29 C
Denpasar
Kamis, 18 Oktober 2018

Inagurasi 152 Taruna, Gubernur Pastika Minta Para Taruna Miliki Spirit, Skil dan Stamina Tinggi

BALIPORTLANEWS.COM, BULELENG – SMA Taruna Mandara merupakan salah satu sekolah swasta yang ada di Buleleng. Sekolah yang didirikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dibawah pengelolaan Yayasan Mandara Sejati ini mengadopsi sistem pendidikan yang selama ini telah diterapkan di SMA/SMK Negeri Bali Mandara di Kubutambahan, Buleleng milik Pemerintah Provinsi Bali. Sehingga diharapkan para Taruna memiliki Spirit, Skil dan Stamina yang tinggi agar dapat bersaing dan tentunya berprestasi. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara Inagurasi “Eka Pradana” SMA Taruna Mandara, di Desa Kaliasem, Kec. Banjar, Buleleng, Sabtu (21/7/2018).

Lebih lanjut, Pastika juga meminta kepada para Taruna agar bisa memanfaatkan kesempatan selama mengenyam pendidikan dengan baik. Untuk diketahui, para Taruna yang bersekolah di SMA Taruna Mandara tidak  hanya dari anak kurang mampu namun juga dari kalangan keluarga mampu dengan pembiayaan subsidi silang. Untuk angkatan pertama ini, keseluruhan Taruna merupakan laki-laki.

“Saya bersyukur bisa mendirikan sekolah ini, sekolah ini mengadopsi sistem pendidikan yang telah dilaksanakan di SMA/SMK Negeri Bali Mandara. Saya mohon maaf kepada orang tua karena gedung belum sepenuhnya selesai dikerjakan, namun yang pasti untuk proses belajar sudah bisa dilaksanakan. Untuk diketahui juga, 152 Taruna sekarang adalah laki-laki. Hal ini karena asrama untuk perempuan belum tersedia sehingga kami (SMA Taruna Mandara-red) harus menolak pelamar perempuan,” ungkap Pastika.

Selain itu, Pastika juga meminta kepada orang tua agar tidak terlalu memanjakan anaknya. Pastika menjamin di SMA Taruna Mandara tidak terjadi kekerasan seperti halnya sekolah serupa di luar Bali. Tak hanya itu, Pastika juga menegaskan beberapa hal terkait aturan yang harus dituruti para Taruna.

“Buat para orang tua, jangan terlalu dimanjakan anakanya. Biarkan mereka disini mengenyam pendidikan, saya jamin disini tidak ada kekerasan. Untuk para Taruna harus mengikuti aturan disini, jangan ada yang nyontek, berkelahi, mencuri serta aturan lainnya,” tegasnya.

Pastika berharap, dengan adanya Spririt, Skil dan Stamina yang dimiliki para Taruna SMA Taruna Mandara dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki daya saing. Hadir pula pada acara tersebut, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemprov Bali.(humas-bali/bpn)

Pastika Tradisikan Kegiatan Berbagi dengan KK Miskin di Momen Hari Raya

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mentradisikan kegiatan berbagi dengan KK Miskin khususnya yang sudah lanjut usia pada momentum hari besar keagamaan. Bertepatan dengan Hari Penampahan Kuningan, Jumat (8/6/2018) kemarin, Pastika yang didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali menyambangi tiga lansia dari keluarga kurang mampu dan telantar di wilayah Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Hal serupa telah dilaksanakan oleh Gubernur Pastika pada momen Penampahan Galungan lalu.

Kunjungan diawali di kediaman Dadong Mustri (80) di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar. Wanita renta ini hidup seorang diri di rumahnya yang sangat sederhana. Menurut penuturan Dadong Mustri, tiga anak perempuannya telah menikah dan hanya sesekali datang menengok. Hidup serba terbatas, nenek dengan tubuh bongkok ini menggantungkan hidup dari kegiatan menganyam ketupat dan belas kasihan keluarga dan tetangga sekitar.

