29 C
Denpasar
Minggu, 23 September 2018

Pertama Kalinya, Blahkiuh Gelar  “Geger Singasari”

BALIPORTALNEWS.COM Untuk pertama kalinya, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung menggelar sebuah Pagelaran Seni Kolosal bernuasa magis dan religius yang mengangkat judul "Geger Singasari".

Pagelaran yang dikemas dalam drama tari ini melibatkan seluruh komponen masyarakat Blahkiuh. Semua Tapakan Barong dan Rangda termasuk Tapakan Barong Landung dari masing-masing Pura Dalem di Desa Adat Blahkiuh tedun masolah/napak pertiwi.

Disinilah titik puncak pagelaran religius Geger Singasari yang digelar pada tigang rahina Piodalan di Pura Khayangan Jagat Luhur Giri Kusuma, Blahkiuh, Selasa (18/10/2016).

Tak pelak Geger Singasari mendapat perhatian dan ditonton seluruh krama Blahkiuh maupun masyarakat dari luar Blahkiuh. Mendapat kehormatan pula dengan hadirnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendukung pagelaran tersebut pada acara gladi sehari sebelumnya.
Drama tari Geger Singasari mengisahkan asal mula Desa Blahkiuh yang dulunya bernama Singasari. Diceritakan, persekutuan lewat perkawinan Singasari dengan Ayunan menyebabkan amarah Cokorde Blambangan Mengwi, sehingga Singasari diserang pada saat itu.

Karena Raja Singasari seorang Ksatria yang menegakkan dharma sehingga bala tentara Mengwi susah menghadapi bala tentara Singasari, dan merekapun menyebutnya "kewuh". Kesusahan rakyat Singasari terasa saat I Gst. Agung Singasari gugur di Payangan saat membantu Payangan menghadapi serangan Ida Cokorde Anom dari Bangli.

Dalam masa tanpa pemimpin, rakyat Singasari lagi diserang oleh Cokorde Tapesan dari Mambal yang dibantu oleh I Gst. Ngr. Rawuh dari Abiansemal, masyarakat Singasari semakin susah (kewuh). Bersamaan dengan itu muncul istilah Bala-Keweh yang kemudian menjadi Blahkiuh. Dalam kurun waktu relatif panjang di tahun 1742-1780, penataan wilayah Blahkiuh dimulai dengan menempatkan keturunan Agung Mayun Pekel sebagai penguasa Blahkiuh berstana di Puri Mayun Blahkiuh.

Kekuasaan diawali dengan menata desa dengan menerapkan ajaran Siwa Sidantha, dengan membangun Pura Giri Kusuma sebagai pancer (ditengah-tengah) dan Pura Dalem nyatur Desa. 

Menurut Bendesa Adat Blahkiuh Ida Bagus Bajra didampingi Ketua Panitia Geger Singasari I Nyoman Subrata, pagelaran kolosal ini ide garapan muncul dari salah satu tokoh seni di Blahkiuh yakni I Made Persib.

Selanjutnya digarap bersama Ida Bagus Nyoman Mas,S.Skar. Pagelaran ini melibatkan lintas generasi, mulai dari anak-anak, pemuda, krama dewasa termasuk ibu-ibu PKK juga terlibat. Garapan ini diiringi oleh Sekaa Gong "Giri Kusuma" Desa Blahkiuh.

Pagelaran Geger Singasari diawali tarian anak-anak sebagai simbul kama bang dan kama putih. Dilanjutkan penampilan Cak Kolosal yang ditarikan ratusan krama dari 7 banjar adat di Blahkiuh yakni krama Banjar Benehkawan, Tengah, Dlodpasar, Kembangsari, Ulapan I, Ulapan II dan Pacung.

Puncak dari pagelaran ini, bertemunya tapakan barong dengan rangda sebagai simbul pertemuan sanghyang siwa (barong) dengan betari durga (rangda) atau pertemuan asta lingga dengan asta dewi yang menyatu menjadi sang hyang pasupati.

