SMPN 5 Denpasar Ikuti Skype-a-Thon Indonesia 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMP Negeri 5 Denpasar satu-satunya sekolah dari Bali yang mendapat undangan mengikuti even bergengsiteleconference  dalam rangka menyambut trend pendidikan global era digital yang digelar Microsolft Skype-a-Thon Indonesia 2018 live from Singapore, pada 15 Maret 2018.

Kegiatan ini melibatkan 80 sekolah di Indonesia (tersebar dari Provinsi Aceh hingga Papua) dan satu sekolah Indonesia di luar negeri (Malaysia) dengan total peserta mencapai 2.300 guru dan siswa, yang berkolaborasi serentak secara virtual menggunakan Skype.

Menurut guru pendamping SMPN 5 Denpasar, I Wayan Suwirya, yang juga founder Sagusampi (satu guru satu media pembelajaran interaktif) menjelaskan, salah satu tujuan dari Skyped a-Thon adalah untuk menumbuhkembangkan semangat belajar tanpa batas. ‘’Jadi kita bisa berkolaborasi dengan siapapun untuk sama-sama mempelajari suatu hal, meskipun terpisah jarak yang sangat jauh,’’ jelasnya, Senin (19/3/2018) kemarin.

Dalam kegiatan itu, SMPN 5 Denpasar menyiapkan 20 siswa teleconference, yang dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing membuat landmark rumah adat Bali, juga membuat lomba game internal dikenal dengan Game Minecraft yang dinilai mengasah imajinasi anak karena membuat anak lebih kreatif.

‘’Landmark dengan Minecraft Education Edition menjadikan games yang dilakukan siswa bukan sekadar kesenangan belaka dan membuang-buang waktu, tetapi melalui games ini dapat memicu daya imajinasi dan kreativitas siswa dalam merancang bangunan yang diinginkan siswa,’’ jelasnya.

Kepala SMPN 5 Denpasar, I Wayan Kamasan, S.Pd., M.Pd., sangat mengapresiasi kegiatan siswa dan selalu mendorong mereka untuk bisa mengikuti dan memanfaatkan beragam media ataupun sumber belajar yang lagi berkembang di zaman now. ‘’Contohnya, ya seperti saat ini anak kami mengikuti kegiatan Skype a-Thon Indonesia life from Singapore,’’ ujarnya.

Perkembangan teknologi yang tak terbendung dewasa ini, lanjut Kamasan, secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pembelajaran, baik itu untuk guru maupun siswa. Perubahan terus terjadi, pendidikan pun bukan lagi pada pertanyaan bagaimana guru mengajar namun bagaimana siswa agar belajar menikmati proses pembelajaran.

‘’Dengan kata lain penyesuaian oleh guru dalam pembelajarannya. Jadi merupakan suatu keharusan mengingat anak lahir di zaman digital ya, harus menyiapkan untuk hidup dan berkembang dengan memanfaatkan media dan sumber belajar yang lagi berkembang,’’ pungkasnya. (tis/bpn)