Gubernur dan Dewan Duduk Bersama Sikapi Kelesuan Pariwisata Bali

0

BALIPORTALNEWS.COM – Erupsi Gunung Agung berpengaruh signifikan terhadap kondisi pariwisata Bali. Kondisi pariwisata yang melesu berimbas besar bagi perekonomian Bali mengingat sektor pariwisata merupakan sektor andalan  bagi masyarkat  Bali.

Menyikapi hal tersebut,  berbagai langkah stategis untuk pemulihan kondisi pariwisata Bali harus  terus diupayakan terlebih hingga saat ini  Gunung Agung masih bergeliat menunjukkan keaktifannya. Kondisi ini  menjadi perhatian dari Gubernur Bali dan DPRD Provinsi Bali dengan menggelar rapat kerja bertempat di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali, Senin (11/12/2017).

Dalam rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan dihadiri sejumlah anggota DPRD Bali dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali, Gubernur Bali menyampaikan bahwa kondisi Gunung Agung saat ini perlu diambil segera langkah-langkah strategis  baik menyangkut   tempat tinggal bagi para pengungsi, logistik,  penyediaan lapangan pekerjaan dan khususnya pemulihan pariwisata Bali.

Menurut Pastika  pihaknya telah merencanakan  beberapa langkah strategis pemulihan pariwisata Bali yang diantaranya dengan mengagendakan untuk  bertemu kembali dengan para konjen negara sahabat serta para pelaku pariwisata guna meyakini mereka bahwasannya Bali aman untuk dikunjungi. Tidak itu saja, pemerintah pusat serta instansi terkait lainnya diminta untuk melaksanakan berbagai even baik itu seminar, rapat serta even lainnya di Bali.

“Kita manfaatkan teknologi yang ada untuk  memviralkan kondisi Bali yang aman bagi wisatawan diperkuat dengan testimoni-testimoni khususnya dari wisatawan asing. Segala daya upaya serta kekuatan yang kita miliki, kita gunakan semaksimal mungkin  untuk memulihkan kondisi pariwisata kita,“ imbuhnya.

Pada bagian lain, Gubernur Pastika juga mengajak para generasi muda untuk melirik sektor lainnya  selain dunia pariwisata. Menurutnya ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali lagi membangkitkan sektor pertanian.

“Saatnya berpikir bagaimana agar orang-orang yang bekerja di pariwisata,  tidak menganggur. Mungkin ini momentum yang tepat untuk kembali ke pertanian, kita kembali ke tanah kelahiran dan  mulai untuk bertani dan beternak,“ tuturnya.

Terkait dengan keluhan para pengungsi yang tidak bisa melakukan  kewajiban untuk membayar kredit, Gubernur menyampaikan bahwa pihaknya akan berbicara dengan pihak OJK agar ada  kebijakan terkait pembayaran kredit khususnya bagi para pengungsi yang mata pencahariannya berada di  wilayah terdampak langsung erupsi Gunung Agung.

Rapat kerja ini juga mengagendakan pembahasan Raperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Provinsi Bali No.3 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha dan raperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Provinsi Bali No.6 Tahun 2011 tentang Retribusi Perijinan Tertentu. (humas-bali/bpn)

Kerjasama Disdikpora Badung dengan Primagama, Gelar Lomba Final OSBK Tingkat SD Se-Badung

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Primagama menggelar Lomba Final Olimpiade Sains Berbasis Komputer (OSBK) tingkat SD se-Kabupaten Badung, Selasa (12/12/2017) di Puspem Badung. Final OSBK yang dibuka Kadisdikpora Badung diwakili Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, I Made Mandi didampingi Manager Cabang Primagama Bali-Nusra, Harris Ubaiddilah diikuti sebanyak 249 peserta dari siswa kelas VI SD Negeri se-Badung.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, I Made Mandi menyambut baik lomba OSBK yang merupakan kerjasama Primagama dengan Disdikpora Badung. Melalui lomba ini diharapkan, dapat menjadi langkah konkrit untuk melahirkan siswa yang berkualitas dan memiliki wawasan yang luas dibidang sains dan IT termasuk bidang lainnya. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Primagama, karena kegiatan ini gayung bersambut dengan program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Bapak Bupati Badung, salah satunya di bidang pendidikan,” jelasnya.

Melalui PPNSB, Pemkab Badung telah mengimplementasikan program ini ke sekolah-sekolah dengan bantuan seragam lengkap bagi siswa baru SD kelas 1 dan SMP kelas 1 serta laptop bagi siswa SD kelas V dan VI se-Badung. Setelah fasilitas ada, tentunya harus ada program-program lanjutan untuk memantapkan kemampuan siswa khususnya dibidang IT. Sekali lagi, Made Mandi menyampaikan apresiasi atas peran masyarakat khususnya lembaga pendidikan non formal yang telah membantu Pemkab Badung dalam upaya mendorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan IT di Badung.

Manager Cabang Primagama Bali-Nusra, Harris Ubaiddilah menjelaskan OSBK ini merupakan yang pertama dilakukan di Kabupaten Badung. File projek ini nanti akan dibawa untuk tingkat nasional. Dipilihnya Badung sebagai pilot projek OSBK, karena Badung telah siap secara infrastruktur IT-nya sehingga dijadikan percontohan. “Kami harapkan kedepan, OSBK ini akan menjadi event yang akan membanggakan bagi Badung,” katanya.

OSBK telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan, babak penyisihan dilaksanakan di seluruh sekolah SD di Kabupaten Badung, dari penyisihan tersebut disaring satu orang siswa terbaik masing-masing sekolah untuk mengikuti babak Final OSBK ini. “Peserta yang masuk final sebanyak 249 siswa dari penjaringan sebanyak 7000 siswa,” jelasnya. Bagi para pemenang akan dicari tiga orang terbaik dan akan diberi apresiasi berupa piala dan beasiswa dari Primagama dan Disdikpora.(humas-badung/bpn)

Geliat Ekonomi Kreatif Denpasar Angkat Potensi Pariwisata

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Erupsi Gunung Agung sedang berlangsung berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Bali termasuk Denpasar. Apalagi erupsi Gunung Agung hingga saat ini belum menunjukan tanda-tanda meletus yang tentu secara Nasional sangat berdampak.

Menurut pengamat ekonomi Prof. Ida Bagus Raka Suardana yang ditemui Selasa (12/12/2017) mengatakan dampak pertumbuhan ekonomi yang sangat dirasakan di Kabupaten Badung, Denpasar, dan Gianyar karena menghandalkan dari industri pariwisata. Sementara yang paling sangat berdampak adalah Kabupaten Badung, karena 90 persen menghandalkan pariwisata.

Sementara Kota Denpasar dengan kebijakan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya  Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara lewat ekonomi kreatif angkat potensi pariwisata mampu menyelamatkan keberadaan UMKM, meski melambat namun dampaknya tidak besar seperti daerah lain. Denpasar dari segi pendapatan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) tidak begitu besar, namun mampu memunculkan ekonomi kreatif anak muda.

Hal ini akan muncul dengan sendirinya diikuti perjuangan anak muda diberbagai bidang seperti dibidang kuliner, desain, film, dan lain sebagaianya akan muncul dengan sendirinya diikuti tantangan semakin besar.

‘’Kepala daerah baik bupati/walikota harus memiliki kreatifitas dengan mensejahterakan rakyatnya,’’ ujarnya Rai mantra dan Jaya Negara telah berpikir Kota Denpasar dengan mendorong Badan Ekonomi Kreatif Denpasar serta langkah Orange Ekonomi telah didengungkan sejak lama.

Tantangan berat karena maindset anak muda perlu dibangun, peran perguruan tinggi perlu terus dibangun karena perguruan tinggi menciptakan wirausaha baru, dengan peran pemerintah sebagai fasilitator untuk mendukung langkah ini. Berkaitan dengan hal itu, kota Denpasar yang telah memiliki modal, yaitu budaya dan banyak anak muda yang kreatif, tentunya bisa menjadi bagian orange economy yang diperhitungkan.

Secara implementasi, kota Denpasar juga telah menghadirkan berbagai ruang kreatif dan inovatif melalui berbagai event, seperti Denpasar Festival, Denpasar TIK Festival, Mahabandana Budaya, Petinget Rahina Tumpek Landep, Sanur Village Festival, Revitalisasi Pasar Tradisional, hingga menggelar lomba Wirausaha Muda Denpasar. Ciri khas dan dinamis Denpasar sebagai Kota Kreatif selama ini adalah berbasis budaya unggulan, kaya inovasi, sinergi IT dan teknologi digital, dikembangkannya sumber daya terbarukan, dibangunnya multi nilai tambah secara ekonomi, sosial, edukasi, ekologi, dan kultural.

Sementara menurut Walikota Rai Mantra jenis Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar dari 16 Industri Kreatif yang ada dapat mengembangkan 4 Industri Kreatif yaitu Animasi, Fashion, kerajinan dan Layanan komputer & Piranti Lunak (Startup & Software). Jumlah Tenaga Kerja yang terserap dari Ekonomi Kreatif adalah 19.471 orang.

Pemasukan Dari Ekonomi Kreatif Kota Denpasar tahun 2016 PDRB berdasarkan harga berlaku lapangan Usaha sebesar 0.068 persen dengan laju pertumbuhan 0.031 persen. Disamping itu Rai Mantra juga menjelaskan Pemkot Denpasar telah memiliki program dalam menguatkan industri kreatif dari puncak kreatifitas ada di Denpasar Festival, serta pembangunan Taman Pemuda yang dikenal dengan Youth Park di Taman Lumintang sebagai langkah memberikan ruang kreatifitas kepada anak-anak muda.

“Kita terus fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan ekonomi kreatif lewat penguatan-penguatan yang dilandasi kreativitas,” ujar Rai Mantra. (pur/humas-dps/bpn)

Denpasar Borong Penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pelaksanaan program Kota Cerdas yang getol dilakukan Pemkot Denpasar dalam mempercepat pelayanan mendapat apresiasi pemerintah pusat. Apresiasi penghargaan sebagai peringkat pertama Kota Cerdas kategori Kota Sedang, selain itu mendapatkan 5 Piagam Penghargaan lainnya dalam Kategori Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Kategori Ekosistem Teknologi Finansial, Kategori Pengembangan Dan Pengelolaan Kota (Smarter Way), Kategori Ekosistem Inovasi, dan Kategori Sosial Cerdas (Smart Social) di ajang Penganugrahan Kota Cerdas diraih Pemkot Denpasar dipenghujung Tahun 2017 ini.

Penilaian Kota Cerdas Indonesia dilakukan Institut Teknologi Bandung dengan tajuk Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017. Penghargaan RKCI diserahkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang diterima Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara,  di dampingi Kadis Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, Senin (11/12/2017) di Istana Wakil Presiden RI.

“Penghargaan ini sebuah hadiah di penghujung tahun dan tak lepas dari komitmen Bapak Walikota Denpasar, dan hasil dari sebuah kerja keras dan cerdas dari seluruh aparatur Pemkot Denpasar di dalam mewujudkan Denpasar smart city, yang juga tidak luput dari kerjasama semua komponen antara masyarakat dan pemerintah”,  ujar Jaya Negara usai menerima penghargaan.

Denpasar meraih peringkat pertama kota cerdas di kategori kota sedang dengan jumlah penduduk Denpasar dibawah satu juta jiwa. Disamping itu juga penghargaan ini sebuah keberhasilan untuk terus berupaya dalam mencerdaskan masyarakat, karena kota yang cerdas berawal dari masyarakat dan lingkungannya.

Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar, Dewa Made Agung, mengatakan, tim ITB sudah melakukan survei dan penilaian langsung ke kota Denpasar. Banyak indikator yang dinilai meliputi ekonomi, sosial, lingkungan dan ketanggapan pemerintah didalam pelayanan publik.

Menurut Dewa Made Agung masyarakat Denpasar sangat memanfaatkan berbagai layanana dengan pemanfaatan teknologi informatika yang dilakukan Pemkot Denpasar. Seperti pelayanan pelaporan dari masyarakat lewat program Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, hingga kali ini juga turut serta dalam tanggap bencana Gunung Agung melalui Denpasar Damamaya Cyber Monitor.

Sementara guru besar ITB sekaligus inisiator Smart City and Community Innovation Center (SCCIC) Prof. Suhono Harso Supangkat, penganugerahan RKCI adalah bagian dari evaluasi implementasi kota cerdas Indonesia.

“Hasil dari RKCI ini adalah indeks kota cerdas untuk kota besar, kota sedang dan kota kecil yang ada di Indonesia. Hasil ini merepresentasikan kota yang paling tinggi dalam mendapatkan benefit dari implementasi kota cerdas.” kata Suhono.

Suhono menambahkan, nantinya RKCI bertujuan sebagai pengukuran dan acuan pemimpin atau masyarakat kota dalam mengambil keputusan dan pelayanan kota. “Diharapkan setiap atribut kota baik itu pemimpin, masyarakat, maupun pemangku kepentingan kota lainnya mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai kota dan permasalahan di dalamnya” jelas Suhono.

Sebelumnya, pendataan, survey dan analisis RKCI dimulai pada Mei 2017 lalu hingga oktober 2017 mendatang, dan kini telah dilakukan survey ke 93 kota di Indonesia dan 31 kota di antaranya akan dilibatkan dalam malam penganugerahan kota cerdas dalam acara RKCI 2017. (ays’humas-dps/bpn)

Hadiri Milad ke 54 IKMS Bali, Gubernur Pastika Ajak Warga IKMS Berkontribusi Dalam Pembangunan Bali

0

BALIPORTALNEWS.COM – Sebuah organisasi bukan hanya dijadikan sebagai sarana untuk bersilahturahmi bagi sebuah etnis namun juga diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi di tempat dimana mereka tinggal, begitu juga dengan organisasi Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Bali. Bukan hanya sekedar sebagai sarana pemersatu etnis minang yang ada di Bali melainkan juga harus mampu berkontribusi bagi Pembangunan Bali.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menghadiri acara Milad Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Daerah Bali ke 54 yang dilaksanakan di Aula Sekretariat IKMS Daerah Bali, Denpasar, Minggu (10/12/2017).

“Harus mampu berkontribusi bagi Bali sesuai dengan falsafah etnis minang, yakni dima bumi dipijak di disinan langik di junjuang, dima rantiang dipatah disinan aia disauk, saciok bak ayam sadanciang bak nasi yang artinya di mana bumi di pijak di sana langit dijunjung, seiya sekata, sependapat dan senantiasa kompak serta selalu menjaga, membela, dan merawat sumber kehisupan,” jelas Pastika yang mencontohkan salah satu falsafah minang yang patut di amalkan dan dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, Pastika juga berpesan di tahun yang sudah tidak muda lagi, IKMS diharapkan mampu mewujudkan tujuan-tujuan baik dari para pendahulunya, semakin bijaksana dalam mengatasi permasalahan intern organisasi dan juga semakin dewasa dalam pergaulan sesama anggota organisasi maupun dengan masyarakat sekitar khususnya masyarakat Bali lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, Pastika secara langsung mengajak warga IKMS untuk benar-benar memahami nilai-nilai budaya di daerah mereka tinggal, sehingga mampu terbentuk ikatan sosial budaya yang baik dalam upaya menciptakan toleransi antar warga, keturunan, agama, ras dan suku guna mempertahankan kerukunan yang selama ini sudah terjalin dengan baik di Bali.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Saiyo Ade Chandra dalam sambutannya mengaku dalam kesehariannya IKMS telah berupaya untuk selalu berjalan dalam koridor yang baik sesuai dengan amanah para pendahulu mereka guna keberlanjutan dari IKMS tersebut. Saat ini anggota dari IKMS sudah mencapai 20 ribu jiwa dan sudah memiliki beberapa cabang di kabupaten di Bali seperti di Tabanan, Buleleng, Gianyar dan Jembrana.

Oleh karena itu, menurut Chandra pihaknya selalu siap untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Bali, karena menrutnya hal tersebut juga akan memberikan manfaat bagi masyarakatnya yang tinggal dan mencari penghidupan di Bali. Ia juga berpesan kepada warganya agar selalu menjaga komunikasi baik itu dengan sesame warga IKMS maupun juga dengan masyarakat sekitar dalam upaya menjaga kerukunan dan toleransi beragama di Bali. Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengharapkan kesediaan Gubernur Pastika yang diwakili oleh Wagub Sudikerta untuk meletakkan batu pertama pembangunan TK di areal secretariat tersebut.

Acara yang juga turut mengundang forum komunikasi pimpinan daerah Provinsi Bali tersebut, kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang diiringi dengan berbagai kesenian khas minang. (humas-bali/bpn)

Ikat Selendang, Wagub Sudikerta Tutup Bali Mandara Nawanatya 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM – Program unggulan Pemerintah Provinsi Bali Mandara Nawanatya telah menjadi barometer perkembangan kesenian di kalangan generasi muda masyarakat Bali. Hal ini tentunya akan memperkuat akar budaya Bali serta dapat meningkatkan harkat dan martabat dalam upaya penguatan identitas masyarakat Bali. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta pada acara Penutupan Bali Mandara Nawanatya II Tahun 2017 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi  Bali, Denpasar, Sabtu (9/12/2017) malam.

Gubernur Pastika mengatakan Bali Mandara Nawanatya Il 2017 yang berakhir pada hari ini, tentunya telah banyak menghasilkan berbagai bentuk karya seni kontemporer guna memperkaya khasanah kesenian Bali. “Bali Mandara Nawanatya juga memberikan kebanggaan kepada kita karena para seniman muda telah mampu menampilkan karyanya dilandasi rasa tulus iklas guna membangun pilar yang kokoh dalam totalitas berkesenian,” ujarnya.

Ia berharap, kedepan Bali Mandara Nawanatya bukan saja sebagai ajang untuk mempertontonkan seni pertunjukan namun lebih dari pada itu, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran diantara para seniman muda, sehingga akan muncul karya-karya inovasi dan fenomenal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan pakem dan akar budaya Bali itu sendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Beratha dalam laporannya menyampaikan bahwa Bali Mandara Nawanatya II telah berlangsung sejak 25 Februari 2017 hingga 9 Desember 2017. Selama setahun dilaksanakan, BMN II telah menampilkan berbagai kegiatan seni setiap hari Rabu hingga Minggu. Menurutnya baik lomba, workshop dan pagelaran mendapat dukungan positif dari sekolah, PTN/PTS, sekaa hingga pecinta seni.

Penutupan Bali Mandara Nawanatya dimeriahkan dengan pementasan Rumah Budaya Penggak Men Mersi yang berkolaborasi dengan beberapa seniman tampil menyajikan garapan bertajuk “Nemu Gelang”. Selain itu penutupan Bali Mandara Nawanatya II diawali dengan sebuah tari inovatif dengan judul Tari Niti Sastra. Tari yang dikoreograferi oleh Wawan Gusman Adi Gunawan dari Komunitas Gumiart dan dibawakan oleh Rare Penggak ini memadukan beberapa elemen seni tradisi baik gerak maupun gamelan menjadi sebuah karya kontemporer.

Penutupan secara resmi dilakukan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta dengan mengikat selendang kepada seniman muda yang terinspirasi dari lagu ‘Bibi Anu’ dengan lirik ‘antenge tekekang’ yang memiliki makna positif untuk generasi muda.
Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Kepala SKPD Provinsi Bali, perwakilan negara sahabat, tokoh seniman dan beberapa Kepala Sekolah di Bali. (humas-bali/bpn)

Hanya Butuh 3 Jam, Polsek Kuta Utara Bekuk Pelaku Pencurian

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Jajaran Unit Reskrim Polsek Kuta Utara dibawah pimpinan kanit Reskrim Iptu Ika Prabawa berhasil membekuk pelaku pencurian dengan mencongkel sadel sepeda motor korbannya. Pelaku adalah Agus Hidayat Als Agus (24).

Korbannya Connor Laurence Harding (18) waraga negara Australia yang tinggal sementara di Villa Love Simple Jalan nelayan Kuta Utara Badung.

Awalnya, Jumat (1/12) korban memarkirkan sepeda motornya di parkiranpantai Echo Beach, Jalan Batu Mejan Desa Canggu kecamatan Kuta Utara Badung, dimana korban meningggalkan sepeda motornya yang didalam jok sepeda motornya disimpan barang berharga miliknya. Korban memarkirkan kendaraannya untuk pergi sarapan di salah satu restauran.

Berselang beberapa menit, Korban pun kembali dari sarapan akan mengambil barang berharganya itu berupa Iphone warna grey yang disimpannya di dalam tas merk nike miliknya yang didalam tasnya juga berisi dompet tempatnya menyimapn uang sebesar 200 ribu rupiah.

Betapa kagetnya korban ketika melihat sadel sepeda motornya dalam keadaan terbuka dan tidak menemukan barang berharga miliknya itu. Atas kejadian tersebut, pukul 09.00 wita korban pun melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Polsek Kuta Utara.

Berbekal laporan korban, Unit Reskrim langsung menindak lanjuti laporan korban dengan melakukan penyelidikan. Alhasil dalam 3 jam, Polisi berhasil membekuk pelaku di salah satu proyek tak jauh dari TKP dengan barang bukti yang disimpannya di kamar bedeng tempat ia menginap.

Dari interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya itu, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan pencurian. Awalnya pelaku mengaku melihat tali tas yang keluar dari sadel motor korban, melihat badanya kesempatan timbul niat dari pelaku menarik dengan paksa talli tas korban dan melarikan serta menyembunyikan tas milik korbannya di dalam kamar bedengnya.

Kini pelaku harus mempertangggung jawabkan perbuatannya, meringkuk di jeruji besi Mapolsek Kuta Utara menunggu proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H.Widya Darma Nainggolan,S.I.K membenarkan telah mengamankan pelaku pencurian, Minggu (10/12/2017), ”kami melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian yang menyasar barang bawaan milik warga negara asing, pengakuaan pelaku baru pertama kali melakukan pencurian, namun kami terus melakukan pengembangan dugaan adanya TKP lainnya,” ungkapnya. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Rai Mantra dan “Malu Dong” Pungut Sampah

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ratusan siswa sekolah Desa Sanur, Himpunan Mahasiswa Teknik Universitas Warmadewa dan para komunitas “Malu Dong” Buang Sampah Semabrangan menggelar aksi Beach Clean Up, Minggu (10/12/2017) di Pantai Karang Sanur.

Walikota I.B Rai Dhartmawijaya Mantra yang getol dalam kegiatan kebersihan tidak mau ketinggalan ikut memungut sampah plastik.  Rai Mantra yang datang menggunakan sepeda motor juga berbincang-bincang dan mensosialisasikan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang kebersihan bersama  para siswa, komunitas, maupun tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Rai Mantra juga berkesempatan memakaikan rompi yang bertuliskan “Malu Dong Buang Sampah Sembarangan” kepada para perwakilan siswa dan masyarakat.

“Apabila ada masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan ditindak tegas dan dikenakan sangsi, selain itu bagi para pelanggar juga akan dikenakan sangsi tegas berupa tidak akan diberikan pelayanan administrasi di pemerintahan,” tegas Rai Mantra sembari memegang papan perda yang telah terpasang disetiap sudut pantai setempat.

Lebih lanjut dikatakan dengan sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang dilarang membuang sampah sembarangan harus rutin dilakukan serta dengan penegakannya, disamping itu pemasangan sign (tanda) dilarang buang sampah juga harus diperbanyak di tempat-tempat yang strategis.

Pihaknya tetap konsisten memerangi masalah sampah, apalagi sampah yang ada di pesisir pantai. Karena pantai merupakan salah satu obyek atau destinasi pariwisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Disisi lain, sampah yang ada di pesisir pantai kebanyakan adalah sampah plastik yang hingga kini menjadi tantangan terbesar.

Melalui kegiatan ini, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir serta memberikan pengertian kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai yang nanti pada akhirnya sampah tersebut akan ada dipantai secara lambat laun. Dan hal ini juga akan berdampak pada ekosistem laut seperti ikan tercemar dengan limbah plastik dan mempengaruhi kesehatan masyarakat saat mengkonsumsi ikan.

“Kami berharap melalui kegiatan bersih-bersih pantai ini, masyarakat ikut tergugah serta ikut berpartisipasi untuk mengawasi kebersihan pantai, dan buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan menegur mereka yang membuang sampah secara sembarangan,” kata Rai Mantra.

Ketua Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta mengatakan, inti dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk mensosialisasikan larangan membuang sampah secara sembaranagan. Agar masyarakat tahu dan sadar bahwa mereka punya tugas untuk secara bersama-sama berpartisipasi mejaga kebersihan tidak hanya dilingkungan mereka namun juga di pesisir pantai.

“Mudah-mudahan masyarakat lebih sadar lagi untuk membuang sampahnya di tempat sampah yang sudah disediakan, bukan malah membuangnya secara sembarangan. Terlebih saat ini sudah ada Perdanya, dan dalam hal ini perlu pengawasan dari semua elemen masyarakat,” kata pria yang kerap disapa Mang Bemo ini.

Sementara Tokoh Masyarakat Sanur, I.B Sidharta mengapresiasi dan menyambut ide yang cerdas untuk senantiasa mengingatkan masyarakat berprilaku menjaga kebersihan.  “Dengan adanya sign tersebut yang sudah terpasang, masyarakat lebih sadar dan tergugah untuk menjaga kebersihan. Sehingga Sanur sebagai daerah pariwisata terjaga kebersihannya sebagai standarisasi akan kebersihan,” kata Gus De. (ngurah/humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Deklarasi “Puputan Lawan Korupsi”

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional 2017 jatuh setiap tanggal 9 Desember, hampir seluruh daerah di Indonesia turut merayakannya, begitu juga di Kota Denpasar.

Dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan 16 komunitas anti korupsi yang ada di Bali melaksanakan puncak Festival Anti Korupsi yang dipusatkan di Kota Denpasar, Sabtu malam (9/12/2017) bertempat di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung.

Dalam puncak malam Festival Anti Korupsi di hadiri langsung Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara dan Kepala Inspektorat Kota Denpasar I.B. Gde Sidharta. Malam puncak Hari Anti Korupsi juga mendeklarasikan maklumat anti korupsi di denpasar dengan semangat “Puputan Lawan Korupsi” yang ditandai dengan pembacaan deklarasi dan penandatangan di atas sepanduk anti korupsi.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan Festival Anti Korupsi kali ini merupakan bentuk upaya pemberantasan korupsi yang berkolaborasi dengan komunitas-komunitas di Bali.

Tema “Puputan” diangkat sebagai tema acara yang merepresentasikan semangat kesediaan, kerelaan, tanpa pamrih, pengorbanan dalam perjuangan melawan korupsi. KPK mendasari kegiatan ini dengan empat nilai, yakni jengah, keberanian, dedikasi, dan integritas. Jengah mencerminkan sikap malu, sehingga tertantang untuk melakukan suatu perbaikan dan semangat pantang menyerah. Keberanian menunjukkan kemampuan menjadi teladan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Dedikasi merepresentasikan komitmen aksi yang dimulai dari diri sendiri dan kesediaan untuk membangun jaringan secara konsisten. Terakhir, integritas menunjukkan kapasitas moral dan intelektual untuk menyadari dan memahami arti korupsi dan bahayanya bagi kehidupan berbangsa.

“Mengangkat kearifan lokal Bali yang sudah ada sejak tahun 1800-an, menunjukkan perjuangan terhadap ketidak adilan agar semangat pemberantasan korupsi di Indonesia serupa dengan semangat yang bergelora saat perang Puputan pada tahun 1906,” ujarnya.

Sementara Sekda Rai Iswara mengatakan, Festival ini merupakan tidak lanjut dari sebuah harapan untuk anti terhadap korupsi. Dimana sejak tahun 2006 Pemkot Denpasar telah mengadakan kerjasama dengan KPK yang difasilitasi oleh Kemenpan RI.

Bahwa dari perencanaan prosesi perencanaan pembangunan sampai evaluasi, Denpasar sudah di kawal oleh KPK, Kemenpan, BPKP dan BPK. Langkah ini menghantarkan kota denpasar mendapatkan ranking terendah di dalam indikasi dalam korupsi, yakni 4,48 persen dari seluruh kota/daerah yang ada di Indonesia. Sementara untuk Pelanayan Publik di Denpasar pada tahun 2012 mendapatkan nilai tertinggi yakni 748 tertinggi di seluruh Indonesia, yang semua ini berkat kawalan dari KPK.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan festival anti korupsi yang diselenggarakan di denpasar ini, karena Denpasar sangat konsisten didalam mencegah korupsi terutama di jajaran Pemkot Denpasar demi kesejahteraan masyarakat kota denpasar,”ungkap Rai Iswara.

Selain deklarasi anti korupsi, juga diisi dengan pameran foto, pemutaran film antikorupsi, penampilan teater, musikalisasi puisi, dan konser musik. Serta sebanyak 16 komunitas berkolaborasi dengan KPK dalam acara ini, meliputi komunitas Manikaya Kauci, Kampung Puisi Jati Jagat, Lingkaran Photography, SAMAS Bali, Konsorsium Komunitas Pemerintah Kota Denpasar, Akar Rumput dan RDS, Bintang Gana, Seni Lawan Korupsi, Luden House, AJI Denpasar, Ruang Asah Tukad Abu, Plasticology, Sanggar Purbacaraka Universitas Udayana, Komunitas Djamur, Komunitas Pojok, dan Rumah Sanur. (ays’/humas-dps/bpn)