BALIPORTALNEWS.COM – Sejumlah Peserta 1000 Tenda Semakin memadati Pulau Silalahi, kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, diantaranya banyak yang berasal dari Luar Kota. Tercatat sudah ribuan pengunjung, hampir seluruh kawasan Pulau Silalahi dipadati oleh warna-warni tenda, mewarnai perbukitan Silalahi, Antusias dari pengujung masih terlihat sampai Subuh, Ratusan Kendaraan masih memasuki kawasan Tao Silalahi.

Di Hari Kedua Tao Silalahi Arst Festival 2018 ini, yang pelaksanakannya berlokasi di Pulau Silalahi, Diawali dengan Pertunjukan Kesenian Lokal, diantaranya adalah penampilan tari-tarian dari beberapa sanggar di Silalahi, yakni Sanggar Grace, Sanggar Tongging Karo dan Sanggar Silalahi II. Juga Penampilan dari anak-anak Silalahi lainya, yang begitu semangat mengikuti festival dari awal dilaksanakan.   Selain dari itu rangkaian kegiatan lainnya yang dilakukan pada hari Sabtu (21/7/2018) diantaranya yaitu Workshop Pengolahan Sampah, Aktivitas 1000Tenda, Onan Camp, Panggung Kopi, Pertunjukan Musik dan Budaya

Melalui Kolaborasi dengan komunitas seni, (21/7/2018) diisi dengan Penampilan Kak Indri, Sneak, Identity Band, MF, Dinas Pariwista Kab. Tapteng (Gatrasindo), Rani Jambak, Ando Sipayung & Ben Tambak dan Boraspati. Ribuan Peserta Memadati  Kawasan Pantai Pulau Silalahi, meski sesaat sempat didera gerimis, tapi tidak mengurungkan minat para pengunjung untuk melihat pagelaran budaya. “Minat pengunjung saat ini tidak hanya untuk menikmati alam, tapi kali ini pertunjukan Seni semakin mendapat apresiasi dari khalayak ramai, yang mengunjungi Pulau Silalahi”, Tutur Ojax Manalu, Selaku Direktur Tao Silalahi Arts Festival 2018.

Matahari belum memancarkan sinarnya, diwarnai dengan langit lembayung mewarnai kegiatan Tao Silalahi Arts Festival di mulai dari Pukul 06.00 Pagi (22/7/2018), para Pengujung diajak untuk ikut melakukan Senam Zumba, sebagai aktiviatas Olahraga bersama. Tidak hanya itu saja beberapa pekarya lain seperti Boraspati, Bedgar,  Soerkam, Natur Batih, dan Hanna Pagiet.

Sementara itu Harmoni Toba, dalam 33 Hari mengenang, 33 Menit Berdoa untuk Danau Toba  juga dilaksanakan dengan penampilan Kolaborasi Arunika dan Toba Putri Dancer,  dengan kegiatan Musikalisasi Puisi, Performance Arts. Kegiatan ini dilakasanakan dalam memperingati Musibah Tenggelamnya Kapal Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba Bulan Juni lalu. Kita berdoa dan perenungan bersama, semoga tidak terjadi kejadian yang sama, khususnya di kawasan Danau Toba. Kata Hermanto Situngkir, Pemuda Lokal yan sekligus menjadi Wakil Direktur Tao Silalahi Arts Festival 2018

Sambil menikmati pertunjukan, Pengunjung diajak mengopi bersama-sama, Kolaborasi Penyelenggara dan Komunitas Produsen Kopi Lokal menyediakan Kopi untuk dinikmati para pengunjung, sekaligus memperkenalkan beberapa Jenis Kopi Lokal, seperti Sitinjo, Sicike-cike, Sumbul, dan Parbuluhan. Antusias pengunjung masih tetap ramai, sampai Siang harinya (22/7/2018) pada kegiatan Penanaman Pohon dan aksi bersih-bersih di Kawasan Pulau Silalahi, yang diikuti peserta, pekarya, masyarakat lokal dan Pengelola Pulau Silalahi.

Bibit yang ditanam adalah Bibit Pohon Buah, Besar harapan nantinya Pohon ini mempunyai nilai ekonomi tersendiri bagi masyarakat, selain program penghijauan, tentu banyak nilai tambah lain yang didapat, memberikan edukasi kepada generasi muda untuk semakin menghargai alam. “Menanam adalah Investasi Jangka Panjang” , Tutur Hermanto. Dipenghujung acara Tao Silalahi Arts Festival 2018 di Pulau Silalahi. (r/bpn)