26 C
Denpasar
Selasa, 21 Agustus 2018

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Hadiri Mahasabha ke-VI PGSDT, Gubernur Pastika Harapkan Pengurus Bangun Pratisentana Yang “Sakti”

BALIPORTALNEWS.COM – Sebagai salah satu komunitas tradisional spiritual,  Paragotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT sudah berkontribusi terhadap pembangunan kemasyarakatan dan keagamaan di Bali.  Tapi seiring perkembangan jaman perlu juga dilakukan  evaluasi internal dalam pembinaan umat dan pasemetonan,  sehingga para pratisentana tidak  terlena dengan masa lalu dan bisa menghadapi tantangan saat ini maupun masa depan.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat membuka secara resmi Mahasabha ke-VI Paragotra Sentana Dalem Tarukan yang turut dirangkaikan dengan  HUT PGSDT ke-49 dan Dharma Shanti Nyepi  di wantilan Dharma Kerthi Mandala Pura Kawitan Dalem Tarukan  Desa Pulasari, Tembuku, Bangli,  Minggu (25/3/2018).

“Sebagai warih Ida Dalem Tarukan, yang patut diwarisi adalah  apinya bukan debunya.  Kalau mewarisi apinya itu yg bermanfaat.  Jangan ajarkan untuk bernostalgia terus,  ajarkan agar pratisentana bekerja keras,  cerdas,  disiplin tinggi,  karakter kuat berpegang teguh pada dharma sehingga menjadi pratisentana yang “sakti” yang bisa  menghadapi tantangan saat ini dan masa depan, bukan masa lalu. Inilah tantangan para pengurus,  tidak usah muluk-muluk,  fokus pada pembangunan SDM,  jika ada pratisentana yang miskin dan tidak mampu bersekolah,  angkat dan sekolahkan mereka,  bangun kepedulian terhadap sesama,  itu baru pasemetonan namanya, ” tegas Pastika yang disambut dengan applaus meriah para peserta.

Lebih jauh,  Gubernur Pastika juga mengharapkan pasemetonan tidak menjadi sekat pemisah kehidupan beragama di Bali,  namun sebaliknya pasemetonan bisa memperkuat persatuan masyarakat Bali.  “Bali itu kecil,  jaman dahulu Bali hancur karena kita terpecah,  oleh karena itu jangan bangun tembok,  bangunlah jembatan agar masyarakat Bali bersatu,”  ujar Pastika.

Sementata itu Ketua Umum PGSDT Nyoman Gunawan menjelaskan organisasi yang anggotanya pasemetonan PGSDT bertujuanuntuk menjaga bhisama yang diwariskan leluhur berdasakan bhakti dan sradha.  Ia berharap Mahasabha yang digelar bisa menampung seluruh aspirasi pratisentana dan melaksanakan evaluasi program yang sudah berjalan. Ditambahkan Ketua Panitia Mahasabha Gede Suparta,  bahwa  perencanaan program pembangunan berikutnya akan difokuskan sesuai arahan Gubernur Bali yakni diantaranya pembangunan penguatan SDM semisal sertifikasi kompetensi yang dimiliki dan penguatan pembangunan daya saing di era globalisasi, yang dirancang dalam program kerja jangka pendek,  menengah dan panjang.  Lebih jauh Ia merinci jumlah total anggota PGSDT mencapai 17.900 kk lebih yang tersebar  di 668 perkumpulan Dadya di Bali dan bahkan sudah menyebar ke luar Bali seperti Sulawesi Tengah,  NTB,  Papua,  Lampung dan provinsi lainnya. (humas-bali/bpn)

Sekda Provinsi Bali Cok Pemayun Terjun ke Lokasi Bencana Songan

BALIPORTALNEWS.COM – Menindaklanjuti arahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang sudah sempat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Songan, Kecamatan Kintamani Bangli pada (14/2/2017), maka Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun kembali meninjau lokasi bencana guna memastikan perkembangan terbaru Penanganan korban dan  relokasi para korban, pada Rabu (15/2/2017).

Dalam kesempatan itu, Sekda yang akrab disapa Cok Pemayun tersebut mengintruksikan kepada tim penanggulangan bencana agar mempercepat data  inventarisasi dampak tanah longsor terutama inventarisasi rumah yang terkena dampak bencana.

“Saya minta rumah-rumah yang terkena dampak segera diinventarisasi dan didapatkan data yang pasti, agar kami bisa menindaklanjuti terkait pembangunan rumah maupun hal-hal lainnya, terkait anggaran kami sudah siapkan”, jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kerja tim yang ada di lapangan, namun Cok Pemayun tetap meminta kepada para tim agar tetap siaga dan tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah terkait hal-hal yang dibutuhkan dilapangan sehingga komunikasi dapat berlangsung dua arah.

“Saya minta komunikasi BPBD Kabupaten, Kota dan Provinsi harus diperkuat, karena bencana alam itu tidak ada yang mampu mencegah. Fokus terhadap kinerja yang mengedepankan pada konsep ‘Mitigasi’ atau mengurangi korban,  mengingat cuaca buruk masih akan terjadi beberapa minggu ke depan, sehingga sangat penting dilakukan mitigasi atau pengurangan jumlah korban”, ujarnya.

Disamping itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat yang masih ada di lereng pegunungan agar segera mengamankan diri, mengingat akhir-akhir ini cuaca ektrim masih sering terjadi.

Pada momentum itu, Cok Pemayun yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali meninjau salah satu lokasi tanah longsor yaitu di Dusun Yeh Ampeh. (humasbali/bpn)

Bupati Eka Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Kintamani

BALIPORTALNEWS.COM – Berbagai pihak berupaya menggalang bantuan bagi para korban musibah bencana alam tanah longsor di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. termasuk yang dilakukan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tabanan, yang secara sukarela menghimpun dana untuk membantu para korban yang tertimpa musibah.

Bantuan sukarela tanggap bencana ASN Pemkab Tabanan senilai Rp 200 juta itu diserahkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kepada Bupati Bangli I Made Gianyar, di Wantilan Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli, Senin (20/2/2017). Jumlah tersebut pun bertambah, karena Bupati Eka secara pribadi juga memberikan sumbangan Rp 100 juta.

Selain itu, selaku Ketua Dewan Penasihat Yayasan Siwa Agung Jagadhita Bali, juga menyerahkan bantuan satu truk sembako beserta uang tunai Rp 8,6 juta. Bantuan tersebut dihimpun dari seluruh sisya Perguruan Siwa Murti se-Bali. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan juga Ketua Umum Yayasan Siwa Murti, Dr. Jero Mangku Made Subagia beserta seluruh sisya.

Bupati Eka menyampaikan bela sungkawa terhadap para korban bencana di Desa Songan B. “Kami datang ke sini untuk berbagi kasih. Apalagi beberapa hari ini saya lihat banyak sekali yang jadi korban (bencana) di Bangli. Sebetulnya, bencana tidak hanya di Bangli. Di Tabanan, di Candikuning juga ada longsor. Tapi yang paling berat kita rasakan di sini (Kintamani),” ujarnya.

Secara pribadi, katanya, kegiatan berbagi kasih dan kepedulian kepada korban bencana ini, salah satunya didorong keinginan untuk menjadi pribadi yang berguna kepada sesama. Termasuk kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar, mewakili masyarakat, khususnya para korban bencana longsor, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bupati Eka dan jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Begitu juga kepada Yayasan Siwa Agung Jagadhita Bali dan Perguruan Siwa Murti. (ita/bpn)

Pemprov Bali Bantu Warga Miskin di Gianyar dan Bangli

BALIPORTALNEWS.COMMenindaklanjuti pemberitaan di media sosial tentang 2 warga  miskin di Kabupaten Gianyar dan Bangli, Pemprov Bali melalui Biro Humas langsung merespon cepat dengan tarun langsung menyerahkan bantuan awal bagi kedua KK tersebut pada hari Rabu (14/9/2016).

Saat tim Humas Pemprov turun ke  rumah Ngakan Made Open (22) di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyarkeadaanya tampak sepi. Istrinya Dewa Ayu Lindia Widianti (22) tengah  dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar dikarenakan sejak usai melahirkan anak ketiganya, penyakit Ayu Lindia yang sudah diderita sejak lama kembali kambuh.

Pada kesempatan tersebut,  Perbekel Desa Lebih I Wayan Pradnyana yang mendampingi tim mengatakan bahwa warganya tersebut dikarunia 3 orang anak, dimana anak yang pertama sudah meninggal sejak berusia 4 bulan, sedangkan anak yang kedua saat ini baru berumur 3 tahun dan yang ketiga saat ini baru berumur 7 bulan yang saat ini dititipkan di rumah mertuanya.

Disampaikan juga, bahwa yang bersangkutan sejak awal menderita penyakit paru-paru dan jantung, sehingga penyakit ini seringkali kambuh setiap kali melahirkan, dan penyakit yang dideritanya saat ini merupakan yang paling parah sehingga sempat bolak balik dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim kemudian menuju rumah keluarga Ngakan Made Open bermaksud untuk menengok kondisi dari anak – anaknya.

Namun sayang belum sempat bercerita banyak, akhirnya perbincangan terpaksa dihentikan karena dari pihak keluarga mendapat informasi bahwa Ayu Lindia telah meninggal, sehingga rombongan mohon permisi dan kemudian menyerahkan bantuan yang diharapkan mampu untuk meringan kan beban mereka saat ini.

Selanjutnya Tim mengunjungi Ni Ketut Supir (90) tahun warga Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. Perbekel Desa Kayubihimenjelaskan yang bersangkutan sudah mendapatkan bantuan Bedah Rumah dari Kabupaten pada bulan September 2015 dan sudah tidak masuk lagi dalam kategori keluarga miskin sejak tahun 2015, bahkan sebelumnya juga ada program CSR dari PLN Kabupaten yang hendak memberikan bantuan tetapi batal setelah melihat kondisi yang sebenarnya. 

Melihat kejadian itu  membuat Perbekel setempat bingung atas pemberitaan yang telah dimuat di media massa tersebut, dan dia juga mengharapkan agar media massa membuat informasi yang sesuai dengan kenyataan dilapangan karena bisa mencoreng kinerjanya selama ini. Sehingga dari perbekel, bantuan kemudian dialihkan kepada Ni Wayan Tresna (70 tahun) warga Banjar Dinas Jangkan, Desa Kayubihi Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli.

Keadaan Ni Wayan Tresna benar-benar memprihatingkan, dia hidup sebatang kara dan tinggal dirumah yang berukuran sangat kecil, bahkan untuk biaya makan dia hanya mengandalkan dari penghasilannya pekerjaannya membuat anyaman. Hal senada juga dibenarkan oleh Kepala Dusun Banjar Dinas Jangkan I Nyoman Padma. Untuk meringakan beban hidupnya,  tim memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai dari Gubernur Mangku Pastika. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Bali Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali dan beberapa Kepala SKPD Provinsi Bali, Selasa (14/2/2017) menyerahkan santunan korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Songan, Desa Awan,  Desa Sukawana dan Desa Subaya.

Kejadian itu mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Di wilayah Desa Songan tanah longsor menelan korban meninggal yakni Jro Balian Resmi (33), Jro Balian Kadek Sriasih (7), Komang Agus Putra Santi (1), I Gede Sentana (40), Luh Bunga (40), Kadek (20), Ni luh Susun (40).

Di wilayah Desa Awan korban meninggal akibat tanah longsor yakni NI Kadek Arini (27), Ni Putu Natalia (10), Ni Nengah Parmini (40) asal Desa Suter, I Nyoman Budiarta (45) asal Desa Suter.

Di wilayah Sukawana korban meninggal dunia akibat tanah longsor yakni I Made Kawi (50). Di wilayah Desa Subaya korban meninggal akibat tanah longsor yakni Ni Luh Siman (70).

Santunan diserahkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diterima oleh ahli waris masing-masing keluarga. Pada kesempatan itu orang pertama di Pemprov Bali ini menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam dan berharap keluarga yang di tinggal dengan ikhlas melepas kepergian keluarga supaya bisa tenang di alam sana kerena sudah merupakan musibah.

Penyerahan santunan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bangli beserta jajarannya. Setelah menyerahkan santunan Gubernur Bali lanjut melihat lokasi terjadinya tanah longsor di Dusun Bantas lanjut mengunjungi tempat pengungsian masyarakat di Dusun Bantas dan Dusun Yeh Mampeh. (tis/bpn)

Sudikerta Apresiasi Turnamen Volly Pengotan Cup 

BALIPORTALNEWS.COMKegiatan penggalian dana melalui turnamen voli yang dilakukan  pihak desa dan  melibatkan generasi muda dan bertujuan untuk  pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan Pura Kahyangan Tiga, merupakan kegiatan positif yang bisa mengarahkan para generasi muda untuk berbuat hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Tidak itu saja kegiatan ini diharapkan menjauhkan para generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif seperti mengkonsumsi narkoba, balap liar, pergaulan bebas dan sebagainya yang bisa merusak masa depan mereka sendiri. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri undangan penutupan Turnamen Bola Volly Pengotan Cup I di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Bangli, Senin (9/8/2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut, yang diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Bali. Karena kejuaraan yang sifatnya pembinaan bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui kemampuan satu tim Bola Volly serta untuk mencari bibit-bibit pemain unggul di cabang olahraga tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia turnamen, I Wayan Kopok, menyatakan pelakaanaan turnamen dilatarbelakangi adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan soliditas berolahraga, khususnya cabor Bola Volly. Disamping juga sebagai upaya mendukung kegiatan penggalian dana dalam rangka pembangunan/pemugaran Pura Penataran Agung Desa Pekraman Pengotan, yang diperkirakan menghabiskan biaya sesuai RAB kurang lebih Rp. 4.750.000.000,- (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Ia pun menjelaskan turnamen tersebut diikuti sekitar 32 klub Bola Voli yang berasal dari desa-desa diseputaran Kecamatan Bangli dan Bebanuan Desa Pekraman Pengotan, serta telah berlangsung selama kurang lebih 37 hari mulai bulan Juli 2016. Untuk dana yang sudah berhasil di galang per tanggal 8 Agustus mencapai total sekitar 270 juta, yang selanjutnya dipotong biaya operasional dan biaya dana pembinaan club. 

Antusiasme masyarakat menyaksikan partai final turnamen tersebut sangat tinggi, terlihat dari deretan bangku penonton yang terisi penuh oleh masyarakat berbagai usia. Partai final kejuaraan tersebut menyisakan 4 klub yang memperebutkan posisi I, II, III dan IV, yakni masing-masing klub Pandan Anyar vs klub Simpatik memperebutkan posisi III dan IV, serta posisi I dan II diperebutkan klub Angker vs Putra Kencana. Hadiah yang diperebutkan pun terbilang lumayan menarik, para pemenang akan membawa pulang hadiah tunai, piala dan piagam.

Untuk hadiah tunai, para juara mendapatkan hadiah masing-masing Peraih Juara Pertama Rp 10.000.000, Perah Juara Kedua Rp 7.000.000, Peraiah Juara Ketiga Rp 5.000.000, Peraih Juara Ke Empat Rp 3.000.000, serta dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 1.000.000 bagi klub-klub yang masuk 8 besar tetapi tidak masuk 4 besar. Tidak hanya itu, bagi para penonton pun disediakan door prise yang sangat menarik yakni 1 unit mobil pick up dan 1 unit sepeda motor. 

Wagub Sudikerta yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Kesra Provinsi Bali, AA. Geria, juga menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai dan juga seperangkat peralatan olah raga Bola Voli.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Agus, Pebisnis Muda Berjiwa Sosial Tinggi Bantu Korban Banjir Bandang

BALIPORTALNEWS.COM – Banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Songan dan Yeh Mampeh, Desa Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, merendam sejumlah rumah warga dan puluhan hektar lahan pertanian.

Lebih parah lagi, sejumlah pemukiman warga terancam tergerus longsor. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hal ini tak membuat Ketut Agus Santika berdiam diri. Bencana yang terjadi pada Rabu (8/2/2017) diperkirakan hujan deras yang mengguyur wilayah Kintamani sejak pukul 15.00 wita, mengakibatkan kiriman air dari dua sungai yakni Sungai  Melilit dan Sungai Ampah Anti ke wilayah Yeh Mampeh melimpah.

Akibatnya, volume air di Yeh Mampeh terus  naik hingga merendam pemukiman warga serta lahan pertanian seluas  25 hektar.

Agus (sapapan Ketust Agus Santika) langsung terjun ke Kintamani lokasi bencana bersama Rika Callebaut Sigit dan rombongan menempuh berjalanan jauh ke medan bencana dengan membawa bantuan yang digalangnya.

Tak hanya itu, pebisnis muda yang kerap mengkampanyekan gerakan anak muda untuk bertani, berternak dan berkebun kayu di Bali ini juga intens memantau perkembangannya.

Saat di pengungsian Agus dan Rika Ari Sigit berdialog serta membagikan makanan instan, baju anak-anak serta berbagai kelengkapan yang dibutuhkan pengungsi dewasa.

“Ya saudara kita sedang mendapat musibah, pastinya hati kita tergerak untuk meringankan beban mereka dengan segala kemampuan kita. Semoga mereka yang dipengungsian sabar dan kami akan terus membantu secara intens,” tutur Ketut Agus Santika kepada awak media.

Agus tidak berhenti sampai disini, dirinya berencana akan mengundang Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait dan Sekjend Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati untuk bersama-sama memantau secara langsung kondisi anak-anak yang menjadi korban banjir bandang di Kintamani termasuk melihat kondisi psikolog mereka.

“Saya berencana mengajak Pak Arist Merdeka Sirait dari Komnas Anak dan Kak Rita Pranawati selaku Sekjen KPAI untuk melihat anak-anak di Kintamani”, imbuhnya.

Sebelumnya bencana banjir bandang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat termasuk Kementrian Sosial RI telah terjun dan membantu korban. Semoga para korban diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian bencana banjir bandang di Kintamani. (znd/bpn)

Personil Polres Badung Lakukan Kebersihan Lingkungan di Posko SKB Susut Bangli

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Ratusan Personil Polres Badung yang di BKO kan di Polres Bangli dalam rangka Operasi Aman Nusa II 2017 mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Agung tak tinggal diam.

Ratusan Polisi tersebut, membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan, memberikan himbauan menjaga kesehatan serta mejaga keharmonisan di lingkungannya.

Seperti halnya yang dilaksanakan pada hari ini, Senin (4/12/2017) Personil Polres Badung membersihkan halaman di Posko Pengungsian SKB Susut Bangli guna menjaga kebersihan lingkungan yang berdampak pada kesehatan para pengungsi.

Selain membersihkan lingkungan sekitar Posko, beberapa personil tampak membantu para pengungsi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, dimana personil mengangkat air bersih dari penampungan menuju dapur umum dan kamar mandi umum para pengungsi.

Perwira pengendali IPTU I Made Murdawan yang memimpin pasukan BKO mengungkapkan “kami berupaya meringankan beban para pengungsi, hal kecil yang kami lakukan hari ini mulai dari pembersihan halaman posko, membantu mengangkat air bersih serta sedikit menghibur para pengungsi dapat meringankan beban mereka (pengungsi),” ucap IPTU Murdawan yang menjabat Kasi Propam di Polres Badung ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan