BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Perjuangan keras kembali harus dialami oleh Ali Adriansyah Rusmiputro saat menjalani putaran keempat World Supersport 300 (WSSP300) yang berlangsung di Sirkuit Donington, Inggris, Minggu (27/5/2018) lalu. Namun kali ini perjuangannya terbayar. Start dari posisi 24, pebalap di bawah binaan manajemen Mahkota Rusmindo International ini berhasil finis dengan poin di posisi 13.

Sejak sesi latihan bebas pertama, Ali Adriansyah agak sulit mengembangkan kecepatan. Pada free practice 1 hujan mengguyur lintasan. Trek menjadi licin dan Ali Adriansyah sempat terjatuh hingga terlindas pebalap lain. Di sesi latihan bebas kedua, catatan waktunya tak beranjak signifikan. Ia hanya mampu berada di posisi 31 dengan waktu 1menit 47,831detik.

Keesokan harinya pebalap kelahiran Jakarta 29 September 1993 ini mencoba mengumpulkan motivasi untuk dapat memberi yang terbaik di sesi kualifikasi. Catatan waktunya kali ini bisa ia pangkas 2 detik dari saat latihan bebas, namun belum cukup untuk masuk ke posisi start 20 besar. Dengan torehan 1menit 45,402detik Ali Adriansyah hanya bertengger di grid start 24.

Akan tetapi perolehan itu cukup membuat pebalap Tim Yamaha MS Racing itu lebih percaya diri. Dan itu terbukti. Begitu lampu start, Ali Adriansyah langsung melewati beberapa pebalap.

“Saya melakukan start yang baik dan berada di posisi yang baik untuk fight dengan grup depan,” ucap Ali Adriansyah.

Ia sempat menyodok ke posisi 18 dan makin termotivasi untuk terus menekan. Namun di saat itu ia juga tersadar bahwa hingga pertengahan lomba lap time-nya masih belum optimal meski ia terus memaksa ke depan.

“Lap time saya ketika di belakang Kawasaki leih kencang ketimbang kalau saya paksakan di depan group,” tututrnya.

Akhirnya ia mengubah strategi. Ia kembali ke strategi di putaran-putaran sebelumnya yaitu mencoba berada di belakang Kawasaki untuk mencurislipstream. Dan kembali strategi itu membuahkan hasil.

“Saya biarkan Kawasaki itu di depan untuk menarik saya menempel dengan group depan. Dan berhasil,” paparnya. “Di 2 lap sisa akhirnya saya fightuntuk menyodok ke depan grup. Alhamdulillah saya berhasil finis di depan group dan berada di posisi 13.”

Dengan finish di posisi 13 Ali Adriansyah mendapat tambahan 3 poin dan saat ini ia berada di posisi 20 klasemen pebalap dengan raihan 6 poin.

Hingga balapan keempat ini pebalap Kawasaki dan KTM masih mendominasi papan atas. Ana Carrasco dari tim DS Junior yang menunggang Kawasaki Ninja 400 lagi-lagi juara dengan jarak yang jauh. Dengan pebalap kedua, Ana unggul hingga 4 detik! Kondisi seperti ini makin menegaskan situasi yang tidak menguntungkan bagi penunggang Yamaha seperti Ali Adriansyah.  Yamaha YZF yang bermesin 321 cc jelas kalah tenaga dibanding Kawasaki yang bermesin 399cc atau pun KTM dengan kubikasi 373cc.

Bagi Ali Adriansyah, melihat kondisi yang saat ini ada WSSP300, pihak penyelenggara harus melakukan perubahan regulasi. Meski ada pembatasan rpm, secara faktual tidak terlihat dan hanya memunculkan kompetisi yang tidak seimbang.

Selain merugikan pebalap saat berpacu di lintasan, kondisi ini juga berimbas pada usaha para pebalap Yamaha dalam mendapatkan sponsor. Sulit bagi mereka untuk meminang sponsor jika selalu berada di posisi belakang. Bukan karena performa mereka tidak bagus melainkan karena regulasi yang sangat tidak menguntungkan. (r/bpn)