26 C
Denpasar
Selasa, 21 Agustus 2018

Bencana Longsor di Bangli, Pemkot Denpasar Beri Sumbangan Peduli Kasih

BALIPORTALNEWS.COM – Bencana alam longsor di Kabupaten Bangli yang menelan puluhan korban jiwa mengundang keperihatinan banyak orang. Tak terkecuali Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara beserta jajaran Pegawai Pemkot Denpasar ikut merasakan keprihatinan tersebut.

Pemerintah Kota Denpasar melalui Assisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Ketut Mister didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Sri Armini bersama rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar,  Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Denpasar datang langsung ke lokasi pos bantuan di Kecamatan Kintamani, Bangli, Selasa (14/2/2017).

Di dalam poskos kebencanaan, l Ketut Mister berbincang dengan keluarga korban bagaimana kronologis saat musibah tanah longsor menimpa rumahnya sembari mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban akibat bencana longsor yang melanda Kabupaten Bangli.

Seraya berharap agar keluarga yang ditimpa bencana cepat mendapat bantuan serta kembali menata kehidupannya secara normal. Karena ini merupakan bencana alam yang sulit diduga dan bisa menimpa siapa saja.

Penyerahan secara simbolis bantuan diberikan langsung kepada Dan Satgas Bencana Alam Kabupaten Bangli, Letkol Infantri Susanto Lastua Manurung yang akan diserahkan secara langsung kepada keluarga korban meninggal, korban luka berat serta ringan serta bantuan logistik bertempat di Posko Taktis Dusun Dalam, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Ketut Mister mengatakan bantuan logistik dari Pemkot Denpasar meliputi paket lauk pauk, sandang, peralatan dan perlengkapan makan, selimut, matras, family kit, foodware, serta uang tunai sejumlah Rp.  51.360.000,- yang dikumpulkan dari pegawai serta stakeholder di Pemerintahan Kota Denpasar.

Bencana tanah longsor di Provinsi Bali pada Kamis dan Jumat, 9-10 Februari 2017 terjadi di beberapa titik antara lain Kabupaten Bangli, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung dan Kabupaten Buleleng.

Dampak terparah bencana tanah longsor berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Selain menelan korban jiwa, longsor juga mengakibatkan lima rumah rusak berat, 11 kendaraan warga tertimbun tanah dan akses jalan terputus.

Kini warga masih bertahan di titik pengungsian di Dusun Brantas, Desan Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jumlah pengungsi mencapai 760 jiwa. (eka/humasdps/bpn)

Gubernur Bali Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali dan beberapa Kepala SKPD Provinsi Bali, Selasa (14/2/2017) menyerahkan santunan korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Songan, Desa Awan,  Desa Sukawana dan Desa Subaya.

Kejadian itu mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Di wilayah Desa Songan tanah longsor menelan korban meninggal yakni Jro Balian Resmi (33), Jro Balian Kadek Sriasih (7), Komang Agus Putra Santi (1), I Gede Sentana (40), Luh Bunga (40), Kadek (20), Ni luh Susun (40).

Di wilayah Desa Awan korban meninggal akibat tanah longsor yakni NI Kadek Arini (27), Ni Putu Natalia (10), Ni Nengah Parmini (40) asal Desa Suter, I Nyoman Budiarta (45) asal Desa Suter.

Di wilayah Sukawana korban meninggal dunia akibat tanah longsor yakni I Made Kawi (50). Di wilayah Desa Subaya korban meninggal akibat tanah longsor yakni Ni Luh Siman (70).

Santunan diserahkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diterima oleh ahli waris masing-masing keluarga. Pada kesempatan itu orang pertama di Pemprov Bali ini menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam dan berharap keluarga yang di tinggal dengan ikhlas melepas kepergian keluarga supaya bisa tenang di alam sana kerena sudah merupakan musibah.

