Gubernur Pastika Kukuhkan 225 Siswa SMA/SMK Negeri Bali Mandara

BALIPORTALNEWS.COMMasih banyaknya anak – anak miskin yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah merupakan sebuah pekerjaan besar bukan hanya bagi pemerintah namun juga bagi masyarakat yang memiliki kemampuan yang lebih. Oleh karena itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menekankan agar para guru dan instruktur di SMA/SMK Negeri Bali Mandara untuk tetap berpihak kepada orang miskin.

Demikian ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara Inaugurasi Siswa Baru SMA/SMK Negeri Bali Mandara Tahun Ajaran 2016/2017 di Aula SMA Negeri Bali Mandara, Desa Kubutambahan, Buleleng, Sabtu (20/8/2016).

“Masih ada ribuan anak miskin di Bali yang perlu bantuan kita dan itu adalah pekerjaan besar kita, oleh karena itu para guru dan instruktur disini serta masyarakat Bali harus tetap berpihak kepada anak – anak miskin tersebut,” tegas Pastika yang menurutnya hanya dengan cara tersebutlah orang – orang miskin tersebut bisa keluar  dari lingkaran kemiskinannya.

“Untuk bangkit sensiri mereka sudah tidak bisa, bukan tidak mau itu persoalanya, dan hanya dengan bantuan kitalah mereka akan mampu untuk bangkit,” jelas Pastika yang sangat mengingikan agar anak – anak miskin tersebut juga memiliki kesempatan kembali untuk bersekolah. “Ini yang sangat mengganggu pikiran saya, mereka punya cita – cita yang tinggi tapi untuk melanjutkan sekolah tidak bisa, kita bisa bayangkan akan seperti apa mereka jika kita biarkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut  Pastika juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadi manja dengan kondisi fasilitas yang sudah sangat lengkap seperti saat ini. Para siswa diminta bersungguh – sungguh dalam menjalankan proses pendidikan serta selalu menjaga kekompakan intern, antar siswa SMA atau antar siswa SMK maupun kekompakan antara siswa SMA dan SMK.

“Setiap butir nasi yang kalian makan adalah nasinya rakyat Bali tidak semua mendapatkan kesempatan seperti saat ini, oleh karena itu saya minta kepada kalian untuk benar – benar bekerja keras, jaga kekompakan, tidak ada perbedaan, jangan ada pemisahan kalian adalah bersaudara, belajar yang sungguh – sungguh untuk meningkatkan kualitas diri kalian,” tegas Pastika.

Sementara itu Kepala SMA Negeri Bali Mandara Nyoman Darta menjelaskan, perekrutan peserta didik di SMA/SMK Negeri Bali Mandara sangat ketat dan berlangsung selama 6 bulan. Dalam seleksi tersebut, ada tiga tahap yang harus dilewati calon siswa, sebelum mereka dinyatakan lolos diterima di sekolah unggulan tersebut. Tahap pertama, seleksi administrasi (paper based).

Tahap kedua, survei ke rumah calon siswa (home visit) masing-masing. Tahap ketiga, penggalian disiplin dan kecakapan yang dilaksanakan di sekolah (boot camp). Peserta didik baru SMAN Bali Mandara yang  dikukuhkan sejumlah 96 orang. Sedangkan untuk peserta didik baru SMKN Bali Mandara jumlahnya mencapai 129 orang.

Rinciannya, jumlah siswa baru dari Kabupaten Buleleng mencapai 119 orang (terdiri dari 84 siswa SMAN Bali Mandara dan 35 siswa SMKN Bali Mandara). Sedangkan siswa dari Kabupaten Karangasem menduduki peringkat kedua terbanyak dengan 24 orang, disusul dari Kabupaten Tabanan (17 orang), dari Kabupaten Badung (15 orang) dari Kabupaten Gianyar (15 orang), dari Kota Denpasar (13 orang), dari Kabupaten Jembrana (11 orang), dari Kabupaten Bangli (6 orang), dan paling sedikit asal; Kabupaten Klungkung (hanya 5 orang). Dalam kesempatan tersebut ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Pastika sebagai pencetus ide/konsep dari SMA/SMK Negeri Bali Mandara.

Menurutnya hal tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi para siswa baru bahwa mereka masih ada yang memperhatikan walaupun mereka adalah anak – anak miskin sehingga mampu untuk memberikan sebuah pemahaman bahwa kemiskinan tersebut bukan pengahalang untuk meraih sebuah kesuksesan.

Pengukuhan siswa baru ditandai dengan penyematan pin SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang dilakukan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama beserta Ny. Ningsih Adi Wiryatama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, serta Kepala SMA dan SMK Negeri Bali Mandara.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan acara Grand Opening Indian Corner di SMA Negeri Bali yang ditandai dengan pemotonmgan pita oleh Gubernur Pastika dan Konjen India R.O. Sunil Babu. (humas pemprov bali)

 

Respon Informasi Netizen, Pastika Kirim Bantuan ke Desa Sembiran Tejakula

BALIPORTALNEWS.COMMerespon informasi netizen yang disampaikan melalui media sosial (medsos), Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus staf Biro Humas Setda Provinsi Bali untuk mengirim bantuan respon cepat bagi keluarga Made Redana di Dusun Bukit Seni, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Senin (15/8/2016).

Melalui akun FB Gubernur Pastika, Made Redana memposting foto dan menyampaikan kondisi keluarganya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Selain terbelit masalah ekonomi, kediaman Redana juga belum terjangkau listrik hingga menyulitkan putra putrinya dalam belajar. 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Redanasaat ini merantau di Denpasar menjadi sopir truk dengan penghasilan tak menentu. Dia pun terpaksa tinggal terpisah dari sang istri Ni Ketut Sutarini yang menetap di kampung bersama empat anak mereka.

Tim Humas yang mendatangi kediaman Made Redana mendapati Ketut Sutarini sedang bekerja memetik cengkeh. Kata Sutarini, kesempatan menjadi buruh pemetik cengkeh hanya didapat saat musim panen. "Kalau memetik cengkeh, dalam sehari dapat upah Rp. 80.000. Kalau tidak musim, saya kerja serabutan sepertimembersihkan kebun dengan bayaran lebih sedikit," ujarnya. 

Sutarini mengaku harus pintar-pintar mengelola uang agar bisa menutupi biaya sekolah putra-putri mereka. Bahkan, dua anaknya yang duduk di bangku SMK dan SMP turut menjadi buruh pemetik cengkeh sepulang sekolah. "Lumayan dipakai untuk uang jajan mereka," imbuhnya.

Kepada staf humas yang menyambangi kediamannya, Sutarini tak kuasa menahan haru dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur Pastika. Selain bantuan respon cepat berupa uang tunai dan beras yang sudah diterimanya, wanita 35 tahun ini sangat berharap bantuan penerangan listrik. “Selain itu, kami juga berharap bantuan bak penampungan air,” imbuhnya.

Menanggapi harapan tersebut, Staf Dinas PU Provinsi Bali I Gusti Bagus Setiyawan yang turut dalam penyerahan bantuan menyarankan agar keluarga Redana menyampaikan proposal permohonan bantuan panel surya. “Ajukan proposal ke Dinas PU Provinsi Bali, nanti kami proses untuk memperoleh bantuan dari pihak kementerian,” ujarnya.

Alternatif itu ditawarkan mengingat posisi rumah Made Redana yang cukup terisolir sehingga permohonan listrik ke PLN kemungkinan tak bisa dipenuhi dalam jangka waktu dekat. Guna mempercepat pengajuan proposal, Bagus Setiyawan meminta Kelian Dinas mengkoordinir warga yang rumahnya belum teraliri listrik. “Kalau proposalnya segera diajukan, bantuan bisa terealisasi tahun 2017,” ujar Bagus Setiyawan seraya menyebut bahwa saat ini 118 KK di Bangli telah menikmati program listrik panel surya tersebut.

Penjabat Kepala Desa Sembiran Gede Ardipa yang ikut mendampingi Tim Humas dalam penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Pastika kepada warganya. Dia menjelaskan bahwa Desa Sembiran berpenduduk 1.710 KK dan 330 KK diantaranya masuk kategori Miskin. “Paling banyak yaitu 76 KK memang ada di Dusun Bukit Seni,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kelian Dinas Dusun Bukit Seni Nyoman Kariasa. Hanya saya dia mengatakan bahwa data kemiskinan itu bisa jadi telah berubah karena fakta di lapangan rata-rata perekonomian warganya mulai membaik.

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Pastika Targetkan 1 Shortcut Selesai di Tahun 2017

BALI-PORTAL-NEWS.COM Gubernur Bali Made Mangku Pastika menargetkan satu dari 10 rencana pembangunan shortcut segera terealisasi untuk jalur Denpasar Singaraja di tahun 2017.  Hal tersebut disampaikannya saat menerima paparan paparan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII Sayeful Anwar di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (2/8/2016).

“Minimal 1 shortcut itu selesai lah, ini sudah sangat lama kita wacanakan namun sampai sekarang belum ada realisasi, yang lainnya menyusul bersamaan dengan upaya – upaya penyelesaian masalah lainnya seperti pembebasan lahan,” jelas Pastika yang menurutnya pembangunan jalur shortcut tersebut sangat memberikan manfaat dalam upaya memperpendek jarak tempuh dari Denpasar ke Singaraja. Selain itu shortcut tersebut diharapkan mampu untuk mengurangi kemacetan di jalur tersebut mengingat jika saat liburan jalur tersebut sering terjadi kemacetan. Lebih lanjut disampaikan Pastika, jika kedepannya terjadi permasalahan agar segera dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti masalah pembebasan lahan.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII Sayeful Anwar menyatakan sepanjang jalur Denpasar – Singaraja tersebut nantinya akan ada 10 shortcut. Namun dari 10 shortcut tersebut hanya 4 shorcut yang memungkinkan untuk segera dibangun sisanya masih memiliki permasalahan terkait dengan kelandaian yang melebihi 10%. Selain itu permasalahan pembebasan lahan juga masih belum terselesaikan sampai saat ini, sehingga pihaknya mengharapkan masukan – masukan dari instansi terkait sehingga dapat segera memperoleh solusi.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Apresiasi Dibukanya STAHN Mpu Kuturan di Singaraja

BALI-PORTAL-NEWS.COM Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dibukanya Sekolah Tinggi Negeri baru di wilayah utara Bali, yaitu Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan. Dia menyatakan kebahagiaan dan kebangaannya dengan bertambahnya lagi sekolah tinggi yang berbasis agama Hindu di Bali. Hal itu disampaikannya ketika menerima audiensi dari rombongan STAHN Mpu Kuturan yang dipimpin oleh Ketua sekolah itu, I Made Suweta, di ruang Gubernur, Denpasar (1/8/2016).

Pastika menambahkan pertumbuhan sekolah tinggi berbasis agama masih sangat diperlukan di Bali dalam rangka membentuk karakter anak muda Bali. “Jadi saya harap sekolah ini bisa mengantarkan agama dan falsafah Hindu sebagai tiang utama di Bali bahkan hingga Indonesia dan global,” cetus orang nomor satu di Bali itu. Ia juga berharap  keberadaannya dalam upaya memberikan pencerahan kepada umat.

Selain itu, keberadaan sekolah tinggi tersebut di bagian utara Bali merupakan upaya positif  dengan tujuan untuk pemerataan. “Jadi semua tidak berpusat di selatan saja, dan hal ini juga bisa menjadikan pembangkit spirit kota Singaraja sebagai kota pendidikan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur yang berasal dari Buleleng itu juga berpesan agar perguruan tinggi tersebut tidak saling berebut mahasiswa. Posisi STAHN sendiri sebagai sekolah negeri bisa menjadi nilai plus tersendiri, karena tidak harus menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya. “Tidak apa-apa jika kita hanya menerima 30 atau 40 mahasiswa tahun ini, yang penting kualitas sekolah ini dan lulusannya mampu bersaing. Jadi jangan hanya berlomba-lomba cetak sarjana, tapi tanggung jawab kita mencetak muda mudi Hindu yang benar-benar berkarakter Hindu secara utuh,” imbuhnya.

Selain itu, dia berharap sekolah ini juga mampu mencetak lulusan dharma duta (pemberi dharma wacana-red) yang mumpuni. “Terus terang saya kagum melihat anak-anak muda yang sudah bisa memberikan kotbah dengan baik, seperti Alm. Ustaz Uje, Ustaz Mansur dll, saya ingin anak muda Bali juga bisa seperti itu. Karena jika anak muda yang menyampaikan bisa lebih aktual dan realistis,” jelasnya.

Sementara itu I Made Suweta melaporkan perkembangan sekolah yang dipimpinnya yang dibuka pada bulan Maret yang lalu. Sekolah yang diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin tersebut, di tahun pertamanya telah mampu menjaring mahasiswa sekitar 100 orang. Menurutnya jumlah itu cukup bagus untuk ukuran sekolah tinggi yang terbilang baru. Akan tetapi, dia menambahkan untuk saat ini masih terdapat beberapa kendala sepertinya kurangnya sarana dan prasarana pendidikan.

Untuk menyikapi permasalahan tersebut, pihaknya melakukan kerjasama dengan griya ataupun pesraman yang dekat, agar mahasiswanya bisa belajar dulu. Dalam kesempatan itu Suweta juga mengundang Gubernur Pastika menghadiri General Stadium yang akan dilaksanakan bulan September mendatang.

Menanggapi permasalahan tersebut, Pastika menyarankan untuk menggunakan fasilitas di asrahm Bedugul untuk kegiatan belajar mengajar, bahkan bisa meminjam fasilitas laboratorium di SMA Bali Mandara.

Dalam pertemuan pagi itu hadir pula Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan Olah Raga, TIA Kusuma Wardhani, Kepala Dinas Kebudayaan Dewa Beratha, Kepala Biro Pemerintahan Jayadi Jaya, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, AA Gede Geriya dan Kepala Biro Humas Setda Bali I Dewa Gede Mahendra Putra.

Sumber : Humas Pemprov Bali