan malah membuangnya secara sembarangan. Terlebih saat ini sudah ada Perdanya, dan dalam hal ini perlu pengawasan dari semua elemen masyarakat,” kata pria yang kerap disapa Mang Bemo ini.

Sementara Tokoh Masyarakat Sanur, I.B Sidharta mengapresiasi dan menyambut ide yang cerdas untuk senantiasa mengingatkan masyarakat berprilaku menjaga kebersihan.  “Dengan adanya sign tersebut yang sudah terpasang, masyarakat lebih sadar dan tergugah untuk menjaga kebersihan. Sehingga Sanur sebagai daerah pariwisata terjaga kebersihannya sebagai standarisasi akan kebersihan,” kata Gus De. (ngurah/humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Deklarasi “Puputan Lawan Korupsi”

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional 2017 jatuh setiap tanggal 9 Desember, hampir seluruh daerah di Indonesia turut merayakannya, begitu juga di Kota Denpasar.

Dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan 16 komunitas anti korupsi yang ada di Bali melaksanakan puncak Festival Anti Korupsi yang dipusatkan di Kota Denpasar, Sabtu malam (9/12/2017) bertempat di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung.

Dalam puncak malam Festival Anti Korupsi di hadiri langsung Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara dan Kepala Inspektorat Kota Denpasar I.B. Gde Sidharta. Malam puncak Hari Anti Korupsi juga mendeklarasikan maklumat anti korupsi di denpasar dengan semangat “Puputan Lawan Korupsi” yang ditandai dengan pembacaan deklarasi dan penandatangan di atas sepanduk anti korupsi.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan Festival Anti Korupsi kali ini merupakan bentuk upaya pemberantasan korupsi yang berkolaborasi dengan komunitas-komunitas di Bali.

Tema “Puputan” diangkat sebagai tema acara yang merepresentasikan semangat kesediaan, kerelaan, tanpa pamrih, pengorbanan dalam perjuangan melawan korupsi. KPK mendasari kegiatan ini dengan empat nilai, yakni jengah, keberanian, dedikasi, dan integritas. Jengah mencerminkan sikap malu, sehingga tertantang untuk melakukan suatu perbaikan dan semangat pantang menyerah. Keberanian menunjukkan kemampuan menjadi teladan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Dedikasi merepresentasikan komitmen aksi yang dimulai dari diri sendiri dan kesediaan untuk membangun jaringan secara konsisten. Terakhir, integritas menunjukkan kapasitas moral dan intelektual untuk menyadari dan memahami arti korupsi dan bahayanya bagi kehidupan berbangsa.

“Mengangkat kearifan lokal Bali yang sudah ada sejak tahun 1800-an, menunjukkan perjuangan terhadap ketidak adilan agar semangat pemberantasan korupsi di Indonesia serupa dengan semangat yang bergelora saat perang Puputan pada tahun 1906,” ujarnya.

Sementara Sekda Rai Iswara mengatakan, Festival ini merupakan tidak lanjut dari sebuah harapan untuk anti terhadap korupsi. Dimana sejak tahun 2006 Pemkot Denpasar telah mengadakan kerjasama dengan KPK yang difasilitasi oleh Kemenpan RI.

Bahwa dari perencanaan prosesi perencanaan pembangunan sampai evaluasi, Denpasar sudah di kawal oleh KPK, Kemenpan, BPKP dan BPK. Langkah ini menghantarkan kota denpasar mendapatkan ranking terendah di dalam indikasi dalam korupsi, yakni 4,48 persen dari seluruh kota/daerah yang ada di Indonesia. Sementara untuk Pelanayan Publik di Denpasar pada tahun 2012 mendapatkan nilai tertinggi yakni 748 tertinggi di seluruh Indonesia, yang semua ini berkat kawalan dari KPK.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan festival anti korupsi yang diselenggarakan di denpasar ini, karena Denpasar sangat konsisten didalam mencegah korupsi terutama di jajaran Pemkot Denpasar demi kesejahteraan masyarakat kota denpasar,”ungkap Rai Iswara.