Penyerahan santunan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bangli beserta jajarannya. Setelah menyerahkan santunan Gubernur Bali lanjut melihat lokasi terjadinya tanah longsor di Dusun Bantas lanjut mengunjungi tempat pengungsian masyarakat di Dusun Bantas dan Dusun Yeh Mampeh. (tis/bpn)

Wagub Sudikerta Tinjau Bencana Longsor Songan Kintamani

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengunjungi korban longsor Desa Songan, Kintamani Bangli Jumat (10/2/2017).

Begitu tiba di lokasi, Wagub Sudikerta langsung menemui sejumlah warga korban bencana yang sudah dikumpulkan di posko yang dibuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepada warga yang menjadi korban tanah longsor, Wagub Sudikerta menyampaikan duka cita mendalam dan berharap mereka tabah menghadapi cobaan ini.

Selain menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya sejumlah korban jiwa, Sudikerta juga menghimbau agar warga yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk sementara waktu mengungsi ke daerah yang aman.

Pada bagian lain, Sudikerta minta jajaran BPBD Provinsi Bali bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Bangli melaksanakan tugas dengan optimal untuk membantu warga korban longsor.

Dalam kesempatan itu Wagub Sudikerta memberikan antuan berupa sembako agar dapat dimanfaatkan warga selama mengungsi. Selain BPBD, tim dari Dinas Kesehatan dan PMI tetap di sana untuk menangani kondisi korban.

Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra melaporkan terdapat 3 titik bencana longsor di antaranya,

A. Wilayah Songan yang menimpa 4 KK yang terdiri dari 11 orang di Dsn. Bantas, Ds. Songan B, kec. Kintamani pada  pukul 01.00 wita . Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 orang, 2 orang luka berat dan sudah dirawat di rumah sakit, luka ringan 2 orang dan 1 orang masih dalam pencarian.

Identitas korban sebagai berikut :

Korban meninggal :

  1. Jro Balian Resmi / 33 th / P / ibu
  2. Jro Balian Kadek Sriasih / 7 th / P / anak dari Jro Balian Resmi
  3. Komang Agus Putra Santi / 1 th / L / anak dari Jro Balian Resmi
  4. I Gede Sentana / 40 th / L / suami
  5. Luh bunga / 40 th / P / istri Bapak I Gede Sentana
  6. Kadek / 20 th / P / anak Bapak I Gede Sentana
  7. Ni luh susun / 40 th / P /  istri Ketut Merta

Luka berat :

  1. Budi / 17 th / L / dirujuk ke RS Bangli (anak dari Bapak I Gede Sentana)
  2. Komang / 14 th / P / dirujuk ke RS Bangli (anak dari Bapak I Gede Sentana)

Luka ringan :

  1. Kadek Ardi / 9 th / L / Anak Gde Artha / pengobatan dirumah
  2. Jro alep / 30 th /P  / istri Gde Artha / pengobatan dirumah

B. Wilayah Ds. Awan dan sekitar

Update info longsor di desa awan, kec. Kintamani, diketahui oleh masyarakat sekitar pukul 07:00 WITA 1 rumah tertimpa longsor, mengakibatkan empat orang meninggal.
Korban meninggal :

  1. NI Kadek Arini / 27 th / P / ibu dari Putu  Natalia
  2. Ni Putu Natalia / 10 th / P/ Kelas 3 SD / Alamat Br. Mertha, Desa Awan.
  3. Ni Nengah Parmini / 40 th / P /  asal Desa Suter
  4. I Nyoman Budiarta / 45 th / L / asal Desa Suter

C. Wilayah Sukawana

Kejadian tanah longsor di Desa Sukawana, 1 rumah tertimpa longsor mengakibatkan 1 orang MD dan 1 LB an. :

  1. I Made Kawi / 50 th / P /  (ayah) kondisi meninggal
  2. I Wayan Selang / P  / (anak)  kondisi loka berat , untuk korban luka berat dibawa ke RS. Bangli.

Untuk sementara jenasah korban longsor dititipkan pada tenda yang disediakan oleh BPBD Bali, dan sebanyak 22 KK juga sudah diungsikan dari tempat kejadian.

