Sudikerta Apresiasi Krama Pecatu ‘’Menyadnya’’

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengapresiasi upacara yadnya ngaben massal yang dilakukan Desa Adat Pecatu, Kuta Utara, Badung, dengan bergotong royong untuk meringankan biaya krama dalam melaksanakan swadarma sebagai umat Hindu Bali. Demikian disampaikannya ketika menghadiri puncak karya ngaben masal dan pitra yadnya tersebut,  Jumat (5/8/2016).

“Dengan semangat gotong royong akan semakin meringankan beban sekaligus biaya yang harus ditanggung oleh krama kita,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sudikrta juga menyampaikan rasa syukurnya atas upacara yang selalu dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh krama Desa Pakraman Pecatu.  ‘’Upacara yadnya ini harus dilakukan sebagai wujud bakti kepada pitra kita, sekaligus sebagai bentuk pembayaran terhadap Tri Rna atau tiga hutang terhadap sang pencipta, guru dan terakhir sekaligus implementasinya yaitu hutang terhadap leluhur kita,” imbuhnya.

Sudikerta juga berpesan pada krama agar selalu melakukan ritual persembahan secara tulus ikhlas serta menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing agar semua masyarakat bisa merasakan yadnya dengan sukacita.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menjelaskan bahwa upacara ngaben kali ini melibatkan sekitar 147 sekah. Ia juga sangat mengapresiasi kehadiran  Wagub Sudikerta yang merupakan krama Desa Pecatu. “Saya sangat mengapresiasi bantuan dan kehadiran Pak Wagub di sini sebagai bentuk dukungan bagi kami, dan saya harap dukungan dan arahan seperti ini bisa terus dilanjutkan pada kesempatan berikutnya,” pungkasnya.

Dalam upacara tersebut Sudikerta berkesempatan naik di atas bade yang berisi sekah yang di arak dari catus pata Desa menuju setra Desa Adat Pecatu untuk dilakukan puncak upacara ngaben.

Sumber : Humas Pemprov Bali

TP PKK Diminta Responsif dan Miliki Kepekaan Sosial Terhadap Situasi Lingkungan

BALI-PORTAL-NEWS.COMTim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga diminta selalu bersifat responsif dan memiliki kepekaan sosial terjadap lingkungan khususnya kepada yang memerlukan bantuan. Karena sejatinya TP PKK  mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat sebagai bagian dari perannya yang merupakan mitra pemerintah  dalam melaksankan pembangunan. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika saat memberikan sambutan penutup pada acara Workshop Nasional PKK yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Kerta Gosa Room, Bali Dynasty Resort – Kuta pada Jumat (22/7/2016).

Gerakan PKK bertujuan memberdayakankeluarga untuk meningkatkan kesejahteraannya,  jadi setiap kader harus responsif, peduli dan peka terhadap setiap yang terjadi di sekitarnya . Khususnya terhadap yang memang memerlukan bantuan,” cetusnya.

Dinamika yang terjadi saat ini, menurut Ayu Pastka,  menuntut kader PKK untuk proaktif, tanggap terhadap setiap perubahan  dan selalu mengisi diri dengan wawasan dan pengetahuan. “Saat ini kemajuan begitu pesat terjadi, mau tidak mau para kader PKK juga harus menyesuaikan dengan mengisi dirinya, sehingga wawasan dan pengetahuannya menjadi luas, dan otomatis akan semakin banyak inovasi yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Dalam mengembangkan inovasi program Ayu Pastika mengingatkan  agar TP PKK lebih memfokuskan pada kebutuhan yang mendesak, seperti kemiskinan, rawan pangan, pendidikan, kesehatan, KDRT dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, sebagai tuan rumah , Ayu Pastika  berharap kegiatan  workshop yang telah berlangsung selama 3 hari tersebut dapat menghasilkan  hal hal yang  bermanfaat dan dapat diimplementasikan di daerah masing masing sesuai dengan 10 program PKK.
“Saya yakin apa yang telah diperoleh selama workshop ini bisa diimplementasikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saya juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan yang komprehensif sehingga mampu memecahkan permasalahan – permasalahan yang semakin berat kedepannya,” ucap Ayu pastika.

Acara yang diikuti oleh perwakilan TP PKK se Indonesiaitu juga dihadiri oleh, Kasubdit Penyehatan Udara Tanah dan Kawasan (PUTK) Direktorat Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kemenkes, Dra. Cucu Cakrawati dalam laporannya menyampaikan rasa terimakasihnya atas sambutan Bali dalam pelaksanaan Workshop Nasional PKK yang telah diselenggarakan sejak tanggal 20 Juli tersebut. Menurutnya, banyak hal yang telah diperoleh selama berlangsungnya kegiatan.

“Workshop Nasional PKK telah kita laksanakan dari tangal 20 sampai 23 juli, semua agenda selama di Bali sudah berjalan lancar. Proses pelaksanaan sudah dilalui mulai pemaparan para sumber, sudah melaksanakan diskusi kelompok dan telah menghasilkan poin-poin rencana tindak lanjut. Kita juga sudah melakukan kunjungan lapangan, sudah melihat beberapa hasil dari produk kerajinan PKK. Tak lupa saya mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah menerima kami sangat baik selama berlangsungnya Workshop Nasional PKK ini, semoga apa yang telah kita dapatkan disini bisa diimplementasikan dengan baik kedepannya,” ucap Cucu Cakrawati.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha

ST Manggala Sunu Banjar Legian Kaja, Tingkatkan Kualitas Hidup Lewat Ilmu Pengetahuan

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Sekaa Teruna (ST) Manggala Sunu Br. Legian Kaja, dibentuk pada 15 Maret 1966, setengah abad silam oleh para panglingsir bertujuan mewadahi generasi muda agar menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.

Manggala berarti pemimpin, dan Sunu berarti pemuda. Sehingga Manggala Sunu berarti sosok generasi muda yang diharapkan mampu menjadi pemimpin yang baik, berguna untuk kemajuan masyarakat.

Menandai 50 tahun HUT ST Manggala Sunu, selain disii dengan acara pelantikan anggota baru sekaa teruna, dan pelantikan pengurus masa bhakti 2016- 2019, juga diluncuran program utama ST Manggala Sunu yang berkelanjutan berbasis Tri Hita Karana yaitu MGLS Pasraman Digital, MGLS Charity, dan bank sampah.

MGLS Pasraman Digital adalah program ST Manggala Sunu dalam bidang parhyangan yaitu sebuah media pembelajaran yang memanfaatkan media sosial tentang adat istiadat, seni dan budaya serta agama Hindu berbasis digital dengan kemasan kekinian yang menarik dan aplikatif sehingga mudah dipahami terutama anak muda pada jaman sekarang.

Dalam bidang Palemahan digagas pembentukan bank sampah, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dengan moto merubah sampah menjadi rupiah. Dan dalam bidang pawongan diluncurkan program peduli sesama bertajuk MGLS Charity.

Sebagai kegiatan perdana dalam program ini, ST Manggala Sunu menyalurkan sumbangan sukarela yang bersumber dari anggota ST dan warga Banjar Legian Kaja. Sumbangan diserahkan kepada keluarga yang kurang mampu yaitu keluarga I Wayan Bandem yang tinggal di seputaran lokasi galian C, Br. Lekok Sempalan Kelod, Klungkung.

Ke depan, program peduli sesama ini akan dikembangkan lagi sehingga dapat berjalan efektif  untuk membantu saudara yang kurang mampu guna meningkatkan kualitas hidup mereka salah satunya target dalam waktu dekat yaitu membentuk sistem kakak asuh. Ketiga program ini merupakan sebuah bentuk nyata pengabdian ST Manggala Sunu sebagai generasi muda demi Legian secara kusus dan Bali pada umumnya.

Perayaan 50 tahun ini menjadi sebuah perayaan yang bersejarah dengan peluncuran tari kebesaran ST Mangala Sunu yang berjudul tari Sekar Padma. Ide tarian ini diambil dari sekar Padma yang terdapat pada lambang ST. (r/bpn)