Selain deklarasi anti korupsi, juga diisi dengan pameran foto, pemutaran film antikorupsi, penampilan teater, musikalisasi puisi, dan konser musik. Serta sebanyak 16 komunitas berkolaborasi dengan KPK dalam acara ini, meliputi komunitas Manikaya Kauci, Kampung Puisi Jati Jagat, Lingkaran Photography, SAMAS Bali, Konsorsium Komunitas Pemerintah Kota Denpasar, Akar Rumput dan RDS, Bintang Gana, Seni Lawan Korupsi, Luden House, AJI Denpasar, Ruang Asah Tukad Abu, Plasticology, Sanggar Purbacaraka Universitas Udayana, Komunitas Djamur, Komunitas Pojok, dan Rumah Sanur. (ays’/humas-dps/bpn)

Rai Mantra Buka Pamuke Festival ke-2

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kegiatan Sekaa Teruna di Kota Denpasar tak pernah berhenti akan berbagai aktivitas kreatif. Tidak hanya dalam kegiatan budaya seperti lomba sekaa teruna, ogoh-ogoh, layang-layang serta berbagai kegiatan event-event festival. Pada Kamis malam (7/12/2017) Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra membuka Pamuke Festival ke-2 yang diselenggarakan Sekaa Teruna Pamuke Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur ditandai dengan pemukulan gambelan.

Festival yang berlangsung dari tanggal 7 -9 Desember diisi dengan kegiatan bazar kuliner melibatkan potensi-potensi kuliner masyarakat Banjar Kedaton. Kegiatan Bazar juga sebagai sebuah wadah kegiatan sekaa teruna dalam melakukan penggalian dana mendukung berbagai kreativitas tersebut. Terdapat kuliner seperti lawar, kuah balung, sate kakul, ayam bakar, sate plecing, babi guling, aneka minuman tradisional.

Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengingatkan kepada Sekaa Teruna untuk membangkitkan potensi lokal yang ada khususnya dalam kegiatan bazar yang dapat melibatkan kuliner khas Bali.

“Mari kita gerakan fanatisme kita dalam pembangkitan potensi lokal khusunya kuliner Bali dalam setiap pelaksanaan kegiatan Bazar sekaa teruna di banjar,” ujarnya.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan saat ini terjadi kekhawatiran terhadap dukungan bagi potensi lokal, seperti kegiatan bazar yang sudah mulai meninggalkan sebuah potensi kuliner Bali. Sehingga hal ini dapat terus dibangkitkan dengan fanatisme penggunaan potensi lokal, dari kuliner, hingga fashion yang sangat identik dengan muatan lokal Bali.

Anak-anak muda menjadi kunci penting dalam membangkitkan kembali potensi lokal, karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Bali khusunya Kota Denpasar yang sangat baik tidak dinikmati dan dirasakan masyarakat lokal. Jika ini tidak dikemas dengan baik dalam pembangkitan potensi lokal yang dapat berpengaruh pada kebocoran ekonomi.

“Seperti kegiatan bazar yang dilaksanakan ST Pamuke lewat gelaran festival kuliner melibatkan potensi kuliner setempat dan diisi dengan penampilan group-group musik sebagai hal yang sangat baik dan dapat diikuti seluruh sekaa teruna di Kota Dnepasar,” ujar Rai Mantra.

Pamuke Festival juga diapresiasi Walikota Rai Mantra dan diharapkan tidak berlangsung saat ini saja, namun dapat berkelanjutan yang diikuti Sekaa Teruna lainnya di Kota Denpasar setiap pelaksanaan Bazar.

Sementara Ketua ST. Pamuke , Made Ardhian Kusuma Yasa mengatakan Pamfes ke-2 ini untuk meningkatkan kreatifitas, mempererat persahabatan antar Sekaa Teruna seluruh Kota Denpasar pada umumnya dan meningkatkan semangat untuk menjaga budaya adi luhur yang diwariskan kepada generasi muda serta menjaga warisan budaya. Dengan mengangkat tema WAH (We ALL Heritage) yakni mewujudkan jiwa muda dalam berkarya untuk melestarikan dan mencitai budaya sekaligus tidak malu mengatakan “We All Heritage”. (eka/humas-dps/bpn)

Hadapi Persaingan Global, Rai Mantra Kembali Serahkan 4.754 Sertifikasi Kompetensi

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Persaingan pasar kerja dunia menuntut tersedianya tenaga-kerja yang kompeten di setiap bidang, banyak bidang jasa, industri maupun organisasi mempersyaratkan agar tenaga-kerjanya memiliki sertifikasi kompetensi yang kredibel. Perkembangan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar.

Pada Jumat (8/12/2017) Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra kembali menyerahkan sebanyak 4.754 sertifikasi kompetensi kepada tenaga kerja Kota Denpasar yang dilaksanakan secara simbolis di Gedung Sewaka Dharma Denpasar.

Sebelumnya pada Februari 2017 lalu pihaknya juga telah menyerahkan sebanyak 9.174 sertifikat profesi kepada tenaga kerja di Kota Denpasar. Walikota Rai Mantra menginginkan semua tenaga kerja Kota Denpasar harus memiliki sertifikasi kompetensi.

“Kedepannya saya tidak ingin tenaga kerja lokal di Kota Denpasar kalah bersaing di daerahnya sendiri karena tidak memiliki sertifikasi kompetensi. Meski pertumbuhan ekonomi kota sudah baik,” ujarnya.

Bila tidak ingin hal tersebut terjadi mau tidak mau atau suka tidak suka semua tenaga kerja dan angkatan kerja Kota Denpasar harus memiliki sertifikasi kompetensi sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan tenaga kerja lokal tidak bisa lepas dari persaingan global mengingat Indonesia telah menandatangani kerjasama masyarakat ekonomi asean (MEA). Dan di tahun 2020 Indonesia juga sudah memasuki perdagangan bebas WTO (World Trade Organisation) yang dampaknya lebih luas dari MEA. Dengan adanya MEA dan WTO ini semua tenaga kerja asing bisa bekerja di Indonesia bila memiliki sertifikasi kompetensi.

Untuk memenangkan persaingan tersebut Rai Mantra berharap tenaga kerja harus membekali diri sertifikasi kompetensi tersebut. “Saya berharap semua tenaga kerja harus ahli dalam bidangnya dan bagi yang belum memiliki sertifikasi agar segera ikut  dan wajib memilikinya,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I GA. Anom Suradi mengatakan penyerahan sertifikasi kompetensi ini untuk mendukung Kota Denpasar sebagai kota kompetensi.

Pelaksanaan kompetensi di Kota Denpasar di dukung oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Lembaga Sertifikasi Profesi dan SMK di Kota Denpasar.  Untuk itu kedepannya semua SMK dan LPK bila selesai pendidikannya harus telah memiliki sertifikasi kompetensi sesuai dengan keahliannya. Sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan kedepannya.

Salah seorang tenaga kerja yang menerima sertifikasi kompetensi Gede Santika mengaku sangat senang telah memiliki sertifikasi sesuai dengan keahliannya ini. “Saya mengucapkan terima kasih pada Bapak Walikota karena telah menetapkan Kota Denpasar sebagai kota kompetensi,” ujarnya. Dengan demikian semua tenaga kerja yang bekerja di Kota Denpasar harus memiliki sertifikasi kompetensi ini. Menurutnya ini akan sangat mempermudah kedepannya dalam menghadapi persaingan global. (eka/humas-dps/bpn)

Peserta Didik PAUD di Denpasar Diguyur Rp 10,8 Miliar

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tahun ini belanja hibah bantuan operasional pendidikan (BOP) pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Denpasar mencapai Rp 10,8 miliar. Dari 455 PAUD/TK, hanya 279 lembaga yang mendapatkan hibah BOP PAUD.

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta, Kamis (7/12/2017) kemarin, menjelaskan, penggunaan dana alokasi khusus (DAK) hibah BOP PAUD diperuntukkan bagi belanja nonfisik. Minimal 50 persen hibah BOP PAUD harus dibelanjakan untuk kegiatan pembelajaran dan bermain.

Di antaranya, pengadaan bahan bermain dan bahan belajar yang dibutuhkan siswa. Juga untuk peralatan pembelajaran seperti kertas, krayon, spidol, pensil, bahan pakai habis, dan bahan pembelajaran lainnya. Selain itu, untuk penyelenggaraan pertemuan dengan orang tua/wali murid dan kunjungan ke rumah anak didik.

”Untuk kegiatan pendukung maksimal 35 persen. Misalnya, pembelian obat-obatan, P3K, dan penyediaan buku administrasi,” ungkapnya.

Sementara untuk kegiatan lain-lain seperti perawatan sarana-prasarana, pengecatan ringan, serta pembayaran langganan listrik, air, dan lainnya maksimal dibelanjakan 15 persen dari dana hibah BOP PAUD. Lembaga dilarang menggunakan dana tersebut untuk pembangunan fisik, disimpan, atau dipinjamkan kepada pihak lain. ”Intinya, tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau menyalahi petunjuk teknis (juknis) sesuai Permendikbud Nomor 4 Tahun 2017,” ujar Merta.

Merta memaparkan, kategori sekolah penerima hibah BOP PAUD yakni harus terdaftar di dapodik. Selain itu, penerima harus memiliki nomor pokok sekolah nasional (NPSN). Ketentuan lainnya, PAUD harus memiliki siswa minimal 12 orang. Hitungannya, masing-masing siswa mendapat bantuan Rp 600 ribu. Total ada 18.075 siswa yang mendapat BOP PAUD.

Made Merta menambahkan, Disdikpora tinggal mengawasi realisasi bantuan tersebut di tingkat lembaga. Disdikpora menugaskan pengawas TK yang akan melakukan pengawasan kepada setiap penerima BOP PAUD. ”Nanti dikumpulkan untuk mengkroscek dan mengoreksi tiap penerima hibah,” tuturnya, sembari mengatakan, sejauh ini, belum ada laporan penyalahgunaan hibah BOP PAUD. (r/bpn)

Kemenpan RI Pertegas MPP Graha Sewaka Dharma

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemenuhan upaya pelayanan publik yang cepat, mudah, terjangkau, aman dan nyaman perlu dilakukan pengintegrasian. Mengacu pada peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Nomor 23 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan Mal Pelayanan publik (MPP), Denpasar terus melakukan inovasi dan terobosan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan untuk masyarakat.

Melihat komitmen Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara dalam memberikan kemudahan pelayanan publik terpadu untuk masyarakat di gedung Sewaka Dharma, membuat pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara  dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) mengundang Pemkot Denpasar dalam mempertegas pengembangan pelayanan terpadu satu pintu plus Mal Pelayanan Publik (MPP).

Menurut Deputi Pelayanan Publik Diah Natalisa, konsep Mall Pelayanan Publik merupakan tempat penyelenggaraan pelayanan publik atas barang, jasa atau pelayanan administrasi yg merupakan perluasan fungsi pelayanan terpadu baik pusat maupun daerah.

Hal ini tidak kalah pentingnya ada pelayanan BUMN/BUMD atau swasta dalam rangka percepatan pelayanan yang mudah dan terjangkau. “Masyarakat dalam hal ini cukup datang dalam satu gedung dengan segala pelayanan yg tadi saya sebutkan termasuk pendukung lainnya” ujarnya.

Lebih lanjut  dikatakan tidak mudah dalam menyiapkan MPP krn perlu sarana dan prasarana, SDM, mekanisme penyiapan kelengkapan untuk menyelaraskan sistem pendukung didalamnya. Seperti contohnya penyesuaian sistem dengan imigrasi atau instansi lainnya.