Sesuai data yang tercatat hingga 12.00 wita total korban 12 Meninggal Dunia, 3 Luka Berat dan 2 Luka Ringan. Pada kesempatan ini Wagub Sudikerta menghimbau agar seluruh warga kintamani yang berada di wilayah rawan longsor untuk segera mengungsi dan berlindung pada posko posko yang sudah disiapkan oleh BPBD Bali, mengingat cuaca masih sangat buruk dalam beberapa hari ke depan. (humasbali/bpn)

Pemprov Bali Bantu Warga Miskin di Gianyar dan Bangli

BALIPORTALNEWS.COMMenindaklanjuti pemberitaan di media sosial tentang 2 warga  miskin di Kabupaten Gianyar dan Bangli, Pemprov Bali melalui Biro Humas langsung merespon cepat dengan tarun langsung menyerahkan bantuan awal bagi kedua KK tersebut pada hari Rabu (14/9/2016).

Saat tim Humas Pemprov turun ke  rumah Ngakan Made Open (22) di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyarkeadaanya tampak sepi. Istrinya Dewa Ayu Lindia Widianti (22) tengah  dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar dikarenakan sejak usai melahirkan anak ketiganya, penyakit Ayu Lindia yang sudah diderita sejak lama kembali kambuh.

Pada kesempatan tersebut,  Perbekel Desa Lebih I Wayan Pradnyana yang mendampingi tim mengatakan bahwa warganya tersebut dikarunia 3 orang anak, dimana anak yang pertama sudah meninggal sejak berusia 4 bulan, sedangkan anak yang kedua saat ini baru berumur 3 tahun dan yang ketiga saat ini baru berumur 7 bulan yang saat ini dititipkan di rumah mertuanya.

Disampaikan juga, bahwa yang bersangkutan sejak awal menderita penyakit paru-paru dan jantung, sehingga penyakit ini seringkali kambuh setiap kali melahirkan, dan penyakit yang dideritanya saat ini merupakan yang paling parah sehingga sempat bolak balik dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim kemudian menuju rumah keluarga Ngakan Made Open bermaksud untuk menengok kondisi dari anak – anaknya.

Namun sayang belum sempat bercerita banyak, akhirnya perbincangan terpaksa dihentikan karena dari pihak keluarga mendapat informasi bahwa Ayu Lindia telah meninggal, sehingga rombongan mohon permisi dan kemudian menyerahkan bantuan yang diharapkan mampu untuk meringan kan beban mereka saat ini.

Selanjutnya Tim mengunjungi Ni Ketut Supir (90) tahun warga Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. Perbekel Desa Kayubihimenjelaskan yang bersangkutan sudah mendapatkan bantuan Bedah Rumah dari Kabupaten pada bulan September 2015 dan sudah tidak masuk lagi dalam kategori keluarga miskin sejak tahun 2015, bahkan sebelumnya juga ada program CSR dari PLN Kabupaten yang hendak memberikan bantuan tetapi batal setelah melihat kondisi yang sebenarnya. 

Melihat kejadian itu  membuat Perbekel setempat bingung atas pemberitaan yang telah dimuat di media massa tersebut, dan dia juga mengharapkan agar media massa membuat informasi yang sesuai dengan kenyataan dilapangan karena bisa mencoreng kinerjanya selama ini. Sehingga dari perbekel, bantuan kemudian dialihkan kepada Ni Wayan Tresna (70 tahun) warga Banjar Dinas Jangkan, Desa Kayubihi Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli.

Keadaan Ni Wayan Tresna benar-benar memprihatingkan, dia hidup sebatang kara dan tinggal dirumah yang berukuran sangat kecil, bahkan untuk biaya makan dia hanya mengandalkan dari penghasilannya pekerjaannya membuat anyaman. Hal senada juga dibenarkan oleh Kepala Dusun Banjar Dinas Jangkan I Nyoman Padma. Untuk meringakan beban hidupnya,  tim memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai dari Gubernur Mangku Pastika. (r/humas pemprov bali/bpn)

Pastika Gugah Anak Muda Ajegkan Bali Lewat Pertanian

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak anak muda untuk mengajegkan Bali dengan cara tidak meninggalkan pertanian yang merupakan jati diri masyarakat Bali. Hal itu disampaikannya pada acara pemberian penghargaan dan hadiah kepada unit sistem pertanian terintegrasi (Simantri) berprestasi tingkat Provinsi Bali 2016 bertempat di Simantri 445, Kelompok Tani Dwita Gangga Dukuh Sari Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (26/8/2016).

