BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) segera membuka program studi (prodi) baru yakni S1 Teknik Infrastruktur Lingkungan.

Prodi tersebut akan berada di dalam Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas UGM. Rencananya prodi ini akan mulai melakukan penerimaan mahasiswa pada tahun akademik 2019/2020 atau sekitar Juli-Agustus 2019.

“Kehadiran prodi ini diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional dalam bidang pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan,” ungkap Ketua Pembentukan Prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan, Associate Professor Dr. Ir. Budi Kamulyan, M.Eng., Selasa (13/11/2018) saat FGD Pembentukan Prodi S1 Teknik Infrastruktur Lingkungan di University Club.

Budi mengatakan latar belakang dibukanya prodi baru ini karena adanya kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten serta berorientasi pada konsep pembanguinan berkelanjutan. Sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), maka pembangunan infrastruktur untuk memajukan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Kebijakan 100-0-100 pada tahun 2019 merupakan sasaran antara yang dicanangkan pemerintah guna mengejar target SDGS di tahun 2030.

“Guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia ini maka Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM bermaksud mengembangkan prodi S1 bidang Teknik Infratsruktur Lingkungan,”jelasnya.

Prodi tersebut, kata dia, dikembangkan dengan pendekatan problem solver untuk menyelesaikan masalah sanitasi dan lingkungan seperti sampah, air bersih dan limbah, drainase perkotaan, danpengendalian pencemaran air, serta pengelolaan kuantitas dan kualitas air di sumber-sumber air.

“Berbeda dengan prodi Teknik Lingkungan pada umumnya, Teknik Infrastruktur Lingkungan akan lebih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam lingkup keteknikan Kementrian PU Cipta Karya dalam bidang air minum, air limbah, drainase perkotaan, dan persampahan,” tutur Budi.

Budi menyampaikan melalui FGD ini diharapkan diperoleh masukan, saran, serta informasi untuk penyempurnaan struktur kurikulum prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan dari seluruh pemangku kepentingan dan para pakar serta praktisi di bidang terkait. Nantinya proposal dibukanya prodi baru ini akan segera diajukan ke universitas.

“Proposal akan segera kami ajukan ke senat fakultas lalu ke senat universitas. Harapannya tahun 2019 prodi ini bisa segera dibuka,” katanya.

Pejabat Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Utama Direktorat Jenderal Cipta Karya PUPR RI Rina Agustin Indriani menyambut baik rencana pendirian prodi baru ini. Pasalnya selama ini belum ada program studi yang fokus ke bidang infrastruktur lingkungan.

“Selama ini hanya masuk ke prodi Teknik Lingkungan. Sementara materi pengolahan air minum dan sampah masih terbatas pada pengolahan agar tidak mencemari,” katanya.

Sementara tantangan besar bidang infrastruktur saat ini salah satunya adalah pemenuhan layanan dasar perkotaan untuk air minum dan sanitasi. Menurutnya, sarana infrastruktur yang mendukung masyarakat perkotaan untuk mencukupi kebutuhan hariannya masih terbatas, seperti sistem pengolahan  air limbah. Saat ini sistem pengolahan air limbah baru ada di 13 kota di Indonesia diantaranya DIY, Jakarta, Bandung, Medan, dan Makassar.

Dalam kegiatan FGD ini juga dihadiri anggota tim percepatan pelaksanaan program prioritas pembangunan DIY, Dinas PU Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Lingkungan Hidup, PDAM, Pengelola IPAL/IPLT se-DIY, praktisi bidang air minum, air limbah, dan persampahan, serta dosen-dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM. (ika/humas-ugm/bpn)