Sabtu, 18 Agustus 2018

Sinergitas Seluruh Komponen Ciptakan Masyarakat Bersinar

BALIPORTALNEWS.COM – Permasalahan penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang kompleks, sehingga upaya penanggulangannya harus dilakukan di semua elemen, baik pemerintah dan masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan mengingat kejahatan narkoba itu bersifat borderless (tanpa batas). Perkembangan Peredaran Gelap dan Penyalahgunaan Narkoba di Bali dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitasnya, sedangkan jumlah aparat yang bertugas untuk menangani masalah penyalahgunaan narkoba sangat terbatas, maka perlu dilakukan suatu upaya untuk memperoleh dukungan dari pihak terkait dengan dilandasi oleh suatu kesepahaman bahwa masalah narkoba.

Dalam rangka membangkitkan dan memotivasi  masyarakat untuk mencegah dan menangkal serta menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah desa atau kelurahan, BNN Kabupaten Badung duduk bersama perwakilan BPMD Pemdes Kabupaten Badung dan perwakilan lurah/perbekel di Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan Asistensi dalam rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di lingkungan masyarakat pada Kamis (18/8/2016) bertempat di Ruang Pertemuan Kantor PMI Kabupaten Badung.

Hadir dalam kegiatan tiga narasumber dari BNN Provinsi Bali, BPMD Pemdes Kabupaten Badung dan BNN Kabupaten Badung yang membawakan materi secara panel dengan dilanjutkan diskusi. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan asistensi ini agar peserta mampu menyusun rencana aksi kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayahnya.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan membangun jejaring pembangunan berwawasan anti narkoba di kelompok masyarakat ini mengulas tentang isu-isu penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat serta langkah dan upaya yang harus dijalankan oleh lurah dan perbekel untuk menggandeng masyarakat untuk berperan serta dalam upaya P4GN sesuai dengan amanat UU No. 35 Tahun 2009.

Disamping itu juga dibahas mengenai program-program ataupun kegiatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat  yang efektif dilaksanakan di lingkungan masyarakat guna meningkatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan menciptakan imunitas di masyarakat seperti, kepala perbekel/lurah beserta perangkat desa harus memberikan motivasi kepada seluruh potensi masyarakat dan tanggap apabila ada orang asing masuk ke wilayahnya/terjadinya sekelompok orang yang bergerombol. Perketat wilayah batas desa/ kelurahan.

Kedua, gerakan unsur-unsur karang taruna dan perangkat desa/kelurahan untuk membuat kegiatan yang positif. Ketiga, sosialisasi P4GN di lingkungan masyarakat kelurahan/desa diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta seluruh warga masyarakat kelurahan/desa, terutama partisipasi aktifnya dalam kegiatan pencegahan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesuai ketentuan yang ada.

Dengan adaya kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh stakeholder, instansi pemerintah dan seluruh komponen masyarakat  menyatukan langkah dan menyamakan persepsi untuk menyelamatkan masyarakat  yang merupakan generasi bangsa akan ancaman bahaya narkoba yang semakin marak. 

Sumber : Humas BNN Kabupaten Badung

 

Satukan Langkah Mencegah Narkoba di Dunia Pendidikan

BALIPORTALNEWS.COM Pengedar narkoba menjadikan sasarannya tidak pilih kasih. Semua orang bisa menjadi korbannya tidak peduli mereka berpendidikan ataupun tidak berpendidikan. Bahkan, usia anak-anak sekolahpun menjadi target pengedar narkoba. Akhir-akhir ini, kita sering disuguhkan berita-berita tentang masalah narkoba, baik melalui media surat kabar, televisi, radio maupun internet. Betapa maraknya pemakian obat-obatan terlarang saat ini. Bukan tanggung-tanggung korbannya, mulai dari orang-orang terhormat dan berkedudukan sampai kepada anak-anak dan kaum remaja, dari mulai pelosok kota sampai ke pelosok desa. 

Dunia pendidikan sesungguhnya adalah sebuah proses yang sedang mempersiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas. Kualitas sumber daya manusia adalah aset berharga,  terutama peserta didik yang akan memasuki usia produktif di tahun 2030. Oleh karenanya seluruh komponen pemerintah dan instansi pendidikan harus menyamakan langkah untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sejalan dengan hal itu, BNN Kabupaten Badung menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung menggelar kegiatan Asistensi dalam rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan pada Selasa (16/8/2016) yang bertempat di Ruang Pertemuan Markas PMI Kabupaten Badung.

Hadir dalam kegiatan tiga narasumber yakni Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.I.P, MM dengan Pembahasan mengenai Rencana dan Strategi bidang P4GN, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, Drs. I Ketut Widia Astika, MM dengan pembahasan materi Peran Disdikpora Kabupaten Badung dalam Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba serta Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini, SH., MH dengan pembahasan megenai Action Plan dalam P4GN di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Badung.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Membangun Jejaring pembangunan Berwawasan Anti Narkoba ini dihadiri oleh 25 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakasek dan guru perwakilan SMA dan SMK se-Kabupaten Badung. Ketiga Narasumber  memaparkan materi secara panel dilanjutkan dengan diskusi yang membahas isu-isu dan permasalahan anak didik yang terindikasi menyalahgunakan narkoba di wilayah Kabupaten Badung.

Diskusi juga menyinggung mengenai rencana aksi dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan yang salah satunya dengan komitmen dari pengajar untuk selalu mengingatkan peserta didik akan bahaya narkoba.

Dengan adaya kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh elemen menyatukan langkah dan menyamakan persepsi untuk menyelamatkan peserta didik yang merupakan generasi bangsa akan ancaman bahaya narkoba yang semakin marak.

Sumber : BNN Kabupaten Badung

 

Gubernur Pastika Apresiasi Pelaksanaan Upacara Massal yang Sederhana

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi rangkaian pelaksanaan upacara keagamaan yang dilaksanakan secara massal, Ia menilai upacara agama secara massal merupakan bentuk yadnya  yang sederhana yang dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong dilandasi perasaan suka cita, dan niat suci tulus ikhlas, serta tidak menghabiskan biaya yang besar, namun nilainya utama dan tetap berdasarkan sesana serta ajaran agama.

Menurut Pastika hal ini jauh  lebih baik daripada satu upacara dilaksanakan secara besar-besaran namun diakhir upacara meninggalkan hutang. Lebih jauh Pastika mengharapkan di era saat ini masyarakat Bali sudah sepatutnya meningkatkan pelaksanaan upacara keagamaan secara bersama-sama sesuai konsep hidup masyarakat Bali sagilik saguluk, paras paros atas dasar menyama beraya. Demikian disampaikan Gubernur Bali saat menghadiri rangkaian upacara Pitra Yadnya di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (16/8/2016).

“Masyarakat jangan merasa berkecil hati baru melaksanakan upacara secara bersama-sama, karena jika melaksanakan upacara sederhana namun didasari niat yang lascarya itu merupakan yang utama. Dan kalau saya berpikir saat kita hidup saja tidak bisa sendiri, jika leluhur saat diupacarai dalam rangkaian Pitra Yadnya secara bersama-sama, tentunya arwah leluhur bisa berjalan bersama-sama pula saat menuju swarga loka,” ujar Pastika.

Gubernur Pastika yang kala itu di dampingi Wagub Ketut Sudikerta, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bali I Ketut Wija, dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, lebih jauh menyatakan melaksanakan upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali sebagai bentuk bhakti, penghormatan dan membalas hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna.

Oleh karena itu, walaupun dilaksanakan secara bersama-sama, setiap peserta wajib berperan serta menyumbangkan materi, biaya, ataupun tenaga secara tulus ikhlas. Tak hanya itu, Gubernur Pastika pun mengapresiasi langkah desa adat Pecatu yang sudah mampu menyelenggarakan upacara massal tersebut, terlebih melalui pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa setempat sudah mampu menjadi sumber dana utama berlangsungnya upacara tersebut yang memberikan keringanan yang teramat sangat bagi warganya. 

Sementara itu Kelian Adat Desa Pecatu, I Made Sumerta menyatakan upacara yang dilaksanakan hari ini yakni upacara Mepada dan Purwa Daksina, sebagai rangkaian upacara ngaben yang sudah dilaksanakan pada tanggal 5 AGustus 2016. Ia juga memaparkan upacara ngaben tersebut diikuti 147 sawa, nglungahang sebanyak 23, dan langsir sebanyak 39.

Selain itu, upacara juga dirangkaikan dengan upacara 3 bulanan yang diikuti 525 orang, dan tentunya dengan biaya yang sangat irit pula yakni sebesar 450 ribu, dari awalnya diperkirakan per orang jika melaksanakan secara individu akan menelan biaya sebesar 12,5 juta.  Untuk pelaksanaan upacara ngaben, Ia menjelaskan desa adat Pecatu melalui LPD yang inovatif menyelenggarakan program Nyidang Ngaben, yakni bagi warga Pecatu yang sudah memiliki saldo tabungan minimum sebesar 200 ribu dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut sudah bisa ikut upacara Pitra Yadnya Massal.

Dengan syarat tersebut, setiap warga yang ikut akan mendapatkan subsidi sebesar total 6,5 juta, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan urunan. Kekurangan-kekurangan biaya pun tetap diambilkan dari kas desa adat maupun punia-punia. Pelaksanaan upacara massal tersebut menurutnya merupakan yang keempat kalinya, sejak dimulai pertama kali pada tahun 2006.

Upacara Purwa Daksina kala itu dipuput oleh Pandita Ida Pedanda Gede Oka Arga dari Gria Gede Kelodan, Kesiman.  

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Gubernur Pastika Respon Cepat Berita KK Miskin dan Penahanan Jenazah di RS Mangusada Badung

BALIPORTALNEWS.COMMenanggapi laporan dari netizen di media sosial tentang keluarga miskin di Desa Belok Sidan, Petang, Badung, Gubernur Bali Made Mangku Pastika segera mengutus tim Humas Pemprov Bali untuk meninjau langsung sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga tersebut, Selasa (16/8/2016).

Adalah Wayan Niranjana beserta istrinya Ketut Ariani yang tinggal di rumah sangat sederhana bersama kedua anaknya. Berdasarkan pemantauan, rumah keluarga tersebut memang termasuk sangat sederhana namun bukan tergolong tidak layak huni.

Rumah keluarga tersebut telah berlantaikan keramik dan tembok, sementara yang diunggah netizen di medsos adalah kondisi dapur mereka yang memang tidak permanen. Untuk biaya hidup sehari-hari, keluarganya hanya menggantungkan dari penghasilan suaminya sebagai petani di lahan sendiri merangkap buruh tani di sawah dan tegalan milik orang lain.

Menurut pengakuan Kepala Dusun Wayan Suwitra, warganya tersebut sudah pernah mendapatkan bantuan berupa rehab rumah dari pemerintah Kabupaten Badung sebesar 4 juta rupiah, dan sempat diusahakan agar mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali, namun terhalang karena sudah pernah menerima bantuan. Sementara secara rutin keluarga Wayan Niranjana sudah mendapatkan bantuan beras miskin.

Sementara Perbekel Belok Sidan, Wayan Rumawan menyatakan jika terdapat 60 KK dari 3.000 KK di desanya yang termasuk warga kurang mampu. Dan Wayan Niranjana merupakan salah satunya. Dia juga menjelaskan jika kriteria KK miskin di kabupaten Badung berbeda dengan kabupaten lainnya, sehingga kebanyakan usulan bantuan ke provinsi idak menjadi prioritas.

Akan tetapi, secara kontinyu pihaknya tetap mengusahakan bantuan bagi keluarga tersebut. Dalam kesempatan itu, tim Humas menyerahkan bantuan Gubernur berupa beras dan uang tunai, sementara untuk bantuan tahap selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak pemkab Badung dan instansi terkait, mengingat kondisi riil keluarga Wayan Niranjana tidak termasuk penerima bantuan prioritas dari provinsi.

Dalam hari yang sama, tim Humas juga berkesempatan menyambangi RS Mangusada, Badung dalam rangka menindaklanjuti pengaduan seorang netizen terkait penahanan jenazah. Setelah melakukan pengecekan dan bertemu langsung dengan Kepala Bidang Pelayanan, dr. Made Nurija, diketahui jika tidak ada penahanan jenazah, yang ada hanya masalah keluarga.

Menurut penuturan dr. Nurija terjadi miskomunikasi antara yang mengaku istri beserta keluarga pria yang diketahui berasal dari Jakarta tersebut. “Memang selama dua hari terjadi perdebatan tentang siapa yang akan bertanggung jawab memakamkan dan menggunakan ritual agama apa, karena mengingat suami istri tersebut menganut keyakinan yang berbeda,” tuturnya.

Namun, setelah melakukan diskusi secara kekeluargaan dan dengan difasilitasi oleh pihak RS juga, hal itu telah diselesaikan dan jenazah sudah diberangkatkan ke tanah asalnya untuk dimakamkan.

Melalui kesempatan itu, dr. Made Nurija mengharapkan kesalahpahaman ini bisa diluruskan terutama kepada netizen sudah terlanjur membagikan berita tersebut, sehingga tidak ada berita simpang siur lagi apalagi hal seperti ini juga menyangkut nama baik dan kredibelitas rumah sakit itu sendiri. 

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Sudikerta Apresiasi Krama Pecatu ‘’Menyadnya’’

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengapresiasi upacara yadnya ngaben massal yang dilakukan Desa Adat Pecatu, Kuta Utara, Badung, dengan bergotong royong untuk meringankan biaya krama dalam melaksanakan swadarma sebagai umat Hindu Bali. Demikian disampaikannya ketika menghadiri puncak karya ngaben masal dan pitra yadnya tersebut,  Jumat (5/8/2016).

“Dengan semangat gotong royong akan semakin meringankan beban sekaligus biaya yang harus ditanggung oleh krama kita,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sudikrta juga menyampaikan rasa syukurnya atas upacara yang selalu dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh krama Desa Pakraman Pecatu.  ‘’Upacara yadnya ini harus dilakukan sebagai wujud bakti kepada pitra kita, sekaligus sebagai bentuk pembayaran terhadap Tri Rna atau tiga hutang terhadap sang pencipta, guru dan terakhir sekaligus implementasinya yaitu hutang terhadap leluhur kita,” imbuhnya.

Sudikerta juga berpesan pada krama agar selalu melakukan ritual persembahan secara tulus ikhlas serta menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing agar semua masyarakat bisa merasakan yadnya dengan sukacita.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menjelaskan bahwa upacara ngaben kali ini melibatkan sekitar 147 sekah. Ia juga sangat mengapresiasi kehadiran  Wagub Sudikerta yang merupakan krama Desa Pecatu. “Saya sangat mengapresiasi bantuan dan kehadiran Pak Wagub di sini sebagai bentuk dukungan bagi kami, dan saya harap dukungan dan arahan seperti ini bisa terus dilanjutkan pada kesempatan berikutnya,” pungkasnya.

Dalam upacara tersebut Sudikerta berkesempatan naik di atas bade yang berisi sekah yang di arak dari catus pata Desa menuju setra Desa Adat Pecatu untuk dilakukan puncak upacara ngaben.

Sumber : Humas Pemprov Bali

TP PKK Diminta Responsif dan Miliki Kepekaan Sosial Terhadap Situasi Lingkungan

BALI-PORTAL-NEWS.COMTim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga diminta selalu bersifat responsif dan memiliki kepekaan sosial terjadap lingkungan khususnya kepada yang memerlukan bantuan. Karena sejatinya TP PKK  mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat sebagai bagian dari perannya yang merupakan mitra pemerintah  dalam melaksankan pembangunan. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika saat memberikan sambutan penutup pada acara Workshop Nasional PKK yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Kerta Gosa Room, Bali Dynasty Resort – Kuta pada Jumat (22/7/2016).

Gerakan PKK bertujuan memberdayakankeluarga untuk meningkatkan kesejahteraannya,  jadi setiap kader harus responsif, peduli dan peka terhadap setiap yang terjadi di sekitarnya . Khususnya terhadap yang memang memerlukan bantuan,” cetusnya.

Dinamika yang terjadi saat ini, menurut Ayu Pastka,  menuntut kader PKK untuk proaktif, tanggap terhadap setiap perubahan  dan selalu mengisi diri dengan wawasan dan pengetahuan. “Saat ini kemajuan begitu pesat terjadi, mau tidak mau para kader PKK juga harus menyesuaikan dengan mengisi dirinya, sehingga wawasan dan pengetahuannya menjadi luas, dan otomatis akan semakin banyak inovasi yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Dalam mengembangkan inovasi program Ayu Pastika mengingatkan  agar TP PKK lebih memfokuskan pada kebutuhan yang mendesak, seperti kemiskinan, rawan pangan, pendidikan, kesehatan, KDRT dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, sebagai tuan rumah , Ayu Pastika  berharap kegiatan  workshop yang telah berlangsung selama 3 hari tersebut dapat menghasilkan  hal hal yang  bermanfaat dan dapat diimplementasikan di daerah masing masing sesuai dengan 10 program PKK.
“Saya yakin apa yang telah diperoleh selama workshop ini bisa diimplementasikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saya juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan yang komprehensif sehingga mampu memecahkan permasalahan – permasalahan yang semakin berat kedepannya,” ucap Ayu pastika.

Acara yang diikuti oleh perwakilan TP PKK se Indonesiaitu juga dihadiri oleh, Kasubdit Penyehatan Udara Tanah dan Kawasan (PUTK) Direktorat Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kemenkes, Dra. Cucu Cakrawati dalam laporannya menyampaikan rasa terimakasihnya atas sambutan Bali dalam pelaksanaan Workshop Nasional PKK yang telah diselenggarakan sejak tanggal 20 Juli tersebut. Menurutnya, banyak hal yang telah diperoleh selama berlangsungnya kegiatan.

“Workshop Nasional PKK telah kita laksanakan dari tangal 20 sampai 23 juli, semua agenda selama di Bali sudah berjalan lancar. Proses pelaksanaan sudah dilalui mulai pemaparan para sumber, sudah melaksanakan diskusi kelompok dan telah menghasilkan poin-poin rencana tindak lanjut. Kita juga sudah melakukan kunjungan lapangan, sudah melihat beberapa hasil dari produk kerajinan PKK. Tak lupa saya mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah menerima kami sangat baik selama berlangsungnya Workshop Nasional PKK ini, semoga apa yang telah kita dapatkan disini bisa diimplementasikan dengan baik kedepannya,” ucap Cucu Cakrawati.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha

ST Manggala Sunu Banjar Legian Kaja, Tingkatkan Kualitas Hidup Lewat Ilmu Pengetahuan

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Sekaa Teruna (ST) Manggala Sunu Br. Legian Kaja, dibentuk pada 15 Maret 1966, setengah abad silam oleh para panglingsir bertujuan mewadahi generasi muda agar menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.

Manggala berarti pemimpin, dan Sunu berarti pemuda. Sehingga Manggala Sunu berarti sosok generasi muda yang diharapkan mampu menjadi pemimpin yang baik, berguna untuk kemajuan masyarakat.

Menandai 50 tahun HUT ST Manggala Sunu, selain disii dengan acara pelantikan anggota baru sekaa teruna, dan pelantikan pengurus masa bhakti 2016- 2019, juga diluncuran program utama ST Manggala Sunu yang berkelanjutan berbasis Tri Hita Karana yaitu MGLS Pasraman Digital, MGLS Charity, dan bank sampah.

MGLS Pasraman Digital adalah program ST Manggala Sunu dalam bidang parhyangan yaitu sebuah media pembelajaran yang memanfaatkan media sosial tentang adat istiadat, seni dan budaya serta agama Hindu berbasis digital dengan kemasan kekinian yang menarik dan aplikatif sehingga mudah dipahami terutama anak muda pada jaman sekarang.

Dalam bidang Palemahan digagas pembentukan bank sampah, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dengan moto merubah sampah menjadi rupiah. Dan dalam bidang pawongan diluncurkan program peduli sesama bertajuk MGLS Charity.

Sebagai kegiatan perdana dalam program ini, ST Manggala Sunu menyalurkan sumbangan sukarela yang bersumber dari anggota ST dan warga Banjar Legian Kaja. Sumbangan diserahkan kepada keluarga yang kurang mampu yaitu keluarga I Wayan Bandem yang tinggal di seputaran lokasi galian C, Br. Lekok Sempalan Kelod, Klungkung.

Ke depan, program peduli sesama ini akan dikembangkan lagi sehingga dapat berjalan efektif  untuk membantu saudara yang kurang mampu guna meningkatkan kualitas hidup mereka salah satunya target dalam waktu dekat yaitu membentuk sistem kakak asuh. Ketiga program ini merupakan sebuah bentuk nyata pengabdian ST Manggala Sunu sebagai generasi muda demi Legian secara kusus dan Bali pada umumnya.

Perayaan 50 tahun ini menjadi sebuah perayaan yang bersejarah dengan peluncuran tari kebesaran ST Mangala Sunu yang berjudul tari Sekar Padma. Ide tarian ini diambil dari sekar Padma yang terdapat pada lambang ST. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan