BALIPORTALNEWS.COM – Desa Barusjahe dipadati oleh para pengunjung Pertunjukan “Gurda-Gurdi”, yang di selenggarakan oleh Karang Taruna, Kepala Desa yang bekerjasama dengan Rumah Karya Indonesia (RKI). Tidak hanya itu, pertunjukan ini juga berkolaborasi dengan beberapa seniman seperti Anton Sitepu, M.Sn, Dr. Pulumun Ginting, M.Sn., Fuad Erdansyah, M.Sn., Winarto Kartupat, dan juga seniman-seniman muda lainnya, Sabtu (24/11/2018).

“Pertunjukan “Gurda-Gurdi” ini di mainkan oleh puluhan bahkan hingga ratusan anak-anak di Barusjahe. Mulai dari penari hingga pemusik”, kata Anton Sitepu (Art Director Pertunjukan “Gurda-Gurdi”)

Desa Barusjahe, terkenal dengan potensi desanya. Dengan banyaknya sumber daya alam yang terdapat di barusjahe, banyak sayur-sayuran, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya. Belum lagi potensi yang berkaitan erat dengan sumber daya budaya. Dengan sikap gotong-royong antar masyarakat Barusjahe, adanya lembaga-lembaga sosial seperti Karang Taruna dan organisasi sosial lainnya, kemudian kreativitas aparatur desa dalam mengelola pemerintahan desa dengan baik. Dengan latar belakang itulah, muncul konsep seni pertunjukan “Gurda-Gurdi”.

Sore kemarin, diawali dengan Karnaval Budaya, mengelilingi daerah sekitaran Barusjahe, mengajak masyarakat setempat untuk turut hadir memeriahkan pertunjukan tersebut, dengan memakai kostum berwujud perik, yang juga dipakai saat Pertunjukan malamnya. Kostum ini di buat khusus oleh Winarto Kartupat sebagai Penata Artistik Pertunjukan “Gurda-Gurdi”. Kemudian diikuti dengan kunjungan situs, kunjungan ke taman seribu bunga dan main-main air.

Pertunjukan “Gurda-Gurdi” menarik perhatian para pengunjung dengan penampilan anak-anak yang ceria dan menghayati peran mereka masing-masing. Di sela pertunjukan “Gurda-Gurdi”, ada juga disuguhi dengan penampilan Antha Prima Ginting, Sesly br Sitepu, dan Kasro Sembiring. Tidak hanya itu, pemutaran film berbasis budaya juga akan ditayangkan, yang didukung oleh UPT Taman Budaya Sumatera Utara, Dinas Pariwisata Sumatera Utara.

Acara pagelaran seni berbasis masyarakat ini, mengedepankan proses edukasi antar seniman dengan masyarakat setempat untuk menciptakan ruang dan waktu, mengelola kearifan lokal dan menawarkannya dalam kesenian”, ujar Brevin Tarigan (Direktur Pertunjukan “Gurda-Gurdi”). (r/bpn)