BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Komitmen Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memajukan sektor pendidikan di Kabupaten Badung tak perlu diragukan lagi. Hal ini telah dibuktikannya dengan program pendidikan gratis di Badung. Yang paling anyar di sektor pendidikan, Bupati Giri Prasta telah meluncurkan program beasiswa bagi Siswa berprestasi waga masyarakat Badung yang ingin kuliah ke perguruan tinggi di luar negeri.

Sebanyak 20 Calon Mahasiswa telah ditetapkan akan kuliah di empat negara yakni 3 orang di Inggris, 1 orang di Belanda, 12 orang di Australia dan 4 orang di Malaysia. Siswa ini mendapat biaya pendidikan maksimal sebesar 533 juta per orang, per tahun. Sementara pagu dana untuk beasiswa mencapai 10,660 Miliar.

Sebelum berangkat ke luar negeri sesuai negara yang dituju, 20 Calon Mahasiswa tersebut dikumpulkan dan diterima langsung oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Kadisdikpora I Ketut Widia Astika dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta di ruang pertemuan, Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Jumat (14/9/2018).

Dalam pengarahannya Bupati Giri Prasta mengatakan, proses berkenaan pemberian beasiswa gratis bagi siswa warga badung yang melanjutkan pendidikan kuliah ke luar negeri sudah selesai. Bupati berharap siswa ini betul-betul mengenyam pendidikan dengan baik, sehingga kedepan sumber daya manusia generasi muda kabupaten badung dapat mengikuti era global yang saat ini telah masuk pada tatanan era millenial.

“Edukasi ini merupakan hal yang paling tepat bagi kami, untuk menjadikan generasi muda kedepan yang betul-betul mumpuni dan berkualitas dari segi SDM. Kami juga menginginkan kabupaten badung kedepan menjadi “Center of Exellence” (pusat keungguan), bagaimana knowledge-nya dan human resources-nya,” tegas Bupati Giri Prasta.

Bupati juga akan menfasilitasi generasi muda di badung yang tamatan dokter, bidan, perawat, STIKOM, Pertanian, pariwisata yang ingin bekerja di Badung. Disisi lain Bupati juga menginginkan, siswa yang kuliah di luar negeri nantinya menjadi enterprenuership serta munculnya agen perubahan (agent of change). “Kita harapkan, kembalinya nanti mereka mampu menjadi orang yang kuat dan mampu menguasai perekonomian,” tambahnya.

Bupati memastikan, program ini akan terus berlanjut, baik pendidikan S1, S2 maupun S3 akan dilakukan. Maka anggaranpun akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan. “Kami ingin tuntas, kami ingin bekerja keras, iklas, cerdas dan bekerja tuntas,” jelas Bupati. Beliau juga berpesan kepada siswa untuk selalu jujur, disiplin dan bekerja, yang terpenting lagi jangan sampai salah pergaulan.

Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika melaporkan bahwa proses pelaksanaan pemberian beasiswa ke perguruan tinggi di luar negeri tahun ini, dimulai dengan sosialisasi ke sekolah SMA/SMK di Bali, termasuk sosialisasi melalui media cetak dan media sosial. Pendaftaran dan seleksi dimulai 18 Mei-4 Juni 2018. Dilanjutkan dengan seleksi administrasi, bahasa inggris, interview oleh Sun Education. 20 orang ini juga diberikan kursus bahasa inggris (Kursus IELTS). “Proses pendaftaran ke Universitas di Luar Negeri dibantu pihak Sun Education sesuai keinginan siswa dan hasil IELTS, ” katanya.

Lanjut ditambahkan, anak-anak yang diterima akan mendapat surat dari Universitas yang menyatakan bahwa anak telah diterima sebagai siswa di Universitas yang dituju. Selanjutnya Universitas yang bersangkutan akan meminta Pemerintah Daerah membuat surat jaminan/surat garansi yang menyatakan bahwa Pemerintah Daerah bertanggungjawab atas pengeluaran pendidikan selama study sebagaimana yang ditetapkan Universitas tersebut. Ada empat Negara yang dituju oleh calon penerima beasiswa yaitu; Inggris 3 siswa diterima di United Kingdom; Belanda 1 siswa diterima di Wittendorg University; Australia 12 siswa, terdiri dari 6 siswa di University of Wolonggong Sydne, 1 siswa di Australian Institute of Music Sydne dan 5 siswa di Griffith University; serta negara Malaysia 4 siswa diterima di Asia Facific University.

“Untuk yang Kuliah di Inggris berangkat 15 September ini dan tiga negara lainnya akan berangkat pada bulan Oktober dan Nopember 2018 mendatang,” jelas Widia Astika. (humas-badung/bpn)