BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kisah memilukan yang dialami dadong Nyoman Belek (80) yang Tinggal bersama Made Mudiasna (anak), Nyoman Yastimin (menantu), dan dua (2) orang cucunya Wayan Gunawan dan Made Windi Saputra di Banjar Dinas Dangin Margi, Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan-Buleleng mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Dengan mengirim Tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Gubernur Pastika meminta agar kondisi dadong Belek yang tidak memiliki jaringan kesehatan akibat terkendala administrasi kependudukan (KTP)  untuk bisa dikoordinasikan dan dibantu.

Sekalipun tinggal bersama anak dan menantu, namun hingga saat ini dadong Belek tidak mendapatkan kartu Indonesia sehat (KIS) maupun BPJS PBI (penerima bantuan iuran), karena namanya tidak masuk kedalam Kartu Keluarga (KK).

Dadong Belek yang sudah renta ini, kesehariannya hanya bisa memasak daun keladi untuk teman nasinya. Tidak banyak yang bisa diharapkan dari anak semata wayangnya Made Mudiasna yang hanya bekerja serabutan sebagai buruh proyek.

Mereka menempati rumah kontrakan ukuran 2×6 meter, dengan dinding batu bata yang sudah rusak diatas tanah milik orang lain yang harus dibayarnya setiap Tahun Rp 350.000.

Kepala Desa Tunjung Kecamatan Kubutambahan – Buleleng membenarkan kondisi warganya dadong Belek seperti yang dimuat oleh sebuah media. Bahkan untuk beras sejahtera (rastra) pun dadong Belek tidak menerima Karena terkendala administrasi kependudukan.

Dibenarkan pula bahwa tahun lalu, dadong Belek sudah dibantu akan dibuatkan kartu keluarga oleh pihak desa, namun dadong Belek berhalangan hadir.

Saat ini sesuai program Pemerintah yakni jemput bola data kependudukan, maka dadong Belek kembali akan dibantu dalam mengurus administrasi kependudukan, sehingga memudahkan pengurusan kartu jaminan kesehatan, baik KIS maupun BPJS PBI.

Untuk meringankan beban hidup dadong Belek, Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sejumlah uang, yang nantinya diharapkan dapat digunakan untuk keperluan hidup sehari hari. (humas-bali/bpn)