Pujawali di Pura Sakenan, Umat Dihimbau Tertib

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (9/6/2018) besok, dilaksanakan pujawali di Pura Sakenan. Ribuan umat dipastikan akan memadati pura yang berada di pesisir laut Desa Pakraman Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan itu.

Manggala Karya, Ida Bagus Gede Pidada, Jumat (8/6/2018) mengatakan, pujawali di Pura Sakenan katuran bebangkit serta ayaban, sedangkan di Pura Pesamuan Agung dan Pura Susunan Wadon, katuran pulagembal. Serangkaian pujawali juga dilangsungkan pakelem alit berupa ayam dan bebek. Pakelem ini dilaksanakan karena Pura Sakenan ada di tengah laut atau Segara Pakretih.

Ida Bagus Pidada menjelaskan, rangkaian pujawali di Pura Dalem Sakenan di-puput Ida Pedanda Gede Putra Bluangan dari Griya Delod Pasar serta Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur. Sementara di Pura Susunan Wadon, di-puput Ida Pedanda Putra Kemenuh Griya Tegal.

Selama Ida Bhatara nyejer, juga dilangsungkan bhakti penganyar. Pada Umanis Kuningan, Minggu (10/6/2018) nanti, upacara penganyar di-puput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Tegal dan Ida Pedanda Budha Jelantik dari Griya Gunung Sari Ubud. Pada Paing Kuningan, Senin (11/6/2018) nanti, upacara penganyar di-puput Ida Pedanda Gede Oka Giri dari Griya Oka Sanur dan saat panyineban, Selasa (12/6/2018) nanti, di-puput Ida Pedanda Istri Mas dari Griya Tegal Asah.

Kepada umat sedharma, Ida Bagus Pidada mengimbau untuk tidak terkonsetrasi sembahyang pada puncak pujawali, sebab masih ada waktu untuk menghaturkan persembahyangan hingga Selasa ke depan. Namun memang tidak bisa dihindari bahwa kepadatan persembahyangan memang berlangsung tiap pujawali dilakukan.

Maka, untuk mengatur ketertiban umat masuk ke pura, dilakukan sistem buka tutup oleh pecalang. Namun demikian, sejak tiga tahun terakhir, setiap nyejer tiga hari pamedeknya semakin merata. Artinya umat tidak lagi terfokus pada puncak pujawali saat Kuningan. Kendati sudah bagus pihaknya tetap imbau umat bisa sembahyang pas nyejer.

Mengenai urutan ngaturang bhakti, kata Ida Bagus Pidada, dimulai dari Pura Susunan Wadon, baru ke Pura Samuan Agung, dan terakhir di Pura Dalem Sakenan. Ia mengungkapkan, gegaduhan Pura Sakenan sangat beda dengan Dang Khayangan lainnya di Bali. Di pura ini banyak pelawatan atau pewayangan Ida Batara, seperti barong ket, ratu ayu serta barong landung yang lunga. Pelawatan ini juga katuran masolah saat pujawali.

Dalam sastra disebutkan, Pura Sakenan disebut Samudra Kretih. Sakenan itu sebagai tempat pemujaan Ida Hyang Dewa Biswarna atau Baruna. Beliau benar-benar sebagai penjaga Segara Pakretih (ketenangan lautan/samudera) untuk keselamatan dunia, menghilangkan segala jenis rintangan di dunia, dan segala jenis penyakit dan menyucikan segala jenis kala, bhuta dan manusia, dan berbagai jenis penyakit. ‘’Oleh karena itu, bagi umat Hindu janganlah melanggarnya,’’ tegas Ida Bagus Pidada.

Ida Bagus Pidada menambahkan, pihaknya mengharapkan kepada pemedek yang tangkil agar tertib dan mematuhi aturan yang ada. Selalu menjaga kebersihan lingkungan Pura serta membuang pada tempatnya sarana-sarana persembahyangan yang telah selesai dipakai sehingga tercipta kenyamanan bersama.

Pujawali juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Denpasar dengan menyiagakan sejumlah bantuan seperti punia dan beberapa tenaga seperti DKP, Perhubungan, keamanan dari Polsek Denpasar Selatan, pecalang se-kota Denpasar, hingga kesehatan dan PDAM. Sementara untuk parkir dan pengaturan pedagang berjualan di areal pura diserahkan sepenuhnya kepada Desa Pakraman Serangan.

Pura Sakenan kaempon oleh Puri Agung Kesiman dan di-emong oleh sejumlah desa adat seperti Desa Adat Serangan, Desa Adat Suwung Kepaon, Desa Adat Pemogan, dan Desa Adat Kelan, Tuban. (tis/bpn)