BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tiga tenaga kesehatan di Kabupaten Tabanan, yakni dokter umum, bidan, dan perawat di Puskesmas Selemadeg Barat, yang mengikuti Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Bali 2018, dinilai Tim Penilai Lomba Tenaga Kesehatan Provinsi Bali, dipimpin dr. Made Laksmiwati.

Hadir pula Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan I Ketut Subrata, Perwakilan Komisi DPRD Tabanan I Made Suardika, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan I Nyoman Suratmika.

Suratmika mengatakan, pemilihan tenaga kesehatan untuk mengikuti Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Bali tahun 2018, agar jadi motivasi untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan bekerja di puskesmas. “Selain itu juga mendorong tercipta tenaga kesehatan yang memiliki semangat pengabdian tinggi, disiplin, kreatif, inovatif, terampil, berbudi luhur, serta dapat memegang teguh etika profesi,” ungkapnya.

Ketiga tenaga kesehatan yang dinilai, masing-masing dr. Wayan Arya Putra Manuaba, Ni Made Juliani, A.Md.Keb., dan Ns. I Made Wikantra, S.Kep.

“Apapun hasilnya nanti, semoga dapat memberi motivasi dan kebanggaan bagi tenaga kesehatan dalam pengabdian kepada masyarakat, dan semoga mendapat prestasi yang diharapkan, sesuai dengan visi misi Kabupaten Tabanan, yakni Tabanan Serasi,” ujarnya.

Staf Ahli Bupati, Subrata, saat membacakan sambutan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mengingatkan kembali cara pandang terhadap kesehatan, seperti yang sering didengungkan, yakni paradigma sehat. “Paradigma sehat mengedepankan usaha promotif dan preventif, dengan tidak mengabaikan usaha kuratif dan rehabilitatif. Peranan tenaga kesehatan di puskesmas sebagian besar adalah upaya kesehatan masyarakat yang didukung dengan upaya kesehatan perorangan yang prima,” tegasnya.

Dikatakan pula bahwa meningkatnya kualitas tenaga kesehatan di Tabanan diharapkan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bisa lebih baik. Tenaga kesehatan yang dipilih ini sangat berkaitan dengan salah satu visi Kabupaten Tabanan, yaitu berprestasi. (ita/bpn)