"Yang biasanya barong dan rangda itu berperang, namun ini berkasih-kasihan," tambahnya.

Pementasan diakhiri dengan sembahyang bersama guna memohon taksu serta keselamatan dan kesejahteraan krama Blahkiuh. Usai persembahyangan Ida Tapakan kembali ke payogan masing-masing.

Pagelaran ini bertujuan mensosialisasikan sejarah Desa Blahkiuh yang dulunya bernama Singasari. Yang terpenting pula, melalui pagelaran ini, diharapkan generasi muda dapat mencintai seni dan budaya sehingga terhindar dari hal-hal yang negatif.

Disamping itu masyarakat Blahkiuh agar mengetahui pula keberadaan pura khayangan di Blahkiuh, dimana Pura Luhur Giri Kusuma sebagai panca siwa merupakan pusat/pancer yang letaknya persis di tengah-tengah Desa Blahkiuh yang sudah tertata realistis dengan didampingi catus patha sebagai perwujudan panca durga.

Desa Blahkiuh juga terdapat Pura Dalem nyatur Desa yaitu; Pura Dalem Gede di sisi Timur, Pura Dalem Pancer di Selatan, Pura Dalem Majapahit di Barat dan Pura Dalem Swargan di Utara. Terdapat satu pura lagi yakni Pura Sada di Pacung, Gerana, Desa Sangeh, dimana krama Pacung me-Desa Adat di Blahkiuh. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Titik puncak pagelaran religius Geger Singasari yang digelar pada tigang rahina Piodalan di Pura Khayangan Jagat Luhur Giri Kusuma, Blahkiuh, Selasa (18/10/2016).

Sosialisasi Program Anti Korupsi di Pemkab. Badung

BALIPORTALNEWS.COMPara Kepala SKPD, PPK, PPTK dan Pejabat pengadaan di lingkungan Pemkab. Badung turut ambil mengikuti sosialisasi program anti korupsi. Acara yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Badung tersebut dibuka Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Selasa (18/10/2016).

Sosialisasi tersebut juga dihadiri Sekda. Badung Kompyang R. Swandika, Kepala SKPD, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali Sudiro, peserta sosialisasi yang terdiri dari karyawan dan karyawati Pemkab. Badung.

Kepala Inspektorat Kabupaten Badung Luh Suryaniti dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari sosialisasi ini guna memberikan pemahaman tentang program anti korupsi dan aturan perundangannya secara benar dan menyeluruh bagi SKPD, PPK, PPTK, para pejabat pengadaan dan PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Juga tentang tindak pidana korupsi, dampak dari korupsi serta peran Pegawai Negeri Sipil dalam memerangi korupsi, mulai dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung hingga nanti kepada masyarakat, yang bebas dari praktek kolusi dan nepotisme. Dalam sosialisasi ini menghadirkan Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali Sudiro dan Doso Suhendro sebagai narasumber.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi kegiatan sosialisai program anti korupsi di lingkungan pemerintah Kabupaten Badung. Sosialisasi ini diharapkan para kepala SKPD, PPK, PPTK dan Para pejabat pengadaan di lingkungan pemerintah Kabupaten Badung sebagai bagian pemegang peranan penting dalam setiap nafas perjuangan pemabangunan di Kabupaten Badung dapat membuat Indonesia secara perlahan dan pasti bebas dari segala macam bentuk yang namanya korupsi.

Lebih lanjut, Suiasa mengatakan, Pemerintah kabupaten Badung dari awal sudah berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang dapat mencegah terjadinya korupsi maupun penyimpangan-penyimpangan. "Dari aspek pengadaan barang dan jasa, pemerintah kabupaten Badung telah menerapkan E-Procurement yang ditunjang dengan keberadaan ULP dan LPSE, perannya bagi Kabupaten Badung sangat jelas dalam pencegahan KKN dan mengamankan APBD antara lain dengan memberikan konsultasi terkait pengadaan barang dan jasa," tegasnya.   

Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali Sudiro dalam kesempatan tersebut penyampaikan, kegiatan ini menjadi sangat penting dalam memerangi korupsi yang terjadi di instansi Pemerintah, karana ada celah ruang dan kesempatan para pelaku jadi cepat tergoda dengan anggaran yang besar. Bahkan juga termasuk pihak – pihak yang seharusnya memberantas korupsi. "Sangat disayangkan sekali, karena lemahnya penegakkan hukum di Indonesia, sampai – sampai si pembuat peraturan juga kena wabah korupsi, semoga dengan kegiatan ini pemerintah Kabupaten Badung jauh dari korupsi," katanya. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa usai sosialisasi program anti korupsi, di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Selasa (18/10/2016).

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Atma Wedana di Desa Adat Beringkit

BALIPORTALNEWS.COM Sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat Badung yang melaksanakan upacara yadnya, Selasa (18/10/2016) Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Atma Wedana di  Banjar Pengadangan, Desa Adat Beringkit.  

Hal tersebut juga merupakan salah satu dari komitem pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan pembangunan di segala bidang salah satunya pembangunan yang berlandaskan budaya . Turut pula hadir dalam acara Atma Wedana tersebut Wakil Ketua  DPRD Badung I Made Sunartha, Camat Mengwi I.G.N. Jaya Saputra , Sekretaris Desa  Beringkit dan Prajuru Banjar se wewidangan Desa Adat Beringkit.

Kelian Desa Adat Beringkit sekaligus Manggala Karya   I Gusti Ketut Arsa Wiyana melaporkan  bahwa banyaknya sawa yang mengikuti atma wedana sebanyak 29 sekah. Masing-masing sekah dikenakan biaya sebesar Rp. 2 juta. Dalam acara itu pula dilaksanakan potong gigi atau metatah yang diikuti 31 orang. Acara  3 bulanan 31 diri, menek kelih 20 diri.

Pelaksanaan karya ini di Garap  oleh seluruh krama Desa Adat Beringkit yang berjumlah 370 Kepala keluarga yang terdiri dari 4 banjar yakni banjar Pengadangan, banjar  Selat, banjar Menak dan banjar Kelod Kauh. Lanjut disampaikan bahwa kegiatan Atma Wedana ini merupakan karye yang ke dua kalinya dilaksanakan.

Yang pertama dilaksanakan pada tahun 2011 lalu. Mengenai dudonan karya telah diawali sejak 16 September dengan upakara mapakeling ring pura Kahyangan Tiga, 22 September Ngeruak-ngaryanang karang suci, 8 Oktober Melaspas Karang suci, 16 Oktober Mepada, ngangget don bingin lan ngajum sekah, 18 Oktober Medengen-dengen kalayang lan memben, 19 Oktober  puncak karye Atma Wedana. Besoknya tanggal 20 Oktober dilaksanakan Nganyut ke Segara Seseh, meajar-ajar ke Pura Ulun Danu Beratan, mepamit ring Pura Kayangan Tiga.

Bupati Giri Prasta dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan Atma Wedana di Desa Adat Beringkit ini.  Upacara  seperti ini sangat mempunyai nilai yang mampu menumbuhkan rasa gotong royong dan menyame braye.

Untuk itu diharapkan setiap 3 atau 5 tahun sekali tetap melaksanakan upacara ini karena sangat membantu memperingan pengeluaran biaya setiap KK yang mengikuti upacara ini. "Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung diadakannya karya ini, dan semoga upacara ini dapat berjalan dengan baik " ujarnya.

Diharapkan kepada panitia agar tetap berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga upacara Atma Wedana bisa diselenggarakan dengan baik dan lancar serta bisa dilaksanakan sesuai sastra yang berlaku. Dalam kesempatan itu Bupati Giri Prasta juga menyampaikan bahwa pemerintah akan selalu membantu krama Badung dalam menjalankan upacara adat dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Badung. Karena di adat sangat banyak hal yang perlu diperhatikan diantaranya  pembangunan Pura Khayangan Tiga, Wantilan, Paibon dan yang lainnya.

Dan diakhir acara Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan punia sebesar Rp. 50 juta yang diterima langsung Kelian Desa Adat Beringkit. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Selasa (18/10/2016) Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Atma Wedana di  Banjar Pengadangan, Desa Adat Beringkit. 

PABBSI Badung Gelar Seleksi Atlet Binaraga di Wantilan Desa Adat Kapal

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka mendulang minat generasi muda untuk berolahraga, khususnya di bidang Binaraga, Persatuan Angkat Besi Binaraga Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Badung menggelar seleksi Binaraga terbuka untuk umum dan gratis.

Ketua Umum PABBSI Badung Ida Bagus Wisnawa Kesuma,SE. MM. Selasa (18/10/2016) mengatakan, digelarnya Seleksi Binaraga oleh PABBSI Badung bertujuan untuk mengaet minat generasi muda Badung di bidang binaraga. Selain itu, seleksi diadakan dalam rangka mempersiapkan atlet binaraga untuk mewakili Badung dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali mendatang.

“Seleksi dilakukan untuk mencri atlet terbaik untuk Porprv mendatang. Juara satu (atlet binarga terbaik) akan mewakili badung pada Porprov,” kata Ketum PABBSI Badung Bagus Wisnawa.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengundang para atlet atau pemuda yang hobi Binaraga untuk ikut dalam ajang tersebut. Seleksi Binaraga akan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Sabtu 22 Oktober 2016. Pendaftaran dan timbang badan akan dimulai pukul 12:00 wita sampai selasai. Kemudian, lomba akan dilakukan setelah timbang badan atau sekitar pukul 18:00 sampai selasai.

Adapun kelas yang dipertandingkan pada Seleksi yang juga didukung oleh Koni Badung dan Pengda PABBSI Bali, adalah kelas 55 Kg, 60 Kg, 65 Kg, 70 Kg, 75 Kg, 80 Kg, 85 Kg dan Kelas 85 Kg (+). “Juara satu atau atlet Binarga terbaik dari masing-masing kelas akan dipilih oleh tim definitive binarga Pengcab PABSSI Badung. untuk mewakili Badung pada Porprov 2017 sekaligus mendatapat uang tunai dan bingkisan,” kata IB Wisnawa Kesuma.

Ajang yang digelar rutin menjelang porprov tersebut juga untuk mendulang prestasi Badung khususnya dalam bidang Binaragawan. Sebagimana diketahui pada ajang Porprov Bali di Buleleng tahun lalu, Binarga dari PABBSI Badung berhasil meraih dua medali emas masing-masing dari kelas pertadingan 80kg dan 75kg. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Ketua Umum PABBSI Badung Ida Bagus Wisnawa Kesuma

Sekda Badung Terima Monev KI Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COMKomisi Informasi (KI) Propinsi Bali, Senin (17/10) melakukan evaluasi dan monitoring  (monev) di Pemerintah Kabupaten Badung. Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua KI Propinsi Bali, I Made Wijaya didampingi anggota I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan dan I Gusti Ngurah Wirajaya  tersebut diterima oleh Sekda Badung, Kompyang R Swandika diruang kerjanya.  

Made Wijaya mengungkapkan, maksud dan tujuan KI Propinsi Bali melakukan monitoring dan evaluasi ke seluruh Instansi Pmerintah yang ada di Propinsi dan Kabupaten/ kota se Bali ini adalah untuk untuk mewujudnyatakan  implementasi UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Selain itu untuk meningkatkan  pengelolaan  dan pelayanan informasi di lingkungan  badan publik sehingga menghasilkan layanan informasi yang berkualitas. “ Tujuan kami datang kesini juga untuk  melakukan monev kinerja terkait dengan tugas pokok dan fungsi PPID seluruh bali  dan mengukur tingkat  partisipasi masyarakat  dalam mengimplementasikan  Undang-Udang keterbukaan informasi publik,” ujarnya.

Sementara Sekda Badung, Kompyang R Swandika menyambut baik kedatangan tim monev KI Provinsi Bali. “ Kami menyambut baik, kedatangan tim monev KI Bali. Dalam hal ini,  Badung selalu memberikan pelayanan informasi secara terbuka dan transparan kepada masyarakat  Tidak saja dalam pelayanan informasi kepada publik, tapi juga pelaksanaan anggaran kita juga berikan informasi ke masyarakat, sehingga tidak ada informasi yang ditutup-tutupi untuk masyarakat” ujarnya. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Sekda Badung, Kompyang R Swandika disaat menerima rombongan Komisi Informasi Propinsi Bali, Senin (17/10/2016) diruang kerjanya.  

Wabup Suiasa : Bangun Komunikasi Humonis, Mantapkan Budaya Organisasi

BALIPORTALNEWS.COMApel Paripurna yang dilaksanakan setiap bulan memiliki makna sebagai media untuk membangun konsolidasi internal, memantapkan budaya organisasi terutama dalam membangun rasa kebersamaan serta komitmen untuk melaksanakan swadharma kita selaku aparatur sipil negara yang kehadirannya adalah untuk menyuguhkan layanan publik yang semakin baik dan berkualitas di Kabupaten Badung.

Tersuguhnya pelayanan publik yang baik merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam mewujudkan fungsi penyelenggaraan pemerintah di daerah. Pelayanan publik di Kabupaten Badung hendaknya dapat memberikan pelayanan yang benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat, karena hal tersebut adalah esensi dari pelayanan publik yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati I Ketut Suiasa dalam pengarahaannya saat memimpin apel paripurna bersama segenap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab. Badung, Senin (17/10/2016).

Ditekankan pula bahwa Pemkab Badung telah berkomitmen untuk senantiasa membangun sinergi dan konektivitas lingkup SKPD serta dengan dukungan pemangku kepentingan pembangunan di Badung untuk mewujudkan peningkatan performa penyelenggaraan pemerintahan, kegiatan pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Badung. Disamping itu kegiatan apel paripurna ini dijadikan pula sebagai salah satu momentum untuk menekankan tentang budaya organisasi dan konsolidasi internal di Pemkab Badung.

Konsolidasi internal dimaksudkan untuk mencoba memperkuat dan mempererat rasa persatuan dan kesatuan sebagai bagian organik atau personal organik dari pemerintah kabupaten Badung, sehingga dengan adanya perkuatan yang sifatnya hubungan psikologis, hubungan sikap mental, tanpa sekat dan batas antara pimpinan dan staf,  akan mampu untuk mewujudkan komunikasi dan koordinasi yang baik dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagai ASN, sehingga hal tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk  mewujudkan program-program di kabupaten Badung.

"Lakukan pendekatan komunikasi humanis dan kekeluargaan sehingga terbangun rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam rangka membangun budaya kerja dan budaya organisasi" ujarnya.

Dan terkait dengan telah rampungnya pembahasan anggaran perubahan 2016, Wabup Suiasa mengajak seluruh jajaran ASN di Badung untuk mempersiapkan segala sesuatunya sehingga  hal – hal yang telah dirancang pada anggaran perubahan tersebut bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya serta tetap mengacu pada prinsip-prinsip tata kelola keuangan daerah yang baik serta mengedepankan prinsip-prinsip efektif, efisien, transparan dan akuntabel. "

Melalui norma standar prosedur dan kriteria yang ada harus tetap dijaga sehingga apa yang menjadi sasaran dan tujuan dari kegiatan kita dapat dicapai dan hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat serta bisa dipertanggungjawabkan, dan setiap kegiatan harus dilakukan dengan langkah nyata, taat asas dan taat aturan, sehingga tidak terjadi hambatan – hambatan dalam mengemban tugas kita di Pemkab Badung" tegasnya. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wakil Bupati I Ketut Suiasa didampingi Sekkab Kompyang R. Swandika usai apel paripurna bersama segenap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab. Badung, Senin (17/10/2016).

Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan UEP dan Bedah Rumah di Mengwi

BALIPORTALNEWS.COMSetelah sebelumnya menyerahkan dana bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Bedah Rumah/Peningkatan Kualitas Rumah Sehat tahun 2016 di Kecamatan Petang dan Abiansemal, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta kembali menyerahkan bantuan serupa kepada masyarakat yang masuk katagori Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kecamatan Mengwi, Senin (17/10/2016) bertempat di GOR Mengwi.

Bupati menargetkan penanggulangan RTS di Badung harus tuntas di tahun 2018 mendatang. Penyerahan dana bantuan kepada masyarakat RTS ini, juga sebagai bukti hadirnya pemimpin dan pemkab di tengah-tengah masyarakat Badung. Dalam penyerahan tersebut Bupati juga didampingi sejumlah anggota DPRD asal Kecamatan Mengwi, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Badung (TKPK) serta Pimpinan SKPD Badung.

Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Daerah Semesta Berencana Kab. Badung 2016-2021, pemerintah berkomitmen melaksanakan lima program yang menjadi skala prioritas, meliputi pemenuhan akan sandang, pangan dan papan bagi masyarakat, pembangunan pendidikan dan kesehatan, jaminan sosial dan tenaga kerja, pelestarian seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata.

"Bantuan UEP dan bedah rumah ini merupakan salah satu dari lima program prioritas kami yaitu dalam pemenuhan akan sandang, pangan dan papan," jelasnya.

Giri Prasta mengakui bahwa bantuan yang diserahkan ini nilainya belum maksimal, namun untuk tahun 2017 nanti ia memastikan bantuan UEP dan bedah rumah ini akan ditingkatkan. "Mulai tahun 2017, per orang minimal kami akan beri bantuan bedah rumah sebesar 50 juta dan UEP 15 juta," tambahkan.

Giri Prasta juga akan mempolakan pembangunan bedah rumah itu dengan seragam. "Kami akan polakan dengan model sama, dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu ruang bebas, kamar mandi dan dapur. Target kami 2018 kaitannya dengan bedah rumah ini sudah selesai di Kabupaten Badung," tegasnya. Pihaknya juga sangat mengapresiasi dukungan dari pihak swasta melalui CSR-nya yang telah ikut berperan dalam penanggulangan kemiskinan di Badung.  

Sementara Kadisosnaker Badung Ida Bagus Oka Dirga melaporkan untuk di Kecamatan Mengwi, bantuan UEP diserahkan kepada 237 RTS , masing-masing mendapat 7,5 juta dengan total Rp. 1,7 M lebih, sementara dana bantuan peningkatan kualitas rumah sehat juga sebanyak 237 RTS, masing-masing mendapat 30 juta, dengan total anggaran Rp. 8,8 M lebih.

Sementara di Kec. Petang, Bupati sudah menyerahkan pada Sabtu (15/10) lalu dengan jumlah penerima UEP di Petang sebanyak 115 RTS, dengan total Rp. 862,5 juta,
sedangkan bantuan peningkatan kualitas rumah sehat sebanyak 113 RTS, dengan total Rp. 3,3 M lebih. Di Kecamatan Abiansemal diserahkan Minggu (16/10), bantuan UEP sebanyak 232 RTS dengan total Rp. 1,7 M lebih dan bantuan peningkatan kualitas rumah sehat sebanyak 231 RTS, dengan total Rp. 6,9 M lebih. 

Pada kesempatan tersebut Bupati juga membuka dialog dengan masyarakat, guna mendengar aspirasi serta masukkan secara langsung dari masyarakat terkait dengan berbagai persoalan yang dihadapi sehingga segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat oleh jajaran Pemkab Badung. Usai dialog, masyarakat juga dapat langsung mencairkan dana bantuan yang difasilitasi Bank BPD Bali. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta kembali menyerahkan bantuan serupa kepada masyarakat yang masuk katagori Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kecamatan Mengwi, Senin (17/10/2016).

Hari Libur, Wabup Suiasa Tetap Layani Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COM Setelah menghadiri beberapa kegiatan, guna memastikan pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Minggu (16/10/2016) meninjau langsung pelayanan perekaman e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung di Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Perbekel Desa Kutuh Wayan Purja, Camat Kuta Selatan, Kepala Disdukcapil Badung I Nyoman Soka, beserta para klian desa Kutuh.

Wabup Suiasa memberi apresiasi kepada jajaran Disdukcapil telah melakukan pelayan perekaman e-KTP dengan system jemput bola. Namun demikian, pihaknya terus berupaya untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kita ingin semua masyarakat Badung terekam e-KTP. Data kependudukan ini sangat penting, karena semua akan terkait program pemerintah untuk masyarakat Badung,” kata Suiasa.

Wabup Suiasa yang senantiasi mengusahakan kedadiranya di tengah masyarakat kendati hari libur. Seperti pada minggu-minggu sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPRD Badung tak pernah absen hadir di tengah masyarakat.

“Kita juga pastikan semua berjalan dengan baik, yang bias dipercepat yang dipercepat, termasuk yang mudah di permudah,” tegasnya.

Nemun demikian, mengenai cetak setelah perekaman dilakukan, kata Suiasa, semua tergantung pusat. Mengingat Blanko cetak e-KTP disediakan oleh pusat. “Kita mohon bagi yang masyarakat yang belum terekam agar dilakukan perekaman terlebih dahulu, baik di kantor camat maupun di Disdukcapil. Ini sangat penting jadi semua warga harus terekam,” harapnya. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Minggu (16/10/2016) meninjau langsung pelayanan perekaman e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung di Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Bupati Giri Prasta Realisasikan Program Perlindungan Sosial di Badung

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta  kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu mengajak segenap Jajajaran Pemkab Badung untuk Bekerja keras menuntaskan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan terutama penanggulangan kemiskinan  untuk  mewujudkan masyarakat Badung yang lebih sejahtera.

Guna merealisasikan komitmen tersebut Bupati Giri Prasta dengan tanpa mengenal hari libur ini terus membangun komunikasi secara terbuka  dan berdialog langsung dengan masyarakat yang diawali di Kecamatan Petang tepatnya di Desa Kiadan pada, Sabtu (15/10/2016), kemudian dilanjutkan pada, minggu (16/10/2016) di wantilan Desa Taman.

Bupati bertatap muka dan berdialog dengan masyarakat kecamatan Abiansemal khususnya  para penerima Bantuan Program Perlindungan Sosial  untuk peningkatan kualitas Rumah sehat dan Usaha Ekonomi Produktif. Dengan gayanya yang khas  dan jauh dari kesan formal tersebut Bupati yang hadir didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Nyonya Seniasih Giri Prasta, Ketua DPRD Putu Parwata bersama sejumlah anggota DPRD asal Kecamatan Abiansemal I Nyoman Dirgayusa dan Ida Bagus Sunarta, Tim Koordinasi Penanggulanagan Kemiskinan Kabupaten Badung (TKPK) serta SKPD terkait ini  ternyata berhasil membangun dialog secara terbuka dan penuh kekeluargaan seolah tanpa ada jarak dengan masyarakat.

Bupati Giri Prasta mengungkapkan bahwa dia memang sengaja menyiapkan ruang dialog meskipun ditengah suasana hari libur,  guna mengetahui dan mendengar secara langsung dari masyarakat berbagai persoalan kongkrit yang perlu mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat oleh Jajarannya.

“Melalui tatap muka ini Bupati juga ingin memastikan bahwa berbagai program dan Bantuan yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran dan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” ungkapnya. 

Dalam sambutannya Giri Prasta juga mengatakan bahwa pemerintah dengan dukungan DPRD Kabupaten Badung melalaui Program Pembangunan Semesta Berencana dengan 5 Program perioritas yang meliputi Sandang, Pangan dan papan, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, Jaminan sosial dan tenaga kerja, pembangunan bidang adat agama dan budaya serta bidang pariwisata.

Menurutnya melalui 5 bidang perioritas serta dengan spirit bersama membangun Badung ini kita akan bisa mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat. Dikatakannya bahwa terkait dengan program perlindungan social ini pihaknya  telah merancang sistem jaminan Sosial yang memberikan perlindungan bagi Krama Badung dalam seluruh siklus kehidupannya yang mencakup sejak bayi berada didalam kandungan hingga penanggulanngan beban sosial saat terjadi musibah kematian bagi warga Badung.

Jadi mulai  Pada Fase kelahiran, sejak bayi dalam kandungan  melalui program Jaminan Kesehatan Krama  Badung dengan memanfaatkan Kartu Badung Sehat ( KBS) ibu hamil akan mendapatkan pelayanan paripurna termasuk USG gratis. Selain itu peningkatan  pelayanan dibidang kesehatan ini nantinya juga akan mencakup peningkatan pelayanan puskesmas dengan layanan 24 jam yang dilengkapi  dengan ruang  rawat inap,” tegasnya.

Dalam upaya membumikan komitmennya  terutamanya dibidang  pembangunan  Seni, budaya dan Agama, Bupati Giri Prasta juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestaraian Pura, kelestarian Puri, Para (menjaga harmoni dan  ajegnya segenap warna yakni brahmana, ksatrya, wesya dan Sudra) serta tetap menjaga ajeg dan lestarinya Purana.

Menurut Bupati asal Pelaga ini bahwasanya kedepan pihaknya akan terus melakukan upaya pembngunan pura pura termasuk mengupayakan program pemberdayaan masyarakat  dengan mengajak kelolpaok masyarakat terutama para pengempon pura untuk membangun koperasi dengan harapan dari SHU koperasi ini akhirnya mereka akan mampu untuk melaksanakan kewajibannya dalam melaksanakan uapacara dipura nya masing masing secara mandiri. “inilah esensi dan goal dari pembangunan Desa Mandiri di Kabupaten Badung, “ ujarnya.  

Sementara itu Kadisosnaker IB Dirga dalam laporannya mengatakan bahwa dalam rangka pemberian bantuan peningkatan kualitas rumah sehat di Kabupaten Badung tahun 2016 sesuai Keputusan Bupati Badung No 1205/02/HK Tahun 2016 untuk kecamatan Petang dengan jumlah RTM sebanyak 113 RTM dengan mencakup 7 Desa, masing-masing mendapatkan bantuan senilai 30 Juta rupiah dengan total senilai Rp. 3.390.000.000,- sedangkan untuk Kecamatan Abiansemal meliputi 18 Desa dengan 231 RTM masing-masing 30 Juta dengan total Rp. 6.930.000.000,-. Sementara untuk pemberian bantuan usaha ekonomi produktif kepada RTM di Badung Tahun 2016 untuk Petang meliputi 7 Desa dengan dengan 115 RTM dengan jumlah uang masing-masing Rp. 7,5 juta dengan total Rp. 862.500.000,-, untuk Abiansemal dengan 18 Desa dan 232 RTM masing-masing RTM Rp. 7,5 Juta jadi total Rp. 1.740.000.000,- yang telah diserahkan oleh Bapak Bupati.

Lebih lanjut Oka Dirga juga mengatakan bahwa tatap muka yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan peningkatan kualitas rumah sehat dan usaha ekonomi produktif (UEP WEP) kepada Rumah Tangga Sasaran melalui program perlindungan sosial di Badung tahun anggaran 2016 untuk Kecamatan Mengwi akan dilaksanakan pada hari ini , Senin (17/10/2016) di Desa Mengwi. Dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Badung melalui tim penanggulangan kemiskinan Kabupaten Badung (TKPK) telah mengkoordinasikan berbagai pihak terutama pemangku kepentingan di Kabupaten Badung termasuk menggandeng pihak suasta melalui program CSR (coorporage social responsibility). (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan UEP di Desa Kiadan dan di Wantilan Desa Taman pada, Sabtu (15/10/2016) dan minggu (16/10/2016).

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan