Sabtu, 18 Agustus 2018

Pemkot Denpasar Adakan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perhubungan mengadakan pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) Kota Denpasar tahun 2018.

Kegiatan yang berlangsung di aula utama Gedung Sewaka Dharma Lumintang, dibuka Asisten Administrasi Pembangunan Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ditandai pemukulan gong Selasa (14/8/2018).

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya mengatakan kegiatan ini  untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap perilaku pelajar dalam disiplin berlalu lintas.

Pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ ini harus dilakukan, karena  permasalahan yang sering dihadapi di Kota Denpasar, yakni kemacetan, kebersihan, kependudukan dan pedagang kaki lima, serta pencemaran udara. Dampak yang paling banyak dihadapi di perkotaan dengan bergesernya fungsi lahan di beberapa ruas jalan, akibat perkembangan dari pembangunan yang sulit dibendung.

Denpasar merupakan jalur lalu lintas dari kabupaten lainnya, sehingga menimbulkan berbagai persoalan, seperti meningkatnya kepemilikan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari tahun ke tahun. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, beberapa pelajar berperilaku ugal-ugalan tanpa memperhatikan rambu dan marka jalan, sehingga sering  menimbulkan kecelakaan.

Mengatasi permasalahan tersebut, selain pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ, Dishub juga telah melakukan beberapa upaya di antaranya menata lalu lintas dengan rekayasa lalu lintas pada beberapa ruas jalan tertentu di Denpasar,  untuk keselamatan pemakai jalan dengan memasang fasilitas lalu lintas, seperti rambu, marka jalan dan pelican crossing dan guardrail.

Di samping memasang rambu dan marka, pihaknya juga mengecat marka dan memasang rambu pada jalan yang belum terpasang. Pihaknya juga memasang marka disabilitas di kawasan pendidikan, pasar, pariwisata, rumah sakit dan pedestrian. Untuk mengedukasi anak-anak usia dini, pihaknya membangun taman lalu lintas yang berlokasi di Lapangan Lumintang.

Selain itu, Dishub juga melakukan pembinaan dan penyuluhan keselamatan lalu lintas angkutan jalan ke sekolah-sekolah, dan juga menyediakan lajur roda dua, pengadaan RHK dan zona selamat sekolah di beberapa kawasan sekolah, memperbaiki pedestrian pelajar kaki sepanjang jalan Gajah Mada dan ruas jalan lainnya, serta mengadakan penataan ruas jalan untuk parkir di jalan umum.

Dengan diselenggarakan pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ diharapkan, para pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas menjadikan contoh di Kota Denpasar yang peduli terhadap keselamatan generasi muda sebagai pewaris pembangunan di masa depan. Untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan lancar juga diperlukan partisipasi dari semua masyarakat sendiri.

Sementara Ketua Panitia, Ketut Sriawan, yang juga Kabid Dal Ops LLAJ Dishub Denpasar, menyatakan, pemilihan pelajar pelopor keselamatan LAJ ini untuk mengurangi angka kecelakanan lalin dan menjadikan pelajar sebagai pelopor duta keselamatan berlalu lintas di Kota Denpasar, menurunkan jumlah pelanggaran lalin dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap perilaku pelajar dalam disiplin berlalu lintas.

“Yang mengkuti pemilihan pelajar pelopor keselatam lalu lintas ini, yaitu para pelajar tingkat SMA/SMK se-Kota Denpasar sebanyak 40 orang dari 20 sekolah,’’ ujar Sriawan. (gst/humas-dps/bpn)

Membedah Dunia yang Kita Ciptakan Bersama Lebih dari 160 Pembicara Ubud Writers & Readers Festival 2018

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Penyelenggaraan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2018 sudah semakin dekat. Setelah pada bulan Juli lalu UWRF meluncurkan tiket Early Bird dan mengumumkan 16 nama pembicara tahap awal, pada hari ini, Selasa (14/8/2018), perhelatan sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara ini resmi meluncurkan daftar lengkap nama pembicara beserta program-program menarik yang akan diselenggarakan pada tanggal 24-28 Oktober mendatang.

Pada tahun ke-15 peyelenggaraan Festival, lebih dari 160 pembicara nasional dan internasional yang terdiri dari para penulis, jurnalis, pegiat, akademisi, seniman, musisi, pelestari alam, dan tokoh penting lainnya, telah dikonfirmasi untuk datang ke UWRF. Mereka yang berasal dari sekitar 30 negara berbeda ini sedang bersiap menuju jantung kota Ubud yang asri untuk memperdengarkan kisah-kisah hebat mereka, membagikan ide dan gagasan yang tak terbatas, serta bertemu dengan para penikmat sastra dan seni dari seluruh dunia.

Festival akan menyambut sosok-sosok besar dan inspiratif. Dengan bangga, UWRF akan menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti. Beliau akan hadir dalam salah satu panel diskusi UWRF, bersamaan dengan agendanya ke Bali pada bulan Oktober mendatang untuk menghadiri Our Ocean Conference 2018. Selain itu, Yenny Wahid, pegiat kebebasan beragama sekaligus putri dari mantan Presiden Indonesia yang keempat, K.H Abdurrahman Wahid, akan bergabung bersama Ndaba Mandela, pendiri Africa Rising Foundation sekaligus cucu dari mantan Presiden Afrika Selatan yang pertama, Nelson Mandela. UWRF 2018 juga akan menghadirkan sosok yang selalu dinantikan para pencinta sastra Indonesia yaitu Sapardi Djoko Damono, seorang penyair legendaris yang masih aktif berkarya hingga usia senja.

Sementara itu, sederet nama yang telah membesarkan dunia sastra Indonesia seperti Dee Lestari, pelopor sastra modern Indonesia yang telah meluncurkan karya terbarunya Aroma Karsa pada Maret 2018 lalu akan hadir bersama Leila S. Chudori, penulis sekaligus jurnalis Indonesia yang karyanya selalu memetik pujian; Aan Mansyur, penyair sekaligus penulis buku kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini; serta Avianti Armand, penyair sekaligus arsitek.

Beberapa nama pembicara yang pernah hadir dalam Festival pada tahun sebelumnya dipastikan kembali untuk berbagi ilmunya dalam UWRF 2018. Mereka adalah Djenar Maesa Ayu, penulis favorit sekaligus sutradara yang kerap mengangkat tema feminisme dalam setiap karyanya; Putu Fajar Arcana, penulis sekaligus pelopor Kelas Cerpen Kompas; Warih Wisatsana, penyunting sekaligus penyair yang karyanya telah banyak memenangkan penghargaan; serta Endy M. Bayuni, penyunting senior The Jakarta Post.

UWRF juga akan menghadirkan nama-nama lain yang tidak kalah menarik seperti Haidar Bagir, filantropis, penulis buku seputar Islam, sekaligus pendiri Mizan Grup; Noor Huda Ismail, pendiri Institut Perdamaian Internasional Indonesia; serta Rudi Fofid, penyair dan pegiat perdamaian yang menerima penghargaan Maarif Award tahun 2016.

Sederet nama dari generasi muda Indonesia berbakat juga akan mengisi panel-panel diskusi. Norman Erikson Pasaribu, yang karya pertamanya baru saja memenangkan PEN Translates Award tahun 2018; Nuril Basri, penerima beasiswa residensi ke Inggris dari Badan Bahasa Indonesia tahun 2017; Emmanuela Shinta, pegiat lingkungan muda asal Kalimantan; serta Rain Chudori, putri Leila S. Chudori yang juga mengikuti jejak Sang Ibu berkecimpung di dunia sastra dan kepenulisan.

Festival ini juga secara konsisten mendukung dan mengikuti arus perkembangan industri film Indonesia. Kamila Andini, sineas muda yang sukses lewat film pemenang penghargaan Sekala Niskala, akan bergabung dengan ayahnya, sutradara kawakan Indonesia Garin Nugroho, serta sutradara film eksperimental sekaligus novelis Richard Oh. Ketiganya akan mengupas sisi menarik di balik industri perfilman yang semakin mencuri perhatian.

Sementara itu, bintang sastra internasional yang dipastikan akan datang ke UWRF 2018 adalah Hanif Kureishi, penulis naskah drama, pembuat film, dan novelis asal Inggris berdarah Pakistan yang disegani; Kim Scott, penulis Australia yang karya pertamanya Benang (1999) berhasil memenangkan Miles Franklin Award; Geoff Dyer, novelis dan esais asal Amerika Serikat yang karya-karyanya telah diterjemahkan dalam 24 bahasa.

Para bintang sastra tersebut akan berbagi meja-meja panel diskusi dengan Fatima Bhutto, penulis memoar pemenang penghargaan asal Pakistan; Uzodinma Iweala, pembuat film asal Amerika Serikat berdarah Nigeria yang juga merupakan dokter dan CEO The Africa Center di New York; Clemantine Wamariya, penulis memoar kelahiran Rwanda yang menuliskan perjalanan panjangnya mencari suaka di delapan negara Afrika hingga Amerika Serikat; serta Yeb Saño asal Filipina, yang kini menjabat sebagai Direktur dari Greenpeace Asia Tenggara. Sidney Jones yang selama ini diakui dunia telah mampu menangani konflik etnis dan pemberontakan, akan bergabung bersama Janet Steele, penulis buku berjudul Mediating Islam yang fokus terhadap pembahasan tentang Islam, jurnalisme, dan demokrasi di Indonesia dan Malaysia; serta Dina Zaman, penulis buku seputar agama dalam lingkup kehidupan sehari-hari.

Berbagi wawasan yang mendalam dari benua Australia, UWRF akan menghadirkan Gillian Triggs, akademisi ternama sekaligus mantan Presiden Komisi Hak Asasi Manusia Australia; Jill Stark, jurnalis

dan penulis biografi; serta Jane Caro, jurnalis dan pemerhati sosial pemenang Walkley Award. Sementara itu, dari India, tahun ini UWRF akan kedatangan Tishani Doshi, penulis sekaligus penari; Gumehar Kaur, pegiat sosial; dan Anuradha Roy, novelis yang karyanya berjudul Sleeping on Jupiter berhasil memenangkan DSC Prize tahun 2016.

Para bintang internasional kelahiran Indonesia yang sedang bersinar juga dihadirkan UWRF 2018 seperti Clarissa Goenawan, penulis Singapura yang sukses dengan karyanya Rainbirds, serta Innosanto Nagara, penulis buku anak-anak, pegiat, dan desainer grafis yang kini menetap di California, Amerika Serikat.

Sederet nama-nama di atas, hanyalah sebagian kecil dari nama pembicara lengkap yang akan mengisi UWRF tahun ini. Program-program menarik yang dibawakan oleh pembicara Festival merupakan upaya Festival untuk menumbuhkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap dunia sastra, seni, dan budaya. Tahun ini, Festival merayakan tema ‘Jagadhita’ yang diambil dari filosofi Hindu kuno yang berbicara

mengenai kebahagiaan dan kesejahteraan di jagat raya, serta pencarian manusia akan keselarasan hidup dalam konsep tersebut. Melalui tema yang direpresentasikan sebagai ‘Dunia yang Kita Ciptakan’ ini, para pembicara akan mengajak pengunjung Festival untuk ikut membedah sisi lain dunia yang telah ‘dibentuk’ manusia.

Tajuk-tajuk menarik di balik dunia sastra dan budaya, hingga bahasan tentang pelestarian alam, feminisme, politik, spiritual, dan isu global yang berkembang, akan dikupas dan diulik secara mendalam oleh para ahlinya.

“Setelah 15 tahun, kami merasa Festival ini telah memenuhi tujuannya, yaitu menjadikan Ubud sebagai pusat bagi para pencinta sastra baik secara nasional maupun internasional. Festival ini juga telah mampu membangkitkan minat terhadap sastra Indonesia. Sebagian besar pengunjung pada hari-hari pertama Festival mengaku bahwa mereka tidak mengetahui apapun mengenai penulis Indonesia. Namun, perlahan hal ini berubah,” ujar Founder dan Director UWRF, Janet DeNeefe.

Bersamaan dengan peluncuran nama lengkap pembicara dan daftar 70 Main Program ini, Yayasan Mudra Swari Saraswati selaku penyelenggara Ubud Writers & Readers Festival juga melakukan penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi Lombok yang terjadi pada hari Minggu (05/08/2018) lalu. Para pembeli tiket bisa menyertakan donasi mereka saat melakukan pembelian tiket Main Program UWRF 2018 melalui laman trybooking.com (UWRF18 4-Day Main Program Pass: https://www.trybooking.com/book/event?eid=411423 | UWRF18 1-Day Main Program Pass: https://www.trybooking.com/book/event?eid=411971) Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan IDEP yang saat ini sudah berada di Lombok untuk membantu para korban gempa bumi.(r/bpn)

Kapolres Tabanan Pulang Kampung, Serahkan Bantuan Kemanusiaan di Lombok Utara

BALIPORTALNEWS.COM – TABANAN – Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa pulang kampung. Dia bersama anggotanya membawa misi kemanusiaan, menyerahkan bantuan kepada korban gempa bumi di Dusun Baturinggit, Desa Selelos, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Minggu (12/8/2018).

Di kampung halamannya itu, Sinar Subawa menyerahkan bantuan yang dikumpulkan dari sumbangsih anggota jajaran Polres Tabanan kepada Kepala Dusun Baturinggit, Syahbudin. Sebelumnya, bantuan tersebut diberangkatkan melalui jalur darat, Sabtu (11/8/2018) sekitar pukul 20.00, lewat Pelabuhan Padang Bai, Karangasem.

Rombongan pengirim bantuan kemanusiaan itu dipimpin Kabag Ops. Kompol I Gede Putu Putra Astawa bersama empat anggota. Rombongan tiba di lokasi penyerahan bantuan, di Dusun Baturinggit, Minggu (12/8/2018). Di dusun tersebut, Kapolres Tabanan sudah menunggu, dan kemudian menyerahkan bantuan tersebut kepada Kepala Dusun Baturinggit.

Sinar Subawa mengatakan, bantuan ini dikumpulkan dari sumbangsih anggota Polres Tabanan, yang terketuk hatinya melihat para korban yang terkena musibah bencana gempa bumi. “Kami berdoa supaya para korban bencana gempa bumi diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkapnya, usai penyerahan bantuan tersebut.

Dia berharap agar bantuan itu jangan dilihat dari seberapa besar dan banyaknya, namun keikhlasan hati. “Semoga ini bisa membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana gempa bumi,” tandasnya.

Bantuan yang diberikan berupa beras 45 karung isian 25 kg, mi instan 100 dus, biskuit delapan dus, makanan ringan untuk anak-anak, serta sejumlah pakaian layak pakai. (ita/bpn) 

Mau Pasang Bendera, Tersengat Listrik 

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – I Nyoman Sudarsana (24) asal Banjar Batu Belig, Gang Daksina, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Ia tersengat aliran listrik saat mau memasang bendera merah putih menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Nasib apes dialami Sudarsana,  Minggu (12/8/2018) sekitar pukul  13.30. Keterangan saksi Kadek Gilang (17) menyebutkan, korban naik ke atas Balai Banjar hendak memasang bendera. Ia mengambil tiang besi panjang sekitar empat meter. “Saat mengambil tiang besi bendera mengenai kabel listrik tegangan tinggi dan korban terkena setrum hingga terjatuh. Bersamaan dengan itu, gardu listrik juga meledak,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta.

Sambil merintih kesakitan,  korban minta tolong dan beberapa warga  langsung naik ke atas Balai Banjar.  Korban di sekujur tubuhnya mengalami luka bakar. “Korban masih dalam perawatan di RS Sanglah. Dengan kejadian ini, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati,” ungkapnya. (guz/polres-badung/bpn)

Semarak HUT RI di Desa Bengkel Sari, Ratusan Warga Ikuti Jalan Sehat

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Sekitar 900 orang mengikuti jalan sehat serangkaian memeriahkan HUT RI ke-73, di lapangan voli Br. Bengkal, Desa Bengkel Sari, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Minggu (12/8/2018) pagi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri para tokoh masyarakat dan adat, juga generasi muda dari kalangan pengurus Sekaa Teruna Terni se-Desa Bengkel Sari. Tak ketinggalan mahasiswa KKN Undiksha serta para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Desa Bengkel Sari ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Peserta jalan sehat dilepas oleh Camat Selemadeg Barat I Gede Suyana Putra, S.Sos., didampingi Perbekel Desa Bengkel Sari I Ketut Alit Astawa.

Mengambil start di lapangan voli Br. Bengkel, Desa Bengkel Sari, lanjut berjalan mengelilingi jalan Desa Bengkel Sari yang panjangnya kurang lebih 3,5 Km dan kembali finish di Lapangan Voli Br. Bengkel, Desa Bengkel Sari. Jalan sehat ini menyediakan berbagai hadiah dan door price.

Salah satu peserta jalan sehat bernama Bagus mengatakan, bahwa jalan sehat seperti ini sangat perlu dilakukan dan kedepannya kegiatan seperti ini bisa diadakan rutin setiap tahunnya.

“Saya sangat bersyukur untuk peringatan HUT RI ke-73 di Desa Bengkel Sari tahun ini, karena Desa Bengkel Sari telah  sukses mengadakan kegiatan seperti jalan sehat untuk pertama kalinya serta adanya lomba-lomba yang dapat menjalin persaudaran masyarakat antar banjar di Desa Bengkel Sari”, jelas Bagus.

Melalui kegiatan jalan sehat ini disamping dapat meningkatkan kesehatan juga sebagai upaya memupuk rasa kebersamaan, kekeluargaan dan gotong-royong antar masyarakat di Desa Bengkel Sari. (tis/bpn)

Walikota Rai Mantra Buka Denpasar Kite Festival 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Persatuan Layang-Layang Indonesia (Pelangi) Denpasar kembali menggelar Denpasar Kite Festival 2018 yang tahun ini telah memasuki tahun pelaksanaan keempat. Event yang melombakan ratusan layang-layang tradisional bali dan kreasi ini pada Minggu (12/8/2018) dibuka secara langsung Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur. Walikota Rai Mantra hadir didampingi sejumlah OPD dilingkungan Pemkot Denpasar dan tokoh masyarakat setempat.

Walikota Rai Mantra saat diwawancarai disela kegiatan mengatakan bahwa layang-layang merupakan tradisi warisan leluhur masyarakat Bali. Hal ini dibuktikan dengan adanya bhatara Rare Angon sebagai pengembala sawah yang menjaga stabilitas panen petani. “Melayangan biasanya menjadi tradisi saat panen tiba, ini salah satu kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan budaya pertanian di Bali,l sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” jelasnya

Ketua Pelangi Denpasar selaku ketua panitia acara, I Wayan Mariyana Wandhira saat ditemui mengatakan Denpasar Kite Festival ke-4 Tahun 2018 ini merupakan  upaya Pelangi Denpasar dalam melestarikan tradisi melayangan. “Layang-layang tradisional Bali sudah diakui publik internasional memiliki ciri khas keunikan baik bentuk, proses pembuatan maupun filosofi  yang terkandung didalamnya. Perbedaan yang juga kentara antara layangan tradisional Bali dengan jenis layangan di tempat lain adalah saat menerbangkannya. Untuk menerbangkan layang-layang tradisional Bali dibutuhkan kerjasama tim atau istilah balinya “menyama braya”.Hal ini tidak terlihat pada jenis layangan di tempat lain yang biasanya bisa terbang walaupun hanya dimainkan satu orang individu saja. Hal ini tentu hal yang luar biasa telah diterapkan oleh leluhur kita yang berakar pada filosofi gotong royong,” ujarnya.

“Selain itu Pelangi Denpasar juga mewadahi para Undagi atau kreator layang-layang tradisional Bali melalui pelatihan dan workshop rutin. Makin tingginya minat masyarakat memainkan Layang-Layang Tradisional tentu meningkatkan permintaan kepada para Undagi untuk mengerjakan  Layang-Layang Tradisonal Bali. Pada akhirnya pembuatan Layang-layang tradisional Bali ini dapat menjadi mata pencaharian dan dapat menggerakkan sektor UMKM. Pelangi Denpasar juga merasa memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan layang-layang tradisional kepada anak-anak usia dini.

Untuk itulah Pelangi Denpasar mengadakan workshop bagi anak-anak usia dini tentang bagaimana proses dasar mengerjakan satu layang-layang trdisional Bali yang baik dan benar. Tentu ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak-anak tersebut, yang kami harapkan agar mereka lebih mengenal permainan tradisional dan mengurangi bermain video game dan internet secara berlebihan,” ujar pria yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini.

Lebih lanjut Mariyana Wandhira mengatakan Denpasar Kite Festival Tahun 2018 Ini diikuti oleh 700 sekehe layang-layang tradisional dari seluruh penjuru Bali. “Sistem lombanya para peserta mendaftar dimana registrasinya telah dimulai sejak bulan Juli lalu. Peserta  mendapat nomor lomba dan jadwal menerbangkan layangan. Di hari perlombaan, layangan para peserta diukur terlebih dahulu sebelum diterbangkan, setelah dipanggil nomor seri bersangkutan oleh juri, maka para peserta bersiap menerbangkan layangan berdasarkan jenis layangannya. Masing-masing peserta diberikan waktu menerbangkan layangan 10 hingga 15 menit dan dalam rentang waktu itulah dinilai tim juri. Peserta dinyatakan didiskualifikasi apabila tidak mengukur layangan sebelum terbang, layangannya jatuh ataumekorod (bergesekan) dengan layangan peserta lainJenis-jenis layangan yang dilombakan adalah Janggan plastik dengan ukuran maksimal  dua meter, Bebean dengan ukuran maksimal lima meter,Pecukan dengan ukuran maksimal lima meter, Janggan Buntut (ekor pendek) dengan ukuran min 3,5 meter, Janggan ekor panjang dengan ukuran minimal 3,5 meter dan maksimalny lima meter, layangan Kreasi serta layangan ukuran Big Size. Kriteria penilaian antara lain dari segi Guangan, Kombinasi Warna, Jejer (pembawaan tali), bentuk dan Keharmonisan saat diudara,” ungkap Mariyana Wandhira.

Salah satu peserta, Alit Wijaya dari Sekaa Layangan Gamang Langit Banjar Tampak Gangsul, Denpasar melombakan layang-layang kreasi berjudul “Calonarang”. “Proses pembuatannya layang-layang Kreasi Calonarang ini mengahbiskan waktu sekitar dua minggu dan memang sejak awal sekaa kami memfokuskan pada jenis layang-layang tradisi. “Tentu kami sangat antusias mengikuti event Denpasar Kite Festival 208 ini dan senang dapat menjadi bagiaN pelestarian layang-layang tradsional di Kota Denpasar,” ujar seniman alumnus ISI Denpasar ini. (esa/humas-dps/bpn)

Seminyak Konsisten Kelola Sampah Berbasis Kearifan Lokal

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse, Reduce, Recycle (TPST 3R) di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, sebagai tempat pengolahan sampah berbasis kearifan lokal atau desa adat, Minggu (12/8/2018). TPST 3R Seminyak yang berdiri sejak tahun 2003 ini merupakan tempat pengolahan sampah terpadu pertama yang dikelola secara mandiri di Bali dan juga di Indonesia.

Peresmian TPST 3R Seminyak turut dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili Anggota DPRD I Gst. Anom Gumanti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung I Putu Eka Merthawan, Kadis Kebudayaan Badung IB Anom Bhasma, Camat Kuta, Lurah se-Kecamatan Kuta. Selain itu juga hadir Bendesa Adat Seminyak terpilih periode 2018-2023 I Wayan Windu Segara yang pada kesempatan tersebut dikukuhkan oleh Majelis Madya Kabupaten Badung.

Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, Desa Adat Seminyak selama ini telah fokus dalam pengelolaan sampah. Tak heran, katanya, bila dalam perjalan Desa Adat Seminyak memilik badan usaha yang kini dikenal TPST 3R.

“TPS 3R Seminyak ini sejak awal fokus dalam pengelolaan sampah dan kebersihan di pantai wisata Seminyak. Begitu juga dalam pengelolaan jasa pelayanan pengangkutan sampah, pengelolaan sampah oraganik serta pengelolaan sampah anorganik, jasa bank sampah, termasuk juga TPST edukasi atau TPST yang menerapkan konsep learning centre,” terang Merthawan kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, TPST 3R seminyak berdiri tahun 2003 di atas lahan seluas 15 are dengan status tanah 3 are milik desa adat dan 12 are milik Pemprov Bali, dengan status sewa. Saat ini TPST 3R Seminyak berkembang amat pesat dengan jumlah pelanggan kurang lebih 827 pelanggan, khususnya yang berada diwilayah Desa Adat Seminyak. “Sejauh ini walaupun dikelola secara mandiri, namun TPST 3R memiliki armada 16 truk dan picup, dan dua lowder, dengan tanaga kerja sebanyak 36 orang,” urai pejabat asal Sempidi, Mengwi itu.

Yang menjadi salah satu prestasi, lanjut Merthawan, setiap hari TPST 3R Seminyak mampu mengolah sampah kurang lebih 30 ton per hari. Total sampah yang dikelola tersebut sebagian besar sampah organik yang lalu diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah serta dicacah lanjut dijual. “Hasil kompos olahan dijual kembali kepada semua jasa pariwisata yang punya taman di Desa Adat Seminyak. Sedangkan hasil penjualan kompos maupun bank sampah dilakukan guna menutup biaya oprasional TPST 3 R seminyak agar konsisten dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Dan sampah yang tidak bisa dimanfaarkan akan dibuang ke TPA Suwung,” jelas Merthawan.

“Dengan keberhasilan TPST 3R seminyak tersebut, kami dari Dinas LHK Badung sebagai pembina akan menjadikan TPST 3R ini sebagai percontohan mandiri pertama di Indonesia dengan klasifikasi mandiri utama dengan konsep management one stop solution berbasis kearifan lokal atau desa adat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberi apresiasi tinggi atas konsistensi Desa Adat Seminyak dalam tata kelola sampah dari hulu sampai hilir dengan konsep kearifan lokal atau desa adat. Bupati juga berharap TPST 3R menjado role model untuk dikembangkan di desa/kelurahan lainnya di Badung. (humas-badung/bpn)

Tinjau Latihan, Bupati Eka Pastikan Kesiapan Penari

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, Senin (6/8/2018) lalu meninjau latihan penari Rejang Sandat Ratu Segara di SMA Negeri 1 Kediri. Kehadiran dirinya guna mengetahui dan memastikan kesiapan  para penari  yang akan pentas secara kolosal di Festival Tanah Lot 18 Agustus mendatang. Di kesempatan itu, Bupati Eka berharap pegelaran tarian kolosal rejang sandat ratu segara yang melibatkan sekitar 1.800 penari itu dapat berjalan maksimal.

“Pegelaran yang akan ditampilkan pada tanggal 18 Agustus di festival Tanah Lot, saya harap dapat berjalan maksimal. Hari ini saya melihat langsung mereka latihan, untuk mengetahui  kesiapan mereka menjelang  pentas nanti,”ujarnya.

Usai melihat latihan tersebut, Bupati Eka mengucapkan terima kasih kepada para penari, karena sudah menunjukan kedisiplinan, kesungguhannya  untuk tampil maksimal dalam pementasan nanti.

“ Terima kasih dan apresiasi kepada para penari, khususnya siswi SMA Negeri 1 Kediri ini, karena dari latihan tadi  saya melihat adanya kedisiplinan dan kesungguhan dalam latihan sehingga nantinya yakin dapat tampil maksimal,”ucapnya.

“Saya juga pesan kepada para penari  agar tetap semangat, jaga kesehatan sehingga pada hari H nanti dapat tampil maksimal,”imbuhnya.

Disamping itu Bupati Eka juga memberikan motivasi kepada para penari  untuk selalu dan tetap semangat dalam upaya pelestarian tarian Bali. Karena para siswi inilah selaku generasi muda  yang akan meneruskan budaya Bali yang adi luhung.

“Tetaplah semangat untuk menekuni tarian Bali, karena adik-adiklah selaku generasi muda yang akan meneruskan pelestarian budaya bali yang adi luhung ini,”kata Bupati Eka.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji mengatakan latihan Tarian Rejang Sandat Ratu Segara kemarin difokuskan di SMA Negeri 1 Kediri, dengan melibatkan sekitar 220 siswi sekolah setempat.

“Untuk latihan ini, kita hanya libatkan 220 siswi SMA Negeri 1 Kediri,”jelasnya.

Supanji  juga mengaku bangga saat melihat penampilan para penari tersebut. Para penari, dikatakan sudah  benar-benar siap untuk tampil kolosal.

“Kami merasa bangga dan bersyukur dalam waktu yang singkat, sejak diciptakan oleh Ibu Bupati, tarian rejang ratu segara sudah bisa dan siap ditampilkan secara kolosal. Ini tergolong istimewa,”ucapnya.

Selain disaksikan langsung oleh Bupati Eka Wiryastuti, sesi latihan itu menjadi lebih istimewa karena disaksikan dan diliput oleh wartawan Jerman. Dimana dirinya memang secara khusus meliput aktivitas Bupati Eka dalam menjalankan roda Pemerintahan Kabupaten Tabanan.

Saat meninjau latihan itu, Bupati Eka didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, dan Camat Kediri I Made Murdika. (humas-tabanan/bpn)

Sekda Dewa Indra Apresiasi Kineja BPN Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi mekanisme kerja, koordinasi dan peran serta Badan Pertanahan Negara Provinsi Bali (BPN) yang meningkat signifikan dibandingkan kinerjanya dimasa lampau, sehingga pencatatan dan legalisasi tanah di Bali baik kepemilikan secara pribadi maupun pemerintah daerah terealisasi dengan baik. Demikian disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Bali saat menghadiri acara Pisah Sambut Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali d Harris Hotel, Sunset Road, Denpasar, Jumat (10/8/2018) malam.

“Koordinasi dan Komunikasi sangat baik. Pelayanan BPN meningkat baik, sangat signifikan terutama terkait pelayanan publik, dulu kita tau sendiri bagaimana image BPN di mata masyarakat. Saat ini begitu banyak kemudahan yang kita temui, termasuk pemerintah daerah dalam menangani kepemilikan lahan daerah. Ini mungkin berkat kepemimpinan yang baik, karena saya percaya leadership paling dominan mempengaruhi kinerja organisasi. Kepemimpinan yang dinamis akan melahirkan organisasi yang dinamis, kepemimpinan yang komunikatif akan melahirkan organisasi yang dinamis, kepemimpinan yang melempem akan melahirkan organisasi yang melempem pula, ” cetus Dewa Indra.

Dewa Indra yang sebelumnya juga sempat menjabat Kepala Biro Aset Setda Provinsi Bali mengakui persoalan tanah di Bali terdapat kekhususan terkait adanya kepemilikan lahan oleh desa adat atau pengempon pura, namun berkat adanya perubahan peraturan saat ini desa adat maupun pengempon pura sudah bisa menjadi subyek kepemilikan lahan sehingga kepemilikan bisa sah secara hukum. Lebih jauh Dewa Indra berharap kerjasama yang sudah terbangun dengan baik sebelumnya, bisa terus dilanjutkan oleh pimpinan BPN yang baru.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali Jaya SH., MM yang menjabat dari tahun 2016 mendapat promosi jabatan untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta. Dan jabatan yang ditinggalkannya akan diisi oleh kepala kantor yang baru yakni Rudi Rubijaya SP., M. Si.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN JAYA SH., MM saat memberikan kesan dan pesan menyampaikan kepindahannya ke Provinsi DKI Jakarta merupakan promosi jabatan yang ke 17 yang sudah dilaluinya selama memegang jabatan. Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih atas keberhasilan melaksanakan tugas-tugas selama Ia menjabat di Bali yang tak terlepas dari kerjasama seluruh instansi lintas sektoral. “Tanpa bantuan pihak eksternal, BPN mungkin tidak akan mampu merampungkan tugas-tugas sendiri. Dari target yang ada tahun 2017, hanya tersisa sekitar 450 ribu bidang tanah yang belum terdaftar. Selanjutnya target tahun 2019 bisa selesai semuanya, sehingga Bali menjadi Provinsi pertama yang seluruh lahannya tercatat dan terdafta,” ujar Jaya seraya menjelaskan pentingnya pencatatan seluruh kepemilikan lahan bagi pemerintah daerah walau ada yang belum bersertifikat guna optimalisasi pajak, penataan tata ruang dan pemanfaatan sebagainya. (humas-bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan