29 C
Denpasar
Sabtu, 17 November 2018

Gandeng Fakultas Ekonomi Undiksha Kampanye Keselamatan Berkendara

BALIPORTALNEWS.COMTIM Safety Riding Astra Motor Bali, bersama group Astra lainnya terus mengkampanyekan pentingnya keselamatan berkendara.

Kali ini, sasaran kampanye keselamatan berkendara dilakukan di Singaraja, dengan menggandeng Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Gedung Kesenian Gede Manik, Singaraja, Sabtu (5/11/2016).

Dalam kegiatan itu, menghadirkan tiga narasumber, yakni dari Satlantas Polres Buleleng yang diwakili Kanit Dikyasa, Ipda Oktamawan A, Alexandra Dewi (Astra Group), dan Yosepth klaudius Lisias—yang akrab disapa Yoyo (Tim Safety Riding Astra Motor Bali).

Kanit Dikyasa, Ipda Oktamawan. A, memandang kegiatan itu, sangat penting mengingat angka kecelakaan di Kabupaten Buleleng hingga saat ini masih tinggi. Hal tersebut dikarenakan kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Pihaknya juga menyinggung pengendara hanya takut melanggar jika melihat petugas.

“Budaya dan kultur masyarakat kita perlu terus ditingkatkan kembali, terutama terkait tertib lalin karena tingkat kecelakaan itu mencapai 99% diawali dari pelanggaran. Karena itu, kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Astra Motor Bali bersama jajarannya dalam upaya menekan angka kecelakaan melalui kegiatan – kegiatan seperti ini,” kata Oktamawan.

Bagi Astra Motor Bali sendiri, kegiatan ini tidak hanya sebagai kampanye semata, namun gerakan nyata keberadaannya bisa bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

“Kami tidak hanya fokus pada penjualan semata, namun hal ini merupakan bentuk dan bagian dari tanggungjawab kami kepada konsumen terutama pengguna sepeda motor Honda terutama dalam hal keselamatan berkendara. Sehingga nantinya tidak ada lagi korban sia-sia akibat kecelakaan di mana anak muda merupakan korban terbanyak ,“ ujarYoyo.

Sementara PIC Tim Safety Riding Astra Motor Bali, I Gusti Ngurah Agung Iswahyudi, menyatakan, kedepan kerjasama seperti ini harus terus ditingkatkan dengan menggandeng anak muda. Diharapkan apa yang menjadi tujuan dari kegiatan tersebut, bisa digetok tularkan kepada masyarakat luas, dan masyarakat Buleleng khususnya.

Selain pemaparan teori dan praktik terkait safety riding, di akhir kegiatan semua yang terlibat dalam kegiatan ini baik kepolisian, mahasiswa, dan jajaran Astra Group mebagikan flayer tentang keselamatan berkendara di ruas jalan Udayana. Bagi pengendara yang melintas dan tidak memakai helm standar SNI, panitia juga memberikan helm secara gratis, serta himbauan untuk lebih taat dan menjalankan prosedur keselamatan berkendara yang benar. (ngr/bpn)

 

BEDA, Bangkitkan Pergerakan Kreatif Pemuda Menuju Denpasar Kota Kreatif

BALIPORTALNEWS.COMGuna menyatukan visi-misi komunitas kreatif dengan Pemerintah Kota Denpasar sehingga bisa berkolaborasi dan membuat pergerakan yang lebih besar sebagai Kota kreatif berbasis budaya. Hal ini sebagai upaya membangkitkan semangat pemuda untuk terlibat dalam komunitas dan pergerakan kreatif.  Pemerintah Kota Denpasar yang mencanangkan diri sebagai Kota Kreatif melalui Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara terus berupaya mendorong para pemuda untuk terus mengembangkan industri kreatif dengan lebih memantapkan  Badan Kreatif Denpasar (Beda) sebagai komunitas kreatif Kota Denpasar.

Demikian disampaikan Kabag Perekonomian Made Saryawan saat rapat Pemuda Kreatif Kota Denpasar pada Jumat (30/9/2016) di Ruang Praja Madya Kantor Walikota  Denpasar.

Made Saryawan mengatakan, Badan Kreatif Denpasar yang juga menaungi beberapa komunitas pemuda seperti wirausaha, musik, videografi, arsitek, sinematofragi dan desain, serta unit bisnis akan lebih mudah membangkitkan semangat pemuda untuk terlibat dalam komunitas/pergerakan kreatif. Dengan cukup besarnya gairah anak muda berkreasi di Kota Denpasar saat ini, maka secara otomatis juga akan menyerap tenaga-tenaga yang kreatif juga.

Dimana tenaga tersebut juga akan memperoleh pendapatan dari hasil kerjanya, oleh karenanya kami berserta Dinas terkait akan menggerakkan untuk memfasilitasi sehingga Badan Kreatif Denpasar tersebut akan menjadi sarana belajar, berkumpul guna saling bertukar informasi.

Sementara Ketua Badan Kreatif Denpasar, Putu Hendika Permana mengatakan, badan ini dibentuk berdasarkan dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi saat ini seperti, banyaknya komunitas kreatif di Denpasar dengan visi misi yang berbeda-beda. Untuk itu melalui Badan ini diharapkan mereka bisa menemukan solusinya seperti dapat menyatukan visi misi, menjadi jembatan antara komunitas dan pemerintah, serta mampu membangkitkan semangat pemuda untuk terlibat dalam pergerakan yang kreatif.

Menurut Hendika, dari Badan Kreatif Denpasar ini menaungi beberapa komunitas pemuda seperti wirausaha, musik, budaya, seni pertunjukan, videografi, grafis dan fotografi, arsitek dan desain, serta unit bisnis dan mereka semua diharapkan mampu berkolaborasi untuk menciptkan industri-industri ekonomi yang kreatif di Kota Denpasar sehingga roda perekonomian semakin maju.

"Kami melihat Pak Walikota Denpasar visinya sangat besar dalam memajukan industri kreatif di Denpasar, dan kami selaku anak muda merasa tertantang untuk mengembangkan kreatifitas dikalangan anak muda dan tidak hanya terpaku pada tourism saja, Industri kreatif juga dapat menjadi langkah untuk mendukung dan meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Hendika. (eka/humas pemkot dps/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Dadong Siki Asal Seririt, Buleleng

BALIPORTALNEWS.COM – Derita Luh Siki (65) dikenal sebagai Dadong Siki yang sempat menjadi pemberitaan di sebuah media cetak, mendapat respon dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Tim utusan Gubernur Pastika pun kemudian menyambangi kediaman Dadong Siki di Dusun Kalanganyar, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, Rabu (21/9/2016).

Di usianya yang senja, Dadong Siki mulai sakit-sakitan, ia harus memikul tanggung jawab untuk menghidupi anak semata wayangnya, Luh Ayu 35, yang menderita gangguan jiwa sejak kecil. Kondisinya semakin diperparah  karena Ia  sudah tidak mampu berjalan.

Untuk bertahan hidup sehari-hari hanya dari bantuan dan kepedulian pemerintah setempat. Bahkan yang bersangkutan belum tersentuh bantuan dari pemerintah seperti bantuan beras miskin maupun uang tunai karena tidak memiliki Kartu Keluarga (KK)

Hasil pemantauan tim Biro Humas, Dadong Siki dan putrinya tinggal dia sebuah kamar berukuran 3 x 3 meter yang dibuatkan secara gotong royong oleh masyarakat dikoordinir oleh pihak dusun di sana.

Sementara menurut Perbekel Banjarasem yang menerima, I Gede Arya Jana, Dadong Siki pernah akan dititipkan di Panti Jompo setempat, namun ditolak karena nenek yang malang ini tidak mampu berjalan akibat luka di kakinya setelah jatuh.

“Maka untuk keperluan sehari-hari, masyarakat secara swadaya menyiapkan bantuan makanan hingga memasakannya karena kepedulian warga di sini sangat tinggi,” bebernya.

Selain itu, ditambahkannya, anaknya Luh Ayu juga sempat dirawat di RSJ bangli , ketika kondisnya  membaik akhirnya dipulangkan. “Namun setelah sampai di rumah, kondisinya memburuk lagi,” imbuhnya.

Kondisi Dadong Siki  yang memprihatinkan ini sempat menjadi viral di media sosial (medsos) dan mendapatkan banyak bantuan dari masyarakat yang peduli.

Tercatat  banyak relawan yang telah mengunjungi rumahnya serta memberi bantuan termasuk Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.

Pada kesempatan itu Tim menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai dari Gubernur Pastika, dans elanjutnya  keadaan Dadong Siki akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait.

Tindakan responsif ini diharapkan semakin menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap keadaan sesamanya yang membutuhkan. (r/humas pemprov bali/bpn)

Wagub Bali Serahkan Bantuan Bedah Rumah PT Bank BPD Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Ketut Sudikerta menyerahkan bantuan bedah rumah dari PT Bank BPD Bali kepada keluarga Wayan Budarma (43) asal Banjar Dinas Tegalleng, Desa Kalisada, Seririt, Buleleng.

Wagub Sudikerta menyambut positif  kepedulian PT Bank BPD Bali untuk turut serta membantu upaya pengentasan kemiskinan  dengan memberikan bantuan bedah rumah melalui program corporate social responsibility (CSR) bagi warga kurang  mampu yang ada di Bali.

Budarma yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan kini hanya tinggal bersama anak bungsunya bernama Kadek Esa Purnamayana (10) yang  baru duduk dibangku kelas 4 SD. Dituturkan Budarma, sang istri telah meninggalkannya pergi (cerai-red) sekitar 4 tahun yang lalu.

‘’Istri saya pergi, sekiar 4 tahun yang lalu. Sekarang hanya tinggal bersama anak laki-laki saya ini. Sebenarnya saya punya dua anak tapi yang pertama sudah meninggal karena sakit saat baru umur 1 tahun. Putri saya tersebut merupakan buah hati dari istri pertama saya,’’ ungkap Budarma dengan mata berkaca-kaca menceritakan kisah pilu keluarganya.

Dia mengaku sangat senang dengan diberikannya bantuan bedah rumah, karena selama ini dia tinggal di dalam gubuk berukuran 2×3 meter dengan beratapkan seng dan lantai masih dari tanah serta dinding triplek yang di beberapa bagiannya sudah bolong. Tanah yang ditempatinya sekarang merupakan milik orang tuanya.

Untuk bertahan hidup, Budarma hanya mengandalkan dari upahnya sebagai buruh. Pekerjaan yang tak menentu tersebut membut beban hidupnya semakin berat terlebih sang anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

Mendengar cerita dan keadaan Budarma tersebut, Wagub Sudikerta berkeinginan  menyekolahkan dan mengajak Esa tinggal di Denpasar. Menurut Sudikerta, hal ini semata-mata demi kelanjutan masa depan pendidikan Esa agar bisa merubah taraf hidup keluarga nantinya.

‘’Nanti Esa saya sekolahkan dan saya ajak tinggal di Denpasar, biar ke depan pendidikannya bisa terjamin. Astungkara nanti bisa merubah taraf hidup keluarga juga. Nanti kalau ada apa-apa, bapaknya bisa tengok Esa ke Denpasar," ucap Sudikerta meminta kepada Budarma agar Esa bisa sekolah dan tinggal bersamanya di Denpasar.

Tawaran Sudikerta pun diterima dan di iya kan oleh sang ayah Budarma meski terlihat rasa sedih dari wajahnya karena Esa merupakan anak satu-satunya yang ia miliki sekarang.

‘’Ya tidak apa-apa dia (Esa-red) disekolahkan dan tinggal sama pak wagub, biar masa depannya bisa terjamin nanti,’’ ucap Sudarma.

Ditambahkan Sudikerta, kegiatan bedah rumah tersebut merupakan bentuk komitmen dan  keseriusan pemerintah Provinsi Bali dalam program Bali Mandara yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama yang ada di desa-desa serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

‘’Kita juga mengajak masyarakat lainnya untuk ikut ambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Program Bali Mandara sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung, sehingga kita perlu meningkatkan lagi demi terwujudnya masyarakat yang maju aman damai serta sejahtera (Mandara),’’ pungkas

Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut juga ikut terjun langsung membuat pondasi rumah.

Sementara itu, Perbekel Kalisada, Nyoman Bagiarta (52) yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas perhatian pemerintah provinsi terhadap warganya yang memang tergolong sebagai warga tidak mampu.

Bagiarta menjelaskan jika di tahun 2014, sebanyak 10 unit bantuan bedah rumah sudah terealisasi dan untuk ditahun 2016 baru 2 unit yang bisa terealisasi dari total 50 KK yang diajukan, sehingga masih ada sisa 38 lagi yang belum terealisasi. Untuk itu, Bagiarta berharap agar ditahun ini masih bisa terealisasi sisanya tersebut.

‘’Saya mengucapkan terimakasih kepada pemprov Bali atas kepeduliannya kepada warga kami, karena memang Bagiarta merupakan salah satu KK miskin yang telah terdata untuk menerima bantuan bedah rumah,’’ ungkap Bagiarta. (r/humas pemprov bali/bpn) 

Wagub Bali Apresiasi Pasraman Penjor Agung Jagadhita

BALIPORTALNEWS.COM – Wagub Bali Ketut Sudikerta menghadiri karya melaspas parahyangan dan wantilan alit Pesraman Penjor Agung Jagadhita Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng (1/9/2016).

Pasraman yang diresmikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Desember tahun lalu itu, adalah sebuah yayasan untuk belajar ilmu keagamaan bagi warga di Bali yang ingin menjadi pemangku dan memperdalam Hindu.

Sudikerta menyambut keberadaan pasraman ini sebagai media bagi umat Hindu untuk lebih memahami ajaran agama sekaligus meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Hyang Widhi.

Inisiator Pesraman Penjor Agung Jagadhita, Jro Penjor Wisnaya, mengungkapkan keinginannya untuk mewujudkan embrio Desa Bengkala sebagai desa wisata budaya hindu berlandaskan tradisi dan budaya hindu.

Sementara itu, Kepala Desa Bengkala, Made Arpana, mengatakan diresmikan sebanyak 13 siswa yang akan belajar sebagai pemangku, yang nantinya diharapkan dapat mengabdikan diri di tengah masyarakat, sehingga dapat mengembangkan keilmuan agama yang sesuai dengan adat istiadat hindu di Bali.

Pembelajaran dan pemberdayaan umat se-dharma berasaskan Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Tri Guna Penjor dalam upaya untuk menyelaraskan kerangka Hindu. Diharapkan mampu mencerdaskan umat beragama dan mementaskan kehidupan yang lebih baik dan bahagia. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Pastika Kukuhkan 225 Siswa SMA/SMK Negeri Bali Mandara

BALIPORTALNEWS.COMMasih banyaknya anak – anak miskin yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah merupakan sebuah pekerjaan besar bukan hanya bagi pemerintah namun juga bagi masyarakat yang memiliki kemampuan yang lebih. Oleh karena itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menekankan agar para guru dan instruktur di SMA/SMK Negeri Bali Mandara untuk tetap berpihak kepada orang miskin.

Demikian ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara Inaugurasi Siswa Baru SMA/SMK Negeri Bali Mandara Tahun Ajaran 2016/2017 di Aula SMA Negeri Bali Mandara, Desa Kubutambahan, Buleleng, Sabtu (20/8/2016).

“Masih ada ribuan anak miskin di Bali yang perlu bantuan kita dan itu adalah pekerjaan besar kita, oleh karena itu para guru dan instruktur disini serta masyarakat Bali harus tetap berpihak kepada anak – anak miskin tersebut,” tegas Pastika yang menurutnya hanya dengan cara tersebutlah orang – orang miskin tersebut bisa keluar  dari lingkaran kemiskinannya.

“Untuk bangkit sensiri mereka sudah tidak bisa, bukan tidak mau itu persoalanya, dan hanya dengan bantuan kitalah mereka akan mampu untuk bangkit,” jelas Pastika yang sangat mengingikan agar anak – anak miskin tersebut juga memiliki kesempatan kembali untuk bersekolah. “Ini yang sangat mengganggu pikiran saya, mereka punya cita – cita yang tinggi tapi untuk melanjutkan sekolah tidak bisa, kita bisa bayangkan akan seperti apa mereka jika kita biarkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut  Pastika juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadi manja dengan kondisi fasilitas yang sudah sangat lengkap seperti saat ini. Para siswa diminta bersungguh – sungguh dalam menjalankan proses pendidikan serta selalu menjaga kekompakan intern, antar siswa SMA atau antar siswa SMK maupun kekompakan antara siswa SMA dan SMK.

“Setiap butir nasi yang kalian makan adalah nasinya rakyat Bali tidak semua mendapatkan kesempatan seperti saat ini, oleh karena itu saya minta kepada kalian untuk benar – benar bekerja keras, jaga kekompakan, tidak ada perbedaan, jangan ada pemisahan kalian adalah bersaudara, belajar yang sungguh – sungguh untuk meningkatkan kualitas diri kalian,” tegas Pastika.

Sementara itu Kepala SMA Negeri Bali Mandara Nyoman Darta menjelaskan, perekrutan peserta didik di SMA/SMK Negeri Bali Mandara sangat ketat dan berlangsung selama 6 bulan. Dalam seleksi tersebut, ada tiga tahap yang harus dilewati calon siswa, sebelum mereka dinyatakan lolos diterima di sekolah unggulan tersebut. Tahap pertama, seleksi administrasi (paper based).

Tahap kedua, survei ke rumah calon siswa (home visit) masing-masing. Tahap ketiga, penggalian disiplin dan kecakapan yang dilaksanakan di sekolah (boot camp). Peserta didik baru SMAN Bali Mandara yang  dikukuhkan sejumlah 96 orang. Sedangkan untuk peserta didik baru SMKN Bali Mandara jumlahnya mencapai 129 orang.

Rinciannya, jumlah siswa baru dari Kabupaten Buleleng mencapai 119 orang (terdiri dari 84 siswa SMAN Bali Mandara dan 35 siswa SMKN Bali Mandara). Sedangkan siswa dari Kabupaten Karangasem menduduki peringkat kedua terbanyak dengan 24 orang, disusul dari Kabupaten Tabanan (17 orang), dari Kabupaten Badung (15 orang) dari Kabupaten Gianyar (15 orang), dari Kota Denpasar (13 orang), dari Kabupaten Jembrana (11 orang), dari Kabupaten Bangli (6 orang), dan paling sedikit asal; Kabupaten Klungkung (hanya 5 orang). Dalam kesempatan tersebut ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Pastika sebagai pencetus ide/konsep dari SMA/SMK Negeri Bali Mandara.

Menurutnya hal tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi para siswa baru bahwa mereka masih ada yang memperhatikan walaupun mereka adalah anak – anak miskin sehingga mampu untuk memberikan sebuah pemahaman bahwa kemiskinan tersebut bukan pengahalang untuk meraih sebuah kesuksesan.

Pengukuhan siswa baru ditandai dengan penyematan pin SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang dilakukan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama beserta Ny. Ningsih Adi Wiryatama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, serta Kepala SMA dan SMK Negeri Bali Mandara.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan acara Grand Opening Indian Corner di SMA Negeri Bali yang ditandai dengan pemotonmgan pita oleh Gubernur Pastika dan Konjen India R.O. Sunil Babu. (humas pemprov bali)

 

Respon Informasi Netizen, Pastika Kirim Bantuan ke Desa Sembiran Tejakula

BALIPORTALNEWS.COMMerespon informasi netizen yang disampaikan melalui media sosial (medsos), Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus staf Biro Humas Setda Provinsi Bali untuk mengirim bantuan respon cepat bagi keluarga Made Redana di Dusun Bukit Seni, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Senin (15/8/2016).

Melalui akun FB Gubernur Pastika, Made Redana memposting foto dan menyampaikan kondisi keluarganya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Selain terbelit masalah ekonomi, kediaman Redana juga belum terjangkau listrik hingga menyulitkan putra putrinya dalam belajar. 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Redanasaat ini merantau di Denpasar menjadi sopir truk dengan penghasilan tak menentu. Dia pun terpaksa tinggal terpisah dari sang istri Ni Ketut Sutarini yang menetap di kampung bersama empat anak mereka.

Tim Humas yang mendatangi kediaman Made Redana mendapati Ketut Sutarini sedang bekerja memetik cengkeh. Kata Sutarini, kesempatan menjadi buruh pemetik cengkeh hanya didapat saat musim panen. "Kalau memetik cengkeh, dalam sehari dapat upah Rp. 80.000. Kalau tidak musim, saya kerja serabutan sepertimembersihkan kebun dengan bayaran lebih sedikit," ujarnya. 

Sutarini mengaku harus pintar-pintar mengelola uang agar bisa menutupi biaya sekolah putra-putri mereka. Bahkan, dua anaknya yang duduk di bangku SMK dan SMP turut menjadi buruh pemetik cengkeh sepulang sekolah. "Lumayan dipakai untuk uang jajan mereka," imbuhnya.

Kepada staf humas yang menyambangi kediamannya, Sutarini tak kuasa menahan haru dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur Pastika. Selain bantuan respon cepat berupa uang tunai dan beras yang sudah diterimanya, wanita 35 tahun ini sangat berharap bantuan penerangan listrik. “Selain itu, kami juga berharap bantuan bak penampungan air,” imbuhnya.

Menanggapi harapan tersebut, Staf Dinas PU Provinsi Bali I Gusti Bagus Setiyawan yang turut dalam penyerahan bantuan menyarankan agar keluarga Redana menyampaikan proposal permohonan bantuan panel surya. “Ajukan proposal ke Dinas PU Provinsi Bali, nanti kami proses untuk memperoleh bantuan dari pihak kementerian,” ujarnya.

Alternatif itu ditawarkan mengingat posisi rumah Made Redana yang cukup terisolir sehingga permohonan listrik ke PLN kemungkinan tak bisa dipenuhi dalam jangka waktu dekat. Guna mempercepat pengajuan proposal, Bagus Setiyawan meminta Kelian Dinas mengkoordinir warga yang rumahnya belum teraliri listrik. “Kalau proposalnya segera diajukan, bantuan bisa terealisasi tahun 2017,” ujar Bagus Setiyawan seraya menyebut bahwa saat ini 118 KK di Bangli telah menikmati program listrik panel surya tersebut.

Penjabat Kepala Desa Sembiran Gede Ardipa yang ikut mendampingi Tim Humas dalam penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Pastika kepada warganya. Dia menjelaskan bahwa Desa Sembiran berpenduduk 1.710 KK dan 330 KK diantaranya masuk kategori Miskin. “Paling banyak yaitu 76 KK memang ada di Dusun Bukit Seni,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kelian Dinas Dusun Bukit Seni Nyoman Kariasa. Hanya saya dia mengatakan bahwa data kemiskinan itu bisa jadi telah berubah karena fakta di lapangan rata-rata perekonomian warganya mulai membaik.

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Pastika Targetkan 1 Shortcut Selesai di Tahun 2017

BALI-PORTAL-NEWS.COM Gubernur Bali Made Mangku Pastika menargetkan satu dari 10 rencana pembangunan shortcut segera terealisasi untuk jalur Denpasar Singaraja di tahun 2017.  Hal tersebut disampaikannya saat menerima paparan paparan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII Sayeful Anwar di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (2/8/2016).

“Minimal 1 shortcut itu selesai lah, ini sudah sangat lama kita wacanakan namun sampai sekarang belum ada realisasi, yang lainnya menyusul bersamaan dengan upaya – upaya penyelesaian masalah lainnya seperti pembebasan lahan,” jelas Pastika yang menurutnya pembangunan jalur shortcut tersebut sangat memberikan manfaat dalam upaya memperpendek jarak tempuh dari Denpasar ke Singaraja. Selain itu shortcut tersebut diharapkan mampu untuk mengurangi kemacetan di jalur tersebut mengingat jika saat liburan jalur tersebut sering terjadi kemacetan. Lebih lanjut disampaikan Pastika, jika kedepannya terjadi permasalahan agar segera dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti masalah pembebasan lahan.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII Sayeful Anwar menyatakan sepanjang jalur Denpasar – Singaraja tersebut nantinya akan ada 10 shortcut. Namun dari 10 shortcut tersebut hanya 4 shorcut yang memungkinkan untuk segera dibangun sisanya masih memiliki permasalahan terkait dengan kelandaian yang melebihi 10%. Selain itu permasalahan pembebasan lahan juga masih belum terselesaikan sampai saat ini, sehingga pihaknya mengharapkan masukan – masukan dari instansi terkait sehingga dapat segera memperoleh solusi.

Sumber : Humas Pemprov Bali

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan