BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka mendorong maksimalnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sungai, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melalui Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Program Kali Bersih (Prokasih) melaksanakan Lomba Sungai Bersih yang melibatkan empat Kecamatan di Kota Denpasar. Kegiatan penilaian yang telah dimulai sejak tanggal 24 sampai 26 September 2018 ini pada Rabu (26/9/2018) Tim Penilai langsung menyambangi sungai Lobang yang berada di kawasan jalan Meduri Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada DLHK Kota Denpasar, I Ketut Darsana mengatakan tujuan diselenggarakannya lomba ini tiada lain untuk tetap menjaga sungai di Kota Denpasar tetap bersih serta tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah. Selain itu juga untuk mendukung program dari Pemerintah Kota Denpasar serta komitmen dari Bapak Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara untuk menciptakan aliran sungai yang bersih.

“Dalam hal ini Pemerintah Kota Denpasar tidak bisa bekerja sendiri dalam membersihkan sungai, dibutuhkan partisipasi dan peran serta dari masyarakat agar dapat ikut serta memelihara kelestarian lingkungan utamanya sungai,” kata Darsana.

Lebih lanjut ia mengatakan, keberadaan aliran sungai khususnya di Kota Denpasar juga sebagai kawasan suci yang sering berkaitan dengan upacara agama oleh masyarakat sehingga menjadi salah suatu hal yang mendasari kegiatan ini. Disamping itu, Pemerintah Kota Denpasar pun sudah melakukan berbagai terobosan untuk mempercantik sungai agar menjadi daya Tarik tersendiri bagi masyarakat seperti contohnya Tukad Badung dan Tukad Bindu.

“Kami berharap dengan adanya lomba ini masyarakat bisa secara bersama-sama untuk termotivasi menjaga kebersihan sungai dari pencemaran sampah. Mari kita sadari bersama-sama betapa pentingnya keberadaan sungai dan kita dapat melakukan upaya nyata mendukung pelestarian dan fungsi sungai mengingat sungai di Denpasar kini sudah semakin baik,”kata Darsana.

Sementara Lurah Sumerta, I Made Tirana sangat mengapresiasi kegiatan ini, selain itu lomba ini mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Melalui lomba kali bersih sebagai program untuk bersama-sama masyarakat mewujudkan kebersihan dari aliran sungai. Tirana berpendapat bahwa menjaga kebersihan sungai juga sebagai langkah mengantisipasi terjadinya banjir pada saat musim penghujan tiba. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah maupun limbah ke sungai.

“Kami berharap selain dengan himbauan dan ajakan bersama untuk turut menjaga kebersihan serta tidak membuang sampah ke sungai dapat diwujudkan demi kepentingan kita bersama dan secara langsung mendukung program Pemerintah Kota Denpasar. Kalau tidak kita siapa lagi yang akan menjaga sungai,”pungkasnya. (ngurah/humas-dps/bpn)