BALIPORTALNEWS.COM – Guru besar bidang Ilmu Farmakologi dan Terapi Universitas Padjadjaran Prof. Rovina Ruslami, dr., Sp.PD, PhD, menerima penghargaan “Habibie Award” untuk bidang ilmu kedokteran dari Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Yayasan SDM Iptek).

Pemberian piagam penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan SDM Iptek Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro dalam acara yang digelar di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (13/11/2018). Selain Prof. Rovina, penghargaan juga diberikan kepada dua ilmuwan nasional lainnya, yaitu Prof. Dr. Eng. Mikrajuddin Abdullah untuk bidang ilmu dasar dan Prof. Dr. Elvin Aldrian, B.Eng., M.Sc., untuk bidang ilmu rekayasa.

“Tujuan pemberian Habibie Award untuk memberikan penghargaan kepada perseorangan atau badan yang dinilai sangat aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan iptek yang baru serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian,” ujar Prof. Wadiman.

Ketua Dewan Pengurus The Habibie Center Prof. Dr. Sofian Effendi, M.PIA, mengatakan, Prof. Rovina dinilai layak mendapat Habibie Award atas dedikasinya dalam pengembangan pengobatan meningitis tuberkulosis. Aktivitas riset mengenai TB yang telah dilakukan sejak 14 tahun yang lalu ini sangat dibutuhkan di Indonesia. Pasalnya, prevalensi penyakit TB di Indonesia masih relatif tinggi.

Sejak 2018, Prof. Rovina terpilih menjadi sekretaris TB Program of the Union, serikat internasional untuk melawan penyakit TB dan infeksi paru. Jabatan ini sekaligus menjadi pengakuan internasional bagi seorang peneliti Indonesia yang berkiprah di bidang TB.

Secara kuantitas riset, lanjut Prof. Sofian, Prof. Rovina memiliki Scopus h-index cukup tinggi. “Beliau juga dinilai sebagai seorang physcian scientist yang masih jarang ditemui di Indonesia, karena tetap mampu melakukan kegiatan riset,” tambahnya.

Acara pemberian penghargaan ini dihadiri langsung Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Dr. med. Setiawan, dr., dan sejumlah sivitas akademika FK Unpad. Dr. Setiawan mengungkapkan, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Unpad.

“Ini merupakan pengakuan dari yayasan atau lembaga terhadap pencapaian dari salah satu guru besar kita,” ujar Dr. Setiawan.

Unpad sendiri, lanjutnya, sudah memiliki lima ilmuwan yang telah mendapat penghargaan Habibie Award. Diharapkan, Unpad memiliki program yang mampu mendorong akademisinya memperoleh penghargaan serupa secara berkelanjutan.

“Masih banyak sosok-sosok di Unpad ini yang layak diajukan (menerima penghargaan). Kita bisa, termasuk pada bidang ilmu dasar maupun rekayasa,” kata Dr. Setiawan.

Penghargaan untuk Prof. Rovina juga diapresiasi langsung Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Saat menjadi pembicara kunci dalam acara tersebut, Menkeu mendorong Prof. Rovina mampu menjawab tantangan permasalahan TB di Indonesia.

“Pemerintah sendiri telah berkomitmen memberikan investasi besar untuk penelitian dan penanganan TB,” kata Menkeu. (humas-unpad/bpn)