BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Menyambut hari suci Nyepi tahun Caka 1940, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung melaksanakan Parade Ogoh-Ogoh, pada Minggu (11/3/2018) di Lapangan Desa Pelaga. Parade Ogoh-ogoh Desa Pelaga dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ditandai dengan membunyikan kulkul. Parade ogoh-ogoh Desa Pelaga dilaksanakan mendahului dari hari Pengerupukan, namun saat pengerupukan arak-arakan ogoh-ogoh juga tetap dilaksanakan.

Bupati Badung Giri Prasta yang juga warga Desa Pelaga ini, sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan Parade ogoh-ogoh Desa Pelaga menyambut hari suci Nyepi tahun baru caka 1940. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerinta desa Pelaga dan Sekaa Teruna se-Desa Pelaga yang telah melaksanakan dan ikut serta dalam pawai ogoh-ogoh ini.

Menurut Bupati kegiatan ini sangat sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya di kabupaten Badung. Bupati Giri Prasta menjelaskan, dalam rangkaian Nyepi, ada beberapa upacaya yang patut dilaksanakan. Pertama upacara Tawur Kesanga, untuk di badung dilaksanakan di catus pata Mengwi sebagai titik nol Kab. Badung. Setelah itu, di desa adat juga melaksanakan tawur. Malamnya dilaksanakan pengerupukan dengan pawai ogoh-ogoh. “Pelaksanaan Pengerupukan ini kami minta masyarakat menjaga keamanan wilayah masing-masing sehingga tidak terjadi musibah. Untuk itu 536 sekaa teruna di Badung agar ikut berperan dalam menjaga kesutreptian pawai ogoh-ogoh,” jelasnya.

Sehari setelah pengerupukan merupakan puncak hari suci Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan. Nyepi tahun ini bertepatan dengan hari Saraswati. “Kami minta tokoh dan prajuru dalam melaksanakan Saraswati tersebut agar sudah selesai sebelum jam 6 pagi,” tegasnya.

Pada umanis nyepi/ngembak geni dengan biasanya melaksanakan kegiatan dresta langu, pagelaran seni budaya yang sakral, pembacaan awig-awig baru, serta megibung (makan bersama) serta dapat diisi jegeg bagus bungan desa. “Bila dapat melaksanakan rangkaian Nyepi dengan kegiatanya tersebut, ini sudah sesuai dengan sastra agama,” tambahnya.

Terkait dengan pawai ogoh-ogoh Desa Pelaga yang diisi dengan penilaian, Bupati mengharapkan sekaa teruna dapat mengikuti pawai dengan baik dan yang terpenting dapat menerima keputusan para juri dari Listibiya Badung. Guna mendukung kegiatan tersebut Bupati menyerahkan bantuan Rp. 5 juta kepada masing-masing peserta yang terdiri dari 8 Sekaa Teruna se-Desa Pelaga.

Plt. Perbekel Pelaga Ni Luh Eka Deviyani mengatakan, pawai ogoh-ogoh desa pelaga tahun ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya dialaksanakan. Kegiatan ini merupakan implementasi dari visi misi Perbekel Pelaga dalam mengajegkan seni, adat dan budaya bali. Melalui pawai ini diharapkan sekaa teruna dapat meningkatkan ikatan pasemetonan diantara sekaa teruna yang ada di desa Pelaga. “Untuk kegiatan ini Desa Pelaga juga memberikan dana motivasi masing-masing Sekaa Teruna sebesar Rp. 2,5 juta,” jelasnya.

Ketua Panitia Dewa Ngakan M. Merta Ekayasa menambahkan untuk kegiatan Parade ogoh-ogoh Desa Pelaga ini dianggarkan dari dana APBDes Pelaga sebesar Rp. 250 juta, dimana masing-masing sekaa teruna mendapat dana Rp. 15 juta. Tujuan dari kegiatan ini guna melestarikan seni, budaya, adat dan agama, serangkaian hari Nyepi. Parade ogoh-ogoh akan dinilai oleh Tim Listibiya Badung. Dilakukan tiga jenis penilaian, pertama bentuk ogoh-ogoh dan temanya, kedua keutuhan beleganjur dan keserasian dan penilaian ketiga, pragmentari. Ketiga jenis penilaian tersebut untuk juara I meraih hadiah masing-masing Rp. 10 juta, juara II Rp. 8 juta dan juara III Rp. 6 juta.  (humas-badung/bpn)