BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1940 dan malam pengerupukan identik dengan pawai ogoh-ogoh, berbagai kegiatan serta aktivitas dilaksankan oleh Seka Teruna di Denpasar. Seperti kegiatan unik yang dilaksankan oleh ST. Dharma Putra Banjar Beraban, Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat dengan menyelenggarakan Lomba Ogoh-ogoh Mini se-Bali yang dibuka langsung oleh Plt. Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara yang ditandai dengan pengguntingan pita, Minggu (11/3/2018). Dalam lomba ini turut diperebutkan piala bergilir Walikota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Plt. Walikota Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I.G.N Bagus Mataram, menyambut baik serta mengapresiasi yang setinggi-tingginya lomba ogoh-ogoh mini se-Bali yang diselenggarakan oleh ST. Dharma Putra ini. Menurutnya, kegiatan positif ini selaras dengan semboyan Denpasar Kotaku Rumahku yang menitik beratkan pada peran masyarakat untuk aktif berkreasi dan berinovasi sehingga terwujudnya kebahagiaan masyarakat di Kota Denpasar.

Selain itu,  dalam visi dan misi Kota Denpasar yang tertuang dalam Padmaksara Kota Denpasar terdapat 5 program diantaranya pemberdayaan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya. Tentunya dalam kegiatan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini, secara langsung STT Dharma Putra sudah membantu komitmen dari Pemkot Denpasar dalam hal pelestarian budaya yang didalamnya juga ada ekonomi kreatif.

“Yang terpenting kegiatan ini mampu memberikan edukasi kepada anak-anak ditambah lagi terdapat  pementasan dalang cilik. Disini nuansa-nuansa spirit pelestarian budaya sudah lahir pada event ogoh-ogoh mini se-Bali ini,” kata Jaya Negara sembari mendukung kegiatan ini sebagai event tahunan dari Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan, karena pihaknya berkeinginan kegiatan lomba ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan kedepannya.

Salah seorang Juri dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Gede Anom Ranuara mengatakan, pihaknya sangat terkesan serta mengapresiasi lomba ogoh-ogoh mini se-Bali. Kegiatan seperti ini perlu diberikan motivasi untuk peningkatan kreatifitas, dan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan moralitas dan mentalitas anak-anak guna menjadi kreator bahkan motivator sehingga memicu adanya ekonomi kreatif dan pelestarian budaya itu sendiri. Adapun kreteria yang dinilai dalam lomba ini yakni kreatifitas, ekspresi, penggunaan bahan, dan keserasian.

Sementara, Ketua ST. Dharma Putra, Made Arya Mahendra didampingi Ketua Panitia I.B Japa Suyoga mengatakan, kegiatan ini merupakan yang ke-4 kalinya dimana pada awal penyelenggraannya di tahun 2015. Pertama-tama pihaknya hanya menyasar daerah di Denpasar saja, namun lama kelamaan dengan adanya peningkatan peserta di setiap tahunnya pihaknya kemudian sepakat untuk mengadakan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali terbuka dan untuk umum.  Dan lomba ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para penggemar ogoh-ogoh mini di Bali.

Di Tahun ini jumlah peserta sebanyak 47, dan untuk mekanisme pendaftaran pihanya memungut biaya sebanyak 100 ribu per ogoh-ogoh dan memperebutkan piala bergilir Walikota Denpasar. “Kami berharap dari kegiatan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini akan menjadi sebuah ikon baru dan event tahunan di Denpasar serta menunjang pelestarian budaya dan ekonomi kreatif itu sendiri,” kata Arya.  Selain adanya lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini, juga adanya stand kuliner masyarakat setempat dan pementasan dan pementasan wayang oleh Dalang cilik Narendra. (ngurah/humas-dps/bpn).