Pemkot Denpasar sudah melaksanakan 116 jenis pelayanan, sehingga hal ini sudah mengarah kepada pengembangan program Kementerian PAN RB yang dapat diikuti dengan  menyelaraskan dari instansi lainnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) Denpasar I Kadek Kusuma Diputra saat rapat di kantor Kementerian PAN dan RB di Jakarta mengatakan dalam pengembangan Mall Pelayanan Publik Gedung Sewaka Dharma (MPPGSD) di Kota denpasar diperlukan penyiapan regulasi, kerjasama dan koordinasi lebih lanjut dengan instansi vertikal penyelenggara pelayanan publik diluar dari yang sudah ada saat ini di gedung Sewaka Dharma.

Sementara ditemui terpisah Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan mendukung pengembangan pelayanan publik menjadi konsep “Mall”.

Langkah ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat. Seperti masyarakat berbelanja atau beraktivitas dalam satu gedung dengan kata lain masyarakat diberikan kemudahan kecepatan, keterjangkauan, dan kenyamanan dalam pelayanan administrasi. (hendar/humas-dps/bpn)

Rai Mantra : Generasi Muda Ujung Tombak Pelestarian Seni dan Budaya Bali

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Melestarikan seni dan budaya Bali serta menggali potensi minat para generasi muda pada bidang seni budaya, Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra membuka kegiatan Gebyar Seni Budaya Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (7/12/2017) di Puri Agung Jro Kuta.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kendang Walikota Rai Mantra didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I.G.N Bagus Mataram, Penglingsir Puri Jro Kuta, I.G.N Jaka Pratidnya, Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra, serta Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan Gebyar Seni Budaya yang dilaksanakan Desa Pemecutan Kaja ini. “Kami menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan ini, terlebih melibatkan para generasi muda. Karena generasi muda merupakan ujung tombak pelestarian seni dan budaya Bali kedepannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini menurut Rai Mantra, hendaknya dapat menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda khususnya di Kota Denpasar agar mampu mempertahankan  serta melestarikan seni dan budaya yang merupakan warisan leluhur yang adhi luhung ini.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan melalui kegiatan ini kita berharap para generasi muda bisa terus meningkatkan inovasi serta mengembangkan kreativitasnya. Kalau tidak mereka, siapa lagi yang akan mempertahankan seni dan budaya Bali ini,” pungkas Rai Mantra.

Sementara, Perbekel Desa Pemecutan Kaja, A.A Ngurah Arwatha didampingi Ketua Panitia, Nyoman Anom, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini telah memasuki tahun keempat.  Tujuan dari kegiatan ini untuk menggali potensi  dan menggalakan seni dan budaya yang ada di Desa Pemecutan Kaja. Kegiatan ini diikuti anak-anak dari Tingkat TK, SD, SMP, sekaa teruna, PKK hingga Lansia se-Desa Pemecutan Kaja.

“Kami berharap melalui kegiatan seni budaya ini para generasi muda sebagai generasi penerus bisa mempertahankan serta melestarikannya dan sudah tentu dapat menyaring pengaruh kebudayaan luar,” kata Agung Arwatha.

Kegiatan gebyar seni budaya ini meliputi, Tingkat TK, lomba mewarnai, busana ke Pura dan Tari Pendet. Untuk Tingkat SD, lomba menggambar, Tari Mregapati, Baris Tunggal, mekendang tunggal, macepat, mesatua dan nyurat aksara Bali.

Tingkat SMP/STT meliputi lomba megender wayang, baleganjur dan ngelawang. PKK meliputi lomba merangkai bunga, merias wajah, mesanggul, dan membuat banten pejati. Kemudian untuk Lansia meliputi lomba busana ke pura. Acara ini berlangsung dari tanggal 7 sampai 9 Desember mendatang. (ngurah/humas-dps/bpn)