27 C
Denpasar
Sabtu, 20 Oktober 2018

Gempa Guncang Bangli, Ini Penjelasan BMKG

BALIPORTALNEWS.COM – Wilayah Bangli, Bali diguncang gempa, Kamis (11/5/2017). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi terjadi pukul  22.06.02 WIB dengan kekuatan M=2,9.

Episenter terletak pada koordinat 8.05 LS dan 115.35 BT, tepatnya di laut pada jarak 25 km Timur Laut Bangli, Bali pada kedalaman 5 Km. Demikian laporan Pusdalop PB Bali sebagaimana dikutip dari line Bali Siaga Bencana.

Menurut laporan masyarakat menunjukan bahwa dampak guncangan dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat dengan skala intensitas I SIG  (I-II MMI) di daerah Tejakula. Untuk sementara belum ada laporan kerusakan dan korban.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar,  Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl SEIS., menjelaskan, terkait dengan peristiwa gempa bumi tersebut, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Hasil analisa BMKG menunjukkan posisi episenter gempa bumi tersebut di darat sehingga gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Untuk itu kepada warga Bangli,Bali dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Bali Kembali Bantu 2 Lansia Keterbelakangan Fisik

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi respon cepat terkait pemberitaan media massa tentang keberadaan Nyoman Yasa dan adiknya yang bernama Ni Ketut Tapa. Kedua lansia asal Banjar Peninjoan, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli ini mengalami keterbatasan fisik sejak lahir sehingga membutuhkan uluran tangan dari orang lain.

Senin (19/3/2018) pagi, Gubernur Pastika mengutus tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ke Kabupaten Bangli untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan untuk Nyoman Yasa dan adiknya Ni Ketut Tapa.

Usai melaksanakan apel disiplin di Kantor Gubernur Bali, tim respon cepat berangkat ke kantor Perbekel Desa Peninjoan untuk berkoordinasi dengan aparat desa setempat tentang keberaadaan kedua lansia tersebut. Setelah berkoordinasi, tim pun diantar oleh Perbekel Desa Peninjoan I Dewa Nyoman Tagel PA menuju tempat tinggal Nyoman Yasa dan Ketut Tapa.

Diceritakan, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya walaupun dengan kondisi keterbatasan fisik, Nyoman Yasa bersama adiknya Ni Ketut Tapa tetap semangat dan berusaha dengan gigih bekerja membuat anyaman bambu seperti bakul dan guwungan (kandang ayam). Dengan pekerjaan tersebut, keduanya bisa menghasilkan kira kira 40 ribu rupiah per hari, meski penghasilan mereka sesungguhnya tak menentu.

Mengingat usianya yang sudah lanjut, Nyoman Yasa tidak mampu berbuat banyak, sehingga hasil anyaman bambu yang dibuatnya setiap hari tidak lagi menentu dan harus mengandalkan belas kasihan dari donatur  untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sebagai tambahan kegiatan di sela waktunya, Nyoman Yasa dan Ni Ketut Tapa juga memelihara babi dan ayam.

Perbekel Desa Peninjaoan, Dewa Nyoman Tagel mengatakan, sesungguhnya Nyoman Yasa sudah memperoleh berbagai bantuan baik itu bantuan pemerintah pusat seperti bantuan KIS (Kartu Indonesia Sehat), bantuan dari Donatur, Yayasan dan juga bantuan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial.

Namun, Dewa Nyoman Tagel sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan tim respon cepat dan secara khusus mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang telah memberikan perhatian khusus kepada salah satu warganya yang membutuhkan. Ia berharap agar pemerintah terus memperhatikan warga lainnya yang kurang mampu, dan program-program Pemerintah Provinsi Bali yang menurutnya sangat bagus dalam pengentasan kemiskinan bisa terus dilanjutkan. (humas-bali/bpn)

Pemprov Bali Bantu Warga Miskin di Gianyar dan Bangli

BALIPORTALNEWS.COMMenindaklanjuti pemberitaan di media sosial tentang 2 warga  miskin di Kabupaten Gianyar dan Bangli, Pemprov Bali melalui Biro Humas langsung merespon cepat dengan tarun langsung menyerahkan bantuan awal bagi kedua KK tersebut pada hari Rabu (14/9/2016).

Saat tim Humas Pemprov turun ke  rumah Ngakan Made Open (22) di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyarkeadaanya tampak sepi. Istrinya Dewa Ayu Lindia Widianti (22) tengah  dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar dikarenakan sejak usai melahirkan anak ketiganya, penyakit Ayu Lindia yang sudah diderita sejak lama kembali kambuh.

Pada kesempatan tersebut,  Perbekel Desa Lebih I Wayan Pradnyana yang mendampingi tim mengatakan bahwa warganya tersebut dikarunia 3 orang anak, dimana anak yang pertama sudah meninggal sejak berusia 4 bulan, sedangkan anak yang kedua saat ini baru berumur 3 tahun dan yang ketiga saat ini baru berumur 7 bulan yang saat ini dititipkan di rumah mertuanya.

Disampaikan juga, bahwa yang bersangkutan sejak awal menderita penyakit paru-paru dan jantung, sehingga penyakit ini seringkali kambuh setiap kali melahirkan, dan penyakit yang dideritanya saat ini merupakan yang paling parah sehingga sempat bolak balik dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim kemudian menuju rumah keluarga Ngakan Made Open bermaksud untuk menengok kondisi dari anak – anaknya.

Namun sayang belum sempat bercerita banyak, akhirnya perbincangan terpaksa dihentikan karena dari pihak keluarga mendapat informasi bahwa Ayu Lindia telah meninggal, sehingga rombongan mohon permisi dan kemudian menyerahkan bantuan yang diharapkan mampu untuk meringan kan beban mereka saat ini.

Selanjutnya Tim mengunjungi Ni Ketut Supir (90) tahun warga Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. Perbekel Desa Kayubihimenjelaskan yang bersangkutan sudah mendapatkan bantuan Bedah Rumah dari Kabupaten pada bulan September 2015 dan sudah tidak masuk lagi dalam kategori keluarga miskin sejak tahun 2015, bahkan sebelumnya juga ada program CSR dari PLN Kabupaten yang hendak memberikan bantuan tetapi batal setelah melihat kondisi yang sebenarnya. 

Melihat kejadian itu  membuat Perbekel setempat bingung atas pemberitaan yang telah dimuat di media massa tersebut, dan dia juga mengharapkan agar media massa membuat informasi yang sesuai dengan kenyataan dilapangan karena bisa mencoreng kinerjanya selama ini. Sehingga dari perbekel, bantuan kemudian dialihkan kepada Ni Wayan Tresna (70 tahun) warga Banjar Dinas Jangkan, Desa Kayubihi Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli.

Keadaan Ni Wayan Tresna benar-benar memprihatingkan, dia hidup sebatang kara dan tinggal dirumah yang berukuran sangat kecil, bahkan untuk biaya makan dia hanya mengandalkan dari penghasilannya pekerjaannya membuat anyaman. Hal senada juga dibenarkan oleh Kepala Dusun Banjar Dinas Jangkan I Nyoman Padma. Untuk meringakan beban hidupnya,  tim memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai dari Gubernur Mangku Pastika. (r/humas pemprov bali/bpn)

Sudikerta Apresiasi Turnamen Volly Pengotan Cup 

BALIPORTALNEWS.COMKegiatan penggalian dana melalui turnamen voli yang dilakukan  pihak desa dan  melibatkan generasi muda dan bertujuan untuk  pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan Pura Kahyangan Tiga, merupakan kegiatan positif yang bisa mengarahkan para generasi muda untuk berbuat hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Tidak itu saja kegiatan ini diharapkan menjauhkan para generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif seperti mengkonsumsi narkoba, balap liar, pergaulan bebas dan sebagainya yang bisa merusak masa depan mereka sendiri. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri undangan penutupan Turnamen Bola Volly Pengotan Cup I di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Bangli, Senin (9/8/2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut, yang diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Bali. Karena kejuaraan yang sifatnya pembinaan bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui kemampuan satu tim Bola Volly serta untuk mencari bibit-bibit pemain unggul di cabang olahraga tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia turnamen, I Wayan Kopok, menyatakan pelakaanaan turnamen dilatarbelakangi adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan soliditas berolahraga, khususnya cabor Bola Volly. Disamping juga sebagai upaya mendukung kegiatan penggalian dana dalam rangka pembangunan/pemugaran Pura Penataran Agung Desa Pekraman Pengotan, yang diperkirakan menghabiskan biaya sesuai RAB kurang lebih Rp. 4.750.000.000,- (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Ia pun menjelaskan turnamen tersebut diikuti sekitar 32 klub Bola Voli yang berasal dari desa-desa diseputaran Kecamatan Bangli dan Bebanuan Desa Pekraman Pengotan, serta telah berlangsung selama kurang lebih 37 hari mulai bulan Juli 2016. Untuk dana yang sudah berhasil di galang per tanggal 8 Agustus mencapai total sekitar 270 juta, yang selanjutnya dipotong biaya operasional dan biaya dana pembinaan club. 

Antusiasme masyarakat menyaksikan partai final turnamen tersebut sangat tinggi, terlihat dari deretan bangku penonton yang terisi penuh oleh masyarakat berbagai usia. Partai final kejuaraan tersebut menyisakan 4 klub yang memperebutkan posisi I, II, III dan IV, yakni masing-masing klub Pandan Anyar vs klub Simpatik memperebutkan posisi III dan IV, serta posisi I dan II diperebutkan klub Angker vs Putra Kencana. Hadiah yang diperebutkan pun terbilang lumayan menarik, para pemenang akan membawa pulang hadiah tunai, piala dan piagam.

Untuk hadiah tunai, para juara mendapatkan hadiah masing-masing Peraih Juara Pertama Rp 10.000.000, Perah Juara Kedua Rp 7.000.000, Peraiah Juara Ketiga Rp 5.000.000, Peraih Juara Ke Empat Rp 3.000.000, serta dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 1.000.000 bagi klub-klub yang masuk 8 besar tetapi tidak masuk 4 besar. Tidak hanya itu, bagi para penonton pun disediakan door prise yang sangat menarik yakni 1 unit mobil pick up dan 1 unit sepeda motor. 

Wagub Sudikerta yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Kesra Provinsi Bali, AA. Geria, juga menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai dan juga seperangkat peralatan olah raga Bola Voli.

Sumber : Humas Pemprov Bali

WHDI Badung Ajak Para Lansia Tirtayatra

BALIPORTALNEWS.COM – Penasehat WHDI Badung yang juga Wakil Ketua TP. PKK Kab. Badung Ny. Kristiani Suiasa bersama anggota WHDI Badung melaksanakan tirtayatra bersama para lansia ke Pura Geger dan Gunung Payung, Minggu (26/2/2017)

Ny. Kristiani Suiasa, mengatakan dengan penguatan religi dan pendalaman nilai-nilai agama diharapkan tirtayatra menjadi bagian penting juga bermakna bagi para lansia untuk keajegan adat seni dan budaya Bali.

Disamping untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, sembahyang bersama dengan tirtayatra juga menjadi silahturahmi bagi umat sedarma di pura-pura yang dikunjungi.

Kami dari keluarga besar WHDI Badung mencoba memberikan yang terbaik pagi para lansia dengan berbagi sedikit kebersamaan dan kebahagian tentu harapan kita ini menjadi seberkas semangat hidup untuk turut membangun Badung.

