BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM melakukan sosialisasi dan memberikan penyuluhan budidaya tanaman holtikultura yaitu labu susu dan kelengkeng bagi masyarakat di wilayah DIY.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang memiliki biodiversitas yang tinggi, termasuk tanaman labu atau waluh dari familia Cucurbitaceae. Tanaman ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber bahan pangan.

Pengembangan tanaman pangan di Indonesia, dikatakan Budi penting dilakukan untuk mengatasi masalah krisis pangan yang telah berlangsung lama sebagai dampak akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia. Demikian halnya di  Daerah Istimewa Yogyakarta langkah pengembangan tanaman pangan perlu diupayakan.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Fakultas Biologi adalah melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan penyuluhan kepada Kelompok Tani Dusun Kebondalem, Desa Madurejo pada 26 Mei 2018.  Dalam kegiatan itu tim Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Dr. Budi S. Daryono dan Dr. Purnomo M. S. memberikan penyuluhan tidak hanya memecahkan permasalahan pangan. Namun demikian juga menciptakan terobosan baru untuk menghasilkan komoditas pertanian dan produk olahan hasil panen yang bisa dijadikan sebagai ikon unggulan desa.

Dalam kesempatan ini  Budi sebagai ketua Tim Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Penerapaan Teknologi Tepat Guna memaparkan hasil kerjanya di Kecamatan Prambanan dan hasil risetnya tentang pemuliaan tanaman labu susu ini menggunakan teknologi kastrasi polinasi. Sementara itu Dr. Purnomo, M.S. memaparkan tentang jenis dan karakteristik labu secara morfologi.

Budi menuturkan bahwa labu susu ini sangat cocok ditanam di Madurejo dan memiliki pangsa pasar yang besar. Labu susu juga memiliki harga jual tinggi hingga Rp. 70.000, 00 per kilogram. Sementara dalam satu tanaman bisa menghasilkan 3-4 kg.

“Budidaya labu ini juga sangat menarik untuk dijadikan daya tarik agrowisata. Namun, perlu teknik khusus dalam budidayanya agar betuknya seragam sehingga dapat masuk ke pasar yang lebih tinggi seperti di supermarket,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari warga masyarakat. Seperti Romli Jihan yang sangat antusias untuk mengembangkan budidaya labu susu ini. “Kami sangat tertarik dengan kegiatan ini, dengan ilmu yang diberikan harapannya kami bisa membudidayakannya sendiri,” katanya.

Budidaya Kelengkeng Super Sleman

Fakultas Biologi UGM juga memberikan penyuluhan kepada warga di desa binaan Kemadang, Gunung Kidul terkait teknik penghormonan dalam budidaya kelengkeng super Sleman pada 24 Mei 2018. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan budidaya kelengkeng super Sleman yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 lalu.

 Bertemakan Pengembangan Budidaya Kelengkeng Lokal Unggul dalam Pengembangan Daerah Wisata Agri Bahari,  acara ini merupakan salah satu rangkaian dari program hibah Desa Binaan yang dinaungi oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyararakat Universitas Gadjah Mada.

Kelengkeng Super Sleman adalah salah satu produk unggul yang ditawarkan kepada masyarakat Desa Kemadang dalam rangka menjadikan desa tersebut menjadi desa agro-bahari nantinya. Kelengkeng ini mempunyai sejumlah keuggulan seperti dapat berbuah dalam usia 1,5 tahun, dapat ditanam di dalam pot, dan tidak bergantung musim untuk berbuah. Selain itu buah sangat lebat dan sangat manis dengan daging buah tebal dan biji kecil.

Kelengkeng ini sudah diinisiasi sebelumnya di Desa Gejayan, Yogyakarta dan sudah membuahkan hasil. Harapannya Desa Kemadang nantinya juga mampu mengembangkannya untuk menunjang perekonomian warga.

Kegiatan dihadiri puluhan warga setempat dan menghadirkan tiga nara sumber utama. Merka adalah Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc , Dr. Purnomo, M.S., dan Yusuf Sulaiman, S.I.P.

Program hibah yang diketuai oleh Soenarwan Hery Poerwanto., S.Si., M.Kes., ini disambut antusias oleh warga. Selain sosialisasi warga juga berkesempatan melakukan praktek penghormonan pohon Kelengkeng.

“Lewat praktek ini harapannya warga bisa mengerti secara langsung tentang teknik penghormonan yang benar dan kedepan bisa menunjang perekonomian warga dengan membangun desa agro-bahari di Kemadang ini” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)