BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – I Wayan Widya Wijaya adalah salah satu calon taruna AKPOL Tahun Anggaran 2018 pengiriman Panda Polres Badung asal Br. Perang Darmasaba, Kabupaten Badung. Anak pertama dari pasangan I Ketut Sumerta dan Ni Made Masiani ini memang dikenal memiliki cita-cita menjadi seorang Polisi dari sejak kecil.

Hal ini dibuktikan dengan poster-poster yang dipajang di dinding kamarnya, I Ketut Sumerta ayah dari I Wayan Widya Wijaya menuturkan pada setiap koran ataupun majalah yang dibacanya, apabila menemukan foto atau poster Siswa AKPOL yang telah sukses ia selalu membuat kliping dan menempelkan didinding kamarnya, saat ditanyakan untuk apa memasang poster tersebut, I Wayan Widya Wijaya selalu menjawab bahwa poster tersebut merupakan sebuah Inspirasi baginya dalam meraih cita-citanya kelak yaitu menjadi seorang taruna Akademi Kepolisian.

Pada tahun 2018 ini, ia berhasil meraih  impiannya itu, ujian demi ujian dalam seleksi taruna AKPOL Tahun Anggaran 2018 ini ia ikuti dengan baik, alhasil ia meraih peringkat nomor 2 di Polda bali mengalahkan beberapa pesaingnya dari berbagai daerah di Bali.

I Ketut Sumerta dan Ni Made Masiani saat ditemui tim Humas Polres Badung, Senin (30/7/2018) kemarin di tempat ternak babinya di daerah Desa Perang Darmasaba mengwi Badung ini menuturkan “Saya bersyukur kehadapan Tuhan atas karunia-Nya dan bimbingan-Nya yang tak terhingga ini sehingga anak saya bisa meraih impiannya sebagai seorang Taruna Akpol dan sangat mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Bali dan Kapolres Badung atas program programnya membimbing anak kami sehingga mampu lolos berbagai seleksi,” ungkapnya sambil mengusap air mata.

Program program Kapolri dengan perekrutan BETAH yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis,  ini sangat mendukung para pemuda pemudi sehingga memiliki kesempatan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai seorang Polisi.

Ia mengungkapkan terima kasih kepada Kapolri berulang kali bahkan ia menyampaikan bahwa selama pelaksanaan seleksi calon Taruna AKPOL 2018 yang anaknya ikuti tak sepeserpun uang yang ia keluarkan, “Kalau bayar saya tidak mampu, saya hanya bermodalkan kepasrahan dan usaha, saya hanya peternak babi kecil kecilan,” imbuh Sumerta

Diakuinya, semenjak anaknya SMP memang sering mengungkapkan bahwa berkeinginan menjadi Taruna Akpol.

“Saya hanya bisa berdoa dan memohon kepada Tuhan agar kelak keinginan anak saya bisa terwujud nantinya,” ungkap I Ketut Sumerta.

Ibunya Ni Made Masiani berharap agar sistem perekrutan secara bersih dan transparan ini dapat dipertahankan sehingga mewujudkan Sumber Daya Manusia Polri yang berkualitas mengabdikan diri kepada bangsa dan Negara. (guz/polres-badung/bpn)