Selanjutnya Pastika mendatangi rumah Ni Ketut Rokning di Banjar Taman Sari, Desa Sulanyah. Rokning yang juga sebatang kara mengalami cacat bawaan pada kaki sehingga tak bisa berjalan. Pastika mengakhiri kunjungannya di gubuk Ketut Sunika (62) di Dusun Tegal Desa Bubunan. Sepeninggal suaminya, Sunika yang sakit-sakitan hidup prihatin dalam rumah bedeng tak layak huni. Sementara bantuan bedah rumah terkendala karena Sunika menempati lahan milik keluarga yang belum memberi persetujuan.

Gubernur Pastika menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami ketiga lansia di usia senjanya. Untuk itu, ia menggugah kepedulian pihak keluarga dan tetangga sekitar. “Kalau masih punya hati nurani dan belas kasih, ayolah kita bantu rawat mereka,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Pastika kembali menyinggung kearifan lokal seperti menyama braya dan paras paros yang sepertinya belum sepenuhnya bisa diterapkan. Selain itu, masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu juga punya filosofi yang adiluhung yaitu Vasudhaiva Kutumbakam (kita semua di dunia ini adalah satu keluarga). “Mari kita betul-betul terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya jadi slogan, evaluasi cara beragama kita,” ujarnya.

Pada bagian lain, Pastika minta para camat, kepala desa maupun bendesa untuk menyisir warganya yang kurang mampu dan membawakan makanan serta bantuan lain untuk mereka. Dalam kunjungannya, Pastika menyerahkan bantuan berupa sembako dan nasi bungkus yang bisa langsung dinikmati lansia. (humas-bali/bpn)

Libur Galungan, MPP Kota Denpasar Ikuti Surat Edaran

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Berkenaan dengan libur fakultatif Hari Suci Galungan dan Kuningan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma Kota Denpasar turut libur sesauai dengan surat edaran Gunernur Bali Nomor : 003.1/8044/PAKAP/BKD Point 3 Tanggal 7 Desember 2017 tentang hari libur nasional, cuti bersama dan dispensasi Hari Suci Hindu. Karenanya, masyarakat yang hendak memanfaatkan layanan yang berada di MPP Kota Denpasar dapat memanfaatkannya pada Senin (28/5/2018) hari ini sebelum memasuki libur dispensasi Hari Suci Galungan.

Sekretaris DPMPTSP Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Mandala Putra saat dikonfirmasi Sabtu (26/5/2018) menjelaskan bahwa sesuai dengan surat edaran edaran Gunernur Bali tentang hari libur nasional, cuti bersama dan dispensasi Hari Suci Hindu bahwa pelaksanaan hari Suci Galungan yang jatuh pada Rabu (30/5) mendatang ini sedianya terdapat lima kali libur dispensasi yakni pada Penampahan Galungan, Galungan, Umanis Galungan, Penampahan Kuningan, serta Kuningan.

Lebih lanjut dikatakan Mandala Putra, pada rangkaian pelaksanaan Hari Suci Galungan dan Kuningan yang akan datang kebetulan saat Penampahan Galungan termasuk hari libur nasional yakni Hari Waisak. Dan pada Pahing Galungan juga bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila (1/6/2018) juga termasuk libur nasional.

“Pada perayaan Galungan dan Kuningan yang akan datang ini kami di MPP Sewaka Dharma Kota Denpasar mengikuti surat edaran libur nasional dan libur dispensasi dari Gunernur Bali, dan kebetulan beberapa rangkaianya termasuk hari libur nasional,” jelasnya.

Mandala Putra menambahkan, nantinya MPP Kota Denpasar tetap beroperasi saat Penyajian Galungan, yakni Senin (28/5/2018), dan beroperasi kembali setelah libur dispensasi Galungan yakni pada Senin (4/6/2018). Sedangkan untuk libur dispensasi Hari Suci Kuningan yakni hanya dilaksanakan sekali pada Jumat (8/6/2018), karena Hari Suci Kuningan bertepatan dengan hari Sabtu (9/6/2018).

Hal senada disampaikan Plt. Kadisukcapil Kota Denpasar, AA Istri Agung, pihaknya mengatakan bahwa Disdukcapil Kota Denpasar melaksanakan pelayanan sesuai dengan surat edaran dari gubernur Bali tentang hari libur nasional dan libur dispensasi. “Senin (28/5/2018) kami tetap melayani seperti biasa, kembali melayani masyarakat pada Senin (4/6/2018) mendatang sesuai dengan edaran libur nasional dan libur dispensasi hari suci Hindu,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Ketut Tangkas, Keluarga Miskin Tidur Berenam di Gubuk Sempit

BALIPORTALNEWS.COM – Kondisi Ketut Tangkas (32) yang tidur berenam didalam gubuk sempit berukuran 2 x 2 meter di Banjar Kauh Teben, Desa Jagaraga, Kec. Sawan, Buleleng yang dimuat di media mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Secara khusus, Gubernur Pastika mengutus Staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan sementara kepada keluarga Tangkas, Rabu (11/4/2018)

Gubuk tempat Tangkas bersama Istrinya Luh Suarmini (32) dan keempat anaknya tidur merupakan bale bengong milik saudaranya, yang diberi dinding dari seng dan triplek bekas. Diceritakan Tangkas, ia bersama keluarga kecilnya harus berdesakan tidur didalam gubuk sempit tersebut karena gubuk mereka tinggali sebelumnya roboh akibat diterjang hujan angin pada Desember 2017 lalu. Bisa dibayangkan bagaimana pengap dan tidak nyamannya mereka tinggal berenam dalam gubuk dengan ukuran sesempit itu.

“Sebelumnya saya tinggal disebelah sana (sambil menunjuk), namun roboh akibat diterjang hujan angin. Sekarang kita tinggal di bale bengong milik kakak ini, saya tutup dengan seng dan triplek agar punya tempat untuk tidur bersama istri dan anak-anak,” cerita Tangkas kepada tim yang mengunjunginya siang itu.

Ditambahkan Tangkas, ia tinggal satu pekarangan dengan rumah orang tuanya. Dalam pekarangan itu juga tinggal Lima saudaranya yang lain, dimana kondisi ekonominya juga sama seperti dirinya. Bahkan tempat tinggal Tangkas tidak memiliki aliran listrik, sehingga pada malam harinya hanya mengandalkan lampu Petromak. Tangkas yang tidak memiliki pekerjaan tetap, harus berusaha keras untuk bisa menafkahi keluarga kecilnya. Terlebih anak kelimanya saat ini baru berusia Lima hari, sehingga membutuhkan biaya untuk asupan gizi dan kesehatannya.

“Gubuk saya ini tidak ada listrik, hanya satu saudara saya ada listriknya. Itupun nyentel (ikut gabung-red) di tetangga,” ungkap Tangkas.

Kondisi Tangkas yang serba kekurangan tersebut dibenarkan Sekretaris Desa Jagaraga Nyoman Satiawan ketika ditemui tim dikantornya. Satiawan membenarkan jika Tangkas merupakan salah satu warganya yang termasuk dalam keluarga miskin, sehingga Tangkas memperoleh bantuan sosial dari pemerintah seperti beras sejahtera dan juga Kartu Indonesia Sehat (KIS). Lebih lanjut, Satiawan menjelaskan jika orang tua Tangkas sebelumnya pada tahun 2010 telah memperoleh bantuan bedah rumah. Tak hanya orang tuanya, salah satu saudaranya juga memperoleh bantuan rehab rumah pada tahun 2014 yang lalu. Bahkan Tangkas sendiri sudah didaftarkan untuk dibantu bedah rumah dari oemerintah, namun hingga kini belum terealisasi.

“Pihak Desa telah mengusulkan bantuan bedah rumah untuk Tangkas tahun 2018 ini, namun belum bisa. Sehingga kita usahakan untuk bantuan rehab rumah, infonya pertengahan tahun ini bisa terealisasi. Untuk bantuan lain seperti beras sejahtera, KIS, keluarga Tangkas menerimanya,” jelas Satiawan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pastika menitipkan sejumlah uang untuk dapat digunakan oleh keluarga Tangkas memenuhi kebutuhan sehari-harinya. (humas-bali/bpn)

Gubernur Bali Bantu Pasutri Miskin Di Desa Panji Sukasada Buleleng

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Harapan pasutri Putu Loka (64) bersama istrinya Made Suci yang tinggal di Dusun Delod Kauh, Desa Panji, Sukasada, Buleleng untuk mendapatankan bantuan Gubernur Bali akhirnya terkabul. Begitu foto pasutri ini muncul di salah satu media masa, Senin (26/3/2018) Gubernur langsung mengutus beberapa staf Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Bali untuk terjun mengecek langsung ke kelapangan.

