BALIPORTLANEWS.COM – Pada Senin (25/6/2018), Konsulat-Jenderal Australia di Bali menyelenggarakan pertemuan dengan penerima Pendanaan Bantuan Langsung (DAP)  untuk tahun 2017-18. Para penerima bantuan ini bekerja di seluruh Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB)  di bidang pengembangan masyarakat, pendidikan, kesetaraan gender, disabilitas, proyek yang melibatkan remaja dan pemberdayaan ekonomi.

DAP merupakan skema hibah kecil fleksibel yang tersedia bagi individu, kelompok masyarakat dan LSM lokal dan internasional, badan pemerintah, lembaga akademik, atau organisasi nirlaba lainnya yang bekerja dalam kegiatan pembangunan di tingkat komunitas.

Dalam pertemuan tersebut, Konsul-Jenderal Dr Helena Studdert mengatakan dia senang dengan keragaman proyek yang didanai di Bali dan NTB pada tahun 2017-2018.

“Program Bantuan Langsung dijalankan oleh Konsulat-Jenderal Australia di Bali sejak tahun 2005 dan telah mendukung lebih dari 132 proyek dengan jumlah pendanaan lebih dari AU$ 890.000,” kata Dr Studdert.

Di tahun fiansial ini, Konsulat menerima 63 aplikasi dan AU$ 120.000 dana DAP dibagikan kepada 14 organisasi nirlaba di Bali dan 3 di Lombok. Proyek-proyek di Bali berkisar dari penyediaan sistem rekam medis untuk klinik kesehatan wanita di pasar tradisional, proyek air dan sanitasi, materi pendidikan bagi penyandang cacat, restorasi terumbu karang, pengembanganruang seni dan pasar untuk start up seniman dan perancang lokal dan proyek pengelolaan limbah untuk masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Agung akhir tahun lalu.

Di Lombok tahun ini, DAP membantu pembangunan pusat pendidikan desa, perahu untuk proyek pendidikan kelautan dan penyediaan program ekstra kurikuler di panti asuhan dan sekolah komunitas lokal.

“Tujuan utama Program Bantuan Langsung adalah bekerja dengan masyarakat setempat di berbagai proyek yang mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan berkelanjutan yang konsisten dengan kepentingan nasional Australia,” tambah Dr Studdert.

Aplikasi untuk putaran pendanaan program Bantuan Langsung tahun 2018-2019 akan dibuka pada awal Agustus 2018. Individu, kelompok masyarakat, LSM dan organisasi nirlaba lainnya yang tertarik untuk mengajukan permohonan harus memantau situs web Konsulat www.bali.indonesia.embassy.gov.au dan akun twitter Konsulat @BaliKonJen. (r/bpn)