Semangat anak muda diharapkan mampu mengembalikan mengembalikan wajah pertanian Bali menjadi jati diti yang sebenarnya. ‘’Saat ini usia para petani kita di atas 50 tahun, jadi saya harapkan melalui program Simantri ini anak muda mulai melirik sektor pertanian demi menjaga tanah dan warisan leluhur Bali,’’ jelasnya.

Selain itu, dia juga menyatakan kebanggaan dan kebahagiaanya akan perkembangan simantri dewasa ini. Pastika mengingat bagaimana dulu susahnya memperjuangkan pembangunan simantri karena ditentang berbagai pihak namun saat ini hasil positifnya sudah mulai kelihatan.

‘’Tujuan utama simantri adalah bagaimana meningkatkan pendapatan petani, bukan plihara sapi tok. Tapi bagaimana kita integrasikan peternakan dan pertanian agar bisa mensejahterakan petani,’’ tuturnya di depan para anggota simantri dan pendamping simantri.

Selain untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani, keberadaan simantri juga diharapkan bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke jati diri yaitu bertani, mengurangi alih fungsi lahan yang begitu cepat serta mengurangi polusi tanah yang diakibatkan oleh pupuk kimiawi dengan cara menggunakan pupuk kompos dan bio urine hasil simantri.

Dalam kesempatan itu, Pastika yang didampingi oleh jajaran kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali, berharap agar simantri terus dikembangkan. Mengingat program ini juga sangat sejalan dengan ajaran Hindu (Vedic-Agriculture System) atau program pertanian yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sekaligus kearifan lokal.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras mengembangkan simantri sehingga bisa menarik perhatian ilmuwan manca negara untuk terus menelitinya. ‘’Kita sedang menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan pupuk organik dengan jepang, khususnya dengan Kumamoto dan Osaki. Bahkan sekarang Wakil Walikota Osaki Tojo Masaha hadir secara langsung di sini. Seharusnya kita bangga, ide simantri yang sederhana ini ternyata sangat bermanfaat dan bisa menarik perhatian negara lain," bebernya.

Demi menggugah semangat bertani, orang nomor satu di Bali ini juga mengundang ahli pertanian untuk menciptakan varietas baru dari hasil lokal yang mampu bersaing dengan produk unggulan di dunia. ‘’Jika bisa ahli pertanian ciptakan jeruk Kintamani yang besar, manis dan tanpa batu sehingga bisa diekspor ke luar negeri. Bayangkan Jepang yang tanahnya tidak sesubur kita bisa terus hasilkan varietas unggulan dengan harga yang jauh melampaui kita. Seharusnya SDM kita diasah hingga mampu bersaing di kancah global,’’ tandasnya.

Pastika juga menegaskan harapannya bisa menjadikan Simantri  salah satu program yang mengantarkan Bali menuju Green Province  (Provinsi Hijau) dengan pencapaian 1.000 gapoktan di tahun 2018.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinis Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, melaporkan jika lomba simantri ini selain bertujuan untuk melihat simantri yang telah berhasil, juga bertujuan untuk memotivasi simantri lain agar bisa berkembang lebih baik. Dia mengakui, jika tidak semua unit simantri yang saat ini berjumlah 632 unit bisa menunjukkan hasil yang positif. Ada beberapa yang tidak berjalan sama sekali.

Untuk meringankan para petani, pihaknya juga telah mensinergikan program subsidi pupuk organik dengan simantri sebesar Rp 10 miliar untuk sekitar 12.500 ton pipik organik produksi simantri.

Wisnuardhana memelaporkan jumlah kelompok tani saat ini berkembang menjadi 632 kelompok dari hanya 10 kelompok di tahun 2009. Hal sama juga bisa dilihat dari jumlah sapi yang telah dibiakkan. Dari 210 ekor sapi tahun 2009 telah berkembang menjadi sekitar 11.529 di tahun 2015, sedangkan anak sapi telah berkembang menjadi 10.040 di tahun yang sama.

Jumlah digester biogas sampai tahun 2015 mencapai 549 unit yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 1.647 kk. Dan pupuk organik yang telah diproduksi mencapai 58.814 ton dan biourine mencapai 57.814.000 liter yang mencukupi untuk luasan areal usaha tani sekutar 11.563 Ha.

Keberhasilan lain Simantri juga bisa dilihat antara lain dengan menjadi salah satu dari 8 nominator penerima penghargaan Energi Prabawa tingkat nasional dari kementrian ESDM, menjadi objek studi bandung dari luar Bali hingga luar negeri, telah mampu membuka lapangan pekerja baru dan mampu menyuplai pupuk organik di Bali.

Tahun 2015 bahkan pihaknya telah meluncurkan SIMORI yaitu Sistem Monitoring Simantri secara online. Sedangkan tahun ini sedang dirancang program google map simantri sehingga memudahkan mencapai Sumantri yang telah tersebar di seluruh Bali. "Selain kami juga berusaha memasarkan produk-produk simantri secara online melalui website simantri," imbuhnya. (r/humas prov bali/bpn)

Masyarakat Diminta Manfaatkan Pelayanan Kesehatan Keliling Gratis RS Mata Bali Mandara

BALIPORTALNEWS.COMMasyarakat yang letaknya di pedesaan diharapkan dapat memanfaatkan pelayanan  kesehatan gratis keliling yang dilakukan oleh Pemprov Bali melalui Rumah Sakit Mata Bali Mandara dengan sistem jemput bola. Mengingat 60% penduduk Bali berada pada pedesaan dan sering kali mereka terkendala jarak untukmelakukan pemeriksaan kesehatan. Demikian disampaikan Wakil  Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat meninjau pelaksanaan Bakti Sosial R Mata Bali Mandara yang bekerjasama dengan KKN PPM UNUD XIII 2016 bertempat di Wantilan Desa Demulih, Kecamatan Susut-Bangli pada Sabtu (20/8/2016).

"Dengan pelayanan jemput bola seperti ini, akan meringankan beban masyarakat baik dari biaya pengobatan serta ongkos transportasi menuju puskesmas maupun rumah sakit yang jauh dari tempat tinggalnya. Terlebih bagi mereka yang mengidap gangguan pada penglihatan ," ujar Sudikerta.

Lebih lanjut Wagub Sudikerta juga mengingatkan masyarakat yang sudah memiliki kartu  e  JKBM untuk memanfaatkannya jika memerlukan pelayanan kesehatan baik itu di pukesmas ataupun di rumah sakit milik pemerintah.

Disamping itu, ia juga mengapresiasi keterlibatan dari para mahasiswa KKN  dalam kegiatan tersebut, sebagai bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat serta pengimplementasi ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah selama ini. Selain memberikan pelayanankesehatan kepada masyarakat, mahasiswa juga diminta sekaligus memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit  Mata  Bali Mandara dr.Ni Made Yuniti, mengungkapkan bawa bakti sosial seperti ini secara rutin telah dilaksanakan setiap 2 minggu sekali ke Kab/Kota se-Bali dalam program "Kami datang, Penglihatan Terang". Untuk kegiatan yang dilakukan kali ini pihaknya berjasama dengan mahasiswa kkn ppm UNUD. Mahasiswa memiliki tugas untuk memberikan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat serta mencari masyarakat yang membutuhkan pengobatan.

Sedangkan pihak RS Mata Bali Mandara menyediakan  pelayanan berupa pemeriksaan mata, pemberian kacamata gratis, pemeriksaan kesehatan secara umum serta operasi katarak.  “Untuk operasi katarak, kami telah menyediakan Mobil khusus agar para tim medis dapat langsung melakukan tindakan", ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan inovasi pelayanan Publik pada bidang kesehatan ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Masyarakat setempat terlihat sangat antusias untuk memperoleh pelayanan kesehatan tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Ni Ketut Samer (60th), yang merasa senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Ia mengaku memiliki penglihatan yang kabur, dan selama ini belum pernah melakukan pemeriksaan karena tempat tinggal yang jauh dari puskesmas, selain itu tidak ada pihak keluarga yang mengantar. Ia berharap kegiatan seperti ini tetap bisa berjalan untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di pedesaan seperti dirinya.(humas pemprov bali)

 

Sudikerta Apresiasi Turnamen Volly Pengotan Cup 

BALIPORTALNEWS.COMKegiatan penggalian dana melalui turnamen voli yang dilakukan  pihak desa dan  melibatkan generasi muda dan bertujuan untuk  pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan Pura Kahyangan Tiga, merupakan kegiatan positif yang bisa mengarahkan para generasi muda untuk berbuat hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Tidak itu saja kegiatan ini diharapkan menjauhkan para generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif seperti mengkonsumsi narkoba, balap liar, pergaulan bebas dan sebagainya yang bisa merusak masa depan mereka sendiri. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri undangan penutupan Turnamen Bola Volly Pengotan Cup I di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Bangli, Senin (9/8/2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut, yang diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Bali. Karena kejuaraan yang sifatnya pembinaan bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui kemampuan satu tim Bola Volly serta untuk mencari bibit-bibit pemain unggul di cabang olahraga tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia turnamen, I Wayan Kopok, menyatakan pelakaanaan turnamen dilatarbelakangi adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan soliditas berolahraga, khususnya cabor Bola Volly. Disamping juga sebagai upaya mendukung kegiatan penggalian dana dalam rangka pembangunan/pemugaran Pura Penataran Agung Desa Pekraman Pengotan, yang diperkirakan menghabiskan biaya sesuai RAB kurang lebih Rp. 4.750.000.000,- (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Ia pun menjelaskan turnamen tersebut diikuti sekitar 32 klub Bola Voli yang berasal dari desa-desa diseputaran Kecamatan Bangli dan Bebanuan Desa Pekraman Pengotan, serta telah berlangsung selama kurang lebih 37 hari mulai bulan Juli 2016. Untuk dana yang sudah berhasil di galang per tanggal 8 Agustus mencapai total sekitar 270 juta, yang selanjutnya dipotong biaya operasional dan biaya dana pembinaan club. 

Antusiasme masyarakat menyaksikan partai final turnamen tersebut sangat tinggi, terlihat dari deretan bangku penonton yang terisi penuh oleh masyarakat berbagai usia. Partai final kejuaraan tersebut menyisakan 4 klub yang memperebutkan posisi I, II, III dan IV, yakni masing-masing klub Pandan Anyar vs klub Simpatik memperebutkan posisi III dan IV, serta posisi I dan II diperebutkan klub Angker vs Putra Kencana. Hadiah yang diperebutkan pun terbilang lumayan menarik, para pemenang akan membawa pulang hadiah tunai, piala dan piagam.

Untuk hadiah tunai, para juara mendapatkan hadiah masing-masing Peraih Juara Pertama Rp 10.000.000, Perah Juara Kedua Rp 7.000.000, Peraiah Juara Ketiga Rp 5.000.000, Peraih Juara Ke Empat Rp 3.000.000, serta dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 1.000.000 bagi klub-klub yang masuk 8 besar tetapi tidak masuk 4 besar. Tidak hanya itu, bagi para penonton pun disediakan door prise yang sangat menarik yakni 1 unit mobil pick up dan 1 unit sepeda motor. 

Wagub Sudikerta yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Kesra Provinsi Bali, AA. Geria, juga menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai dan juga seperangkat peralatan olah raga Bola Voli.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan