Pastika Gugah Anak Muda Ajegkan Bali Lewat Pertanian

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak anak muda untuk mengajegkan Bali dengan cara tidak meninggalkan pertanian yang merupakan jati diri masyarakat Bali. Hal itu disampaikannya pada acara pemberian penghargaan dan hadiah kepada unit sistem pertanian terintegrasi (Simantri) berprestasi tingkat Provinsi Bali 2016 bertempat di Simantri 445, Kelompok Tani Dwita Gangga Dukuh Sari Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (26/8/2016).

Semangat anak muda diharapkan mampu mengembalikan mengembalikan wajah pertanian Bali menjadi jati diti yang sebenarnya. ‘’Saat ini usia para petani kita di atas 50 tahun, jadi saya harapkan melalui program Simantri ini anak muda mulai melirik sektor pertanian demi menjaga tanah dan warisan leluhur Bali,’’ jelasnya.

Selain itu, dia juga menyatakan kebanggaan dan kebahagiaanya akan perkembangan simantri dewasa ini. Pastika mengingat bagaimana dulu susahnya memperjuangkan pembangunan simantri karena ditentang berbagai pihak namun saat ini hasil positifnya sudah mulai kelihatan.

‘’Tujuan utama simantri adalah bagaimana meningkatkan pendapatan petani, bukan plihara sapi tok. Tapi bagaimana kita integrasikan peternakan dan pertanian agar bisa mensejahterakan petani,’’ tuturnya di depan para anggota simantri dan pendamping simantri.

Selain untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani, keberadaan simantri juga diharapkan bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke jati diri yaitu bertani, mengurangi alih fungsi lahan yang begitu cepat serta mengurangi polusi tanah yang diakibatkan oleh pupuk kimiawi dengan cara menggunakan pupuk kompos dan bio urine hasil simantri.

Dalam kesempatan itu, Pastika yang didampingi oleh jajaran kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali, berharap agar simantri terus dikembangkan. Mengingat program ini juga sangat sejalan dengan ajaran Hindu (Vedic-Agriculture System) atau program pertanian yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sekaligus kearifan lokal.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras mengembangkan simantri sehingga bisa menarik perhatian ilmuwan manca negara untuk terus menelitinya. ‘’Kita sedang menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan pupuk organik dengan jepang, khususnya dengan Kumamoto dan Osaki. Bahkan sekarang Wakil Walikota Osaki Tojo Masaha hadir secara langsung di sini. Seharusnya kita bangga, ide simantri yang sederhana ini ternyata sangat bermanfaat dan bisa menarik perhatian negara lain," bebernya.

Demi menggugah semangat bertani, orang nomor satu di Bali ini juga mengundang ahli pertanian untuk menciptakan varietas baru dari hasil lokal yang mampu bersaing dengan produk unggulan di dunia. ‘’Jika bisa ahli pertanian ciptakan jeruk Kintamani yang besar, manis dan tanpa batu sehingga bisa diekspor ke luar negeri. Bayangkan Jepang yang tanahnya tidak sesubur kita bisa terus hasilkan varietas unggulan dengan harga yang jauh melampaui kita. Seharusnya SDM kita diasah hingga mampu bersaing di kancah global,’’ tandasnya.

Pastika juga menegaskan harapannya bisa menjadikan Simantri  salah satu program yang mengantarkan Bali menuju Green Province  (Provinsi Hijau) dengan pencapaian 1.000 gapoktan di tahun 2018.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinis Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, melaporkan jika lomba simantri ini selain bertujuan untuk melihat simantri yang telah berhasil, juga bertujuan untuk memotivasi simantri lain agar bisa berkembang lebih baik. Dia mengakui, jika tidak semua unit simantri yang saat ini berjumlah 632 unit bisa menunjukkan hasil yang positif. Ada beberapa yang tidak berjalan sama sekali.

Untuk meringankan para petani, pihaknya juga telah mensinergikan program subsidi pupuk organik dengan simantri sebesar Rp 10 miliar untuk sekitar 12.500 ton pipik organik produksi simantri.

Wisnuardhana memelaporkan jumlah kelompok tani saat ini berkembang menjadi 632 kelompok dari hanya 10 kelompok di tahun 2009. Hal sama juga bisa dilihat dari jumlah sapi yang telah dibiakkan. Dari 210 ekor sapi tahun 2009 telah berkembang menjadi sekitar 11.529 di tahun 2015, sedangkan anak sapi telah berkembang menjadi 10.040 di tahun yang sama.

Jumlah digester biogas sampai tahun 2015 mencapai 549 unit yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 1.647 kk. Dan pupuk organik yang telah diproduksi mencapai 58.814 ton dan biourine mencapai 57.814.000 liter yang mencukupi untuk luasan areal usaha tani sekutar 11.563 Ha.

Keberhasilan lain Simantri juga bisa dilihat antara lain dengan menjadi salah satu dari 8 nominator penerima penghargaan Energi Prabawa tingkat nasional dari kementrian ESDM, menjadi objek studi bandung dari luar Bali hingga luar negeri, telah mampu membuka lapangan pekerja baru dan mampu menyuplai pupuk organik di Bali.

Tahun 2015 bahkan pihaknya telah meluncurkan SIMORI yaitu Sistem Monitoring Simantri secara online. Sedangkan tahun ini sedang dirancang program google map simantri sehingga memudahkan mencapai Sumantri yang telah tersebar di seluruh Bali. "Selain kami juga berusaha memasarkan produk-produk simantri secara online melalui website simantri," imbuhnya. (r/humas prov bali/bpn)

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Bupati Eka Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Kintamani

BALIPORTALNEWS.COM – Berbagai pihak berupaya menggalang bantuan bagi para korban musibah bencana alam tanah longsor di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. termasuk yang dilakukan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tabanan, yang secara sukarela menghimpun dana untuk membantu para korban yang tertimpa musibah.

Bantuan sukarela tanggap bencana ASN Pemkab Tabanan senilai Rp 200 juta itu diserahkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kepada Bupati Bangli I Made Gianyar, di Wantilan Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli, Senin (20/2/2017). Jumlah tersebut pun bertambah, karena Bupati Eka secara pribadi juga memberikan sumbangan Rp 100 juta.

Selain itu, selaku Ketua Dewan Penasihat Yayasan Siwa Agung Jagadhita Bali, juga menyerahkan bantuan satu truk sembako beserta uang tunai Rp 8,6 juta. Bantuan tersebut dihimpun dari seluruh sisya Perguruan Siwa Murti se-Bali. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan juga Ketua Umum Yayasan Siwa Murti, Dr. Jero Mangku Made Subagia beserta seluruh sisya.

Bupati Eka menyampaikan bela sungkawa terhadap para korban bencana di Desa Songan B. “Kami datang ke sini untuk berbagi kasih. Apalagi beberapa hari ini saya lihat banyak sekali yang jadi korban (bencana) di Bangli. Sebetulnya, bencana tidak hanya di Bangli. Di Tabanan, di Candikuning juga ada longsor. Tapi yang paling berat kita rasakan di sini (Kintamani),” ujarnya.

Secara pribadi, katanya, kegiatan berbagi kasih dan kepedulian kepada korban bencana ini, salah satunya didorong keinginan untuk menjadi pribadi yang berguna kepada sesama. Termasuk kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar, mewakili masyarakat, khususnya para korban bencana longsor, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bupati Eka dan jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Begitu juga kepada Yayasan Siwa Agung Jagadhita Bali dan Perguruan Siwa Murti. (ita/bpn)

Wagub Sudikerta Tinjau Bencana Longsor Songan Kintamani

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengunjungi korban longsor Desa Songan, Kintamani Bangli Jumat (10/2/2017).

Begitu tiba di lokasi, Wagub Sudikerta langsung menemui sejumlah warga korban bencana yang sudah dikumpulkan di posko yang dibuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepada warga yang menjadi korban tanah longsor, Wagub Sudikerta menyampaikan duka cita mendalam dan berharap mereka tabah menghadapi cobaan ini.

Selain menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya sejumlah korban jiwa, Sudikerta juga menghimbau agar warga yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk sementara waktu mengungsi ke daerah yang aman.

Pada bagian lain, Sudikerta minta jajaran BPBD Provinsi Bali bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Bangli melaksanakan tugas dengan optimal untuk membantu warga korban longsor.

Dalam kesempatan itu Wagub Sudikerta memberikan antuan berupa sembako agar dapat dimanfaatkan warga selama mengungsi. Selain BPBD, tim dari Dinas Kesehatan dan PMI tetap di sana untuk menangani kondisi korban.

Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra melaporkan terdapat 3 titik bencana longsor di antaranya,

A. Wilayah Songan yang menimpa 4 KK yang terdiri dari 11 orang di Dsn. Bantas, Ds. Songan B, kec. Kintamani pada  pukul 01.00 wita . Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 orang, 2 orang luka berat dan sudah dirawat di rumah sakit, luka ringan 2 orang dan 1 orang masih dalam pencarian.

Identitas korban sebagai berikut :

Korban meninggal :

  1. Jro Balian Resmi / 33 th / P / ibu
  2. Jro Balian Kadek Sriasih / 7 th / P / anak dari Jro Balian Resmi
  3. Komang Agus Putra Santi / 1 th / L / anak dari Jro Balian Resmi
  4. I Gede Sentana / 40 th / L / suami
  5. Luh bunga / 40 th / P / istri Bapak I Gede Sentana
  6. Kadek / 20 th / P / anak Bapak I Gede Sentana
  7. Ni luh susun / 40 th / P /  istri Ketut Merta

Luka berat :

  1. Budi / 17 th / L / dirujuk ke RS Bangli (anak dari Bapak I Gede Sentana)
  2. Komang / 14 th / P / dirujuk ke RS Bangli (anak dari Bapak I Gede Sentana)

Luka ringan :

  1. Kadek Ardi / 9 th / L / Anak Gde Artha / pengobatan dirumah
  2. Jro alep / 30 th /P  / istri Gde Artha / pengobatan dirumah

B. Wilayah Ds. Awan dan sekitar

Update info longsor di desa awan, kec. Kintamani, diketahui oleh masyarakat sekitar pukul 07:00 WITA 1 rumah tertimpa longsor, mengakibatkan empat orang meninggal.
Korban meninggal :

  1. NI Kadek Arini / 27 th / P / ibu dari Putu  Natalia
  2. Ni Putu Natalia / 10 th / P/ Kelas 3 SD / Alamat Br. Mertha, Desa Awan.
  3. Ni Nengah Parmini / 40 th / P /  asal Desa Suter
  4. I Nyoman Budiarta / 45 th / L / asal Desa Suter

C. Wilayah Sukawana

Kejadian tanah longsor di Desa Sukawana, 1 rumah tertimpa longsor mengakibatkan 1 orang MD dan 1 LB an. :

  1. I Made Kawi / 50 th / P /  (ayah) kondisi meninggal
  2. I Wayan Selang / P  / (anak)  kondisi loka berat , untuk korban luka berat dibawa ke RS. Bangli.

Untuk sementara jenasah korban longsor dititipkan pada tenda yang disediakan oleh BPBD Bali, dan sebanyak 22 KK juga sudah diungsikan dari tempat kejadian.

Sesuai data yang tercatat hingga 12.00 wita total korban 12 Meninggal Dunia, 3 Luka Berat dan 2 Luka Ringan. Pada kesempatan ini Wagub Sudikerta menghimbau agar seluruh warga kintamani yang berada di wilayah rawan longsor untuk segera mengungsi dan berlindung pada posko posko yang sudah disiapkan oleh BPBD Bali, mengingat cuaca masih sangat buruk dalam beberapa hari ke depan. (humasbali/bpn)

Gubernur Bali Kembali Bantu 2 Lansia Keterbelakangan Fisik

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi respon cepat terkait pemberitaan media massa tentang keberadaan Nyoman Yasa dan adiknya yang bernama Ni Ketut Tapa. Kedua lansia asal Banjar Peninjoan, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli ini mengalami keterbatasan fisik sejak lahir sehingga membutuhkan uluran tangan dari orang lain.

Senin (19/3/2018) pagi, Gubernur Pastika mengutus tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ke Kabupaten Bangli untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan untuk Nyoman Yasa dan adiknya Ni Ketut Tapa.

Usai melaksanakan apel disiplin di Kantor Gubernur Bali, tim respon cepat berangkat ke kantor Perbekel Desa Peninjoan untuk berkoordinasi dengan aparat desa setempat tentang keberaadaan kedua lansia tersebut. Setelah berkoordinasi, tim pun diantar oleh Perbekel Desa Peninjoan I Dewa Nyoman Tagel PA menuju tempat tinggal Nyoman Yasa dan Ketut Tapa.

Diceritakan, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya walaupun dengan kondisi keterbatasan fisik, Nyoman Yasa bersama adiknya Ni Ketut Tapa tetap semangat dan berusaha dengan gigih bekerja membuat anyaman bambu seperti bakul dan guwungan (kandang ayam). Dengan pekerjaan tersebut, keduanya bisa menghasilkan kira kira 40 ribu rupiah per hari, meski penghasilan mereka sesungguhnya tak menentu.

Mengingat usianya yang sudah lanjut, Nyoman Yasa tidak mampu berbuat banyak, sehingga hasil anyaman bambu yang dibuatnya setiap hari tidak lagi menentu dan harus mengandalkan belas kasihan dari donatur  untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sebagai tambahan kegiatan di sela waktunya, Nyoman Yasa dan Ni Ketut Tapa juga memelihara babi dan ayam.

Perbekel Desa Peninjaoan, Dewa Nyoman Tagel mengatakan, sesungguhnya Nyoman Yasa sudah memperoleh berbagai bantuan baik itu bantuan pemerintah pusat seperti bantuan KIS (Kartu Indonesia Sehat), bantuan dari Donatur, Yayasan dan juga bantuan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial.

Namun, Dewa Nyoman Tagel sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan tim respon cepat dan secara khusus mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang telah memberikan perhatian khusus kepada salah satu warganya yang membutuhkan. Ia berharap agar pemerintah terus memperhatikan warga lainnya yang kurang mampu, dan program-program Pemerintah Provinsi Bali yang menurutnya sangat bagus dalam pengentasan kemiskinan bisa terus dilanjutkan. (humas-bali/bpn)

Agus, Pebisnis Muda Berjiwa Sosial Tinggi Bantu Korban Banjir Bandang

BALIPORTALNEWS.COM – Banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Songan dan Yeh Mampeh, Desa Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, merendam sejumlah rumah warga dan puluhan hektar lahan pertanian.

Lebih parah lagi, sejumlah pemukiman warga terancam tergerus longsor. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hal ini tak membuat Ketut Agus Santika berdiam diri. Bencana yang terjadi pada Rabu (8/2/2017) diperkirakan hujan deras yang mengguyur wilayah Kintamani sejak pukul 15.00 wita, mengakibatkan kiriman air dari dua sungai yakni Sungai  Melilit dan Sungai Ampah Anti ke wilayah Yeh Mampeh melimpah.

Akibatnya, volume air di Yeh Mampeh terus  naik hingga merendam pemukiman warga serta lahan pertanian seluas  25 hektar.

Agus (sapapan Ketust Agus Santika) langsung terjun ke Kintamani lokasi bencana bersama Rika Callebaut Sigit dan rombongan menempuh berjalanan jauh ke medan bencana dengan membawa bantuan yang digalangnya.

Tak hanya itu, pebisnis muda yang kerap mengkampanyekan gerakan anak muda untuk bertani, berternak dan berkebun kayu di Bali ini juga intens memantau perkembangannya.

Saat di pengungsian Agus dan Rika Ari Sigit berdialog serta membagikan makanan instan, baju anak-anak serta berbagai kelengkapan yang dibutuhkan pengungsi dewasa.

“Ya saudara kita sedang mendapat musibah, pastinya hati kita tergerak untuk meringankan beban mereka dengan segala kemampuan kita. Semoga mereka yang dipengungsian sabar dan kami akan terus membantu secara intens,” tutur Ketut Agus Santika kepada awak media.

Agus tidak berhenti sampai disini, dirinya berencana akan mengundang Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait dan Sekjend Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati untuk bersama-sama memantau secara langsung kondisi anak-anak yang menjadi korban banjir bandang di Kintamani termasuk melihat kondisi psikolog mereka.

“Saya berencana mengajak Pak Arist Merdeka Sirait dari Komnas Anak dan Kak Rita Pranawati selaku Sekjen KPAI untuk melihat anak-anak di Kintamani”, imbuhnya.

Sebelumnya bencana banjir bandang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat termasuk Kementrian Sosial RI telah terjun dan membantu korban. Semoga para korban diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian bencana banjir bandang di Kintamani. (znd/bpn)

WHDI Badung Ajak Para Lansia Tirtayatra

BALIPORTALNEWS.COM – Penasehat WHDI Badung yang juga Wakil Ketua TP. PKK Kab. Badung Ny. Kristiani Suiasa bersama anggota WHDI Badung melaksanakan tirtayatra bersama para lansia ke Pura Geger dan Gunung Payung, Minggu (26/2/2017)

Ny. Kristiani Suiasa, mengatakan dengan penguatan religi dan pendalaman nilai-nilai agama diharapkan tirtayatra menjadi bagian penting juga bermakna bagi para lansia untuk keajegan adat seni dan budaya Bali.

Disamping untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, sembahyang bersama dengan tirtayatra juga menjadi silahturahmi bagi umat sedarma di pura-pura yang dikunjungi.

Kami dari keluarga besar WHDI Badung mencoba memberikan yang terbaik pagi para lansia dengan berbagi sedikit kebersamaan dan kebahagian tentu harapan kita ini menjadi seberkas semangat hidup untuk turut membangun Badung.

“Keberadaan  mereka juga menjadikan bagian penting untuk Kabupaten Badung kalau kita masih diberi kesehatan dan kerahayuan tentu Badung akan kuat,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di pura Gunung payung di desa adat Kutuh. usai melaksanakan persembahyangan bersama dan menerima tirta suci dari pemangku pura Ny. Kristiani juga berharap dengan perjalanan suci dan persembayangan ini dapat dipetik  nilai-nilai keagamaan. Niatan yang suci dan tulus iklas niscaya kedamaian dan kerahajengan akan datang sendirinya.

Tirtayatra yang dilaksanakan WHDI Kabupaten Badung tidak hari ini saja. Kami akan mengagendakan untuk dapat melaksanakan kegiatan ini kepada seluruh lansia yang ada di Kabupaten Badung . tentu secara bergantian ” imbuhnya.

Dibawah  terik sinar matahari yang menyengat para lansia dan pemedek serta anak-anak yang turut serta masih tampak bersemangat hal ini menjadi kebahagian yang terpatri dihati mereka.

Dengan senyum bahagia Ny. Kristiani ucapkan terima kasih atas kebersamaan ini. Acara dilanjutkan dengan menikmati makan siang bersama diwantilan jaba Pura Gunung Payung yang juga memiliki tebing dan panorama laut yang eksotik nan indah. (humasbdg/bpn)

Wagub Sudikerta Berbaur Hadiri Upacara Adat di Bangli

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta dengan didampingi Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, I Nengah Laba, berbaur bersama masyarakat setempat untuk melaksanakan persembahyangan serangkaian Karya Ngusabha Pengoot Emping di Pura Penataran Puseh Bale Agung Desa Pekraman Jelekungkang, Desa Taman Bali, dan juga Karya Pujawali Lan Padudusan Agung di Pura Anyar Tirta Empul Desa Tembuku Kaja, Tembuku, Bangli, Selasa (7/11/2017).

Dalam dharma wacananya, Sudikerta menyampaikan pada hakekatnya upacara atau yadnya merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pelaksanaan upacara juga untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan sekala dan niskala. Untuk itu pihaknya mengingatkan agar dalam ber-yadnya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan krama.

“Pelaksanaan yadnya merupakan rasa bhakti, suatu persembahan suci yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas. Jadi saya ingatkan kembali dalam beryadnya lakukanlah sesuai kemampuan, jangan sampai membebani warga. Lakukan yadnya dengan gotong royong dan saling membantu antar sesama,“ katanya.

Lebih jauh, Sudikerta berharap serangkaian karya yang harus dilaksanakan, warga tidak lupa untuk menjaga kesehatannya. Karena dengan badan yang sehat akan mampu untuk melaksanakan yadnya dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sudikerta juga mengingatkan agar dalam membuat sesajen/banten hendaknya selalu menggunakan buah lokal. Persembahan dengan menggunakan buah lokal merupakan wujud terima kasih kita.

Pada kedua tempat tersebut, Sudikerta menyerahkan punia untuk meringankan beban krama dalam melaksanakan yadnyanya. Bendesa Desa Pakraman Jelekungkang, I Wayan Wirya mengucapkan terimakasihnya atas kesediaan Wakil Gubernur Bali untuk menghadiri upacara dan bersembahyang bersama masyarakat. Turut hadir pula Anggota DPRD Bali, Wayan Gunawan dan mantan Komisioner KPI Bali, Komang Suarsana. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Bali Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali dan beberapa Kepala SKPD Provinsi Bali, Selasa (14/2/2017) menyerahkan santunan korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Songan, Desa Awan,  Desa Sukawana dan Desa Subaya.

Kejadian itu mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Di wilayah Desa Songan tanah longsor menelan korban meninggal yakni Jro Balian Resmi (33), Jro Balian Kadek Sriasih (7), Komang Agus Putra Santi (1), I Gede Sentana (40), Luh Bunga (40), Kadek (20), Ni luh Susun (40).

Di wilayah Desa Awan korban meninggal akibat tanah longsor yakni NI Kadek Arini (27), Ni Putu Natalia (10), Ni Nengah Parmini (40) asal Desa Suter, I Nyoman Budiarta (45) asal Desa Suter.

Di wilayah Sukawana korban meninggal dunia akibat tanah longsor yakni I Made Kawi (50). Di wilayah Desa Subaya korban meninggal akibat tanah longsor yakni Ni Luh Siman (70).

Santunan diserahkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diterima oleh ahli waris masing-masing keluarga. Pada kesempatan itu orang pertama di Pemprov Bali ini menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam dan berharap keluarga yang di tinggal dengan ikhlas melepas kepergian keluarga supaya bisa tenang di alam sana kerena sudah merupakan musibah.

Penyerahan santunan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bangli beserta jajarannya. Setelah menyerahkan santunan Gubernur Bali lanjut melihat lokasi terjadinya tanah longsor di Dusun Bantas lanjut mengunjungi tempat pengungsian masyarakat di Dusun Bantas dan Dusun Yeh Mampeh. (tis/bpn)