BALIPORTALNEWS.COM – Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran, Dea Annisa Annas, Mia Azizah Muzaki, dan Petrus Siahaan, mengembangkan jelai/hanjeli menjadi brownies kukus. Selain rasanya enak, brownies ini juga menyehatkan.

 “Kami buat brownies dari tepung hanjeli. Biasanya brownies dibuat dari tepung terigu, tetapi kami menggunakan tepung hanjeli,” ungkap Petrus saat ditemui di Ruang Humas Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Selasa (13/11/2018).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, hanjeli merupakan salah satu pangan lokal yang mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Melalui produk brownies tersebut, mereka ingin mengangkat hanjeli menjadi penganan yang disukai masyarakat. Menurut mereka, hanjeli memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Jadi hanjeli ini punya kadar protein yang tinggi, kalsium yang tinggi, dan nongluten,” ungkap Dea.

Bukan hanya masyarakat yang kurang tertarik mengonsumsi hanjeli, para petani pun masih sedikit  yang mau menanam hanjeli karena dinilai kurang menguntungkan. Melalui produk brownies ini, ketiga mahasiswa itu juga ingin memotivasi para petani untuk mau menanam hanjeli.

Saat ini, hanjeli yang digunakan Petrus dan tim dalam membuat brownies berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.  Mereka juga merangkul Kelompok wanita tani di desa tersebut untuk mengolah hanjeli sehingga memiliki nilai tambah.

Gayung bersambut, ketua Kelompok Wanita Tani Desa Sukajadi ternyata memiliki keinginan yang sama dengan Petrus, Dea, dan Mia, yaitu ingin meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi hanjeli. Dari sanalah muncul ide untuk membuat hanjeli menjadi brownies kukus, suatu kudapan yang digemari semua lapisan masyarakat.

Penelitian tersebut mereka gunakan sebagai materi skripsi, dengan pembagian fokus masalah yang berbeda antara Petrus, Dea, dan Mia. Sejak April 2018, ketiga mahasiswa ini sepakat menjalankan bisnis “Hanjeli Bakery”. Hanjeli Bakery pun sempat beberapa kali mengikuti pameran pangan untuk menyosialisasikan produk mereka pada masyarakat luas.

Perjalanan mereka untuk menjalankan bisnis ini tidak mudah. Masih banyak masyarakat yang enggan mencicipi brownies mereka karena merasa asing dengan hanjeli. Bahkan, diberi secara gratis pun banyak yang menolak.

Pengembangan produk pun terus dilakukan. Kini, sudah semakin banyak yang berminat bahkan menjadi pelanggan tetap brownies hanjeli. Pemesan bahkan ada yang berasal dari luar pulau Jawa, seperti Bali dan Lombok. Hanjeli Bakery juga membuka peluang bagi yang berminat menjadi reseller.

Brownies hanjeli ini dapat dipesan melalui Instagram @hanjelibakery_ atau Line: @wqf8597y .

Brownies hanjeli memiliki beberapa pilihan topping yang menarik, seperti keju, almond, dan cokelat.

“Harapan ke depannya, semoga bisa punya toko sendiri. Orang juga jadi lebih mengenal hanjeli dari produk kita,” harap Petrus. (humas-unpad/bpn)