Bupati Giri Prasta Tegaskan Penggunaan Dana Hibah Harus By Name By Dress 

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos, Sabtu (29/10/2016) memberikan pengarahan kepada 1.789 kelompok masyarakat di Badung calon penerima dana hibah pada anggaran Perubahan APBD Badung tahun 2016, di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Puspem Badung. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa penggunaan dana hibah harus sesuai dengan yang dibantu (by name by dress). Dan Beliau memastikan dana hibah cair pada hari Senin ini.

Pengarahan berkenaan dengan penggunaan dan pertanggungjawaban hibah tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta beserta sejumlah anggota DPRD Badung, pimpinan SKPD serta para Perbekel.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menekankan, bantuan hibah ini bukan merupakan kewajiban pemerintah, namun dalam upaya program percepatan pembangunan di Kabupaten Badung, Pemkab Badung bersama DPRD Badung mengambil kebijakan ini.

“Ini murni kebijakan Pemkab Badung bersama Dewan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung,” terangnya.

Kepada pengguna dana hibah Bupati kembali menegaskan agar memanfaatkan dana ini sesuai dengan tatanan regulasi dan aturan yang berlaku.

“Kami harapkan setelah cair, dana ini harus segera dimanfaatkan dan penggunaanya itu harus by name by dress, yang mana dibantu itu harus dibangun, tidak boleh dialihkan kepada yang lain. Dan harus selesai di bulan Desember ini. Kalo masyarakat tidak mampu memanfaatnya lebih baik diserahkan kembali kepada pemerintah,” tegasnya.

Demikian pula untuk pelaporannya, Bupati mewajibkan kepada penerima bantuan sudah ada laporannya pada tanggal 10 Januari 2017 nanti. Diharapkan, dari informasi ini, masyarakat penerima hibah dapat mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya untuk bisa berinovasi sehingga ditahun depan dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan dana hibah seperti ini.

Selain itu kepada masyarakat yang mempunyai Pura Paibon agar segera didaftarkan di Dinas Kebudayaan Badung untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar agar bisa dibantu.

Selain mengenai penggunaan dan pertanggungjawaban hibah, Bupati Giri Prasta juga menyampaikan program prioritas Pemkab Badung lima tahun kedepan. Dijelaskan, bahwa dalam PPNSB (Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana) di Badung, terdapat lima program yang menjadi skala prioritas.

Kelima skala prioritas tersebut meliputi  bidang sandang, pangan dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan tenaga kerja, bidang seni, adat, agama dan budaya dan bidang pariwisata.

Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B.A. Yoga Segaran SH, MM melaporkan, tujuan dari acara ini adalah untuk mewujudkan penggunaan hibah yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan SK Bupati Badung No. 2146/01/HK/2016 tentang penetapan penerima hibah pada perubahan APBD 2016, jumlah penerima hibah kepada kelompok/anggota masyarakat berjumlah 1.789 penerima dengan pagu sebesar Rp. 193.221.533.000,-.

Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan berupa, kegiatan infrastruktur sepertu renopasi pura, pembangunan candi betar/tembok penyengker, wantilan, balai banjar dan infrastruktur lainnya, kegiatan pelestarian adat, seni dan budaya, kegiatan peningkatan srada bakti serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Dari 1.789 penerima hibah, proposal yang sudah diterima di Bagian Administrasi Kesra sebanyak 1.239 proposal dan semua proposal tersebut telah dimohonkan evaluasi kepada SKPD terkait sesuai sifat permohonan,” jelasnya.

Untuk proses Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sudah menerima 423 NPHD dari Sekretariat DPRD Badung, dan saat ini proses NPHD terus berlangsung. Untuk NPHD yang sudah ditandatangani Bupati yang kelengkapan NPHDnya sudah lengkap dan benar, telah ditindaklanjuti ke Bagian Keuangan untuk proses lebih lanjut. Sedangkan untuk sebaran NPHD dimasing-masing Kecamatan adalah Kecamatan Petang 1 NPHD, Mengwi 393 NPHD, Abiansemal 1 NPHD, Kuta Utara 11 NPHD, Kuta 2 NPHD dan Kuta Selatan 15 NPHD dan totalnya 423 NPHD. (hms badung/bpn)

Bupati Giri Prasta Hadiri Nyekah Kurung Banjar Buangga

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Jumat (28/10/2016) menghadiri upacara pitra yadnya “nyekah kurung” di Banjar Buangga, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Badung. Pada kesempatan itu, bupati  menyaksikan langsung prosesi puncak upacara nyekah dengan didampingi Sekcam Petang I Gede Sudarwita, Perbekel Getasan dan prajuru adat lan dinas se-Desa Getasan.

I Wayan Renci, selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa upacara pitra yadnya “Nyekah Kurung” di Banjar Buangga diikuti oleh 19 sawa/sekah. Puncak upacara selain dilaksanakan upacara purwa daksina dan meprelina juga diisi dengan mepetik dan mesangih atau potong gigi dengan peserta 23 orang.

Adapun dudonan karya sudah dimulai sejak rahina buda kliwon Pahang (12/10/2016) diawali dengan matur piuning,  weraspati umanis pahang (13/10/2016) nyukat karang,  wraspati pon krulut (20/10/2016) nunas tirta, kemudian sukra wage krulut (21/10/2016), ngadegan ida batara kahyangan tiga, mekarya sanganan.  Anggara pon merakih (25/10/2016), nunas tirta ring soang-soang kawitan, pada buda wage merakih (26/10) mekarya ulam upakara, weraspati kliwon merakih (27/10) mecaru nyuciang pakarangan, ngangget don bingin dan ngajum. Puncak karya dilaksanakan pada  sukra umanis merakih atau Jumat (28/10/2016) dengan melaksanakan upacara purwa daksina, metatah, ngening dan ngaskara. Upacara nyekah kurung ini diakhiri dengan nyegara gunung pada saniscara paing merakih (29/10/2016).

Upacara ini sendiri dilandasi oleh semangat kebersamaan dan gotong royong. Tidak hanya oleh pengempon sekah/sawa, namun juga krama Banjar Adat Buangga.

Sementara Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengaku salut dan menyampaikan apresiasi atas semangat warga dalam melaksanakan upacara pitra yadnya ini. Ia juga berharap semangat tulus iklas dan gotong royong dalam melaksanakan yadnya bisa terus dipupuk.

Terlebih, Pemkab Badung, kata bupati mulai tahun 2017 akan memprogramkan nyekah gratis, baik nyekah yang dilaksanakan desa maupun di banjar. “Tityang (saya) turut mendoakan agar para pitra yang diupacara atiwa-atiwa (nyekah, red) ini bisa mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Dan semoga dudonan karya ini bisa berjalan lancar sampai selesai,” katanya.

Sebagai bentuk bakti dan dukungan terhadap upacara ini, bupati menyerahkan dana punia sebesar Rp 30 juta yang diterima langsung oleh ketua panitia nyekah.

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Jumat (28/10/2016) menghadiri upacara pitra yadnya “nyekah kurung” di Banjar Buangga, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Badung.

Badung Komit Wujudkan Pariwisata Berkualitas Berbasis Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COM Dalam upaya mewujudkan pemangunan pariwisata berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Badung melalui kebijakan yang berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat serta pelibatan stakeholder pembangunan kepariwisataan, telah berkomitmen untuk membangun pariwisata yang berkualitas dan berbasis kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung amat berkepentingan agar pariwisata Bali dan khususnya Kabupaten Badung dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dari generasi ke genarasi berikutnya, mengingat pariwisata telah terbukti sebagai mesin penggerak perekonomian masyarakat Badung dan Bali pada umumnya”. Demikian antara lain diungkapkan oleh Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, SH saat menjadi salah satu Narasumber dalam Seminar Nasional yang mengangkat tema “Tata Kelola Lingkungan Kepariwisataan Terintegrasi Berbasis Budaya” yang digelar Universitas Warmadewa di Ruang Pertemuan Sri Kesari Warmadewa, Kampus Universitas Warmadewa, Jumat (28/10/2016). Seminar Nasional tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E, Sp.ParK.

Wabup. Suiasa menjelaskan, bahwa dalam konteks one island manajement (membangun pariwisata Bali dalam satu manajemen kepulauan), Pemkab Badung dengan dukungan penuh DPRD Badung akan turut berkontribusi dalam upaya membangun pariwisata Bali dari Badung.

Sebagai wujud komitmen tersebut, dana penyisihan dari Pajak Hotel dan Restauran (PHR) yang mencapai 350 M tersebut akan diserahkan secara langsung oleh Pemkab Badung kepada 6 (enam) kabupaten di Bali dalam upaya mendukung pembangunan pariwisata Bali yang berkualitas, ramah lingkungan serta senantiasa menjaga kelestarian budaya sebagai ikon pariwisata Bali.

Di bagian lainnya, Wabup Suiasa juga memaparkan tentang visi dan misi Kabupaten Badung, dimana dalam salah satu visinya adalah memantapkan sinergitas potensi budaya, pertanian dalam arti luas dan pariwisata. Selain itu sektor pariwisata juga menjadi salah satu dari lima program prioritas Pemkab Badung yang sudah tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung tahun 2016-2021.

“Kami akui jantungnya Badung adalah dari sektor pariwisata, untuk itu kami melakukan hal-hal yang strategis, kebijakan kami dalam rangka peningkatan kualitas pariwisata dalam upaya perkembangan keperiwisataan berkelanjutan,” jelasnya.

Untuk itu di sektor pariwisata, Badung juga mempunyai visi khusus yakni mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, kabupaten Badung harus melakukan eco tourism, pariwisata berbasis budaya dan pariwisata berbasis masyarakat.

“Ketiga komponen inilah menjadi roh bagi kepariwisataan di Badung menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara dalam sesi tanya jawab dalam seminar nasional tersebut, Wabup. Suiasa langsung mendapat pertanyaan dari empat penanya yang cukup kritis mulai dari seorang Profeesor serta dari Fakultas di Universitas Warmadewa. Pertanyaan tersebut dijawab dengan gamblang oleh Wabup. Suiasa sehingga sering mendapat aplous dari peserta seminar. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, SH menerima cinderamata dari Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana saat menjadi salah satu Narasumber dalam Seminar Nasional yang digelar Universitas Warmadewa di Ruang Pertemuan Sri Kesari Warmadewa, Kampus Universitas Warmadewa, Jumat (28/10/2016).

 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Badung Berlangsung Khidmat

BALIPORTALNEWS.COMApel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 di Kabupaten Badung digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala Kabupaten Badung, Jumat (28/10/2016).

Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Upacara diikuti Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang  R. Swandika, para Kepala SKPD, Ketua TP.PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Dharma Wanita Persatuan Badung Ny. Kompyang R. Swandika serta para pemuda dan pelajar.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi dalam sambutannya yang disampaikan Giri Prasta menekankan bahwa hari Sumpah Pemuda ke-88 ini merupakan hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran bangsa Indonesia di mata dunia.

Para pemuda Indonesia juga sudah mampu menorehkan banyak prestasi di kancah Internasional, hal tersebut mengingatkan kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita benar-benar bisa menaklukkan dunia. Jumlah yang besar saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan kualitas tang baik.  Maka dikatakan bahwa tugas kita semua untuk menjadikan era yang langka atau bonus demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia baik pembangunan ekonomi sehingga Indonesia menjadi negara maju dan sejajar dengan negara besar lainnya. Untuk hal tersebut maka saatnya para pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia.

Seusai upacara Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa Peringatan Sumpah Pemuda ini merupakan  salah satu komitmen dan wujud bhakti sebagai warga negara dan abdi negara  yang ada di bawah naungan NKRI. Para pemuda yang merupakan tulang punggung harus bisa menjadi  pemuda yang hebat dan baik sehingga mampu menunjukkan karakter bangsa yang utuh.

Khusus Di Kabupaten Badung dengan 531 banjar ini sekeha terunanya sudah mulai digerakkan mulai di tingkat banjar , karena para  pemuda merupakan garda terdepan bagi Kabupaten Badung.  Dan untuk  para Pemuda yang berprestasi di Kabupaten badung  harus bisa membuat suatu hasil karya sehingga menjadi cerminan baik buat kita kedepannya.

“Wujudkan prestasi sehingga nantinya akan mampu membuat bangga tanah kelahiran dan tetap junjung tinggi persatuan dan kesatuan sehingga Badung khususnya akan menjadi kuat dan damai, serta melalui momentum Peringatan hari Sumpah Pemuda ke 88 tahun 2016 ini diharapkan bisa membawa perubahan yang lebih baik menuju Indonesia yang mandiri, maju dan sejahtera melalui tema Pemuda Indonesia Menatap Dunia” ujarnya. (hms badung/bpn)

PSTI Badung Gelar Kejuaraan Sepak Takraw

BALIPORTALNEWS.COMDalam rangka memperingati HUT Mangupura yang ke-7 dan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016, Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Badung menggelar Kejuaraan Sepak Takraw. Kejuaraan ini dibuka Ketua KONI Kabupaten Badung Si Putu Raka Arnaya, Kamis (27/10/2016) di GOR Desa Dalung.

Ketua KONI Badung Si Putu Raka Arnaya  dalam  sambutannya, menyambut baik kejuaraan ini dimana pembinaan ini sangat penting untuk menyambut kegiatan event-event yang bergengsi yaitu ajang Porprov tahun 2017 di kabupaten Gianyar. Ia melibah bahwa sepak takraw Badung sudah mulai melihatkan prestasinya, hal ini ditunjukkan waktu tampil pada Porprov di Buleleng.

“Saya melihat anak-anak sangat semangat dan habis habisan bertanding, mudah mudahan semangat itu terus dipupuk sehingga pada event-event berikutnya kita bisa mencapai prestasi yang lebih maksimal, pada akhirnya bisa meraih medali emas,” katanya.

KONI Badung siap mensuport kebutuhan-kebutuhan kususnya seluruh cabor yang ada di Kabupaten Badung sesuai dengan pendanaan yang ada yang diberikan oleh Pemkab Badung. Lebih lanjut dikatakan, kepada atlet jangan berenti untuk melaksanakan latihan, tanpa pelatihan prestasi itu tidak akan bisa jatuh dari langit.

Diharapkan kepada adik-adik selalu mengadakan kompetisi bahkan dilakukan kompetisi antar Kabupaten bahkan perlu adakan try out ke Kabupaten lain  sehingga bisa menguji kemampuan sendiri dan kekuatan lawan.

Ketua Pengurus Sepak Takraw Kabupaten Badung I Ketut Martha juga mengakui sepak takraw Badung telah menunjukkan prestasi yang lebih baik di ajang Porprov.  Buleleng. Diharapkan prestasi ini dapat ditingkatkan pada ajang Porprov. Bali tahun 2017 di Gianyar.

“Kami harapkan semua pihak baik pengurus, pemerintah maupun masyarakat dapat mendukung para atlit sepak takraw Badung sehingga mampu meningkatkan prestasi pada ajang Porprov nanti,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Martha mengharapkan pula, para atlit dapat menunjukkan sportivitas dalam bertanding dan ajang ini mampu melahirkan atlit-atlit berprestasi.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Sepak Takrow Kabupaten Badung, I Nyoman Alit Sukartha melaporkan, maksud dan tujuan diadakan kejuaran ini  adalah untuk memperbanyak prekwensi pertandingan bagi atlit sepak takraw Kabupaten Badung, disamping meningkatkan motivasi pembinaan sepak takraw ditingkat Desa, Kecamatan, Club di Kabupaten Badung.

Juga untuk menjaring atlit-atlit pelajar, taruna dan dewasa untuk ditingkatkan pembinaanya sehingga menjadi atlit berkualitas yang dapat membawa nama kabupaten Badung di tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional. Lebih lanjut dikatakan, peserta dari kejuaraan ini merupakan atlit terbaik hasil binaan di tingkat sekolah, Desa, Kecamatan dan Club.

Kejuaraan ini berlangsung selama 3 hari dengan peserta terdiri dari 10 regu Putra dan 8 regu Putri dengan menggunakan sistim setengah kompetisi. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Ketua Pengurus Sepak Takraw Kabupaten Badung I Ketut Martha bersama KONI Kabupaten Badung Si Putu Raka Arnaya saat menghadiri membuka Kejuaraan Sepak Takraw Kamis (27/10/2016) di GOR Desa Dalung

2017 Badung Angkat Petugas Penjangkau HIV/AIDS Tiap Desa

BALIPORTALNEWS.COMPemerintah Kabupaten Badung bersama Komisi Pananggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung memiliki kesungguhan dan komitmen yang kuat dalam menanggulangi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Badung.

Sebagai wujud kesungguhan tersebut, pada tahun 2017 Pemkab Badung akan mengangkat satu petugas setiap desa/Kelurahan yang bertugas melakukan penjangkauan HIV/AIDS.

“Sebagai bentuk kesungguhan dan komitmen kita dalam penanganan HIV/AIDS di Badung, maka di tahun 2017 kami memiliki 1 orang petugas penjangkau HIV/AIDS setiap desa,”. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, SH selaku Ketua Pelaksana KPA Badung saat membuka pertemuan audiensi publik dengan pemangku kebijakan dan layanan terkait Tuberculosis (TB)-HIV, Layanan Komprehensif Berkesinambungan-Strategic Use For ARV (LKB-SUFA) di Badung di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (27/10/2016).

Pertemuan tersebut dihadiri KPA Provinsi Bali Yahya Ansori, Lintas Sektor terkait, unsur Puskesmas serta para Aktivis Peduli TB-HIV/AIDS.

Wabup. Suiasa menambahkan, pengangkatan petugas penjangkau HIV/AIDS tiap desa ini bertujuan mencegah dan menangkal sejak dini dan melakukan pendampingan kepada penderita serta meningkatkan jalur komunikasi tentang perkembangan HIV/AIDS melalui tingkat Desa. Petugas ini nantinya akan diberikan pembekalan yang sifatnya teoritis serta praktis sehingga kader-kader ini memiliki kapabelitas tentang bidang tugasnya di desa.

Selain petugas penjangkau HIV/AIDS di Desa, Suiasa juga mempunyai gagasan untuk membuat kesepakatan (MoU) dengan Desa Adat se-Badung bersama-sama bergerak untuk melakukan sosialisasi, memberikan informasi dan berinteraksi seluas-luasnya dengan warga Desa Adat yang menderita HIV/AIDS. “Desa Adat juga mempunyai tanggungjawab moral terhadap kramanya, jangan sampai banyak yang terjangkit virus HIV/AIDS,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam penanggulangan HIV/AIDS di Badung ini tidak hanya dilakukan melalui pendekatan formalistik semata, namun juga mencoba melakukan pendekatan non formalistik yang sifatnya budaya. Untuk itu, Wabup Suiasa juga meminta KPA Badung nanti membuat satu agenda untuk mensosialisasikan HIV/AIDS ini melalui pementasan seni tradisional.

“Mulai 2017 ini kita lakukan pementasan seni di Desa-Desa, untuk mensosialisasikan HIV/AIDS ini,” tambahnya.

Sementara Sekretaris KPA Badung dr. Elly Swandewi Murti, M.Kes melaporkan, tujuan dari pertemuan ini untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan di Kabupaten Badung untuk memberikan dukungan dengan aktif dalam program penanggulangan TB-HIV sesuai kewenangannya. Pertemuan diikuti 50 peserta dengan narasumber dari KPA Provinsi Bali dan RSUD Badung Mangusada.

Elly Swandewi juga menyampaikan bahwa situasi epidemi HIV/AIDS di Kabupaten Badung sat ini berada pada tingkat epidemi terkonsentrasi. Berdasarkan data komulatif tercatat hingga Juni 2016 kasus HIV dan AIDS di Badung cukup tinggi yaitu 2.335 kasus, terdiri dari 1.314 kasus HIV dan 1.021 kasus AIDS. (hms badung/bpn)

Bupati Giri Prasta Mepunia Rp 100 Juta

BALIPORTALNEWS.COM Masyarakat Desa Adat Mengwi yang terdiri dari 11 (sebelas) banjar melaksanakan upacara Memukur, Mepandes dan Mepetik massal yang merupakan program Desa adat setiap tahun sekali. Upacara ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Camat Mengwi I Gst. Ngr. Jaya Saputra, Perbekel Mengwi I Nyoman Umbara, Penglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung dan tokoh masyarakat setempat, bertempat di Wantilan Pura Dalem Mengwi. Rabu (26/10/2016).

Bendesa Adat Mengwi IB. Anom mengatakan, pelaksanaan yadnya ini merupakan upacara Pitra yadnya dan Manusa yadnya. Pitra yadnya memukur yang diikuti 76 Sekah, Manusa yadnya Mepetik diikuti 102 orang dan Mepandes/Mesanggih diikuti 121 orang. Dudonan upacara telah dimulai tanggal (10/10/2016) sampai selesai pada tanggal (30/10/2016), pada tanggal (27/10/2016) akan dilaksanakan upakara Ngelebok ke Segara sekaligus Nyegara Gunung di Taman Ayun.

Selanjutnya pada tanggal 28 s/d 30 Oktober akan budal soang-soang melinggih di Pemerajan masing-masing. Adapun dana yang dihabiskan untuk melaksanakan upacara yadnya ini bersumber dari keuntungan LPD Desa Adat Mengwi. 

Pada kesempatan tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, program-program yang akan dilakukan kedepannya dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Dalam melaksanakan yadnya masyarakat diharapkan tetap memelihara rasa persatuan dan kesatuan dengan segalak segilik selunglung sebayantaka, agar yadnya yang dihaturkan bermanfaat dan berguna yang merupakan pembayaran utang niskala.

Disamping itu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memaklumi bahwa waktu masyarakat kebanyakan habis di kegiatan Adat, untuk itu segala pembangunan yang dilakukan masyarakat akan dibantu sepenuhnya serta masyarakat diharapkan agar mengurus administrasi kependudukan dengan baik yang nantinya akan diberikan 2 (dua) kartu yaitu; KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan KBS (Kartu Badung Sehat) yang dapat dimanfaatkan untuk berobat gratis (berapapun biayanya akan ditanggung Pemerintah).

Untuk memotivasi masyarakat yang secara otomastis dapat meringankan dari segi pendanaan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mepunia Rp. 100 juta. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Penglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung disaat menghadiri upacara Memukur, Mepandes dan Mepetik massal, di Wantilan Pura Dalem Mengwi. Rabu (26/10/2016).

 

Dewi Persik “Goyang” HUT Ke-7 Mangupura

BALIPORTALNEWS.COM Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengundang masyarakat untuk menikmati hiburan rakyat, serangkaian HUT ke-7 Ibukota Kabupaten Badung “Mangupura”. 

Selain dihibur oleh artis lokal dan seniman tradisional Bali, pada HUT kali ini  juga dipastikan akan dimeriahkan dua artis ibukota yakni Dewi Persik dan Cita Citata, pada Sabtu (12/11/2016) di Lapangan Mangupraja Mandala, Mangupura.

Kepastian ini dikemukakan Ketua Panitia HUT yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B.A. Yoga Segara, SH. dan Kabag Administrasi Pemerintahan Umum GN Dwipayana saat jumpa wartawan di ruang Press Room Humas Badung, Kamis (27/10/2016). Jumpa wartawan ini dipandu Kabag Humas dan Protokol A.A Raka Yuda.

Tampilnya dua artis nasional ini, ujar Yoga Segara dalam rangka spirit menghibur masyarakat Badung dalam peringatan HUT ke-7 Mangupura, ibu kota Kabupaten Badung. Selain dua artis nasional di atas, katanya, panitia juga menghadirkan sejumlah artis lokal. Di antaranya D. Antony serta AA Wirasuta, serta bondres. "Spiritnya memang untuk menghibur masyarakat," tegasnya.

Ditanya mengenai kesan seronok yang ditampilkan dua artis di atas, Yoga Segara menyatakan, khusus untuk penampilannya nanti, panitia sudah memberikan sejumlah rambu. Karena tampil di ulang tahun pemerintahan, panitia memberikan sejumlah rambu sehingga tidak memberikan kesan kurang baik bagi Pemkab Badung.

Ditambahkan, secara keseluruhan kegiatan terkait HUT ke-7 Mangupura sudah berlangsung. Pesta rakyat misalnya difokuskan di tiap kecamatan. Dimulai di Kecamatan Kuta pada 6 Oktober, selanjutnya, di Petang pada 20 Oktober, dan di Kuta Utara pada 22 Oktober. Selanjutnya, pesta rakyat juga digelar di Abiansemal pada 28 Oktober ini, di Kuta Selatan 3 November, serta di Mengwi pada 5 November 2016.

Selain itu, panitia juga menggelar Festival Budaya, puncak peringatan pada 16 November, malam penutupan Festival Budaya serta syukuran. Kegiatan lainnya yang digelar SKPD berupa  Pameran Badung Kreatif Expo. Acara ini digelar Diskopperindag mulai 16-19 November di Central Parkir Kuta.

Panitia juga menggelar Lomba Kicau Burung Nasional. Acara ini digelar di lapangan Puspem oleh salah satu SKPD. "Acara di atas tidak dipungut biaya apa pun alias gratis," imbuhya.

Pada kesempatan tersebut Yoga Segara juga memaparkan sejarah Mangupura hingga memasuki HUT yang ketujuh. Sejak mekarnya Denpasar menjadi Kota pada 1992, praktis Badung tak memiliki ibu kota. Sejak itu, puspem Badung sempat berpindah-pindah. Hingga akhirnya  Badung membangun puspem di Sempidi pada 2007 dan tuntas pada 2008.

Karena sudah memiliki puspem, katanya, Bupati saat itu mulai memikirkan nama ibu kota dan lanjut bersurat ke DPRD. Setelah mendapat tanggapan dari DPRD pada 2009, Bupati lanjut bersurat ke Mendagri lewat Gubernur. Selanjutnya terbitlah PP 67 tahun 2009 tanggal 16 November yang menjadi asas legalitas pindahnya ibu kota Badung dari Denpasar ke Mengwi.

Selain perpindahan ibu kota, PP ini juga menegaskan ibu kota Mangupura ada di 4 desa dan 5 kelurahan dan mayoritas ada di Kecamatan Mengwi. Sejak 16 November 2009 inilah, Mangupura diproklamasikan sebagai ibu kota Kabupaten Badung. (hms badung/bpn)

Suiasa, Jadikan Subak abian Warisan Budaya ini sebagi daya tarik Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COMPemerintah Kabupaten Badung berkomitmen tetap menjaga dan melestarikan keberadaan subak di Badung. Komitmen tersebut telah diwujudkan dengan berbagai program kegiatan yang sangat membantu petani seperti melaksanakan upacara nangluk marana, mapahayu jagat, mrateka marana, serta  memberikan pembinaan serta bantuan subak setiap tahunnya.

Untuk itu kedepan diharapkan kepada masyarakat khususnya petani untuk tetap melestarikan, memberdayakan dan mengembangkan subak baik subak yeh maupun abian. Demikian yang sampaikan Wakil  Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri  penilaian Lomba Subak Abian di Subak Abian Puluk-Puluk Desa Adat Pecatu Kuta Selatan Kabupaten Badung. Acara dilaksanakan di Wantilan Bali Subak Puluk-Puluk Banjar Dinas Karang Boma Pecatu Kuta, Rabu (26/10/2016).

Turut hadir Anggota DPRD Badung Dapil Pecatu I Made Sumertha, Ketua Tim Penilai Kabupaten Badung yang juga Kadispenda dan Pesedahan Agung Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Tim Penilai Lomba Subak, Kadis Peternakan, Perikanan dan Kelautan I Made Badra, Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya serta Forum Pekaseh dan Kelian Subak Kuta Selatan dan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa  menyampaikan, dalam upaya  melestarikan keberadaan subak sebagai penopang pariwisata budaya di Bali dan Badung khususnya Pemerintah Kabupaten Badung yang didukung DPRD Kabupaten Badung wajib memberikan pembinaan-pembinaan untuk tetap menjaga kehidupan subak tani maupun abian di Kabupaten Badung. warisan budaya subakabian maupun yeh ini juga dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata.

Wabup Suiasa mengharapkan krama subak abian Puluk-puluk Desa Adat Pecatu tetap memelihara keberadaan parhyangan subak dengan melaksanakan bhakti melalui upacara di abian dan petegalan, krama subak agar selalu meningkatkan rasa “sagilik saguluk, paras paros sarpanaya salunglung sabaya antaka” serta memberdayakan sekaa-sekaa, kelompok tani, usaha produktif yang ada di wilayahnya. krama subak yeh maupun abian dapat melaksanakan program sistem pertanian terintegrasi (Simantri) dan program Petani Mandiri Sejahtera (Tanimas) "tegasnya.

Kadispenda dan Pesedahan Agung Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan,  “Lomba ini tidak hanya mencari para juara namun bagimana Pemerintah Kabupaten Badung tetap dapat menjaga kelangsungan hidup para anggota subak yeh maupun abian itu dalam desakan kebutuhan pemukiman yang mengepung akhir-akhir ini. Dalam lomba ini diharapkan dapat menjaga kelestarian budaya persubakan di Kabupaten Badung.

Sebelum pelaksanaan lomba, masing-masing subak telah diberikan pembinaan mengenai pelaksanaan Tri Hita Karana" Lomba subak diikuti empat subak abian dan empat subak yeh yang merupakan duta masing-masing kecamatan se Kabupaten Badung, dimana pemenang lomba ini nantinya akan mewakili Kabupaten Badung untuk berlomba di tingkat Provinsi Bali” jelasnya. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wakil  Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Anggota DPRD Badung Dapil Pecatu I Made Sumertha saat menghadiri  penilaian Lomba Subak Abian di Subak Abian Puluk-Puluk Desa Adat Pecatu Kuta Selatan Kabupaten Badung, Rabu (26/10/2016).