25 C
Denpasar
Selasa, 21 Agustus 2018

Wabup. Suiasa Hadiri Syukuran GBT Kemerdekaan RI di Menumen Perjuangan Bangsal

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri peringatan sekaligus syukuran peristiwa heroik dan peringatan puncak pertemuan rahasia Gerakan Bawah Tanah (GBT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Pesraman Puri Puncak Bangsa, Menumen Perjuangan Bangsal, Desa Dalung, Kamis (16/8/2018).

Selain Wabup. Suiasa kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubenur Bali terpilih Cokorde Artha Ardana Sukawati, Perbekel Desa Dalung Putu Arif, para Veteran serta tokoh masyarakat. Peringatan Syukuran Gerakan Perjuang Bawah Tanah ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang diserahkan kepada Ketua Umum Monumen Perjuangan Bangsal, Bagus Ngurah Putu Arhana.

Dalam sambutannya Wabup. Suiasa menekankan bahwa peringatan peristiwa heroic ini patut disyukuri bersama, karena para pejuang/pahlawan yang benar-benar mempertahankan, membela, memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan sehingga kemerdekaan bisa diraih, meskipun dengan bermodalkan semangat dan bertanggung jawab atas rasa kesatuan dan kecintaan terhadap tanah air. “Kita sebagai generasi penerus seharusnya tidak berhenti untuk selalu bersyukur dan mengisi kemerdekaan, dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Kata Suiasa, yang terpenting dalam era sekarang ini adalah bagaimana kita tidak semata-mata meneruskan perjuangan para pejuang, tetapi bagaimana kita mampu mewujudkan cita-cita perjuangan itu. “Bahwa yang paling sederhana harapan pejuang kita bagaimana kita sekarang ini dapat mempertahankan dengan gigih empat pilar kebangsaan, serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” kata Suiasa.

Ketua Umum Menumen Perjuangan Bangsal Bagus Ngurah Putu Arhana mengatakan peringatan dan syukuran di Monumen Perjuangan Bangsal ini sebagai bentuk terima kasih atas perjuangan para pahlawan pada tanggal 16 Agustus tahun 1945.

Dijelaskan, pergerakan dan perjuangan bawah tanah sebelumnya sudah bergerak bahkan melaksanakan perjuangan sampai tahun 1949. “Peristiwa 16 Agustus sebagai momen yang sangat penting, karena peristiwa 16 Agustus merupakan peristiwa ketujuh yang penting dalam 49 peristiwa yang terjadi pada periode 42 dan 49 di Bali dan Indonesia pada saat 16 Agustus 1945 Pengibaran Bendera Merah Putih dilaksanakan oleh para pejuang di kawasan ini. Pimpinan pejuang dan para pejuang mempertaruhkan nyawa dengan beraninya menaikkan bendera sang merah putih,” jelasnya. Syukuran ini sebagai bentuk terima kasih kepada para pejuang yang telah mempertaruhkan nyawa, harta bendanya demi kemerdekaan. (humas-badung/bpn)

Mau Pasang Bendera, Tersengat Listrik 

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – I Nyoman Sudarsana (24) asal Banjar Batu Belig, Gang Daksina, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Ia tersengat aliran listrik saat mau memasang bendera merah putih menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Nasib apes dialami Sudarsana,  Minggu (12/8/2018) sekitar pukul  13.30. Keterangan saksi Kadek Gilang (17) menyebutkan, korban naik ke atas Balai Banjar hendak memasang bendera. Ia mengambil tiang besi panjang sekitar empat meter. “Saat mengambil tiang besi bendera mengenai kabel listrik tegangan tinggi dan korban terkena setrum hingga terjatuh. Bersamaan dengan itu, gardu listrik juga meledak,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta.

Sambil merintih kesakitan,  korban minta tolong dan beberapa warga  langsung naik ke atas Balai Banjar.  Korban di sekujur tubuhnya mengalami luka bakar. “Korban masih dalam perawatan di RS Sanglah. Dengan kejadian ini, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati,” ungkapnya. (guz/polres-badung/bpn)

Seminyak Konsisten Kelola Sampah Berbasis Kearifan Lokal

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse, Reduce, Recycle (TPST 3R) di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, sebagai tempat pengolahan sampah berbasis kearifan lokal atau desa adat, Minggu (12/8/2018). TPST 3R Seminyak yang berdiri sejak tahun 2003 ini merupakan tempat pengolahan sampah terpadu pertama yang dikelola secara mandiri di Bali dan juga di Indonesia.

Peresmian TPST 3R Seminyak turut dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili Anggota DPRD I Gst. Anom Gumanti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung I Putu Eka Merthawan, Kadis Kebudayaan Badung IB Anom Bhasma, Camat Kuta, Lurah se-Kecamatan Kuta. Selain itu juga hadir Bendesa Adat Seminyak terpilih periode 2018-2023 I Wayan Windu Segara yang pada kesempatan tersebut dikukuhkan oleh Majelis Madya Kabupaten Badung.

Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, Desa Adat Seminyak selama ini telah fokus dalam pengelolaan sampah. Tak heran, katanya, bila dalam perjalan Desa Adat Seminyak memilik badan usaha yang kini dikenal TPST 3R.

“TPS 3R Seminyak ini sejak awal fokus dalam pengelolaan sampah dan kebersihan di pantai wisata Seminyak. Begitu juga dalam pengelolaan jasa pelayanan pengangkutan sampah, pengelolaan sampah oraganik serta pengelolaan sampah anorganik, jasa bank sampah, termasuk juga TPST edukasi atau TPST yang menerapkan konsep learning centre,” terang Merthawan kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, TPST 3R seminyak berdiri tahun 2003 di atas lahan seluas 15 are dengan status tanah 3 are milik desa adat dan 12 are milik Pemprov Bali, dengan status sewa. Saat ini TPST 3R Seminyak berkembang amat pesat dengan jumlah pelanggan kurang lebih 827 pelanggan, khususnya yang berada diwilayah Desa Adat Seminyak. “Sejauh ini walaupun dikelola secara mandiri, namun TPST 3R memiliki armada 16 truk dan picup, dan dua lowder, dengan tanaga kerja sebanyak 36 orang,” urai pejabat asal Sempidi, Mengwi itu.

Yang menjadi salah satu prestasi, lanjut Merthawan, setiap hari TPST 3R Seminyak mampu mengolah sampah kurang lebih 30 ton per hari. Total sampah yang dikelola tersebut sebagian besar sampah organik yang lalu diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah serta dicacah lanjut dijual. “Hasil kompos olahan dijual kembali kepada semua jasa pariwisata yang punya taman di Desa Adat Seminyak. Sedangkan hasil penjualan kompos maupun bank sampah dilakukan guna menutup biaya oprasional TPST 3 R seminyak agar konsisten dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Dan sampah yang tidak bisa dimanfaarkan akan dibuang ke TPA Suwung,” jelas Merthawan.

“Dengan keberhasilan TPST 3R seminyak tersebut, kami dari Dinas LHK Badung sebagai pembina akan menjadikan TPST 3R ini sebagai percontohan mandiri pertama di Indonesia dengan klasifikasi mandiri utama dengan konsep management one stop solution berbasis kearifan lokal atau desa adat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberi apresiasi tinggi atas konsistensi Desa Adat Seminyak dalam tata kelola sampah dari hulu sampai hilir dengan konsep kearifan lokal atau desa adat. Bupati juga berharap TPST 3R menjado role model untuk dikembangkan di desa/kelurahan lainnya di Badung. (humas-badung/bpn)

Beraksi di 30 TKP, Spesialis Jambret Handphone Wisatawan Diringkus

BALIPORTALNEWS, BADUNG – Tim Jatanras Polres Badung di bawah Komando IPDA Perlanda Oktora, S.Tr.K berhasil meringkus pelaku jambret yang beraksi di 30 TKP.

I Ketut Agus Arnawa alias Gampil (19) dan I Wayan Putu alias Charles (21) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagain kaki kirinya lantaran pada saat ditangkap berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan melempari petugas dengan batu. “ kami terpaksa melumpuhkan kedua pelaku, karena pelaku pada saat ditangkap oleh anggota melempari dengan batu dan berusaha melarikan diri,” ungkap Kasat Reskrim AKP Made Pramasetia,S.H,S.I.K saat ditemui diruangannya, Rabu (8/8/2018).

“Dari keterangan pelaku, mereka sudah 30 kali melakukan aksinya semenjak dua bulan lalu dan menyasar wisatawan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Senin (16/7/2018) Polres Badung menerima laporan dari masyarakat bahwa adanya tindak kriminalitas Penjambretan di jalan Raya Semer Kuta Utara Badung. Berbekal laporan tersebut kemudian jajaran sat Reskrim Polres Badung langsung bertindak melakukan penyelidikan dan berhasil mengendus pelaku  penjambretan tersebut.

Dari informasi dan hasil penyelidikan kemudian petugas  menangkap kedua pelaku di kos-kosannya Jalan Griya Anyar Gang Dewi Tunggal 10 x Kuta Tengah Badung, dan pada saat di tangkap pelaku berusaha melakukan perlawan dan petugas dengan terpaksa menghadiahi kedua pelaku dengan timah panas petugas mengenai kaki sebalah kirinya, Senin (6/8/2018).

Hasil pemeriksaan petugas kedua pelaku mengakui semua perbuatannya, melakukan penjambretan menyasar wisatawan asing yang berboncengan ,memegang handphone dan pelaku langsung menjambret handphone korbannya serta melarikannya. Mereka mengaku telah menjual hasil Jambretnya itu sedangkan uang hasil penjualannya mereka gunakan untuk berfoya foya.

Kini Kedua pelaku harus mendekam di jeruji Besi Mapolres Badung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “kami menjerat kedua pelaku dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” beber AKP Pramasetia. (guz/polres-badung/bpn)

Menkumham Resmikan 14 Desa/Kelurahan Sadar Hukum

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI Yasonna H. Laoly meresmikan 14 desa/kelurahan sadar hukum di Puspem Badung, Rabu (8/8/2018).

Sebanyak 10 diantaranya berasal dari Kabupaten Badung, dan empat sisanya adalah dari Kabupaten Tabanan. Keempat belas desa/kelurahan tersebut diantaranya di Kabupaten Badung meliputi Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Kutuh, Desa Ungasan, Kelurahan Tanjung Benoa, Kelurahan Kuta, Kelurahan Kedonganan, Kelurahan Seminyak, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kelurahan Tuban dan Kelurahan Kerobokan Kelod. Sementara untuk Kabupaten Tabanan adalah Desa Kesiut, Desa Tangguntiti, Desa Belimbing, serta Desa Jati Luwih.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I.B. Subiksu, unsur Forkompimda Provinsi Bali, Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di Kemeterian Hukum dan Ham RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Bali Maryoto Sumadi, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta Wakil Bupati Badung I Suiasa, Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Badung H. Sunarko, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti beserta Camat/Lurah dan Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Badung maupun Tabanan.

Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Bali beserta jajarannya, yang selama ini telah memberikan dukungan serta fasilitas kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, sehingga memudahkan pelaksanaan tugas dan fungsinya. “Saya juga ingin mengungkapkan rasa bangga dapat bertemu langsung dengan Bupati Badung dan Bupati Tabanan, Camat serta Kepala desa/lurah yang telah berhasil mencapai prestasi dalam memasyarakatkan hukum di daerahnya, sehingga mendapatkan predikat sebagai desa/kelurahan Sadar Hukum,” ujarnya sembari turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung karena telah memfasilitasi terselenggaranya acara peresmian ini.

Menkumham menyadari tidak mudah untuk mencapai predikat desa/kelurahan sadar hukum. Sebab, menurutnya, harus memenuhi beberapa kriteria dan persyaratan yang sangat ketat. “Untuk penilaian tahun 2018 ini digunakan persyaratan baru dengan indikator yang lebih komprehensif sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman,” jelasnya.

Pihaknya berharap bagi desa/kelurahan yang telah ditetapkan menjadi desa/kelurahan sadar hukum diharapkan tetap dapat mempertahankan prestasinya. “Setiap tahun akan dievaluasi untuk diketahui sejauh mana kriteria penetapan sebagai desa/kelurahan sadar hukum untuk tetap terpenuhi,” tegasnya.

Sementara, bagi desa/kelurahan yang belum diresmikan sebagai desa/kelurahan sadar hukum bukan berarti warganya tidak sadar hukum. “Sangat mungkin hal ini terjadi karena belum semua kriteria baru yang sudah kami tetapkan, terpenuhi. Kedepan melalui kerja paralel dan sinergi kami berharap dapat membantu percepatan pemenuhan kriteria tersebut,” tukas Yasonna H. Laoly.

Pada bagian lain, Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly dan jajarannya. “Kami di Kabupaten Badung ada 62 desa/kelurahan yang mendapat predikat ini hanya 10, artinya yang 10 inilah yang memenuhi kriteria. Semoga apa yang sudah ditetapkan ini bisa dipertahakan, dan yang belum supaya bisa bekerja keras untuk mencapainya,” kata Bupati.

“Kriterianya memang berat, seperti tingkat narkoba tidak ada/menurun, kesadaran untuk taat pajak, kepatuhan dalam tatanan urusan peraturan daerah, administrasi. Tapi kami yakin desa/kelurahan khususnya di Badung yang belum diresmikan menjadi desa/kelurahan sadar hukum, agar bekerja lebih keras lagi,” pesan Bupati.

“Kami juga ingin meniru negara-negara maju sekarang, yang tingkat kriminalitasnya betul-betul rendah seperti negara Belanda yang berencana akan menghapus di rumah tahanan besar di tahun 2021, berarti tingkat kesadaran masyarakatnya terhadap hukum sangat tinggi, ini yang harus kita contoh,” tegas Bupati Giri Prasta.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Bali Maryoto Sumadi, pada kesempatan tersebut menyampaikan, dasar implementasi pembentukan desa/kelurahan sadar hukum yaitu pertama Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No.01-PR.08.10 Tahun 2006 tentang Pola Penyuluhan Hukum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. M.01-PR.08.10 Tahun 2007. Kedua, Peraturan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Republik Indonesia No: PHN.HN.03.05-73 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Pembinaan Keluarga Sadar Hukum dan Desa/Kelurahan Sadar Hukum.

“Desa/kelurahaan ditetapkan menjadi desa/kelurahan sadar hukum dengan berpedoman pada indeks desa/kelurahan sadar hukum berdasarkan data kuisioner yang diisi dan dilengkapi dengan bukti terlampir oleh aparat desa/kelurahan atau pejabat yang berwenang. Setiap kriteria harus didukung bukti dari masing-masing instansi yang terkait,” terangnya.

Nah, penetapan desa/kelurahan sadar hukum diberikan sesuai dengan tingkat kesadaran hukum yang didasarkan pada jumlah skor yang diperoleh dalam indeks desa/kelurahan sadar hukum.

Penilian tingkat kesadaran hukum masyarakat setiap desa/kelurahan akan didasarkan pada jumlah nilai indeks desa/kelurahan sadar hukum yang meliputi empat dimensi yakni dimensi akses informasi hukum, dimensi implementasi hukum, dimensi akses keadilan, dan dimensi demokrasi dan regulasi. (humas-badung/bpn)

Lomba Tari Antar Sanggar di Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam rangka pelestarian kebudayaan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menyelenggarakan Lomba tari antar sanggar se-Kabupaten Badung di Wantilan DPRD Badung, Selasa (7/8/2018). Lomba ini dibuka langsung Kepala Dinas Kebudayaan IB. Anom Bhasma dan dihadiri jajaran OPD di Kabupaten Badung serta Listibiya jagat Badung.

Pada Kesempatan itu Ketua panitia Sandra Widadi menyampaikan, dilaksanakan lomba tari antar sanggar se-Kabupaten Badung bertujuan untuk melestarikan kesenian yang ada di Bali khususnya seni tari.  Pelaksanaan lomba tari di mulai dari tanggal 7-9 Agustus 2018 di Wantilan DPRD Kabupaten Badung. “Untuk melestarikan kesenian yang ada di Bali, khususnya di kabupaten Badung kami dari dinas kebudayaan Kabupaten Badung mengadakan Lomba tari antar sanggar se-kabupaten badung yang di selenggarakan dari tanggal 7-9 Agustus 2019 di Wantilan DPRD Kabupaten Badung. Lomba yang dilaksanakan meliputi lomba tari Sekar Jepun, Baris Tunggal, dan Kebyar Duduk. Peserta lomba diikuti oleh dari sanggar-sanggar di Kabupaten Badung yang banyaknya 60 sanggar tari”, Ungkapnya.

Sambutan Bupati Badung yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I.B Anom Bhasma, menyampaikan apresiasi dan menyambut dengan baik dengan diselenggarakannya lomba tari antar sanggar se-Kabupaten Badung ini. I.B Anom Bhasma juga menyampaikan setiap tahunnya di Kabupaten Badung selalu melahirkan sanggar-sanggar dari tiap banjar, desa atau setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Badung. “Semakin banyaknya sanggar di Kabupaten Badung agar dapat digunakan untuk membuat tempat kumpul anak-anak untuk melestarikkan seni budaya Bali khususnya seni Tari”, Pesannya.

Harapan Bupati Badung juga agar sanggar-sanggar yang ada di Kabupaten Badung selalu menjaga kualitas anak didiknya agar bisa menampilkan yang baik dan selalu menciptakan atau melahirkan penari atau pregina yang berkualitas setiap tampil (mesolah). (humas-badung/bpn)

Geger, Dikira Bangkai Babi, Seorang Petani Temukan Orok Bayi

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dikira bangkai babi, I Gede Arsa Wijaya (38) temukan orok bayi di Saluran Air Subak Uma Dalem Banjar Belang Desa Sembung Mengwi Badung, Selasa (7/8/2018) sekitar pukul 11.00 wita.

Awalnya, I Gede Arsa Wijaya hendak mengambil air untuk mengisi tangki penyemprotan padi di saluran air/parit Subak Uma Dalem, Awalnya I Gede Arsa melihat seperti bangkai anak babi, Namun pelapor terus memperhatikan secara seksama setelah diperhatikan pelapor melihat keanehan ternyata yang dilihat  pelapor adalah orok bayi yang dililit tas kresek warna merah yang mengambang.

Kaget dengan hal itu, I Gede Arsa kemudian memanggil rekan kerjanya di sawah dan bersama sama mengangkat orok bayi yang terbungkus palstik merah tersebut ke atas senderan saluran air, kemudian ia melaporkan temuannya itu ke Polres Badung.

Tim Identifikasi dan Polsek Mengwi kemudian terjun ke TKP melakukan Olah Tempat kejadian Perkara penemuan orok Bayi tersebut. Kapolres badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I,K membenarkan adanya temuan orok tersebut “kami masih melakukan penyelidikan di  TKP, melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi dan mengumpulkan barang bukti, saat ini orok bayi tersebut di larikan ke RSUD Mangusada Kapal untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” terang orang nomor satu di Polres Badung ini. (guz/polres-badung/bpn)

Kabur ke Lombok, Perampok Sadis Ditembak

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta Utara memburu Kusmiran alias Wandi (39), ke kampungnya di Lembar, Lombok Barat, Minggu (29/7/2018) lalu. Tersangka Wandi merupakan perampok sadis yang menyekap dan menodongkan pisau terhadap penghuni kos, Rini Astuti (37) di Jl. Pengubengan Kauh Gg. Anggrek, Kerobokan Kelod, Kuta Utara.

Wandi diburu sekitar 3 bulan setelah melakukan aksi perampokan pada (16/5/2018) sekitar pukul 03.30 lalu. Tersangka menyatroni TKP saat korban tertidur pulas. “Berbekal pisau, tersangka mencongkel jendela kamar kos yang ditempati wanita kelahiran Jakarta itu,” kata Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H.W.D Nainggolan, Minggu (5/8/2018).

Saat tersangka mencari barang berharga di lemari, korban terbangun karena suara pintu lemari. Belum sempat berteriak, leher korban ditodong pisau oleh tersangka. Kemudian, tersangka mengambil dua kalung dan cicin emas di dalam lemari. Setelah itu, Wandi meninggalkan TKP melalui jendela yang sebelumnya dicongkel.

Saat keluar dari kamar korban, ternyata tetangga kos di TKP memergoki tersangka. Karena panic, tersangka kembali menodongkan pisau hingga saksi ketakutan. Setelah itu tersangka kabur. “Tersangka lantas menjual salah satu dari dua kalung emas yang dicuri di salah satu pembeli emas di Jl. Diponogoro, Denpasar Barat. Uangnya dipakai keperluan sehari-hari dan membeli tiket menuju Lembar, Lombok Barat,” kata AKP Johannes.

Setelah menerima laporan korban, sambung perwira asal Nusa Tengara Timur ini, pihaknya melakukan penyelidikan. Akhirnya tersangka diketahui sedang berada di Lembar, Lombok. “Anggota Unit Reskrim berangkat ke Lombok. Lalu tersangka ditangkap di Lembar Gubuk, Genteng, Lembar, Minggu (29/7/2018) lalu,” ujarnya.

Namun karena mencoba melarikan diri saat digerebek di rumahnya, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Tersangka lantas digiring ke Mapolsek Kuta Utara, untuk diperiksa lebih lanjut. “Karena kabur anggota menembak kaki kiri tersangka. Masih kami kembangkan kasus tersebut,” tegasnya.(guz/polres-badung/bpn)

Rem Blong, Truk Pengangkut Material Bangunan Tabrak Pembatas Jembatan

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Sebuah Truk pegangkut material bangunan menabrak pembatas jembatan di Jalan Raya Sading Sempidi Mengwi Badung pagi tadi, Jumat (3/8/2018).

Kejadian tersebut sangat mengagetkan warga sekitar yang berada di Lokasi kejadian, Rem Blong, Jalanan Licin dan tanjakan dilokasi kejadian menjadi penyebab truk ber No. Pol P 9804 RC tersebut menabrak pembatas jembatan sading hingga terguling. Untungnya Truk tidak jatuh ke dalam sungai yang cukup tinggi ini.

Pengemudinya Mohamad Sholeh (42) berasal dari Dusun Krajan Desa Sumber beras Banyuwangi pada saat kejadian masih terjepit pada kaki sebelah kanan, namun berkat bantuan Kepolisian serta masyarakat sekitar akhirnya sopirnya dapat di evakuasi dan dilarikan ke Rumah sakit Umum daerah Mangusada Kapal Badung. Sedangkan Kondektur Apriyanto (31) hanya mengalami luka lecet pada kaki, Heri Kuswanto (31) mengalami luka luka dan dirawat di RSUD kapal Badung.

Salah satu warga sekitar yang sempat melihat kejadian tersebut mengungkapkan “  Truk menurun dari arah timur menuju ke barat (menurun) dan truk kehilangan kendali dan langsung menabrak pembatas jembatan sebelah kiri sehingga truk terbalik ke kiri” ungkapnya

Kasat Lantas Polres Badung AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti dilokasi kejadian mengungkapkan “Truk lepas control diakibatkan rem yang blong, selain jalan licin akibat hujan yang terjadi dari pagi tadi dan lokasi kejadian yang menanjak agak terjal, sopir sempat terjepit pada kaki dan telah dievakuasi,” terangnya. (guz/polres-badung/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan