BALIPORTALNEWS.COM – Pengurus Pimpinan Pusat KMHDI periode 2018-2020  diterima langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi di Ruang Rapat Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (2/10/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Pusat KMHDI yang disampaikan oleh Ketua Presidium I Kadek Andre Nuaba memperkenalkan pengurus baru hasil Kongres Nasional XI KMHDI di Yogjakarta. Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa persoalan, salah satunya mengenai penanganan musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah dan rencana pengembangan Komunitas Startup.

“Perkembangan ekonomi digital saat ini telah banyak melahirkan pelaku usaha muda dan kader KMHDI harus siap menjadi salah satu pelakunya. Untuk itu, kita rencanakan akan bentuk sebuah komunitas dengan sistem sharing economy dari anggota untuk anggota,” ungkap Andre.

Selain itu, Andre juga secara langsung mengundang Menteri Imam Nahrawi untuk hadir dan membuka Rakernas XI KMHDI yang akan di laksanakan pada bulan November 2018. Menanggapi hal tersebut, Menteri Imam Nahrawi menyanggupi untuk hadir dalam perhelatan Rakernas XI KMHDI yang akan dilaksanakan di Jakarta.

“Saya akan hadir, namun pesan saya KMHDI sebagai bagian dari generasi muda Indonesia, harus berfikir kreatif. Harus terus tanggap terhadap persoalan yang ada di lapangan, musibah di Palu dan Donggala juga merupakan salah satu tantangan yang harus dijawab KMHDI,” ungkap Menpora.

Menteri Imam Nahrawi juga berpesan agar kegiatan pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat KMHDI nantinya dilaksanakan dengan konsep yang berbeda dan unik agar menjadi terobosan baru dikalangan organisasi kemahasiswaan.

“Rakernas KMHDI harus menampilkan sesuatu yang baru, dilaksanakan dengan kreatif dan konsepnya harus milenial. Sehingga nantinya KMHDI mampu menjadi contoh untuk organisasi kehasiswaan lainnya,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Andre menyanggupi tantangan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut untuk membuat konsep Pelantikan yang kreatif dan sesuai dengan jamannya milenial. Baginya hal tersebut merupakan masukan yang positif.

“Kita akan buatkan konsep yang kreatif dan sesuai dengan karakter kita sebagai kaum milenial,” tutupnya. (humas-kmhdi/bpn)