BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, bukan saja sebagai ikon jejak sejarah perjuangan rakyat Bali di Kota Denpasar, namun lapangan ini selalu dibanjiri masyarakat terlebih saat hari-hari libur seperti sekarang ini. Letaknya yang strategis di pusat kota dan mwnjadi titik nol kilometer Kota Denpasar sangat tepat untuk bersantai, bermain bahkan berolahraga bersama keluarga.

Mengisi libur panjang kenaikan kelas sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, setiap harinya kian ramai dipadati beragam aktifitas masyarakat. Mulai dari arena bermain anak-anak, sarana olahraga, dan wahana hiburan pentas budaya setiap akhir pekan.

Fasilitas olahraga dan permainan tersebut memang disiapkan Pemkot Denpasar sebagai fasilitas publik, agar dapat digunakan secara positif dan bersama-sama dirawat oleh masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, IB Mayun Suryawangsa saat ditemui di sela-sela aktivitasnya (12/6/2018).

Pria yang akrab disapa Gus Mayun ini juga menyampaikan, olahraga pada khususnya adalah hal yang sangat penting, maka dari itu Pemkot menyediakan pojok olahraga khusus dengan alat-alat olahraga yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. “Saya senang melihat masyarakat memanfaatkan fasilitas publik ini dengan sangat baik, dan tentu kesadaran untuk bersama-sama merawatnya juga harus ditingkatkan,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, arena permainan anak-anak yang masih dalam kawasan yang sama juga khusus dibuat untuk memberikan kesempatan bermain anak-anak tentunya dalam pengawasan orang tua.

Salah satu masyarakat Kota Denpasar, Putu Reny Wulandari mengatakan sangat sering menghabiskan waktu berolahraga di Lapangan Puputan, terlebih ketika sekarang saat libur panjang tiba. “Saya sangat senang berolahraga di sini, jadi tidak usah ke tempat gym lagi, di sini kan gratis,’’ ungkapnya.

Selain itu, ia merasa alat yang disediakan sangat cukup untuk olahraga ringan, justru tergolong cukup lengkap.

Masyarakat lainya, Ni Wayan Purnami yang ditemui saat mengawasi anak-anaknya bermain mengatakan, fasilitas permainan ini sangat bermanfaat, selain tidak berbayar anak-anak juga sangat senang karena posisinya dekat lapangan. “Setelah puas bermain perosotan, ayunan, anak-anak biasanya minta duduk di lapangan, jadi liburan hemat dan bermanfaat,’’ ungkapnya. (dev/humas-dps/bpn)