“Keberadaan  mereka juga menjadikan bagian penting untuk Kabupaten Badung kalau kita masih diberi kesehatan dan kerahayuan tentu Badung akan kuat,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di pura Gunung payung di desa adat Kutuh. usai melaksanakan persembahyangan bersama dan menerima tirta suci dari pemangku pura Ny. Kristiani juga berharap dengan perjalanan suci dan persembayangan ini dapat dipetik  nilai-nilai keagamaan. Niatan yang suci dan tulus iklas niscaya kedamaian dan kerahajengan akan datang sendirinya.

Tirtayatra yang dilaksanakan WHDI Kabupaten Badung tidak hari ini saja. Kami akan mengagendakan untuk dapat melaksanakan kegiatan ini kepada seluruh lansia yang ada di Kabupaten Badung . tentu secara bergantian ” imbuhnya.

Dibawah  terik sinar matahari yang menyengat para lansia dan pemedek serta anak-anak yang turut serta masih tampak bersemangat hal ini menjadi kebahagian yang terpatri dihati mereka.

Dengan senyum bahagia Ny. Kristiani ucapkan terima kasih atas kebersamaan ini. Acara dilanjutkan dengan menikmati makan siang bersama diwantilan jaba Pura Gunung Payung yang juga memiliki tebing dan panorama laut yang eksotik nan indah. (humasbdg/bpn)

PMI Badung Terjunkan Relawan Bantu Korban Longsor Kintamani

BALIPORTALNEWS.COM – Bantuan ke korban bencana longsor di Kecamatan Kintamani, Bangli, tidak saja diwujudkan dalam bentuk uang dan barang , tapi juga dalam bentuk tenaga. Hal ini diwujudkan oleh tim relawan PMI Kabupaten Badung. Bahkan relawan kemanusian tersebut sudah dikirim beberap hari lalu untuk membantu masyarakat di sana.

Ketua PMI badung, Kompyang R. Swandika, Minggu (19/2/2017) mengatakan, setiap hari pihaknya menerjunkan sebanyak puluhan relawan untuk membantu masyarakat disana. “Hari ini hari ke empat kita terjunkan tim relawan. Kegiatan ini adalah bagian untuk mewujudkan rasa peduli terhadap saudara di daerah lain yang lagi terkena bencana, “ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tim relawan berangkat mulai tanggal 11, tanggal 17 dan tanggal 18 Februari 2017. “Hari pertama 13 orang, hari kedua 10 orang dan hari ketiga 37 orang. Mereka yang diberangkatkan  dari unit Udayana, unit Polteknik Negeri Bali dan unit markas PMI Kabupaten Badung. Sementara  armada yang  berangkat dua mobil ambulance, dan mobil markas,”terangnya.

Swandika yang juga Sekda Badung ini mengatakan, bantuan yang di berikan tenaga pembatu lintas sektor setempat dalam penerimaan bantuan di Kantor Camat Kintamani. Selain itu pihaknya juga menerjunkan relawan membantu membawa bantuan ke tempat pengungsian di Desa Songan. (humasbdg/bpn)

Personil Polres Badung Lakukan Kebersihan Lingkungan di Posko SKB Susut Bangli

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Ratusan Personil Polres Badung yang di BKO kan di Polres Bangli dalam rangka Operasi Aman Nusa II 2017 mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Agung tak tinggal diam.

Ratusan Polisi tersebut, membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan, memberikan himbauan menjaga kesehatan serta mejaga keharmonisan di lingkungannya.

Seperti halnya yang dilaksanakan pada hari ini, Senin (4/12/2017) Personil Polres Badung membersihkan halaman di Posko Pengungsian SKB Susut Bangli guna menjaga kebersihan lingkungan yang berdampak pada kesehatan para pengungsi.

Selain membersihkan lingkungan sekitar Posko, beberapa personil tampak membantu para pengungsi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, dimana personil mengangkat air bersih dari penampungan menuju dapur umum dan kamar mandi umum para pengungsi.

Perwira pengendali IPTU I Made Murdawan yang memimpin pasukan BKO mengungkapkan “kami berupaya meringankan beban para pengungsi, hal kecil yang kami lakukan hari ini mulai dari pembersihan halaman posko, membantu mengangkat air bersih serta sedikit menghibur para pengungsi dapat meringankan beban mereka (pengungsi),” ucap IPTU Murdawan yang menjabat Kasi Propam di Polres Badung ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Sekda Provinsi Bali Cok Pemayun Terjun ke Lokasi Bencana Songan

BALIPORTALNEWS.COM – Menindaklanjuti arahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang sudah sempat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Songan, Kecamatan Kintamani Bangli pada (14/2/2017), maka Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun kembali meninjau lokasi bencana guna memastikan perkembangan terbaru Penanganan korban dan  relokasi para korban, pada Rabu (15/2/2017).

Dalam kesempatan itu, Sekda yang akrab disapa Cok Pemayun tersebut mengintruksikan kepada tim penanggulangan bencana agar mempercepat data  inventarisasi dampak tanah longsor terutama inventarisasi rumah yang terkena dampak bencana.

“Saya minta rumah-rumah yang terkena dampak segera diinventarisasi dan didapatkan data yang pasti, agar kami bisa menindaklanjuti terkait pembangunan rumah maupun hal-hal lainnya, terkait anggaran kami sudah siapkan”, jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kerja tim yang ada di lapangan, namun Cok Pemayun tetap meminta kepada para tim agar tetap siaga dan tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah terkait hal-hal yang dibutuhkan dilapangan sehingga komunikasi dapat berlangsung dua arah.

“Saya minta komunikasi BPBD Kabupaten, Kota dan Provinsi harus diperkuat, karena bencana alam itu tidak ada yang mampu mencegah. Fokus terhadap kinerja yang mengedepankan pada konsep ‘Mitigasi’ atau mengurangi korban,  mengingat cuaca buruk masih akan terjadi beberapa minggu ke depan, sehingga sangat penting dilakukan mitigasi atau pengurangan jumlah korban”, ujarnya.

Disamping itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat yang masih ada di lereng pegunungan agar segera mengamankan diri, mengingat akhir-akhir ini cuaca ektrim masih sering terjadi.

Pada momentum itu, Cok Pemayun yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali meninjau salah satu lokasi tanah longsor yaitu di Dusun Yeh Ampeh. (humasbali/bpn)

Pastika Gugah Anak Muda Ajegkan Bali Lewat Pertanian

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak anak muda untuk mengajegkan Bali dengan cara tidak meninggalkan pertanian yang merupakan jati diri masyarakat Bali. Hal itu disampaikannya pada acara pemberian penghargaan dan hadiah kepada unit sistem pertanian terintegrasi (Simantri) berprestasi tingkat Provinsi Bali 2016 bertempat di Simantri 445, Kelompok Tani Dwita Gangga Dukuh Sari Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (26/8/2016).

Semangat anak muda diharapkan mampu mengembalikan mengembalikan wajah pertanian Bali menjadi jati diti yang sebenarnya. ‘’Saat ini usia para petani kita di atas 50 tahun, jadi saya harapkan melalui program Simantri ini anak muda mulai melirik sektor pertanian demi menjaga tanah dan warisan leluhur Bali,’’ jelasnya.

Selain itu, dia juga menyatakan kebanggaan dan kebahagiaanya akan perkembangan simantri dewasa ini. Pastika mengingat bagaimana dulu susahnya memperjuangkan pembangunan simantri karena ditentang berbagai pihak namun saat ini hasil positifnya sudah mulai kelihatan.

‘’Tujuan utama simantri adalah bagaimana meningkatkan pendapatan petani, bukan plihara sapi tok. Tapi bagaimana kita integrasikan peternakan dan pertanian agar bisa mensejahterakan petani,’’ tuturnya di depan para anggota simantri dan pendamping simantri.

Selain untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani, keberadaan simantri juga diharapkan bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke jati diri yaitu bertani, mengurangi alih fungsi lahan yang begitu cepat serta mengurangi polusi tanah yang diakibatkan oleh pupuk kimiawi dengan cara menggunakan pupuk kompos dan bio urine hasil simantri.

Dalam kesempatan itu, Pastika yang didampingi oleh jajaran kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali, berharap agar simantri terus dikembangkan. Mengingat program ini juga sangat sejalan dengan ajaran Hindu (Vedic-Agriculture System) atau program pertanian yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sekaligus kearifan lokal.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras mengembangkan simantri sehingga bisa menarik perhatian ilmuwan manca negara untuk terus menelitinya. ‘’Kita sedang menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan pupuk organik dengan jepang, khususnya dengan Kumamoto dan Osaki. Bahkan sekarang Wakil Walikota Osaki Tojo Masaha hadir secara langsung di sini. Seharusnya kita bangga, ide simantri yang sederhana ini ternyata sangat bermanfaat dan bisa menarik perhatian negara lain," bebernya.

Demi menggugah semangat bertani, orang nomor satu di Bali ini juga mengundang ahli pertanian untuk menciptakan varietas baru dari hasil lokal yang mampu bersaing dengan produk unggulan di dunia. ‘’Jika bisa ahli pertanian ciptakan jeruk Kintamani yang besar, manis dan tanpa batu sehingga bisa diekspor ke luar negeri. Bayangkan Jepang yang tanahnya tidak sesubur kita bisa terus hasilkan varietas unggulan dengan harga yang jauh melampaui kita. Seharusnya SDM kita diasah hingga mampu bersaing di kancah global,’’ tandasnya.

Pastika juga menegaskan harapannya bisa menjadikan Simantri  salah satu program yang mengantarkan Bali menuju Green Province  (Provinsi Hijau) dengan pencapaian 1.000 gapoktan di tahun 2018.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinis Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, melaporkan jika lomba simantri ini selain bertujuan untuk melihat simantri yang telah berhasil, juga bertujuan untuk memotivasi simantri lain agar bisa berkembang lebih baik. Dia mengakui, jika tidak semua unit simantri yang saat ini berjumlah 632 unit bisa menunjukkan hasil yang positif. Ada beberapa yang tidak berjalan sama sekali.

Untuk meringankan para petani, pihaknya juga telah mensinergikan program subsidi pupuk organik dengan simantri sebesar Rp 10 miliar untuk sekitar 12.500 ton pipik organik produksi simantri.

Wisnuardhana memelaporkan jumlah kelompok tani saat ini berkembang menjadi 632 kelompok dari hanya 10 kelompok di tahun 2009. Hal sama juga bisa dilihat dari jumlah sapi yang telah dibiakkan. Dari 210 ekor sapi tahun 2009 telah berkembang menjadi sekitar 11.529 di tahun 2015, sedangkan anak sapi telah berkembang menjadi 10.040 di tahun yang sama.

Jumlah digester biogas sampai tahun 2015 mencapai 549 unit yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 1.647 kk. Dan pupuk organik yang telah diproduksi mencapai 58.814 ton dan biourine mencapai 57.814.000 liter yang mencukupi untuk luasan areal usaha tani sekutar 11.563 Ha.

Keberhasilan lain Simantri juga bisa dilihat antara lain dengan menjadi salah satu dari 8 nominator penerima penghargaan Energi Prabawa tingkat nasional dari kementrian ESDM, menjadi objek studi bandung dari luar Bali hingga luar negeri, telah mampu membuka lapangan pekerja baru dan mampu menyuplai pupuk organik di Bali.

Tahun 2015 bahkan pihaknya telah meluncurkan SIMORI yaitu Sistem Monitoring Simantri secara online. Sedangkan tahun ini sedang dirancang program google map simantri sehingga memudahkan mencapai Sumantri yang telah tersebar di seluruh Bali. "Selain kami juga berusaha memasarkan produk-produk simantri secara online melalui website simantri," imbuhnya. (r/humas prov bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan