BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Seluruh siswa anatusias mengikuti Kegiatan Outdoor Classroom Day (OCD) atau belajar di luar kelas yang berlangsung selama sehari, Kamis (1/11/2018). Seperti yang dilaksanakan di TK Harapan Denpasar dimana anak-anak TK mengikuti keigatan OCD dengan penuh antusias.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar I Wayan Gunawan menyampaikan kegiatan OCD untuk mengajarkan anak untuk lebih bertanggung jawab serta dilatih untuk mandiri. Hal ini untuk mendukung Sekolah Ramah Anak yang pada akhirnya mewujudkan Denpasar sebagai Kota Layak Anak. Untuk kegiatan OCD ini menyasar 18 sekolah di Denpasar mulai dari satuan pendidikan TK hingga SMP. Kegiatan OCD dirangkaikan dengan peringatan hari Anak Internasional yang diperingati setiap bulan November.

Menurut  Gunawan, program OCD ini merupakan program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Program tersebut terdiri dari tiga jam pembelajaran di luar kelas untuk membuat anak tidak jenuh, menumbuhkan kreativitas, menggalakkan olahraga tradisional dan permainan tradisional. “Sekitar tiga jam pembelajaran di luar kelas membuat anak tidak jenuh dan menumbuhkan kreativitas. Menggalakkan kembali olahraga tradisional dan permainan tradisional yang dulu pernah kita mainkan,” jelasnya.

Kabid Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Tresna Yasa menyampaikan kegiata OCD merupakan kegiatan inovasi sehingga anak-anak tidak jenuh dalam belajar di kelas. Karena dalam pelaksanaan program OCD anak-anak dididik melaksanakan pergaulan yang sehat sempai mengisi kegiatan dengan berbagai permainan. Seperti yang dilaksanakan dilaksanakan di TK Harapan dan SMK 1 Harapan para siswa tampak antusiase mengikuti segala kegiatannya.

Kepala Sekolah SMK 1 Harapan Nyoman Serayawati menyampaikan kegiatan OCD sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemandirian anak. Mengingat melalui kegiatan ini anak-anak dilatih berbagai kegiatan seperti kerjasama, diskusi sampai penanaman pola hidup bersih dan sehat. “Program OCD saya kira sangat tepat dilaksanakan diera sekaran ini,” ujarnya. Mengingat sekarang ini anak-anak milenial menghadapi tantangan yang sangat luar biasa terutama masalah karakter.

Salah seorang siswa kelas IX SMPK 1 Harapan Gayatri Ratna Dewi mengaku sangat senang mengikuti program OCD. Program yang baru ini menurut Gayatri benar-benar dilatih bagaimana untuk hidup mandiri. Disamping juga untuk mempersiapkan masa depan yang lebih cerah kedepannya.(gst/humas-dps/bpn)