27 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Serangkaian HUT KORPRI ke-45, Sekda Badung Serahkan Bingkisan Buku Kepada Siswa, Anak Anggota Korpri Badung

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-45 yang puncaknya jatuh pada tanggal 29 November 2016 ini, Korpri Kabupaten Badung memberikan bingkisan berupa buku kepada 6 (enam) siswa, yang merupakan anak dari anggota Korpri Badung. Penyerahan buku dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika selaku Ketua Korpri Badung di Puspem Badung, Rabu (23/11/2016).

Acara tersebut dihadiri Kadisdikpora I Ketut Widia Astika, pengurus Korpri seperti Asisten Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara, Kadisperindagkop Ketut Karpiana, Kabag Organisasi I Wayan Wijana serta orang tua dari para siswa.

Pada kesempatan tersebut Sekda Kompyang R. Swandika mengatakan, kegiatan penyerahan bingkisan buku kepada siswa ini sebagai salah satu dari kegiatan HUT ke-45 Korpri. Dikatakan bahwa Korpri Kabupaten Badung memiliki rasa tanggungjawab sosial, kepekaan serta kepedualian terhadap masyarakat Badung pada umumnya dan keluarga besar Korpri Badung khususnya. Korpri Badung memiliki komitmen dan dukungan moral dalam rangka membantu orang tua dan para siswa dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

“Korpri Badung memiliki komitmen untuk ikut membesarkan, mencerdaskan dan menyehatkan anak-anak. Mereka merupakan generasi penerus dan tunas-tunas bangsa yang kita harapkan bisa melanjutkan pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badung, demi mweujudkan kabupaten Badung yang mandiri dan sejahtera,” terangnya.

Dalam peringatan kali ini diharapkan jajaran korps pegawai republik Indonesia dapat memperkuat persaudaraan antara anggota termasuk keluarganya. Selain penyerahan bingkisan ini, pengurus korpri Badung juga melaksanakan kegiatan sosial lainnya seperti mengunjungi anggota korpri yang sakit di rumah sakit termasuk menyerahkan bantuan kepada panti asuhan. Kegiatan penyerahan bingkisan buku ini bertujuan memberikan dukungan, spirit dan dorongan sehingga anak-anak ini menjadi anak yang cerdas dan cakap.

“Anak-anak yang cerdas dan cakap tentu merupakan impian orang tuanya, kebanggaan bagi gurunya dan tentu berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Swandika, mengharapkan, sesuai dengan visi misi Bupati bahwa mewujudkan siswa yang sehat, cakap dan cerdas, berbakti kepada orang tua, hormat kepada guru dan mencintai tanah airnya. Yang tidak kalah pentingnya, anak-anak ini harus memiliki budi pekerti yang kuat dan tangguh.

Selaku jajaran ASN pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bapak Bupati yang telah membuat kebijakan yang luar biasa untuk mendorong, memfasilitasi dan mambantu seluruh tahapan proses belajar mengajar mulai PAUD, TK, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi,” tambahnya. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Sekda Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika selaku Ketua Korpri Badung memberikan bingkisan buku kepada siswa serangkaian HUT KORPRI ke-45 di Puspem Badung, Rabu (23/11/2016).

Wabup Suiasa bersama Kementrian Pertanian Panen Pedet di Sobangan Mengwi

BALIPORTALNEWS.COMKementrian Pertanian RI bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Propinsi Bali, Rabu (23/11/2016) melakukan panen 1000 ekor pedet hasil inseminasi buatan di sentra ternak sapi Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi. Hadir dalam kegiatan tersebut staf ahli Kementrian Pertanian RI bidang Inovasi, Sukur Iwantoro, Wabup Badung Ketut Suiasa, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bali, I Putu Sumantra, Kepala Disnakanlut Badung Made Badra, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung, IGAK Sudaratmaja serta sejumlah peternak sapi yang ada di Kabupaten Badung.

Wabup Suiasa mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan pihak Kementrian Pertanian RI untuk melakukan panen 1000 pedet di Desa Sobangan ini. “Di Kabupaten Badung merupakan daerah wisata, di balik itu  kita punya mutiara yakni pertanian dalam arti luas. Disini  kita memiliki tiga potensi besar yaitu  pariwisata, pertanian, dan UMKM. Terkait perternakan ini bagaimana kita di Badung bisa terus menjadi sentra pengembangan bibit sapi Bali, baik secara kualitas dan kuantita sehingga jumlah sapi bali lebih banyak dan  bibitnya  didistribusi ke masyarakat secara cuma-cuma,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, panen  pedet sejumlah 1.000 ekor ini adalah berasal dari 3 kecamatan yang ada di kabupaten badung, yaitu kecamatan petang sejumlah 450 ekor, kecamatan Abiansemal sejumlah 200 ekor, dan kecamatan Mengwi sebanyak 350 ekor. ”Pedet-pedet ini merupakan hasil dari kegiatan gertak birahi inseminasi buatan terhadap induk sapi, dengan cara kawin suntik yakni memasukkan sperma yang telah dipilih dari ternak sapi jantan unggul /bull di balai inseminasi buatan daerah (bibd)  Provinsi Bali, di Baturiti, yang dilaksanakan tahun 2015. Sedangkan untuk populasi sapi di Kabupaten Badung sebanyak 36.668 ekor,” terangnya.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan inseminasi buatan ini, kegiatan yang sangat baik tersebut adalah upaya mendapatkan pedet yang berkualitas baik secara genetis maupun performance-nya. Kegiatan ini pun juga dapat mengukur tingkat keberhasilan dalam meningkatkan populasi ternak sapi.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Propinsi Bali, I Putu Sumantra mengungkapkan, panen pedet ini adalah  salah satu bentuk evaluasi pengembangan sapi di Bali. Propinsi Bali  adalah salah satu produsen sapi potong terbesar  di Indoensia.  Polulasi sapi di Bali saat ini mencapai 559.571 ekor dengan Luas wilayah  5.636 kilometer per segi. Jika diukur perkilometer per segi-nya sapi Bali ada sebanyak  99,84 ekor per kilometer per segi.”Ini sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lain seperti NTT yang hanya  19,11 ekor per kilometer persegi. Jawa tengah 51,69 ekor perkilometer  persegi. Bali merupakan daerah kecil dapi dapat memenuhi produksi daging sapi hingga 5,39 perse daging secara nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Panen pedet di Sobangan ini merupakan salah satu program Pusat di tahun 2015. Kegiatan ini juga sebagai wahana evaluasi dari pemerintah pusat untuk mempertahankan kemurnian dan populasi sapi Bali.

Sementara Staf ahli Kementrian Pertanian RI , Syukur Iwantoro menjelaskan untuk pemotongan sapi betina produktif di Indonesia sudah mulai turun dari 70 menjadi 35 persen.” Saya berikan apresiasi pihak kepolisan karena telah membantu untuk menekan pemotongan sapi betina yang masih produktif,” ujarnya.

Pihaknya juga menjelaskan keunggulan sapi Bali yang tida manja, tiap tahun beranak. Dan jika diberi pakan cukup serta diberikan paka organic, daging sapi bali mendekati dangung sapi Wagio. “Sapi Bali memiliki khas  kusus seperti serat daging halus, kadar lemak paling rendah. Sentra pembibitan sapi Bali yang sangat baik itu berada di Nusa Penida.Kami menargetkan program ini bisa 3 juta ekor sapi betina bunting dari 5,6 juta sapi betuna yang disuntik,” ungkapnya. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wabup Badung Ketut Suiasa bersama staf ahli Kementrian Pertanian RI bidang Inovasi Sukur Iwantoro dan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bali, I Putu Sumantra melakukan panen pedet di sentra ternak sapi Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Rabu (23/11/2016).

K3S Badung Kembali Lanjutkan Kegiatan Sosial di Kecamatan Mengwi

BALIPORTALNEWS.COM – Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Badung, Selasa (22/11/2016) kembali melanjutkan kegiatan sosialnya di Kabupaten Badung.  Kali ini rombongan K3S ini menyasar Kecamatan Mengwi, khususnya di Desa Sembung. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua K3S Badung, Ny. Seniasih Giri Prasta dan didampingi Ketua DWP Kabupaten Badung, Ny. Kompyang R. Swandika, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Badung,  Ny. Kristiani Suiasa, dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, YKI Badung, RSUD Mangusada Badung, serta Anggota Gatriwara Badung.  

Dari data yang dihimpun dilapangan, ada empat banjar  di Desa Sembung, Kecamtan Mengwi yang menjadi lokus kunjungan K3S, diantaranya Banjar Pasekan , Banjar Tauaman,Banjar Karang Enjung dan Banjar Sayan Delodan. Untuk  di Banjar Pasekan  tim K3S menjenguk lima warga yakni I Ketut Pujungan (kaki lumpuh), Ni Ketut Munik(mengalami kebutaan), Made Cegir (sakit biri-biri) dan Ni Made Kembar (penyakit saraf mata).

Sedangkan di banjar Tauaman K3S menjenguk balita bernama Gelsa Suantara (menderita mongoloid). Di  Banjar Karang Enjung Sembung  K3S menjenguk dua warga yakni  I Gusti Made Mega Suyadnya dan I Gusti Made Naya mereka menderita penyakit lumpuh karena polio  dan mengakibatkan salah satu kakinya diamputasi. Sementara di Banjar Sayan Delodan  mengunjungi Ni Ketut Kontini penderita amputasi tangan akibat tersengat listrik dan I Wayan Justin Wiliam menderita penyakit polio dan epilepsy.

Ketua K3S Badung, Ny. Seniasaih Giri Prasta usai memberikan bantuan sembako serta uang santunan sosial mengungkapkan, warga yang mengalami sakit ini bisa dirujuk ke RSUD Mangusada Badung. “Kami berharap warga yang sedang menderita penyakit ini bisa tabah menghadapi cobaan hidup dan kami meminta instansi teknis  bisa membantu  untuk merujuk warga ini ke RSUD Mangusada, karena pemerintah sudah menanggung kesehatan masyarakat secara gratis,” paparnya. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Ketua K3S Badung, Ny. Seniasih Giri Prasta didampingi Ketua DWP Badung, Ny. Kompyang R. Swandika dan Wakil Ketua TP PKK Badung,  Ny. Kristiani Suiasa saat melakukan kegiatan sosial di Desa Sembung Mengwi, Selasa (22/11/2016).

Kerjasama K3S Badung Dengan BPD Bali, Kunjungi dan Bantu Masyarakat Yang Sakit

BALIPORTALNEWS.COMKoordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Badung bekerjasama dengan Bank BPD Bali melaksanakan kegiatan sosial dengan mengunjungi sekaligus memberi bantuan kepada masyarakat yang sakit, Senin (21/11/2016).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua K3S Badung Ny. Seniasih Giri Prasta. Juga hadir Ketua DWP Kabupaten Badung Ny. Kompyang R. Swandika, Wakil Ketua TP. PKK Ny. Kristiani Suiasa, Kepala Bank BPD Bali Cabang Badung Putu Dharmapatni, dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, YKI Badung, RSUD Mangusada Badung, serta Ibu-ibu Gatriwara.

Ketua K3S Badung Ny. Seniasih Giri Prasta mengunjungi masyarakat yang sakit di wilayah Kecamatan Abiansemal. Warga yang dikunjungi diantaranya warga Banjar Ketogan, Desa Taman yakni Kadek Rangga Aditya (5 th) sakit lumpuh, I Wayan Pada (80 th) lumpuh karena sakit tua, Ketut Darsi (67 th) yang mengalami stroke, I Wayan Pelasa (61 th) penyakit tua, I Wayan Ririg (60 th) sakit lumpuh, Wayan Jagrem (65 th) sakit tua, I Wayan Kapri (61 th) sakit tua. Warga lainnya I Made Supardiasa (61 th) sakit tua dari Banjar Sukajati, Desa Taman, I Gst Ayu Ketut Sri Artini (39) mengalami kanker serviks warga Banjar Tegal Desa Selat serta warga Banjar Pande, Desa Abiansemal yang mengalami penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh. Kepada masyarakat yang dikunjungi Ny. Giri Prasta menyerahkan bantuan berupa sembako dan bantuan dana.

Disela-sela kunjungan, Ny. Giri Prasta menyampaikan kegiatan sosial ini merupakan kerjasama antara K3S Badung dengan Bank BPD Bali Cabang Badung. Kegiatan ini sebagai wujud perhatian untuk membantu dan meringankan beban penderita beserta keluarga.

“Jangan dilihat besar kecilnya bantuan, namun ini wujud perhatian kami dalam membantu masyarakat Badung,” tambahnya. Kepada masyarakat yang dikunjungi, Ny. Giri Prasta selalu memberikan semangat dan mengharapkan keluarga tetap menjaga dan memperhatikan si penderita.  (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Ketua K3S Kabupaten Badung, Ny. Seniasih Giri Prasta saat mengunjungi sekaligus memberi bantuan kepada masyarakat yang sakit, Senin (21/11/2016).

 

Bupati Giri Prasta : Komit Optimalkan Layanan Kesehatan, Badung Menuju Indeks Kebahagiaan

BALIPORTALNEWS.COMDalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52, Pemkab Badung melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Seminar Kesehatan  di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Sabtu (19/11/2016).

Seminar dibuka oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, ditandai pemukulan gong. Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, Wakil Ketua TP PKK Badung Ny. Kristiani Suiasa, Ketua Gatriwara Ny. Rai Parwata, Ketua DWP Ny. Kompyang R. Swandika, Kadis Kesehatan dr. Gede Putra Suteja, Dirut RSUD Mangusada dan Badung dr. Agus Bintang Suryadi. Narasumber dari Kepala BPJS Regional Denpasar dr. Mirah, Kabid. PKM Kesehatan Bali dr. Ketut Ardika, Inspektur Kab. Badung Ni Luh Suryaniti, Kepala BKD Diklat Badung Gede Wijaya.  

Bupati Giri Prasta dalam sambutannya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar kesehatan ini. Disampaikan bahwa Pemkab Badung telah menetapkan lima bidang yang menjadi skala prioritas pembangunan di Badung. Mulai dari sandang, pangan dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata.

“Ini merupakan skala prioritas yang kami lakukan, kami meyakini ini tuntas, Indeks Kesejahteraan Badung akan menjadi Indeks Kebahagian,” jelasnya.

Berkaitan dengan “darurat berbenah” khususnya dibidang kesehatan, akan dilakukan penyempunaan serta melengkapi sarana prasara kesehatan sehingga pelayanan dapat dioptimalkan.  
Giri Prasta menegaskan, program kesehatan di badung akan mencakup siklus kehidupan mulai lahir, hidup dan mati. Pada kelahiran, akan ditanggung biaya persalinan dan anak yang lahir akan langsung dibuatkan akte kelahiran. Selanjutnya masyarakat akan diberikan Kartu Badung Sehat
(KBS), dengan kartu ini masyarakat yang berobat di Puskesmas, RSUD Mangusada, RSUP Sanglah dan RS Swasta yang diajak kerjasama, berapapun biayanya sampai operasi akan ditanggung.

“Sampai 1 M pun kami akan tanggung,” tambahnya. Sementara untuk masyarakat yang meninggal diberikan santunan kematian dengan program three in one, selain santunan 10 juta, juga mendapat akte kematian dan perubahan Kartu Keluarga (KK).

Urusan kesehatan ini, akan digerakan sampai tingkat banjar dengan program posyandu yang dikolaborasikan dengan kegiatan lansia. Disampaikan pula, pada Desember ini Pemkab Badung akan memberikan ambulance siaga kepada desa dan kelurahan di badung yang dilengkapi tenaga sopir, bidan serta perawat.

Menuju Badung smart city, kedepan akan dibuatkan aplikasi di dinas kesehatan. “Kami contohkan, di RSUD Mangusada akan dipasang sistem aplikasi, dan pasien cukup memperlihatkan wajahnya sehingga penyakitnya semua akan terecord, tak perlu lagi bawa rujukan dan mengantre, langsung ditangani di polikliknik,” imbuhnya. 

Ketua Panitia Nyoman Oka Jenyana mengatakan, keberhasilan pembangunan kesehatan merupakan faktor yang sangat menentukan dalam upaya membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, yang menjadi slah satu modal dasar potensial dalam membangun nasional. Jaminan kesehatan nasional merupakan salah satu program strategis nasional di bidang kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Dalam peta menuju Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), disebutkan bahwa jaminan kesehatan daerah harus sudah terintegrasi dengan JKN pada awal tahun 2017 dan pada akhir tahun 2019, seluruh penduduk arus terdaftar sebagai peserta JKN. “Pemerintah Kab. Badung pada tahun 2017 sudah menganggarkan iuran jaminan kesehatan penduduk badung sebagai peserta JKN melalui krama badung sehat yang terintegrasi dengan JKN dengan sebutan KBS – KIS,” jelasnya. 

Seminar hari kesehatan nasional ke-52 ini diikuti oleh karyawan-karyawati Dinas Kesehatan, RSUD Badung, UPT Farmasi dan UPT Puskesmas se-Badung, tenaga medis, perawat dan bidan dari rumah sakit dan klinik swasta, dosen dan mahasiswa universitas, sekolah tinggi, akademi dan sekolah-sekolah kesehatan di badung dan kota Denpasar, dengan jumlah peserta 385 orang.

Tema seminar adalah “Melalui HKN ke-52 kita mantapkan arah pembangunan kesehatan dengan krama badung sehat menuju masyarakat badung yang maju, adil dan sejahtera”. Tujuan seminar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat badung melalui peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan diseluruh badung.

Disamping itu juga agar terdapat persamaan persepsi dan pandangan antar stakeholder internal dan eksternal dalam tata kelola dan pelaksanaan kartu KBS – KIS, sehingga bisa tepat aturan, tepat anggaran, tepat sasaran dan tepat waktu administrasi.  (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta membuka Seminar Kesehatan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Sabtu (19/11/2016).

 

Napak Tilas dan Tabur Bunga di Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai Carangsari

BALIPORTALNEWS.COMRatusan peserta napak tilas yang mengusung pataka, panji-panji dan surat sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai melaksanakan Apel Penghormatan, dan tabur bunga di Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai di Carangsari, Petang, Jumat (18/11/2016).

Tabur bunga dilakukan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama para Veteran, didampingi Anggota DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa, Muspika Kecamatan Petang serta Kepala SKPD. 

Usai tabur bunga serangkaian memperingati Hari Puputan Margarana yang jatuh pada 20 Nopember ini, peserta napak tilas dari Pemuda Panca Marga serta siswa SMP dan SMA/SMK se-Badung menuju Puri Ngurah Rai Carangsari untuk mengikuti serasehan.

Pada acara serasehan hadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. Suiasa, anggota DPRD Badung Nyoman Dirgayuda, Penglingsir Puri Ngurah Rai Carangsari A.A. Alit Yudha, Ketua LVRI Badung I Wayan Tegug. Serasehan diisi penyerahan hadiah kepada juara napak tilas serta pemutaran film “Indonesia Mengingat” yaitu film tentang Perang Puputan Badung dan Puputan Margarana. Diisi pula persembahan Puisi oleh Ketua Tuna Netra Badung A.A. Mayun Juliawan.

Bupati Badung Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, salah satunya perjuangan gigih dan pengorbanan pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Kegiatan bersama napak tilas ini adalah wujud bhakti kepada para pahlawan, khususnya Bapak I Gusti Ngurah Rai. Bupati meminta, apa yang menjadi ide dan gagasan pahlawan I Gusti Ngurah Rai agar dapat diteruskan dalam kehidupan ini.

“Kepada adik-adik sekalian, kita harus meniru panutan kita Gusti Ngurah Rai, kita harus siap menjadi pahlawan untuk diri sendiri, untuk kabupaten badung dan siap menjadi pahlawan di negara kesatuan republik indonesia,” ujarnya. 

Sementara Wabup. Suiasa menekankan bahwa kegiatan napak tilas dapat dijadikan momentum untuk introspeksi diri dan patut direnungkan, bagaimana perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai bersama pasukan ciung wenara yang rela berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan.

“Tanpa perjuangan Beliau, mungkin kita tidak bisa merasakan kemerdekaan. Kita patut memberi penghormatan, bersujud memberikan rasa terima kasih, puji syukur dan memohon agar  kita mampu mematrikan semangat partriot dalam jiwa dan raga dalam bingkaian NKRI,” jelasnya.

Kata Suiasa, sebagai anak bangsa hendaknya kita semua mampu mewujudnyatakan semangat perjuangan dan nilai-nilai yang ditanamkan serta melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan dalam wujud pembangunan disegala bidang menuju kesejahteraan masyarakat. “Kita harus semakin menyadarkan diri sendiri, orang sekitar kita, bawasanya kita jangan melupakan perjuangan para pahlawan.

Kita mempunyai kewajiban dengan berbuat yang lebih bermanfaat, dan kita dedikasikan potensi yang dimiliki dengan tetap mengamankan 4 (empat) pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tegasnya.  

Perwakilan Puri Ngurah Rai Carangsari, Yudha Putra menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati dan Pemkab Badung yang telah mengkemas kegiatan napak tilas dengan baik dan sangat berkesan karena berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Napak tilas Nopember tahun 2016 ini menjadi kegiatan yang paling berkesan dan sangat meriah,” jelasnya.

Yudha Putra juga menceritakan sedikit tentang Pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Diceritakan, sebelum berangkat ke medan perang sebagai Komandan Resimen Sunda Kecil saat itu, Beliau sempat memohon restu di Pura Puseh Beng Carangsari dan memohon salah satu pusaka pura untuk dibawa berperang.

Dari sekian banyak pusaka keris yang ada, Beliau memilih pusaka yang tidak dikenankan dibawa oleh pemangku, karena siapapun yang membawa pusaka itu akan menjadi caru untuk bumi.

Namun Gusti Ngurah Rai justru membawa pusaka tersebut. Dalam peperangan, Beliau akhirnya gugur menjadi pahlawan kusuma bangsa.

“Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, keiklasan dan ketulusan dalam membela negara,” imbuhnya. (humasbadung/bpn)

Panji- Panji dan Surat Sakti Ngurah Rai Tiba di Badung

BALIPORTALNEWS.COMPanji-panji dan surat sakti pahlawan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai tiba di kabupaten Badung, Jumat (18/9/2016).

Serah terima Pataka Panji-Panji dan Surat Sakti napak tilas jejak perjuangan dilakukan pada Apel di lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung dengan inspektur Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.

Apel tersebut diikuti oleh para pelajar se-kabupaten Badung yang juga menjadi pserta napak tilas, organisasi masyarakat, TNI, dan Polri unsur Korpri, PNS dan dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Kompyang R Swandika , Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, serta Keluarga Besar Puri Carang Sari, dan para Veteran Laskar Ciungwanara.

Dalam sambutanya, Giri Prasta, mengatatakan, napak tilas jejang perjuangan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai merupakan agenda tahun guna menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat 45 para pahlawan kusuma bangsa. 

“Diharapkan Napak tilas dengan menanamkan nilai-nilai perjuangan ini bisa terus dilaksanakan dan gelorakan pada diri generasi penerus bangsa untuk pembangunan kedepannya,” kata Giri Prasta.

Lanjut dia, napak tilas jejak perjuangan Pahlawan Nasional Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat mempertebal rasa cinta tanah air dan meneladani nilai-nilai patriotisme. “nilai-nila pantang menyerah haru terus ditanamkan sebagai wujud bhakti kepada para pejuang,” tegasnya.

Ditambahknya, napak tilas yang dilakukan oleh para generasi muda masa kini merupakan wujud kongkrit, serta komitmen kita bersama. Apa yang dilakukan para pahlawan hendaknya dijadikan figur panutan pengembangan jati diri masa kini dan masa yang akan datang.

“Satukan langkah untuk Negeri, bersatu dalam kebesamaan dalam persatuan untuk mewujudkan cita-cita negeri yang kita cintai,” tegasnya.

Seusai Apel, Bupati Giri Prasta melepas para peserta Napak Tilas yang diikuti 62 regu dari kalangan pelajar di Kabupaten Badung menuju tugu pahlawan I Gusti Ngurah Rai di desa Carang Sari, Kecamatan Petang. Didampingi Wabup Ketut Suiasa, Ketua dan Wakil Ketua DPRD badung I Putu Parwata dan I Nyoman Karyana, Bupati Giri Prasta mengiringi para peserta napak tilas hingga gerbang utama Puspem Badung.

Dalam setiap langkahnya, seraya memegang mambu runcing, Giri Prasta dan Suiasa mengumandangkan lagu perjuangan sebagai penyemengat peserta napak tilas jejak perjuangan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa, Ketua dan Wakil Ketua DPRD badung I Putu Parwata dan I Nyoman Karyana mengiringi para peserta Napak Tilas yang diikuti 62 regu dari kalangan pelajar di Kabupaten Badung hingga gerbang utama Puspem Badung menuju tugu pahlawan I Gusti Ngurah Rai di desa Carang Sari, Kecamatan Petang, Jumat (18/9/2016).

 

Bupati Badung Ambil Sumpah 348 PNS

BALIPORTALNEWS.COMBupati I Nyoman Giri Prasta mengambil sumpah 348 Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertempat di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Jumat (18/11/2016).  

Pengambilan Sumpah PNS ini memiliki makna yang mengikat baik kedalam maupun keluar. Secara internal merupakan komitmen yang harus dilaksanakan oleh setiap PNS bahwa hidup adalah pengabdian setiap waktu kepada masyarakat, nusa dan bangsa, dan secara eksternal dimaksudkan bahwa selain diri sendiri  dan para saksi maka pengambilan sumpah ini juga disaksikan Ida Sanghyang Widhi Wasa Tuhan Yang  Maha Esa, dimana nantinya  apapun yang dilakukan di dunia ini akan dituntut pertanggungjawabannya.  

“Sumpah tidak hanya sekedar diucapkan, namun juga untuk dicamkan secara seksama dan dilaksanakan secara bertanggungjawab,” ujar Giri Prasta.

Disampaikan pula bahwa PNS sebagai seorang pelayan publik harus mampu memberikan pelayanan prima yang didasari keikhlasan, kesadaran yang tinggi, profesionalisme, integritas, loyalitas dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. PNS juga harus memberikan pengabdian dan memberikan teladan yang baik kepada masyarakat, sehingga citra diri PNS menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, utamanya dalam hal disipilin dan profesionalisme.  

“Motivasi diri yang positif untuk bekerja dengan baik, dan tetap berkomitmen, tingkatkan etos kerja dan semangat tanggungjawab,” pesannya.

Dan kepada PNS yang diambil sumpahnya Bupati Giri Prasta menekankan untuk melaksanakan tugas sesuai kemampuan dan keahliannya serta dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, pengendalian emosional maupun peningkatan spritual serta tetap menjaga kebugaran jasmani sehingga dapat bekerja secara cerdas, penuh keikhlasan dan tanggungjawab.

Sementara itu Kepala BKD Diklat Kabupaten Badung I Gede Wijaya melaporkan bahwa tujuan pengangkatan sumpah/janji PNS tahun 2016 ini bertujuan agar para ASN mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila,UUD 1945, Negara dan pemerintah serta dalam rangka membina PNS yang bersih, jujur dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur ASN yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan dan pembangunan.

Pengambilan sumpah ini diikuti 348 orang PNS, dari keseluruhan jumlah tersebut 169 orang adalah PNS Formasi Tahun 2013 dan Formasi Tahun 2014 dari Honorer Kategori II yang menerima SKPNS Oktober 2016, dan selebihnya adalah PNS yang belum disumpah pada instansi sebelumnya. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati I Nyoman Giri Prasta mengambil sumpah 348 Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertempat di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Jumat (18/11/2016).  

Bupati Giri Prasta Tutup Festival Seni dan Budaya Kabupaten Badung Ke-10 Tahun 2016

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta menutup Festival Seni dan Budaya Kabupaten Badung ke-10 tahun 2016 dan melakukan pengukuhan Listibiya (Majelis Tinggi Pertimbangan Kebudayaan) Kabupaten Badung serta melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka HUT Mangupura ke-7 tahun 2016.

Turut hadir Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD I Putu Parwata, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ny. Seniasih Giri Prasta, Ny. Kristiani Suiasa, Ny. Suartini Parwata, beserta Ny. Kompyang Swandika, para Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, para Camat se-Kabupaten Badung, Lurah/Perbekel dan Bendesa Adat se-Kabupten Badung, bertempat di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala. Rabu (16/11/2016) lalu.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan Festival Seni dan Budaya yang ke-10 di Kabupaten Badung dan peringatan HUT Mangupura ke-7. Banyak program penting yang akan dilaksanakan dan yang pertama telah memiliki Listibiya, karena membangun agama, adat dan seni melalui budaya.

“Kerangka pembangunan di Kabupaten Badung kedepannya mulai tahun 2016-2021 pasti dengan pondasi budaya,” jelasnya.

Disamping itu di Kabupaten Badung telah melaksanakan pengarusutamaan kebudayaan yang memiliki tujuan setiap pembangunan di Kabupaten Badung filosifinya budaya, jadi karakteristik Badung dan Bali adalah budaya. Dengan adanya gabungan tokoh adat, tokoh budaya dan tokoh seni dalam tatanan Listibiya, dapat menambah semangat kita bersama yang akan mengembalikan kepada sejarah Bali.

Listibiya juga diharapkan dapat memberikan ide dan gagasan karena saat ini Pemerintah telah melakukan Detail Engenaring Design (DED) yang akan menyuguhkan adat, seni dan budaya di Kabupaten Badung dengan membangun Panggung Pemuda Budaya yang kedepannya dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan Festival Seni dan Budaya sehingga tidak dilaksanakan di ruangan terbuka seperti ini dengan kafasitas 2.500-3.000 orang penonton.

Sementara itu Kadis Kebudayaan IB. Anom Bhasma melaporkan, pelaksanaan Festival Seni Budaya ke-10 tahun 2016 telah berjalan lancar yang dimulai dari tanggal 1 s/d 16 Nopember tahun 2016. Selanjutnya duta Kecamatan yang meraih Jayanti yaitu; tabuh beleganjur kelompok SMP juara I SMP Negeri 1 Mengwi, juara II SMP Negeri 3 Mengwi dan juara III SMP Taman Sastra Jimbaran. Sedangkan juara tari beleganjur kelompok SMP juara I SMP Negeri 2 Mengwi, juara II SMP Negeri 3 Mengwi dan juara III SMP Negeri 2 Kuta. Tabuh beleganjur kelompok SMA juara I SMA Negeri 1 Kuta Selatan, juara II SMA Negeri 1 Abiansemal dan juara III SMA Negeri 2 Kuta. Sedangkan juara tari beleganjur kelompok SMA juara I SMA Negeri 2 Mengwi, juara II SMK Negeri 1 Denpasar dan juara III SMA Negeri 1 Abiansemal. Lomba tabuh lan tari beleganjur se-Bali kelompok umum juara I Komunitas Seni Baturenggong br. Delod Bale Agung Mengwi, juara II Sekaa beleganjur Jenggala Gora Desa Buduk Mengwi dan juara III Sanggar Wibisana Br. Tegal Jaya Desa Dalung.

Lebih lanjut dilaporkan, lomba gong Kebyar anak-anak juara I Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Werdhi Budaya Desa Adat Kelan Kecamatan Kuta, juara II Sekaa Kebyar Anak-anak Mekar jaya Desa Adat Lambing Desa Mekar Bhuana Kecamatan Abiansemal dan juara III Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Jaya Kusuma br. Sengguan Desa Buduk Kecamatan Mengwi. Lomba Gong Kebyar Wanita juara I Sekaa Gong Wanita Gita Pertiwi Budaya br. Basangkasa Kelurahan Seminyak Kecamatan Kuta, juara II Sekaa Gong Wanita Githa Sunari Desa Sibanggede Kecamatan Abiansemal dan juara III Sekaa Gong Wanita Giri Putri br. Guming Desa Penarungan Kecamatan Mengwi. Lomba Gong Kebyar Dewasa juara I Sekaa Gong Surya Art Desa adat Kedonganan Kecamatan Kuta, juara II Sekaa Gong Genta Gurnita Shanti Desa Punggul Kecamatan Abiansemal dan juara III Sekaa Gong Pura Dalem Salunding Desa Adat Kapal Kecamatan Mengwi. Dan yang terakhir Lomba Angklung Kebyar juara I Sekaa Angklung Yadnya Sari Desa Sibangkaja Kecamatan Abiansemal, juara II Sekaa Angklung Purnama Budaya br. Batubidak Kerobokan Kaja Kecamatan Kuta Utara dan juara III Sekaa Angklung Kuta Kumara Agung br. Temacun Desa Adat Kuta Kecamatan Kuta. (hmsbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa memotong tumpeng serangkaian HUT ke-7 Mangupura sekaligus penutupan Festival Seni dan Budaya Kabupaten Badung ke-10 di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung, Rabu (16/11/2016).

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan