BALIPORTALNEWS.COM – Bertempat di Kantor Staf Presiden, Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jend. Purn. TNI Moeldoko. Pertemuan tersebut membahas beberapa poin penting terkait masalah kebangsaan hari ini, selain itu PP KMHDI juga menyerahkan rekomendasi organisasi berdasarkan hasil Mahasabha (Kongres Nasional) XI KMHDI bulan Agustus lalu di Yogyakarta.

“Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut dari kongres KMHDI di Yogyakarta beberapa bulan lalu. Kader KMHDI telah merumuskan beberapa poin penting terkait isu kebangsaan, dan kita telah sampaikan itu,” ungkap I Kadek Andre Nuaba selaku Ketua Presidium PP KMHDI (6/10/2018) lalu di Kantor Staf Presiden.

Memasuki tahun politik 2019 Ketua Presidium PP KMHDI, I Kadek Andre Nuaba menuturkan bahwa di tengah proses demokrasi yang terus berjalan di republik ini, pendidikan politik bagi masyarakat Indonesia amatlah penting.

“Untuk menciptakan demokrasi yang substansial, investasi harus dimulai dari pendidikan berkualitas bagi sumber daya manusia Indonesia terutama pelembagaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pelembagaan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa bernegara adalah landasan terciptanya pesta Demokrasi yang demokratis,” sambungnya.

Selain itu, Andre juga menyampaikan bahwa kehadiran organisasi ekstra kampus dapat berperan sebagai salah satu implementor dalam melembagakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Komitmen tersebut juga tercermin didalam setiap kajian dan jati diri kader KMHDI dimana orientasi Pendidikannya untuk membentuk kader yang religius, humanis, nasionalis, dan progresif.

“KMHDI secara sadar mengecam segala bentuk tindakan intoleransi, praktek kampanye dengan kata-kata tendensius yang memiliki indikasi terjadinya disharmonisasi bangsa,” sambung Andre.

Jenderal Purn. TNI Moeldoko memberikan tanggapan positif terhadap KMHDI dan menyambut baik dengan hadirnya rekomendasi yang dihasilkan oleh Mahasbha XI KMHDI kemarin.

“Penguatan Pancasila sebagai landasan bernegara sangatlah penting ditambah sekarang kita memiliki BPIP yang secara khusus memiliki tugas dan fungsi dalam penguatan nilai-nilai Pancasila. Segala permasalahan bangsa merupakan tanggung jawab Bersama, untuk itu KMHDI harus selalu turut aktif menjaga stabilitas keamanan negara dari berbagai ancaman disharmonisasi” ungkapnya.

Berikut ini adalah poin-poin Rekomendasi yang disampaikan Pimpinan Pusat KMHDI kepada Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jend. Purn. TNI Moeldoko:

Indonesia, perjuangan merebut kemerdekaannya adalah buah pikir, tenaga, dan darah dari seluruh pejuangnya. Jelas kita berbeda suku, agama, bahasa namun satu dalam asa yakni Indonesia Merdeka. Semangat berbangsa dan bernegara yang luhur itu dituangkan dalam lima nilai dasar hidup, Pancasila. Karena para guru bangsa ingin negeri ini tumbuh kuat, bermartabat, berkeprimanusiaan, adil dan makmur. Jika sepenuh hati persatuan yang telah dirajut kini coba dibuat kusut, oknumnya pantas dituntut. Mereka yang merobek persatuan dan menyulut konflik perpecahan sesungguhnya adalah manusia yang tidak manusiawi. Pancasila harus dilembagakan dan menjadi landasan Pendidikan masyarakat Indonesia. Pancasila yang terlembaga didalam sanubari setiap rakyat akan menumbuhkan demokrasi yang substantif dan berorientasi pada pembangunan yang berkeadilan. Urusan negara, adalah urusan generasi penerusnya. Ia harus tumbuh penuh kesadaran, dan harus terbebaskan sejak dalam pikiran. Generasinya harus dididik agar berkepribadian, mentalnya tangguh, dan karya nyatanya memberikan manfaat bagi sesama. Semangat hidup dalam kebersamaan dan bergotong-royong harus terus didengungkan, agar kemerdekaan tidak hanya retorika. Kami, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, secara sadar mengucap sumpah Bertanah air dan bertumpah darah satu, Indonesia memberikan rekomendasi kepada pemerintah sebagai wujud kesungguhan kami untuk terlibat didalam pembangunan.

  1. Mendorong pelembagaan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara melalui penguatan pendidikan Pancasila sebagai Ideologi Negara dan mengecam segala bentuk tindakan intoleransi yang berujung pada disharmonisasi bangsa.
  2. Mendorong terwujudnya Demokrasi yang substansial dengan memberikan edukasi politik kepada masyarakat serta menciptakan penyelenggara pemilu yang profesional dan independent sesuai dengan kode etik yang berlaku

 

  1. Mendukung segala upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mengedepankan pendidikan karakter, penuh etos kerja, dan mampu bekerja gotong royong agar dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan menuju Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

 

Semoga niat baik untuk membangun negeri ini di restui oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Jakarta, 6 November 2018

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia

(r/bpn)