Diantar Kasi Kesra Kantor Desa Panji, Gede Ardana, rombongan yang dipimpin Kepala Bagian Publikasi, Pengumpulan dan Penyaringan Informasi, Made Ady Mastika bertandang ke gubug tempat pasutri ini beristirahat. Untuk sementara Gubernur Bali hanya memberikan bantuan sejumlah uang agar bisa meringankan biaya hidup yang bersangkutan untuk beberapa bulan ke depan.

 Seperti di wartakan di salah satu media lokal bahwa ada sepasang suami istri miskin di Dusun Kedlod Kauh, Desa Panji, Sukasada, yang luput dari bantuan pemerintah. Pasutri yang sudah renta dan sakit sakitan khususnya Made Suci yang mengalami gangguan pada mata, hidup dari menjual porosan.

Meski mereka memiliki dua orang anak tetapi mereka tidak mau membebani  kehidupan keluarga anak-anaknya, terpaksa mereka harus hidup mandiri. Meskipun pada siang harinya mereka tinggal di gubug, tetapi pada malam hari mereka tetap tidur di rumah bersama anak-anak mereka. Maka dari itu Loka da Suci sangat berharap ada perhatian dari Bapak Gubernur Bali, Made Mangku Pastika,

Untuk sakit mata yang dialami Made Suci, Kabag Publikasi, Pengumpulan dan Penyarngan Informasi Biro Humas dan Protokol Setda prov Bali, Made Ady Mastika sudah melakukan Kordinasi dengan Pihak Rumah Sakit Mata Bali Mandara agar bisa membantu yang bersangkutan. Mastika menyarankan Pihak Kantor Desa bisa memfasilitasi keluarga ini agar bisa berobat ke Ramah Sakit, dan kalau bisa langgsung ke Rumah Sakit Mata Bali Mandara, dan Mastka berjanji akan membantu mempermudah prosesnya. (humas-bali/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Dadong Belek Asal Desa Tunjung-Kubutambahan

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kisah memilukan yang dialami dadong Nyoman Belek (80) yang Tinggal bersama Made Mudiasna (anak), Nyoman Yastimin (menantu), dan dua (2) orang cucunya Wayan Gunawan dan Made Windi Saputra di Banjar Dinas Dangin Margi, Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan-Buleleng mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Dengan mengirim Tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Gubernur Pastika meminta agar kondisi dadong Belek yang tidak memiliki jaringan kesehatan akibat terkendala administrasi kependudukan (KTP)  untuk bisa dikoordinasikan dan dibantu.

Sekalipun tinggal bersama anak dan menantu, namun hingga saat ini dadong Belek tidak mendapatkan kartu Indonesia sehat (KIS) maupun BPJS PBI (penerima bantuan iuran), karena namanya tidak masuk kedalam Kartu Keluarga (KK).

Dadong Belek yang sudah renta ini, kesehariannya hanya bisa memasak daun keladi untuk teman nasinya. Tidak banyak yang bisa diharapkan dari anak semata wayangnya Made Mudiasna yang hanya bekerja serabutan sebagai buruh proyek.

Mereka menempati rumah kontrakan ukuran 2×6 meter, dengan dinding batu bata yang sudah rusak diatas tanah milik orang lain yang harus dibayarnya setiap Tahun Rp 350.000.

Kepala Desa Tunjung Kecamatan Kubutambahan – Buleleng membenarkan kondisi warganya dadong Belek seperti yang dimuat oleh sebuah media. Bahkan untuk beras sejahtera (rastra) pun dadong Belek tidak menerima Karena terkendala administrasi kependudukan.

Dibenarkan pula bahwa tahun lalu, dadong Belek sudah dibantu akan dibuatkan kartu keluarga oleh pihak desa, namun dadong Belek berhalangan hadir.

Saat ini sesuai program Pemerintah yakni jemput bola data kependudukan, maka dadong Belek kembali akan dibantu dalam mengurus administrasi kependudukan, sehingga memudahkan pengurusan kartu jaminan kesehatan, baik KIS maupun BPJS PBI.

Untuk meringankan beban hidup dadong Belek, Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sejumlah uang, yang nantinya diharapkan dapat digunakan untuk keperluan hidup sehari hari. (humas-bali/bpn)

Gubernur Pastika Bantu 2 Warga Miskin di Buleleng dan Susik Bondres yang Tengah Sakit Komplikasi

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi respon cepat terkait pemberitaan media massa tentang keberadaan dadong Ketut Sukranis (65). Lansia yang hidup sebatang kara tanpa anak, suami maupun keluarga untuk merawatnya. Dadong ranis (sebutan sehari-harinya) warga Banjar Dinas Kelod Kauh, Kecamatan Sukasada – Buleleng ini mengalami kebutaan sejak usia 2 bulan.

Untuk berteduh Dadong Ranis menempati rumah yang terbuat dari batu bata, berukuran 2×3 meter persegi dan berlantaikan tanah. Tidak cukup disitu, atap dapur yang digunakan untuk memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya pun nampak sudah mulai bocor.

Sedangkan usianya yang sudah lanjut membuatnya tidak mampu untuk berbuat banyak, yang mengakibatkan Dadong Ranis hanya mengandalkan belas kasihan dari warga lain untuk memenuhi kebutuhan makannya.

Terkadang untuk mengisi waktunya, Dadong Ranis beternak babi dan ayam yang ada di kamarnya, dan juga menjarit porosan (bahan sesajen) yang kemudian dijual kepada pembeli yang datang langsung ke rumahnya.

Hingga saat ini Dadong Ranis yang tergolong warga kurang mampu belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah, lantaran terkendala administrasi kependudukan (tidak memiliki KK dan KTP). Namun melihat kondisi Dadong Ranis yang seperti ini, Kepala Dusun setempat menggandeng komunitas sosial untuk menyalurkan bantuan sembako sebagai pemenuhan hidup sehari-harinya.

Kaur Perencanaan Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Putu Sedana yang ikut mendampingi membenarkan akan kondisi yang dialami Dadong Ranis. Dan pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Pastika melalui tim respon cepat dan berharap ada bantuan rehab untuk warganya ini.

Pada kesempatan yang sama tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali  juga mengunjungi Made Sih  warga miskin yang berasal dari Banjar Dinas Tenaon, Desa Alasangker – Buleleng. Sepanjang hidupnya setelah ditinggal meninggal oleh orangtuanya, Made Sih hidup sebatangkara diatas tanah milik Desa Adat dan memilih tidak menikah hingga saat ini. Di dalam gubuknya yang reot dan beratap bocor, Made Sih berteduh walaupun terkadang tetap harus basah kuyup saat musim hujan tiba.Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari Made Sih menjual pupuk dari kotoran sapi dan ngadas sapi (memelihara sapi milik oranglain).

Untuk meringankan beban hidup masing-masing dari warga miskin (Ketut Sukranis dan Made Sih) tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi menyerahkan bantuan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika berupa sejumlah uang, dengan harapan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Diwaktu yang sama, Gubernur Pastika juga memberikan perhatian kepada salah satu maestro seni bondres asal Bali Utara Made Ngurah Sadika (54) atau yang kita kenal “Susik Bondres” yang saat ini tengah terbaring lemas akibat menderita penyakit yang cukup serius. Gubernur Pastika juga pada kesempatan tersebut menitipkan bantuan untuk dapat meringankan beban keluarga dalam pengobatan Susik.

Ngurah Sadika ketika dijenguk Tim tengah terbaring lemah di Ruang Hemodialisa RSUD Buleleng karena harus menjalani cuci darah. Sang Istri Ni Luh Rening (46) yang saat itu mendampingi, mengatakan jika “Susik” saat ini tengah mengalami sakit komplikasi dan gagal ginjal. Selama 6 bulan terakhir ini, Susik harus menepi dari dunia pentasnya karena tak kuasa menahan sakit yang diderita.

“Bapak (Ngurah Sadika-red) harus menjalani cuci darah sebanyak Dua kali dalam seminggu yakni hari Selasa dan Kamis karena sakit komplikasi yang diderita, terakhir Bapak sakit gagal ginjal. Kakinya juga membengkak sekarang,” cerita Luh Rening.

Pada kesempatan tersebut, Ngurah Sadika mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali yang telah memberikan perhatian kepada dirinya. (humas-bali/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Keluarga Sumadi Asal Desa Sudaji Buleleng

BALIPORTALNEWS.COM – Respon cepat dilakukan Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengetahui adanya warga kurang mampu bernama Ketut Mas Sumadi (39) asal Banjar Kaja Kauh, Desa Sudaji, Kec. Sawan, Buleleng yang dimuat di beberapa media.

Sumadi tinggal bersama Istri dan ketiga anakanya dibangunan rumah yang bisa dibilang tidak layak huni. Betapa tidak, dinding rumah yang terbuat dari bata mentah tersebut kini sudah rapuh. Tak hanya itu, atapnya yang terbuat dari seng juga sudah karatan dan berlubang. Bahkan ketika hujan turun, mereka menggunakan terpal untuk berteduhnya. Daun pintu dan jendelanya sulit dibuka, karena sudah lapuk dimakan rayap sehingga bagian dalam rumahnya pun berbau apek. Yang lebih memprihatinkan lagi, tidak ada kamar mandi di bangunan rumahnya itu. Semua kebutuhan untuk memasak, mandi, cuci pakaian, hingga kebutuhan buang hajat, dilakukan di saluran irigasi dekat rumah mereka.

Untuk itu, Gubernur Pastika langsung mengutus tim respon cepat Biro Humas dan Protokol SetdaProvinsi Bali untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan sementara kepada keluarga Sumadi pada Rabu (28/2/2018) pagi.

Setelah berkoordinasi terlebih dahulu ke kantor Perbekel Desa Sudaji, tim langsung menuju kediaman Sumadi didampingi Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Sudaji I Made Mas Santika Putra. Ketika tim berkunjung, Sumadi tidak berada di rumah hanya sang Istri Luh Serki (35) serta ketiga buah hatinya yakni Kadek Anggara Natha (11), Komang Rudiasa (6), serta si bungsu Ketut Ani Ningsih (3). Sedangkan anak sulungnya Gede Ariaba (13) yang saat ini telah putus sekolah sedang bekerja di wilayah Tabanan sebagai buruh pasir.

“Bapak (Suami-red) sedang tidak ada dirumah, dia lagi keluar ada keperluan. Dirumah hanya berempat saja, kalau Gede (Anak Pertama-red) kerja jadi buruh di Tabanan,” ujar Luh Serki.

Diceritakan Serki, di rumah yang ia tinggali saat ini terdapat Dua kamar. Satu kamar untuk keluarganya, sedangkan Satu kamar lagi untuk adik iparnya (adik BUNGSU Sumadi). Rumah tersebut merupakan warisan dari orang tua Sumadi. Disamping rumah Sumadi yang masih dalam satu pekarangan (halaman-red), tinggal kedua adiknya juga.

“Kalau yang disamping-samping ini ditinggali saudara dari suami Saya, rumah yang Saya tinggali ini merupakan warisan dari Orang tua suami,” ceritanya.

Lebih lanjut, Serki mengatakan jika Sumadi hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara dirinya fokus mengasuh anak-anak, sehingga penghasilan yang didapat tidak menentu. Keterbatasan pendapatan itu membuat keluarga Sumadi pasrah dengan kondisi tempat tinggalnya. Ia memilih membiarkan rumahnya rusak dimakan waktu, karena tak ada biaya untuk merenovasi rumahnya tersebut.

“Ya semoga Saya dapat bantuan rehab atau bedah Rumah dari pemerintah agar keluarga Saya bisa tidur tenang dan hanya memikirkan mencari kerja untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya dan sekolah anak,” imbuh Serki.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Sudaji I Made Mas Santika Putra mengatakan, keluarga Mas Sumadi memang tercatat sebagai keluarga kurang mampu di wilayahnya. Hal itu juga dikuatkan dengan tercantumnya nama Sumadi dalam Basis Data Terpadu (BDT) yang diterbitkan Dinas Sosial Buleleng serta terdaftar sebagai keluarga miskin dalam basis data pemerintah. Keluarga Sumadi dijelaskan Santika saat ini telah memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang didamnya terdapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Khusus untuk bantuan rumah, Santika menyebut keluarga Sumadi akan mendapat bantuan rehab rumah pada tahu 2018 ini.

“Kami sudah usulkan tahun lalu. Informasinya tahun ini akan direalisasikan. Bantuannya itu berupa rehab, nanti akan kita coba usulkan untuk bantuan bedah rumah kalau tanah yang ditempati memungkinkan,” kata Santika.

Tak lupa, Santika juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali yang telah memberikan perhatian khusus kepada salah satu warganya. Ia berharap agar pemerintah terus memperhatikan warga lainnya yang kurang mampu, dan program pemprov Bali yang menurutnya sangat bagus dalam pengentasan kemiskinan ini bisa terus dilanjutkan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pastika menyerahkan sejumlah uang kepada keluarga Sumadi untuk digunakan membeli keperluan sehari-hari. (humas-bali/bpn)

Gubernur Pastika Respon Cepat 2 KK Kurang Mampu di Buleleng

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Gubernur Bali merespon pemberitaan media sosial terkait kondisi anak-anak dari pasutri Dewa Made Ukir dan Desak Putu Artiningsih yang keduanya mengalami kelumpuhan permanen di Banjar Dinas Kaja Kangin, Kecamatan Kubutambahan-Buleleng, Senin (12/2/2018).

Kedua anak tersebut bernama Dewa Kadek Kertiyasa lumpuh akibat kecelakaan saat duduk di sekolah tingkat SMP tahu 2011, sedangkan adiknya Dewa Komang Arijambe mengalami kelumpuhan sejak kelas 4 SD  diduga akibat polio.

Selama ini mereka hanya dirawat di rumah karena tidak memiliki biaya, begitu juga mereka tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Namun sebagai warga yang tercatat kurang mampu, mereka sudah menerima sembako tiap bulannya dari desa dan kursi roda dari sebuah komunitas.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bapaknya Dewa Made Ukir bekerja sebagai buruh nelayan, yang penghasilannya tidak menentu. Sedangkan ibunya Desak Putu Artiningsih tidak bekerja karena harus merawat dan menjaga Dewa Kadek Kertiyasa dan juga Dewa Komang Arijambe.

Selain mengunjungi keluarga Dewa Made Ukir, Tim Respon Cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali juga mengunjungi bayi kembar, putri kedua  dari pasangan Komang Rasa dan Anak Agung Istri Oka Dianawati. Seperti yang diberitakan oleh media sosial sebelumnya, bahwa ibu bayi kembar ini meninggal setelah melahirkan 31 januari Pekan lalu, akibat komplikasi jantung dan asma.

Kepala Desa Tunjung-Kubutambahan  I Made Dadia membenarkan bahwa kondisi keluarga bayi kembar ini merupakan salah satu warga kurang mampu dari 505 kk yang tercatat. Sesuai informasi yang kami peroleh bahwa untuk meringankan beban hidup bayi kembar kelak, salah satu dari bayi kembar tersebut akan dibiayai pendidikannya oleh Bupati Buleleng, dan satunya lagi akan dibiaya pendidikannya oleh istri dari Wakil DPRD Buleleng. Saat ini bayi kembar yang belum di beri nama itu tinggal bersama kakak, bapak, kakek dan neneknya.

Meskipun demikian, bapak dari bayi kembar ini mengatakan bahwa hak asuh anak-anaknya akan tetap dilakukannya bersama keluarga, dan tidak akan diserahkan hak asuhnya kepada orang lain. Untuk membiayai kebutuhan hidupnya, Komang Rasa kini bekerja sebagai tenaga serabutan ( buruh sablon ) yang dibayar Rp 50.000 perhari.

Untuk meringankan beban hidup keluarga mereka,  Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui Tim Respon Cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali yang didampingi aparat desa setempat menitipkan bantuan berupaya sejumlah uang untuk masing-masing keluarga yang bersangkutan. (humas-bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan