BALIPORTALNEWS.COM – Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya meningkatkan kontribusi dalam pembangunan perikanan skala regional dan nasional.

“Perikanan UGM selalu berupaya secara maksimal dalam berkontribusi untuk pembangunan perikanan regional dan nasional,” kata Ketua Departemen Perikanan UGM Dr. Ir. Murwantoko, M.Si, saat puncak kegiatan Dies  Natalis ke 55 Perikanan UGM, Jumat malam (31/8/2018) lalu.

Tidak hanya itu, Murwantoko menyampaikan Perikanan UGM juga terus berusaha mengembangkan jejaring nasional dan internasional. Selain hal tersebut juga berperan aktif dalam perhimpunan perguruan tinggi perikanan dan kelautan nasional dan regional ASEAN.

Dalam puncak dies tersebut juga digelar malam penghargaan kepada dosen purna tugas yaitu Ir. Supardjo SD, SU. Selama kurang lebih 38 tahun Supardjo telah banyak berkontribusi dalam pengembangan perikanan tangkap, pemberdayaan masyarakat pesisir dan nelayan serta pengembangan daerah transmigrasi perikanan/pertanian.

Ketua panitia dies Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P, menjelaskan Departemen Perikanan UGM didirikan pada 1 September 1963 silam. Saat ini memiliki tiga program studi jenjang sarjana yakni Budidaya Perikanan, Manajemen Sumberdaya Perikanan, dan Teknologi Hasil Perikanan.

Berbagai acara telah berhasil dilaksanakan dalam peringatan dies ke-55 dan lustrum ke-11 ini. Beberapa diantaranya seperti aksi donor darah, pengabdian masyarakat, lomba-lomba, dan malam keakraban sebagai puncak dies.

Sementara Sekretaris Departemen Perikanan UGM Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si menyebutkan terdapat tiga kegiatan dies yang terkait pengabdian kepada masyarakat yaitu pembuatan gazebo edukasi  mangrove, bersih embung dan penebaran ikan.

Pengembangan gazebo edukasi dilakukan bersama Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Desa Tirtohargo, sebagai upaya untuk peningkatan pengetahuan konservasi mangrove dan mengenal potensi perairan dan perikanan di kawasan mangrove Baros.

Sedangkan kegiatan bersih embung dan penebaran ikan dilakukan di Embung Langensari Kota Yogyakarta dan Danau Bijak Wisdom Park Universitas Gadjah Mada. Ikan yang ditebar dalam embung dan danau ini terdiri dari berbagai macam jenis yang menempati posisi berbeda dalam jaring-jaring makanan sehingga diharapkan dapat mendukung kelestarian ekosistem embung secara optimal. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen Perikanan UGM.

“Keseluruhan kegiatan tersebut  bertujuan untuk lebih mendekatkan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian dan keberlanjutan ekosistem perairan,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)