BALIPORTALNEWS.COM – Tarik Layangan jenis Bebean “Poleng” ke Udara, Plt. Walikota Denpasar IGN Jaya Negara membuka secara resmi Festival Layang-Layang Pitik Kite Festival ke-8 yang di adakan oleh Sekaa Teruna Setia Remaja Bajar Pitik Pedungan, Sabtu (23/6/2018) di persawahan Abasan Sari.

Sebelum itu, Jaya Negara menyerahkan Piala Bergilir Walikota Denpasar kepada Ketua Panitia Pitik Kite Festival ke-8 untuk diperebutkan kembali oleh peserta layang-layang tahun ini.

Selain ikut menaikan layangan jenis bebean, Jaya Negara juga berkesempatan menaikan layangan jenis Janggan dan ikut serta memasang Bungan Guwangan Pertama (memasang pita suara yang bergetar yang terbuat dari daun pohon ental) pada layangan bebean. Walaupun cuaca mendung dan gerimis, akan tetapi antusias peserta tidak padam, apalagi dengan di tambah lantunan gambelan Baleganjur tak pernah putus yang terus mengiring para peserta lomba kite festival ini.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kreativitas anak muda di Kota Denpasar khususnya Sekaa Teruna Setia Remaja Bajar Pitik Pedungan yang secara rutin setiap tahunya mengadakan lomba kite festival, yang tentu mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang- layang disamping dampak ekonomis yang juga bisa didapat”, ungkap Jaya Negara saat di temui disela-sela kegiatan. Dimana layang-layang merupakan bentuk kebudayaan khas yang kita miliki sebagai orang Bali. Dan berbagai jenis layangan khas seperti bebean, janggan dan pecukan hanya bisa ditemukan di Bali.

Sementara Ketua Panitia Pitik Kite Festival, IGA Gede Dharma Putra mengatakan, perlombaan layang-layang ini telah memasuki tahun ke-8 dengan peningkatan peserta setiap tahunnya yang cukup drastis. Dimana pada tahun ini di ikuti oleh 700 layang-layang yang akan mengudara berlomba menunjukan ke elokannya di udara, dengan berbagai jenis layangan seperti layangan janggan, bebean, pecukan dan layangan kreasi baru selama dua hari ini, dari tanggal 23 sampai 24 Juni 2018.

Tidak hanya dari Denpasar saja, Pitik Kite Festival ini juga di ikuti dan dimeriahkan oleh peserta dari beberapa Kabupaten yang ada di Bali. Adapun para juri berasal dari unsur seniman layangan dan budayawan yang akan menilai layangan dari segi warna, bentuk, guwangan, kondisi terbang dan kekompakan peserta. Dimana nantinya para peserta akan memperebutkan piala bergilir Walikota Denpasar. (ays’/humas-dps/bpn)