BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kejuaraan Nasional Tenis Meja Bali Open yang menjadi ikon kegiatan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Provinsi Bali (PTMSI) hingga kini telah dilaksanakan untuk keenam kalinya. Menariknya dalam beberapa kali perhelatannya menyajikan kategori yang unik dan menarik.

“Seperti Bali Open 2018 kali ini mempertandingkan beberapa kategori unik, diantaranya Ganda 100 Plus, Kategori Beregu Antar Wartawan serta Kategori Beregu Antar Koperasi di luar kategori kejuaraan pada umumnya,” tegas Ketua Umum Pengurus PTMSI Provinsi Bali Bintang Puspayoga didampingi Ketua Panitia Pelaksana IB Toni Astawa kepada media Senin (25/6/2018) sore di Denpasar.  Bali Open 2018 rencananya akan dilaksanakan 30 Juni hingga 2 Juli 2018 mendatang di GOR Lila Bhuwana Denpasar.

Dijelaskannya gelaran Bali Open 2018 menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM RI dan Polda Bali dalam memeriahkan Peringatan Hari Bhayangkara ke-72 dan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) ke-71. “Kejuaraan nasional ini sebagai wujud apresiasi PTMSI Bali kepada Kapolda Bali beserta jajaran atas kepedulian dan atensinya selama ini terhadap cabang olahraga tenis meja di Bali,” tegas Ketum Bintang Puspayoga.

Ditambahkannya kategori Ganda 100 Plus merupakan gagasan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. “Kategori Ganda 100 Plus adalah peserta umum secara nasional yang jumlah umur keduanya lebih dari 100 tahun dan pasangan ganda tersebut salah satunya tidak boleh atlet profesional (Non eks PON dan eks Porprov)” ungkap Bintang ramah.  Kejurnas kali ini juga mempertandingkan kategori kalangan jurnalis dan gerakan koperasi. “Kategori yang unik dan menarik ini diharapkan dapat menambah kemeriahan kejuaraan nasional ini,” ujar Bintang Puspayoga lagi.

Dalam Bali Open sebelumnya, Bintang Puspayoga pernah menggelar kategori untuk kelompok PKK desa/kelurahan se-Bali, kategori kades/lurah se-Bali dan kalangan eksekutif. Hal ini tidak lain tujuannya untuk menularkan minat dan kecintaan akan tenis meja hingga ke pelosok pelosok desa/kelurahan. Disampaikannya bahwa di banjar-banjar saat ini sudah cukup banyak menggeliat aktifitas tenis meja. “Karena tidak perlu peralatan yang mahal dan rumit, masyarakat sudah dapat menekuni bidang olah raga tenis meja ini,” tegas Bintang lagi.

Kini, kejuaraan melibatkan para tokoh masyarakat, awak media serta penggiat koperasi dalam kejuaraan, semoga animo masyarakat terhadap olah raga rakyat ini makin meningkat, tegas penggemar endek ini.  Sebab melalui para tokoh masyarakat yang bisa menjadi panutan, serta awak media massa dan jaringan koperasi yang menyebar hingga ke pelosok Bali dapat menjadi wahana yang efektif untuk mensosialisasikan dan menularkan kecintaan akan olah raga tenis meja.

Sementara itu Ketua Panitia Kejurnas IB Toni Astawa menambahkan bahwa untuk kategori atlet akan mempertandingkan Tunggal Putra/Putri Junior, Tunggal Putra/Putri Kadet dan Tunggal Putra/Putri Pemula. “Kejurnas Bali Open 2018 juga diharapkan dapat menjadi wahana pembinaan dan kaderisasi bagi atlet atlet Bali,” tegas Gus Toni. Kejuaraan ini juga diharapkan dapat menjadi wahana latihan mendulang prestasi bagi atlet atlet Bali yang akan berlaga di kejuaraan pada tahap berikutnya.  Ditambahkannya, pihaknya menyediakan hadiah piala, piagam penghargaan dan dana pembinaan bagi para juara yang besarnya mencapai Rp 171 juta. (r/bpn)