BALIPORTALNEWS.COM – Pereli Tanah Air, H. Rahmat atau yang lebih akrab disapa Ame, berhasil memenangi kejuaraan reli internasional bertajuk Rally of Perlis yang digelar di kawasan Uniciti Alam Sg. Chuchuh, Padang Besar, Perlis, Malaysia pada Sabtu (20/10) dan Minggu (21/10/2018) akhir pekan kemarin. Ame yang didampingi oleh navigatornya Donny Wardono sukses mengalahkan pesaing-pesaingnya dengan perbedaan waktu cukup jauh, seperti Roduwan Rashid dan navigatornya Moh. Faizal Tuah selaku pereli Malaysia di posisi kedua yang memiliki selisih waktu dengan Ame sejauh 1 menit  7 detik serta Karamjit Singh dan navigatornya Musa Sherif selaku pereli asal India di tempat ketiga yang memiliki perbedaan waktu dengan Ame sejauh 1 menit 21 detik.

Ajang Rally of Perlis yang diikuti oleh sebanyak 31 peserta ini digelar sebanyak sembilan special stages (SS) yang dibagi ke dalam dua hari. Sepanjang perlombaan, para pereli menyusuri kawasan Ladang Gula MSM Chuping yang di mana lokasi tersebut menjadi ladang mata pencaharian penduduk setempat.

Ame yang bernaung di bawah tim MRU Sederhana Motorsports sempat mengalami kendala yang cukup berat di hari pertama. Meski sukses menjuarai dua SS awal, turbo mobilnya mengalami kerusakan. Ditambah lagi, tim tidak memiliki turbo cadangan untuk mengganti turbo yang rusak. Masalah ini membuat Ame dan tim di Malaysia melakukan komunikasi dengan beberapa orang di Indonesia, seperti Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat dan Loqy Siregar selaku Ketua Komisi Teknik Mobil IMI Pusat. Rifat menyatakan bahwa masalah yang dialami oleh Ame ada pada karakter mobilnya yang cenderung sulit dikendalikan, padahal lintasan di Perlis membutuhkan kecepatan yang tinggi.

Seusai perlombaan, Ame bercerita, “Tim MRU Sederhana Motorsports langsung bertindak cepat. Kami berkonsultasi dengan Rifat dan Loqy. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pengaturan ulang Electronic Control Unit (ECU) agar mobil bisa lebih stabil di kecepatan 70 km/jam ke atas.”

Di SS kelima dan SS keenam, Ame sempat berlomba tanpa menggunakan anti-lag system (ALS) dengan maksud untuk menjaga kondisi turbo agar bisa berfungsi maksimal di SS ketujuh, kedelapan, dan kesembilan. “Jadi bisa dibilang, di SS lima dan enam saya lebih berusaha untuk bermain aman,” cetus Ame.

Setelah dirasa aman oleh tim, akhirnya Ame kembali tampil dengan mengaktifkan ALS di tiga SS terakhir, yaitu SS ketujuh, kedelapan, dan kesembilan. Di tiga SS terakhir ini, bisa dikatakan Ame menampilkan permainan terbaiknya sehingga ia pun mampu menyelesaikan perlombaan dengan gelar juara umum.

“Alhamdulillah di tiga SS terakhir, masing-masing saya meraih posisi satu, satu, dan dua. Hasil ini pun cukup membawa saya meraih gelar juara umum di ajang Rally of Perlis ini. Terima kasih untuk dukungan dan bantuan tim MRU Sederhana Motorsports yang telah bekerja keras selama perlombaan berlangsung,” tutup Ame.

Kesuksesan Ame juga diikuti oleh pereli Indonesia lainnya yang juga berlaga di Rally of Perlis. Putra Rizky bersama navigatornya Rizky Fauzi—yang juga memperkuat MRU Sederhana Motorsports—berhasil meraih gelar juara pertama di kelas RC 5 dan juara pertama di kelas Novice serta Junior. Sedangkan Julian Johan bersama navigatornya Recky Resanto berhasil menempati podium ketiga di kelas P10.

Raihan para pereli perwakilan Indonesia ini kemudian disambut dengan sangat positif oleh Rifat. “Sungguh prestasi yang membanggakan bagi dunia reli Indonesia yang berhasil ditunjukkan oleh putra-putra bangsa. Saya mewakili IMI pun mengucapkan terima kasih untuk usaha dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para pereli kita yang senantiasa unjuk gigi di ajang bertaraf internasional seperti reli Malaysia ini,” pungkas Rifat. (r/bpn)